Bambang Sulardiono
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan,Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto,SH Tembalang, Semarang

Published : 72 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN KONSERVASI MANGROVE SECARA TERPADU DI DESA BEDONO, DEMAK Fatima, Shintia Nurul; Anggoro, Sutrisno; Sulardiono, Bambang
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 2 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.975 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i2.22544

Abstract

Strategi  yang  tepat  sangat  dibutuhkan  oleh  Kelompok  Mangrove  Bahari  dalam   mengembangkan  kawasan  konservasi  mangrove. Sifat  mangrove  yang  rentan  terhadap   lingkungan  menyebabkan   mangrove  mudah  rusak  dan setiap  tahunnya  semakin  berkurang  jika tidak  ada strategi  yang tepat  yang dilakukan. Potensi  yang dapat  dikembangkan  antara lain  sumberdaya  dan jasa yang dapat  meningkatkan  perekonomian  masyarakat  sekitar. Tujuan dari penelitian  ini adalah  mengetahui partisipasi dan presepsi;  mengetahui Kelompok Mangrove Bahari; dan  merumuskan  alternatif  strategi  pengembangan  konservasi mangrove. Metode penelitian  menggunakan   studi kasus dengan  analisis deskriptif. Pengambilan data  melalui  wawancara  dan  observasi.  Analisa SWOT digunakan  untuk mengkaji  faktor internal dan eksternal yang berpengaruh dalam penetapan strategi kebijakan. Hasil  yang didapatkan partisipasi masyarakat masih rendah sedangkan presepsi masyarakat dan pengunjung sudah cukup mengetahui tentang kawasan konservasi mangrove; peran Kelompok Mangrove Bahari masih kurang; dan alternatif strategi  yang  terpilih adalah pengembangkan konservasi melalui penjagaan dan peningkatan kelestarian mangrove dengan melakukan koordinasi dengan masyarakat, lembaga, dan pemerintah; peningkatkan pemberdayaan masyarakat dan mengoptimalkan  fasilitas kawasan konservasi mangrove;  peningkatkan keterlibatan stakeholder mengembangkan konservasi dengan mengefektifkan penegakan peraturan perlindungan mangrove; dan peningkatkan peran  pemerintahi  pengelola untuk  meminimalkan abrasi  dan mengoptimalkan pengelolaan kebersihan  serta menambah fasilitas kawasan konservasi mangrove.  The correct  strategy is  needed by  Kelompok Mangrove Bahari  to develop the mangrove conservation area. The nature of mangrove that is vulnerable to the environment causes mangrove easily damaged and annually diminished if no proper strategy is done. The potential that can be developed includes  resources and services  they  can improve the economics matters of community. The purpose of this research is to find out know participation and perception; to know the Kelompok Mangrove Bahari; and to formulate  the alternative strategies in  the conservation of mangrove. The research method used by the writer case study with descriptive analysis. The  data are collected by  interviews and observation.  The SWOT analysis is used to assess internal and external factors that influence the determination of policy strategies. The results obtained community participation is still low while the perception of the community and visitors is enough to know about the mangrove conservation area; the role of the Kelompok Mangrove Bahari is still lacking  and the chosen strategy alternative is to is the development of conservation through guarding and improving the sustainability of mangroves by coordinating with community, institution and government;to  improve the community empowerment and  to  optimize the  mangrove conservation area facilities; increase the involvement of institutions, communities in developing conservation by streamlining the enforcement of mangrove protection regulation; and  increase the role of managing agencies to minimize abrasion and  to optimize hygiene management as well as adding mangrove conservation area facilities. 
KAJIAN KESUBURAN PERAIRAN DI WADUK IR. H. DJUANDA PURWAKARTA BERDASARKAN KANDUNGAN NUTRIEN DAN STRUKTUR KOMUNITAS FITOPLANKTON Sari, Herda Mustika; Sulardiono, Bambang; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.427 KB)

Abstract

Waduk Ir. H. Djuanda terletak di Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat dengan ketinggian 111 m dpl dan luas 8.300 ha. Waduk tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai sumber air bersih, tempat pariwisata, tempat kegiatan perikanan tangkap maupun keramba jaring apung (KJA). Pemanfaatan waduk untuk berbagai kepentingan dimungkinkan menjadi salah satu sumber masukan nutrien dan berdampak bagi struktur komunitas plankton di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrient  (nitrat dan ortofosfat), struktur komunitas fitoplankton dan tingkat saprobitas indeks pada perairan waduk Ir. H. Djuanda, Purwakarta. Penelitian ini dilaksanakan bulan November-Desember 2014. Pengambilan sampel air dilakukan selama 2 kali dengan interval waktu pengambilan sampel air 1 bulan di 5 titik stasiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar nitrat yang diperoleh termasuk ke dalam oligotrofik, dengan kisaran nilai antara 0,212-0,867 mg/l. Nilai ortofosfat berkisar antara 0,061-0,359 mg/l termasuk kedalam perairan eutrofikasi-super eutrofik. Kelimpahan fitoplankton dengan rata-rata keseluruhan 568.406 Ind/l. Jenis fitoplankton tertinggi selama penelitian adalah Oscilatoria sp dan jenis Peridinium sp. Nilai H’ berkisar antara 1,41-1,81 keanekaragaman rendah, nilai e berkisar 0,46-0,68 keseragaman sedang sedangkan indeks dominasi berkisar 0,24-0,43 yang berarti tidak terdapat jenis biota yang mendominasi. Berdasarkan nilai TSI yang diperoleh sebesar 0,6-1,5 termasuk pada perairan β-Mesosaprobik. Kesuburan perairan ini masih dapat dimanfaatkan oleh organisme di perairan. Ir. H. Djuanda Reservoir is located in Purwakarta, West Java with an altitude of 111 m above sea level and 8.300 ha wide. The reservoir is used by local people as a source of clean water, tourism and fisheries activities areas as well as floating net cages (KJA). Utilization of reservoirs for various purposes, is possible to be one source of nutrient input and impacts on the community structure of plankton in the waters. This research was aimed to determine of nutrient content (nitrate and orthophosphate), community structure of phytoplankton and the level of water saprobitas in Ir. H. Juanda Reservoir. The research was conducted in November-December 2014. Water sampling was conducted twice with water sampling interval of 1 month in 5 point stations. The results showed that nitrate belongs to the oligothrofic, with a range of values between 0,212 to 0,867 mg/l. Value of orthophosphate ranged from 0,061 to 0,359 mg/l is included into eutrophic-super eutrophic waters. The highest phytoplankton abundance in the research are Oscilatoria sp and Peridinium sp with a values 568.406 Ind/l. Value of H' ranged from 1,41 to 1,81 low diversity, values of e ranged from 0,46 to 0,68 medium uniformity while dominance index ranged from 0,24 to 0,43 which means there is not kind of life that dominates. Based on the value of TSI 0,6 to 1,5 is included into β-Mesosaprobic waters. Waters productivity still can be utilized by organisms in the waters.
SEBARAN SPASIAL TERIPANG TANGKAPAN NELAYAN BERDASARKAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK SEDIMEN DI PULAU GELEANG KARIMUNJAWA Huda, Hasdin Nur; Sulardiono, Bambang; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 1 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.389 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i1.22534

Abstract

Teripang merupakan salah satu biota yang keberadaanya mulai terancam akibat tingginya aktifitas penangkapan. Tingginya aktifitas penangkapan tersebut menyebabkan jumlah populasi teripang terus menurun dengan tajam. Oleh karena itu, perlu diadakan penelitian untuk mengetahui bagaimana kondisi teripang tersebut. Penelitian dilakukan pada bulan November-Desember 2016 dengan 4 titik lokasi dimana titik 1 pada 5⁰87'05,38'' LS dan 110⁰36'33,25'' BT, titik 2 pada 5⁰88'45,90'' LS dan 110⁰35'81,89'' BT, titik 3 pada 5⁰88'18,65'' LS dan 110⁰34'82,57'' BT dan titik 4 pada 5⁰86'79,84'' LS dan 110⁰35'37,36'' BT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kelimpahan teripang, mengetahui jumlah kandungan bahan organik sedimen perairan, sebaran spasial teripang tangkapan, dan hubungan bahan organik sedimen terhadap sebaran spasial teripang. Metode yang digunakan yaitu Random Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukan terdapat 4 spesies yang teridentifikasi yaitu Actinopyga echinites, Holothuria edulis, H. nobilis, dan Stichopus variegatus. Kelimpahan Teripang tertinggi pada titik 2 dengan 7 ind/m2. Sebaran spasial teripang tertinggi terdapat pada titik 2 yang memiliki kandungan bahan organik sedimen (5.7 %). Berdasarkan hasil uji regresi, bahan organik sedimen berhubungan dengan sebaran teripang. Hasil perhitungan uji regresi, angka koefisien determinasi (R2) adalah 0,603. Koefisien determinasi (R2) tersebut menunjukan bahwa kandungan bahan organik pada sedimen berpengaruh sebesar 60,3% terhadap sebaran Teripang di perairan tersebut. Hal tersebut juga menunjukan bahwa variabel lain memiliki pengaruh sebesar 39,7% terhadap sebaran Teripang. Uji korelasi menunjukkan kategori korelasi kuat dengan (r) adalah 0,778. Angka koefisien korelasi (r) = 0,778 dapat diartikan bahwa hubungan kedua variabel yang diuji adalah sangat kuat. Nilai F signifikan 4,33% artinya variabel bebas berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat. Sea cucumber is one of the biota that its existence began to be threatened due to high catching activity. The high catching activity has caused the population of sea cucumbers to continue to decline sharply. Therefore, it is necessary to conduct research to find out how the condition of the sea cucumber. The study was conducted in November-December 2016 with 4 point locations where point 1 was at 5⁰87'05,38''LS and 110⁰36'33,25 '' BT, point 2 at 5⁰88'45,90 '' LS and 110⁰35'81, 89 '' BT, point 3 at 5⁰88'18,65 '' LS and 110⁰34'82,57 '' BT and point 4 at 5⁰86'79,84 '' LS and 110⁰35'37,36 '' BT. This study aims to determine the type and abundance of sea cucumbers, to know the amount of organic sedimentary water content, the spatial distribution of sea cucumbers, and the relationship of organic matter of sediment to the spatial distribution of sea cucumbers. The method used is Random Purposive Sampling. The results showed there were 4 species identified namely Actinopyga echinites, Holothuria edulis, H. nobilis, and Stichopus variegatus. Abundance of Sea Cucumber highest at point 2 with 7 ind/m2. The highest spatial distribution of sea cucumber is found at point 2 which has the content of organic sediment material (5.7%). Based on regression test result, organic sediment material is related to the distribution of sea cucumber. Result of calculation of regression test, coefficient of determination (R2) is 0,603. Coefficient of determination (R2) shows that the content of organic matter in sediment has an effect of 60.3% on the distribution of Sea Cucumber in these waters. It also shows that other variables have an effect of 39.7% on the distribution of Sea Cucumber. The correlation test indicates strong correlation category with (r) is 0.778. Correlation coefficient (r) = 0.778 can be interpreted that the relationship between the two variables tested is very strong. The value of F significant 4.33% means that independent variables significantly influence the dependent variable.
ANALISA KUALITAS PERAIRAN DITINJAU DARI TINGKAT SAPROBITAS DAN KANDUNGAN KLOROFIL DI MUARA SUNGAI BODRI KENDAL Ramanda, Okky Aditya; Sulardiono, Bambang; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 1 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.958 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai saprobitas perairan (SI dan TSI), kandungan klorofil perairan, dan hubungan antara SI, TSI dengan kualitas perairan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2016 dengan materi yakni sampel air dari Muara Sungai Bodri dan metode deskriptif serta metode pengambilan sampel yakni Purposive Sampling Method. Sampling dilakukan dengan pengulangan waktu yakni pasang dan surut dengan 3 kali pengulangan dengan 4 Stasiun lokasi sampling. Hasil penelitian didapatkan 65 genera dengan 115 spesies yang didominasi oleh Bacillariophyceae seperti Synedra sp., Skeletonema sp., dan Asterionella sp. Kelimpahan fitoplankton tertinggi terjadi pada Stasiun 1 saat surut sebesar  85184 ind/L yang didominasi oleh Synedra ulna. Dari hasil penelitian didapatkan nilai SI pada kisaran 0.75-1.29 yang menyatakan perairan dalam kondisi β-Mesosaprobik hingga β-Mesosaprobik/Oligosaprobik. Sedangkan, untuk TSI didapatkan nilai 0.99-2.56 yang menyatakan perairan dalam kondisi β-Mesosaprobik hingga Oligosaprobik. Hasil pengukuran kadar klorofil-α menunjukkan bahwa klorofil-α pada wilayah di sekitar muara bernilai rendah. Hubungan antara nilai SI dan TSI dengan kualitas perairan menunjukkan nilai positif dengan keeratan lemah pada saat pasang serta nilai positif dan negatif dengan keeratan kuat pada saat surut. Kata Kunci : Muara Sungai Bodri; Klorofil-α; Indeks Saprobik; Tropik Saprobik Indeks ABSTRACT This study aims to determine the value of water saprobity (SI and TSI), chlorophyl-α content and the context of SI, TSI with water quality such as DO, TSS, Nitrate and chlorophyl-α in Bodri River Estuary. This study was conducted in August 2016. The material used in this study is a sample of water taken from Bodri Estuary. The method used in this study is descriptive method with also sampling method is Purposive Sampling. The sampling location consisted by 4 stasions and it done with repetition time of the high and low tide. The result showed 65 genera with 115 species dominated by Bacillariophyceae such as Synedra sp., Skeletonema sp. and Asterionella sp. The highest phytoplankton abundance occurs in Station 1 at low tide at value 85184 ind/L which dominated by Synedra ulna. SI values in the range 0.75-0.29 which states that the water in β-Mesosaprobic to β-Mesosaprobic/Oligosaprobic conditions. While using TSI, it obtained values at range 0.99-2.56 which it states that the water in β-Mesosaprobic to Oligosaprobic conditions. The results of clorophyl-α measurement showed that the chlorophyl-α in the area around the estuary at a low value. The connection between SI and TSI with water quality has a positive value with weak correlaion at high tide and positive and negative value with strong correlation at low tide. Keywords: Bodri River Estuary; Chlorophyl-α; Saprobic Index; Trophic Saprobic Index 
HUBUNGAN KANDUNGAN NITRAT (NO3) & FOSFAT (PO4) TERHADAP PERTUMBUHAN BIOMASSA BASAH ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) YANG BERBEDA LOKASI DI PERAIRAN RAWA PENING AMBARAWA, KABUPATEN SEMARANG Bakhtiar, Raidie; Soedarsono, Prijadi; Sulardiono, Bambang
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.201 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hubungan kandungan nitrat dan fosfat terhadap pertumbuhan biomassa basah eceng gondok yang berbeda lokasi di perairan Rawa Pening Ambarawa, dan mengetahui perbandingan lokasi pengikatan eceng gondok ditinjau dari pengukuran kandungan nitrat dan fosfat selama selang waktu 14 hari (2 minggu). Penelitian ini dilakukan pada bulan April hingga Juni 2012. Parameter panjang meliputi : tinggi batang eceng gondok, keliling total rumpun, luasan total rumpun, Parameter berat terdiri atas berat basah eceng gondok, dan Parameter Jumlah terdiri atas jumlah helai daun eceng gondok. Parameter kualitas air yang diukur adalah oksigen terlarut (DO), pH, suhu, kecerahan, kedalaman, nitrat dan fosfat. Hasil yang diperoleh melalui pengukuran kualitas air adalah oksigen terlarut 3,5 mg/l – 6,8 mg/l, pH 8,5 – 11,7, suhu perairan 270C  − 330C, nilai kecerahan 52,9 – 71,6 cm, nilai kedalaman 2,57 – 3,98 m. Untuk nilai kadar nitrat dan fosfat meliputi: Lokasi A di Kampung Rawa Tambakarejo memiliki nitrat 0,174 – 0,553 mg/l dan fosfat 0,023 – 0,052 mg/l.  Lokasi B di Sub DAS Torong memiliki nitrat 0,033 – 0,196 mg/l dan fosfat 0,012 – 0,037 mg/l. Lokasi C di Wisata Bukit Cinta Rawa Pening memiliki nitrat 0,527 – 1,467 mg/l dan fosfat 0,016 – 0,054 mg/l. Lokasi D di TPI Dinas Perikanan Ambarawa memiliki nitrat 0,295 – 1,070 mg/l dan fosfat 0,021 – 0,038 mg/l. Pada lokasi C memberikan hasil lebih baik terhadap pertumbuhan biomassa dibandingkan dengan perlakuan di lokasi yang lain. Pertumbuhan biomassa optimum eceng gondok berada pada kadar Nitrat (NO3) sebesar 1,467 mg/l yang terdapat pada waktu penelitian ke-3 dengan biomassa basah eceng gondok yaitu 2,87 kg dan pertumbuhan biomassa sebesar 2,091% kg/hari.
ANALISIS KUALITAS PERAIRAN BERDASARKAN KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI SUNGAI LANANGAN, KLATEN Azzam, Faudzi Ath Tho; Widyorini, Niniek; Sulardiono, Bambang
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 3 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.493 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i3.22549

Abstract

Sungai Lanangan merupakan bagian hulu Sungai Bengawan Solo yang terletak di Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten. Jenis limbah seperti limbah domestik, industri, pertanian, perikanan dan peternakan telah mencemari Sungai Lanangan. Limbah organik dari industri tepung aren dan mie soun yang dibuang di Sungai Lanangan mencapai 50 ton limbah per hari. Hal tersebut menyebabkan perubahan kualitas air dan komposisi fitoplankton di Sungai Lanangan.Penelitian ini dilakukan dari bulan Januari - Februari 2018 di Sungai Lanangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan dan komposisifitoplankton serta mengetahui kualitas perairan berdasarkan struktur komunitas fitoplankton di Sungai Lanangan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode survei denganpengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Frekuensi pengambilan sampel dilakukan setiap 1 minggu sekali selama 3 minggu. Sampel diambil dari 3 stasiun, dimana stasiun 1 dengan karakteristik perairan terbuka; Stasiun 2 dengan karakteristik dekat industri pengolahan tepung aren; dan stasiun 3 dengan karakteristik dekat dengan daerah budidaya air tawar.Hasil penelitian didapatkan 11 genera fitoplankton yaitu dari kelas Bacillariophyceae (4 genera), Cyanophyceae (2 genera), Chrysophyceae (1 genus), Ulvophyceae (2 genera), Zygnematophyceae (1 genus) dan Chlorophyceae (1 genus). Kelimpahan rata-rata fitoplankton tertinggi terdapat pada stasiun 2 dengan kelimpahan 1.989 ind/l yang didominasi oleh genus Oscillatoria. Indeks keanekaragaman rata-rata pada setiap stasiun adalah 1,68 pada stasiun 1; 1,63 pada stasiun 2; dan 1,52 pada stasiun 3. Dari hasil indeks keanekaragaman yang didapatkan tersebut menunjukkan kisaran nilai antara 1,52 hingga 1,68 yang berarti bahwa kualitas perairan Sungai Lanangan tercemar ringan.  Lanangan river is one upstream of Bengawan Solo river which located at Daleman, Tulung, Klaten. types of waste such as domestic waste, industrial waste, agriculture, fishery and animal husbandry polluted Lanangan river. Especially organic waste from palm starch and soun noodle industry that are dumped in the Lanangan river reaches 50 tonnes waste per day. This research was conducted from January to February 2018 in the Lanangan river. The purpose of this research is to find out the abundance and composition of phytoplankton; and to determine the water qualitybased on the structure of the phytoplankton community in Lanangan river. This research uses survey method and use purposive sampling method. The Frequency of sampling is done once a week for 3 week. The samples taken from 3 stations, where station 1 is open water; Station 2 is near palm starch and soun noodle industry; and station 3 is close to freshwater aquaculture area.The resultsof the research found 11 genus of phytoplankton in class Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Chrysophyceae, Ulvophyceae, Zygnematophyceae and Chlorophyceae. The highest average of phytoplankton abundance found in station 2 with 1,989 ind/l which is dominated by the genus of Oscillatoria. The average diversity index each station is 1.68 at station 1; 1.63 at station 2; and 1.52 at station 3. From the results obtained the diversity index indicates the range of values between 1.52 to 1.68 which show that the water quality of Lanangan River is lightly to moderate polluted.  
STRUKTUR KOMUNITAS IKAN KARANG PADA BOLA KARANG (REEF BALL) DI PERAIRAN PULAU PANJANG, KABUPATEN JEPARA, JAWA TENGAH Azhari, Muhammad Yusuf Muhar; Hendrarto, Boedi; Sulardiono, Bambang
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.816 KB)

Abstract

Pulau panjang merupakan salah satu objek wisata didaerah Jepara. Daya tarik dari wisata pulau Panjang yaitu terdapat ekosistem terumbu karang yang dimanfaatkan oleh wisatawan, dan masyarakat setempat. Adanya kegiatan wisata tersebut dapat memberikan dampak negatif terhadap ekosistem terumbu karang yang menjadi rusak, yang diduga dapat mengakibatkan terjadinya penurunan produktivitas perikanan dan perairan. Sehubungan dengan hal tersebut dapat dilakukan upaya rehabilitasi terumbu karang yang rusak dengan rehabilitasi menggunakan bola karang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ikan karang, dan mengetahui struktur komunitas ikan karang yang berada dikawasan bola karang terkait dengan perbedaan waktu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April dan bulan September 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu meteode visual sensus dengan melakukan pengamatan, pencatatan, dan identifikasi terhadap ikan karang yang berada dikawasan bola karang pada pengamatan bulan April dan bulan September 2013 dengan melakukan berenang bebas berjarak 4,5 meter dari setiap bola karang. Analisis data yang digunakan yaitu indeks komunitas, analisis uji t test, dan analisis uji chi-square. Hasil penelitian ikan karang di bola karang pada pengamatan bulan April dan bulan September 2013 terdapat 10 genus yang terdiri dari 15 spesies, dan terjadi peningkatan jumlah ikan karang. Analisis uji chi-square menyatakan ada perbedaan komposisi kelimpahan ikan karang pada pengamatan bulan April dan bulan September 2013. Indeks komunitas ikan karang pada bulan September lebih baik dibandingkan bulan April. Analisis uji t menyatakan ada perbedaan indeks komunitas ikan karang pada pengamatan bulan April dan bulan September 2013 di setiap bola karang yang terdapat di perairan pulau Panjang, Jepara. Panjang Island is one of the attractions in Jepara. The attraction of the Panjang Island tourism is coral reefs ecosystem which are utilized by the tourists, and the local community. The existence of  tourist activities can give a negative impact on coral reefs ecosystem, fisheries and aquatic productivity. In relation with that, it can rehabilitate damaged coral reefs use reef balls. The purpose of this study to was determine the reef fish species and the community structure of reef fish in the reef ball. This study was conducted in April and September 2013. This study used visual census method by observed, recorded, and identificated of reef fish in reef ball areas, on the observations in April and September 2013 by free-swimming within 4.5 meters of each reef balls. Data was analysis with community index,  t test, and chi-square analysis. The result of this study showed that, there were 10 genus consisted of 15 species, and there were increase of of reef fish in April and September. Chi-square test showed that there were significant differences between abundance of reef fish composition in April and September 2013. Community index of reef fish in September better than that in April. This was supported by t test analysis which stated that there were significant differences between community index of reef fish in April and September 2013 in every reef ball in Panjang Island, Jepara.
HUBUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN KADMIUM (Cd) TERLARUT DENGAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI SUNGAI SILANDAK SEMARANG Ardi, Helmi; Rudiyanti, Siti; Sulardiono, Bambang
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.119 KB)

Abstract

 ABSTRAK  Sungai Silandak terletak di Kota Semarang, Jawa Tengah. Sungai ini menerima limbah yang berasal dari kegiatan industri plastik yang dialirkan ke perairan, dan juga menerima aliran limbah rumah tangga serta terdapat banyak sarana transportasi air di bagian muara sungai.Limbah yang berasal dari industri tersebut mengandung logam berat timbal dan kadmium.Penelitian dilakukan pada bulan April 2016 – Mei 2016 di Sungai Silandak yang bertujuan untuk mengetahui konsentrasi kadmium dan timbal, mengetahui kelimpahan danstruktur komunitas fitoplankton, dan mengetahui hubungan kadmium dan timbal dengan kelimpahan fitoplankton. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan teknik samplingpurposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi kadmium di lokasi penelitian berkisar antara 0,0007 - 0,001 mg/l, sedangkan konsentrasi timbalberkisar antara 0,002 - 0,007 mg/l. Kelimpahan fitoplankton berkisar antara 1826 - 6730 ind/l, indeks keanekaragaman (H’) dengan angka 1.747 – 2.828, Indeks dominasi (d) diperoleh hasil dengan angka 0.077 – 0.284, dan indeks keseragaman (e) dengan angka 0.645 – 0.890. Tidak ada hubungan yang signifikan antara kadmium dengan kelimpahan fitoplankton dengan angka koefisien korelasi (r) sebesar 0.179 menunjukkan korelasi lemah.Tidak ada hubungan yang signifikan antara logam berat timbal dengan kelimpahan fitoplankton, diperoleh angka koefisien korelasi (r) sebesar 0.261 menunjukkan korelasi lemah.PCA (Principle Component Analysis) digunakan untuk mengetahui hubungan kadmium dan timbal dengan kelimpahan genera fitoplankton. Terdapat hubungan signifikan logam berat timbal dengan kelimpahan genus Dyctyocha sp dan Bacteriastrum sp di level 0.05 dari rentang kepercayaan  95 %, korelasi kuat negatif dengan koefisien korelasi -0.68. Kata Kunci  :Kadmium; Cd; Timbal; Pb; Kelimpahan Fitoplankton;Logam Berat; SungaiSilandak. ABSTRACT Silandak river is located in Semarang, Central Java. This river is suspect to receiving waste came from plastic industry activity which is streamed to the water, and also receiving household waste stream and there are plenty of water transportation in the section of the estuary. Waste from the industry is suspected contain heavy metals cadmium and lead.The study was conducted in April 2016 - May 2016 in the River of Silandak which aimed to determine the concentration of cadmium and lead, to determine the abundance and  the phytoplankton community structure, and to determine the correlation of cadmium and lead with the abundance of phytoplankton. The study used survey method with purposive sampling technique. The results showed the concentration of cadmium in the study locations was within the range of 0.0007 to 0.001 mg/l, while the concentration of lead was within the range of 0.002 to 0.007 mg/l. The abundance of phytoplankton ranged between 1826 - 6730 ind/l, the rate of diversity index (H’) was within the range of1.747 - 2.828, the dominance index (d) obtained results within the rate of 0.077 - 0.284, and evenness index (e) within the rate of 0.645 - 0.890. There was no significant correlation between cadmium with the abundance of phytoplankton with a correlation coefficient (r) of 0.179 which means weak correlations. There was no significant correlation between the heavy metals lead with the abundance of phytoplankton, the rate of the correlation coefficient (r) of 0.261 which means weak correlations. PCA (Principle Component Analysis) is used to determine the correlation cadmium and lead with the abundance of phytoplankton genus. There was a significant correlations of heavy metals lead with the abundance Dyctyocha sp and Bacteriastrum sp genus at 0.05 levels the range of 95%, a strong negative correlation with a correlation coefficient of -0.68. Keywords: Cadmium; Cd; Lead; Pb;Phytoplankton Abundance; Heavy Metal;Silandak River.
HUBUNGAN KERAPATAN LAMUN (SEAGRASS) DENGAN KELIMPAHAN TERIPANG (HOLOTHURIA) DI PANTAI ALANG-ALANG TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA Ristina, Mafi; Sulardiono, Bambang; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.077 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i4.22669

Abstract

Pantai Alang-alang terletak di Taman Nasional Karimunjawa yang memiliki ekosistem lamun dengan cukup baik. Banyak biota yang berasosiasi dengan lamun, salah satunya teripang yang merupakan unsur kekayaan keanekaragaman hayati laut. Tingginya harga pasar dan manfaat yang begitu besar bagi manusia, membuat permintaan komoditas tersebut meningkat dari waktu ke waktu sehingga mengancam kelestarian jenis tersebut di habitatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan lamun, kelimpahan teripang, dan  mengetahui hubungan antara kerapatan lamun dengan kelimpahan teripang di Pantai Alang-alang, Karimunjawa. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Mei 2018 di perairan Pantai Alang-alang, Karimunjawa. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode observasi dengan metode samplingnya random sampling. Pengambilan sampel teripang dilakukan pada ketiga stasiun lamun dengan kerapatan jarang, sedang, dan padat. Penghitungan pemetaan lamun dan kelimpahan teripang menggunakan kuadran 1m x 1m dan dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 jenis lamun yaitu Enhallus acoroides, Cymodoceae serulata, Thalasia hemprichii, dan Cymodoceae rotundata. Jumlah tegakan lamun pada kerapatan jarang 5378 tegakkan/80m2, kerapatan sedang 13564 tegakkan/80m2, dan kerapatan padat 28632 tegakkan/80m2. Teripang yang didapatkan di Pantai Alang-alang yaitu sebanyak 1 spesies pada kerapatan padat sejumlah 48 ind/80m2, kerapatan sedang 39 ind/80m2, dan pada kerapatan jarang 16 ind/80m2. Hasil analisa statistika kerapatan lamun dengan kelimpahan teripang terdapat korelasi r = 0,914, menunjukan korelasi erat sehingga semakin tinggi kerapatan lamun akan diikuti oleh melimpahnya teripang.                       Alang-alang Beach is located in Karimunjawa National Park which has good seagrass ecosystem. Many biota associated with seagrass, one of them is Holothuria which is an element of marine biodiversity richness. The high market price and the enormous benefits for humans, make the demand for these commodities increase over time, thus threatening the sustainability of the species in their habitat. This study aims to determine the density of seagrass, to know the abundance of Holothuria, and to know the relationship between the density of sea grass with the abundance of Holothuria in Alang-alang Beach, Karimunjawa. The research was conducted in May 2018 in the waters of Alang-Alang Beach, Karimunjawa. The method used in the research is the method of observation by the method of sampling random sampling. Sampling of sea cucumbers was done on three seagrass stations with rare density, medium, and solid. Calculation of seagrass mapping and abundance of Holothuria using quadrant 1m x 1m and done as much as 3 times repetition. The results showed that there were 4 types of seagrass: Enhallus acoroides, Cymodoceae serulata, Thalasia hemprichii, and Cymodoceae rotundata. The amount of seagrass standing at rare density 5378 stands / 80m2, medium density 13564 stands / 80m2, and solid density 28632 stands / 80m2. Holothuria are obtained in Alang-alang Beach that is 1 species in solid density of 48 ind / 80m2, medium density 39 ind / 80m2, and at rare density 16 ind / 80m2. The result of statistical analysis of seagrass density with the abundance of Holothuria is correlation r = 0,914, showing the correlation closely so that the higher density of sea grass will be followed by abundance of sea cucumber.
STRUKTUR KOMUNITAS, KELIMPAHAN FITOPLANKTON, DAN KLOROFIL α DI SUNGAI TUNTANG DEMAK (Community Structure and Abundance of Phytoplankton, Chlorophyll α in Tuntang River Demak) Fauzi, Reyhan Fathullah; Sulardiono, Bambang; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 4 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.579 KB)

Abstract

Fitoplankton mikroskopik adalah jasad renik yang melayang - layang di permukaan air. Fitoplankton merupakan tumbuhan yang banyak ditemukan di seluruh massa air pada zona eufotik, berukuran mikroskopis dan memiliki klorofil sehingga mampu membentuk zat organik dari zat anorganik melalui fotosintesis. Fitoplankton sebagai organisme autotrof menghasilkan oksigen yang akan  dimanfaatkan oleh organisme lain, sehingga fitoplankton mempunyai peranan penting dalam menunjang produktifitas perairan. Ketersedian fitoplankton suatu perairan dilihat berdasarkan kelimpahan dan klorofil ᾳ yang terjadi dalam perairan tersebut sangat ditentukan oleh keanekaragaman . Penelitian 1. Untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton,, klorofil α d perairan Sungai Tuntang, 2. Mengetahui indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominasi fitoplankton di Sungai Tuntang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2015 di Sungai Tuntang Demak. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah Fitoplankton dan Klorofil α . Metode yang digunakan adalah studi kasus, sedangkan pengambilannya Purposive Sampling Method. Sampling dilakukan dengan 3 kali pengulangan di 3 Stasiun lokasi sampling. Hasil penelitian didapatkan : 1. Jenis fitoplankton yang di temukan di Sungai Tuntang terdiri dari kelas  Cyanophyceae, kelas Diatome, kelas Desmidiacae, kelas Chlorophyceae, dan kelimpahan fitoplankton  yaitu  508 – 1261 ind/l, 2. Klorofil α berkisar antara 1,99 – 6,01 mg/m3, 3. Indeks keanekaragaman (H’) berkisar 1,72 – 2,20, indeks keseragaman (e) berkisar 0,53 – 0,69 dan indeks dominasi (c) berkisar 0,19 – 0,34.  Phytoplankton are floating microorganisms on the surface of the water. Phytoplankton is a plant that is frequently found throughout the mass of water in the euphotic zone, microscopic and has chlorophyll to be made of organic substances from inorganic substances through photosynthesis. Phytoplankton used as an autotrophic organism produces oxygen to be utilized by other organisms, so phytoplankton play an important role in supporting aquatic productivity. The existence of phytoplankton can be seen based on its abundance in waters, which is influenced by environmental parameters. This research is aimed to recognise the structure of phytoplankton community, chlorophyll existed in Tuntang waters, and to recognise the nutrient content (N, P) in Tuntang river waters. The research was conducted in October 2015 at Tuntang river,  Demak. The material used in this research is Phytoplankton and Chlorophyll α. The method used in this research is descriptive method and the sampling method is Purposive Sampling Method. Sampling is done by a repeating time that is 3 times repetition at the 3 stations of the sampling location. The results showed 4 genera with 24 species dominated by Diatome such as Nitzchia sp, Thalassiosira sp. The highest abundance of phytoplankton occurred at Station 1 during the 2nd repeat of 403 ind/L dominated by Nitzchia sp. The result of measurement of α-chlorophyll content obtained showed 0.28 - 0.62 mg/l. The highest chlorophyll-α values are at station I of 0.62 and the lowest is at station II of 0.28. This shows that α-chlorophyll around the river is at a low to moderate value.
Co-Authors - Herfina - Ruswahyuni Abhibawa, Ario Adi, Micael Tri Anggoro Agus Hartoko Ali Djunaedi Anhar Solichin Anjani, Putri Dewi Arif Darmawan Arif Rahman Asriningpuri, Degrita Herdianti Azzam, Faudzi Ath Tho Bani Setyawan Boedi Hendrarto Chrysalina Indrastuti Churun Ain Dewinta, Raisa Diah Ayuningrum, Diah Dian Ayu Sapta Nur Utami Djoko Suprapto Dyah Pertiwi Jaya Wardhani, Dyah Pertiwi Jaya Egar Dwi Prayudha Elrin Meivian Mongi, Elrin Meivian Erna Agustin Nurcahyani, Erna Agustin Fatima, Shintia Nurul Fauzi, Reyhan Fathullah Firdaus, Nur Salsabila Frida Purwanti Guliano Gema Adi Satria Haeruddin . Haeruddin Haeruddin Harahap, Malasari Hayu Asmawati Helmi Ardi, Helmi Herda Mustika Sari, Herda Mustika Hidayaturrohmah, Fitriana Huda, Hasdin Nur Hutami, Ganjar Hesti Ika Novalia Sihombing, Ika Novalia Indah Abrianti S, Indah Abrianti S Khasani, Andro Laksana, Mahalani Jati Liana, Tri Budi Maulina Septia Prahastuti Mauludi, Fadhil Max Rudolf Muskananfola Muhammad Sulaiman Muhammad Yusuf Muhar Azhari Mustofa Nitisupardjo Mutmainah, Ana Niniek Widyorini Nisa, Amida Urfah Khoirun Noky Rizky Samudra, Noky Rizky Norma Afiati Nugroho, Adhi Nurfaiza, Salma nurul latifah Nurwinda Hikmawati Nyayu Sandra Aprianti, Nyayu Sandra Oktavianto Eko Jati Pahingguan, Prayogi Panuluh, Citraningrum Mawa Prasasti, Lingga Dewi Prijadi Soedarsono Pujiono W. Purnomo Pujiono Wahyu Purnomo Puspitaningtyas, Indrie Hapsari Raden Ario Rahmatuloh, Irzani Hamzah Setya Raidie Bakhtiar Ramadhan, Mochammad Rizqy Ramanda, Okky Aditya Renni Yuniati Rina Susanti Ristina, Mafi Rizky, Fadhila Novita Rizqina, Cahya Ryanditama Ardiannanto Sahala Hutabarat Sari, Desy Melinda Setiawan, Bagus Putro Siahaan, Sahala Bonardo Sihotang, Silvyani Putri Silitonga, Yohana T. E. Siti Rudiyanti Sofiyani, Risna Gina Sonia Wulan, Sonia Sri Wahyuni Supriharyono - Supriharyono Supriharyono Suradi Wijaya Saputra Suryanti Sutrisno Anggoro Taufani, Wiwiet Teguh Ucik Ramita Sofiana, Ucik Ramita Yaya Fitriyah, Yaya