p-Index From 2021 - 2026
9.227
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengaruh Keputusan Penggunaan Telemedicine Halodoc di Kota Bogor Farah Fauziah Rahmasari; Putri Asmita Wigati; Rani Tiyas Budiyanti
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 11, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.11.2.2023.190-202

Abstract

The number of visits to telemedicine applications has increased during the Covid-19 pandemic. Halodoc is the most commonly used telemedicine platform in Indonesia. The return of public activity to health services after the easing of the pandemic were a challenge and opportunity for telemedicine service providers. Marketing is an important factor in influencing people's decision to use a product/services. This study aimed to examine the effect of Marketing 4.0 strategies on the usage of Halodoc's telemedicine services in Bogor City. The study used a quantitative method with a cross sectional approach, total research sample are 270 respondents who used Halodoc's telemedicine services, accidental sampling are used to select participants for the study, and the questionnaire had been tested for validity and reliability. The collected data was analyzed using the logistic regression test. The results showed that Co-creation strategy (Sig.=0.016) and Conversation strategy (Sig.=0.028) had an effect on the usage of telemedicine services through the Halodoc application in Bogor City, while Currency (Sig.=0.216) and Communal Activation strategy (Sig.=0.152) did not. The researchers recommend Halodoc to evaluate, improve, and develop an effective and sustainable marketing strategies to increase the use of telemedicine services in Bogor City.
PENGUATAN PERAN LINTAS SEKTOR DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TLOGOSARI KULON Septo Pawelas Arso; Rani Tiyas Budiyanti; Nurhasmadiar Nandini; Wulan Kusumastuti; Sutopo Patria Jati
Jurnal Pengabdian West Science Vol 2 No 08 (2023): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v2i08.547

Abstract

Kota Semarang menggalakkan percepatan penurunan stunting untuk mencapai zero stunting pada tahun 2024. Meski demikian hingga April 2023, di  wilayah kerja Puskesmas Tlogosari Kulon terdapat 35 balita yang mengalami stunting. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan penguatan peran lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting. Pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan melibatkan lintas sektor yang tergabung dalam Forum Kesehatan Kelurahan dan dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2023. Dalam pelaksanaan penguatan dilakukan capacity building, diskusi dan evaluasi dengan luaran policy brief dan lembar balik yang dibagikan kepada peserta. Pencegahan stunting pada balita memerlukan intervensi gizi baik spesifik maupun sensitif yang melibatkan lintas sektor. Oleh karena itu diperlukan dukungan dan kolaborasi multipihak seperti Puskesmas, Lurah, Kader Kesehatan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Urgensi Pengembangan Kurikum Pendidikan Kedokteran di Era Digitalisasi Layanan Kesehatan Penggalih Mahardika Herlambang; Rani Tiyas Budiyanti
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 2 (2023): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i2.73152

Abstract

Pendahuluan:  Teknologi kesehatan mulai masif berkembang dan diterapkan dalam layanan kesehatan seperti pemanfaatan telemedicine, virtual reality, artificial intelligence, maupun data sharing rekam medis elektronik. Dalam penerapan layanan kesehatan berbasis digital, pengetahuan serta skill dokter merupakan hal yang krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan urgensi pengembangan kurikulum pendidikan kedokteran dan model pengembangan pendidikan kedokteran di era digitalisasi layanan kesehatan.Metode: Penelitian ini merupakan literatur review dengan traditional approach  pada artikel jurnal dalam database GoogleScholar, Proquest, dan Scopus yang terbit pada tahun 2013-2023.Hasil dan pembahasan: Dalam pendidikan kedokteran, mahasiswa kedokteran diharapkan mengetahui dan mampu memanfaatkan teknologi dalam menunjang layanan kesehatan digital serta memahami isu etik dan legal yang dapat terjadi. Pengembangan kurikulum pendidikan dapat dilakukan dengan melakukan sertifikasi kompetensi, integrasi ke dalam kurikulum atau kolaborasi antar pendidikan kesehatan.Kesimpulan: Pengembangan kurikulum pendidikan kedokteran di era digitalisasi layanan kesehatan penting untuk dilakukan, pengetahuan maupun skill dalam pemanfaatan layanan kesehatan digital perlu dikembangkan oleh institusi pendidikan kedokteran agar nantinya mutu layanan kesehatan dan keselamatan pasien dapat terjaga.
Development Model of Perinatal Death Surveilance and Response (PDSR) in Semarang City, Indonesia Sutopo Patria Jati; Rani Tiyas Budiyanti; Nikie Astorina Yunita Dewanti; Ayun Sriatmi; Martini Martini
JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Vol. 8 No. 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmmr.8181

Abstract

The infant mortality rate is the important things to measure health status and achievement of Sustained Development Goals (SDGs). It can be used to audit the cause of perinatal death and used to planning program to prevent the death. In addition, data on perinatal deaths must be recorded in terms of population administration. The problem is underreported perinatal death so that data not valid. This is because many government stakeholder such as Health Office, Administrative Village, Family Empowerment and Welfare (PKK), and the Information and Communication Department has reported and recorded perinatal death themself but not integrated. This study aims to develop a concept of integrated perinatal death report and record. This research is qualitative research with following steps advocation, initial assessment, and development models through interview, observation, and Focus Group Discussion methods. The result of this study is existing condition and concept model that can integrate of perinatal death record and reported. The concept model in Semarang City, Indonesia can be done in two ways. First, data comes from the Health Office (SIM-KIA). Second, data comes from Administrative Village and Family Empowerment and Welfare (PKK). All of the data forwarded to the Integrated Data Integration System (SIDADU) in Information and Communication Service in Semarang City. To support the validity of data, the Health Office should identify all public and private health facilities related to perinatal care. The local government should release Circular Letter concerning the notification of services regarding the recording and reporting of perinatal deaths in Administrative Village.
Development Framework of Emergency Call Application in Pregnant Women Antono Suryoputro; Rani Tiyas Budiyanti
JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Vol. 8 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmmr.83105

Abstract

Referral problems in high-risk pregnancy can increase pregnant woman mortality. Beside of referral's delay in an emergency case, delay in knowing the danger sign also be the problem. In the development of technology, many information systems can be applied to recognize the danger signs of pregnancy and request immediate help in an emergency case. One of them is using the application on the smartphone. This study aims to develop a framework of emergency call application in pregnant women. This study was literature review research from the journal year 2009-2019, book, proceeding that related to danger signs of pregnancy and emergency call apss in pregnant women. Time research was done in July until Agustus 2019. The Result is a development framework of emergency call application in pregnant woman consists of personal information, danger sign information, calculator prediction of risk pregnancy, emergency button, chat feature, and examination history. It needs to identify health professionals, health care, and family that can be contacted immediately. The Conclusion is To implement an emergency system application for pregnant women, good technology literacy and joint commitments are needed.
Healthy Lifestyle Movement Pada Remaja di Kelurahan Bulusan Kecamatan Tembalang Rani Tiyas Budiyanti; Nurhasmadiar Nandini; Wulan Kusumastuti; Septo Pawelas Arso; Sutopo Patria Jati
Jurnal Pengabdian West Science Vol 2 No 12 (2023): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v2i12.765

Abstract

Kesehatan remaja merupakan hal yang krusial untuk diperhatikan. Kelurahan Bulusan Kota Semarang telah mengaktifkan posyandu remaja sejak tahun 2022. Meskipun demikian, penggalakan kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai hidup sehat baik fisik, mental maupun sosial pada remaja perlu untuk dilakukan. Oleh karena itu dilakukan pelaksanaan pengabdian untuk penggerakan hidup sehat (healthy lifestyle) pada remaja dengan melibatkan lintas sektor seperti Forum Kesehatan Kelurahan, Kelurahan, dan Kecamatan. Pelaksanaan pengabdian ini dilakukan pada bulan September hingga November 2023. Dalam pelaksanaannya dilakukan koordinasi perizinan, pengembangan media edukasi, pelaksanaan sosialisasi, dan evaluasi. Penguatan kesehatan fisik, mental, maupun sosial perlu dilakukan dan diperlukan dukungan dari berbagai pihak, tidak hanya sektor kesehatan tetapi juga non kesehatan.
Edukasi Terkait Penerapan Spatial Computing dalam Layanan Kesehatan Penggalih Mahardika Herlambang; Muhammad Junaedi; Rani Tiyas Budiyanti
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 04 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i04.1077

Abstract

Pada beberapa dekade terakhir, teknologi informasi mulai diterapkan dalam layanan kesehatan salah satunya adalah spatial computing seperti virtual reality, augmented reality, metaverse, dan sebagainya. Edukasi terkait penerapan teknologi tersebut perlu dilakukan kepada akademisi maupun praktisi kesehatan yang tertarik untuk mengkaji dan mengembangkan lebih lanjut pemanfaatan spatial computing dalam layanan kesehatan. Pelaksanaan sosialisasi dan edukasi telah dilakukan secara daring melalui GoogleMeet dengan respon yang cukup baik dari peserta. Meskipun peluang penerapan dan pengembangan spatial computing dalam layanan kesehatan di Indonesia cukup besar, tetapi diperlukan dukungan infrastruktur, sumber daya, anggaran, dan regulasi yang memadai.
Keabsahan Layanan Telemedisin terkait Surat Keterangan Sakit Online dalam Persepsi dan Ekspektasi Pengguna Wulan Kusumastuti; Rani Tiyas Budiyanti
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 6 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.6.352-357

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Surat keterangan sakit merupakan surat keterangan yang diberikan dokter untuk pasien yang dinyatakan sakit oleh dokter setelah melalui pemeriksaan kesehatan. Berdasarkan Pasal 93 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 mengenai Ketenagakerjaan, surat keterangan sakit dapat digunakan oleh pekerja sebagai dasar melakukan izin ke tempat kerja ketika sakit dan tetap dapat memperoleh upah. Adanya layanan kesehatan jarak jauh melalui telemedisin memunculkan berbagai isu etik dan hukum salah satunya terkait pemberian surat keterangan sakit secara online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan harapan pengguna telemedisin terkait surat keterangan sakit yang diterbitkan secara online melalui layanan telemedisin.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif  dengan pengambilan data melalui survey online yang dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2023 pada 100 orang responden.Hasil: Sebanyak 11 responden (11%) menyebutkan pernah memperoleh surat keterangan sakit online dari layanan telemedisin, meskipun 3 responden menyebutkan surat tersebut tidak sesuai dengan kondisi kesehatan senyatanya. Sebanyak 62 responden (62%) setuju jika surat keterangan sakit dapat diberikan secara online melalui telemedisin. Dan 99 responden (99%) setuju jika terdapat regulasi mengenai penggunaan dan keabsahan surat sakit online.Simpulan: Perlu adanya regulasi mengenai syarat dan prosedur pemeriksaan untuk mendapatkan surat keterangan sakit melalui telemedicine dan keabsahan penggunaannya. Selain itu, perlu peningkatan teknologi kedokteran dalam mendukung pemeriksaan jarak jauh melalui layanan telemedisin. Kata kunci: surat keterangan sakit, telemedisin, telekonsultasi Title: Validity of Telemedicine Services Related to Online Sickness Certificates in User Perceptions and ExpectationsBackground: A sick leave certificate is a certificate given by a doctor to a patient who is declared sick by a doctor after going through a medical examination. Based on Article 93 paragraph (2) letter a of Law Number 13 of 2003 concerning Manpower, a sick leave certificate can be used by workers as a basis for obtaining permission to work when they are sick and can still receive wages. The existence of remote health services through telemedicine raises various ethical and legal issues, one of which is related to the provision of online sick certificates. This study aims to determine the perceptions and expectations of telemedicine users regarding sick certificates issued online through telemedicine services. Methods: This research is a quantitative research with a descriptive approach which data collected using online survey and were conducted from March to June 2023 on 100 respondents.Result: Based on the research, 11 respondents (11%) had obtained an online sick certificate, although 3 respondents stated that the letter did not match the actual conditions. As many as 62 respondents (62%) agreed that sick certificates could be provided online via telemedicine. And 99 respondents (99%) agree that there are regulations regarding the use and legitimacy of online sick notes.Conclusion: There needs to be regulation regarding the terms and procedures for examination to obtain a sick certificate through telemedicine and the validity of its use. In addition, it is necessary to improve medical technology to support remote examinations through telemedicine services.Keywords: online sick certificate; telemedicine; teleconsultation
Factors Related to Women Health Literacy in The Coastal Area at Semarang City Rani Tiyas Budiyanti; Roro Isyawati Permata Ganggi; Murni Murni
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3: September 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.091 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i3.641

Abstract

Improving women health literacy is crucial. In addition to improving individual health conditions, a mother is also closer to her child in terms of parenting. Nevertheless, there are still various factors that influence the improvement of health literacy, especially in coastal areas. This study aims to determine the health literacy of women in coastal areas and the factors that influence it. This research is quantitative research with a cross-sectional approach. The research was conducted from March to July 2021 with locations in 4 sub-districts in the coastal area at Semarang City, namely Genuk, Tugu, North Semarang, and West Semarang. Respondents in this study were 220 people who were selected using the cluster random sampling technique. Data were obtained through interviews with questionnaires and analyzed by univariate and bivariate tests. Based on the results of the study, most of the respondents (65.5%) had health literacy at a medium level. Several factors that influence health literacy include education (p-value=0.006 ), motivation (p-value=0.0001), resources (p-value=0.0001), and social culture (p-value=0.011). Increasing knowledge and motivation related to health can be done through informal health training and group sharing. In addition, the support of resources from the government and the support of community leaders is also needed to improve health literacy in coastal areas. Abstrak: Peningkatan literasi kesehatan pada wanita merupakan hal yang krusial. Selain untuk meningkatkan kondisi kesehatan individual, seorang ibu juga lebih dekat dengan anak dalam hal pengasuhan. Meskipun demikian, masih terdapat berbagai faktor yang berpengaruh dalam peningkatan literasi kesehatan terutama di daerah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui literasi kesehatan pada wanita di daerah pesisir dan faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan selama bulan Maret hingga Juli 2021 dengan lokasi di 4 Kecamatan daerah pesisir Kota Semarang yaitu Genuk, Tugu, Semarang Utara dan Semarang Barat. Responden dalam penelitian ini sebanyak 220 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Data diperoleh melalui wawancara dengan kuesioner dan dianalisis dengan uji univariat serta bivariat. Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar responden (65,5%) memiliki literasi kesehatan dengan dengan level menengah. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap literasi kesehatan diantaranya adalah pendidikan (p=0.006 ), motivasi (p=0.0001), sumber daya (p=0.0001), dan kultur sosial (p=0.011). Peningkatan pengetahuan dan motivasi terkait kesehatan dapat dilakukan melalui pelatihan informal  kesehatan  dan grup sharing. Selain itu dukungan sumber daya dari pemerintah dan dukungan tokoh masyarakat juga diperlukan untuk meningkatkan literasi kesehatan di daerah pesisir.
Analisis Lima Aspek dalam Implementasi Kebijakan Membangun Budaya Keselamatan Pasien di RSUD RA. Kartini Kabupaten Jepara Sofiyyah, Nailil Izza; Jati, Sutop Patria; Budiyanti, Rani Tiyas
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jrkm.2022.14300

Abstract

The efforts tobbuild patient safety culture is the first step forxachieving patient safety. RSUD RA Kartini should have implemented a good patient safety culture, because patient safety is relating to the hospital quality services. The purpose of this study is analysing the implementation of policies as effort to build patient safety culture at RSUD RA. Kartini. This study is axqualitative research with analyticalcdescriptive approach and purposive sampling technique with in-depthxinterview data collection method. Thexresearchxsubjects consisted of medical staff , Chair of the Quality and Patient Safety Committee (KMKP), Chairxof the Patient Safety Sub Committee, KMKP staff, and Head of Medical Services Division of RSUD RA. Kartini. The resultsxof the study indicate that there is no regulation or procedure of individual roles in handling incidents. Staff openness, mutual trust and awareness in reporting incidents are still low because there are some staff who do not understand the mechanism for reporting incidents. Decreasing concern among staff if an incident occurs so that are not reported. The follow-up to the patient safety incident report at the RA Kartini Hospital was not optimal because the supervision from the board office directors and KMKP, named Patient Safety Round program had not been carried out routinely. The policy implementation in building a patient safety culture at RSUD RA Kartini has not been maximal because there are several aspects that have not been implemented properly.
Co-Authors Addela Sekar Pramesthi Artyasari Ahmad, Nurul Fauziah Alvira Putri Calista Amalia Ninggar Anis Fuad Annisa Rakhmaningtyas Annisa, Viona Antono Surjoputro Antono Surjoputro Antono Suryoputro Antono Suryoputro Arum Rohana Asti, Helwa Firdausa Astriyani, Sri Ayun Sriatmi Ayun Sriatmi Aziza, Nafra Bella Octaviani Violinansa Budiyono Budiyono Budiyono, Shabrina Putri Chriswardani Suryawati Dyah Ayu Oktavia Eka Yunila Fatmasari Eka Yunila Fatmasari, Eka Yunila Ervina Yuni Ariani Farah Fauziah Rahmasari Fathahidin, Ghaniya Afiifa Fitri Aviana Gunanto Gunanto Hendry Gunawan Indrawati, Chaterina Ria Wahyu Irvine Nahla Anggraini Jati, Sutop Patria Khalishah, Jihan Nurul Qamariah Lumbanraja, Anggita Doramia Mabrukah, Aina Maftuh Dadang Setiana Manullang, Jessika Putri Natasya Martini Martini Matsna Hanifah Matsna Hanifah Matsna Haniifah Maylin Djuana Siboro Mela Nofitri Mela Notri Melinda Novitasari Muhammad Junaedi Muhammad Junaedi Murni Murni Murni Murni Murni Murni Murni Murni Murni Murni Murni Murni Nadira Hafizatin Izza Nanang Wiyono Nandini, S.KM., M.Kes, Nurhasmadiar Ni Made Deviana Widiantari Nida Adyaningrum Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nikie Astorina Yunita Dewanti Nissa Kusariana Nissa Kusariana Nofitri, Mela Nugrahaeni, Ardhina Nur Laili Agustin Nurhasmadiar Nandini Nurhasmadiar Nandini Patricia Lydia Honey Patricia Penggalih M Herlambang Penggalih Mahardika Herlambang Penggalih Mahardika Herlambang Penggalih Mahardika Herlambang Penggalih Mahardika Herlambang Pratiwi, Rachma Widya Pujiyono Pujiyono Pujiyono Putri Asmita Wigati Putri Asmita Wigati Putri, Farah Afanindya Jessedanta Radita, linggana Raditya Noriski Rahmadani, Annisa Nurindra Ramadhanisa Dwi Primastuti Rinna Dwi Lestari Rohmah, Virda Inzatur Roro Isyawati Permata Ganggi Roro Isyawati Permata Ganggi Roro Isyawati Permata Ganggi Roro Isyawati Permata Ganggi, Roro Isyawati Permata Santoso, Bagus Satrio Septo Pawelas Arso Septo Pawelas Arso Septo Pawelas Arso Septo Pawelas Arso Sofiyyah, Nailil Izza Surjoputro, Antono Sutopo Patria Jati Syamsulhuda BM Undayani Cita Sari Unzila, Erliana Wida Khoirunnisa Widyaputri, Anak Agung Ayu Wanda Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Yudhanto, Yoga