Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Semantik

Analisis Persediaan Multy Item dengan Mempertimbangkan Faktor Kadaluarsa Donny Ciputra; Theresia Sunarni
Semantik Vol 4, No 1 (2014): Semantik 2014
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3070.522 KB)

Abstract

Home industry Roti Tiga Saudara merupakan suatu industri yang memproduksi roti dengan beberapa jenis roti, yakni : rotitawar, roti zebra, roti 9 merah, roti isi 12, dan roti 577. Permasalahan yang sering terjadi adalah banyaknya jumlah roti yangkadaluarsa, sehingga menyebabkan kerugian bagi perusahaan yang berdampak pada penurunan pendapatan. Home industryini ingin mengoptimalkan perencanaan persediaan roti dengan memperhatikan kapasitas tiap jenis roti berdasarkan faktorkadarluasa.Untuk mengatasi hal tersebut, dalam penelitian ini akan dibahas mengenai perencanaan dengan model multy item terhadappertimbangan faktor kadaluarsa untuk mengurangi produk yang akan kadaluarsa. Dalam model ini didapatkan tingkatproduksi optimum (Q) setiap hari sebanyak 224 unit roti tawar, 88 unit pada roti zebra, 110 unit pada roti 9 merah, 112 unitpada roti isi 12 dan 162 unit pada roti 577. Dengan kemungkinan adanya roti yang akan kadaluarsa berdasarkan tingkatproduksi optimum (Qk) sebanyak 5 unit pada roti tawar, 8 unit pada roti zebra, 13 unit pada roti 9 merah, 16 unit pada roti isi12, dan 20 unit pada roti 577. Berdasarkan data Q dan Qk, didapatkan Total Biaya Persediaan (TAC) pada masing-masingroti yaitu pada roti tawar sebesar Rp 2.476.056,67, pada roti zebra sebesar Rp 1.351.582,67, pada roti 9 merah sebesar Rp1.363.646,19, roti isi 12 sebesar Rp 1.367.478,37, dan pada roti 577 sebesar Rp 1.157.265,79. Jumlah input (Q) yangdiperoleh diharapkan merupakan jumlah pesanan yang optimum dari jenis roti yang sesuai dengan pertimbangan kadaluars,sehingga mampu mengendalikan biaya persediaan yang ada.Kata kunci : Persediaan, Model Multy Item, Pertimbangan Kadaluarsa
Persepsi Efektivitas Pengajaran Bermedia Virtual Reality (VR) Theresia Sunarni; Dominikus Budiarto
Semantik Vol 4, No 1 (2014): Semantik 2014
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3092.04 KB)

Abstract

ne"> Penelitian ini mendeskribsikan persepsi Pengajar (Dosen)terhadap media Virtual Reality (VR) dan penggunaannya dalampengajaran. Untuk mengetahui persepsi Pengajar terhadap media VR dan penggunaannya dalam pengajaran, contoh mediaVR diberikan untuk diuji coba. Wawancara dilakukan kepada responden terpilih dan model dibangun dengan membagikelompok yang akan diwawancarai. Kelompok A menilai kondisi pengajaran tanpa media VR dan kelompok B pengajarandengan media VR. Hasil yang diperoleh menunjukkan (1) Pembelajaran merupakan aktivitas yang bertujuan untuk membantusiswa agar dapat memiliki kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotor seperti yang diinginkan. Untuk mencapaipembelajaran sukses dengan media VR, perlu perencanaan dan metode yang tepat. Pembelajaran konstruktivisme denganmenggunakan media VR bisa dikatakan efektif (“pembelajaran yang sukses”) jika telah memenuhi beberapa indikator yaituefektif, efisien (layak dan tidak membutuhkan usaha (effort) banyak), kinerja media baik (memiliki daya tarik). Efektivitaspengajaran dapat dicapai dengan program pembelajaran yang baik (desain media dan metode) yang dilakukan olehpengajar. Dengan strategi pengajaran bermedia VR dapat menciptakan kelas yang interaktif-aktif, efisiensi pengajaran dapatdicapai dan tingkat pencapaian materi yang terukur. (2) Penggunaan media VR dalam pengajaran sangat mendukung untukmateri yang syarat terhadap visualisasi, praktik dan keterbatasan sumberdaya. Keinginan dari responden cenderung sangattinggi (53,8%)terhadap penggunaan teknologi VR dalam pembelajaran. Saran yang diberikan untuk penelitian lebih lanjutyaitu perlu adanya mekanisme yang spesifik untuk mendesain VR dengan topik tertentu dan bagaimana implementasinya(efektivitas media VR).Kata kunci : Virtual Reality (VR), efektif, pengajaran, pembelajaran.
USULAN PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE CAMPBELL DUDEK AND SMITH (STUDI KASUS PADA PT PAN PANEL PALEMBANG) Yudit Christianta; Theresia Sunarni
Semantik Vol 2, No 1 (2012): Prosiding Semantik 2012
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.712 KB)

Abstract

PT Pan Panel adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang furniture. Penjadwalan produksi yang diterapkan perusahaan menggunakan sistem produksi First Come First Serve (FCFS). Metode FCFS melakukan pengurutan berdasarkan job yang datang dikerjakan terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan waktu penyelesaian seluruh produksi(makespan) menjadi tidak jelas dan memiliki kecenderungan makespan yang lebih panjang. Berdasarkan hal tersebut maka di dalam Tugas Akhir ini diberikan alternatif metode penjadwalan produksi melalui penerapan metode Campbell Dudek and Smith (CDS) untuk meminimumkan makespan.Metode CDS merupakan pengembangan dari algoritma Jhonson yang melakukan penjadwalan produksi berdasarkan atas waktu proses terkecil pada n job dan m mesin. Penjadwalan dengan metode CDS pada penelitian ini menghasilkan 18 iterasi. Iterasi terbaik terdapat pada k = 12, 13, 14 dan 15 dengan urutan penjadwalan produksi 3-5-2-1-4. Nilai makespan yang diperoleh adalah sebesar 261,03 jam. Penjadwalan produksi dengan penerapan metode CDS dapat meminimumkan makespan sebesar 18,05%.Kata kunci: Penjadwalan produksi, Campbell Dudek and Smith (CDS), Makespan