Claim Missing Document
Check
Articles

Perwujudan Prinsip Kemanusiaan oleh Anggota Palang Merah Remaja di SMA Negeri 1 Rembang Purbalingga Jawa Tengah Eman Ferisa; Sumaryati Sumaryati
Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.751 KB) | DOI: 10.12928/citizenship.v4i1.6281

Abstract

Setiap manusia tidak bisa dilepaskan dari peran orang lain, mereka akan saling membutuhkan dan saling melengkapi satu sama lainnya. Namun yang lebih utama adalah mengutamakan kegiatan kemanusiaan. PMR merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang mengarahkan pada nilai kemanusiaan, anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan di bidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana perwujudan prinsip kemanusiaan oleh anggota PMR di SMA Negeri 1 Rembang, Purbalingga Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perwujudan prinsip kemanusiaan oleh anggota PMR di SMA Negeri 1 Rembang, Purbalingga Jawa Tengah.Jenis Penelitian ini adalah penelitian Kualitatif. Objek penelitian adalah Perwujudan Prinsip Kemanusiaan oleh Anggota PMR di SMA Negeri 1 Rembang, Purbalingga, Jawa Tengah. Subjek penelitian adalah Anggota PMR SMA Negeri 1 Rembang, Purbalingga, Jawa Tengah. Metode pengumpulan data adalah menggunakan wawancara dan observasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, klasifikasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Adapun hasil penelitian perwujudan prinsip kemanusiaan oleh anggota PMR di SMA Negeri 1 Rembang, Purbalingga, Jawa Tengah disimpulkan bahwa belum semua anggota Palang Merah Remaja di SMA Negeri 1 Rembang, Purbalingga mewujudkan prinsip kemanusiaan secara utuh, adapun alasan mengapa anggota PMR di SMA Negeri 1 Rembang, Purbalingga belum mewujudkan prinsip kemanusiaan secara utuh, karena dalam menolong orang yang terkena musibah anggota PMR tidak ikhlas menolong dan masih mempertimbangkan, memilih-milih orang yang akan ditolong, serta anggota PMR masih takut dengan jarum suntik jika mendonorkan darah.
Improving the Achievement of Learning Indonesian Through the Problem Based Learning Method in SDN 2 Getas Sumaryati Sumaryati
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 3 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.491 KB) | DOI: 10.20961/shes.v3i3.46670

Abstract

The purpose of this study was to increase the interest and learning outcomes of students in the Indonesian language muple in grade III elementary schools with the Problem Based Learning (PBM) learning model. The research conducted was a Classroom Action Research (CAR) in two cycles, with each cycle consisting of one meeting. The stages of each cycle are planning, implementing, observing and reflecting. Each meeting was carried out a pretest and post test to determine the development of students in cycle I 75% of students who complete after carrying out post tests. In cycle II participants Students who complete after carrying out the post test are 100%. These results indicate that the Problem Based Learning (PBM) learning model can improve student learning outcomes, especially the Indonesian language muple SDN 2 Getas.
PENGARUH BERMAIN FINGER PAINTING TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI RA. AL MUHAJIRIN BEKASI Pujianti, Yuli; Sumaryati, Sumaryati; Kusumawati Wijaya, Purwani
Al Hanin Vol. 3 No. 1 (2023): Al Hanin
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Marhalah Al Ulya Bekasi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/alhanin.v3i1.36

Abstract

The fine motor skills of children aged 5-6 years at RA Al Muhajirin Bekasi have not developed properly, so there needs to be an effort to develop these fine motor skills. This study aims to obtain empirical data regarding the significant effect of playing finger painting on the fine motor skills of children aged 5-6 years at RA Al Muhajirin Bekasi. The research method used in this thesis is a quantitative research method of experimental type. The experimental method is a research method to find the effect of certain treatments on others under controlled conditions. The research design used a true experimental design with a posttest-only control design technique. Posttest-only control design is an experimental research design in which two groups are selected randomly, the first group is given treatment and the other group is not given treatment. The data collection method used an observation sheet in the form of a checklist that measures the fine motor skills of children aged 5-6 years. The results of the post-test data analysis showed that the level of fine motor development of children treated with finger painting was higher (42.75) than the group of children who were not treated with finger painting (35.08). The results of hypothesis testing using the t-test which compares the average post-test scores obtained tcount = 5.110 and Sig. (2-tailed) = 0.000, with ttable = 2.22. Because the value of tcount is greater than ttable and the value of Sig. (2-tailed) is less than 0.05, then "Ha is accepted". The conclusion of this study is that there is a positive and significant effect of playing finger painting on the fine motor skills of children aged 5-6 years at RA Al Muhajirin Bekasi.
Pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) dalam Penguatan Tujuan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada Peserta Didik di Sekolah Memengah Atas Sumaryati, Sumaryati; Retnasari, Lisa; Winarti, Trining
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 5, No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v5.n2.2020.pp1-12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manfaat teknologi informasi (TI) dalam penguatan tujuan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMA. Teknologi informasi berperan penting sebagai upaya meningkatkan kualitas proses danĀ  hasil pembelajaran. Teknologi informasi diharapkan mampu membantu terwujudnya civic virtue (keadaban kewarganegaraan), yang tergambar dalam penguasaan pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), keterampilan kewaganegaraan (civic skill), dan karakter kewarganegaraan (civic dispositions). Metode penelitian yang gunakan yaitu kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan triangulasi model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa integrasi teknologi informasi dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di sekolah menengah atas mampu menguatkan tujuan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Hasil temuan peserta didik mampu menjelaskan konsep-konsep Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang sedang dipelajari, baik saat tanya jawab, diskusi, maupun presentasi tugas. Integrasi teknologi informasi juga mampu menguatkan karakter kewarganegaraan (civic disposition) melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler.Utilization of Information Technology (IT) in Strengthening the Purposes of Pancasila and Citizenship Education in Students in High Schools. This study aims to describe the benefits of information technology (IT) in strengthening the goals of Pancasila Education and Citizenship in high school. Information technology plays an important role as an effort to improve the quality of the process and learning outcomes. Information technology is expected to be able to help the realization of civic virtue (civic citizenship), which is reflected in the mastery of civic knowledge, civic skills, and civic dispositions. The research method used is descriptive qualitative, data collection techniques through observation, interviews and documentation. Data analysis techniques using the triangulation of Miles and Huberman models. The results showed that the integration of information technology in the learning of Pancasila and Citizenship Education in senior high schools was able to strengthen the goals of Pancasila and Citizenship Education. The findings of students are able to explain the concepts of Pancasila and Citizenship Education that is being studied, both during question and answer, discussion, and assignment presentations. The integration of information technology is also able to strengthen the character of citizenship (civic disposition) through various extracurricular activities.
Strategi Pendidikan Karakter dalam Penyiaran Televisi Lokal (Studi di Reksa Birama TV Yogyakarta) Sumaryati, Sumaryati; Putra, Fajar Dwi; Supriyadi, Supriyadi
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 7, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v7i3.24604

Abstract

Abstrak:: Televisi seharusnya sebagai salah satu media pendidikan karakter. Namun dalam kenyataanya televisi, khususnya swasta lebih banyak menonjolkan aspek hiburan. Bahkan televisi swasta masih didorong oleh kepentingan bisnis, dan ideologi pemiliknya (owner). Sementara masyarakat juga memilih televisi sebagai pilihan hiburan. Tujuan penelitian mengeksplorasi strategi pendidikan karakter oleh televisi lokal DIY RBTV Yogyakarta. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dengan wawancara sejumlah 12 pertanyaan, observasi, dan dokumentasi. Jumlah responden ada tiga (Direktur RBTV, Kepala Penyiaran RBTV, dan seorang pembawa acara). Validasi instrumen oleh ahli penyiaran televisi dan dosen pengampu etika Tahapan proses analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian adalah program Embun Hati memuat karakter religius, Kabar Jogja memuat karakter disiplin, karakter sopan, dan santun, dan Leyeh-leyeh memuat karakter nasionalis. Strategi RBTV dalam melaksanakan pendidikan karakter dengan habituasi, pembudayaan, membelajarkan hal-hal yang baik (moral knowing), merasakan dan mencintai yang baik (feeling and loving the good), tindakan yang baik (moral acting), keteladanan dari lingkungan sekitar (moral modeling). Kontribusi hasil penelitian bagi pertelevisian Indonesia membuktikan bahwa televisi swasta sudah berkiprah dalam pendidikan karakter bangsa dan sebagai bahan evaluasi materi program acara televisi.Abstract: Television is supposed to be one of the media for character education. However, in reality, television, especially private television, emphasizes the entertainment aspect. Even private television is still driven by business interests, and the ideology of its owners. Meanwhile, people also choose television as an entertainment option. The purpose of the research is to explore the character education strategy by DIY local television RBTV Yogyakarta. The type of research is descriptive qualitative. Data collection methods were interview with 12 questions, observation, and documentation. There were three respondents (RBTV Director, RBTV Head of Broadcasting, and a program host). Instrument validation by television broadcasting experts and ethics lecturers Stages of data analysis process with data reduction, data classification, data presentation, and conclusions. The results of the research are that the Embun Hati program contains religious characters, Kabar Jogja contains disciplinary characters, polite and courteous characters, and Leyeh-leyeh contains nationalist characters. RBTV's strategy in implementing character education with habituation, acculturation, teaching good things (moral knowing), feeling and loving the good (feeling and loving the good), good actions (moral acting), exemplary from the surrounding environment (moral modeling). The contribution of the research results to Indonesian television proves that private television has taken part in national character education and as material for evaluating television program materials.
Inovasi Strategi Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat pada Satuan Pendidikan Dasar Sumaryati, Sumaryati; Retnasari, Lisa
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 9 No. 3 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v9i3.40759

Abstract

Permasalahan dalam penguatan pendidikan karakter (PPK) berbasis masyarakat. Permasalahan antara lain adanya perbedaan pandangan dan konsep tentang pendidikan karakter antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Tujuan penelitian ini menganalisis inovasi strategi PPK berbasis masyarakat di satuan pendidikan dasar. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian didesain dalam tiga tahapan persiapan (koordinasi, penyusunan materi dan instrumen), pelaksanaan (penyegaran konsep PPK berbasis masyarakat, forum grup diskusi, pengisian google form, analisis dan validasi data), dan pelaporan (penyusunan laporan seminar hasil penelitian). Subjek penelitian terdiri dari dua kepala sekolah dan 37 guru. Metode pengumpulan data dengan wawancara, forum grup diskusi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian list pertanyaan dan google form. Teknik analisis data reduksi data, klasifikasi data, display data, dan penyimpulan. Hasil penelitian, inovasi strategi penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat oleh satuan pendidikan dasar di kapanewon Galur Kulon Proggo adalah menjalin komunikasi secara luring maupun daring dengan semua stakeholder (orang tua, komite sekolah, unit-unit pemerintah maupun swasta dilingkungan sekolah), penandatanganan MOU dengan stakeholder sebagai sumber belajar, implementasi buku Pantauan Kegiatan Penguatan Nilai-nilai Karakter Siswa, dan memberdayakan stakeholder sebagai sumber belajar peserta didik,. Komunikasi secara virtual tetap dilaksanakan, meskipun kadang-kadang ditemukan beberapa kendala di dalamnya.
Kebenaran Pancasila sebagai Dasar Negara dalam Pandangan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Sumaryati, Sumaryati; Sukmayadi, Trisna
Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.03 KB) | DOI: 10.17977/um019v6i2p408-416

Abstract

This study aimed to describe the Pancasila and Citizenship Education study students' knowledge about the position of Pancasila as the state's basis and the true theory, students' views regarding the truth of Pancasila as the basis of the state, and efforts to improve the quality of the truth of Pancasila as the state's basis from the perspective of students. This study used a qualitative approach with a descriptive type of research. The technique of collecting data was through interviews conducted in discussions. Data analysis used data reduction techniques, data classification, data triangulation, data confirmation, and conclusions. The study results showed that students knew Pancasila as the basis of the state and the theory of truth of coherence, correspondence, pragmatism, and performative. Students' views on the five values of Pancasila were not implemented by Indonesian society and have not been fully beneficial in all areas of state and social life. Efforts to improve the quality of the truth of Pancasila as the state's basis could be made by increasing understanding of the five precepts of Pancasila, improving the curriculum, approaching all scientific fields, and forming a community of civilizing Pancasila values.
Implementasi Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 60 Tahun 2020 dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Sumaryati, Sumaryati; Merkuri, Yulia Gesti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 8, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um019v8i1p20-32

Abstract

This study aimed to analyze the insertion of anticorruption education, the realization of anti-corruption values, and the obstacles to inserting anti-corruption education in learning Pancasila and Civic Education. This study combined qualitative and quantitative approaches with a case study type. The results of the study showed that the inclusion of anti-corruption education in learning was carried out through four stages, namely identifying essential competencies, learning achievement indicators, and anti-corruption education materials; inserting anti-corruption education materials into essential competencies and learning achievement indicators; determining the methods, media, and evaluation of learning; as well as carrying out learning that contained anti-corruption educational material. The anti-corruption values students realize in learning include honesty, caring, independence, discipline, responsibility, hard work, simplicity, courage, and fairness. The obstacles to inserting anti-corruption education into learning were teachers experiencing difficulties developing strategies, choosing methods, and developing appropriate materials and media
Implementasi Kebijakan Desa Antikorupsi di Kalurahan Karangsewu Kulon Progo Sumaryati, Sumaryati
Pancasila and Civics Education Journal Vol 3, No 2 (2024): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/pcej.v3i2.19279

Abstract

In 2022 there were 133 cases of village fund corruption out of 155. Weakintegrity is the cause. Strengthening the integrity of village government officials with the anti-corruption village program. This program contributes to the prevention of corruption, but many village governments do not know about it. The vision and mission of Karangsewu village is in line with this program. The purpose of the study was to determine the implementation of the anti-corruption village aspect in Karangsewu village and its obstacles. Data collection using interviews and documentation. Data analysis techniques with reduction, classification, data display, conclusion. The results of the research show that each program refers to Perkal, Pergub, and or Perbub, supervision is carried out with a finger print system, dukuh work boxes, routine coordination meetings once a month. Community service through Pukesos and social media (kalurahan web, WAGrup). Community involvement with musduk, muskal, and musrenbangkal. The local wisdom of merti dusun has implemented anti-corruption values although it has not been programmed. Constraints are the lack of Perkal to support policy implementation, BPKal time management is not proportional, participation is still measured by attendance at activities, and there is no specific local wisdom related to anti-corruption.
STRATEGI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ERA SOCIETY 5.0 DI MADRASAH ALIYAH DARUL ISHLAH LUBUKLINGGAU Sumaryati, Sumaryati; Sumaryati; Sofwan; Desi Seplyana; Eko Purnomo
Istinbath Vol 16 No 2 (2024): Istinbath
Publisher : Kopertais Wilayah VII Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/istinbath.v16i2.26138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengembangan sumber daya manusia di madrasah aliyah dalam menghadapi tantangan era society 5.0, di mana aspek-aspek yang dikaji yaitu (1) bagaimana visi pengembangan sumber daya manusia di MA Darul Ishlah Lubuklinggau; (2) bagaimana proses pengelolaan sumber daya manusia di MA Darul Ishlah Lubuklinggau. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengembangan MA Darul Ishlah Lubuklinggau tertuju pada keberhasilan serta terwujudnya SDM yang berkompetensi, baik secara fisik dan psikis, sehingga mempunyai kesiapan dalam menghadapi era society 5.0 secara luas. (2) langkah-langkah SDM MA Darul Ishlah Lubuklinggau adalah penerapan manajemen secara fungsional yaitu : (a) perencanaan, yang dilaksanakan dalam rapat kerja awal tahun yang berhubungan dengan program kerja. (b) pengorganisasian, berupa struktur organisasi, yang mana kepala madrasah membawahi wakil kepala madrasah. (c) pelaksanaan yaitu menggerakkan semua sumber daya manusia di madrasah aliyah sebagai pelaksanaan serta rencana madrasah. (d) pengawasan yaitu dilakukan oleh kepala madrasah, wakil kepala bidang, guru piket. (e) Evaluasi dilaksanakan secara bulanan, serta tahunan, sebagai pemahaman penyesuaian perencanaan dan pelaksanaan.