Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Aplikasi Pupuk Kandang Sapi Dan Bokashi Sampah Kota Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L) Fajri, Surya; Wahyudin Purba, Deddy; Kurniadi, Repotri
Agrium Vol 18 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v18i2.5335

Abstract

Pengaruh Aplikasi Pupuk kandang Sapi dan Bokashi Sampah Kota Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L). Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Universitas Asahan, jalan jend. Ahmad Yani, Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan dengan topogafi dan ketinggian tempat ± 20 m dpl. dilakukan pada bulan Februari s/d April tahun 2021. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah aplikasi pupuk kandang sapi dengan 4 taraf yaitu : K0 = 0 kg plot-1, K1 = 1 kg plot-1,K2 = 2 kg plot-1 dan K3 = 3 kg plot-1. Faktor kedua adalah aplikasi bokashi sampah kota, dengan 3 taraf yaitu S0 = 0 kg plot-1, S1 = 1 kg plot-1dan S2 = 2 kg plot-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kandang sapi menunjukkan pengaruh nyata terhadap diameter buah, panjang buah, produksi tanaman per sample, produksi tanaman per plot dengan perlakuan terbaik yaitu 3 kg plot-1. Aplikasi bokashi sampah kota tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter amatan tanaman mentimun. Interaksi aplikasi pupuk kandang sapi dan bokashi sampah kota tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter amatan tanaman mentimun
Respon Pemberian Tepung Cangkang Telur Dan Feses Burung Walet Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung Pulut (Zea Mays Ceratina L.) Ridwan Batubara, Lokot; Wahyudin Purba, Deddy; Supandi, Nanda
Agrium Vol 19 No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i2.7815

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di desa Sei Kamah II Kecamatan Sei Dadap Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara dengan ketinggian ±12 m diatas permukaan laut dengan topografi datar. Rancangan RAK-F yang terdiri atas dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah pengaruh dosis pupuk cangkang telur (T) dengan 3 taraf, yaitu : T0 = 0 g /plot, T1 = 200 g/plot, T2 = 400 g/plot. Faktor kedua adalah pengaruh dosis pupuk Feses burung walet (W) dengan 4 taraf, yaitu : W0 = 0 g/plot, W1 = 250 g/plot, W2 = 500 g/plot dan W3 = 750 g/plot. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), diameter batang (mm),  Jumlah daun (helai), produksi per tanaman sampel (g), produksi per plot (g Aplikasi tepung cangkang telur berpengaruh nyata dan sangat nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang umur 4, 6 MST, berat per tanaman dan berat per plot. Aplikasi feses burung walet berpengaruh terhadap tinggi tanaman umur 4 dan 6 MST, diameter batang pada umur 4 dan 6 MST, jumlah daun pada umur amatan 4 dan 6 MST, produksi per tanaman dan produksi per plot. Interaksi tepung cangkang telur dan feses burung walet berpengaruh terhadap tinggi tanaman umur 4 dan 6 MST, diameter batang pada umur 4 dan 6 MST, jumlah daun pada umur amatan 4 dan 6 MST, produksi per tanaman dan produksi per plot
Growth Effects of Corn Plants (Zea mays) on Agronomic Aspects of Oil Palm Tree Stands Ansoruddin, Ansoruddin; Wahyudin Purba, Deddy; Lestari Butar-Butar, Winda; Azhari, M. Nanda; Rafitra, M.Reza; Hidayat Tarigan, Rahmat
Agrium Vol 20 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i1.10800

Abstract

The study  aimed to determine the agronomic study of the tolerance of corn plants to conditions shaded by oil palm trees. This research was conducted from July to October 2022. At the Oil Palm Plantation of the Community of Bunut Seberang Village, Asahan Regency, North Sumatra. This study used a factorial randomized block design with two factors and three replications. The first treatment consisted of a shading level (P) with 4 treatment levels namely (P0) without shading, (P1) 35% shading, (P2) 70% shading. The second treatment consisted of a variety of corn (J) with 6 varieties, namely Exsotic Pertiwi (V1), Paragon (V2), Bonanza F1 (V3), Bisi 2 (V4) varieties. The best plant height parameter in the shade level treatment showed 35% shade (P1) resulted in the highest plant height of 113.98 cm, while in the Variety (V4) Bisi-2 variety treatment showed the highest plant, namely 112.83 when compared to other varieties. The effect of various varieties on leaf area showed a significant effect at the age of 6 and 8 WAP. The degree of shade and differences in varieties show the similarity in the quality of the green leaves. The level of shade showed a significant effect on chlorophyll-a and total chlorophyll-a and b where the highest amount of chlorophyll-a was found in the treatment without shade, which was not significantly different from the level of 70% shade, while varieties had a significant effect in producing net photosynthesis formed
PENANAMAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) UNTUK MEWUJUDKAN MASYARAKAT SEHAT DESA HESSA AIR GENTING Purba, Deddy Wahyudin; Bara, Lokot Ridwan Batu; Pane, Herviza Wulandary; Gunawan, Heru; Syahputra, Ade Wahyudi; Hakim, Baihaqy; Purmadana, Eka
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.30990

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah tanaman berkhasiat yang ditanam di lahan pekarangan maupun ladang dan dikelola oleh keluarga. Jenis tanaman yang ditanam memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan tradisional yang dapat dibuat sendiri. Tanaman yang dipilih biasanya adalah tanaman yang dapat digunakan untuk mengobati masalah kesehatan yang sederhana seperti flu dan batuk. Pemanfaatan tanaman obat keluarga ditujukan agar diperoleh obat tradisional yang bermutu tinggi, aman, memiliki khasiat nyata yang teruji secara ilmiah, dan dimanfaatkan secara luas, baik digunakan sendiri maupun dalam pelayanan kesehatan. Dalam kegiatan pengabdian ini, dua kegiatan dilakukan secara terpisah, yaitu sosialisasi dan penanaman tanaman obat bersama warga. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan informasi kepada warga Desa Hessa Air Genting terkait tanaman obat agar tanaman obat tersebut dapat bermanfaat setelah ditanam. Penanaman dilakukan untuk meningkatkan kesadaran terkait pemanfaatan lahan. Penanaman dilakukan di lahan Taman Agro Wisata Desa Hessa Air Genting dengan tujuan agar warga dapat dengan mudah menjaga, merawat, dan memanfaatkan tanaman obat tersebut dan di jadikan sebagai Edukasi Wisata.
PERAN MAHASISWA KKN DALAM EDUKASI DAN PENGELOLAAN TAMAN TOGA DI SEKOLAH DASAR NEGERI 010052 SEI KAMAH I Purba, Deddy Wahyudin; Safruddin, Safruddin; Batu Bara, Lokot Ridwan; Pane, Herviza Wulandari; Gunawan, Heru; utami, Nurul; Wijaya, Muhammad Wahyu; Juanda, Devin; Kurniawan, Muhammad Adzi
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5457

Abstract

Abstract: Community Service Program (KKN) is a community service program conducted by students that aims to make a real contribution to the development of community knowledge and skills. One form of KKN activity is the introduction and maintenance of Family Medicinal Plant Gardens (TOGA) in elementary schools. This activity aims to describe the role of KKN students in increasing students' and teachers' understanding of the benefits of TOGA and encouraging their sustainable maintenance. The methods used include socialization, planting practices, routine maintenance, and mentoring for school officials. The results of the activity showed an increase in students' understanding of the types of medicinal plants and their health benefits, along with basic skills in plant care. Teachers and school officials also gained additional insights into maintaining the sustainability of TOGA gardens as a learning and greening facility. Thus, KKN students act as educational agents and motivators in supporting the creation of a healthy, beautiful, and educational school environment. Keyword: KKN Students; Education; TOGA Garden; Elementary School. Abstrak: Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa yang bertujuan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Salah satu bentuk kegiatan KKN adalah pengenalan dan pemeliharaan Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di sekolah dasar. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran mahasiswa KKN dalam meningkatkan pemahaman siswa dan guru mengenai manfaat TOGA serta mendorong keberlanjutan pemeliharaannya. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, praktik penanaman, perawatan rutin, dan pendampingan bagi pihak sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai jenis-jenis tanaman obat serta manfaatnya bagi kesehatan, disertai keterampilan dasar dalam perawatan tanaman. Guru dan pihak sekolah juga memperoleh wawasan tambahan untuk menjaga keberlanjutan taman TOGA sebagai sarana pembelajaran dan penghijauan. Dengan demikian, mahasiswa KKN berperan sebagai agen edukasi sekaligus motivator dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, asri, dan edukatif. Kata kunci: Mahasiswa KKN; Edukasi; Taman TOGA; Sekolah Dasar.
POTENSI BUDIDAYA TANAMAN KEDELAI DI BAWAH NAUNGAN KELAPA SAWIT DI KABUPATEN ASAHAN Reni Gustianty, Lanna; Ridwan Batu Bara, Lokot; Wahyudin Purba, Deddy
JURNAL PIONIR Vol. 12 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/pamhyz59

Abstract

Pemanfaatan ruang bawah tegakan kelapa sawit melalui sistem tumpangsari merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi budidaya tanaman kedelai di bawah naungan kelapa sawit di Kabupaten Asahan ditinjau dari aspek pertumbuhan, hasil, ekonomi, dan keberlanjutan sistem. Naungan tajuk kelapa sawit menyebabkan penurunan intensitas cahaya yang memengaruhi pertumbuhan vegetatif dan komponen hasil kedelai, terutama pada fase generatif. Namun demikian, tanaman kedelai menunjukkan kemampuan adaptasi pada tingkat naungan tertentu melalui perubahan morfologi dan fisiologi. Keberhasilan budidaya sangat dipengaruhi oleh pemilihan varietas toleran naungan serta penerapan teknik budidaya adaptif, seperti pengaturan waktu tanam, jarak tanam, dan manajemen hara. Dari sisi ekonomi, sistem tumpangsari kedelai–kelapa sawit berpotensi meningkatkan pendapatan petani, khususnya pada perkebunan kelapa sawit fase tanaman belum menghasilkan, serta mendukung optimalisasi pemanfaatan lahan tanpa perlu pembukaan lahan baru. Selain itu, integrasi kedelai sebagai tanaman leguminosa berkontribusi terhadap perbaikan kesuburan tanah dan mendukung prinsip pertanian berkelanjutan. Dengan demikian, budidaya kedelai di bawah naungan kelapa sawit di Kabupaten Asahan memiliki prospek yang layak untuk dikembangkan sebagai bagian dari strategi intensifikasi pertanian berkelanjutan, dengan dukungan penelitian lanjutan, penyuluhan, dan kebijakan yang tepat. Kata kunci: kedelai; kelapa sawit; tumpangsari; naungan; keberlanjutan; Kabupaten Asahan
PERAN MAHASISWA KKN DALAM EDUKASI DAN PENGELOLAAN TAMAN TOGA DI SEKOLAH DASAR NEGERI 010052 SEI KAMAH I Deddy Wahyudin Purba; Safruddin Safruddin; Lokot Ridwan Batu Bara; Herviza Wulandari Pane; Heru Gunawan; Nurul utami; Muhammad Wahyu Wijaya; Devin Juanda; Muhammad Adzi Kurniawan
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5457

Abstract

Abstract: Community Service Program (KKN) is a community service program conducted by students that aims to make a real contribution to the development of community knowledge and skills. One form of KKN activity is the introduction and maintenance of Family Medicinal Plant Gardens (TOGA) in elementary schools. This activity aims to describe the role of KKN students in increasing students' and teachers' understanding of the benefits of TOGA and encouraging their sustainable maintenance. The methods used include socialization, planting practices, routine maintenance, and mentoring for school officials. The results of the activity showed an increase in students' understanding of the types of medicinal plants and their health benefits, along with basic skills in plant care. Teachers and school officials also gained additional insights into maintaining the sustainability of TOGA gardens as a learning and greening facility. Thus, KKN students act as educational agents and motivators in supporting the creation of a healthy, beautiful, and educational school environment. Keyword: KKN Students; Education; TOGA Garden; Elementary School. Abstrak: Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa yang bertujuan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Salah satu bentuk kegiatan KKN adalah pengenalan dan pemeliharaan Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di sekolah dasar. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran mahasiswa KKN dalam meningkatkan pemahaman siswa dan guru mengenai manfaat TOGA serta mendorong keberlanjutan pemeliharaannya. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, praktik penanaman, perawatan rutin, dan pendampingan bagi pihak sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai jenis-jenis tanaman obat serta manfaatnya bagi kesehatan, disertai keterampilan dasar dalam perawatan tanaman. Guru dan pihak sekolah juga memperoleh wawasan tambahan untuk menjaga keberlanjutan taman TOGA sebagai sarana pembelajaran dan penghijauan. Dengan demikian, mahasiswa KKN berperan sebagai agen edukasi sekaligus motivator dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, asri, dan edukatif. Kata kunci: Mahasiswa KKN; Edukasi; Taman TOGA; Sekolah Dasar.
Viability Test and Polyethylene Glycol (PEG) Soaking Factor of Soybean Seeds Due to Shading Stress Deddy Wahyudin Purba; Suswati Suswati; Zoelhery Noer; Fanisa Dwi Adisty
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 10, No 3: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus November 2024
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v10i3.5927

Abstract

Soybeans are a type of agricultural crop commodity in Indonesia that has benefits for society, especially as a source of vegetable protein. The aim of this research is to measure the viability test of soybean seeds and the soaking factor of polyethylene glycol due to shade stress. The research was carried out in the Tissue Culture Laboratory at Asahan University from December 2023 to January 2024. The researchers used a completely randomized factorial design (CRD) with 2 factors: first, soybean variety due to shade stress consisting of four levels, including V1 = Dena 1, V2 = Dena 2 , V3 = Denasa 1 and V4 = Denasa-2. The second factor is the duration of soaking in polyethylene glycol with a concentration of 7.5% consisting of four levels (P0) (control), (P1) 3 hours, (P2) 5 hours, (P3) 7 hours. Observed variables consist of maximum growth potential, germination capacity (%), growth simultaneity (%) and vigor index. Research data was analyzed using variance analysis procedures to determine whether there was an effect of each treatment. The soybean seed variety treatment was effective on the maximum growth potential of the Dena-1 V1 variety (96.67%), germination capacity (57.08%), growth simultaneity (59.17%) and vigor index (70.83%). The long soaking treatment of Polyethylen Glycol (PEG) had no significant effect on maximum growth potential, germination capacity and vigor index. but the real influence on the simultaneity of growth with results is P2 (5 hours) 44.17%. There is no interaction various seed varieties and the length of soaking in Polyethylen Glycol (PEG)
Agronomic Characteristics of Various Soybean Varieties (Glycine max L.) Can Grow and Produce Due to Shade Stress Deddy Wahyudin Purba; Suswati Suswati; Zoelhery Noer
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 10, No 2: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus July 2024
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v10i2.5720

Abstract

Soybeans are the main food crop commodity in Indonesia which is ranked third after rice and corn. The aim of this research is to determine the characteristics of soybean varieties that are able to grow and produce due to shade stress. The research was carried out from November 2023 to February 2024. The research used a Factorial Randomized Group Design (RAK). with the first 2 treatment factors Shading Stress, including P0 = No shade, P1 = TBM and P2 = TM. The second factor is the variation in soybean varieties consisting of six levels including (V1) Mutiara 1, (V2) Agromulyo, (V3) Dena 1, (V4) Dena 2, (V5) Edamame and (V6) Devon 1. Observed parameters include plant height, leaf area index, number of pithy pods and harvest age. Research data was analyzed using the ANOVA variance analysis procedure to determine whether there was an effect of each treatment. The results showed that the effect of TBM shading (P1) could increase plant height (48.18 cm), and treatment without shading (P0) increased the number of pithy pods (45.66 pods). The effect of varietal variations shows that the best performance is the Edamame (V5) variety on plant height (49.64 cm), Dena 2 (V4) produces the highest number of pods (40.62 pods), and Agromulyo (V2) produces the highest harvest age (83 days). Analysis of shade and various varieties that were carefully assessed on the growth and yield of soybean production showed that it had no real influence on all the parameters observed.
Pengaruh Jarak Tanam dan Pemangkasan Daun Terhadap Peroduktivitas Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L.) Deddy Wahyudin Purba; Lokot Ridwan Batubara; Satria Pramuja Ramadhan; Oktoni Eryanto
JURNAL AGROPLASMA Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Agroplasma Vol 13 No 1 Mei 2026
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v13i1.9279

Abstract

The study used a Factorial Randomized Block Design (RAK) consisting of 2 treatment factors. The first was the effect of planting distance (J) consisting of 3 treatment levels, namely J1 = planting distance 60 x 60 cm, J2 = planting distance 60 x 70 cm, J3 = planting distance 70 x 80 cm. The second was leaf pruning (D) consisting of 4 treatment levels, namely D0 = no pruning, D1 = pruning at 28 DAS, D2 = pruning at 35 DAS, D3 = pruning at 42 DAS. Based on observational results, the influence of planting distance in treatment J2 produced the best plant height, leaf area, and fruit weight per plot with results of 46.31 cm, 85.44 cm², and 2.90 kg, respectively; treatment J3 produced the best stem diameter of 4.63 mm; treatment J1 produced the best number of leaves and fruit per sample with results of 22.33 leaves and 7.83 fruits. Leaf pruning in treatment D2 produced a plant height of 44.30 cm; treatment D3 produced the best stem diameter of 4.63 mm; treatment D1 produced the best number of leaves of 23.11 leaves; treatment D0 produced the best leaf area, number of fruits per sample, and fruit weight per plot with results of 84.88 cm², 8.11 fruits, and 2.80 kg. The interaction effect of planting distance and leaf pruning showed no significant difference in all observed parameters. Keywords: planting distance, pruning, eggplant, productivity
Co-Authors Algi Utama Ansoruddin . Ansoruddin Ansoruddin Ansoruddin Ansoruddin Ansoruddin, Ansoruddin Azhari, M. Nanda Azhari, M.Nanda Bara, Lokot Ridwan Batu Batu Bara , Lokot Ridwan Batu Bara, Lokot Ridwan Batubara, Lokot Ridwan CIK ZULIA Darmansyah, Dwi Bhakri Devin Juanda Dian Kusuma Dian Puspitasari Efendi, Elfin Fajri, Surya Fanisa Dwi Adisty Gunawan, Heru Gustianty, Lanna Reni Hakim, Baihaqy Happy Syahfitri A Hariyani, Riska Harmi Dedi Hirawan Heru Gunawan Herviza Wulandari Pane Herviza Wulandary Pane Hidayat Tarigan, Rahmat Hilda Yanti Br Torus Pane Indra Kurniawan Indra Satria Irwanto Irwanto Jaya Tata Hardinata Jian Maulana Juanda, Devin Kurniadi, Repotri Kurniawan, Muhammad Adzi Lanna Reni Gustianty Lestari Butar-Butar, Winda Lokot Ridwan Batu Bara Lokot Ridwan Batubara Mey Sanjaya Muchli Muchli Muhammad Adzi Kurniawan Muhammad Safrizal Muhammad Wahyu Wijaya Nida UlHusna Nasution Noverina Chaniago Nurjuwita, Siti Nurul utami Nurul Utami Nurwijayanti Oktoni Eryanto Padhilah, Fikri Pane, Herviza Wulandari Pane, Herviza Wulandary Purmadana, Eka Rafitra, M.Reza Rahma Manurung , Wana Aulia Ridwan Batu Bara, Lokot Ridwan Batubara, Lokot Rumiati, Rumiati Safruddin Safruddin Safruddin Safruddin Safruddin Safruddin, S Satria Pramuja Ramadhan Siti Rahayu Sri Susanti Ningsih Suci Wahidma Sari Sumain Sumain Supandi, Nanda Suswati Suswati Syafrizal Hasibuan Syahputra, Ade Wahyudi Syuhada Damanik Tari Anggun Prasasti Wijaya, Muhammad Wahyu Yuli Suwardani Zahar, Intan Zoelhery Noer