Bambang Sulardiono
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan,Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto,SH Tembalang, Semarang

Published : 72 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ASPEK BIOLOGI Emerita emeritus (Linnaeus 1767) DI PANTAI GLAGAH, PARANGTRITIS, DAN PARANGKUSUMO Rahmatuloh, Irzani Hamzah Setya; Hartoko, Agus; Sulardiono, Bambang
Jurnal Pasir Laut Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Magister Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3736.747 KB) | DOI: 10.14710/pasir laut.2020.30526

Abstract

Undur-undur laut adalah salah satu jenis hewan Crustacea dari Superfamili Hippoidae yang hidup di swash zone di wilayah intertidal. Undur-undur laut Emerita emeritus dapat ditemukan di Pantai Glagah, Pantai Parangtritis dan Pantai Parangkusumo. Perbedaan kondisi di ketiga lingkungan pantai tersebut dapat menyebabkan respon yang berbeda-beda pada undur-undur laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor biologis E. emeritus dan mengetahui hubungan panjang berat dengan bahan organik dan tekstur sedimen di ketiga pantai tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 23-24 April 2019. Metode yang digunakan adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Analisis data yang digunakan meliputi analisis morfometrik untuk pengukuran panjang dan berat E.emeritus, analisis uji regresi linear untuk pola pertumbuhan, metode gravimetri untuk bahan organik, analisis tekstur sedimen menggunakan sieve sheker dan analisis uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertumbuhan undur-undur E. emeritus jantan dan betina di ketiga pantai bersifat allometrik negatif dengan nilai b<3. Nisbah kelamin jantan dan betina di Pantai Glagah 4:1, Pantai Parangtritis 0:1, dan Pantai Parangkusumo 1:17. Faktor kondisi berkisar 0-1 yang berarti E. emeritus dalam kondisi pipih. Hubungan panjang berat E. emeritus dengan tekstur sedimen untuk ketiga pantai berada di kategori lemah berbanding terbalik dengan hubungan panjang berat dengan kandungan bahan organik yang masuk ke dalam kategori tinggi.
Struktur Komunitas Makrozoobentos di Perairan Pesisir Kelurahan Mangunharjo sebagai Bioindikator Kualitas Perairan Sofiyani, Risna Gina; Muskananfola, Max Rudolf; Sulardiono, Bambang
Life Science Vol 10 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v10i2.54446

Abstract

The coastal waters of Mangunharjo Village, Tugu, Semarang City are located in a densely populated residential area, and many activities of people around it. These activities can cause a decrease in water quality which will impact the biota. This study aims to determine the structure of the macrozoobenthos community, determine the level of pollution that occurs and determine the most affecting factors of macrozoobenthos community in the coastal waters of Mangunharjo Village. This research using the purposive sampling method. Result find that there were 22 species of makrozoobenthos. The diversity index value (H') is categorized as moderate to low with a mean value of H' = 0,79. The uniformity index value (E) indicates a depressed to stable condition with a mean value of E = 0,52. The dominance index value (C) indicates that there are species that dominates significantly. The similarity index value is dominant in the low category. The status of pollution in the coastal waters of Mangunharjo Village is classified as polluted water. The factors that most influence the abundance of macrozoobenthos in the coastal waters of Mangunharjo Village are water temperature, loam and clay sediment texture with a correlation value of 0,597; 0,474 and 0,453. Perairan pesisir Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang berada pada kawasan pemukiman padat penduduk yang banyak terdapat aktivitas warga di sekitarnya. Aktivitas – aktivitas tersebut dapat menyebabkan penurunan kualitas air yang akan berdampak pada biota. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobentos, mengetahui tingkat pencemaran yang terjadi dan mengetahui faktor yang paling mempengaruhi komunitas makrozoobentos di perairan pesisir Kelurahan Mangunharjo. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menemukan 22 spesies makrozoobentos. Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) dikategorikan sedang hingga rendah dengan nilai rerata H’ = 0,79. Nilai Indeks Keseragaman (E) mengindikasikan kondisi yang tertekan hingga stabil dengan nilai rerata E = 0,52. Nilai Indeks Dominansi (C) menunjukkan adanya jenis yang mendominansi secara signifikan. Nilai Indeks Kesamaan dominan berada dalam kategori yang rendah. Status pencemaran di perairan pesisir Kelurahan Mangunharjo tergolong tercemar. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kelimpahan makrozoobentos di perairan pesisir Kelurahan Mangunharjo adalah suhu air, tekstur sedimen lempung dan tekstur sedimen liat dengan nilai korelasi 0,597; 0,474 dan 0,453.
Evaluasi Beban Pencemaran Terhadap Kualitas Perairan Pesisir Kota Semarang Bambang Sulardiono; Raden Ario
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 7, No 3 (2002): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.494 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.7.3.180-186

Abstract

Penelitian inl bertujuan untuk mengetahul beban pencemaran (fisika dan klmia) dan hubungannya dengan kualitas perairan pesisir. Materi yang digunakan adalah ssmpel air dan substrat dasar yang diambil mingguan dari beberapa stasiun yang dipertlmbangan sebagal daereh lingkungan pesislr Kota Semarang yang terkena beban pencemaran. Data kualltas perairan terukur dibandingkan dengan baku mutu lingkungan sebagai Keputusan Menteri Kependudukan dan Lingkungan Hidup (Kep. 02/MENKLH/I/1988). Analisis juga dilakukan terhadap hubungan beban pencemaran dengan kualitas perairannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter kualitas perairan yang melampaui ambang batas baku mutu lingkungan untuk kehidupan organisme adalah kecerehan, BOD, COD, Muatan padatan tersuspensi (MPT), dan H2S . Sedangkan beban pencemaran dan kualitas perairan cenderung pada kondisl tlngkat sedang. Produktivitas perairan tinggi kecuali di muara Sungal Babon, yang diduga dlpengaruhi oleh kegiatan manusia di daerah hulu sungal sepertl kegiatan industrl, pemukiman, dan pelabuhan.Kata kunci: pencemaran; perairan pesisir; Kota Semarang  The increasing development activities in Semarang coastal area such as industrial, urbanisation and agricultural has lead to increasing of westeload into the coastal waters and finally has caused the disturbance of the ecosystem. The aims of the research were to investigate the pollution status based on physical and chemical characteristics of the seawater and the relationship between westeload and Water quality at Semarang coastal area. Sample analysis were done at Ecodevelopment Coastal Laboratory, Jepara. The result showed that the water quality which exceeded the quality threshold according to “Kep.02/MENKLH/I/1988" for the sea organism activities were turbidity, Dissolved/ Particuled Organic Matter (DOM/ POM), COD, BOD. and H2S . The pollution status and water quality on Semarang coastal tended to be at medium level condition. The water productivity was high, except at the canal "Babon" rivers which may be caused by human activities impact such as industrial, urbanisation, and harbour.Keyword: Pollution; coastal waters; Semarang city
Effectivity of Holothuria scabra and Spirulina platensis extract combination as an Antiinflammatory Agent Measured by Carrageenan-induced Rat Paw Edema Renni Yuniati; Bambang Sulardiono
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 25, No 3 (2020): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.25.3.103-109

Abstract

Sea cucumber, Holothuria scabra, can be found abundantly in Indonesian seas, which is also known to possess several medicinal properties. Spirulina platensis is another marine resources that has recently been extensively researched for its medicinal ability, such as anti-inflammatory effect. This study aims to evaluate the efficacy of H. scabra extract combined with S. platensis extract in reducing inflammation. This study uses male Wistar rats as the study animal. Inflammation was induced by injecting carrageenan solution into the mice paw. Combination of H. scabra and S. platensis extract with various combination ratio (1:1; 1:2; and 2:1) was applied to the mice paw. Diclofenac sodium was used as the standard control therapy. Edema inhibition rate and anti-inflammatory efficacy were measured by analyzing the edema size and calculating the edema difference. Combination of H. scabra and S. platensis with 1:1 ratio has the largest edema inhibition volume compared to the other treatments. H. scabra and S. platensis combination outperforms the positive diclofenac sodium control group in terms of edema inhibition. The highest anti-inflammatory effect is obtained in the combination of H. scabra and S. platensis with 1:2 ratio, however, the anti-inflammatory efficacy is not as potent as the positive control. The effectivity of Holothuria scabra and Spirulina platensis extract in reducing the edema might be caused by their ability to reduce the levels of several inflammatory markers, including IL-6, NO, MMP9, and COX-2. This result suggests that H. scabra and S. platensis combination has anti-inflammatory effect shown in mice paw edema model.
Potensi Pemanfaatan Teripang (Holothurians) di Perairan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Bambang Sulardiono
Buletin Oseanografi Marina Vol 5, No 1 (2016): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.078 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v5i1.11298

Abstract

Terdapat beragam spesies teripang (Holothurians) yang hidup di Perairan Karimunjawa, yang menempati berbagai substrat dasar pada ekosistem terumbu karang. Teripang bernilai ekonomis. Penangkapan dilakukan secara terus menerus tanpa adanya pengawasan. Hal  inilah yang menyebabkan jumlah populasi teripang H. scabra menurun dengan tajam. Oleh sebab itu perlu diadakan penelitian untuk mengetahui kondisi potensi teripang (holothurians) tersebut. Tujuan penelitian adalah mengetahui (a) komposisi spesies teripang di perairan Karimunjawa  (b) potensi populasi teripang di perairan Karimunjawa, dan (c) potensi pemanfatan teripang di perairan Karimunjawa. Metode pengumpulan data menggunakan transek garis 100 m yang dimodifikasi untuk reef check. Pengukuran dilakukan selama 1 tahun dengan interval waktu 1 bulan. Lokasi penelitian di perairan Karimunjawa,   dibagi dalam 5 titik sampling yaitu stasiun A Menjangan Kecil, Stasiun B Legon Goprak, Stasiun C Karang Gumuk, Stasiun D Alang-alang, dan Stasiun E Mrican. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 15 spesies  teripang yang termasuk dalam ordo Aspidochirotidae dan 2 famili yaitu 11 spesies dari famili  Holothuridae dan 4 spesies dari famili Stichopodidae. Potensi biomassa populasi seluruh spesies yang dimanfaatkan dalam area studi sampai pada kedalaman 10 m, diketahui sebesar 44.641.789  individu dengan nilai potensi leatari (MSY) sebesar 24.590.814  individu per tahun, dengan kuota pengambilan yang diperbolehkan  sebesar 20.277.981  individu per tahun. Potensi biomassa populasi spesies yang paling rendah adalah H. scabra, Actinopyga sp, dan A. lecanora masing-masing sebesar 756.594 individu, 756.458 individu, dan 1.134.823 individu,  dengan nilai potensi lestari (MSY) masing – masing untuk H. scabra sebesar 378.297 individu per tahun, Actinopyga sp sebesar 567.411 individu per tahun dan A. lecanora sebesar 378.229 individu per tahun, serta dengan kuota pengambilan masing-masing sebesar  302.637individu per  tahun, 302.583 individu per tahun, dan  302.583  individu per tahun. Untuk dapat meningkatkan populasi Sumberdaya teripang (Holothurian) di perairan Karimunjawa secara lestari, maka strategi yang dilakukan adalah dengan mengembangkan sifat altruistik positip (responsible optimistic).   Kata kunci : teripang, potensi lestari, dan kuota tangkapan
TINGKAT KESESUAIAN LINGKUNGAN PERAIRAN HABITAT TERIPANG (ECHINODERMATA : HOLOTHUROIDAE) DI KARIMUNJAWA (Environmental Suitability for Holothuroidea Habitat in Karimunjawa) Bambang Sulardiono; Pujiono Wahyu Purnomo; Haeruddin Haeruddin
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 12, No 2 (2017): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.552 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.12.2.93-97

Abstract

 Ekosistem terumbu karang Karimunjawa menyediakan habitat yang baik bagi kehidupan dan perkembangbiakan teripang. Di sisi lain,  peningkatan beban limbah organik baik bersumber dari daratan maupun dari lingkungan perairan itu sendiri diduga menyebabkan daya dukung untuk kehidupan teripang menurun. Berdasarkan hal tersebut, bagaimana kondisi lingkungan perairan ditinjau dari kesesuaian lingkungan perairan habitat teripang. Pengukuran data kualitas air diambil pada 5 stasiun pengamatan. Data arus berdasarkan  data pasang surut terendah, yang diperoleh dari pengukuran data pasang surut  stasiun LPWP Jepara periode 2010-2011, pengukuran data variabel kedalaman perairan (m), suhu (°C), salinitas (‰), dan pH secara in situ, serta  pengukuran kandungan oksigen terlarut (mg/l)  secara laboratoris. Analisis data tingkat kesesuaian lingkungan  teripang didasarkan atas beberapa kriteria penting yang harus dipenuhi, yaitu kondisi lingkungan yang sesuai dengan standar kriteria kesesuaian, meliputi kisaran dibawah baku mutu dengan skor (1), kisaran toleransi dengan skor (2), dan kisaran optimal dengan skor 3. Selanjutnya dilakukan pembobotan setiap variabel dalam 3 kelas bobot yang diukur berdasarkan tingkat pengaruh masing-masing variable. Berdasarkan hasil perhitungan total  skor (Y) dari 6 variabel kualitas  perairan.diperoleh jumlah skor tertinggi  54 dan terendah 6, sedangkan berdasarkan nilai interval kelas kesesusian  (I) sebesar 16.  Hasil analisis skor per  kelas adalah (a) 39–54 = Sesuai (S1),  (b)  23–38 = Cukup Sesuai (S2), dan (c) 6–22 = Tidak Sesuai (N). Hasil analisis diperoleh informasi bahwa kondisi lingkungan perairan cukup sesuai bagi kehidupan teripang.  The Karimunjawa waters reef ecosystem provides a good habitat for the life and breeding of sea cucumbers. On the other hand, the increased burden of organic waste both from the mainland and from the water environment itself is thought to cause the carrying capacity for the life of sea cucumbers declined. Based on this, then how the condition of the aquatic environment in terms of the suitability of the marine environment habitat sea cucumbers.  Measurement of water quality data was taken at 5 observation stations. Current data based on the lowest tidal data, obtained from the measurement of the tidal data of LPWP station Jepara period 2010-2011. Measurement of water depth variable (m), temperature (°C), salinity (‰), and pH in situ, and dissolved oxygen content (mg/l) in laboratory. The data analysis of the suitability level of sea cucumber is based on several important criteria that must be fulfilled, that is environmental condition in accordance with standard of conformity criterion, covering range below standard quality with score (1), tolerance range with score (2), and optimal range with score 3, Then weighted each variable in 3 weight classes measured by the influence level of each variable, Based on the result of total score calculation (Y) from 6 water quality variables. Based on the result of total score (Y) of 6 water quality variables. Obtained by the highest score 54 and lowest 6, whereas based on the value of interval of suitability class (I) of 16. The result of the score analysis per class is (a) 39–54 = Suitable (S1), (b) 23–38 = quite suitable  (S2), and (c) 6–22 = Not Match (N). The result of the analysis obtained information that the condition of the aquatic environment is quite suitable for the life of sea cucumber. 
Analysis of the Density of Sea Cucumbers (Holothurians) based on the Type of Coral Cover in Karimunjawa Waters, Jawa Tengah Bambang Sulardiono; Boedi Hendrarto
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 10, No 1 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.975 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.10.1.7-12

Abstract

Ecologically Karimunjawa waters dominated by the type of coral reef ecosystems and their associated, so that the biological diversity, beauty, and can provide backup germplasm. Thus, the territorial waters of Karimunjawa has a very high productivity rate, one of which is a resource of sea cucumbers ( holothurians ). Types of coral cover as a exogeneous factor in an area waters contribute to the stability of sea cucumber populations in habitat. With the different types of coral cover will give the effect of the presence of population dynamics in the habitat, which in this case is expressed as the density of sea cucumbers (ha-1). Therefore, to see how the conditions of the type of coral cover in Karimunjawa waters and how the relationship between the type of coral cover with a density of sea cucumbers, then this research be done. Furthermore, the results of this study can be used as a reference for resource management in the Karimunjawa waters of the sea cucumber. The purpose of this study to determine (a) the type of coral cover in Karimunjawa waters, (b) the relationship between the type of coral cover with a density of sea cucumbers.The results of the analysis provide information that density individual ha-1 of sea cucumbers at all stations observed ranged from 70.6-110.9 individuals ha-1. Overall stations observed, it was found that the types of abiotic  coral cover dominated by dead coral algae (DCA) and sand coral (S). Types of coral cover between stations on the magnitude of the density of sea cucumbers were not significantly different. There are similarities types of relatively low coral cover of the station Mrican against 3 other stations, namely Small Menjangan station, Legon Goprak and Karang Gumuk station at 12.10%, while the percentage of the greatest similarity exists between a Menjangan Kecil station to station sand coral by 63.47%. Keywords : Density, sea cucumbers and coral cover
Aquatic Productivity Analysis based on The Relationship between Physical and Chemical of Benthic Sediment with NO3 and PO4 in the Estuarine of Tuntang River Djoko Suprapto; Pujiono W. Purnomo; Bambang Sulardiono
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 10, No 1 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.305 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.10.1.56-61

Abstract

There are several types of water mixing in the estuary, as anexample is tuntang river which could be a model in the coast of northjava island.The aims of this research are known, the spatial distribution of physical structure, organic matter, including he content ofNitrogene and phosphor in the sediment. Further more the role of physical and chemical sediment are also evaluated. The researchwas conducted in of May 2014, in an area which devided into 11 stations : one of them is located before the esturary while in thewest, north west, east and north east the station are distributed proportionally. The variables measured are total organic matters,total nitrogen, total phosphate, NO3-N, PO4-P , Dissolved oxygen, current, depth and visibility. The result of the research shown thatspatial distribution of the sediment strongly suggest the form of clay in front of estuary, south westward as well as north westwards.Clay distribution is well influenced by organic matter and nitrogene while phosphate content tend to be randomly distributed. In thecase of the the current is weak while the oxygen content is high enough so that the relationship between nitrogen and sediment of claycontribute to the water environment condition as eutrophic status.Keywords : Aquatic Productivity, Sediment, NO3, PO4, Tuntang River
ANALISIS STATUS MUTU AIR SUNGAI SIANGKER BERDASARKAN INDEKS KUALITAS AIR Water Quality Status Analysis of Siangker River based on Water Quality Index Hayu Asmawati; Haeruddin Haeruddin; Bambang Sulardiono
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 4 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.327 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i4.26483

Abstract

Sungai Siangker merupakan sungai yang terletak di Semarang Barat. Terdapat berbagai aktivitas di sepanjang aliran sungai tersebut, diantaranya pemukiman penduduk, perkotaan, dan pertambakan dimana buangan limbah masuk ke dalam badan sungai. Hal tersebut menyebabkan terjadinya penurunan kualitas perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi nitrat, fosfat, BOD, dan COD, mengetahui status mutu air berdasarkan nilai indeks kualitas air (IKA), dan rasio BOD/COD Sungai Siangker. Penelitian  dilaksanakan bulan April 2019. Pegambilan sampel terdiri dari 3 stasiun yang masing-masing dilakukan 3 kali pengulangan. Stasiun I berada di kawasan pemukiman namun masih jauh dari pipa pembuangan limbah domestik, stasiun II berada setelah kawasan pemukiman dan di kawasan pertambakan, serta stasiun III berada di hilir Sungai Siangker. Berdasarkan hasil penelitian, konsentrasi rata-rata nitrat di Sungai Siangker sebesar 0,52 mg/l, konsentrasi rata-rata fosfat di Sungai Siangker sebesar 0,054 mg/l, konsentrasi rata-rata BOD di Sungai Siangker sebesar 28 mg/l, dan konsentrasi rata-rata COD di Sungai Siangker sebesar 113 mg/l. Konsentrasi  nitrat, fosfat, BOD, dan COD di beberapa titik telah melebihi baku mutu, baik baku mutu PP No. 82 Tahun 2001 kelas III untuk perikanan maupun baku mutu air laut untuk biota laut KepMenLH No. 51 Tahun 2004. Berdasarkan nilai IKA, kualitas air Sungai Siangker (IKA: 1,48 - 29,72) termasuk kategori tercemar ringan - tercemar sangat berat (kotor). Hasil rasio BOD/COD pada stasiun I (0,23), stasiun II (0,30), dan stasiun III (0,38) menunjukan bahwa bahan-bahan pencemar yang berada pada stasiun I, II, dan III bersifat biodegradable. ABSTRACT Siangker River is a river that located in West Semarang. There are various activities along the river flow, including the existence of settlements, restaurants, and aquaculture where waste effluents enter the river. It causes a decrease in water quality. The purpose of this study was to determine the concentration of nitrate, phosphate, BOD, and COD, also to determine water quality status based on Water Quality Index (WQI). The study was conducted on April, 2019. Samples of water from Siangker were taken from the upstream, midstream, and downstream. The sampling point was consisted of 3 points with 3 repetitions. Station I is located in a residential area but still far away from the domestic sewage pipe, station II is after the residential area and near a fishpond area, and station III is downstream of Siangker River. Based on the result, the average concentration of nitrate was 0.52 mg/l, the average concentration of phospate was 0.054 mg/l, the average concentration of BOD was 28 mg/l, and the average concentration of COD was 113 mg/l. The concentration of nitrate, phosphate, BOD, COD, and DO at some point has exceeded the quality, both quality standard PP No. 82 of 2001 class III and KepMenLH No. 51 of 2004 seawater quality standard for marine biota. Based on IKA, water quality of Siangker River (WQI: 1.48 – 29.72) included in the slightly polluted category - the very heavily polluted category. The BOD/COD ratio at station I (0.23), station II (0.30), and station III (0.38) shows that pollutants at stations I, II, and III are biodegradable. 
ANALISIS KESUBURAN PERAIRAN BERDASARKAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON, NITRAT DAN FOSFAT DI PERAIRAN SUNGAI BENGAWAN SOLO KOTA SURAKARTA Arif Darmawan; Bambang Sulardiono; Haeruddin Haeruddin
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 1 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.57 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i1.22519

Abstract

Kegiatan rumah tangga dan industri memanfaatkan sungai Bengawan Solo untuk membuang limbahnya. Hal tersebut dapat menurunkan kualitas perairan di Sungai Bengawan Solo. Perubahan kualitas perairan akan berpengaruh langsung terhadap organisme yang hidup di sungai tersebut. Keberadaan fitoplankton di suatu perairan dapat memberikan informasi mengenai keadaan perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton, mengetahui konsentrasi nutrien (nitrat dan fosfat) serta mengetahui hubungan kelimpahan fitoplankton dengan konsentrasi nutrien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi jenis fitoplankton yang ditemukan selama pengamatan didominasi oleh kelas Bacillariophyceae. Genus Rhizosolenia sp., Nitzschia sp. dan Navicula sp. Kelimpahan fitoplankton pada stasiun I sebesar 2544 ind/L. Stasiun II sebesar 1975 ind/L. Stasiun III sebesar 2735 ind/L. Stasiun IV sebesar 1785 ind/L dan stasiun V sebesar 2418 ind/L. Indeks keanekaragaman fitoplankton yang diperoleh selama pengamatan di Sungai Bengawan Solo berkisar antara 1,38 – 2,22, dengan indeks keseragaman berkisar antara 0,67 – 1,07 dan indeks dominasi yang menunjukkan kisaran 0,11 – 0,20. Uji korelasi regresi antara kelimpahan fitoplankton dengan konsentrasi nutrien (nitrat dan fosfat) di perairan Sungai Bengawan Solo memiliki nilai korelasi ganda positif sebesar 0,013. Konsentrasi fosfat berkisar antara 0,59 – 1,74 mg/l. Hubungan antara kelimpahan fitoplankton dengan nitrat secara linier menunjukkan hubungan fluktuatif dengan nilai koefisien korelasi 0,277 dan koefisien determinasi sebesar 0,077 dimana 7,7% kelimpahan fitoplankton dipengaruhi oleh nitrat.  Hubungan antara kelimpahan fitoplankton dengan konsentrasi fosfat secara linier menunjukkan hubungan yang kuat dengan nilai koefisien korelasi 0,160 dan koefisien determinasi sebesar 0,025 dimana hanya 2,5% kelimpahan fitoplankton dipengaruhi oleh fosfat. Status kesuburan perairan di Sungai Bengawan Solo Kota Surakarta tergolong dalam kategori mesotrofik yaitu perairan dengan tingkat kesuburan sedang.  Household and industrial activities utilize the Bengawan Solo river to dispose of its waste. This can degrade the water quality in Bengawan Solo River. Changes in water quality will directly affect the organisms living in the river. The presence of phytoplankton in a waters can provide information about the state of the water. The purpose of this research is to know the structure of phytoplankton community, to know the concentration of nutrient (nitrate and phosphate) and to know the correlation of phytoplankton abundance with nutrient concentration.  The results of this study indicate that the composition of phytoplankton species found during observation is dominated by the Bacillariophyceae class. Genus Rhizosolenia sp., Nitzschia sp. and Navicula sp. The abundance of phytoplankton at station I is 2544 ind / L. Station II of 1975 ind / L. Station III of 2735 ind / L. Station IV of 1785 ind / L and station V of 2418 ind / L. The phytoplankton diversity index obtained during observations on the Bengawan Solo River ranged from 1.38 to 2.22, with the uniformity index ranging from 0.67 to 1.07 and the dominance index showing a range of 0.11 to 0.20. Regression correlation test between phytoplankton abundance with nutrient concentration (nitrate and phosphate) in Bengawan Solo River waters has positive double correlation value equal to 0,013. Phosphate concentrations ranged from 0.59 to 1.74 mg / l. The relationship between abundance of phytoplankton and nitrate linearly showed a fluctuative relationship with the correlation coefficient value of 0.277 and the coefficient of determination of 0.077 where 7.7% of phytoplankton abundance was influenced by nitrate. The relationship between phytoplankton abundance with phosphate concentration linearly showed a strong correlation with correlation coefficient value of 0.160 and coefficient of determination equal to 0,025 where only 2.5% phytoplankton abundance influenced by phosphate. The status of water fertility in the River Solo Solo City Surakarta classified in the mesotrophic category of waters with moderate fertility levels. 
Co-Authors - Herfina - Ruswahyuni Abhibawa, Ario Adi, Micael Tri Anggoro Agus Hartoko Ali Djunaedi Anhar Solichin Anjani, Putri Dewi Arif Darmawan Arif Rahman Asriningpuri, Degrita Herdianti Azzam, Faudzi Ath Tho Bani Setyawan Boedi Hendrarto Chrysalina Indrastuti Churun Ain Dewinta, Raisa Diah Ayuningrum, Diah Dian Ayu Sapta Nur Utami Djoko Suprapto Dyah Pertiwi Jaya Wardhani, Dyah Pertiwi Jaya Egar Dwi Prayudha Elrin Meivian Mongi, Elrin Meivian Erna Agustin Nurcahyani, Erna Agustin Fatima, Shintia Nurul Fauzi, Reyhan Fathullah Firdaus, Nur Salsabila Frida Purwanti Guliano Gema Adi Satria Haeruddin . Haeruddin Haeruddin Harahap, Malasari Hayu Asmawati Helmi Ardi, Helmi Herda Mustika Sari, Herda Mustika Hidayaturrohmah, Fitriana Huda, Hasdin Nur Hutami, Ganjar Hesti Ika Novalia Sihombing, Ika Novalia Indah Abrianti S, Indah Abrianti S Khasani, Andro Laksana, Mahalani Jati Liana, Tri Budi Maulina Septia Prahastuti Mauludi, Fadhil Max Rudolf Muskananfola Muhammad Sulaiman Muhammad Yusuf Muhar Azhari Mustofa Nitisupardjo Mutmainah, Ana Niniek Widyorini Nisa, Amida Urfah Khoirun Noky Rizky Samudra, Noky Rizky Norma Afiati Nugroho, Adhi Nurfaiza, Salma nurul latifah Nurwinda Hikmawati Nyayu Sandra Aprianti, Nyayu Sandra Oktavianto Eko Jati Pahingguan, Prayogi Panuluh, Citraningrum Mawa Prasasti, Lingga Dewi Prijadi Soedarsono Pujiono W. Purnomo Pujiono Wahyu Purnomo Puspitaningtyas, Indrie Hapsari Raden Ario Rahmatuloh, Irzani Hamzah Setya Raidie Bakhtiar Ramadhan, Mochammad Rizqy Ramanda, Okky Aditya Renni Yuniati Rina Susanti Ristina, Mafi Rizky, Fadhila Novita Rizqina, Cahya Ryanditama Ardiannanto Sahala Hutabarat Sari, Desy Melinda Setiawan, Bagus Putro Siahaan, Sahala Bonardo Sihotang, Silvyani Putri Silitonga, Yohana T. E. Siti Rudiyanti Sofiyani, Risna Gina Sonia Wulan, Sonia Sri Wahyuni Supriharyono - Supriharyono Supriharyono Suradi Wijaya Saputra Suryanti Sutrisno Anggoro Taufani, Wiwiet Teguh Ucik Ramita Sofiana, Ucik Ramita Yaya Fitriyah, Yaya