Claim Missing Document
Check
Articles

Community Legal Protection in Obtaining Comprehensive and Quality Health Information and Education Rani Tiyas Budiyanti; Roro Isyawati Permata Ganggi; Murni Murni
Populasi Vol 30, No 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp.75795

Abstract

Based on the 7th article Law of the Republic of Indonesia Number 36/2009 on Health, everyone has the right to receive balanced and responsible health information and education. Even so, there are problems that still occur in the community such as unequal access to health information and unequal valid health education, especially in rural and coastal areas. This research aims to describe the government’s responsibility and the solutions that can be done in fulfilling the right to access health information. This research was normative research with a statutory and comparative approach using primary, secondary, and tertiary legal materials. The Indonesian government has a responsibility to fulfill the health information and education right based on the 17th article of Law of the Republic of Indonesia Number 36/2009 on Health. Several strategies can be done such as sector collaboration, building information system support facilities, provision of valid health portals, and allocation of budgeting related to health information and education.
SenMoR-VR: A Sensory and Motoric Improving Function Tool for Children Development Rinna Dwi Lestari; Penggalih M Herlambang; Muhammad Junaedi; Rani Tiyas Budiyanti
Journal of INISTA Vol 4 No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/inista.v4i2.581

Abstract

Many children have delayed development related to sensory and motoric function. Virtual reality can be developed to stimulate activity to develop the sensory and motoric function and adjust the physiotherapy. It can be more efficient, effective, and interactive, especially in the Z generation that is familiar with the technology. The study aims to develop and evaluate the SenMor-VR, virtual reality as a sensory and motoric improving function tool. The research method was research and development (R&D), which was initiated with situation analysis using literature review, development of the product, and evaluation This VR software contains many features i.e front-page, interactive games, and environments, and evaluation. Based on the technology acceptance model (TAM), the total average from the aspect of benefit of use is 4.5 which shows most of the respondents agree that this technology has benefits for them. The aspect of ease of use is 3.9 which shows that most of the respondents agree that this technology was easy to use. This virtual reality app has potency as a sensory and motoric improving function tool, but it needs further clinical research to evaluate its implementation in children.
Rekam Medis Elektronik Berbasis Cloud dalam Perspektif Etika dan Hukum di Indonesia Rani Tiyas Budiyanti; Septo Pawelas Arso; Penggalih Mahardika Herlambang
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 9 (2018): Infeksi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i9.617

Abstract

Rekam Medis Elektronik (RME) berbasis cloud telah berkembang di Indonesia. Layanan tersebut memiliki berbagai keuntungan seperti biaya lebih rendah, fitur lebih mudah digunakan, potensi data sharing antar layanan kesehatan, serta mempermudah pengambilan keputusan klinis. Meskipun demikian, implementasi RME berbasis cloud berpotensi menimbulkan masalah etika dan hukum seperti masalah keamanan data dan jaringan, kepastian penyedia layanan cloud, prosedur data sharing, dan rahasia medis. Indonesia belum memiliki regulasi spesifik mengenai RME maupun RME berbasis cloud. Regulasi diperlukan agar implementasinya tidak bertentangan dengan etika dan hukum yang berlaku di Indonesia.Cloud based-Electronic Medical Record (Cloud based-EMR) has been developing in Indonesia. These services have some benefits such as lower costs, more user-friendly features, potential for data sharing, and support to clinical decision-making. Nevertheless, the implementation has implicationsin ethical and legal issues such as data and network security, cloud service provider, data sharing procedures, and medical privacy. Indonesia has no specific regulation on EMR or cloud-based EMR. EMR and cloud based-EMR regulation are needed so that its implementation does not contradict with Indonesian ethics and laws.
Teknologi Cryonics dalam Perspektif Etika dan Hukum Rani Tiyas Budiyanti
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 8 (2016): Infeksi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v43i8.98

Abstract

Konsep anti-aging dan immortality meyakini bahwa kehidupan dapat diperpanjang serta kematian dapat diperlambat. Pesatnya perkembangan teknologi kedokteran menghasilkan teknologi cryonics yang dikembangkan berdasarkan konsep tersebut. Cryonics merupakan metode pengawetan pada suhu dingin menggunakan zat cryoprotectant dalam nitrogen cair. Perkembangan cryonics berpotensi menimbulkan dilema etika dan hukum. Tinjauan dari berbagai sudut ilmu diperlukan agar teknologi tersebut tidak menimbulkan dilema etika dan hukum di masa depan.
Aspek Etika Pre-implantation Genetic Diagnosis (PGD) pada Teknologi Bayi Tabung Rani Tiyas Budiyanti
Cermin Dunia Kedokteran Vol 42, No 7 (2015): Stem Cell
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v42i7.991

Abstract

Teknologi bayi tabung memberikan peluang kepada para pasangan yang mengalami hambatan melakukan pembuahan alami untuk mendapatkan keturunan yang sehat dan berasal dari benih mereka. PGD (Pre-implantation Genetic Diagnosis) merupakan teknik skrining genetik embrio yang akan ditanam pada teknologi reproduksi bayi tabung. Dengan teknik ini dapat diketahui jenis kelamin dan kelainan genetik yang mungkin terjadi pada embrio, sehingga dapat menghindari kemungkinan implantasi embrio cacat. Dalam perkembangannya, PGD berpotensi menimbulkan masalah etika seperti seleksi embrio, sex selection, savior siblings, dan eugenika. Regulasi dan telaah mendalam oleh pakar dari berbagai disiplin ilmu diperlukan agar tidak menimbulkan masalah etika dan hukum di masa depan. Faktor psikologi sebaiknya juga dipertimbangkan dalam membahas masalah PGD.In vitro fertilization (IVF) gives an opportunity for couples who have barriers to natural conception. PGD (Pre-implantation Genetic Diagnosis) is a technique for embryos genetic screening. This technique can screen sex and genetic abnormalities to avoid the implantation of defective embryos. However, PGD can potentially raises ethical issues such as the embryos deselection, sex selection, savior siblings, and eugenics. Regulation and further studies from various disciplines are needed to prevent potential ethical and legal problems. Psychological factors should be also be considered.
Potensi Jejaring Sosial sebagai Media Belajar Mahasiswa Kedoketeran Penggalih Mahardika Herlambang; Rani Tiyas Budiyanti
Cermin Dunia Kedokteran Vol 41, No 8 (2014): Pediatrik
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v41i8.1111

Abstract

Mahasiswa kedokteran saat ini telah didominasi oleh Generasi Milenial ( Generasi Y) yang lahir antara tahun 1982-2000. Generasi tersebut telah terpapar teknologi sejak usia dini, salah satunya adalah jejaring sosial yang termasuk Web 2.0. Dilakukan penelitian observasional deskriptif dengan sampel 46 mahasiswa kedokteran yang mengisi kuesioner online di situs http://elearning.fk.uns.ac.id; 33% pria dan 67% wanita, 43% berusia 18 tahun. Sejumlah 57% responden mulai mengenal internet saat SD. Semua responden (100%) memiliki akun di berbagai situs jejaring sosial terutama Facebook® (46 orang) dan Twitter® (43 orang). Sebanyak 67% responden mengakses jejaring sosial hampir setiap hari, 57% sejak usia SD. Mereka mengaksesnya melalui laptop (38 orang), ponsel (34 orang), tablet (15 orang) dan melalui PC (5 orang). Sebanyak 78% responden setuju bahwa jejaring sosial dapat membantu mereka dalam belajar, 17% ragu-ragu dan hanya 4% yang tidak setuju. Disimpulkan bahwa jejaring sosial mempunyai potensi sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa kedokteran generasi Y.Medical students have been dominated by the millennial generation known as Y Generation. This generation was born between 1982-2000 and has been exposed to technology since early age, including social network in web 2.0. This research was descriptive observational study on 46 medical students, 33% male and 67% female, 43% in the age of 18 years. They filled online questionnaire at http://elearning.fk.uns.ac.id. All respondents have access to social networks, 57% since in elementary school. All have accounts in various social network sites, especially Facebook® (46 respondents) and Twitter® (43). Accessing is almost every day (67%), using laptops (38), mobile phones (34), tablet (15) and personal computer (5). 78% respondents agreed that social network could help in learning, 17% undecided, and 4% disagree. Social networks is potentially used as a learning medium among medical students of Y generation.
Evaluasi “ Sayang Ibu”: Aplikasi Kegawatdaruratan Ibu Hamil Antono Suryoputro; Rani Tiyas Budiyanti; Mela Nofitri
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47, No 9 (2020): Neurologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v47i9.912

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator derajat kesehatan. Di Indonesia, AKI masih cukup tinggi. Salah satu penyebabnya adalah keterlambatan rujukan dan kurangnya informasi mengenai tanda bahaya kehamilan terutama pada kehamilan risiko tinggi. Sayang Ibu merupakan aplikasi kegawatdaruratan ibu hamil yang dikembangkan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. Penelitian ini mengevaluasi penggunaan aplikasi ‘Sayang Ibu’. Metode penelitian adalah survei dengan kuesioner System Usability Scale (SUS) dan User Experience Questionare (UEQ) terhadap 28 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Rowosari, Semarang. Penelitian dilakukan pada bulan September 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aplikasi Sayang Ibu dapat diterima dan berguna dengan nilai rata-rata 70,18. Nilai ketertarikan pengguna, kemudahan, efisiensi, ketergantungan, dan stimulasi penggunaan di atas rata-rata. Sedangkan tingkat keterbaruan aplikasi dianggap kurang. Penggunaan aplikasi ‘Sayang Ibu’ memerlukan dukungan literasi digital ibu hamil.Maternal Mortality Rate (MMR) is one of indicator in healthcare. In Indonesia, MMR still high. Among other causes are delayed referral and lack of education on danger sign in pregnancy especially in high risk pregnancy. Sayang Ibu is emergency call application developed by Public Health Faculty Diponegoro University. This research aims to evaluate Sayang Ibu Application. The survey applied System Usability Scale (SUS) and User Experience Questionare (UEQ) to 28 pregnant mothers in Rowosari Primary Health Care area in Semarang City. This research was done in September 2019. The rate of usability was 70,18 showed that this application was useful. Based on user experience, Sayang Ibu Application had attractiveness, perspicuity, efficiency, dependability, and stimulation, but no novelty. Sayang Ibu Application needs digital literacy.
Penggunaan WhatsApp Grup Sebagai Media Pembelajaran Daring selama Pandemi COVID-19 Rani Tiyas Budiyanti; Roro Isyawati Permata Ganggi; Penggalih Mahardika Herlambang
Smart Society Empowerment Journal Vol 1, No 2 (2021): Smart Society Empowerment Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.106 KB) | DOI: 10.20961/ssej.v1i2.49666

Abstract

Latar Belakang : Pandemi Coronavirus Disease -19 (COVID-19) memberikan dampak pada berbagai sektor kehidupan termasuk diantaranya adalah sektor pendidikan. Himbauan mengenai physical distancing selama masa pandemi dan era new normal membuat ranah pendidikan mengoptimalisasikan pembelajaran melalui daring (online). Terdapat berbagai media pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran online, salah satunya dengan memanfaatkan instan messaging seperti WhatsApp Grup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan WhatsApp Grup sebagai media pembelajaran selama pandemic COVID-19.Metode : Penelitian bersifat deskriptif analitik dengan pengumpulan data melalui survei online menggunakan google form. Jumlah responden sebanyak 398 mahasiswa yang telah mendapatkan 3 sesi perkuliahan dengan menggunakan WhatsApp Grup. Waktu penelitian berlangsung pada bulan April hingga Mei 2020.Hasil : Berdasarkan penelitian, sebanyak 269 responden (67,6%) menyebutkan WhatsApp Grup efektif sebagai media pembelajaran, dengan 350 responden (87,9%) memiliki nilai post test ≥70. WhatsApp Grup memiliki beberapa keuntungan seperti hemat kuota dan dapat dikombinasikan dengan berbagai fitur pembelajaran. Sedangkan kekurangan dalam media ini adalah mahasiswa mudah terdistraksi dengan chat lain dan sukar diterapkan pada pembelajaran yang melibatkan presentasi mahasiswa.Kesimpulan : WhatsApp Grup dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran daring di masa pandemi COVID-19. Meskipun demikian, kombinasi penggunaan teks, gambar, video, dan games perlu dilakukan sehingga dapat memfasilitasi berbagai gaya belajar mahasiswa baik audio maupun visual.
Determinan Kepatuhan Siswa terhadap Protokol Kesehatan Selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Amalia Ninggar; Ayun Sriatmi; Rani Tiyas Budiyanti
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 10, No 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.10.3.2022.202-208

Abstract

Boyolali Sub-Regency  had  the highest total Covid-19 cases that was reported by Boyolali District Health Office on February 2022. The limited face-to-face learning / PTM in Boyolali Regency has been implemented on January 2022 with requirement of strict health protocols. The purposes of the study is to determine the affecting factors of students compliance in the application of health protocols during the limited face -to-face learning in Boyolali Sub-Regency. Quantitative research method with a cross-sectional approach. The total number of respondents were 359 students  in SD/ MI, SMP / MTs,  SMA / SMK and  MA who determined by proportional sampling technique. Data were analyzed by frequency distribution and simple liniear regression.The percentage of respondents with high compliance is higher (53.5%) than respondents with low compliance (46.5%).The affecting factors were age, level of education,knowledge, infrastructure supervision of school and community members, school support, friends support, and family support which has (p-value <0,005).The factors that didn’t affect was gender (p>0,005). The school should empower school health center role. It was done by involving the students checking  the application of health protocols. The  education office can make a pocket book containing health protocol rules during the limited face -to-face learning which can be a guide for family. The dostrict health office should socialization to community that they can also monitor health protocols during the limited face -to-face learning
Determinan Pemanfaatan Pelayanan Antenatal Care pada Masa Pandemi COVID-19 Ramadhanisa Dwi Primastuti; Septo Pawelas Arso; Rani Tiyas Budiyanti
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.77309

Abstract

Pandemi COVID-19 membatasi akses di seluruh sektor termasuk pelayanan antenatal care menyebabkan pelaksanaannya menjadi terhambat. Pemerintah menghimbau agar pelayanan kesehatan tetap terlaksana dengan semestinya terutama pelayanan antenatal care yang penting untuk dilakukan pada ibu hamil. Namun setelah dilakukan penyesuaian, frekuensi kunjungan ibu hamil masih rendah. Ibu hamil yang enggan melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan karena takut tertular COVID-19 serta kurang mendapatkan dukungan dari keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan utilisasi pelayanan antenatal care ibu hamil pada masa pandemi COVID-19 di Puskesmas Campurejo Kota Kediri. Utilisasi pelayanan antenatal care berdasarkan terpenuhinya jumlah kunjungan minimal pemeriksaan antenatal serta melakukan pemanfaatan kembali setelah vacuum pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari – Juli 2022 dengan metode kuantitatif serta menggunakan pendekatan cross sectional. Besar sampel 75 ibu hamil, metode pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner dan wawancara, serta dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan dengan utilisasi pelayanan antenatal care yaitu pengetahuan (p-value=0.000), penilaian individu (p-value=0.001), nilai keyakinan (p-value=0.001), dukungan keluarga (p-value=0.001), persepsi manfaat (p-value=0.001), persepsi hambatan (p-value=0.000), dan isyarat untuk bertindak (p-value=0.000). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan utilisasi pelayanan antenatal care yaitu pemberi pelayanan kesehatan (p-value=0.105). Perlu dilakukannya kerja sama antara pihak puskesmas dan kader ibu hamil untuk melakukan desiminasi informasi terkait pemeriksaan antenatal care, pendampingan kepada ibu hamil dan anggota keluarganya, perlengkapan USG, pengadaan sarana media KIE terkait pemeriksaan antenatal care, serta kerja sama dengan bidan wilayah dan kader dalam monitoring perkembangan kehamilan ibu melalui whatsapp. 
Co-Authors Addela Sekar Pramesthi Artyasari Ahmad, Nurul Fauziah Alvira Putri Calista Amalia Ninggar Anis Fuad Annisa Rakhmaningtyas Annisa, Viona Antono Surjoputro Antono Surjoputro Antono Suryoputro Antono Suryoputro Arum Rohana Asti, Helwa Firdausa Astriyani, Sri Ayun Sriatmi Ayun Sriatmi Aziza, Nafra Bella Octaviani Violinansa Budiyono Budiyono Budiyono, Shabrina Putri Chriswardani Suryawati Dyah Ayu Oktavia Eka Yunila Fatmasari Eka Yunila Fatmasari, Eka Yunila Ervina Yuni Ariani Farah Fauziah Rahmasari Fathahidin, Ghaniya Afiifa Fatma, Widi Fitri Aviana Gunanto Gunanto Hendry Gunawan Indrawati, Chaterina Ria Wahyu Irvine Nahla Anggraini Jati, Sutop Patria Khalishah, Jihan Nurul Qamariah Lumbanraja, Anggita Doramia Mabrukah, Aina Maftuh Dadang Setiana Manullang, Jessika Putri Natasya Martini Martini Matsna Hanifah Matsna Hanifah Matsna Haniifah Maylin Djuana Siboro Mela Nofitri Mela Notri Melinda Novitasari Muhammad Junaedi Muhammad Junaedi Murni Murni Murni Murni Murni Murni Murni Murni Murni Murni Murni Murni Nadira Hafizatin Izza Nanang Wiyono Nandini, S.KM., M.Kes, Nurhasmadiar Ni Made Deviana Widiantari Nida Adyaningrum Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nissa Kusariana Nissa Kusariana Nofitri, Mela Nugrahaeni, Ardhina Nur Laili Agustin Nurhasmadiar Nandini Nurhasmadiar Nandini Patricia, Patricia Lydia Honey Penggalih M Herlambang Penggalih Mahardika Herlambang Penggalih Mahardika Herlambang Penggalih Mahardika Herlambang Penggalih Mahardika Herlambang Pratiwi, Rachma Widya Pujiyono Pujiyono Pujiyono Putri Asmita Wigati Putri Asmita Wigati Putri, Farah Afanindya Jessedanta Radita, linggana Raditya Noriski Rahmadani, Annisa Nurindra Ramadhanisa Dwi Primastuti Rinna Dwi Lestari Rohmah, Virda Inzatur Roro Isyawati Permata Ganggi Roro Isyawati Permata Ganggi Roro Isyawati Permata Ganggi Roro Isyawati Permata Ganggi, Roro Isyawati Permata Santoso, Bagus Satrio Septo Pawelas Arso Septo Pawelas Arso Septo Pawelas Arso Septo Pawelas Arso Sofiyyah, Nailil Izza Surjoputro, Antono Sutopo Patria Jati Syamsulhuda BM Undayani Cita Sari Unzila, Erliana Wida Khoirunnisa Widyaputri, Anak Agung Ayu Wanda Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Yudhanto, Yoga