Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Produksi Pesan Publisitas Workshop Pesantren Kilat Copywriting pada Telegram Luthfi Apriliasari; Neni Yulianita; Maman Suherman
Jurnal Inovasi Komunikasi Volume 1, No. 1, September 2023, Jurnal Inovasi Komunikasi (JIKOM)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jikom.v1i1.2625

Abstract

Abstract: The Copywriting Flash Islamic Boarding School Workshop is a training in the field of copywriting which is held online via telegram. The purpose of holding this workshop is especially for SMEs to be able to make good communication for the business/brand they manage. The implementation of this workshop has been held stepping on the 6th series. In promotional activities using publicity, one of the messages using storytelling. In the marketing approach, storytelling is unique because it can give birth to the human spirit. The product is no longer something tangible that is being sold, but a story in it. Brands are packaged and immersed to become an integral part of such an interesting story. So the purpose of this study is to find out the process of producing publicity messages from the Copywriting Islamic Boarding School Workshop on Telegram using storytelling. To analyze these problems, the researcher used a case study as a scalpel. Then this phenomenon is photographed through the lens of message design logic theory and narrative paradigm theory. This research method uses a constructivist paradigm and a qualitative research approach. The results of this study indicate that the publicity message produced at the initial stage is the introduction of the target audience and the brand as the key. The preparation of this publicity message is informative and persuasive which is implemented into storytelling. The use of storytelling in fact gave birth to several impacts such as the physical impact, the human spirit impact and the emotional impact Abstrak: Workshop Pesantren Kilat Copywriting ialah sebuah pelatihan dalam bidang ilmu copywriting yang diselenggarakan secara online melalui telegram. Tujuan digelarnya workshop ini khususnya bagi para UKM agar mampu membuat komunikasi yang baik untuk bisnis/brand yang dikelolanya. Penyelenggaraan workshop ini telah digelar menginjak seri ke-6. Pada aktivitas promosinya menggunakan publisitas yang salah satu pesannya menggunakan storytelling. Pada pendekatan pemasaran, storytelling menjadi unik karena mampu melahirkan sisi human spirit. Produk bukan lagi sesuatu yang tangible yang dijual, melainkan sebuah cerita di dalamnya. Brand dikemas dan dibenamkan menjadi bagian integral cerita yang begitu menarik. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses produksi pesan publisitas Workshop Pesantren Kilat Copywriting Pada Telegram menggunakan storytelling. Untuk menganalisa permasalahan tersebut maka peneliti menggunakan studi kasus sebagai pisau bedahnya. Kemudian fenomena tersebut dipotret dengan kacamata teori logika desain pesan dan teori paradigma naratif. Metode penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivistik dan pendekatan penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwasannya pesan publisitas diproduksi pada tahap mulanya ialah pengenalan khalayak sasaran dan brand sebagai kuncinya. Penyusunan pesan publisititas ini bersifat informatif dan persuasif yang diimplementasikan ke dalam storytelling. Penggunaan storytelling ini nyatanya melahirkan beberapa dampak seperti the physical impact, the human spirit impact dan the emotional impact
EFEKTIVITAS MANAJEMEN PEMBIAYAAN SEKOLAH DALAM PENGGUNAAN DANA BOS DI SDN BABAKAN TANJUNG Teti; Helmawati; Maman Suherman; Entis Sutisman
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.25981

Abstract

Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang efektif dan akuntabel menjadi tantangan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar. Permasalahan yang sering muncul di lapangan antara lain keterlambatan penyaluran dana, rendahnya literasi keuangan pengelola, serta belum optimalnya penggunaan dana sesuai kebutuhan prioritas sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas manajemen pembiayaan sekolah dalam penggunaan dana BOS di SDN Babakan Tanjung dengan menggunakan pendekatan POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan penggunaan dana BOS dilakukan secara partisipatif melalui penyusunan RKAS berbasis kebutuhan, namun masih menghadapi kendala pada pemahaman teknis. Pengorganisasian telah melibatkan pembagian tugas yang jelas dalam tim BOS, meskipun masih terbatas pada pelatihan teknis. Pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana namun terhambat oleh keterlambatan pencairan dana dan beban kerja guru. Pengawasan dilaksanakan secara internal dan eksternal, namun penggunaan teknologi informasi dan kompetensi SDM masih menjadi hambatan. Secara keseluruhan, efektivitas pengelolaan dana BOS sangat ditentukan oleh kapasitas manajerial sekolah dalam menerapkan prinsip POAC secara konsisten. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan teknis, optimalisasi sistem digital, dan peningkatan kolaborasi antar pemangku kepentingan.
INOVASI PEMBIAYAAN PENDIDIKAN BERBASIS KEWIRAUSAHAAN: STUDI KASUS PRODUKSI KANGEN WATER DI SMP PLUS AL-ISTIQAMAH Helmawati; Maman Suherman; Nisa Panca Aziza; Rifa Martini
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.26290

Abstract

Keterbatasan sumber pendanaan sering menjadi tantangan utama dalam menjamin berkelanjutan dan mutu pendidikan di sekolah swasta. Inovasi pembiayaan berbasis kewirausahaan menjadi alternatif strategis untuk mengatasi persoalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi inovatif pembiayaan pendidikan melalui kegiatan kewirausahaan produksi Kangen Water di SMP Plus Al-Istiqomah, serta mengevaluasi dampaknya terhadap kemandirian dan keberlanjutan pembiayaan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, kepada kepala sekolah, bendahara, komite sekolah, pengawas, dan Dinas Pendidikan, serta studi dokumentasi. Melalui siklus manajemen PDCA (Plan-Do-Check-Action), hasil penelitian menunjukkan bahwa program kewirausahaan ini tidak hanya mampu menopang sebagian kebutuhan operasional sekolah, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan karakter kewirausahaan siswa melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan ekonomi yang edukatif. Kesimpulannya, inovasi pembiayaan berbasis kewirausahaan di SMP Plus Al-Istiqomah merupakan langkah strategis yang mendukung kemandirian finansial sekolah sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter yang aplikatif.
TEKNIK PERENCANAAN ANGGARAN BOSP BERBASIS KINERJA fitrianingsih; Maman Suherman; HELMAWATI; IRMA SURYANI
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.26515

Abstract

Penelitian ini membahas tentang implementasi teknik perencanaan anggaran berbasis kinerja di SDN Tanjungbiru sebagai upaya peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan sekolah. Perencanaan anggaran berbasis kinerja merupakan suatu pendekatan yang membahas alokasi dana dengan hasil atau pencapaian kinerja yang diukur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDN Tanjungbiru telah mulai mengimplementasikan perencanaan anggaran berbasis kinerja dengan menetapkan indikator kinerja utama yang sejalan dengan tujuan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS). Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala dalam hal pemahaman teknis dan kapasitas sumber daya manusia dalam menyusun dan menyalurkan anggaran berbasis kinerja. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan dan pendampingan teknis bagi seluruh pemangku kepentingan agar implementasi perencanaan anggaran berbasis kinerja dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Peranan Lembaga Kursus Dan Pelatihan Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga Melalui Keterampilan Menjahit: (Studi Deskriptif di LKP Ishlah Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung) Maman Suherman; Sena Santana
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 5 No. 4 (2025): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED) in Progress
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v5i4.931

Abstract

Sewing skills are a form of vocational competence that can improve family income, especially in the Majalaya area, which is known as a garment industry hub. However, many people still lack access to structured sewing training. This study aims to examine the role of the Ishlah Course and Training Institute (LKP Ishlah) in enhancing the sewing skills of learners and its impact on their independence and family economy. The research used a qualitative descriptive method with data collection techniques including interviews, observations, and documentation involving the institution’s administrators, instructors, and learners in Sukamaju Village, Majalaya District. The findings indicate that the training was planned and implemented systematically, with 70% practice and 30% theory, supported by adequate facilities and experienced instructors. Supporting factors included strategic location, government support, and partnerships with the garment industry, while obstacles included limited training time and low motivation among some participants. The training proved effective in significantly improving participants’ sewing skills, enabling them to start their own businesses or gain employment in the industry, thereby contributing to their family’s economic improvement.
Efforts of the Al-Istiqomah Community Reading Garden Management in Increasing the Reading Interest of Primary Education-Age Children Muhammad Aditya Firdaus; Maman Suherman; Eva Bella Nuarida; Eli Endrawati; Hendri Abdul Qohar; Agus Ruswandi
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 9 No 1 (2025): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v9i1.8782

Abstract

Reading interest among primary school-aged children has become critical in Indonesia's education field. One initiative to foster children's interest in reading is the Community Reading Gardens (Taman Bacaan Masyarakat, TBM). This study seeks to explore the efforts of TBM Al-Istiqomah to enhance children's interest in reading in Cileunyi Kulon Village, Bandung Regency. The research employs a qualitative approach conducted at TBM Al-Istiqomah, Cileunyi Kulon, Bandung Regency, from January to April 2023. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Data analysis follows the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that TBM Al-Istiqomah has implemented various strategies to improve reading interest among primary school-aged children, such as providing engaging reading materials, organizing appealing and interactive literacy activities, and collaborating with PKBM institutions and other non-formal educational organizations. However, several supporting factors and challenges have been identified in these efforts, including limited funding for development, a lack of human resources, and difficulties in establishing partnerships with local government authorities