Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pengaruh Naungan Dan Variasi Sumber Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kedelai (Glycine max L.Merill) Wahyudin Purba, Deddy; Rahma Manurung , Wana Aulia; Safruddin, Safruddin; Ansoruddin, Ansoruddin; Batu Bara , Lokot Ridwan
Agrium Vol 22 No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i2.22805

Abstract

Kedelai (Glycine max L. Merill) merupakan salah satu tanaman yang mempunyai peranan penting sebagai tanaman bernilai ekonomis dan gizi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh naungan dan variasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2024, menggunakan metode rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor yaitu naungan : N0= 0% (kontrol), N1= 40%, N2= 80% dan pupuk organik cair (POC); P0= tanpa POC, P1= POC limbah buah pisang, dan P2= POC limbah sayur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa N2 menghasilkan tinggi tanaman tertinggi (30,01 cm), diameter batang (8,56 mm), dan indeks luas daun (66,99 cm²), sedangkan jumlah polong terbanyak (42,48) dihasilkan pada tanpa penggunaan POC. P3 menghasilkan tinggi tanaman tertinggi (31,07 cm) dan luas daun tertinggi (69,17 cm²), P0 menghasilkan diameter batang terbesar (8,31 mm), dan P1 menghasilkan polong terbanyak (43,22). Terdapat interaksi yang nyata antara naungan dan POC pada semua parameter, dengan kombinasi terbaik adalah perlakuan naungan tanpa naungan dan POC limbah sayur dengan tinggi tanaman tertinggi (32,93 cm), naungan 40% dan POC tanpa naungan menghasilkan diameter batang tertinggi (8,97 mm), dan kombinasi POC sayur dan tanpa naungan memiliki luas daun tertinggi (71,35 cm²). Kata Kunci ; Naungan, Pupuk Organik Cair, Pertumbuhan Kedelai
SOSIALISASI PENGGUNAAN AIR LIMBAH PEMELIHARAAN IKAN UNTUK TANAMAN PADA PEMBUDIDAYA IKAN MEKAR JAYA Puspitasari, Dian; Purba, Deddy Wahyudin; Zahar, Intan; Hariyani, Riska; Rumiati, Rumiati; Batubara, Lokot Ridwan
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i1.3908

Abstract

Abstract: Wastewater from fish farming is useless to fish breeders and the community in general. The contents of wastewater include specific compounds such as ammonia, which has benefits as a nutrient source for plants. However, this information is restricted between fish breeders, including the Mekar Jaya fish breeders. The goal of this activity is to provide additional knowledge and broaden understanding of the benefits of wastewater from fish farming activities in supporting plant growth. The stages of this activity are the preparation stage, the implementation stage, and the evaluation. The results of this community service activity have a positive impact, namely that partners are using wastewater from fish farming to irrigate plants. The plants irrigated with wastewater from fish farming become more fertile. The community service activity concludes that the socialization related to the utilization of wastewater from fish farming provides positive benefits for partners, as evidenced by the increased productivity of plants and the reduced dependence on chemical fertilizers. Keyword: fish; plant; pond; wastewater. Abstrak: Air limbah yang berasal dari pemeliharaan ikan kurang dimanfaatkan oleh pembudidaya ikan maupun masyarakat pada umumnya. Kandungan dari air limbah adalah senyawa-senyawa tertentu seperti amonia yang memiliki manfaat sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. Akan tetapi, informasi ini masih minim di kalangan pembudidaya ikan, salah satunya pembudidaya ikan Mekar Jaya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk  memberikan pengetahuan tambahan dan memperluas wawasan tentang manfaat air limbah dari kegiatan budidaya ikan dalam mendukung pertumbuhan tanaman. Tahapan dari kegiatan ini yaitu tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan dampak positif yaitu mitra menggunakan air limbah dari pemeliharaan ikan untuk menyirami tanaman. Dan tanaman yang disiram menggunakan air limbah pemeliharaan ikan menjadi lebih subur. Simpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu kegiatan sosialisasi terkait pemanfaatan air limbah dari pemeliharaan ikan memberikan manfaat positif bagi mitra, ditandai dengan meningkatnya produktivitas tanaman serta berkurangnya ketergantungan terhadap pupuk kimia. Kata kunci: ikan; tanaman; kolam; air limbah.
Pengaruh Aplikasi Pupuk Kandang Sapi Dan Bokashi Sampah Kota Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L) Fajri, Surya; Wahyudin Purba, Deddy; Kurniadi, Repotri
Agrium Vol 18 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v18i2.5335

Abstract

Pengaruh Aplikasi Pupuk kandang Sapi dan Bokashi Sampah Kota Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L). Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Universitas Asahan, jalan jend. Ahmad Yani, Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan dengan topogafi dan ketinggian tempat ± 20 m dpl. dilakukan pada bulan Februari s/d April tahun 2021. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah aplikasi pupuk kandang sapi dengan 4 taraf yaitu : K0 = 0 kg plot-1, K1 = 1 kg plot-1,K2 = 2 kg plot-1 dan K3 = 3 kg plot-1. Faktor kedua adalah aplikasi bokashi sampah kota, dengan 3 taraf yaitu S0 = 0 kg plot-1, S1 = 1 kg plot-1dan S2 = 2 kg plot-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kandang sapi menunjukkan pengaruh nyata terhadap diameter buah, panjang buah, produksi tanaman per sample, produksi tanaman per plot dengan perlakuan terbaik yaitu 3 kg plot-1. Aplikasi bokashi sampah kota tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter amatan tanaman mentimun. Interaksi aplikasi pupuk kandang sapi dan bokashi sampah kota tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter amatan tanaman mentimun
Respon Pemberian Tepung Cangkang Telur Dan Feses Burung Walet Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung Pulut (Zea Mays Ceratina L.) Ridwan Batubara, Lokot; Wahyudin Purba, Deddy; Supandi, Nanda
Agrium Vol 19 No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i2.7815

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di desa Sei Kamah II Kecamatan Sei Dadap Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara dengan ketinggian ±12 m diatas permukaan laut dengan topografi datar. Rancangan RAK-F yang terdiri atas dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah pengaruh dosis pupuk cangkang telur (T) dengan 3 taraf, yaitu : T0 = 0 g /plot, T1 = 200 g/plot, T2 = 400 g/plot. Faktor kedua adalah pengaruh dosis pupuk Feses burung walet (W) dengan 4 taraf, yaitu : W0 = 0 g/plot, W1 = 250 g/plot, W2 = 500 g/plot dan W3 = 750 g/plot. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), diameter batang (mm),  Jumlah daun (helai), produksi per tanaman sampel (g), produksi per plot (g Aplikasi tepung cangkang telur berpengaruh nyata dan sangat nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang umur 4, 6 MST, berat per tanaman dan berat per plot. Aplikasi feses burung walet berpengaruh terhadap tinggi tanaman umur 4 dan 6 MST, diameter batang pada umur 4 dan 6 MST, jumlah daun pada umur amatan 4 dan 6 MST, produksi per tanaman dan produksi per plot. Interaksi tepung cangkang telur dan feses burung walet berpengaruh terhadap tinggi tanaman umur 4 dan 6 MST, diameter batang pada umur 4 dan 6 MST, jumlah daun pada umur amatan 4 dan 6 MST, produksi per tanaman dan produksi per plot
Growth Effects of Corn Plants (Zea mays) on Agronomic Aspects of Oil Palm Tree Stands Ansoruddin, Ansoruddin; Wahyudin Purba, Deddy; Lestari Butar-Butar, Winda; Azhari, M. Nanda; Rafitra, M.Reza; Hidayat Tarigan, Rahmat
Agrium Vol 20 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i1.10800

Abstract

The study  aimed to determine the agronomic study of the tolerance of corn plants to conditions shaded by oil palm trees. This research was conducted from July to October 2022. At the Oil Palm Plantation of the Community of Bunut Seberang Village, Asahan Regency, North Sumatra. This study used a factorial randomized block design with two factors and three replications. The first treatment consisted of a shading level (P) with 4 treatment levels namely (P0) without shading, (P1) 35% shading, (P2) 70% shading. The second treatment consisted of a variety of corn (J) with 6 varieties, namely Exsotic Pertiwi (V1), Paragon (V2), Bonanza F1 (V3), Bisi 2 (V4) varieties. The best plant height parameter in the shade level treatment showed 35% shade (P1) resulted in the highest plant height of 113.98 cm, while in the Variety (V4) Bisi-2 variety treatment showed the highest plant, namely 112.83 when compared to other varieties. The effect of various varieties on leaf area showed a significant effect at the age of 6 and 8 WAP. The degree of shade and differences in varieties show the similarity in the quality of the green leaves. The level of shade showed a significant effect on chlorophyll-a and total chlorophyll-a and b where the highest amount of chlorophyll-a was found in the treatment without shade, which was not significantly different from the level of 70% shade, while varieties had a significant effect in producing net photosynthesis formed
PENANAMAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) UNTUK MEWUJUDKAN MASYARAKAT SEHAT DESA HESSA AIR GENTING Purba, Deddy Wahyudin; Bara, Lokot Ridwan Batu; Pane, Herviza Wulandary; Gunawan, Heru; Syahputra, Ade Wahyudi; Hakim, Baihaqy; Purmadana, Eka
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.30990

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah tanaman berkhasiat yang ditanam di lahan pekarangan maupun ladang dan dikelola oleh keluarga. Jenis tanaman yang ditanam memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan tradisional yang dapat dibuat sendiri. Tanaman yang dipilih biasanya adalah tanaman yang dapat digunakan untuk mengobati masalah kesehatan yang sederhana seperti flu dan batuk. Pemanfaatan tanaman obat keluarga ditujukan agar diperoleh obat tradisional yang bermutu tinggi, aman, memiliki khasiat nyata yang teruji secara ilmiah, dan dimanfaatkan secara luas, baik digunakan sendiri maupun dalam pelayanan kesehatan. Dalam kegiatan pengabdian ini, dua kegiatan dilakukan secara terpisah, yaitu sosialisasi dan penanaman tanaman obat bersama warga. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan informasi kepada warga Desa Hessa Air Genting terkait tanaman obat agar tanaman obat tersebut dapat bermanfaat setelah ditanam. Penanaman dilakukan untuk meningkatkan kesadaran terkait pemanfaatan lahan. Penanaman dilakukan di lahan Taman Agro Wisata Desa Hessa Air Genting dengan tujuan agar warga dapat dengan mudah menjaga, merawat, dan memanfaatkan tanaman obat tersebut dan di jadikan sebagai Edukasi Wisata.
PERAN MAHASISWA KKN DALAM EDUKASI DAN PENGELOLAAN TAMAN TOGA DI SEKOLAH DASAR NEGERI 010052 SEI KAMAH I Purba, Deddy Wahyudin; Safruddin, Safruddin; Batu Bara, Lokot Ridwan; Pane, Herviza Wulandari; Gunawan, Heru; utami, Nurul; Wijaya, Muhammad Wahyu; Juanda, Devin; Kurniawan, Muhammad Adzi
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5457

Abstract

Abstract: Community Service Program (KKN) is a community service program conducted by students that aims to make a real contribution to the development of community knowledge and skills. One form of KKN activity is the introduction and maintenance of Family Medicinal Plant Gardens (TOGA) in elementary schools. This activity aims to describe the role of KKN students in increasing students' and teachers' understanding of the benefits of TOGA and encouraging their sustainable maintenance. The methods used include socialization, planting practices, routine maintenance, and mentoring for school officials. The results of the activity showed an increase in students' understanding of the types of medicinal plants and their health benefits, along with basic skills in plant care. Teachers and school officials also gained additional insights into maintaining the sustainability of TOGA gardens as a learning and greening facility. Thus, KKN students act as educational agents and motivators in supporting the creation of a healthy, beautiful, and educational school environment. Keyword: KKN Students; Education; TOGA Garden; Elementary School. Abstrak: Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa yang bertujuan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Salah satu bentuk kegiatan KKN adalah pengenalan dan pemeliharaan Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di sekolah dasar. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran mahasiswa KKN dalam meningkatkan pemahaman siswa dan guru mengenai manfaat TOGA serta mendorong keberlanjutan pemeliharaannya. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, praktik penanaman, perawatan rutin, dan pendampingan bagi pihak sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai jenis-jenis tanaman obat serta manfaatnya bagi kesehatan, disertai keterampilan dasar dalam perawatan tanaman. Guru dan pihak sekolah juga memperoleh wawasan tambahan untuk menjaga keberlanjutan taman TOGA sebagai sarana pembelajaran dan penghijauan. Dengan demikian, mahasiswa KKN berperan sebagai agen edukasi sekaligus motivator dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, asri, dan edukatif. Kata kunci: Mahasiswa KKN; Edukasi; Taman TOGA; Sekolah Dasar.
POTENSI BUDIDAYA TANAMAN KEDELAI DI BAWAH NAUNGAN KELAPA SAWIT DI KABUPATEN ASAHAN Reni Gustianty, Lanna; Ridwan Batu Bara, Lokot; Wahyudin Purba, Deddy
JURNAL PIONIR Vol. 12 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/pamhyz59

Abstract

Pemanfaatan ruang bawah tegakan kelapa sawit melalui sistem tumpangsari merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi budidaya tanaman kedelai di bawah naungan kelapa sawit di Kabupaten Asahan ditinjau dari aspek pertumbuhan, hasil, ekonomi, dan keberlanjutan sistem. Naungan tajuk kelapa sawit menyebabkan penurunan intensitas cahaya yang memengaruhi pertumbuhan vegetatif dan komponen hasil kedelai, terutama pada fase generatif. Namun demikian, tanaman kedelai menunjukkan kemampuan adaptasi pada tingkat naungan tertentu melalui perubahan morfologi dan fisiologi. Keberhasilan budidaya sangat dipengaruhi oleh pemilihan varietas toleran naungan serta penerapan teknik budidaya adaptif, seperti pengaturan waktu tanam, jarak tanam, dan manajemen hara. Dari sisi ekonomi, sistem tumpangsari kedelai–kelapa sawit berpotensi meningkatkan pendapatan petani, khususnya pada perkebunan kelapa sawit fase tanaman belum menghasilkan, serta mendukung optimalisasi pemanfaatan lahan tanpa perlu pembukaan lahan baru. Selain itu, integrasi kedelai sebagai tanaman leguminosa berkontribusi terhadap perbaikan kesuburan tanah dan mendukung prinsip pertanian berkelanjutan. Dengan demikian, budidaya kedelai di bawah naungan kelapa sawit di Kabupaten Asahan memiliki prospek yang layak untuk dikembangkan sebagai bagian dari strategi intensifikasi pertanian berkelanjutan, dengan dukungan penelitian lanjutan, penyuluhan, dan kebijakan yang tepat. Kata kunci: kedelai; kelapa sawit; tumpangsari; naungan; keberlanjutan; Kabupaten Asahan