Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Penggunaan Pompa Hydram Untuk Pengairan Lahan Menggunakan Sistem Tekanan Hidrostatis Christian Soolany; Dhimas Oki Permata Aji; Sugeng Tri Marwanto
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang menjadi faktor penting dalam kehidupan makhluk hidup. Salah satunya yaitu pada kegiatan di bidang pertanian. Air menjadi fungsi vital pada media tumbuh tanaman di lahan. Proses pengairan lahan untuk kegiatan pertanian umumnya menggunakan pompa air yang menggunakan motor bakar, khususnya di daerah yang berada cukup jauh dari sumber mata air. Cara ini kurang efisien karena biaya operasional tinggi untuk pembelian bahan bakar pompa selama 8 jam dioperasikan. Salah satu solusi yang dikaji pada penelitian ini yaitu menggunakan pompa hydram untuk proses pengangkatan air ke lahan yang jauh dari sumber mata air. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancang Bangun Konvensional yang dilanjutkan dengan uji kinerja dari pompa hydram. Hasil uji kinerja dari pompa hydram yang dirancang mampu mengangkat air hingga ketinggian 8 meter dari sumber air, dengan debit rata – rata air yang diangkat adalah 3,72 liter/menit, efisiensi kinerja pompa yaitu 52,69 %. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa pompa hydram dapat digunakan sebagai alternatif penggunaan pompa khusunya untuk daerah – daerah lahan pertanian yang jauh dari sumber mata air. Kata kunci : air; bidang pertanian; pompa; pompa hydram.
Pengaruh Material Fly Ash Dan Zeolit Pada Alat Filtrasi SIFA Terhadap Penurunan Biochemical Oxygen Demand (BOD) Dalam Limbah Domestik Sigit Suwarto; Frida Amriyati Azzizzah; Arnesya Ramadhani; Christian Soolany; Virgiawan Listanto; Kharismatun Nafa
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang padat penduduk sehingga jumlah air limbah yang dihasilkan semakin meningkat, terutama limbah domestik yang merupakan limbah cair buangan yang berasal dari kegiatan rumah tangga. Sehingga dengan kondisi ini, kebutuhan akan air bersih menjadi sangat vital. Langkah alternatif yang digunakan untuk mengurangi limbah domestik dan memperoleh air yang lebih bersih adalah dengan penggunaan proses filtrasi. Proses filtrasi tersusun atas beberapa media filter yang digunakan untuk mengadsorbi polutan-polutan dari limbah cair. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui waktu optimum pada proses filtrasi menggunakan absorben fly ash batubara dan zeolit. Parameter yang menjadi tinjauan adalah kadar Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan pH pada limbah domestik pondok pesantren Al-Ihya Ullumadin Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Media filter yang digunakan tersusun dari 5 lapisan yaitu kerikil, ijuk, zeolit, pasir dan fly ash. Tahapan kerja pada penelitian ini yaitu mencari waktu filtrasi yang optimum dari variasi waktu 90, 150 dan 210 menit. Filtrat yang dihasilkan diuji kadar BOD dan pH. Hasil analisis menunjukkan waktu filtrasi yang paling optimum adalah 90 menit, menghasilkan penurunan BOD dari 13.294 mg/L menjadi 199 mg/L, yang berarti terjadi penurunan BOD sebesar 98,5% dan pH menurun dari 7 menjadi 6,5. Kata kunci :  biochemical oxygen demand; filtrasi; fly ash; limbah domestik; zeolit.
Desain dan Uji Performansi Alat Pengering Gula Semut Untuk Meningkatkan Kualitas Produksi Industri Rumahan Christian Soolany; Mutia Pamikatsih; Setya Permana Sutisna
Rona Teknik Pertanian Vol 16, No 2 (2023): Volume No. 16, No. 2, Oktober 2023
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v16i2.31195

Abstract

Abstrak. Gula semut adalah produk diversifikasi gula palma berbentuk butiran yang diperoleh dari nira aren, atau nira kelapa. Tanaman Kelamapa banyak tumbuh dengan subur di Kabupaten Cilacap, salah satunya dihasilkan oleh Kelompok Tani Semi Rahayu yang berada di Desa Prapagan Kecamatan Jeruk Legi. Kelompok tani ini mampu menghasilkan gula kelapa sebesar 2-3 ton per bulan. Proses produksi gula semut di kelompok tani semi rahayu dilakukan secara konvensional. Salah satu proses penting dalam proses produksi gula semut yaitu pengeringan. Proses pengeringan yang tidak sesuai dengan standar akan menyebabkan gula semut yang diproduksi mempunyai umur simpan yang pendek. Hal ini menjadi salah satu permasalahan pada kelompok tani semi rahayu karena proses pengeringan masih dilakukan secara manual. Untuk mengatasi permasalahan ini maka solusi yang ditawarkan yaitu teknologi tepat guna berupa alat pengering yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas gula semut sehingga umur simpan menjadi lebih panjang. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan gula semut dengan kadar air sesuai dengan baku mutu standar dengan rekayasa teknologi berupa alat pengering gula semut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah rancang bangun konvensional yang terdiri dari rancangan structural dan rancangan fungsional. Selanjutnya dilakukan uji kinerja dari alat pengering dengan melihat kadar air yang dihasilkan dari proses pengeringan. Hasil yang diperoleh dari 3 kali uji kinerja dengan kapasitas 50 kg dengan setiap 5 fan yang masing – masing fan berisi 10 kg gula semut. Pengukuran selama 8 jam diperoleh nilai kadar air pengukuran pertama adalah 2,583 % b/b, 2,417 % b/b, dan 2,083 % b/b. suhu pengeringan yang digunakan 60 oC . rata – rata kadar air yang dihasilkan sebesar 2,361 %, b/b dengan waktu pengeringan 8 jam menggunakan Gas LPG dengan konsumsi sebesar 2,1 kg.Design and Performance Test of Palm Sugar Dryer to Improve the Quality of Home Industry Production Abstract. One of the important processes in the production of palm sugar is drying. The drying process that is not in accordance with the standard will cause the palm sugar produced to have a short shelf life. This is one of the problems experienced especially for home industry producers because the drying process is still done traditionally. To overcome this problem, the solution offered is appropriate technology in the form of a dryer which is expected to improve the quality of palm sugar so that the shelf life becomes longer. The purpose of this research is to produce palm sugar dryer that is in accordance with the needs and capabilities of home industries so that it can produce palm sugar with water content according to standard quality standards. The method used in this study is a conventional design consisting of structural design and functional design. Furthermore, the performance test of the dryer was carried out by looking at the moisture content resulting from the drying process. The results obtained from three-time performance tests with a capacity of 50 kg and measurements for 8 hours obtained water content values were 2.583% w/w, 2.417% w/w, and 2.083% w/w. The drying temperature used was 60 oC which resulted in an average moisture content of 2.361%, w/w, drying time of 8 hours and required 2.1 kg of LPG gas as the main fuel.
Pendidikan Masyarakat Sehat Glikemik pada Keluarga Pengrajin Gula Kelapa Sari Manggar Desa Sunyalangu Kabupaten Banyumas Syska, Kavadya; Ropiudin, Ropiudin; Soolany, Christian; Budiyah, Feriani; Aji, Dhimas Oki Permata; Azzizzah, Frida Amriyati
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 11 (2024): February
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10694503

Abstract

Fokus kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu pendidikan kesehatan glikemik untuk keluarga pengrajin gula kelapa Sari Manggar di Desa Sunyalangu, Kabupaten Banyumas. Dengan pendekatan partisipatif, program ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesehatan glikemik dan mengurangi risiko diabetes mellitus. Kegiatan ini berkontribusi pada pengembangan pendidikan kesehatan masyarakat dengan menekankan gaya hidup sehat glikemik di kalangan keluarga pengrajin gula kelapa. Kegiatan ini menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran akan kesehatan glikemik khusus pada keluarga pengrajin gula kelapa Sari Manggar Desa Desa Sunyalangu Kabupaten Banyumas, sebagai langkah krusial dalam mencegah dan mengelola diabetes mellitus di masyarakat. Selain itu, kegiatan ini memberikan wawasan berharga untuk program pendidikan kesehatan berbasis masyarakat lebih lanjut, khususnya yang menargetkan kesejahteraan glikemik dalam pengaturan sosio-kultural serupa. Berdasarkan hasil analisis evaluasi menggunakan model CIPP (Context,  Input,  Process, and Product) pencapaian pelaksanaan kegiatan dengan persentase  82,65%  termasuk  dalam  kategori sangat  baik dengan peningkatan pengetahuan sebesar 84,0%,  peningkatan sikap sebesar 82,0%, dan peningkatan psikomotor sebesar 81,0%.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Introduksi Teknologi Pengering Berenergi Surya dan Biomassa pada UMKM Kerupuk Singkong Ropiudin, Ropiudin; Syska, Kavadya; Soolany, Christian; Budiyah, Feriani; Siswantoro, Siswantoro; Janah, Sofia Nur
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 5 (2024): Agustus
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13323367

Abstract

Desa Krangean, yang terletak di Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah, dikenal sebagai salah satu sentra produksi kerupuk singkong. Produk ini merupakan makanan ringan yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia. Namun demikian, pengeringan kerupuk singkong yang dilakukan oleh UMKM di desa ini masih mengandalkan metode tradisional yang bergantung pada cuaca, menyebabkan ketidakkonsistenan dalam kualitas produk dan penundaan produksi saat cuaca tidak mendukung. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperkenalkan teknologi pengering bertenaga surya dan biomassa sebagai solusi yang ramah lingkungan dan efisien. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pelatihan dalam pembuatan dan penggunaan teknologi pengering ini. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan keterampilan teknis masyarakat dalam merakit dan mengoperasikan alat pengering, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan teknologi ramah lingkungan. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, dan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. Penerapan teknologi pengering bertenaga surya dan biomassa di Desa Krangean telah meningkatkan efisiensi produksi, kualitas produk, dan pendapatan UMKM, memberdayakan masyarakat melalui pelatihan teknis dan kesadaran lingkungan, serta didukung oleh strategi keberlanjutan seperti pembentukan kelompok kerja, kerjasama berbagai pihak, dan evaluasi program untuk dampak ekonomi jangka panjang.
Erosion of Potato Field as Affected by Drainage Canal Intervals of a Horizontal-ridge System Kuncoro, Purwoko Hari; Wijaya, Krissandi; Mustofa, Asna; Sudarmaji, Arief; Sulistyo, Susanto Budi; Soolany, Christian
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jrpb.v12i1.596

Abstract

Previously, horizontal-ridge system has been shown effective in reducing soil erosion. But, it could cause water logging, which is detrimental to crop growth and yield. To solve this problem, drainage canal establishment might be reasonable. However, the evidence remains scarce. In this study, effect of drainage canal intervals on the volume of runoff, soil loss, and nutrient loss (N-total and P-total) were investigated. There were 4 drainage canal intervals applied to the 12 targeted plots (each sized 3 m x 3 m): R0, R1, R1.5, and R2 namely 0 m, 1 m, 1.5 m, and 2 m, respectively. In this case, R0 had no drainage canals and taken as the control. The measured runoff, soil loss, N-total loss, and P-total loss ranged 24.714 – 0.951 m3 ha-1, 0.002 – 0.507 ton ha-1, 0.849 – 204.881 kg ha-1, and 0.685 – 176.505 kg ha-1, respectively. The results revealed that existence of drainage canal increased runoff, soil loss, and nutrient loss compared to the control. Amongst them, R1 gave the highest values of soil and nutrient losses followed by R1.5, R2, and R0 as the lowest, which was probably due to the difference in number of drainage canal existing: 12, 7, 5, and 0, respectively. In addition, it was noticeable for a sufficient data trend conformity of the measured nutrient loss to the data of soil loss, runoff, and rainfall within a positive correlation amongst them. The data further confirmed the effect of soil structure condition on the volume changes of both runoff and soil loss.
Penerapan Teknologi Konversi Energi pada Sepeda Statis Menjadi Energi Listrik di Koridor Gedung Al Ghazali II Mahendra, Renaldo Ihza; Soolany, Christian; Permata Aji, Dhimas Oki
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 20, No 2 (2024): Vol 20, No 2
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v20i2.11742

Abstract

Energi listrik merupakan kebutuhan energi yang banyak dikonsumsi oleh seluruh sektor di Indonesia. Hal ini berbading lurus dengan meningkatnya jumlah populasi masyarakat di Indonesia. Pada era revolusi Industri 4.0 dan masyarakat society 5.0 salah satu upaya peningkatan kenyamanan dalam penunjang kegiatan aktivitas sehati – hari adalah dengan adanya wifi yang dapat diakses oleh masyarakat pada ruang publik. Salah satu ruang publik yang sering digunakan untuk aktivitas baik dalam forum diskusi maupun pekerjaan individu yang membutuhkan internet dan listrik yaitu pada Universitas. Universitas merupakan tempat Pendidikan yang memiliki komunitas yaitu Mahasiswa. Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap salah satu Universitas yang terletak di Kabupaten Cilacap Propinsi Jawa Tengah sudah berdiri dari tahun 2014 dan memiliki 2 Gedung untuk proses kegiatan belajar mengajar Mahasiswa. Untuk mendukung gerakan Pemerintah dalam transisi energi hijau maka perlu ada penerapan konversi teknologi untuk memenuhi kebutuhan listrik pada salah satu sudut Gedung. Konversi sepeda statis menjadi listrik menjadi salah satu alternatif solusi mendukung program tersebut. Sepeda statis yang awalnya hanya digunakan untuk kegiatan olahraga pada fasilitas olahraga bisa diterapkan diruang terbuka. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan merancang sepeda statis menjadi energi lsitrik di koridor Gedung Al Ghazali II. Metode penelitian ini adalah rancang bangun eksperimental. Parameter yang diamati adalah luaran listrik yang dihasilkan dan rancangan sepeda statis yang aman serta ergonomis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sepeda statis yang dirancang mampu menghasilkan rata-rata kecepatan putar sebesar 537,88 RPM, tegangan output rata-rata sebesar 12,02 Volt, dan arus rata-rata sebesar 3,32 Ampere. Sepeda statis ini berhasil mengonversi energi mekanik dari ayunan pedal menjadi energi listrik yang dapat digunakan untuk mengisi daya perangkat elektronik, mendukung konsep energi hijau yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Implementasi Konversi Sepeda Motor Bensin Manual Menjadi Sepeda Motor Listrik yang Ramah Lingkungan Soolany, Christian; Suwarto, Sigit; Permata Aji, Dhimas Oki; Azzizzah, Frida Amriyati; Pamungkas, Dani
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v20i1.10823

Abstract

“Isu lingkungan sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab untuk seleuruh Negara termaksud Indonesia. Kesadaran lingkungan telah memacu perkembangan teknologi yang ramah lingkungan, salah satunya dengan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Untuk mengurangi emisi karbon konversi sepeda motor bahan bakar menjadi kendaraan listrik menjadi alternatif pilihan yang hari ini efektif. Dukungan yang baik dari Pemerintah Indonesia terhadap regulasi yang mendukung upaya percepatan elektrifikasi kendaraan termasuk memberikan insentif pajak bagi produsen membuat penelitian konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi listrik menjadi fundamental untuk mengurangi emisi gas karbon. Oleh sebab itu tujuan dari penelitian ini mengetahui teknologi dan komponen yang digunakan untuk konversi motor listrik dan torsi yang dihasilkan dari konversi tersebut. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental, dengan menggunakan sepeda motor shogun tipe 125 R. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada 3 komponen utama yang digunakan untuk mengkonversi motor listrik yaitu motor BLDC, baterai, dan controller komponen yang digunakan mempunyai spesifikasi motor BLDC 2 kW, baterai 72 x 20 Ah dengan controller junken 10 kapasistas 3 kW. 2). Pengujian kinerja motor konversi listrik dengan dynotest untuk mengetahui torsi menghasilkan pada setiap gigi transmisi untuk gigi 1 torsi 13, 96 Nm,  gigi 2 torsi 12, 87 Nm, gigi 3 torsi 11, 35 Nm, dan gigi 4 torsi 9, 55 Nm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa konversi sepeda motor bensin menjadi sepeda motor listrik dapat menjadi alternatif untuk kendaraan yang ramah lingkungan.      
ANALISIS KECEPATAN PUTAR (RPM) DAN WAKTU PEMOTONGAN SINGKONG PADA MESIN PERAJANG SINGKONG Soolany, Christian
Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research Vol 4 No 1 (2023): Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research: Regular Issue
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jaber.2023.4.1.9405

Abstract

Singkong merupakan bahan pokok untuk membuat kripik singkong, yang banyak diminati oleh masyarakat, permintaan pasar yang banyak tidak sejalan dengan proses produksi yang masih manual, oleh karena itu diperlukannya mesin perajang singkong guna mempercepat proses produksi, adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah berapa waktu yang dibutuhkan dalam pemotong sigkong pada mesin perjang singkong dengan kecepatan putar 150, 300 dan 450 rpm, dan Bagaimana hasil dari perajangan yang dilakukan oleh mesin perajang singkong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskreptif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa waktu yang dibutuhkan dalam pemotongan sigkong pada mesin perjang singkong dengan kecepatan putar 150,300 dan 450 rpm, dan juga untuk mengetahui hasil dari perajangan yang dilakukan oleh mesin perajang singkong. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa waktu yang dibutuhkan dalam pemotongan singkong dengan kecepatan putar 150, 300 dan 450 rpm adalah rata-rata 1 menit, dengan hasil perajangan memiliki ketebalan yang seragam.
EVALUASI ASPEK ERGONOMI PADA PROTOTYPE MESIN SORTASI TOMAT Aji, Dhimas Oki Permata; Azzizzah, Frida Amriyati; Soolany, Christian; Trihantoro, Puput
Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research Vol 4 No 2 (2023): Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research: Regular Issue
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jaber.2023.4.2.9407

Abstract

Penyortiran merupakan salah satu kegiatan yang membutuhkan percepatan dan ketepatan terhadap kualitas produk yang akan dipasarkan atau untuk industri pengolahan selanjutnya. Contoh dalam hal ini adalah pengaplikasian kegiatan penyortiran hasil pertanian buah tomat, penyortiran buah tomat biasanya dilakukan dengan manual tenaga manusia. Banyaknya buah tomat yang harus disortir menimbulkan masalah misalnya penilaian subyektif tiap penyortir terhadap tingkat kematangan dan ukuran tomat yang disortir, human error karena rutinitas pasti terjadi, serta produktivitas penyortiran tidak stabil dikarenakan factor kelelahan penyortir. Oleh sebab itu proses otomatisasi merupakan salah satu solusi yang tepat untuk diimplementasikan, perlu adanya teknologi tepat guna untuk system penyortiran tomat yaitu salah satunya mesin sortasi tomat berdasarkan ukuran dan warna berbasis arduino, namun dalam aplikasi prototype mesin sortasi tersebut masih perlu beberapa penyempurnaan, dalam hal ini kajian tentang aspek ergonomi pada mesin sortasi tomat antara lain tingkat kenyamanan operator, getaran dan kebisingan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan melibatkan pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, dan pengukuran ergonomi menggunakan metode RULA (Rapid Upper Lim Assesment) dan Nordic Body Map (NBM). Responden dalam penelitian ini adalah operator mesin sortasi tomat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mesin sortasi tomat berbasis Arduino memiliki teknologi antar muka yang mudah dipahami, memungkinkan pengguna untuk dengan mudah memasukkan tomat ke konveyor dan memantau proses sortasi. Evaluasi pengguna menunjukkan bahwa tingkat kenyamanan pengguna dalam menggunakan mesin ini cukup baik, dengan 16% responden menyatakan sangat baik, 36% menyatakan baik, 29% menyatakan cukup baik, 16% menyatakan kurang baik, dan 4% menyatakan tidak baik. Kata Kunci: Penyortiran, mesin sortasi, ergonomi, antropometri.