Claim Missing Document
Check
Articles

The Relationship of Workload and Job Stress in Nurses in the Patient Room Sukesi, Niken; Listiyani, Novi; Winarti, Rahayu; Wahyuningsih, Wahyuningsih
East Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 3 (2024): March 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/eajmr.v3i3.8539

Abstract

Workload from the difference between the workload of printers maximum load capacity of a person this motivated. Will result in excessive workload of the stress. Work stress refers to the feeling of strain that experienced employees feel in relation to their work. The aim of the study is to examine workload and work stress among nurses in a hospital nursing unit. The study is descriptive in nature with a cross-sectional approach. Research is a nurse at Kendal Hospital in Indonesia. The variables of this research is workload and job stress. The questionnaire workload is 13 questions with the reliability and validity of less than 0.05 0.827. The work stress questionnaire has 18 questions with validity test <0.022 and reliability test 0.760. The results of the study on the relationship between workload and work stress showed a value of 0.383 > 0.05, which means that there is no relationship between workload and stress of a nurse admitted to Kendal Hospital Room Hospital in Indonesia.
Asuhan keperawatan post-partum Sectio Caesarea dengan masalah nyeri akut melalui terapi genggam jari Taufik Syarifudin; Nur Pratiwi; Abdul Ghofur; Nur Kholidah; Niken Sukesi
Link Journal of Nursing Vol 2 No 2 (2025): November : Journal of Nursing
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/journalofnursing.v2i1.109

Abstract

Introduction:  Masa nifas pasca sectio caesarea (SC) sering disertai nyeri akut akibat trauma jaringan operasi. Kondisi ini berdampak pada mobilisasi, kenyamanan, dan psikologis ibu. Terapi non farmakologi diperlukan untuk mengurangi nyeri tanpa efek samping berlebih. Objectives:  Mengevaluasi efektivitas teknik genggam jari dalam menurunkan nyeri akut pada ibu post SC di ruang bersalin RSU ARO Pekalongan. Methods:  Studi kasus dilakukan pada empat pasien post SC. Intervensi berupa terapi genggam jari diberikan selama 10–15 menit, dua kali sehari selama 3 hari. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi melalui analisis distribusi frekuensi dan prosentase. Results: Sebelum intervensi, nyeri pasien berada pada skala sedang hingga berat (3–7 NRS). Setelah dilakukan teknik genggam jari, terjadi penurunan skala nyeri menjadi ringan hingga sedang (1–4 NRS). Pasien tampak lebih rileks, mulai mampu melakukan mobilisasi ringan, serta dapat mempraktikkan teknik relaksasi secara mandiri. Conclusion: Terapi genggam jari efektif menurunkan intensitas nyeri akut pada ibu post SC. Intervensi ini dapat dijadikan bagian dari manajemen nyeri non farmakologi dalam praktik keperawatan maternitas.
Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Tingkat Kecemasan Pre Operasi Katarak Ristatnti, Puji; Sukesi, Niken; Kustriyani, Menik
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2599

Abstract

Katarak masalah kesehatan yang dialami lansia ≥50 tahun. Operasi katarak menjadi salah satu intervensi yang paling efektif untuk mengatasi gangguan penglihatan akibat glaucoma pada usia lanjut. Pengambilan keputusan ini tidak mampu dilakukan oleh semua individu, sebab melakukan operasi adalah keputusan yang besar sehingga rentan muncul perasaan cemas sebelum menjalani tindakan tersebut. Kecemasan pre operasi merupakan perasaaan gelisah, takut, dan bingung yang dialami oleh individu sebelum menjalani tindakan operasi, sebab operasi merupakan serangkaian kegiatan yang kompleks. Dseling atau bimbingan untuk membantu pasien mengurangi kecemasan dan perasaan takut yang dialami pasien sebelum melakukan prosedur operasi sebagai upaya pendekatan dan membangun hubungan saling percaya antara perawat dengan pasien melalui komunikasi terapeutik. Tujuan: Mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan penurunan kecemasan pasien pre operasi katarak. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif desain asosiatif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling dan sampel sebanyak 45 orang. Pengambilan data menggunakan kuisoner kecemasan HARS tidak dilakukan uji validitas dan reliabilitas karena sudah baku dan kuesioner komunikasi terapeutik uji validitasnya >0,483 uji reliabilitas 0.976. Analisis yang digunakan uji Spearmen Rank Rho. Hasil: Ada hubungan antara komunikasi terapeutik dnegan tingkat kecemasan pasien pre-operasi katarak diruang bedah sentral. Kesimpulan: Ada hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Tingkat Kecemasan Pre Operasi Katarak dengan kekuatan hubungan cukup dan ke arah positif.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PEMBIMBING KLINIK MELALUI PELATIHAN METODE PRECEPTORSHIP Retnaningsih, Dwi; Sukesi, Niken; Aini, Dwi Nur; Wahyuningsih, Wahyuningsih; Arifianto, Arifianto; Widyaningsih, Tri Sakti; Karunianingtyas, Maulidta; Wulandari, Priharyanti
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 5, No 1 (Maret) (2023): Jurnal implementasi pengabdian masyarakat kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v5i1.82

Abstract

Peran perawat dalam meningkatkan kualitas asuhan adalah sebagai Preceptor. Preseptor bertugas untuk membimbing mahasiswa keperawatan atau perawat baru untuk belajar menerapkan teori dan pengetahuan yang dimiliki. Perawat, sebagai instruktur keperawatan, bertindak sebagai guru dengan tanggung jawab khusus kepada peserta didiknya yaitu mahasiswa (mentee). Preceptorship adalah salah satu metode bimbingan dengan one to one relationship dalam ruang lingkup keperawatan yang dinilai cukup baik untuk menambah keterampilan dalam perawatan, baik soft skills, hard skills dan attitude profesi keperawatan. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk membimbing pembimbing klinik dengan pendekatan preseptorship, baik yang sudah pengalaman ataupun yang belum banyak pengalaman namun memiliki ketertarikan menjadi preseptor klinik yang berkualitas. Metode pengabdian dilakukan dengan format kuliah didaktif, roleplay, latihan ketrampilan dan evaluasi kegiatan. Peserta akan belajar memahami kurikulum pendidikan Klinik, konsep model preseptorship, merancang kegiatan bimbingan klinik berdasarkan kondisi yang dihadapi, pembinaan hubungan kooperatif dan kolaboratif antara preseptor dan peserta didik, ketrampilan memberikan feedback, menilai kemampuan peserta didik dan memahami tugas dan fungsi preseptor klinik yang professional. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mendapatkan respon yang baik, dan terlaksana dengan lancar. 
PENDAMPINGAN PENGETAHUAN VAKSIN DAN PENCEGAHAN COVID PADA KADER POSYANDU DI RW XIII KELURAHAN BERINGIN KECAMATAN NGALIYAN SEMARANG Wahyuningsih, Wahyuningsih; Sukesi, Niken
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v4i2.75

Abstract

Vaksin adalah sejenis produk biologis yang mengandung unsur antigen berupa virus atau mikroorganisme yang sudah mati atau sudah dilemahkan dan juga berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksid atau protein rekombinan, yang sudah ditambahkan dengan zat lainnya. Vaksin berguna untuk membentuk kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu.. Tujuan pengabdian ini untuk peningkatan pengetahuan tentang vaksin dan cara pencegahan covid.Metode pengabdian ini menggunakan surve awal, Tim PKM melakukan pendampingan terhadap kader di kelurahan beringin. Tim PKM melakukan evaluasi hasil dari kegiatan pelatihan kader. Hasil dari pengabdian Sebelum dilakukan penyuluhan tentang Pengetahuan  vaksin dan pencegahan covid dari 10 kader,  4 kader yang belum mengerti atau paham  tentang Pengetahuan vaksin  dan pencegahan covid 19, Setelah dilakukan  penyuluhan pengetahuan tentang vaksin dan pencegahan covid 19,kader yang mengetahui menjadi 9 kader atau 90 % yang sudah paham atau mengerti tentang pengetahuan vaksin dan pencegahan covid 19 dan 1 kader atau (10%) yang masih bingung tentang vaksin dan pencegahan covid 19 ,rata – rata pendidikan kader diberingin RW 13 adalah sekolah menengah pertama, Banyak juga penelitian lain membahas dan memperkuat pernyataan tersebut yaitu adanya peningkatan pengetahuan sehingga masyarakat dapat menjalankan peraturan yang sudah ditentukan oleh pemerintah.
Peran Resiliensi Dalam Menghadapi Depresi dan Ide Bunuh Diri pada Remaja: Studi Kualitatif di Layanan Kesehatan Jiwa Maryati, Maryati; Sukesi, Niken; Puspitasari, Emilia
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 11 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i11.4677

Abstract

Adolescents are a vulnerable group to depression and suicidal ideation; however, limited studies have explored the dynamic process of resilience as a protective mechanism from adolescents’ subjective perspectives within mental health care settings. This research gap highlights the need to understand how resilience is formed, interpreted, and functions in the psychological recovery of adolescents at risk of suicide. This study employed an interpretative phenomenological approach to explore the lived experiences of six adolescents diagnosed with depression and suicidal risk factors. Data were analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Three interrelated themes emerged: (1) complex emotional experiences as triggers of psychological crisis, (2) the construction of resilience through self-acceptance and spirituality, and (3) social support as a catalyst for strengthening adaptability. The synthesis of these themes indicates that resilience is not a static trait but a dynamic meaning-making process that fosters hope amid psychological distress. This study contributes to the theoretical understanding of adolescent resilience by emphasizing the interplay between intrapersonal and contextual factors. It provides a conceptual foundation for developing meaning-centered and socially supported clinical interventions aimed at preventing depression and suicidal ideation among adolescents.
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Depresi Dan Kecemasan Pada Ibu Post Partum Di Semarang Adhani, Azzahro Diniar; Sukesi, Niken
Journal of Health Education and Literacy Vol 8 No 1 (2025): Journal of Health, Education and Literacy (J-Healt)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/j-healt.v8i1.5572

Abstract

Selama fase pascapersalinan, ibu sering berjuang dengan masalah psikologis termasuk depresi dan kecemasan, yang dapat memengaruhi kesehatan ibu dan perkembangan anaknya. Perawatan komplementer dalam bentuk relaksasi otot progresif, atau PMR, adalah salah satu upaya non-farmakologis untuk mengurangi kecemasan dan depresi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa bagaimana relaksasi otot progresif memengaruhi kecemasan dan kesedihan ibu pascapersalinan di dua puskesmas dan beberapa rumah sakit di Kota Semarang. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, desain penelitian mencakup pengaturan pra-pasang, lihat-lihat. Pengambilan sampel secara purposif digunakan untuk memilih 50 responden untuk sampel penelitian. Kuesioner Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) untuk kecemasan dan kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) untuk depresi adalah alat yang digunakan. Uji Wilcoxon digunakan untuk menganalisis data. Setelah Teknik relaksasi otot progresif hasilnya menunjukkan penurunan kecemasan dan depresi yang signifikan (p = 0,000, p < 0,05). Tujuh puluh enam persen melaporkan bahwa kecemasan mereka telah menurun hingga tingkat yang rendah, sementara sembilan puluh enam persen melaporkan bahwa keputusan mereka telah berkurang. Oleh karna itu, dapat dikatakan bahwa relaksasi otot progresif membantu ibu pascapersalinan merasa lebih tenang dan cemas berkurang. Di fasilitas medis, terapi ini disarankan sebagai intervensi keperawatan tambahan untuk meningkatkan kesehatan psikologis ibu pasca persalinan.
Penerapan terapi thought stopping dalam menurunkan ansietas pada ibu post sectio caesarea Desi Suistiwijaya; Lowei Asyera Narwastiti; Sukron Makmun; Widyaningrum, Wurshinta; Niken Sukesi
Link Journal of Midwivery Vol 2 No 2 (2026): July: Journal of Midwivery
Publisher : CV. LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmw.v2i2.140

Abstract

Latar Belakang: Masa nifas pada ibu pasca Sectio Caesarea merupakan periode transisi yang penting dan menuntut adaptasi fisik serta psikologis yang signifikan. Ansietas merupakan masalah psikologis yang sering dialami oleh ibu post Sectio Caesarea, yang dipicu oleh nyeri pasca operasi, keterbatasan mobilisasi, kekhawatiran terhadap kondisi bayi, serta penyesuaian peran sebagai ibu. Ansietas yang tidak tertangani dapat menghambat proses pemulihan dan menurunkan kesejahteraan ibu. Tujuan: mengevaluasi efektivitas terapi thought stopping dalam menurunkan tingkat ansietas pada ibu post Sectio Caesarea. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sampel terdiri dari empat ibu primigravida post Sectio Caesarea yang mengalami ansietas, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan di Ruang St. Anna RSU Budi Rahayu pada tahun 2025. Pengumpulan data dilakukan selama tiga hari melalui pengkajian keperawatan komprehensif, wawancara mendalam, observasi langsung, pemeriksaan fisik, serta telaah dokumentasi keperawatan. Tingkat ansietas diukur menggunakan Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) sebelum dan sesudah intervensi. Terapi thought stopping diterapkan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan membandingkan kondisi pasien sebelum dan setelah intervensi. Hasil: adanya penurunan ansietas pada seluruh pasien, yang ditandai dengan berkurangnya kekhawatiran berlebihan, meningkatnya kemampuan mengendalikan pikiran negatif, kondisi emosional yang lebih tenang, serta meningkatnya kesiapan ibu dalam melakukan mobilisasi dini dan perawatan diri. Simpulan: Terapi thought stopping terbukti efektif dalam menurunkan ansietas dan mendukung adaptasi psikologis pada ibu post Sectio Caesarea. Peneliti merekomendasikan agar terapi thought stopping diintegrasikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis rutin dalam asuhan keperawatan ibu nifas guna meningkatkan kesejahteraan psikologis dan mempercepat proses pemulihan.
Pengaruh Konseling Motivational Interviewing terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkulosis Paru di RSUD Batang Tuti Alawiyah; Menik Kustriyani; Niken Sukesi
Protein : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan.  Vol. 4 No. 1 (2026): Januari: Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/protein.v4i1.2061

Abstract

Compliance with taking medication is very important for pulmonary tuberculosis patients because it can ensure that the tuberculosis infection is controlled and does not spread to other people. Motivational interviewing counseling can help tuberculosis patients increase medication adherence with an empathetic and supportive approach to providing information. Through this technique, counselors can foster the patient's internal motivation to overcome obstacles that arise related to taking medication regularly. This research has gone through an ethical process with No. 000.9/002/KEPKRSUDBTG/1/2025. This type of research is quantitative, a quasi-experimental method with a one group pretest-posttest without control design. The sampling technique in this research used purposive sampling of 30 respondents. Data analysis used univariate and bivariate analysis with the Wilcoxon rank test. The research results show: The patient's level of compliance with taking TB medication before Motivational Interviewing counseling is in the medium category and the low category. The level of patient compliance in taking TB medication after Motivational Interviewing counseling has increased, namely the high category and the medium category. There is an influence of motivational interviewing counseling on medication adherence in pulmonary tuberculosis patients at Batang Regional Hospital. There is a significant difference between the results of compliance with taking TB medication before and after counseling motivational interviewing at Batang Regional Hospital.
Psychosocial, demographic, and clinical predictors of postpartum depression among mothers: a cross-sectional study Sukesi, Niken; Saputri, Oktavia Ramadhani; Iswanti, Dwi Indah; Seman, Nordianna; Retnaningsih, Dwi; Nugraha, Rozaq I
Pediomaternal Nursing Journal Vol. 12 No. 1 (2026): VOLUME 12 NO 1 MARCH 2026
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pmnj.v12i1.77160

Abstract

Introduction: Postpartum depression (PPD) is a major public health issue with lasting effects on maternal well-being and child development. However, limited empirical evidence exists on the psychosocial, demographic, and clinical determinants of PPD among urban populations in Southeast Asia. This study aimed to identify psychosocial, demographic, and clinical predictors of postpartum depression among mothers residing in Semarang, Indonesia.Methods: A cross-sectional study was conducted among 168 postpartum women aged ≥17 years who had delivered a live infant and provided informed consent. Data were collected using validated tools, including the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) to assess depressive symptoms. Independent variables included maternal age, education, employment, parity, mode and place of delivery, medical history, obstetric complications, socioeconomic status, anxiety level, and perceived spousal and family support. Chi-square tests and binary logistic regression were used to determine significant predictors.Results: The prevalence of mothers at risk of PPD was 50%. Logistic regression analysis showed that low education (OR = 7.18; 95% CI: 1.05–48.96; P-value = .044), moderate anxiety (OR = 5.52; 95% CI: 1.14–26.74; P-value = .034), limited spousal support (OR = .34; 95% CI: 0.15–0.80; P-value = .013), and lack of family support (OR = 6.15; 95% CI: 1.93–19.62; P-value = .002) were significant predictors of PPD.Conclusion: Psychosocial factors, particularly anxiety and insufficient social support, are key predictors of postpartum depression. Routine psychosocial screening and strengthened family-centered interventions are essential to reduce the risk and long-term impact of PPD.Keywords: depression postpartum; edinburgh postpartum depression scale; risk factors
Co-Authors - Wulandari M, - -Sulardipo, Sulardipo Abdul Ghofur Achmad Solechan Adhani, Azzahro Diniar Aditya Bastiansyah amilatul lutfiyah Andrey Devi Arisandi, Andrey Arifianto, Arifianto Asti Dewi Kusumaningrum Astuti, Murwani Bulan Syitazahra Deraya, Reanita Anggis Desi Rina Kurniawati Desi Suistiwijaya Dwi Indah Iswanti Dwi Nur Aini, Dwi Nur Dwi Retnaningsih, Dwi Elly, Arista Dian Emilia Puspitasari Ermawanti, Elly Natalia Faelasuf, Mohamad Fransiska Tiya Pramesti Hadi, Chandra Heny Prasetyorini Heny, Prasetyorini Ibnu Dwi Nurseto, Ibnu Dwi Iq Ballurohman Karunianingtyas, Maulidta Kustriyani, Menik Listianingrum, Agustina Listiyani, Novi Lowei Asyera Narwastiti Lutfiyati Martiningtyas Maryati Maryati Menik Kustriyani Muslim Argo Bayu Kusuma Muslim Argo Bayu Purnomo Nanang Bagus Ni’mah, Maulida Izzatin Nugraha, Rozaq I Nur Kholidah Nur Pratiwi Nurrokhim, Muhammad Oktavia Ramadhani Saputri Pangestika, Tyas Zulkorida Prasetyo, Ch Prasetyorini, Heny Priharyanti Wulandari, Priharyanti Putri, Afidha Kumala Putri, Iva Anissya Rahayu W Rahayu Winarti Retnawati, Yocia Ristatnti, Puji Rozaq Isnaini Nugraha, Rozaq Isnaini Sabatika Setyaningsih, Sabatika Saputri, Oktavia Ramadhani Selviana, Sinta Seman, Nordianna Setiawan, Ikhwan Nur Setyowati, Elis Shinta Indah Arini Nindyanto Sudarmi, Sri Ning Brahmana Sugiono, Emlia Puspitasari Sugiono, Emlia Puspitasari Sukron Makmun Taufik Syarifudin Tuti Alawiyah Utami, Raras Vridayanti, Sia Wahyu Hidayat Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Westri, Lya Ria Widyaningrum, Wurshinta Widyaningsih, Tri Sakti Winarti, Rahayu wulandari m