Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Islamic Education’s Responses to Social Changes and Community Behaviors Sukino, Sukino; Fauzan, Fauzan
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 1 2020
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v7i1.16717

Abstract

AbstractThis study explains three things that are significant in the context of change. First, how is the change in community behavior as a result of the development of the oil palm plantation industry in the village of Dak Jaya, secondly why the people of the Dak Jaya village have changed their behavior in publishing Islamic education, third, what are the dimensions of the Islamic education development so that people have increased interest in Islamic education. The research approach is qualitative, data collection methods with interviews and direct observation, data validity techniques using triangulation of sources and extension of observation. Data were analysed from the beginning of data collection through an interactive process that is the collection, reduction, display, and verification or conclusion drawing. The results of the study explained that (1) changes in people’s attitudes as a result of economic changes opening up information openness present new values in people’s lives so that people change behavior into hedonists, pragmatics and individualists, (2) the impact of life towards hedonists, pragmatics and individualists in society make anxious about the future of the young generation so that it grows positive responses that make religious education as the construction of religious values and religious humanism, (3) madrassas and Islamic boarding schools are considered as the foremost oasis of the future because they can provide excellent service, develop creativity and provide ecological literacy for a healthy life.AbstrakPenelitian ini menjelaskan tiga hal yang signfikan dalam konteks perubahan. Pertama bagaimana perubahan perilaku masyarakat sebagai akibat dari perkembangan Industri perkebunan kelapa sawit di desa Dak Jaya, kedua mengapa masyarakat desa Dak Jaya berubah perilakunya dalammerepos pendidikan Agama Islam, ketiga, dimensi apa dari lembanga pendidikan Islam sehingga masyarakat meningkat minatnya terhadap pendidikan Islam. Pendekatan penelitian adalah kualitatif, metode pengumpulan data dengan wawancara dan observasi langsung, teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan perpanjangan pengamatan. Data dianalisis sejak awal pengumpulan data melalui proses interaktif yakni pengumpulan, reduksi, display dan verifkasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa (1) perubahan sikap masyarakat akibat dari perubahan perekonomian membuka keterbukaan informas menghadirkan nilai-nila baru dalam kehidupan masyarakat sehingga mengubah perilaku masyarkat menjadi hedonis, pragmatis dan individualis, (2) dampak dari kehidupan kearah hedonis, pragmatis dan individualis pada masyarakat membuat rasa cemas terhadap masa depan generasi muda sehingga tumbuh respon positif yakni menjadikan pendidikan agama sebagai konstruksi nilai religiusitas dan humnisme religious, (3) madrasah dan pondok pesantren dinlai sebagai oasis menemuka masa depan karena mampu memberikan layanan prima, mengembangkan kreativitas dan memberikan literasi ekologis untuk hidup sehat. How to Cite: Sukiono., Fauzan. (2020).  Islamic Education’s Responses to Social Changes and Community Behaviors. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 7 (1), 29-47. doi:10.15408/tjems.v7i1.16717. 
Akhlak In Public Spaces (Highways) and Its Social Impacts (Humanism-Religious Perspective) Sukino, Sukino
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 03 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i03.4305

Abstract

This article explains morality in the public sphere and its social impact on modern society. Public space becomes a free area so that social control is low when used. Through ethical understanding and awareness in the public sphere, human freedom in the perspective of humanism moves in line with the meaning that humans are created as a blessing for all nature. The method of this study is a literature review of the concept of morality in the public sphere and religious humanism as a perspective to find meaning. The results of this literature review are. First, the main morals in the public space which have implications for modern people's lives, such as occupying empty spaces in the taillight, opening road spaces, providing valid information and fixing road directions, not throwing garbage, not joking, and not making tents—street stage. Second, through the perspective of religious humanism, morality in the public sphere provides essential meanings in life, namely: saving lives, providing happiness, maintaining quality life, and humanist education.
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI BAHAN AJAR ABAD 21 (STUDI KASUS SMA NEGERI 1 SUNGAI AMBAWANG) Hamidah, Sri Rizki; Sukino, Sukino; Sumin, Sumin
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.8574

Abstract

This article aims to explain 21st century learning technology and its relationship to PAI teaching material technology. As today's technology develops, rigid ways of learning can no longer keep up with the challenges of today's changing times with the rapid development of technological activities, so technology has an important role in PAI learning. This research uses qualitative research with the type of library research and observation to analyze how the technology of PAI teaching materials has developed in the 21st century. The results of this research show that the technological evolution of PAI teaching materials from time to time can be seen from the shape of the teaching materials and the nature of the teaching materials. , PAI learning was previously a source of knowledge references only focused on printed books. However, nowadays, students can easily access references to increase their knowledge and insight via the internet. Technology has an important role in PAI learning, which can be used as a medium for conveying learning messages to students, teaching materials are used more widely, not just limited to printed books. However, by utilizing existing technology. The technological platforms and tools used in PAI education include Zoom, Google Meet, Google Classroom, and E-Learning. ABSTRAKArtikel ini bertujuan untuk menjelaskan teknologi pembelajaran abad 21 dan kaitannya dengan teknologi bahan ajar PAI. Seiring berkembangnya teknologi masa kini, cara belajar yang kaku tidak dapat lagi mengimbangi tantangan perubahan zaman saat ini dengan pesatnya perkembangan aktivitas teknologi yang begitu cepat, sehingga teknologi memiliki peran penting dalam pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka (library research) dan observasi untuk menganalisis bagaimana perkembangan teknologi bahan ajar PAI abad 21. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa evolusi teknologi bahan ajar PAI dari masa ke masa dapat dilihat dari bentuk bahan ajar dan sifat bahan ajar, pembelajaran PAI yang dahulunya sumber referensi ilmu hanya terpaku pada buku cetak saja. Namun pada masa sekarang, peserta didik dapat dengan mudah mengakses referensi untuk menambah pengetahuan dan wawasan melalui internet. Teknologi memiliki peran penting dalam pembelajaran PAI, yang dapat digunakan sebagai media penyampaian pesan pembelajaran kepada peserta didik, bahan ajar yang digunakan lebih luas, tidak terpaku pada buku cetak saja. Akan tetapi dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Adapun platform dan alat teknologi yang digunakan dalam pendidikan PAI antara lain Zoom, Google Meet, Google Classroom, dan E-Learning.  
Relevansi Pemikiran Filsafat Al Kindi dalam Pembentukan Moral pada Masyarakat Plural Dewi, Tri Nur; Sukino, Sukino; Usman, Usman
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2025.16(2).290-305

Abstract

Al-Kindi, dikenal sebagai Bapak Filsafat Arab, merupakan pionir dalam integrasi pemikiran filsafat Yunani dengan ajaran Islam pada abad ke-9 M. Ia menjadi tokoh penting yang menjembatani antara tradisi intelektual Yunani dan nilai-nilai keislaman, terutama dalam mengembangkan pemikiran rasional yang tetap berakar pada wahyu. Namun, dalam konteks pendidikan Islam di Indonesia yang plural dan multikultural, riset mengenai kontribusi pemikiran Al-Kindi terhadap pembentukan moral dan pengembangan karakter peserta didik masih sangat minim. Gap penelitian ini terletak pada kurangnya eksplorasi mendalam tentang bagaimana pendekatan rasional dan integratif Al-Kindi dapat diadopsi untuk menjawab tantangan pendidikan moral di tengah masyarakat yang majemuk, khususnya dalam membangun sikap toleransi, berpikir kritis, keterbukaan, dan karakter inklusif yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebaruan kontribusi pemikiran Al-Kindi dalam pendidikan moral Islam, dengan menyoroti integrasi antara ilmu dan agama, serta relevansinya dalam membentuk karakter peserta didik di lingkungan masyarakat plural Indonesia saat ini. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka terhadap karya-karya Al-Kindi dan kajian akademik terkait, penelitian ini menemukan bahwa Al-Kindi menempatkan filsafat sebagai sarana menemukan kebenaran melalui rasionalitas dan akal, tanpa menegasikan nilai-nilai wahyu sebagai sumber kebenaran hakiki. Kebaruannya terletak pada gagasan bahwa ilmu pengetahuan dan agama dapat berjalan seiring dan saling memperkuat. Dengan demikian, pendidikan Islam yang berlandaskan pada pemikiran Al-Kindi tidak hanya menghasilkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia, toleran, terbuka terhadap perbedaan, dan adaptif terhadap dinamika sosial budaya serta perkembangan zaman. Dalam konteks masyarakat plural, pemikiran Al-Kindi mendorong pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran yang menekankan nilai-nilai toleransi, dialog terbuka, dan penghargaan terhadap perbedaan, sehingga dapat membentuk masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berkeadilan
Sowing Moderation Through the Curriculum of Love: The Relevance of Ibn Miskawaih's Middle Path Ethics Rafida, Alifa Ihfazna; Sukino, Sukino; Usman, Usman
Journal of Research in Social Science and Humanities Vol 5, No 4 (2025)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jrssh.v5i4.523

Abstract

Religious moderation is a crucial approach in maintaining social harmony amid religious and cultural diversity in Indonesia, but its implementation still faces serious challenges in the form of intolerance and radicalism. This article examines the relevance of Ibn Miskawaih's concept of the middle path (al-ikhtiyar al-awsat) in the book Tahdhib al-Akhlaq as an ethical foundation for strengthening this moderation, while also proposing a “Curriculum of Love” as a transformative pedagogical approach. The thoughts of emphasizes that moral virtue lies in the balance between two extremes and the purification of the soul (tahdhib al-nafs), which in the context of Islamic education in Indonesia, these values can be integrated through a character-based curriculum to shape an inclusive attitude towards religion. This article argues that the integration of the values of compassion (mahabbah) and moral balance is essential to address the challenge of intolerance, where the “Curriculum of Love” serves as an instrument to internalize religious moderation through an affective approach that goes beyond mere textual understanding. Through a literature review, this study concludes that the synergy between Ibn Miskawaih's middle path ethics and the Curriculum of Love can encourage the creation of “Active Tolerance” and stronger social cohesion, enabling educational institutions to produce a generation that is not only intellectually intelligent but also highly empathetic towards diversity.