Claim Missing Document
Check
Articles

PKM Kelompok Pembudidaya Belut Sawah di Desa Puuhopa, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara Muhammad Idris; Amirullah Baharuddin; Utama Kurnia Pangerang
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 4 (2022): Oktober-Desember 2022
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.375 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i4.2409

Abstract

Telah dilakukan kegiatan pengabdian Program Kemitraan Masyarakat pada UMKM Srikandi yang beralamat di Desa Puuhopa, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, sekitar 102 Km dari Kampus Hijau Bumi Tridharma, Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara. UMKM ini memproduksi Kopi Belut yang sudah dikenal di Sulawesi Tenggara. UMKM ini mengalami masalah kontinuitas produksi terkait penggunaan bahan baku belut sawah hasil tangkapan yang tergantung musim. Solusi telah dilakukan dengan upaya budidaya belut sawah pada 48 kolam beton yang dikelola sendiri, namun kendalanya adalah pakan berupa keong mas, cacing tanah dan bekicot yang juga bersifat musiman, dan bahan lumpur untuk media belut sawah yang belum cukup. Kegiatan PKM mengintroduksikan dua jenis pakan belut sawah yang dibudidakan untuk menjamin kontinuitasnya yakni maggot Black Soldier Flies (BSF), dan cacing tanah Lumbricus rubellus. Kegiatan meliputi pelatihan mitra, penyediaan rumah BSF dan media budidaya cacing tanah, praktek budidaya BSF dan cacing tanah, penyerahan peralatan, serta pendampingan selama berlangsungnya kegiatan budidaya. Evaluasi keberhasilan kegiatan, menggunakan dua pendekatan yakni proses dan hasil. Dari aspek proses, mitra yang hadir saat pelatihan, termasuk Kepala Desa Puuhopa, menunjukkan antusiasme, keingintahuan yang besar dan respon yang sangat positif. Dari aspek hasil, setelah pemberian materi, 100% peserta pelatihan mengetahui beberapa aspek sederhana dari BSF dan budidayanya. Disimpulkan, kegiatan PKM yang menghasilkan sinergi antara kampus dan UMKM Srikandi, berdampak positif bagi kedua pihak, dan mampu menyelesaikan masalah yang ada pada UMKM Srikandi.
Efisiensi Pakan dan Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang Diberi Pakan Bersinbiotik, Prebiotik Bawang Hutan (Eleutherine bulbosa) pada Level Probiotik EM4 yang Sama Wa Ode Mutia Indah; Wellem H. Muskita; Muhammad Idris
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 4 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i4.26960

Abstract

Bawang hutan (Eleutherine bulbosa) mengandung senyawa metabolit sekunder yakni alkaloid, glikosida, flavanoid,fenolik, steroid, dan tanin yang merupakan sumber biofarmaka. Senyawa flavanoid memiliki sifat antioksidan sebagai penangkap radikal bebas karena mengandung gugus hidroksil yang bersifat sebagai redukstor dan dapat bertindak sebagai donor hydrogen terhadap radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan bersinbiotik, prebiotik bawang hutan (TBH) pada level probiotik EM4 yang sama terhadap efisiensi pakan dan pertumbuhan ikan nila. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf dan 3 ulangan yaitu Perlakuan A (0 TBH + 15 ml EM4), Perlakuan B (7,5% TBH + 15 ml EM4), Perlakuan C (10% TBH + 15 ml EM4) dan Perlakuan D (12,5% TBH + 15 ml EM4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian TBH dalam pakan memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan mutlak tapi tidak berpengaruh nyata terhadap efisiensi pakan ikan nila. Pertumbuhan mutlak tertinggi didapatkan pada ikan nila yang diberi pakan C sebesar 2,85 ± 0,26 g disusul pakan D, pakan B, dan pakan A masing - masing sebesar 2,56 ± 0,31 g ; 1,93 ± 0,38 g dan 1,47 ± 0,47 g. nilai efisiensi pakan ikan nila pada penelitian ini berkisar antara 5,99 ± 1,91% - 8,04 ± 0,22%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung bawang hutan 10% + 15 ml EM4 memberikan pengaruh nyataterhadap pertumbuhan mutlak dan tingkat konsumsi pakan, tetapi tidak berpengaruh terhadap rasio konversi pakan, efisiensi pakan dan kelangsungan hidup ikan nila.Kata Kunci : Ikan nila, tepung bawang hutan, efisiensi pakan dan pertumbuhan mutlak 
Studi Perkembangan Tingkat Kematngan Gonad (TKG) II ke III Induk Jantan dan Betina Abalon (Haliotis asinina) dengan Pemberian Pakan Makroalga Berbeda yang Dipelihara Pada Sistem Raceway Rasak Mulki; Agus Kurnia; Muhammad Idris; Irwan Junaidi Effendy
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.287 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i1.6380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pakan Gracillaria verrucosa dan G. arcuata terhadap waktu matang gonad pada induk abalon jantan dan betina H. asinina yang dipelihara pada system Raceway. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November-Desember 2016 selama 48 hari bertempat di Hatchery Abalon PT. Sumber Laut Nusantara kerjasama LP2T-SPK, Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Faktorial. Faktor yang di uji yaitu: (1) induk abalon dengan jenis kelamin berbeda (ukuran 6-7cm), (2) jenis pakan berbeda, yakni G. verrucosa dan G. arcuata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu yang dibutuhkan induk abalon jantan dan betina (H. asinina) untuk mencapai matang gonad (dari TKG II hingga TKG III) pada perlakuan JA (induk jantan dengan pakan G. verrucosa) adalah 42 hari, pada perlakuan BA (induk betina dengan pakan G. verrucosa) adalah 42 hari, pada perlakuan JB (induk jantan dengan pakan G. arcuata) adalah 39 hari, dan pada perlakuan BB (induk betina dengan pakan G. arcuata) selama 40 hari. Sementara nilai rata-rata konsumsi pakan harian pada induk betina yang diberi pakan G. arcuata yaitu 16.67 g/hari dan induk abalon betina yang diberi pakan G. verrucosa yaitu 14.67 g/hari, lalu induk abalon jantan yang diberi pakan G. verrucosa 11.93 g/hari dan induk abalon jantan yang diberi pakan G. arcuata yaitu 8.48 g/hari. Pemberian pakan makroalga (G. verrucosa dan G. arcuata) tidak memberikan pengaruh yang berbeda terhadap waktu matang gonad induk jantan dan betina abalon (H. asinina) yang dipelihara pada sistem Raceway. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk mencapai TKG II ke III induk abalon jantan dan betina abalon, dapat diberikan pakan G. verrucosa dan G. arcuataKata kunci : Induk abalon, Konsumsi pakan, TKG, Sistem raceway
Pengaruh Penambahan Minyak Ikan Salmon dalam Pakan terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Post Larva Udang Windu (Penaeus monodon) Ahmad Saltin; Muhammad Idris; Agus Kurnia
Jurnal Media Akuatika Vol 1, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.447 KB) | DOI: 10.33772/jma.v1i4.4295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan minyak ikan salmon dalam pakan terhadap pertumbuhan dan sintasan post larva udang windu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuannya yaitu kontrol (0% minyak ikan salmon), 0,5% minyak ikan salmon, 1% minyak ikan salmon, dan 1,5% minyak ikan salmon. Variabel yang diamati adalah pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, sintasan, konsumsi pakan, rasio konversi pakan, dan kualitas air sebagai data penunjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan level minyak ikan dalam pakan memberikan perbedaan secara signifikan dalam pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, dan konsumsi pakan, tetapi tidak berbeda secara signifikan dalam sintasan dan rasio konversi pakan post larva udang windu. Secara umum, penambahan minyak ikan salmon dalam pakan, menunjukkan peningkatan pertumbuhan dan sintasan post larva udang windu. Kesimpulan menunjukkan bahwa 1% minyak ikan salmon dalam pakan memberikan pertumbuhan dan sintasan terbaik pada post larva udang windu. Kata Kunci : Minyak Ikan Salmon, Pertumbuhan, Sintasan, Post Larva Udang Windu, Penaeus monodon
Akumulasi Logam Berat Merkuri (Hg) serta Tingkat Serangan Parasit pada Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Perairan Desa Tunas Baru Kecamatan Rarowatu Utara Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara Hasni Hasni; Indriyani Nur; Muhammad Idris; Agus Kurnia
Jurnal Media Akuatika Vol 5, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.795 KB) | DOI: 10.33772/jma.v5i1.12243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akumulasi logam berat merkuri serta tingkat serangan parasit pada kepiting bakau (S. serrata) dari hasil tangkapan alam di Desa Tunas Baru Kecamatan Rarowatu Utara Kabupaten Bombana. Pengambilan dan pemeriksaan sampel kepiting dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada musim hujan (April) dan musim kemarau (Agustus) pada tahun 2018. Parameter yang diamati adalah jenis parasit dan tingkat serangannya serta akumulasi logam berat Merkuri (Hg) pada kepiting bakau pada musim berbeda. Penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu kegiatan lapangan yaitu pengambilan sampel dan kegiatan laboratorium yaitu pemeriksaan parasit. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis parasit yang ditemukan yaitu Nematoda dan Octolasmis sp. Akumulasi logam berat Hg tertinggi berada pada musimkemarau (0,014 mg/kg) dan terendah pada musim hujan (0,007 mg/kg). Prevalensi parasit (jenis Nematoda dan Octolasmis sp.) tertinggi berada pada musim hujan (100%) dan terendah pada musim kemarau (Nematoda 86% dan Octolasmis sp. 93%). Intensitas parasit tertinggi berada pada musim hujan (Nematoda 95 ind/ekor dan Octolasmis sp. 57 ind/ekor) dan terendah pada musim kemarau (Nematoda 6 ind/ekor dan Octolasmis sp. 20 ind/ekor). Kata Kunci: akumulasi logam berat Hg, prevalensi dan intensitas, Nematoda, Octolasmis, S. serrata
Subtitusi Minyak Ikan Dengan Minyak Jagung Dalam Pakan Terhadap Efisiensi Pakan Dan Pertumbuhan Juvenil Rajungan (Portunus pelagicus) Yang Dipelihara Dalam Sistem Resirkulasi Friska Pattricya Noya; Muhammad Idris; Oce Astuti; Agus Kurnia
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v6i3.19399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi minyak ikan (MI) dengan minyak jagung (MJ) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih rajungan (P. pelagicus). Tiga jenis pakan dibuat berdasarkan subtitusi MI dengan MJ yang terdiri atas : Pakan A (6% MI + 0%MJ), Pakan B (3% MI + 3% MJ), dan Pakan C (2% MI + 4% MJ). Sebanyak 36 ekor benih rajungan (bobot awal rata-rata : 39,31±2.20 g) dimasukkan ke dalam 12 akuarium (3 ekor/ akuarium) yang berukuran 60×50×40 cm. Rajungan diberi pakan  2 kali sehari (17.00 dan 22.00 WITA)  dengan dosis 10%  dari bobot tubuh  selama 60 hari pemeliharaan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa substitusi MI dengan MJ dalam pakan buatan memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap konsumsi pakan, rasio konversi pakan, efisiensi pakan, retensi protein, dan retensi lemak.namun tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak rata-rata, laju pertumbuhan spesifik, dan tingkat kelangsungan hidup rajungan. Pertumbuhan mutlak rata-rata yang diperoleh pada penelitian ini berkisar 1,25-2,46 g, laju pertumbuhan spesifik berkisar antara 0,0005-0,00101 %, konsumsi pakan tertinggi diperoleh sebesar 625,68 g, rasio konversi pakan sebesar 187,41, efisiensi pakan 0,85 %, dan tingkat kelangsungan hidup sebesar 75,00-91,67 %. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian 3% minyak ikan dan 3% minyak jagung dalam pakan buatan menghasilkan pertumbuhan, efisiensi pakan dan kelangsungan hiduptertinggi juvenil rajungan (P. pelagicus) pada pemeliharaan system resirkulasi Kata Kunci: Juvenil, Rajungan P. pelagicus, Minyak Ikan, Minyak Jagung
Pemanfaatan Tepung Daun Kelor (Moringa olifiera) terfermentasi dalam Pakan Terhadap Tingkat Kecernaan dan Pertumbuhan Ikan Mas (Cyprinus carpio) Rani Rani; Agus Kurnia; Muhaimin Hamzah; Wellem Hendrik Muskita; Muhammad Idris; Yusnaini Yusnaini
Jurnal Media Akuatika Vol 8, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v8i2.35376

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh penggantian tepung kedelai dengan tepung daun kelor terfermentasi denganbakteri Rhizopus sp dalam pakan terhadap tingkat kecernaan dan pertumbuhan ikan mas. Lima jenis pakan dibuat berdasarkan persentasi penggantian tepung kedelai (TK) dengan tepung daun kelor fermentasi (TKF) dalam pakan meliputi : 100% TK (pakan A), 75% TK + 25% TKF (pakan B), 50% TK + 50% TKF (pakan C), 25%TKF + 75 TK (pakan D) dan 100% TKF (Pakan E). Sejumlah 150 ekor ikan mas (berat 5,39 ± 0,42 g) ditempatkan kedalam 15 akuarium (10 ekor/akuarium) yang berukuran 60 × 50 × 40 cm3 dengan ketinggian air 30 cm. Parameter yang diamati yaitu tingkat kecernaan protein, kecernaan total dan pertumbuhan ikan mas. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata tingkat kecernaan protein ikan mas yang diberi pakan TKF lebih tinggi dibanding tepung kedelai, sedangkan nilai kecernaan total ikan mas yang diberi pakan uji tidak berbeda nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tepung kelor yang difermentasi dapat meningkatkan kecernaan protein ikan mas. Kata Kunci: Ikan mas, tepung kedelai, tepung daun kelor, fermentasi, kecernaan protein, kecernaan total.
Profil Asam Amino dan Pertumbuhan Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus lanceolatus × Epinephelus fuscoguttatus) yang Diberi Jenis Tepung Ikan Berbeda Muh. Nuryadin; Agus Kurnia; Wellem H. Muskita; Muhaimin Hamzah; Muhammad Idris; Yusnaini
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 7 No 2 (2023): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v7i2.512

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil asam amino dan pertumbuhan Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus lanceolatus × Epinephelus fuscoguttatus) yang diberi jenis tepung ikan yang berbeda. Tiga jenis pakan uji yang mengandung tepung ikan layang dan ikan tembang dibuat pada penelitian ini adalah 100 % tepung ikan tembang (Pakan A), 50% Tepung ikan tembang +50% Tepung ikan layang (Pakan B) dan 100% tepung ikan layang (Pakan C). Sebanyak 120 ekor ikan kerapu cantang (bobot awal rata-rata: 6.77± 0.64 g) dimasukkan ke dalam 12 akuarium (10 ekor per akuarium) berukuran 60×50 ×40 cm. Pemberian pakan ikan uji dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari secara ad libitum atau pemberian sampai kenyang selama 45 hari. Penelitian dirancang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), terdiri dari tiga perlakuan dan empat ulangan. Variabel yang diamati meliputi pertumbuhan mutlak, kelangsungan hidup, dan kandungan asam amino tubuh ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan uji tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan mutlak ikan kerapu cantang. Jenis asam amino tubuh ikan kerapu yang diberi pakan uji yang berbeda menunjukkan asam amino tertinggi adalah leusin (10865 mg/kg tubuh) dan terendah adalah histidin (3904 mg/kg tubuh). Profil asam amino tubuh ikan kerapu cantang pada awal pemeliharaan adalah sama dengan profil asam amino tubuh ikan uji pada akhir penelitian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa jenis dan jumlah asam amino yang ada dalam pakan ikan tembang, tepung ikan layang dan campuran keduanya sesuai dengan kebutuhan asam amino tubuh ikan kerapu cantang.
Ultrastruktural Dan Mekanik Exoskeleton Kepiting Bakau (Scylla Sp.) Terhadap Ion Ca2+ Yang Dipelihara Pada Sistem Resirkulasi La Suriadi; Muhammad Idris; Muhaimin Hamzah
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 8 No 1 (2024): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v8i1.678

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ion Ca2+ yang berbeda terhadap ultrastruktural dan mekanik exoskeleton kepiting bakau (scilla serrata) yang dipelihara pada sistem resirkulasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2020-Desember 2020, yang bertempat di Perumahan Dosen Kampus Lama, Blok D1, Kel. Lahundape, Rt 002 Rw 004 Provinsi Sulawesi Tenggara. Kepiting yang digunakan dlaam penelitian ini adalah kepiting bakau (Scylla sp) yang berasal dari pengepul yang diambil dari alam ukuran 90-100 g berasal dari daerah Bombana, Sulawesi Tenggara. Pemeliharaan hewan uji yang disiapkan adalah kontainer berukuran panjang 30 cm, lebar 16 cm dan tinggi 12 cm sebanyak 25 unit untuk satu perlakuan yang disusun dalam rak bertingkat. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) 3 perlakuan dan 25 kali ulangan dan deskripsi. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa ion Ca2+ berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap struktural, pertubuhan dan FCR. Selain itu ion Ca2+ yang direspon oleh kepiting melalui mekanisme osmoregulasi yang mempengarugi penggunaan energi. Hilangnya energi yang mengarah pada semakin rendahnya pertumbuhan yang dicapai. Kata Kunci : Ca2+, Kepiting bakau, mekanik, Pertumbuhan, Ultrastruktural
Biochemical responses of painted spiny lobster Panulirus versicolor fed with molluscs meal and fish meal Kurnia, Agus; Hamzah, Muhaimin; Idris, Muhammad; Muskita, Wellem Henrik; Abidin, La Ode Baytul; Sabilu, Kadir; Yusnaini, Yusnaini; Balubi, Abdul Muis; La Usaha, La Usaha; Fatmawati, Famawati; Razak, La Ode Abdul; Khairunnisa, Khairunnisa
Aceh Journal of Animal Science Vol 9, No 3 (2024): December 2024
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/ajas.9.3.42131

Abstract

Molluscs are one of the most preferred ingredients for marine lobster feed because the mollusc has a higher protein content. Therefore, this material has the potential to substitute the fish meals and reduce the cost for feeding lobsters. The objective of the present study was to investigate digestive enzyme activities and growth performance of painted spiny lobsters fed with a combination of mollusc meal and fish meal in the diet. Four experimental diets were formulated to contain 20% sardine fish meal and 20% mackerel fish meal (Diet A). 10% Telescopium muscle meal (TMM) + 15% golden snail meal (GSM) + 15% scallops muscle meal (SMM) (Diet B). 15% TMM + 10% GSM + 15% SMM (Diet C) and 15% TMM + 15% GSM + 10% SMM (Diet D). A total of 24 juvenile painted spiny lobsters were distributed into twelve plastic tanks (two lobsters/tank) with a size of 60 45 60 cm and reared in a recirculating system for a 50-day rearing period. The lobster was fed only one time a day (05:00 pm) with a dosage of 3% biomass weight. The results showed that the enzyme activities of lobsters fed with combined mollusc meals were higher than the enzyme activity in the lobsters fed with the fish meal combination diet. The weight gain of the painted spiny lobster fed with mollusc meal was higher than the lobster fed with a fish meal diet. Based on results of enzyme activities and growth performance. It was concluded that the combination of mollusc meal in the formulated diet was more suitable than the combination of fish meal for optimum enzyme activities and growth performance of painted spiny lobster
Co-Authors . Yusnaini, . ., Armin Abdul Majid Abdul Rahman Agus Kurnia Agus Kurnia Agus Kurnia Agus Kurnia AGUS KURNIA Agus Kurnia Agus Kurnia Agus Kurnia Ahmad Saltin Akbar, La Ode F. Akhril, Muhammad Amirullah Amirullah Amirullah Baharuddin Ardana Kurniaji Aslan, La Ode Muhammad Aslan, Laode M. Asnawai, . Baalu, Nurfati Balubi, Abdul M. Balubi, Abdul Muis Daniel Happy Putra Darman, Darman Effendy, Irwan J. Emiyarti Emiyarti Fatmawati, Famawati Firman, . Fitriah, Asnin Friska Pattricya Noya Hamzan Wadi Hasni Hasni Husni Dilla Astari Iba, Wa Iba, Wa Indrawan, Muhammad A. Indriana, Nova Indriyani Nur Indriyani Nur Indriyani, Nur Ira Ira Irdam Riani Irwan Junaidi Effendy Jumaisa, . Jumarlin, Jumarlin Khairunnisa Khairunnisa Kusnawan, Idham La Ode Baytul Abidin La Usaha, La Usaha Lawelle, Sjamsu Alam Ma'ruf Kasim Mahmudin, Yuyun MARIA BINTANG Masirudin, La Ode Muh. Nuryadin Muhaimin Hamzah Muhaimin Hamzah Muhaimin Hamzah Muhammad Ramli Muhammad Ramli Muliani Muliani, Muliani Musair, Irdayanti Muskita, Wellem Henrik Nahrullah, . Naimrudin, . Nur Asia, Nur Nur, Indriyani Oce Astuti Oce Astuti Pangerang, Utama K. Patadjai, Rahmad S. Piliana, Wa Ode Poluruy, Suparmin Rani Rani Rasak Mulki Razak, La Ode Abdul Rezki Amalyah RR. Ella Evrita Hestiandari Sabilu, Kadir Safitri, Waode Saleh, Muhammad Y. Salim, Muhammad A. Sansibar, Sansibar Sari, Ade Irma Sarimudin, Rizal Sitti, Sekar Aryati Sukriawan, Sukriawan Suparta, Syahruddin Suriadi Utama Kurnia Pangerang Wa Ode Mutia Indah Wellem H. Muskita Yusnaini Yusnaini Yusnaini Yusnaini Yusnaini Yusriadi, Andi Zainuddin Saenong, Zainuddin