Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penerapan Teknologi Pengolahan Sampah Melalui Kuliah Kerja Nyata Terpadu Di Desa Kotaraya Tenggara Rahayu, Ni Wayan Sri Rahayu; I Ketut Suparta; Ni Luh Ayu Eka Damayanti; Melki Sedik Tandea; Ni Nyoman Suwita Ningsih; Ni Luh Sri Nadi; Gede Bagus Wirabuana; Kadek Pande Wijaya; Ni Made Ayu Pastrini; Iwayan Aditya
TEKIBA : Jurnal Teknologi dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): TEKIBA : Jurnal Teknologi dan Pengabdian Masyarakat (Januari)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/tekiba.v5i1.5226

Abstract

KKNT students are given the opportunity to solve problems in the community. The problem faced by the people of Kotaraya Tenggara Village is about garbage in several places of worship. This causes people who worship uncomfortable. Therefore, waste management technology is proposed to overcome the problems in supporting KKNT students' activities and understanding of the environment. The results showed that students and the community gotong royong to reduce the volume of waste decreased from 80% to 20%, and the community understood about the utilization of technology to reduce the volume of waste. Collaborative activities between students and the community have an impact on environmental awareness of worship, tolerance, and waste processing technology.
Implementasi Spiritualitas di Tempat Kerja untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan di Sanctoo Suites & Villas Pramana, Made Dwitya Teja; Astawa, I Ketut; Winia, I Nyoman; Sudiarta, Made; Suparta, I Ketut
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 5 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51172/jbmb.v5i2.366

Abstract

Purpose: The purpose of this study is to determine the implementation of spirituality in the workplace and the effect of the implementation to the performance of employees at Sanctoo Suites & Villas, Singapadu, Gianyar. Research methods: The type of data in this study is primary data which obtained through observation, interviews, and questionnaires from 60 samples. The data analysis technique used is simple linear regression and processed through the SPSS. Results and discussion: The management of Sanctoo Suites & Villa has not explicitly implemented spirituality in the workplace buat implicitly the concept of spirituality in the workplace has been applied by management based on three dimensions that build spirituality in the workplace, namely meaningful work, feeling connected to the community, and alignment with organizational values. Spirituality has a positive influence on employee performance at Sanctoo Suites & Villas. Implication: This study has particular implications for the Sanctoo Suites & Villa management in building value dimensions that can increase the spirituality of employees in carrying out their duties so that they can contribute to the performance of their employees and to the companies.
Implementation of Green Tourism Village Management in Bilebante Village, Central Lombok Adam Rahmadi Akbar; I Gede Mudana; Gede Ginaya; I Ketut Suparta
Journal of Social Service and Empowerment Vol. 2 No. 1 (2025): Journal of Social Service and Empowerment (JOSSE)
Publisher : Politeknik Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56743/josse.v2i1.475

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan manajemen yang efektif dalam pengembangan desa wisata hijau yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan di Desa Wisata Hijau Bilebante di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Metodologi penelitian yang digunakan adalah wawancara mendalam dengan pengelola desa, observasi langsung, dan analisis dokumen terkait. Penelitian ini mengeksplorasi implementasi pengelolaan desa wisata hijau dengan menggunakan teori manajemen POAC (planning, organizing, actuating, controlling) dan konsep pariwisata hijau. Desa Wisata Hijau Bilebante berhasil menerapkan pengelolaan POAC dengan baik, terlihat dari pembangunan infrastruktur dan program pariwisata berbasis komunitas. Penerapan konsep pariwisata hijau juga meningkatkan kesadaran lingkungan dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian alam. Pendekatan pengelolaan POAC dan wisata hijau di desa ini dapat menjadi model pengembangan desa wisata hijau di Indonesia.
Peranan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Dalam Mengelola Limbah Kulit Kopi Menjadi Pupuk Organik Serta Bahan Bakar Alami (Briket) Gunanta, Dwijaya; Sri Laksmi, Anak Agung; Laurentya Utomo, Elisabeth Thyrza; Ayu Krisdiyanti, Ni Luh; Selasih Antari, Ni Kadek; Astuti, Komang; Edo Gunardianto, I Kadek; Aryadi, Rai; Made Wiriani, Dewa Ayu; Agus Aditia, I Putu; Slamet, I Nyoman; Suparta, I Ketut; Dyastuti, Ni Kadek
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7698

Abstract

KKN Terpadu Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Sentana Sulawesi Tengah di Dusun Rodo Rodo, Desa Watutau, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian masyarakat pengaplikasian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata ini berlangsung dari tanggal 25 Agustus 2025 sampai dengan 10 November 2025. Kegiatan ini terdiri dari kegiatan inti, kegiatan desa, kegiatan kecamatan dan kegiatan tambahan. Artikel ini lebih fokus membahas kegiatan inti yang telah dilaksanakan berkaitan dengan aspek edukasi dan budaya. Kegiatan KKN bertujuan untuk memberi pengalaman dan sebagai proses pembelajaran bagi mahasiswa untuk menggali dan mengembangkan potensi-potensi masyarakat desa. Metode pelaksanaan KKN di lokasi terdiri dari kegiatan survey, perencanaan, dan pelaksanaan. Kegiatan inti mahasiswa KKN mendapat dukungan dari para tokoh umat, pemerintah setempat dan masyarakat desa. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pelatihan pembuatan pupuk kompos dan pelatihan pembuatan briket. Kegiatan KKN STAH diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di Kecamatan lore peore pada umumnya yang bertujuan untuk menciptakan kebersamaan, dan peningkatan kualitas pertanian, sosial dan budaya masyarakat di Dusun Rodo Rodo Desa Watutau, Kecamatan Lore Peore.
THE EARLY HISTORY OF BALINESE TRANSMIGRANTS AND THEIR COMMUNITY FORMATION STRATEGIES IN PARIGI MOUTONG, CENTRAL SULAWESI I Ketut Gunarta; Segara, I Nyoman Yoga; Ni Kadek Apriliana; I Ketut Suparta; I Gusti Made Arya Suta Wirawan
Vidyottama Sanatana: International Journal of Hindu Science and Religious Studies Vol 10 No 1 (2026)
Publisher : UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/vidyottama.v10i1.5418

Abstract

Basically, Balinese people do not have the ability to migrate because they are constrained by their communal-agrarian and religious system, which is collective, communal, and religious life, starting from dadia (family ties based on the male line), banjar adat (social institutions based on socio-culture, custom, and religion), and village custom. However, due to land constraints and natural disasters, they have migrated, relying on their farming skills to become successful farmers, as the Balinese people found in Parigi Moutong District, Sulawesi. How they settled in the Parigi region, then migrated to other region, and the strategies used in forming their communities are the central issues in this study. This study employs a qualitative approach, involving in-depth interviews, observation, and document analysis. Research findings indicate that the presence of Balinese people in Parigi was initially due to exile by the Dutch, who opened up new land for agriculture in Central Sulawesi. Over time, their success in land cultivation and their growing population led them to establish a social system similar to their life in Bali.  
TRANSFORMASI PASRAMAN FORMAL MENJADI WIDYALAYA: (STUDI KASUS MADYAMA WIDYALAYA DWI JENDRA DI DESA LALUNDU KECAMATAN RIO PAKAVA) Anak Agung Ayu Made Sri Intan Lestari; I Ketut Suparta; Ni luh Ayu Eka Damayanti
Widya Genitri : Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu Vol. 17 No. 1 (2026): Widya Genitri: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan Hindu
Publisher : STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36417/mxemv440

Abstract

Terbitnya Peraturan Menteri Agama mendorong pasraman formal bertransformasi menjadi widyalaya agar sesuai regulasi. Perubahan ini mencakup penyesuaian administratif, kurikulum, dan sistem pembelajaran. Widyalaya diharapkan tetap menjaga nilai Hindu sambil memenuhi ketentuan pemerintah. Rumusan masalah penelitian: 1) Bagaimana proses transformasi Madyama Widya Pasraman Dwi Jendra menjadi Widyalaya? dan 2) Apa kendala dan upaya yang dihadapi Madyama Widya Pasraman Dwi Jendra dalam mengahdapi transformasi menjadi Wdyalaya?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses transformasi pasraman formal menjadi Widyalaya dan mengetahui kendala dan upaya dalam menghadapi transformasi menjadi widayala. Permasalahan tersebut dikaji menggunakan teori struktural fungsional dan teori behavioristik. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data model interaktif. Hasil dari penelitian: 1) Proses transformasi pasraman formal menjadi widyalaya terjadi melalui tiga proses yaitu a) Proses awal; b) Pelaksanaan; c) Proses akhir transformasi pasraman formal menjadi widyalaya. 2) Kendala dan upaya yang dihadapi Madyama Widya Pasraman Dwi Jendra dalam menghadapi transformasi menjadi widyalaya yakni: a) Kendala tenaga pendidik, Kendala dana, kendala kurangnya koordinasi dengan pembimas, penyelenggara dan yayasan; b) Upaya yang dilakukan yaitu: Mencari guru yang diperbantukan, Optimalisasi pengelolaan aset yayasan, Peningkatan Koordinasi dengan pembimas, penyelenggara dan yayasan serta memperkuat hubungan sekolah dan masyarakat.