Bambang Sulardiono
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan,Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto,SH Tembalang, Semarang

Published : 72 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE PANTAI KERTOMULYO, TRANGKIL, PATI Ecotourism Development Strategy for Mangrove Conservation Area of Kertomulyo Beach, Trangkil, Pati Nisa, Amida Urfah Khoirun; Sulardiono, Bambang; Suprapto, Djoko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 3 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.326 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i3.24252

Abstract

ABSTRAKKawasan Konservasi Mangrove di Pantai Kertomulyo merupakan salah satu wisata alam di Kota Pati yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi daya tarik pengunjung, persepsi, aspirasi, dan partisipasi pengunjung maupun masyarakat dalam pengembangan ekowisata. Penelitian ini dilakukan pada Januari 2019. Metode yang digunakan adalah survey dengan menggunakan kuesioner untuk pengunjung maupun masyarakat. Responden terdiri dari 25 masyarakat sekitar, 75 pengunjung, dan 1 ketua umum PORDAKWIS “Trisno Segoro” Desa Kertomulyo. Teknik pengambilan sampel untuk masyarakat dan pengelola ekowisata dengan purposive sampling, sedangkan untuk pengunjung dengan accidental sampling. Data dianalisis menggunakan analisis SWOT. Persepsi respoden mengenai daya tarik ekowisata, fasilitas, dan aksesibilitas tergolong baik. Partisipasi responden dalam menjaga lingkungan sekitar tergolong baik karena sebagian besar responden tidak setuju dengan adanya tindakan negatif terhadap kawasan ekowisata. Aspirasi responden yaitu pengoptimalan tentang sarana prasarana di kawasan ekowisata. Strategi pengembangan ekowisata yaitu pengembangan ekowisata dengan konsep pelestarian ekosistem serta melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah; peningkatan pemberdayaan masyarakat sekitar dalam mengoptimalkan fasilitas kawasan ekowisata; menjaga ekosistem mangrove dengan cara mengefektifkan rehabilitasi dan penegakan peraturan perlindungan mangrove; serta meningkatkan fasilitas yang dapat digunakan untuk meminimalkan dampak dari abrasi. ABSTRACTThe Mangrove Conservation Area in the Kertomulyo Beach is one of the natural attractions in Pati which has the potential to be developed as an educational tourism destination. The purpose of this study is to determine the potential of visitor attraction, perceptions, aspirations, and participation of visitors and the community in developing ecotourism. This research was conducted in January 2019. The survey method is used by using a questionnaire for visitors and the community. The respondents consists of 25 surrounding communities, 75 visitors, and 1 the general chairman of PORDAKWIS "Trisno Segoro" Kertomulyo Village. The sampling technique for the community and ecotourism caretaker is purposive sampling, and the sampling technique for visitors is accidental sampling. The data is analyzed using SWOT analysis. The respondents’ perception of the attractiveness of ecotourism, facilities and accessibility is good. The participation of respondents in maintaining the surrounding environment is relatively good because most respondents do not agree with the negative actions towards the ecotourism area. The aspirations of respondents are the optimization of infrastructure in ecotourism areas. The ecotourism development strategy are developing ecotourism with the concept of ecosystem preservation and coordination with the Regional Government, increasing the empowerment of the communities in optimizing ecotourism facilities, safeguarding mangrove ecosystems by doing effective rehabilitation and enforcement of mangrove protection regulations, and improving facilities that can be used to minimize the impact of abrasion.
KAJIAN TENTANG FITOPLANKTON YANG BERPOTENSI SEBAGAI HABs (HARMFUL ALGAL BLOOMs) DI MUARA SUNGAI PLUMBON, SEMARANG Aprianti, Nyayu Sandra; Sulardiono, Bambang; Nitisupardjo, Mustofa
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.835 KB)

Abstract

Muara sungai Plumbon terletak di wilayah kelurahan Mangkang Kulon, kota Semarang. Muara sungai Plumbon digunakan sebagai jalur lalu lintas kapal nelayan untuk menangkap ikan di laut. Selain itu, sungai Plumbon diduga sebagai tempat pembuangan limbah dari industri tradisional dan pemukiman penduduk di sekitar aliran sungai. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kelimpahan fitoplankton di muara sungai Plumbon dan untuk mengidentifikasi jenis fitoplankton yang berpotensi sebagai HABs (Harmful Algal Blooms) di muara sungai Plumbon. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dan metode dalam pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Terdapat tiga stasiun pada penelitian ini, setiap stasiun dilakukan tiga kali pengulangan pengambilan sampel.Total genus yang ditemukan selama penelitian adalah sebanyak 39 genus. Kelimpahan total fitoplankton pada stasiun satu adalah 3.766 ind/L, pada stasiun dua sebanyak 4.612 ind/L dan pada stasiun tiga sebanyak 4.800 ind/L. Fitoplankton penyebab HABs (Harmful Algal Blooms) yang ditemukan di lokasi penelitian terdapat lima genus dari kelas Baccilariophyceae, yaitu Pseudonitzschia, Nitzschia, Skeletonema, Chaetoceros, dan Thallassiosira. The estuary of Plumbon river is located in Mangkang Kulon, Semarang city. The estuary of Plumbon river is used as a traffic lane of fishing vessels to catch fish in the sea. In addition, the Plumbon river suspected as waste disposal sites of traditional industries and residential areas around the river. The purpose of this study was to determine the abundance of phytoplankton in the estuary of the Plumbon river and to identify the type of phytoplankton that is potentially as HABs (Harmful Algal Blooms) in estuary of Plumbon river. The method used in this research is descriptive method and the method of sampling using purposive sampling method. There are three stations in this study,  where each station is performed three repetitions.  Phytoplankton that found during the study consisted of four classes, namely Baccilariophyceae, Chlorophyceae, Cyanophyceae, and Euglenaphyceae. Total genus were found during research in station one are as much as 39 genera. Total abundance of phytoplankton at the first station was 3766 ind/L,  at station two as many as 4612 ind/L and at station three as many as 4800 ind/L. Phytoplankton causing HABs (Harmful Algal Blooms) which is found in the study site are five genera of Baccilariophyceae classes, namely Pseudonitzschia, Nitzschia, Skeletonema, Chaetoceros, and Thallassiosira.
ANALISIS KUALITAS PERAIRAN PADA EKOSISTEM MANGROVE BERDASARKAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DAN NITRAT FOSFAT DI DESA BEDONO DEMAK Hutami, Ganjar Hesti; Muskananfola, Max Rudolf; Sulardiono, Bambang
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 3 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.423 KB)

Abstract

ABSTRAKPerairan Bedono merupakan perairan bermangrove yang ada di Desa Bedono Kabupaten Demak. Kandungan nutrien yang ada di perairan ekosistem mangrove membuat ekosistem ini kaya akan unsur hara. Konsentrasi unsur hara sangat mempengaruhi kelimpahan biota yang ada di kawasan tersebut termasuk fitoplankton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perairan berdasarkan kelimpahan fitoplankton dan nitrat fosfat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2017. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik purposive sampling. Stasiun penelitian dibagi 3 stasiun dengan ulangan 3 kali. Pengambilan sampel fitoplankton menggunakan plankton net dengan mesh size 25 μm. Pengukuran parameter fisika kimia perairan dilakukan bersamaan dengan pengambilan sampel fitoplankton. Hasil analisis parameter fisika kimia air selama penelitian diperoleh temperatur air (27-31°C), kecerahan (7-44 cm), kedalaman (31-189 cm), kecepatan arus (0,03-0,4 m/s). pH 7, oksigen terlarut (1,2-7,2 mg/l), CO2 (1,2-19,6 mg/l), salinitas (9-31), nitrat (1,6-7,8 mg/l), dan fosfat (0,11-4,54 mg/l). Fitoplankton yang teridentifikasi terdiri dari 18 genera. Kelimpahan fitoplankton tiap stasiun berkisar antara 1168-9045 ind/liter, keanekaragaman (0,15-2,08), keseragaman (0,07-0,99), dan dominasi (0,14-1,00). Hasil uji regresi linier menunjukkan bahwa konsentrasi nitrat lebih berpengaruh terhadap kelimpahan fitoplankton dengan nilai t hitung 2,743 dibandingkan dengan konsentrasi fosfat dengan t hitung 2,374. Kata Kunci : Kualitas Perairan; Kelimpahan Fitoplankton; Nitrat; Fosfat; Perairan Bedono ABSTRACTBedono waters is one of the existing mangrove waters in the Demak Regency. The content of nutrients in the waters of mangrove ecosystems make this ecosystem rich in nutrients. Nutrient concentrations greatly affect the abundance of biota present in the region including phytoplankton. In addition to nutrients, water quality factors are also important to support the life of phytoplankton. This study aims to determine the quality of waters based on the abundance of phytoplankton and nitrate phosphate. This research was conducted in January-February 2017. The method used is descriptive method with purposive sampling technique. The research station is divided into 3 stations based on the tides, then each station is determined 3 point sampling. Sampling of phytoplankton using plankton net with mesh size 25 pm. Measurements of water chemistry physics parameters were performed simultaneously with phytoplankton sampling. The results of analysis of water chemistry physics parameters during the study obtained water temperature (27-31 ° C), brightness (7-44 cm), depth (31-189 cm), current velocity (0.03-0.4 m / s). PH 7, dissolved oxygen (1.2-7.2 mg / l), CO2 (1.2-19.6 mg / l), salinity (9-31), nitrate (1.6-7.8 mg / L), and phosphate (0.11-4.54 mg / l). The identified phytoplankton consists of 18 genera. The phytoplankton abundance of each station ranged from 1168-9045 ind / liter, diversity (0.15-2.08),uniformity (0.07-0.99), and dominance (0.14-1.00). The result of linear regression test showed that nitrate concentration had more influence to phytoplankton abundance with 2,743 value compared to phosphate concentration 2,374. Keywords: Water Quality; Abundance of Phytoplankton; Nitrate; Phosphate; The waters of Bedono
KAJIAN INTENSITAS CAHAYA YANG BERBEDA TERHADAP KONSENTRASI KLOROFIL-a PADA PERTUMBUHAN MIKROALGA Spirulina platensis DALAM SKALA LABORATORIUM Indrastuti, Chrysalina; Sulardiono, Bambang; Muskananfola, Max Rudolf
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.672 KB)

Abstract

Salah satu mikroalga yang telah banyak dimanfaatkan adalah Spirulina platensis. Pigmen klorofil-a pada S. platensis merupakan pigmen fotosintesis. Cahaya merupakan salah satu faktor lingkungan yang sangat  berpengaruh  dalam budidaya mikroalga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan intensitas cahaya terhadap kepadatan dan kandungan klorofil-a S. platensis, mengetahui intensitas cahaya terbaik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen laboratorium. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan (16 watt, 23 watt, 45 watt), tiga kali ulangan. Analisis dan pengolahan data menggunakan program SPSS 20. Hasil uji ANOVA menunjukan bahwa cahaya tidak berpengaruh nyata pada Kandungan Klorofil-a S. platensis. dan Intensitas cahaya terbaik pada kandungan Klorofil-a dari lampu 23 watt. One of the species of microalgae that has been widely utilized is Spirulina platensis. Pigments of  Chlorophyll-a  in S. platensis  are photosynthesis pigments. Light is one of the environmental factor  that is very influential in cultivating microalgae. This study was aimed to know the effects of different light intensities on the density and chlorophyll-a content of  S. platensis, to know  the best light intensities. The methods used in this research is a method of laboratory experiments. This study was using random sampling methods  with three treatment of three different light intensities (16 watt, 23 watt and 45 watt), and three repetition. Analysis  and  data  processing was using SPSS 20 program. The result of ANOVA test showed that light not effect on the chlorophyll-a content of S. platensis, and the best light Intensites for the chlorophyll-a Content on the 23 lamp.
DAMPAK SURFAKTAN BERBAHAN AKTIF Na-ABS TERHADAP DAYA TETAS TELUR IKAN KARPER (Cyprinus carpio) DALAM SKALA LABORATORIUM Prahastuti, Maulina Septia; Sulardiono, Bambang; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.512 KB)

Abstract

Penurunan kualitas lingkungan disebabkan adanya bahan pencemar, contohnya limbah deterjen yang mengandung surfaktan berbahan aktif Na-ABS. Deterjen dapat memberikan dampak negatif terhadap proses kehidupan organisme di dalamnya, salah satunya proses penetasan telur ikan. Fase telur merupakan stadia yang rentan dan jauh lebih sensitif terkena pengaruh dari luar atau dari lingkungan. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan adanya masukan mengenai dampak surfaktan terhadap daya tetas telur ikan karper (C. carpio). Tujuan penelitian ini adalah menentukan nilai LC50-96 jam dari deterjen berbahan aktif surfaktan jenis NA-ABS, dan mengetahui pengaruh kandungan surfaktan terhadap daya tetas telur ikan karper (C. carpio). Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan karper (C. carpio) dan telurnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratoris. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yang terdiri dari 3 ulangan. Tahap penelitian terdiri dari: uji pendahuluan, uji lanjut, Persiapan materi telur ikan, uji utama, perhitungan daya tetas telur, dan pengukuran variabel kualitas air. Perlakuan yang diberikan pada uji utama adalah pemberian deterjen terhadap telur ikan dengan konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 100% dari nilai LC50-96 jam, yaitu 1,35 mg/L, 2,70 mg/L, 5,40 mg/L, 10,80 mg/L, dan 21,60 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LC50-96 jam surfaktan terhadap ikan karper (C. carpio) adalah 21,60 mg/L. Kualitas air selama penelitian, yaitu: suhu 24,37 – 28,30oC, oksigen terlarut 2,37 – 4,00 mg/L, dan pH 7. Hasil analisis data menggunakan ANOVA faktorial menunjukkan bahwa konsentrasi deterjen berpengaruh nyata terhadap daya tetas telur ikan karper (p<0,05), semakin besar konsentrasi deterjen maka persentase daya tetas telur setiap harinya semakin kecil. Pengaruh deterjen mulai terlihat jelas pada konsentrasi 5,40 mg/L dengan waktu kritis yaitu pada hari kedua.
DISTRIBUSI DAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON YANG BERPOTENSI MENYEBABKAN HABs (HARMFUL ALGAL BLOOMS) DI MUARASUNGAI BANJIR KANAL TIMUR, SEMARANG Nurcahyani, Erna Agustin; Hutabarat, Sahala; Sulardiono, Bambang
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.961 KB)

Abstract

ABSTRAK Aktivitas yang ada di aliran Sungai Banjir Kanal Timur seperti industri dan pemukiman pendudukdiduga memberi kontribusi suplai zat hara di daerah muara yang dapat memicubloomingfitoplankton dan menurunkan kualitas perairan. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui jenis fitoplankton yang berpotensi menyebabkan HABs serta distribusi spasiotemporal dan kelimpahannya berdasarkan pasang surut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus yang bersifat deskriptif dengan teknik pengambilan sampelpurposive sampling. Pengambilan sampel berdasarkan aktivitas yang ada di muara dilakukan di 4 titik sampling yaitu titik I area mangrove dan tambak, titik II area pertemuan dua sungai, titik III dan IV area pantai yang menjadi jalur transportasi nelayan. Sampel diambil empat hari sekali selama tiga kali ulangan. Fitoplankton yang teridentifikasi terdiri dari 4 kelas 24 genus, 4 genus diantaranya termasuk dalam kelompok penyebab HABs yaitu Skeletonema sp. dengan kelimpahan (765-1911 Ind/L saat pasang, 233-574 Ind/L saat surut), Trichodesmium sp. (785-1678 Ind/L saat pasang, 764-1168 Ind/L saat surut), Pseudonitzschia sp. (127-191 Ind/L saat pasang, 0-84 Ind/L saat surut) dan Ceratium sp. (0-63 Ind/L saat pasang, 0-42 Ind/L saat surut). Skeletonema sp. dengan pola penyebaran seragam dan Trichodesmium sp. dengan pola penyebaran mengelompok dominan ditemukan di keempat titik sampling saat pasang dan surut, sedangkan Pseudonitzschia sp. dengan pola penyebaran mengelompok terdapat di semua titik saat pasang sedangkan saat surut terdapat di titik II, III dan IV. Ceratium sp. dengan pola penyebaran seragam terdapat di titik I dan IV saat pasang, serta terdapat di titik III dan IV saat surut. Kata kunci : Kelimpahan Fitoplankton; Distribusi; Harmful Algal Blooms (HABs);Pasang surut; Muara Sungai                      Banjir Kanal Timur ABSTRACT Activities in Banjir Kanal Timur river like industry activities and settlements was expected give contribution to supply nutrient in estuary and  can cause blooming of phytoplankton and decrease estuary’s water quality. The aimed of this research was to determine spatiotemporal distribution and abundance of potentially phytoplankton which effect Harmful Algal Blooms (HABs) based on tidalrange. This research used case studly method (descriptive) and purposive sampling technique. Samples were takenfrom 4 stationevery four days for three replication.Station (I)in mangrove and fishpond area, station (II) in confluence of two rivers area, station III and IV in the beach with boat’s traffic track.  Phytoplankton consisted of 4 class and 24 genus, four of them was genus HABs included Skeletonema sp. with abundance (765- 1911 ind/L at high  tide, 233- 574 ind/L at low tide), Trichodesmium sp. (785- 1678 ind/L at high tide, 764- 1168 ind/L at low tide),  Pseudonitzschia sp. (127- 191 ind/L at high tide, 0- 84 ind/L at low tide) and Ceratium sp. (0- 63 ind/L at high tide, 0-42 ind/L at low tide). Skeletonema sp. (regular distribution patterns) and Trichodesmium sp. (uniform distribution patterns) were dominant in all station at high tide or low tide. Pseudonitzschia sp.(uniform distribution patterns)  was  in all station at high tide andat low tide was  in station II,III and  IV. Ceratium sp. (regular distribution patterns) was in station I and IV at high tide, and at low tide was found in station III and IV.Keywords :Phytoplankton’sAbundance; Distribution;Harmful Algal Blooms (HABs); Tidalrange; Estuary ofBanjirKanal Timur
STRUKTUR KOMUNITAS DIATOM DI PERAIRAN TANDON AIR UNTUK TAMBAK GARAM DI DESA KEDUNG MUTIH KECAMATAN WEDUNG, DEMAK Fitriyah, Yaya; Sulardiono, Bambang; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.903 KB)

Abstract

Tambak garam merupakan perairan payau yang rentan terhadap perubahan kondisi lingkungan. Diatom merupakan fitoplankton yang termasuk dalam kelas Bacilariophyceae. Keberadaan diatom dapat dijadikan sebagai indikator perairan karena sifat hidupnya yang relatif menetap, jangka hidup yang relatif panjang dan mempunyai toleransi spesifik pada lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas diatom dan perbedaan salinitas air pada saat pasang dan surut di Tambak Garam Desa Kedung Mutih, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Teknik pengambilan diatom dalam penelitian ini menggunakan purposive. Pengambilan sampel diatom dilaksanakan dengan menggunakan metode sampling pasif dengan plankton net. Sampel diatom diambil dari lokasi penelitian dengan cara menyaring air menggunakan plankton net. Jenis diatom (Bacillariophyceae) yang ditemukan pada areal perairan tambak garam Kedung Mutih Wedung Demak selama pengamatan adalah 9 genera yaitu Thallassiosira, Bacteriastrum, Nitzschia, Chaetoceros, Rhizosolenia, Gyrosigma, Skeletonema, Asterionella dan Pleurosigma. Dari  nilai indeks  keanekaragaman,  keseragaman dan dominansi  secara umum bahwa areal perairan tambak garam Kedung Mutih Wedung Demak dapat dikatagorikan perairan yang stabil moderat. Jenis diatom yang paling sering muncul di areal perairan tambak garam Kedung Mutih Wedung Demak adalah genus Nitzschia. Salinitas pada areal perairan tambak garam Kedung Mutih Wedung Demak berkisar 30 – 45  0/00. Brackish waters of the salt ponds are susceptible to changing environmental conditions. Diatoms are phytoplankton which belongs to a class Bacilariophyceae. The existence of diatoms can be used as an indicator of water quality because of the nature of his relatively sedentary, a relatively long lifespan and have a specific tolerance in the environment. The purpose of this study are to determine the structure of the diatom communities and the differences in salinity water at high tide and low tide in saltwater Kedung Mutih, Wedung, Demak. Sampling method of diatom conducted using purposive sampling in which diatom were taken from the study site by filtering the water using a plankton net in a passive way. Types of diatoms (Bacillariophyceae) were found in the area of the salt pond waters Kedung Mutih Wedung Demak during observation is 9 genera that Thallassiosira sp, Bacteriastrum sp, Nitzschia sp, Chaetoceros sp, Rhizosolenia sp, Gyrosigma sp, Skeletonema sp, Asterionella sp, and Pleurosigma sp. The value of diversity index, uniformity and dominance in general that the area of the salt pond waters Kedung Mutih Wedung Demak can be categorized waters stable moderate. Types of diatoms that appears most frequently in the area of the salt pond waters Kedung Mutih Wedung Demak is the genus Nitzschia sp. Salinity in the area of the salt pond waters Kedung Mutih Wedung Demak range 30-45 0/00.
ANALISIS TINGKAT KEMATANGAN GONAD TERIPANG KELING (Holothuria atra) DI PERAIRAN MENJANGAN KECIL, KARIMUNJAWA Harahap, Malasari; Sulardiono, Bambang; Suprapto, Djoko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 3 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.07 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i3.22550

Abstract

Pulau Menjangan Kecil berada di perairan Laut Jawa tepatnya di Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara. Perairan Menjangan Kecil memiliki keindahan alam bawah laut yang menarik dan memiliki potensi perikanan yang menyebabkan perairan ini menjadi tempat untuk dilaksanakannya penelitian. Salah satu contoh hasil perikanan dari Perairan Menjangan Kecil yang bisa diandalkan adalah Teripang Keling. Teripang Keling (Holothuria atra) merupakan spesies yang  mudah dikenal dan seringkali menjadi spesies yang dominan dalam  suatu ekosistem, karena memiliki warna tubuh hitam, kulit tubuhnya licin dan tebal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kematangan gonad Holothuria atra dan mengetahui pengaruh parameter fisika, kimia terhadap kematangan gonad Holothuria atra di Perairan Menjangan Kecil, Karimunjawa. Penelitian dilaksanakan  pada bulan Mei 2017 di Perairan  Menjangan Kecil, Karimunjawa. Metode yang digunakan adalah  metode observasi, yaitu kegiatan mengamati sampel secara langsung. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan melalui pengamatan langsung di lapangan dan analisis di laboratorium. Data sekunder diperoleh dari instansi pemerintah dan warga sekitar Pulau Menjangan Kecil, Karimunjawa. Penelitian ini dilakuan pada 4 stasiun dan 12 titik. Hasil pengamatan tingkat kematangan gonad Holothuria atra tergolong pada tahap perkembangan dan pengaktifan. Tingkat salinitas 34 ppt, suhu berkisar 29 – 31 ̊C, pH 8 dan kedalaman antara 63 – 124 cm.  Menjangan Kecil Island was located in Java Sea precisely in District Karimunjawa, Jepara, Central Java. Menjangan Kecil Island has an attractive natural underwater beauty and has fishery potential that causes these waters to be a place for conducting research. One example of fishery products from Menjangan Kecil Island that can be relied was Lollyfish. Lollyfish (Holothuria atra) was a species that was easy to recognized and it’s dominant species in ecosystem, because it has a black body, skin of the body slippery and thick. The purpose of this study was to determine the maturity rate of gonad Holothuria atra and to explain the influence of physical, chemical parameters on the maturity of the gonad Holothuria atra in Menjangan Kecil Island, Karimunjawa. This research has been done in May 2017 at Menjangan Kecil Island, Karimunjawa. The method used was observating method. This research used primary data and secondary data. Primary data were obtained through direct field observating and laboratory analysis. Secondary data obtained from government agencies and residents around Menjangan Kecil Island, Karimunjawa. This research was conducted in 4 stations and 12 points. The maturity level of the Holothuria atra gonad was classified as the stage of development and activation. The salinity level was 34 ppt, the temperature ranges from 29 - 31 ̊C, pH 8 and the depth of sea water was between 63 - 124 cm. 
STRATEGI KELOMPOK PANTAI LESTARI DALAM PENGEMBANGAN KEGIATAN REHABILITASI MANGROVE DI DESA KARANGSONG KABUPATEN INDRAMAYU Prayudha, Egar Dwi; Sulardiono, Bambang; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.239 KB)

Abstract

Strategi yang tepat sangat dibutuhkan oleh kelompok masyarakat pelestari mangrove dalam mengembangkan kegiatan rehabilitasi mangrove yang mereka kelola. Kurangnya informasi dan kajian ilmiah mengenai kegiatan perumusan strategi suatu kelompok masyarakat pelestari mangrove dalam mengembangkan kegiatan rehabilitasi mangrove, akan membuat kelompok-kelompok masyarakat pelestari mangrove seperti Kelompok Pantai Lestari menjadi tidak mempunyai acuan yang cukup untuk membuat perencanaan atau strategi yang tepat dalam mengembangkan kegiatan rehabilitasi mangrove yang mereka kelola. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kegiatan pengelolaan mangrove dan mendapatkan strategi yang tepat dalam pengembangan  kegiatan rehabilitasi mangrove di Desa Karangsong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif studi kasus. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan observasi untuk melakukan pengamatan terhadap sumberdaya manusia dan kelembagaan Kelompok Pantai Lestari, keadaan kawasan rehabilitasi mangrove, dan kegiatan  pemanfaatan mangrove oleh masyarakat lokal. Selanjutnya dilakukan fokus grup diskusi (FGD) bersama dengan semua anggota Kelompok Pantai Lestari untuk merumuskan strategi pengembangan menggunakan Analisis SWOT. Hasil yang didapatkan, faktor-faktor yang berhubungan dengan kegiatan  pengelolaan kawasan rehabilitasi mangrove di Desa Karangsong adalah faktor internal dan faktor eksternal. Strategi yang terpilih adalah strategi agresif yang memaksimalkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada. The right strategies are needed by mangroves conservational groups in developing the rehabilitation of mangroves areas they are managed. The lack of information and scientific studies on the strategy formulation by the mangroves conservational groups in developing mangroves areas, will cause the mangroves conservational groups, such as Pantai Lestari Group, do not have enough references to make the appropriate plans or strategies in developing mangroves areas they are managed. The aims of this study were to determine the factors associated with mangroves management activities and found the right strategy for the development of the mangroves area rehabilitation  in Desa Karangsong. This study applied the descriptive case study as a method. Data were collected through interviews and observations to observe the human resources and the institution of Pantai Lestari Group, the condition of mangroves rehabilitation area, and the utilization of mangroves by the local communities. Subsequently, a focus group discussion (FGD) was condusted with all members of Pantai Lestari Group in formulatting development strategies using SWOT analysis. As the results, the factors related to the management activities of mangroves rehabilitation areas in Desa Karangsong were internal and external factors. The appropriate strategy of mangroves rehabilitation areas development was aggressive strategy in maximizing the power of advantaging the opportunities.
HUBUNGAN KELIMPAHAN MAKROZOOBENTOS DENGAN TEKSTUR SEDIMEN BAR, DAN BAHAN ORGANIK DI PERAIRAN PANTAI MANGKANG WETAN, SEMARANG Nugroho, Adhi; Muskananfola, Max Rudolf; Sulardiono, Bambang
Jurnal Pasir Laut Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Magister Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1412.616 KB) | DOI: 10.14710/pasir laut.2020.30520

Abstract

Perairan Pantai Mangkang Wetan merupakan salah satu daerah pesisir utara Kota Semarang yang berhadapan langsung dengan Perairan Laut Jawa. Wilayah ni dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan perikanan, pariwisata, dan juga digunakan untuk jalur transportasi kapal. Adanya pasang surut air laut, proses erosi dan sedimentasi yang terjadi di sepanjang pesisir Kota Semarang sehingga dapat mempengaruhi distribusi tekstur sedimen bar, bahan organik, maupun kelimpahan makrozoobentos. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara sedimen bar, bahan organik, dan kelimpahan makrozoobentos. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 April dan 23 April 2019 menggunakan teknik purposive random sampling dengan total 4 stasiun. Sampel yang diambil adalah substrat dan makrozoobentos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan makrozoobentos tertinggi saat pasang diperoleh di stasiun satu yaitu 4333 ind/m2 dengan KR 59,39% dan terendah di stasiun dua 329 ind/m2 dengan KR 4,51% sedangkan pada saat surut kelimpahan tertinggi ditemukan di stasiun dua sebanyak 8831 ind/m2 dengan KR 64,41% dan terendah di stasiun tiga sebanyak 603 ind/m2 dengan KR 4,38%. Genus makrozoobentos yang mendominasi adalah gastropoda dengan spesies Cerithidea cingulata. Pengaruh stasiun dan pasang surut terhadap kelimpahan makrozoobentos tidak signifikan atau tidak beda nyata. Hubungan kelimpahan makrozoobentos dengan bahan organik signifikan.
Co-Authors - Herfina - Ruswahyuni Abhibawa, Ario Adi, Micael Tri Anggoro Agus Hartoko Ali Djunaedi Anhar Solichin Anjani, Putri Dewi Arif Darmawan Arif Rahman Asriningpuri, Degrita Herdianti Azzam, Faudzi Ath Tho Bani Setyawan Boedi Hendrarto Chrysalina Indrastuti Churun Ain Dewinta, Raisa Diah Ayuningrum, Diah Dian Ayu Sapta Nur Utami Djoko Suprapto Dyah Pertiwi Jaya Wardhani, Dyah Pertiwi Jaya Egar Dwi Prayudha Elrin Meivian Mongi, Elrin Meivian Erna Agustin Nurcahyani, Erna Agustin Fatima, Shintia Nurul Fauzi, Reyhan Fathullah Firdaus, Nur Salsabila Frida Purwanti Guliano Gema Adi Satria Haeruddin . Haeruddin Haeruddin Harahap, Malasari Hayu Asmawati Helmi Ardi, Helmi Herda Mustika Sari, Herda Mustika Hidayaturrohmah, Fitriana Huda, Hasdin Nur Hutami, Ganjar Hesti Ika Novalia Sihombing, Ika Novalia Indah Abrianti S, Indah Abrianti S Khasani, Andro Laksana, Mahalani Jati Liana, Tri Budi Maulina Septia Prahastuti Mauludi, Fadhil Max Rudolf Muskananfola Muhammad Sulaiman Muhammad Yusuf Muhar Azhari Mustofa Nitisupardjo Mutmainah, Ana Niniek Widyorini Nisa, Amida Urfah Khoirun Noky Rizky Samudra, Noky Rizky Norma Afiati Nugroho, Adhi Nurfaiza, Salma nurul latifah Nurwinda Hikmawati Nyayu Sandra Aprianti, Nyayu Sandra Oktavianto Eko Jati Pahingguan, Prayogi Panuluh, Citraningrum Mawa Prasasti, Lingga Dewi Prijadi Soedarsono Pujiono W. Purnomo Pujiono Wahyu Purnomo Puspitaningtyas, Indrie Hapsari Raden Ario Rahmatuloh, Irzani Hamzah Setya Raidie Bakhtiar Ramadhan, Mochammad Rizqy Ramanda, Okky Aditya Renni Yuniati Rina Susanti Ristina, Mafi Rizky, Fadhila Novita Rizqina, Cahya Ryanditama Ardiannanto Sahala Hutabarat Sari, Desy Melinda Setiawan, Bagus Putro Siahaan, Sahala Bonardo Sihotang, Silvyani Putri Silitonga, Yohana T. E. Siti Rudiyanti Sofiyani, Risna Gina Sonia Wulan, Sonia Sri Wahyuni Supriharyono - Supriharyono Supriharyono Suradi Wijaya Saputra Suryanti Sutrisno Anggoro Taufani, Wiwiet Teguh Ucik Ramita Sofiana, Ucik Ramita Yaya Fitriyah, Yaya