Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Tinjauan Fikih Muamalah Terhadap Sistem Bagi Hasil pada Titip Lahan di Banjarwaru Nuraini Salsabila; Yayat Rahmat Hidayat
Jurnal Riset Perbankan Syariah Volume 2, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Perbankan Syariah (JRPS)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrps.v2i2.2869

Abstract

One common form of muamalah activity is agricultural cooperation between landowners and land managers, where the results will be shared according to the agreement. There are three types of agricultural cooperation in Islam: muzara'ah, mukhabarah, and musaqah. This research aims to explore the implementation of the profit-sharing cooperation system in land entrustment in Banjarwaru Hamlet and the fiqh muamalah review of the practice of land cultivation cooperation using the mukhabarah system and the profit-sharing system based on Law No.2 of 1960 concerning Production Sharing Agreements. The method of analysis used is normative juridical data analysis with a descriptive approach based on the results of interviews and literature. The results show that the practice of cooperation is similar to the concept of mukhabarah, but it is not entirely appropriate because there is uncertainty in the contract, such as the absence of a clear period of cooperation and percentage of profit sharing. In the perspective of muamalah fiqh, this type of cooperation is not allowed. Therefore, it is important to review the suitability of the contract made with the concept of mukhabarah so that the cooperation is in accordance with Islamic law. Salah satu bentuk kegiatan muamalah yang umum dilakukan adalah kerja sama pertanian antara pemilik lahan dan pengelola lahan, di mana hasilnya akan dibagi sesuai kesepakatan. Ada tiga jenis kerja sama pertanian dalam Islam: muzara'ah, mukhabarah, dan musaqah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan sistem kerja sama bagi hasil dalam titip lahan di Dusun Banjarwaru dan tinjauan fikih muamalah terhadap praktik kerja sama penggarapan lahan menggunakan sistem mukhabarah dan sistem bagi hasil berdasarkan Undang-Undang No.2 Tahun 1960 tentang Perjanjian Bagi Hasil. Metode analisis yang digunakan adalah analisis data yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif berdasarkan hasil wawancara dan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik kerja sama mirip dengan konsep mukhabarah, tetapi tidak sepenuhnya sesuai karena terdapat ketidakjelasan dalam akad, seperti ketiadaan jangka waktu kerja sama dan persentase bagi hasil yang jelas. Dalam perspektif fikih muamalah, jenis kerja sama seperti ini tidak diperbolehkan. Oleh karena itu, penting untuk meninjau kembali kesesuaian akad yang dilakukan dengan konsep mukhabarah agar kerja sama tersebut sesuai dengan syariat Islam.
Analisis Tingkat Efisiensi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah di Bandung Raya Sebelum dan Setelah Pandemi Covid-19 Faisa Azmi Firjatullah; Yayat Rahmat Hidayat
Jurnal Riset Perbankan Syariah Volume 3, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Perbankan Syariah (JRPS)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrps.v3i1.3725

Abstract

Abstrak. Pada tahun 2019, jumlah UMK di Indonesia mencapai 65,4 juta unit, mengalami peningkatan sebesar 2% dibandingkan tahun 2018. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa industri Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) masih menghadapi sejumlah tantangan, selama periode awal 2020 hingga 2021 masalah yang paling umum dijumpai adalah likuiditas yang tidak lancar. Oleh karena itu, Bank Pembiayaan Rakyat Syariah diharapkan memiliki kinerja yang unggul guna mempertahankan loyalitas nasabah. Berdasarkan uraian tersebut, maka perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana perbandingan tingkat efisiensi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah di Bandung Raya sebelum, saat, dan setelah pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan teknik pemilihan sampel purposive sampling diperoleh jumlah sampel sebanyak 7 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Teknik pengumpulan data dengan studi pustaka dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA). Hasil dari penelitian ini yaitu pada sebelum, saat, dan setelah pandemi covid-19 dari total 35 DMU yang terdiri dari 7 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah terdapat 10 DMU yang efisien sempurna (100%). Dan inefisien sebanyak 25 DMU, terdiri dari 16 DMU yang masuk dalam kategori Increasing Return to Scale (IRS) dan 9 DMU masuk dalam kategori Decreasing Return to Scale (DRS). Abstract. Pada tahun 2019, jumlah UMK di Indonesia mencapai 65,4 juta unit, mengalami peningkatan sebesar 2% dibandingkan tahun 2018. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa industri Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) masih menghadapi sejumlah tantangan, selama periode awal 2020 hingga 2021 masalah yang paling umum dijumpai adalah likuiditas yang tidak lancar. Oleh karena itu, Bank Pembiayaan Rakyat Syariah diharapkan memiliki kinerja yang unggul guna mempertahankan loyalitas nasabah. Berdasarkan uraian tersebut, maka perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana perbandingan tingkat efisiensi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah di Bandung Raya sebelum, saat, dan setelah pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan teknik pemilihan sampel purposive sampling diperoleh jumlah sampel sebanyak 7 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Teknik pengumpulan data dengan studi pustaka dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA). Hasil dari penelitian ini yaitu pada sebelum, saat, dan setelah pandemi covid-19 dari total 35 DMU yang terdiri dari 7 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah terdapat 10 DMU yang efisien sempurna (100%). Dan inefisien sebanyak 25 DMU, terdiri dari 16 DMU yang masuk dalam kategori Increasing Return to Scale (IRS) dan 9 DMU masuk dalam kategori Decreasing Return to Scale (DRS).
Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal terhadap Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah Periode 2019-2023 Nazma Laelatus Sai’dah; Yayat Rahmat Hidayat; Irma Yulita Silviany
Bandung Conference Series: Syariah Banking Vol. 3 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Syariah Banking
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssb.v3i2.14120

Abstract

Abstract. Islamic banking in Indonesia has experienced rapid development in recent years. The measurement of a company's financial performance often uses financial ratio measurements, including financial performance measurement in Islamic banking. The calculation of financial ratios is carried out to show the quality of the bank's financial performance. Good financial performance is the key to the success of Islamic banks in achieving their goals. This study aims to identify Internal Factors (CAR) and External Factors (Inflation) that can partially and simultaneously influence the financial performance (ROA) of Islamic Commercial Banks (BUS). This study uses a quantitative approach using multiple linear regression analysis with Eviews 12 as the processing tool. The type of research used is secondary monthly data obtained from the official website of the Financial Services Authority (OJK) and the Bank Indonesia (BI), during the period of 2019-2023. The results of the t-hypothesis test prove that CAR and Inflation have a significant partial effect on ROA. Simultaneously, CAR and Inflation have a significant effect on the dependent variable, the value of prob (F-Statistic), which is (0.000000 > α 0.05). The coefficient of determination test (R² Test) for the multiple linear regression model between the independent and dependent variables shows that the independent variables, namely CAR and Inflation, are able to explain the dependent variable ROA by 59.0799%, and 40.9201% is explained or illustrated by variations in other variables not included in this study. Abstrak. Perbankan syariah di Indonesia mengalami perkembangan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pengukuran kinerja keuangan perusahaan sering kali menggunakan pengukuran rasio-rasio keuangan, termasuk pengukuran kinerja keuangan pada perbankan syariah. Perhitungan rasio keuangan yang dilakukan guna menunjukkan kualitas kinerja keuangan bank. Kinerja keuangan yang baik menjadi kunci utama keberhasilan bank syariah dalam mencapai tujuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Faktor Internal (CAR) dan Eksternal (Inflasi) dapat memepengaruhi kinerja keuangan (ROA) Bank Umum Syariah (BUS) secara parsial dan simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan Eviews 12 sebagai alat pengolahannya. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis data sekunder bulanan yang diperoleh d ari situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), selama periode 2019 – 2023. Hasil pengujian hipotesis t membuktikan bahwa CAR dan Inflasi secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap ROA. Secara simultan CAR dan Inflasi memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen nilai prob (F-Statistik) yaitu (0.000000 > a 0.05 ). Uji koefisien determinasi (Uji R²) untuk model regresi linier berganda antara variabel independen dan dependen menunjukan bahwa variabel independen yaitu CAR dan Inflasi mampu menjelaskan variabel dependen ROA sebesar 59.0799%, dan 40.9201% dijelaskan atau digambarkan oleh variasi variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini.
Pengaruh Perkembangan Fintech Syariah terhadap Pangsa Pasar Bank Syariah di Indonesia Lena Aulia; Yayat Rahmat Hidayat; Irma Yulita Silviany
Bandung Conference Series: Syariah Banking Vol. 3 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Syariah Banking
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssb.v3i2.14337

Abstract

Abstract. The rapid development of Islamic fintech in Indonesia since 2016 has created new dynamics in the Islamic financial industry. This study aims to analyze the impact of Islamic fintech development on the market share of Islamic banks in Indonesia, focusing on the number and assets of Islamic fintech as independent variables. Using a quantitative method with a descriptive analytical approach, this research applies multiple regression techniques and classical assumption tests. Data analysis was performed using EViews 12. The results show that the number of Islamic fintech companies does not significantly affect the market share of Islamic banks (Prob. 0.1901 > 0.05), while Islamic fintech assets have a positive and significant impact (Prob. 0.0000 < 0.05). Simultaneously, both independent variables influence the market share (Prob. F-statistic 0.000002). The final regression model becomes Y = 5.867059 + 0.004096 X, where X represents Islamic fintech assets. The t-test for variable X (Islamic fintech assets) yields a t-Statistic of 6.94151 with a probability of 0.0000 < 0.05, indicating that Islamic fintech assets significantly influence the market share of Islamic banks at a 5% significance level. The F-test has a Prob (F-statistic) value of 0.000001 < 0.05, demonstrating that the overall regression model is significant at the 5% level, meaning the independent variable (Islamic fintech assets) significantly affects the dependent variable (Islamic bank market share). The coefficient of determination explains 68.66% of the variation in Islamic bank market share. In conclusion, the development of Islamic fintech assets has a positive and significant impact on the market share of Islamic banks in Indonesia, while the number of Islamic fintech companies shows no significant influence. Abstrak. Perkembangan pesat fintech syariah di Indonesia sejak 2016 telah menciptakan dinamika baru dalam industri keuangan syariah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perkembangan fintech syariah terhadap pangsa pasar bank syariah di Indonesia, dengan fokus pada jumlah dan aset fintech syariah sebagai variabel independen. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analisis, penelitian ini menerapkan teknik regresi berganda dan uji asumsi klasik. Analisis data dilakukan menggunakan EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah fintech syariah tidak berpengaruh signifikan terhadap pangsa pasar bank syariah (Prob. 0,1901 > 0,05), sedangkan aset fintech syariah berpengaruh positif dan signifikan (Prob. 0,0000 < 0,05). Secara simultan, kedua variabel independen berpengaruh terhadap pangsa pasar (Prob. F-statistik 0,000002). Model akhir regresi menjadi Y = 5.867059 + 0.004096 X sebagai aset fintech syariah, Uji t variabel X (aset fintech syariah): t-Statistik = 6.94151 karena nilai probabilitas 0.0000 < 0.05, maka kita dapat menyimpulkan bahwa variabel X (aset fintech syariah) berpengaruh signifikan terhadap Y (Pangsa pasar Bank Syariah) pada tingkat 5%. uji F memiliki nilai Prob (F-statistik) = 0.000001, karena nilai Prob (F-statistik) 0.000001 < 0.05 maka model regresi secara keseluruhan signifikan pada tingkat signifikan 5% ini berarti variabel independen (aset fintech syariah) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (pangsa pasar bank syariah). koefisien determinasi menjelaskan 68,66% variasi pangsa pasar bank syariah dapat di jelaskan oleh aset fintech syariah. Kesimpulannya, perkembangan aset fintech syariah memiliki dampak positif dan signifikan terhadap pangsa pasar bank syariah di Indonesia, sementara jumlah fintech syariah tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan.
Pengaruh Pendampingan Usaha dan Inklusi Keuangan terhadap Peningkatan Kapasitas UMKM Nasabah Bank Syariah X Ai Anisa Muhlisoh; Yayat Rahmat Hidayat
Jurnal Riset Perbankan Syariah Volume 3, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Perbankan Syariah (JRPS)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrps.v3i2.5166

Abstract

Abstrak. Saat ini banyak pelaku UMKM yang kesulitan untuk mengembangkan usahanya karena keterbatasan akses pengetahuan dan keterampilan. Kondisi tersebut semakin diperparah karena pelaku UMKM khususnya perempuan yang tinggal di pedesaan masih sering menghadapi hambatan dalam pemerataan akses terhadap layanan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pendampingan usaha dan inklusi keuangan terhadap peningkatan kapasitas UMKM Nasabah Bank Syariah X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan menggunakan data primer melalui kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah Bank Syariah X yang sudah mengikuti pendampingan usaha dengan jumlah 46 nasabah. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling yaitu dengan metode total sampling atau sampel jenuh. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Peningkatan Kapasitas UMKM dan variabel independen penelitian diantaranya Pendampingan Usaha dan Inklusi Keuangan. Alat analisis dalam penelitian ini menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi sebesar 0,572 atau 57,2% yang artinya variabel pendampingan usaha dan inklusi keuangan secara keseluruhan memberikan pengaruh sebesar 57,2% terhadap peningkatan kapasitas UMKM, sedangkan sisanya 42,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Abstract. Currently, many MSMEs have difficulty developing their businesses due to limited access to knowledge and skills. This condition is further exacerbated because MSME actors, especially women who live in rural areas, still often face obstacles in equal access to financial services. This research aims to determine the effect of business assistance and financial inclusion on increasing the capacity of MSME customers of Bank Syariah X. This research uses quantitative methods, using primary data through questionnaires. The population in this research is Bank Syariah X customers who have participated in business assistance with a total of 46 customers. The sampling technique in this research uses a non-probability sampling technique, namely the total sampling method or saturated sample. The dependent variable in this research is Capacity Building for MSMEs and the research independent variables include Business Assistance and Financial Inclusion. The analytical tool in this research uses multiple linear regression. The results of the research show that the coefficient of determination is 0.572 or 57.2%, which means that the variables of business assistance and financial inclusion as a whole have an influence of 57.2% on increasing the capacity of MSMEs, while the remaining 42.8% is influenced by other variables not examined in this research.
APLIKASI POWERSIM PADA SIMULASI DINAMIS RANTAI PASOK BAWANG MERAH DI KABUPATEN CIREBON Wijaya, Wijaya; Yayat Rahmat Hidayat; Deden; Salim; Jian Fauzi Raisa Eliah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

ABSTRACT This research aims to find out the actors in the shallot supply chain, as well as finding the best scenario in the shallot supply chain in Cirebon Regency, in increasing the supply of shallots to meet consumer demand for shallots. To obtain data for analysis, this research uses a survey method by collecting data from each component in the shallot supply chain, as well as documentation studies that are relevant to the research objectives by collecting data from related agencies or institutions. The results of the research show that: (1) Actors or actors in the shallot supply chain in Cirebon district, West Java consist of producer farmers, collecting traders (middlemen), wholesalers, retailers and consumers, (2) The dynamic system of the shallot supply chain in Cirebon district, West Java consisting of a production subsystem, supply and delivery subsystem, and demand subsystem, and (3) Model simulation to be able to project the condition of the shallot supply chain in the next 10 years using scenarios of changes to the parameters of the percentage of shallots that are scattered and increasing shallot productivity
ANALISIS POTENSI USAHATANI BAWANG MERAH DI LAHAN PESISIR LAUT PANTAI UTARA (Studi Kasus di Kabupaten Indramayu) Yayat Rahmat Hidayat
Paradigma Agribisnis Vol 1 No 1 (2018): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v1i1.1494

Abstract

Penelitian ini bertujuan; pertama, mengetahui produksi, pendapatan dan keuntungan usahatani bawang merah di lahan pesisir laut pantai utara Kabupaten Indramayu. Kedua, mendeskripsikan tingkat kelayakan usahatani bawang merah di lahan pesisir laut pantai utara Kabupaten Indramayu. Ketiga, menganalisis potensi pengembangan usahatani bawang merah di lahan pesisir laut pantai utara Kabupaten Indramayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, yaitu menganalisis data kuantitas yang terdiri dari; jumlah produksi, pendapatan dan keuntungan dari usahatani bawang merah petani di Kabupaten Indramayu. Pada penelitian ini juga dilakukan analisis potensi usahatani bawang merah dengan menggunakan teknik analisis kelayakan usahatani. Jumlah sampel penelitian yang digunakan sebanyak 50 orang dari dua kecamatan yang masing-masing 25 petani di Kecamatan Krangkeng dan 25 petani di Kecamatan Patrol. Teknik pengumpulan dilakukan dengan wawancara dengan alat bantu kusioner dan Focus Group Discussion (FGD). Sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis usahatani yang menyangkut; jumlah produksi, pendapatan, keuntungan dan analisis R/C Ratio, yaitu untuk mengetahui tingkat kelayakan usahatani bawang merah di lokasi penelitian. Hasil penelitian menyatakan bahwa  total biaya yang dikeluarkan untuk usahatani bawang merah sebesar Rp. 64.235.000 dengan produksi sebesar 1,5 Ton (10500 Kg) sehingga penerimaannya Rp. 136.500.000 sehingga keuntungan yang didapatkan sebesqar Rp. 72.265.000. Usahatani bawang merah di lahan pesisir pantai utara Kabupaten Indramayu layak diusahakan karena R/C Ratio = 2,1 lebih besar dari satu yaitu (R/C Ratio > 1) dan B/C Ratio sebesar 1,1. Lahan pesisir pantai utara Kabupaten Indramayu memiliki potensi bagi pengembangan usahatani bawang merah bagi masyarakat.
Analisis Komparasi Biaya Dan Pendapatan Usaha Tani Bawang Merah Dataran Tinggi Antara Sistem Pengolahaan Tanah Cultivator Dengan Sistem Konvensional (Kasus Di Desa Sukasari Kaler Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka) Ayu Shyntia Gumilar; Yayat Rahmat Hidayat; I ketut Sukanata
Paradigma Agribisnis Vol 2 No 2 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v2i2.3160

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui : 1) perbedaan biaya usaha tani bawang merah dataran tinggi antara sistem pengolahan tanah cultivator dengan sistem konvensional di Desa Sukasari Kaler Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka 2) perbedaan pendapatan usaha tani bawang merah dataran tinggi antara sistem pengolahan tanah cultivator dengan sistem konvensional di Desa Sukasari Kaler Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka.Penelitian ini dilaksanakan selama enam bulan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif melalui pendekatan survey, yaitu salah satu metode penelitian yang banyak digunakan pada penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan suatu kejadian. Data yang digunakan adalah berupa data primer dan data sekunder yang akan diolah dan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya tetap dan pendapatan, R/C ratio, analisis BEP, dan B/C ratio dan analisis uji beda (uji T). Terdapat perbedaan biaya dan pendapatan usahatani bawang merah antara yang menggunakan sistem pengolahaan tanah cultivator dengan sistem konvensional. Penggunaan sistem pengolahan tanah cultivator mengeluarkan biaya usaha lebih kecil daripada sistem konvensional, yaitu maisng-maisng Rp. 75.567.890 dan Rp. 80.464.381. begitu juga pada pendapatan usahatani yang dihasilkan, dimana sistem pengolahan tanah cultivator penghasilan pendapatan lebih besar yaitu Rp. 104.423.110 sedangkan yang menggunakan sistem konvensional sebesar Rp. 56.785.619, dimana selisih pendapatannya yaitu sebesar Rp. 47.637.491. Berdasarkan perbedaan pendapatan tersebut, maka tingkat kelayakan usahapun berbeda, dimana perbedaan kedua sistem tersebut yaitu masing-masing 2,38 dan 1,70. Kata Kunci: Analisis Usaha Tani Bawang Merah, Cultivator, Biaya dan Pendapatan.
MENINGKATKAN KUALITAS HUBUNGAN PEMASOK-PEMBELI PADA RANTAI PASOK PRODUK SAYUR SEGAR Tety Suciaty; Yayat Rahmat Hidayat; Yoyo Sunaryo
Paradigma Agribisnis Vol 5 No 1 (2022): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v5i1.7588

Abstract

ABSTRAKPenerapan Smart Farming dilakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan produk pangan masyarakat secara maksimal, berkualitas dan berkelanjutan. Smart Farming memanfatkan jaringan internet sebagai sumber data secara online yang dihubungan dengan instalasi sistem budidaya tanaman. Salah satu teknik budidaya modern adalah sistem hidroponik, yaitu teknik budidaya tanpa tanah dengan memaksimalkan kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman pada media air. Tujuan penelitian adalah menghasilkan Prototype Smart Farming melalui digitalisasi sistem budidaya pada usaha hidroponik sehingga dapat meningkat produksi dan kualitas produk pangan segar yaitu komoditas sayur-sayuran sesuai harapan dan keinginan konsumen. Selain itu penelitian bertujuan meningkatkan kualitas hubungan antara pelaku usaha hidroponik selaku suplier dengan restauran sebagai pembeli melalui peningkatan hasil dan kualitas sayuran hasil budidaya hidroponik. Penelitian dilakukan dengan merancang dan mengaplikasikan platform digitalisasi budidaya sistem hidroponik. Digitalisasi budidaya dapat mengontrol kebutuhan air dan nutrisi secara optimal sehingga menghasilkan produksi yang maksimal dan berkualitas baik. Hasil penelitian membuktikan bawah dengan aplikasi digitalisasi hidroponik dapat meningkatkan produksi dan kualitas sayur segar. Dengan meningkatnya produksi dan kualitas memberi dampak positif bagi keberlanjutan stok sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pembeli dan kualitas hubungan antara pelaku usaha hidroponik sebagai suplier dengan restauran sebagai pembeli. Meningkatnya kualitas hubungan dapat berkontribusi pada keberlanjutan rantai pasok produk sayur segar. Kata kunci: Digitalisasi Hidroponik, Pertanian Cerdas,  IoT
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Produk Sayuran Secara Online Di Cirebon Fikri Fajar; Yayat Rahmat HIdayat; Farida Mardhatilla
Paradigma Agribisnis Vol 6 No 1 (2023): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v6i1.8396

Abstract

Persaingan dalam bisnis menuntut para pelaku usaha untuk mampu memahami kondisi pasar, kebutuhan konsumen, dan strategi yang efektif untuk memanfaatkan peluang yang tersedia. Dalam upaya mengatasi persaingan yang semakin ketat dalam bisnis pertanian, terutama pada pemasaran produk sayuran, penting untuk menemukan cara baru guna memenangkan persaingan dan mempertahankan keuntungan. Salah satu cara yang dapat dipertimbangkan untuk dilakukan yaitu dengan efisiensi pada rantai pasok dengan cara penjualan atau pemasaran sayuran secara online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh faktor electronic word of mouth (e-WOM), lifestyle, dan diskon terhadap keputusan pembelian produk sayuran secara online di Cirebon serta menganalisis faktor mana yang paling dominan memengaruhi keputusan pembelian. Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Data penelitian terdiri dari data primer dan sekunder. Sampel berjumlah 70 responden dan merupakan konsumen yang pernah melakukan pembelian sayuran secara online. Metode sampling yang digunakan yaitu nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa electronic word of mouth (e-WOM), lifestyle, dan diskon secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Faktor lifestyle merupakan faktor paling dominan dalam memengaruhi keputusan pembelian.