Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PEMBIMBINGAN KETERAMPILAN MOTORIK MELALUI METODE BERMAIN PADA SEKOLAH DASAR KECAMATAN PUTRI BETUNG KABUPATEN GAYO LUES Myrza Akbari, Myrza Akbari; Rahmati, Rahmati; Lestari, Myrna; Razali, Razali
Jurnal Pengabdian Keolahragaan dan Sains Vol 1 No 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEOLAHRGAAN DAN SAINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membina dan meningkatkan keterampilan motorik dasar (seperti lari, lompat, lempar, dan koordinasi) siswa sekolah dasar di Kecamatan Putri Betung, Gayo Lues, melalui penerapan metode bermain yang edukatif dan menyenangkan. Metode yang digunakan adalah partisipatif melalui pendekatan learning by playing. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan permainan-permainan yang dirancang khusus untuk melatih komponen motorik kasar dan halus. Beberapa permainan yang diterapkan antara lain estafet bola, lompat tali, permainan target, dan permainan tradisional yang dimodifikasi. Peserta kegiatan adalah siswa dari kelas 1 hingga kelas 3 di beberapa SD mitra. Pelaksanaan dilakukan dalam beberapa sesi dengan melibatkan guru-guru setempat untuk memastikan keberlanjutan.: Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada partisipasi dan antusiasme siswa. Teramati peningkatan dalam kemampuan koordinasi, keseimbangan, kelincahan, dan kekuatan otot siswa. Selain itu, metode bermain berhasil menciptakan suasana pembelajaran yang positif, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan kepercayaan diri siswa. Guru-guru juga mendapatkan wawasan dan contoh praktis tentang metode pembelajaran jasmani yang inovatif, sehingga diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam proses belajar mengajar. Secara keseluruhan, kegiatan ini terbukti efektif sebagai sarana pembinaan keterampilan motorik dasar sekaligus menanamkan nilai-nilai sportivitas dan kerjasama pada siswa
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan dan Pengelolaan Diabetes Melitus Melalui Program Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan di Desa Tingkem Kecamatan Nisam Lestari, Myrna; Usman, Hafsah; Elvieta; Fatiyani; Ernita; Wahyuni, Yeni Fitri
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v5i1.1800

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan angka kejadian yang terus meningkat di seluruh dunia dan menjadi penyebab utama kematian. Peningkatan kasus ini juga terjadi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Aceh Utara, khususnya Desa Tingkem, Kecamatan Nisam, di mana masyarakat memiliki kebiasaan makan tinggi karbohidrat dan rendah aktivitas fisik. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini serta pencegahan diabetes menjadi faktor utama yang perlu diatasi melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis edukasi dan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat Desa Tingkem dalam pencegahan serta pengelolaan diabetes melitus melalui kegiatan edukasi, pemeriksaan kesehatan, dan pelatihan kader kesehatan desa. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif (Participatory Rural Appraisal) selama dua minggu pada bulan Agustus 2025. Sasaran kegiatan sebanyak 40 orang masyarakat berisiko tinggi DM. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap utama: edukasi kesehatan, pemeriksaan kadar gula darah dan tekanan darah, serta pelatihan kader kesehatan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta serta observasi partisipasi masyarakat. Kegiatan edukasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata nilai pre-test 58,4 menjadi 86,7 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 48,5%. Pemeriksaan kesehatan menunjukkan 25% peserta memiliki kadar gula darah sewaktu >200 mg/dL, 32,5% mengalami hipertensi, dan 27,5% tergolong obesitas. Selain itu, lima kader kesehatan desa berhasil dibentuk dan dilatih untuk melakukan deteksi dini serta promosi kesehatan secara mandiri. Program pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan pemeriksaan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan diabetes melitus.
Factors influencing pregnant women’s willingness for HIV testing in North Aceh Aida, Irnanda; Sabrida, Oktalia; Erlina, Erlina; AB, Myrna Lestari; Elvieta, Elvieta
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 8 No. 1 (2026): January: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v8i1.6739

Abstract

HIV remains a serious public health concern in Indonesia, particularly among pregnant women who are at risk of transmitting the virus to their infants. Despite the availability of testing, many women are still unwilling to undergo HIV screening. This study aimed to identify factors influencing the willingness of pregnant women to take HIV tests at UPTD Puskesmas Nisam, North Aceh District. A cross-sectional design was employed with 58 pregnant women attending antenatal care in 2025, selected through purposive sampling. Independent variables included knowledge, attitude, husband’s support, and health worker support, while the dependent variable was the willingness to undergo HIV testing. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using the Chi-square test. The results showed that most respondents had poor knowledge (67.2%), negative attitudes (65.5%), low husband’s support (67.2%), and inadequate health worker support (69.0%). More than three-quarters (77.6%) of respondents were unwilling to undergo HIV testing. Significant associations were found between knowledge (p=0.012), attitude (p=0.000), husband’s support (p=0.001), and health worker support (p=0.010) with willingness to undergo HIV testing. Conclusion: Knowledge, attitude, husband’s support, and health worker support significantly affect the willingness of pregnant women to undergo HIV testing. Strengthening health education and counseling is essential to increase testing uptake and prevent mother-to-child HIV transmission. Policymakers should integrate HIV testing promotion into antenatal care programs, while health workers are encouraged to implement community-based counseling and spousal involvement initiatives to enhance testing participation.