Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TAJWID MELALUI NADZOM TERJEMAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN SANTRI DI TPQ THORIQUL HUDA WANAKARSA WANADADI BANJARNEGARA Pratama Surya Haryanto; Nurul Mubin; Ngatoillah Linnaja
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5200

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat anak-anak dalam mengikuti pembelajaran Al-Qur’an, yang berdampak pada kurang maksimalnya pemahaman mereka terhadap ilmu tajwid serta rendahnya kualitas bacaan Al-Qur’an. Kondisi ini mendorong perlunya inovasi dalam metode pembelajaran yang mampu menarik minat santri serta mempermudah proses pemahaman materi. Salah satu metode yang digunakan adalah metode nadzom terjemah berbahasa Indonesia dengan pendekatan Ummi, yang dinilai sesuai dengan karakteristik anak-anak dan lebih mudah diterima dalam proses belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran tajwid melalui nadzom terjemah, serta menilai pengaruhnya terhadap peningkatan pemahaman santri dalam membaca Al-Qur’an. Penelitian ini dilaksanakan di TPQ Thoriqul Huda, yang berlokasi di Desa Wanakarsa, Kecamatan Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah santri TPQ Thoriqul Huda dari berbagai jenjang kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode nadzom terjemah berbahasa Indonesia dengan pendekatan Ummi mampu meningkatkan pemahaman santri terhadap kaidah-kaidah tajwid secara bertahap. Hafalan nadzom yang dilagukan terbukti membantu santri dalam mengingat materi dengan lebih mudah dan menyenangkan. Peningkatan pemahaman ini berdampak langsung pada kualitas bacaan Al-Qur’an para santri, yang menjadi lebih baik dan sesuai dengan aturan tajwid. Dengan demikian, penerapan metode ini dapat menjadi alternatif strategis dalam pembelajaran tajwid di lingkungan TPQ.
Peran Guru Al-Qur’an Hadits dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Peserta Didik Kelas VIII C di Mts Ma’arif Kepil Wonosobo Muhammad Hasan; Nurul Mubin; Ngatoillah Linnaja
Reflection : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Reflection : Islamic Education Journal
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/reflection.v2i3.1108

Abstract

This Research aims to: 1) determine the ability of students in learning the Qur'an and Hadith at MTs Ma'arif Kepil Wonosobo in reading the Qur'an 2) determine the role of the Qur'an and Hadith teacher in improving the ability to read the Qur'an of Class VIII C students at MTs Ma'arif Kepil Wonosobo 3) determine the implementation of learning the Qur'an and Hadith in improving the ability to read the Qur'an of Class VIII C students at MTs Ma'arif Kepil Wonosobo.This thesis uses descriptive qualitative field research. Data collection techniques use participant observation, in-depth interviews and documentation. The data analysis technique used is by analyzing before the field, then analyzing data in the field using a model to reduce irrelevant data, present data and draw conclusions. The results of this study are: 1) the reading ability of Class VIII C students in learning the Qur'an and Hadith is learning planning, Al-Qur'an and Hadith learning materials, and learning media. 2) The role of Al-Qur'an Hadith teachers in improving the ability to read the Qur'an of Class VIII C students has three scopes, namely opening the lesson by starting with reading Nadhom, delivering the lesson material and closing the lesson. 3) Implementation of Al-Qur'an Hadith learning in improving the ability to read the Qur'an of Class VIII C students. The supporting factors for learning the Qur'an Hadith are the use of appropriate learning media, the reading of the Qur'an after the teacher writes in front. The inhibiting factors for learning the Qur'an Hadith are the students' educational background, student absences, short time, and the emergence of lazy and bored instincts.
PERANAN WORKSHOP PENGOLAHAN MIE SPAGHETTI UNTUK PEMULIHAN GIZI BALITA STUNTING DI DESA KALIWIRO KECAMATAN KALIWIRO KABUPATEN WONOSOBO Ngatoillah Linnaja; Salis Irvan Fuadi
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): April : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.383 KB) | DOI: 10.56910/safari.v2i2.154

Abstract

Diciptakannya keluarga adalah untuk menciptakan keturunan yang berkualitas. Harus ada perencanaan awal, akibat tidak berfungsinya sebuah keluarga dengan baik adalah terjadinya balita stunting. Balita stunting ini memiliki dampak berkepanjangan dan efek yang cukup kompleks. Pada aspek kesehatan balita stunting selain kondisi gagal tumbuh, akan mudah terkena serangan penyakit sehingga berpotensi kehilangan sebagian masa produktifnya. Pada aspek pendidikan, akan mempengaruhi kecerdasan anak, dibandingkan dengan anak seumurannya tingkat kecerdasan anak yang terkena stunting lebih rendah, hal ini akan mempengaruhi proses belajar anak yang dikemudian hari akan berdampak pada kondisi keterbatasan ekonomi keluarga. Hal ini maka diperlukan upaya pencegahan yang strategis. Kegiatan pencegahan stunting yang dilaksanakan di Desa Kaliwiro adalah dengan melakukan workshop pengolahan mie spaghetti dari daun bayam dan pizza dari kentang. Didukung juga dengan program pencegahan lain yaitu kelas ibu hamil, posyandu baduta dan balita, serta skrening kesehatan usia produktif dan lansia. Dari berbagai program pencegahan stunting yang diterapkan memiliki peran yaitu sebagai pemulihan gizi balita, bentuk informasi bagi ibu hamil terkait pola asuh, dan sebagai implementasi peraturan pemerintah dalam strategi nasional.
Penerapan Model Literasi Orientasi Kolaborasi Refleksi Terhadap Kemampuan Literasi Membaca Siswa Rhobiyatul Adzewiyah, Putri; Sri Jumini; Ngatoillah Linnaja
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berangkat dari urgensi penguatan literasi membaca dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar, mengingat masih banyak siswa yang mengalami kesulitan memahami teks, termasuk siswa kelas V MI Ma’arif Panawaren. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengkaji implementasi model pembelajaran LOK-R, (2) menganalisis kemampuan literasi membaca siswa sebelum dan sesudah penerapan model, serta (3) mengukur efektivitas model LOK-R dalam meningkatkan literasi. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian siswa kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Model LOK-R diimplementasikan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahapan literasi, orientasi, kolaborasi, dan refleksi, dengan penggunaan media yang lebih variatif pada siklus II. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan literasi membaca siswa setelah penerapan model LOK-R. Rata-rata nilai siswa naik dari 54,54 (pra-siklus) menjadi 63,53 (siklus I) dan 72,72 (siklus II). Ketuntasan klasikal juga mengalami peningkatan dari 45% (pra-siklus) menjadi 72,73% (siklus I) dan 90,91% (siklus II). Temuan ini membuktikan bahwa model LOK-R efektif dalam meningkatkan literasi membaca siswa. Dengan demikian, model ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif inovatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SD, khususnya untuk mengatasi kesulitan siswa dalam memahami teks.  
Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Hadis Keempat Kitab Al -Arba’in An-Nawawiyyah Karya Syaikh An-Nawawi Via Nailil Ngyah; Nurul Mubin; Ngatoillah Linnaja
Reflection : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 4 (2025): Reflection : Islamic Education Journal
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/reflection.v2i4.1504

Abstract

This study aims to analyze the content and substance of the Fourth Hadith in Al-Arba'in An-Nawawiyyah, explore the Islamic educational values contained within it, and examine its relevance to contemporary Islamic religious education. This research employs a qualitative approach using library research methods through an examination of primary and secondary literature related to the hadith and Islamic educational concepts. The data were analyzed using content analysis techniques to reveal both textual and contextual meanings.The findings show that the Fourth Hadith provides an explanation of the gradual process of human creation, the decree of divine destiny encompassing sustenance, lifespan, deeds, and a person’s final fate, as well as an emphasis on the importance of righteous actions in determining one’s end. The hadith encapsulates holistic educational values, including divine values such as belief in destiny, reliance on God (tawakkul), patience, and spiritual awareness; and humanistic values such as moral responsibility, self-control, self-awareness, and consistency in worship and good deeds. These values remain highly relevant for character building in modern learners, especially in facing moral, spiritual, and social challenges.Based on the results, it can be concluded that the Fourth Hadith of Al-Arba'in An-Nawawiyyah plays a significant role in strengthening contemporary Islamic education, particularly in shaping character grounded in sound creed, noble ethics, and strong mental resilience. The findings are expected to serve as a reference for educators, educational institutions, and society in developing more integrative and applicable educational practices.
Eskatologi Islam: Studi Dilalogis Umar bin Khattab dengan Munkar dan Nakir tentang Prosedur Pasca Kematian Ngatoillah Linnaja; Robingun Suyud El Syam
Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/hikmah.v2i4.1587

Abstract

Among the afterlife in Islamic belief is the grave, where at the beginning of this period it is believed that the soul will be questioned by the angels Munkar and Nakir about his faith and deeds in the world. The purpose of this writing is focused on elaborating on Islamic eschatology in the story of Umar bin Khattab about post-death procedures. Literature research to find out a more in-depth discussion on the topic of post-death procedures by collecting, analyzing, and synthesizing information from books, journals, articles, and other relevant documents, was analyzed content. Findings: The story of Umar bin Khattab with the Angels Munkar and Nakir shows his concern for the welfare of the people. This reflects responsible leadership and is oriented towards the long-term good for all Muslims. Although this particular narrative is not widely documented in classical Islamic texts, it reflects a broader theme in Islamic teachings about the mercy and compassion of Allah and the angels. This story also highlights the exemplary character of Umar and his concern for the welfare of others, even in the afterlife. Conclusion: This story is about a leader who always thinks about the welfare of the people, including those who will face questions in the grave. Novelty: This finding highlights visionary leadership based on the essence of Islam that fosters true happiness in this world and the hereafter, considering the challenges of modern leadership oriented toward the afterlife.