Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

FILTRATE Syzygium polyanthum AND MONOCYTES OF PERIPHERAL BLOOD WHITE RAT (Rattus norvegicus) WISTAR’S STRAIN WITH HYPERLIPIDEMIA Sundayani, Lina; Farida, Farida; Diarti, Maruni Wiwin
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Analis Medika Bio Sains
Publisher : Jurusan Analis Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.889 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v1i1.16

Abstract

AbstractSyzygium polyanthu) contain cumpounds that can lower cholesterol leavels and then inhibit the formation of free radicals and suppress the inflammatory response of injured endotel. In this study, monocyte count is the parameter of progression of atherosclerosis. The purpose of this study is to determine the potential of the leaves preparation filtrate (Syzygium polyanthum) to the number of monocytes in the blood wistar strain (Rattus norvegicus) rat with hyperlipidemia. This research design using a completely randomized design. The sample size in this study were 30 mice and  devided into 6 treatment groups, K1: negatif control,K2: positive control, K3,K4,K5 and K6 is the treatment group. The result shown the average cholesterol level 87.5 ± 13.9  mg/dl and the number of monocytes 6 in peripheral blood of white rat wistar strain (Rattus norvegicus) before having hyperlipidemia. The mean cholesterol level 199.7 ± 22.1  mg/dl and the number of monocytest 4 in peripheral blood of white rat wistar strain (Rattus norvegicus) after hyperlipidemia. The mean cholesterol 91.6 ± 11.8  mg/dl and the number of monocytes 3 in peripheral blood of white rat wistar strain (Rattus norvegicus) in hyperlipidemia and after had treated with preparation filtrate concentration 25%, 50%, 75%, 100 %. The One Way Anova statistic result generate value p=0.000<α0.05. The conclution of this study is filtrate of Syzygium polyanthum has effect to  the number of peripheral blood monocytes in experimental animals wistar strain white (Rattus norvegicus) rat with  hyperlipidemia.Key woods   :  Hyperlipidemia,  Monocytes,  Syzygium polyanthum 
UJI SENSITIVITAS DAN SPESIFITAS UJI PENYARING KANDIDIASIS VAGINA MENGGUNAKAN SEDIMEN DENGAN PENGECATAN GRAM Lina Sundayani; Agrijanti Agrijanti
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 2, No 1 (2015): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.852 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v2i1.29

Abstract

Pewarnaan Gram adalah metode berharga dalam diagnosis yang akurat cepat gejala vulvovaginal dan bahkan terkadang lebih unggul dari kultur  karena menunjukkan bentuk invasif dari ragi1. Tujuan penelitian untuk mengetahui Sensitivitas dan Spesivitas Uji penyaring Kandidiasis Vagina dengan Menggunakan Sedimen dengan Pengecatan Gram. Penelitian uji sensitivitas dan spesivitas sediaan Gram menggunakan 25 sampel sedimen urin wanita penderita Diabetes Mellitus sebagai Uji Penyaring  kandidiasis vagina Hasil pemeriksaan sedimen urin dibuat sediaan ditambah KOH 20%  negatif sel ragi 16, Positif sel ragi.9Hasil pemeriksaan sedimen urin dibuat sediaan Gram 18 negatif sel ragi dan 7 positif sel ragi.  Hasil kultur sebagai Gold Standar di media Sabaouroud Glukosa Agar dan Corn Meal Agar diperoleh hasil 18 negatif dan 7 Positif sedimen urine yang tumbuh Candida albicans Hasil perhitungan ditemukan Sensitivitas dan Spesifitas pemeriksaan kandidiasis Vagina dengan menggunakan sedimen urin yang ditambah KOH 10% ialah sebagai berikut Sensitivitas 63,63% Spesifisitas 85,71%. Dari hasil Perhitungan maka ditemukan sensitivitas dan spesifitas metode pemeriksaan dengan menggunakan sedimen yang dibuat sediaan gram     Sensitivitas 87,50% Spesifisitas 93,75%. Hasil Sensitivitas dan Spesivitas pemeriksaan dengan menggunakan sedimen yang dibuat sediaan gram lebih tinggi daripada pemeriksaan Kandidiasis Vagina dengan menggunakan sedimen urin yang ditambah KOH 10%Kata Kunci :
Perbedaan Penyebab Infeksi Parasit Usus Manusia Pada Vektor Lalat Rumah (Musca Domestica) Dan Lalat Hijau (Chrysomya Megacephala) Di Pasar Kota Mataram Masratul Akhirah; Erna Kristinawati; Lina Sundayani; Fihirudin Fihirudin
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.897 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v4i1.129

Abstract

Sanitasi dan lingkungan fisik yang buruk merupakan faktor utama timbulnya berbagai jenis penyakit, terutama penyakit yang disebabkan oleh parasit usus seperti kecacingan, diare dan disentri. Penyakit-penyakit tersebut dapat ditularkan melalui lalat sebagai vektor mekanis pembawa penyakit seperti lalat rumah (Musca domestica) dan lalat hijau (Chrysomya megacephala). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab infeksi jenis parasit usus yang terdapat pada vektor lalat rumah (Musca domestica) dan lalat hijau (Chrysomya megacephala) di Pasar Kota Mataram. Penelitian yang bersifat observasional deskriptif atau exploratory study dengan sampel lalat rumah Musca domestica) dan lalat hijau (Chrysomya megacephala) masing-masing sebanyak 16 ekor lalat yang diambil dari 4 pasar di Kota Mataram, yaitu pasar Mandalika, pasar Cakranegara, pasar Pagesangan dan pasar Kebon Roek. Sehingga jumlah sampel yang diperiksa sebanyak 8 sampel yang terdiri dari 4 sampel lalat rumah (Musca domestica) dan 4 sampel lalat hijau (Chrysomya megacephala) dimana setiap sampel berisi 16 ekor lalat. Hasil penelitian secara mikroskopis diperoleh persentase sampel positif parasit pada lalat rumah (Musca domestica) sebesar 25% dan lalat hijau (Chrysomya megacephala) sebesar 75% dengan ditemukannya kista dari golongan protozoa usus yakni Balantidium coli dan tidak ditemukan dari golongan nematoda usus. Sehingga tidak terdapat perbedaan penyebab infeksi parasit usus manusia yang terdapat pada vektor lalat rumah (Musca domestica) dan lalat hijau (Chrysomya megacephala)
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN ANAK DALAM MENCEGAH DIARE Meri Syakila; Ni Putu Sumartini; Eka Rudi Purwana; Lina Sundayani
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v3i2.119

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan, penyakit diare adalah suatu penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja yang lembek sampai mencair.  Sampai saat ini diare masih menjadi masalah masyarakat dan merupakan salah satu penyakit menular berbasis lingkungan yang sampai saat ini menjadi masalah kesehatan yang penting jika dilihat dari angka kesakitan dan kematian di Indonesia. Berdasarkan hasil suvei, tingginya angka kematian anak balita rata-rata disebabkan sejumlah penyakit, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA),  panas tinggi hingga diare (Kemenkes RI, 2019). Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian pra eksperimental. Desain penelitian pra eksperimental dengan bentuk rancangan one group pre-post test design. Sampling penelitian ini menggunakan purposive sampling dan didapatkan 25 orang, cara pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebelum dilakukan tindakan pendidikan kesehatan dengan media video sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang yaitu sebanyak 76% dan setelah dilakukan tindakan pendidikan kesehatan dengan media video hampir sebagian memiliki pengetahuan yang cukup yaitu sebanyak 44%. Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan p-value=0,001 < ɑ= 0,05 artinya terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video terhadap pengetahuan anak dalam mencegah diare di SDN 1 Batu Kumbung. Disarankan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu referensi dalam meningkatkan pengetahuan anak untuk mencegah diare yaitu melalui media video. AbstractThe World Health Organization (WHO) states, diarrheal disease is a disease characterized by changes in the shape and consistency of loose stools until they melt. Until now, diarrhea is still a public problem and is one of the environmental-based infectious diseases which is currently an important health problem when viewed from the morbidity and mortality rates in Indonesia. Based on the results of the survey, the high mortality rate for children under five on average is caused by a number of diseases, such as acute respiratory infections (ARI), high fever and diarrhea (Kemenkes RI, 2019). The design of this study used a pre-experimental research design. Pre-experimental research design in the form of one group pre-post test design. In this design, a group before being treated was given a pre-test, then after the treatment, measurements were taken again to find out the consequences of the treatment. (Nursalam, 2016). The sampling of this research used purposive sampling and got 25 samples, the way of collecting data was using a questionnaire. Wilcoxon test data analysis. The results showed that before treatment most of the responden (76 %) have less knowledge  and after the treatment  almost half of respondent have sufficient knowledge with p-value = 0.001 < = ɑ 0.05, it means that there is an effect of health education with video media on children's knowledge in preventing diarrhea at SDN 1 Batu Kumbung. It is recommended that the results of this study can be used as a reference for managing health education with video media on children's knowledge in preventing diarrhea.
PENGARUH SIKAP DAN PERILAKU BIDAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL SAAT PELAKSANAAN ANC DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KURIPAN Anastasya Agustiarini; Lina Sundayani
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v2i2.97

Abstract

Pelayanan pemeriksaan kehamilan yang sesuai, secara kuantitas dan kualitas diharapkan dapat tercapai tujuan menurunkan angka kematian ibu dengan mendekatkan fasilitas pelayanan ke masyarakat. Kenyataan yang terjadi kunjungan pemeriksaan kehamilan (K4) belum  mencapai target, bahkan terjadi penurunan target dari K1.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sikap dan prilaku bidan terhadap pengetahuan ibu hamil saat pelaksanaan ANC. Metode Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan analitik dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dilaksanakan pada bulan april-mei 2019. Populasi penelitian adalah ibu hamil multigravida di wilayah kerja Puskesmas Kuripan dengan sampel 30 ibu hamil. Analisa data yang digunakan yaitu Regression Binary Logistic. Hasil Penelitian ini : Sikap bidan pada saat pelaksanaan ANC yang positif sebesar 87% Sedangkan perilaku bidan positif sebesar 77%. Berdasarkan indikator tingkat pengetahuan, menunjukkan ibu yang memliki pengetahuan baik sebesar 87%. Dari hasil uji statistik Regression Binary Logistic, nilai pvalue 0,00 nilai sig < 0,05 tolak Ho dan Ha diterima. Kesimpulan : Terdapat pengaruh sikap dan perilaku bidan terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil saat pemeriksaan ANC di wilayah kerja Puskesmas Kuripan tahun 2019. Proper antenatal care services, in quantity and quality, are expected to achieve the goal of reducing maternal mortality by bringing services to the community closer. The fact that a pregnancy check-up visit (K4) has not reached the target, even the target of K1 has decreased. Research objectives To find out the influence of midwives' attitudes and behavior on the knowledge of pregnant women during ANCimplementation. Research Methods this study was an observational study with an analytical approach by collecting data using a questionnaire conducted in April-May 2019. The study population was multigravida pregnant women in the working area of the Kuripan Health Center with a sample of 30 pregnant women. Data analysis used is Binary Logistic Regression. Research results attitudes of midwives at the time of positive ANC implementation were 87% while positive midwives' behavior was 77%. Based on the level of knowledge indicators, mothers who have good knowledge are 87%. From the results of the Binary Logistic Regression test, the value of 0.00 value sig <0.05 rejects Ho and Ha is accepted. Conclusion there are influences of attitudes and behavior of midwives on the level of knowledge of pregnant women during ANC examination in the working area of the Kuripan Health Center in 2019.
Pengaruh Penyuluhan dengan Media Video dan Leaflet terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja tentang Risiko Pernikahan Dini
di Lingkungan Gerung Butun Timur Tahun 2018 Ayu Dwi Lestari; Lina Sundayani
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v1i2.64

Abstract

Latar Belakang : Menikah pada usia belasan tahun, masih terjadi pada zaman modern saat ini. Bahkan tren pernikahan dini semakin meningkat terutama di perkotaan. Berdasarkan data BKKBN  kota Mataram , Provinsi NTB tahun 2015, jumlah kelompok umur istri yang menikah kurang dari 20 tahun sebanyak 296 kasus. Untuk menambah wawasan remaja tentang risiko pernikahan dini dilakukan upaya melalui promosi kesehatan berupa penyuluhan untuk merubah pengetahuan dan sikap remaja tentang risiko pernikahan dini.Tujuan : Mengetahui pengaruh penyuluhan dengan media video dan leaflet terhadap pengetahuan dan sikap remaja mengenai risiko pernikahan dini di lingkungan Gerung Butun Timur Tahun 2018.Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu atau Quasi Experiment, dengan pendekatan Non Equivalent Control Group Design.Jumlah sampel sebanyak 42 orang. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok intervensi dengan media video dan leaflet sedangkan kelompok kontrol menggunakan media slide. 
Hasil : Karakteristik responden  berdasarkan umur, mayoritas responden berada pada rentang umur 16 - 19 tahun, termasuk dalam kategori remaja usia akhir, responden berjenis kelamin perempuan, dengan tingkat pendidikan SMA, dan termasuk siswa sekolah.Penelitian menunjukkan adanya perubahan rata-rata skor pengetahuan dan sikap remaja pada kelompok intervensi terdapat rata-rata skor perubahan pengetahuan ialah 2,52 dan sikap ialah 3,71. Pada kelompok kontrol perubahan rata-rata skor pengetahuan ialah 2,24 dan sikap ialah 2,76.Kesimpulan : Ada pengaruh penyuluhan dengan media video dan leaflet terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang risiko pernikahan dini di Lingkungan Gerung Butun Timur Tahun 2018.
STUDY LITERATUR PENGARUH SENAM PEROUDIK (PEREGANGAN OTOT PERUT DAN KOMPRES DINGIN) TERHADAP PENURUNAN NYERI HAID PADA REMAJA PUTRI Endah Rahayu; Lina Sundayani
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v3i1.108

Abstract

Latar Belakang : Dismenore atau nyeri haid merupakan keluhan ginekologi yang umum dialami perempuan. Nyeri haid ini merupakan suatu gejala dan bukan suatu penyakit. Hampir semua wanita mengalami rasa tidak enak pada perut bagian bawah saat menstruasi. Uterus atau rahim terdiri atas otot yang juga berkontraksi dan relaksasi.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh Senam peregangan otot perut dan kompres dingin Terhadap Penurunan Nyeri Haid Pada Remaja Putri.Metode : Menggunakan studi literatur berdasarkan refrensi yang relevan dari judul terkait kemudian di analisis secara mendalam untuk menghasilkan sebuah kajian komperhensif mengenai objek penelitian. Peneliti melakukan pencarian journal melalui dengan menggunakan kata kunci dan berbasis journal, melalui Gogle Scholar,Garba Rujukan Digital (GARUDA Ristekdikti) dan Google Search. Literatur yang di gunakan adalah yang di publikasikan dari tahun 2015 sampai dengan 2020.Hasil : Berdasarkan hasil 20 jurnal yang telah direview dan didapatkan hasil dari 8 jurnal yaitu sebagian besar karakteristik Responden usia menarche yaitu  12-18 tahun dan rata-rata nyeri yang di rasakan  dari hasil review ke 8 jurnal sebagian besar intensitas nyeri berada pada nyeri sedang. Peregangan otot perut dan kompres dingin terdapat pengaruh dalam penurunan nyeri haid pada remaja.  Kesimpulan: Dari hasil literatur review ini dapat ditarik kesimpulan  bahwa untuk usia haid pertama kali berada pada rentang usia 12-18 dan nyeri yang dirasakan pada saat menstruasi nyeri  sedang serta peregangan otot perut dan kompres dingin mampu menurunkan nyeri haid.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA DALAM PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN DIMASA PANDEMI COVID-19 Linda Meliati; Lina Sundayani
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6560

Abstract

ABSTRAKFaktor penyebab tingginya angka pernikahan usia dini adalah rendahya pengetahuan dan pemahaman remaja, dampak pernikahan usia dini dan kesehatan reproduksi remaja. Pemahaman masyarakat tentang dampak yang akan ditimbulkan, faktor kemiskinan, faktor pendidikan, kultur sosial dan budaya serta adanya pengaruh media dan lingkungan menyebabkan terjadinya perubahan sikap dan perilaku remaja. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan informasi dan edukasi kepada remaja tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) dalam merencanakan keluarga, aspek yang berhubungan dengan kehidupan berkeluarga, kesiapan fisik, mental, emosional, pendidikan, sosial, ekonomi, menentukan jumlah dan jarak kelahiran di masa Covid-19. Kegiatan ini dilaksanakan di Lingkungan Tegal Sejahtera Kelurahan Selagalas Kecamatan Sandubaya. Metode kegiatan dengan metode ceramah dan memberikan pendidikan kesehatan. Penilaian dari pengabdian masyarakat ini dari hasil jawaban remaja dalam mengisi kuesioner pretest dan postest. Metode analisis yang digunakan dengan analisis deskriptif. Penilaian dari kuesioner pengetahuan dan sikap remaja adalah sebagian besar remaja berpengetahuan baik dan mempunyai sikap positif, namun ada 1 orang remaja yang mempunyai niat untuk melakukan pernikahan dini, ini disebabkan karena belum pernah mendapatkan informasi tentang Pendewasaan Usia Perkawinan. Setelah diberikan penyuluhan tentang Pendewasaan Usia Perkawinan, ada peningkatan pengetahuan dan sikap pada remaja tersebut. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan remaja serta mempunyai sikap positif dalam Pendewasaan Usia Perkawinan. Kata kunci : covid-19; pengetahuan; perkawinan; remaja ABSTRACTFactors causing the high rate of early marriage are the low knowledge and understanding of adolescents, the impact of early marriage and adolescent reproductive health. Public understanding of the impact that will be caused, poverty factors, educational factors, social and cultural culture as well as the influence of the media and the environment cause changes in adolescent attitudes and behavior. The purpose of this community service is to provide information and education to teenagers about Maturation of Marriage Age (PUP) in family planning, aspects related to family life, physical, mental, emotional, educational, social, economic readiness, determining the number and spacing of births during the Covid period. -19. This activity was carried out in the Tegal Sejahtera Environment, Selagalas Village, Sandubaya District. The activity method is the lecture method and provides health education. The assessment of this community service is based on the results of the adolescents' answers in filling out the pretest and posttest questionnaires. The analytical method used is descriptive analysis. The assessment of the adolescent knowledge and attitude questionnaire is that most of the adolescents have good knowledge and have a positive attitude, but there is one teenager who has the intention to have an early marriage, this is because they have never received information about Marriage Age Maturity. After being given counseling about the Maturation of Marriage Age, there was an increase in the knowledge and attitudes of these teenagers. This activity succeeded in increasing the knowledge of adolescents and having a positive attitude in Maturing Marriage Age. Keywords: covid-19; knowledge; marriage; teens
ANALISIS JUMLAH ERITROSIT PADA DARAH HEWAN COBA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus) STRAIN WISTAR SEBELUM DAN SETELAH PEMBERIAN FILTRAT TANAMAN PAKIS SAYUR (Diplazium esculentum) Lina Sundayani; Moch Maswan; Fajar Sigit Satmiko; Fachrudi Hanafi
JURNAL KEDOKTERAN Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pakis sayur (Diplazium esculentum) merupakan sejenis pakis yang biasa dimakan daun mudanya sebagai sayuran. Pakis sayur mengandung 1,31 mg zat besi(Fe) dan vitamin serta mineral yang banyak. Jumlah eritrosit berpengaruh pada kandungan zat besi(Fe) yang didapatkan dalam makanan, karna zat besi membantu dalam proses pembentukan darah, Fungsi utama sel darah merah adalah untuk mentranspor hemoglobin, yang selanjutnya membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada perbedaan jumlah eritrosit sebelum dan setelah pemberian pakis sayur (Diplazium esculentum). Metode yang digunakan pra-eksperimen dengan rancangan The One Group Pretest-Posttest Only Design yaitu dengan mengukur jumlah eritrosit sebelum dan setelah perlakuan. Hasil jumlah eritrosit rata –rata sebelum perlakuan 4,94 x 106/mm3 sedangkan rata-rata setelah perlakuan 5,65 x 106/mm3, dengan peningkatan sebesar 0,71x 106/mm3 sekitar 12,56% dari total. Hasil yang diperoleh dari analisis uji statistik Paired T-Test didapatkan p< 0,05 menunjukkan bahwa ada perbedaan jumlah eritrosit sebelum dan setelah pemberian filtrat tanaman pakis sayur. Kesimpulan dari penelitian ini filtrat tanaman pakis sayur memiliki efek terhadap peningkatan jumlah eritrosit
Pengaruh Pendidikan Kesehatan dalam Layanan Home Care Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Trimester II dan III Tentang Senam Hamil di UPTD Puskesmas Ubung Tahun 2021 Lina Sundayani; Ni Nengah Arini Murni; Intan Gumilang Pratiwi; Ida Royani
Indonesian Health Issue Vol. 1 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.895 KB) | DOI: 10.47134/inhis.v1i1.24

Abstract

Background: The threat of maternal death is still a major problem in developing countries, including Indonesia. One of the scopes in controlling MMR in Indonesia is to improveservices antenatal care. Health services that are home visits (Home Care) by health workers can provide education and a deeper understanding of treatment. Objective: To determine the effect of health education inservices home care on the knowledge and attitudes of pregnant women about pregnancy exercise. Method: This study was astudy quasi-experimental using the Nonequivalent Control Group Design. This research was conducted from June to July 2021. The population in this study were all pregnant women who were in the working area of ​​the UPTD Puskesmas Ubung, totaling 121 pregnant women. The sample with the number of pregnant women in the second and third trimesters who are in the working area of ​​the UPTD Puskesmas Ubung 33 pregnant women. Data analysis using Paired Samples Test and Wilcoxon Signed Rank Test. Results: The average score of knowledge of pregnant women about pregnancy exercise in the intervention group before being given health education was 67.33±13.74, while the average score of knowledge of pregnant women about pregnancy exercise after being given health education was 86.00±10.72. The results of this study indicate the effect of health education in home care services on changes in knowledge with a value (P = 0.000). The average score of pregnant women's attitudes about pregnancy exercise in the intervention group before being given health education was 57.00±18.61, while the average score of pregnant women's attitudes about pregnancy exercise after being given health education was 73.66±15.17. The results of this study indicate that there is an effect of health education in home care services on changes in attitudes with a value of (P = 0.002). Conclusion: There is an effect of health education inservices home care on the knowledge and attitudes of pregnant women trimester II and III about pregnancy exercise.