Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pelatihan Peningkatan Pengetahuan, Keterampilan Pada Ibu Dan Kader Dalam Mendeteksi Tumbuh Kembang Balitanya Melalui Bina Keluarga Balita Di Kel. Manyaran Semarang Sukesi, Niken; Kurniawati, Desi Rina; Puspitasari, Emilia
Jurnal Keperawatan Anak Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bina Keluarga Balita adalah kegiatan yang mengelola tentang pembinaan tumbuh kembang anak mengenai pola asuh yang benar berdasarkan kelompok umur yang dilaksanakan oleh kader berada diwilayah RW. Kegiatan ini bertujuan sebagai upaya peningkatan pengetahun, ketrampilan dan kesadaran ibu dalam membina tumbuh kembang balitanya melalui rangsangan fisik, motorik, kecerdasan sosial, emosional serta moral yang berlangsung dalam proses interaksi dengan antara ibu atau anggota keluarga lainnya dengan anak. Populasi kegiatan ini adalah kader BKB di RW IX dan X di kelurahan Manyaran. Metode yang digunakan berupa pelatihan dan penyuluhan dengan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi cara pengasuhan anak dengan melibatkan peran serta aktif dari orang tua balita. Hasilnya bahwa pengetahuan dan ketrampilan kader dalam memberikan penyuluhan kepada ibu tepat dan pengetahuan ibu terkait pola asuh balitanya meningkat. Kesimpulan kader dan ibu dapat memahami pentingnya pola asuh yang benar berdasarkan kelompok umur.
PELATIHAN PENINGKATAN PENGETAHUAN, KETRAMPILAN DAN KESADARAN IBU DAN KADER DALAM MEMBINA TUMBUH KEMBANG BALITANYA MELALUI BKB (BINA KELUARGA BALITA) DI RW IX DAN RW X DI KEL MANYARAN SEMARANG Sukesi, Niken; Kurniawati, Desi Rina; Puspitasari, Emilia
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.364 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v5i2.98

Abstract

Bina Keluarga Balita adalah kegiatan yang mengelola tentang pembinaan tumbuh kembang anak mengenai pola asuh yang benar berdasarkan kelompok umur yang dilaksanakan oleh kader berada diwilayah RW. Kegiatan ini bertujuan sebagai upaya peningkatan pengetahun, ketrampilan dan kesadaran ibu dalam membina tumbuh kembang balitanya melalui rangsangan fisik, motorik, kecerdasan sosial, emosional serta moral yang berlangsung dalam proses interaksi dengan antara ibu atau anggota keluarga lainnya dengan anak. Populasi kegiatan ini adalah kader BKB di RW IX dan X di kelurahan Manyaran. Metode yang digunakan berupa pelatihan dan penyuluhan dengan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi cara pengasuhan anak dengan melibatkan peran serta aktif dari orang tua balita. Hasilnya bahwa pengetahuan dan ketrampilan kader dalam memberikan penyuluhan kepada ibu tepat dan pengetahuan ibu terkait pola asuh balitanya meningkat. Kesimpulan kader dan ibu dapat memahami pentingnya pola asuh yang benar berdasarkan kelompok umur.?Katakunci: kader, ibu, balita, pola asuh
PENGARUH SENAM KAKI TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELITUS Sukesi, Niken
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.656 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v8i1.50

Abstract

Penyakit Diabetes Melitus dapat menyebabkan komplikasi yang sangat berat. Komplikasi dari Diabetes Melitus ini meliputi jantung iskemik, serebrovaskuler, gagal ginjal, ulkus pada kaki, gangguan penglihatan. Komplikasi yang paling sering terjadi adanya perubahan patologis pada anggota gerak bawah yang disebut kaki diabetik. Salah satu jenis olahraga yang dianjurkan dengan diabetes mellitus adalah senam kaki. Senam kaki merupakan latihan yang dilakukan bagi penderita DM atau bukan penderita untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian kaki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh senam kaki terhadap kadar gula darah pasien diabetes mellitus. Desain dalam penelitian ini adalah Quasy Eksperiment dengan rancangan Pre and Post Test Without Control. Teknik pengambilan sampel menggunakan Consecutive sampling. Alat pengumpul data yang digunakan instrument observasi senam kaki untuk menilai senam kaki, dan alat menilai kadar gula darah yaitu glucometer, kapas dan jarum. Rata-rata kadar gula darah sebelum dan setelah dilakukan senam kaki mengalami penurunan dan ada pengaruh kadar gula darah sebelum dengan sesudah dilakukan senam kaki pada pasien diabetes melitusKata Kunci: Senam Kaki, Kadar Gula Darah?THE EFFECT OF GYMNASTIC FEET TOWARD THE BLOOD SUGAR LEVEL FOR THE DIABETICSDiabetes Mellitus causes the complication case. It concludes the heart iskemik, serebrovaskuler, cronic kidney disease, ulcus on the feet, and the impairment of sight. The complication often causes the changing of pathological in certain place such as feet. The one of recommended sport for diabetics is gymnastic feet. Gymnastic feet is an experience for diabetics or not in order to prevent the wound and launch the blood circulation. The research objective is to analyze the effect of gymnastic feet to blood sugar level for diabetics. The research design is using experiment quasy with pre and post test without control. It is using consecutive sampling as the sample of collecting technique, and using observation of gymnastic feet as the collecting data technique to assess the blood sugar level, those are glucometer, cotton, and needle. The average of blood sugar level is decrease after doing the gymnastic feet. Moreover, there is differences between after and before doing the gymnastic feet for diabetics.Key Words : Gymnastic Feet, Blood sugar level
PERKEMBANGAN DOKUMENTASI KEPERAWATAN BERBASIS KOMPUTER Sukesi, Niken
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v2i1.32

Abstract

Pelayanan keperawatan merupakan pelayanan profesional dari pelayanan? kesehatan yang tersedia selama 24 jam secara berkelanjutan selama masa perawatan pasien. Pelayanan keperawatan? memegang peranan penting dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit. Dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, maka sangat dimungkinkan bagi perawat untuk memiliki sistem pendokumentasian asuhan yang lebih canggih? dengan memanfaatkan perkembangan tehnologi informasi. Pendokumentasian keperawatan dengan menggunakan? komputer diharapkan akan membantu meningkatkan dokumentasi keperawatan yang? berkualitas.Pemikiran tentang dokumentasi keperawatan yang terkomputerisasi di buat dalam rangka memudahkan dan mempercepat pendokumentasian asuhan keperawatan yang dibuat. Dengan sistem ini perawat lebih dapat? menghemat waktu dan perawat akan lebih sering berada di samping pasien. Dokumentasi yang terkomputerisasi ini pencatatan dapat dilakukan akurat dan lengkap?Kata kunci: dokumentasi; keperawatan; tehnologi informasi
Pelatihan Penerapan Buku SDKI, SLKI Dan SIKI Pada Perawat Di Charlie Hospital sukesi, niken
Jurnal Pengabdi Vol 4, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jplp2km.v4i2.46425

Abstract

Dokumentasi Keperawatan merupakan gambaran tindakan yang diberikan perawat kepada pasien dalam asuhan keperawatan. Dokumentasi ini terdiri dari pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi dan evaluasi. Dokumentasi keperawatan harus dievaluasi terkait dengan penerapannya dalam pemberian asuhan keperawatan. Alasannya karena masih adanya keragaman dalam merumuskan diagnosis keperawatan karena beragamnya pendidikan keperawatan, pengetahuan perawat, bahkan perbedaan standar acuan yang digunakan.  Perawat di Charlie Hospital mempunyai perbedaan latar belakang asal institusi pendidikan yang berbeda. Sehingga diperlukan pelatihan penerapan buku ini dalam memberikan asuhan keperawatan terutama dalam perumusan diagnosis keperawatan. Tujuan pengabdian  ini untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan perawat dalam penerapan diagnosis yang selama ini diterapkan di rumah sakit.  Solusi yang ditawarkan yaitu berupa pelatihan dalam penerapan buku SDKI, SLIKI dan SIKI. Target yang diharapkan perawat  mampu menerapkan dan paham dalam penggunaan buku SDKI, SLKI dan SIKI. Metode pengabdian ini dengan cara pengumpulan informasi terkait pengetahuan perawat tentang penerapan SDKI, SLKI dan SIKI, pemberian materi,  pendampingan serta evaluasi penerapan buku ini dalam asuhan keperawatan.
PEMBERIAN JUS BUAH NAGA UNTUK MENGATASI RISIKO KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS Fransiska Tiya Pramesti; Niken Sukesi
Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33655/mak.v4i2.100

Abstract

Diabetes melitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kadar glukosa darah atauhiperglikemia. Penyakit diabetes melitus adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan pada pankreas yang tidakdapat menghasilkan insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh dan atau ketidakmampuan dalam memecah insulin.Insulin berfungsi untuk menurunkan kadar glukosa darah yang tinggi, sebagai membuka jalan agar glukosa dapatmasuk kedalam sel untuk menghasilkan energy, menekankan produksi gula kehati dan otot, serta mencegahpemecahan lemak sebagai sumber energy sehingga dapat memenuhu kebutuhan nutrisi pada pasien diabetic foot.Tujuan studi kasus ini untuk mengidentifikasi manfaat dari jus buah naga dalam menurunkan kadar glukosa darah.Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus. Subjek penelitian iniadalah dua orang pasien yang mengalami diabetes melitus dengan kriteria yang kooperatif. Hasil studimenunjukkan bahwa ada perubahan dalam kadar gula darah menjadi lebih turunn setelah pemberian jus buah naga.Rekomendasi perlu konsentrasi perawat dalam melakukan tindakan untuk meningkatkan kesehatan pasiennya.
MANAJEMEN PENATALAKSANAAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK DI POSYANDU KELURAHAN MANYARAN Niken Sukesi; Desi Rina Kurniawati; Emilia Puspitasari
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.6 KB)

Abstract

Program Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) merupakan salah satu program pokok puskesmas. Kegiatan ini dilakukan menyeluruh dan terkoordinasi diselenggarakan dalam bentuk kemitraan antara keluarga (orang tua, pengasuh anak dan anggota keluarga lainnya), masyarakat (kader, organisasi profesi, lembaga swadaya masyarakat) dengan tenaga professional. Pemantauan tumbuhkembang anak melalui  deteksi dini tumbuh kembang merupakan bagian dari tugas kader posyandu untuk mengetahui sejak dini keterlambatan tumbuh kembang pada anak. Populasi kegiatan ini adalah kader posyandu di RW IX dan X di kelurahan Manyaran. Metode yang digunakan berupa pelatihan dan penyuluhan dengan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi cara deteksi dini tumbuh kembang anak serta cara stimulasi tumbuh kembang anak. Hasilnya bahwa pengetahuan dan ketrampilan kader dalam mendeteksi dan menstimulasi dini meningkat. Kesimpulan kader posyandu dapat memahami pentingnya deteksi dini tumbuh kembang pada anak, menerapkan cara deteksi dini tumbuh kembang anak pada masyarakat, memberikan penyuluhan serta mendemonstarikan cara menstimulasi tumbuh kembang anak.
UPAYA PENINGKATAN CARING PERAWAT TERHADAP KEPUASAN PASIEN DIRUANG RAWAT INAP RS PERMATA MEDIKA SEMARANG Niken Sukesi
Jurnal Manajemen Keperawatan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Manajemen Keperawatan
Publisher : Jurnal Manajemen Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.766 KB)

Abstract

Latarbelakang: Perilaku caring perawat sangat diperlukan dalam pelayanan keperawatan karena hal ini dapat mempengaruhi kepuasan pasien. Tujuan: membuktikan adanya hubungan caring perawat dengan kepuasan pasien. Metode: Merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 52 pasien yang diambil dengan total sampling pada periode April 2012. Hasil: dengan menggunakan analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara caring perawat dengan kepuasan pasien (p= 0,015; α 0,05). Perawat yang caring mempunyai peluang 4,92 kali untuk memberikan kepuasan pasien dibanding yang kurang caring. Perilaku caring perawat dijadikan penilaian kinerja untuk memenuhi kepuasan pasien.Kata kunci: Caring, Pasien, Perawat, Kepuasan
HUBUNGAN BIMBINGAN CLINICAL INSTRUCTUR DENGAN KEPUASAN MAHASISWA PRAKTIK DI RS PERMATA MEDIKA SEMARANG Niken Sukesi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2013: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.24 KB)

Abstract

Latarbelakang: Bimbingan clinical instructur di perlukan dalam proses pembelajaran klinik terhadap mahasiswa keperawatan, karena hal ini dapat mempengaruhi kompetensi baik dari segi kognitif, sikap dan psikomotor mahasiswa dalam memberikan asuhan keperawatan. Mahasiswa praktik dapat mengambil keputusan secara cermat dan berfikir kritis dengan adanya pendampingan dari clinical instructur. Tujuan: membuktikan adanya hubungan bimbingan clinical instructur perawat dengan kepuasan mahasiswa praktik. Metode: Penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 30 mahasiswa yang diambil dengan total sampling pada periode September sampai Desember 2012. Hasil: menggunakan analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara bimbingan clinicalinstructur perawat dengan kepuasan mahasiswa (p= 0,015; α 0,05). Bimbingan clinical instructur mempunyai peluang 4,84 kali untuk memberikan kepuasan mahasiswa praktik dibanding yang kurang bimbingan.Kata kunci: Clinical instructur; Mahasiswa praktik; kepuasan
Penerapan Hipnotis Lima Jari untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan pada Orang Tua di Kelurahan Kalipanpur Wahyuningsih Wahyuningsih; Niken Sukesi; Rahayu W
ALKHIDMAH: Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alkhidmah.v2i3.961

Abstract

Background: Anxiety is a psychological condition of a person who is full of fear and worry, where feelings of fear and worry about something that is not certain will happen. Anxiety comes from Latin (anxius) and from German (anst), which is a word used to describe negative effects and physiological stimuli One way to overcome anxiety is by using deep breathing relaxation techniques and five-finger hypnosis. Some of the benefits of deep breathing techniques are the psychological benefits of relieving stress is one way to relax the body by concentrating on breathing. Deep breathing can help reduce the severity and frequency of stress-related headache tension, slow the heart rate, low blood pressure and reduce fatigue.The five-finger hypnosis technique is a form of self-hypnosis situation diversion that can cause a relaxation effect, so that it will reduce anxiety, tension, and stress from a person's mind which can affect breathing, heart rate, pulse, blood pressure, reduce muscle tension, strengthen memory, release hormones that can trigger anxiety, and regulate hormones related to stress. Teaching parents who experience anxiety with relaxation, namely 5-finger hypnosis, so that anxiety decreases and the body becomes relaxed. Objective: To provide education to the wider community in the use of five-finger hypnosis therapy to reduce anxiety.Method: used in this PKM activity is to implement the implementation, namely explaining the theory of 5-finger hypnosis, interviewing respondents. Demonstration of 5-finger hypnosis, giving examples first, then demonstrating directly.The results of this community service activity are very useful because they can reduce anxiety and the body becomes relaxed, because usually only using deep breathing. So it will be applied if you experience anxiety, the time can be anytime and anywhere.Conclusion: The implementation of the five-finger hypnosis therapy education went smoothly and the results of increased knowledge were obtained before and after education was carried out on how to use five-finger hypnosis to reduce anxiety. The community is expected to be able to practice how to use five-finger hypnosis when feeling anxious as a form of achievement of this program.