Claim Missing Document
Check
Articles

THE IMPACT OF WATER PROJECTS ON RIVER HYDROLOGY Supit, Cindy J.
TEKNO Vol 11, No 59 (2013): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Water project construction such as dams is one of the major activities in basin development and utilization. The reservoirs are usually located in the headstream with large storage capacity for main function of water storage, water supply and flood control. The impact of water projects on river hydrology, surrounding environment and ecology are important topics in river basin management and environmental protection.Through this research, the model has shown to be able to simulate the hydrological process in Kase River basin. The existences of Hokuzan dam reservoir and Kase River dam reservoir in this area resulted in reductions in annual and peak stream flow rates in the watershed because of the storage of dams. Wide surface areas of reservoirs can evaporate higher than natural channels. These dams seem to result in decrease of average annual discharge by 3.68 % from only Hokuzan dam scenario, and decrease 4.49 % from the no dam scenario.A developed management tool for water resources seems to be a new approach to water environment improvement in Kase River basin. Integrated water management of Kase River basin including management of multiple dam’s reservoir shows possibility for satisfaction of water quantity demand both in the irrigation period and non irrigation period. This integrated water management also gives feasibility for water supply to prevent eutrophication at the creek network downstream.This research will be a useful step for the future integrated basin management and expected as the foundation for the sustainable development of Saga City in the future.Keywords: Water project, river hydrology
ESTIMATION OF WATER RESOURCES LOADING INTO THE DAM RESERVOIR Supit, Cindy J.
TEKNO Vol 12, No 60 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Estimation of water resources loading into the dam reservoir is an important study that will provide a new approach to water environment improvement.  The SWAT model simulation between 2000 and 2010 indicated that various potential landuse  sources  exist  within  the  Kase  River  Dam  area. Considering  the  total  loading  of pollutants to Kase River Dam, the potential contributions of tributary must be considered. The tributary  loadings  are  related  to  landuse  activities  that  occur  in  the  watershed,  include agricultural, forest and urban area. The greatest pollutant transport of TN and TP into tributary streams occurs in the Hokuzan Fork area. The Hokuzan Fork area is the big contributor of nutrients to its stream reaches in the Kase River Dam, simply because of its large size (55 % of total watershed area). The transport of nutrients to stream reaches is much lower in the Nakahara Fork area with TN 8319.13 kg and TP 580.75 kg respectively. Subwatersheds 6, 7 and subwatershed 8, which inside the Nakahara Fork contribute relatively little to their respective stream reaches. The outcome shows that the greatest sources of pollutant transport to stream reaches are from Rice field and Forest Mix, which dominate the Kase River Dam watershed. Rice field is seen to contribute significant amounts of all nutrients to stream reaches; this is due to the agricultural activity from this landuse. Keywords: Water resources, Dam reservoir
ANALISIS SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA RANOMERUT KECAMATAN ERIS KABUPATEN MINAHASA Mongisidi, Janice Gayle; Supit, Cindy J.; Mangangka, Isri R.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem penyediaan air bersih di Desa Ranomerut Kecamatan Eris Kabupaten Minahasa belum tersedia sehingga masyarakat kesulitan mendapat air bersih. Sistem pengalirannya hanya dibuat menggunakan selang oleh penduduk sekitar, sehingga proses pendistribusian air bersih tidak merata.Sistem penyediaan air bersih di Desa Ranomerut direncanakan untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun 2027. Proyeksi jumlah penduduk pada tahun rencana dilakukan menggunakan analisis regresi untuk memprediksi jumlah kebutuhan air bersih. hasil survey dan analisis menunjukkan bahwa jumlah pertumbuhan penduduk Desa Ranomerut hingga tahun rencana 2027 adalah 1565 jiwa, dengan jumlah kebutuhan air bersih sebesar 1,3117 liter/detik, dan kebutuhan air jam puncak sebesar 1,574 liter/detik. Dalam perencanaan ini sumber air berasal dari mata air lereng gunung Tokani Idung dengan debit sesaat sebesar ± 1,705 liter/detik, lebih besar dari debit kebutuhan air. Dengan demikian kebutuhan air di Desa Ranomerut dapat terpenuhi. Pipa transmisi dan pipa distribusi dihitung secara manual menggunakan rumus Hazen-Williams, dan didapat ukuran pipa HDPE masing-masing 2 inch. Air bersih didistribusikan ke penduduk secara gravitasi melalui 16 buah Kran Umum.  Kata Kunci: Desa Ranomerut, Sistem Penyediaan, Kebutuhan Air
Studi Analisa Karakteristik Gelombang Untuk Pantai Lirung Siyulan, Reinaldo C.; Jansen, Tommy; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol 17, No 73 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Lirung yang merupakan salah satu wilayah pantai yang mengalami masalah seperti abrasi akibat gelombang. Hal ini dapat mengganggu atau bahkan merugikan masyarakat. Oleh sebab itu dalam pengamanan daerah pesisir serta perlindungan penduduk maka perlu mengetahui karakteristik gelombang laut yang terjadi di pantai tersebut. Dalam penelitian ini, dilakukan pendekatan teori dan analisis transformasi gelombang yang terjadi di kawasan pantai Lirung. Peramalan gelombang dihitung dengan metode hindcasting gelombang berdasarkan data angin selama 3 tahun dari stasiun BMKG Bitung untuk mendapatkan tinggi dan periode gelombang signifikan. Hasil perhitungan gelombang di pantai Lirung, ternyata gelombang arah Timur – Tenggara memiliki potensi terbesar dengan gelombang maksimum terjadi pada bulan Septenber 2017 dengan    H = 0.653 m dan T = 3.514 det. Koefisien refraksi yang terjadi berkisar antara 1 sampai 1.6492 dan koefisien shoaling yang terjadi berkisar pada 0.8522 sampai 1.4219. Tinggi gelombang pecah yang didapat dari hasil perhitungan berkisar pada 0.4856 sampai 0.9166 m pada kedalaman 1 m sampai 19 m.
Analisis Perencanaan Lubang Resapan Biopori Untuk Mereduksi Genangan Di Jalan Dahlia Raya II Perumahan Griya Paniki Indah Kota Manado Dengah, Gerry Petera; Supit, Cindy J.; Tangkudung, Hanny
TEKNO Vol 17, No 73 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perumahan Griya Paniki Indah merupakan perumahan yang terletak di Kelurahan Paniki Bawah, Mapanget, Kota Manado, memiliki ruang terbuka hijau yang semakin berkurang. Penggunaan lahan terbangun yang semakin meningkat dan keadaan drainase yang masih kurang baik, menyebabkan genangan air terutama pada musim hujan. Hal ini dikarenakan ketidak mampuan drainase yang ada untuk menampung volume dan debit air yang bertambah. Tujuan penelitian ini adalah untuk merencanakan sistem drainase berwawasan lingkungan berupa lubang resapan biopori yang dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk mereduksi genangan air di jalan Dahlia Raya II Perumahan Griya Paniki Indah Kota Manado. Dalam penelitian ini, data-data yang diambil adalah Peta Topografi, Layout Eksisting, Data Hidrologi, Data Klimatologi. Selanjutnya dilakukan analisis debit rencana untuk membandingkannya dengan debit kapasitas. Jika debit kapasitas kurang dari debit rencana, maka direncanakan lubang resapan biopori. Jika lubang resapan biopori tidak mampu menampung debit luapan atau genangan, maka dilakukan perubahan dimensi saluran. Dari 22 saluran yang ada pada lokasi penelitian terdapat 3 saluran yang tidak dapat menampung debit rencana, yaitu : S (28-29), S (29-31), S (9-10). Dimensi LRB yang direncanakan berbentuk silinder yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10 cm dan kedalaman 100 cm. Sedangkan mulut lubang dapat diperkuat semen selebar 2 – 3 cm dengan tebal 2 cm di sekeliling mulut lubang. Perencanaan lubang resapan biopori digunakan untuk meningkatkan kandungan air tanah dan cadangan air tanah pada musim kemarau. Perubahan dimensi saluran dengan merubah dimensi saluran yaitu lebar saluran B = 0,8 m.
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PADA PROYEK AIR BERSIH DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN Tumbelaka, Hence Rudolf; Supit, Cindy J.; Mandagi, Robert J. M.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 10, No 1 (2020): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The supply of clean water is one of the basic human needs and the social-economic rights to be required for the regional and central government to fulfill. In order to facilitate the development of SPAM at South Minahasa Regency, the local government is necessarily expected to have long-term planning to fulfill the demand for clean water. For this is a basic human needs in every activities, therefore an establishment of clean water system that can give optimal benefits and reach the expected planning age are needed, such attempt needs professional management that is sustainable and continually. The purpose of this research is to obtain the potential capacity of clean water supply system in four villages within the capital of Tareran sub-district using PVC typed pipes which before were GIP typed pipes that have exceeded its planning age, resulting change in dimension due to deposition and thickening on wall inside of the pipeand determine economic feasibility from the replacement of Galvanized Iron Pipe (GIP) distribution pipe to Polyvinyl Choloride Pipe (PVC) in 4 (four) villages within the capital of Tareran sub-district.The results obtained from this research and analysis are; (1) 4 inches (100 mm) and 6 inch (150 mm) Polyvinyl Chloride Pipes (PVC) after being technically analyzed are feasible to replace Galvanized Iron Pipes (GIP) that have exceeded planning age with the result for technical analysis of Tareran sub-district’s capital clean water supply production capacity to meet an increase from 230,36 m3/day to 240,84 m3/day. (2) The supply of clean water covers these four villages; RumoongAtas, RumoongAtasDua, LansotTimurdanLansot, which economically speaking  for the capital of Tareran sub-district are feasible to invest after being examined with several investment measures which are Net Present Value (NPV) for Rp8.810.252.490 (NPV > 0), Break Even Point (BEP) with investment value return to occur in 2nd year of the 1st month (2 years 1 month) exactly in 2019 or under the operational planning age and assuming 12% level of interests still produces positive valuewhere IRR value > 12% or still above the level of expected minimum interests of 10%, Keywords: Clean Water, Feasibility, Galvanized Iron Pipe, PolynivylCholoride Pipe, Based on Net Present Value, Break-even Point, Internal Rate of Return
PREDIKSI BANJIR DI SUNGAI RANOMEA KABUPATEN MINAHASA SELATAN Kopalit, Theo Nugraha; Supit, Cindy J.; Dundu, Ariestides K. T.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 3 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Ranomea terletak di Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara. Salah satu desa yang dilewati oleh sungai Ranomea adalah desa Ranomea Kecamatan Amurang Timur. Sungai Ranomea memiliki DAS sebesar 14 Km2. Pada tahun 2000 terjadi peningkatan intensitas curah hujan, yang menyebabkan banjir akibat meluapnya sungai Ranomea. Oleh karena itu dibutuhkan data mengenai besar debit banjir  dan tinggi muka air yang dapat terjadi.Analisis dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan metode Log Pearson III. Adapun data hujan yang digunakan berasal dari pos hujan MRG ARR Pentu-Pinaling. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum dari tahun 2008 s/d 2018. Pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Service dan SCS Curve Number (CN). Aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan program komputer HEC-HMS. Dalam kalibrasi ini, parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow, dan ratio to peak. Kalibrasi dilakukan dengan menggunakan uji koefisien determinasi dengan memperhatikan nilai koefisien determinasi yang > 0,6 dianggap sudah bisa memenuhi untuk tingkat kemiripan. Hasil kalibrasi didapat 0,767 (memenuhi). Dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dan kemudian dimasukan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur.Hasil simulasi pada titik kontrol 170 m menunjukkan bahwa semua penampang melintang dari sta 0+0 sampai sta 0+100 tidak dapat menampung debit banjir untuk semua kala ulang rencana. Untuk hasil simulasi pada titik kontrol 988 m menunjukkan penampang melintang sta 0+0 hanya bisa menampung debit banjir pada kala ulang 5 tahun, sedangkan penampang pada sta 0+50 tidak bisa menampung debit banjir untuk semua kala ulang rencana. Kata Kunci: Sungai Ranomea, Prediksi Banjir, Debit Banjir, Tinggi Muka Air
PREDIKSI PERUBAHAN KARAKTERISTIK HIDROLOGI AKIBAT PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN SEBAGAI USAHA MITIGASI BANJIR DI MANADO Supit, Cindy Jeane; Mamoto, Jeffry Dantje
TEKNO Vol 14, No 66 (2016): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan penggunaan lahan yang terjadi sangat mempengaruhi karakteristik hidrologi dan berdampak pada perubahan karakteristik aliran. Kajian perubahan penggunaan lahan suatu daerah sangatlah penting untuk dilakukan agar tidak menimbulkan akibat buruk terhadap karakteristik hidrologi daerah tersebut, sehingga bisa menimbulkan bencana banjir didaerah tersebut.  Penurunan aliran permukaan serta peningkatan kapasitas infiltrasi seharusnya menjadi prioritas dalam penyusunan penggunaan lahan suatu daerah.Sampai saat ini, belum ada penelitian tentang model perubahan penggunaan lahan terhadap dinamika karakteristik hidrologi menyeluruh untuk daerah Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan membuat kajian pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap karakteristik hidrologi didaerah Manado dan sekitarnya. Penelitian ini direncanakan sebagai langkah awal pelaksanaan penyusunan penggunaan lahan terbaik di Sulawesi Utara dalam rangka mitigasi bencana banjir yang sering terjadi di Sulawesi Utara. Roadmap penelitian akan dilaksanakan dalam tiga tahun. Tahun pertama, akan meneliti perubahan penggunaan lahan di daerah Manado. Pada tahun kedua, akan meneliti perubahan penggunaan lahan di daerah Kabupaten Minahasa,  Kabupaten Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara. Terakhir pada tahun ketiga, akan meneliti perubahan lahan  di daerah Bolaang Mongondow. Selanjutnya langkah langkah yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain: survey pos hujan, pos duga air, dan pos iklim yang ada di daerah Manado dan sekitarnya , kemudian melakukan survey lapangan ke pos pos tersebut untuk mengecek kondisi pos hujan, pos duga air dan pos iklim. Selanjutnya pengumpulan data sekunder berupa data hujan, data debit,  data iklim dari setiap pos, data peta tanah beserta data fisik tanah, data peta penggunaan lahan, serta peta DEM (Digital Elevation Model).  Langkah berikutnya dilakukan analisis data dengan penggunaan model SWAT (Soil and Water Assesment Tools) melalui urutan proses dimulai dengan deliniasi daerah, analisis unit respons hidrologi, membuat basis data iklim, membangun data masukan model SWAT, simulasi model, serta kalibrasi dan validasi.   Diharapkan penelitian ini berlanjut untuk seluruh wilayah Sulawesi Utara, serta disusunnya rekomendasi perencanaan penggunaan lahan di Sulawesi Utara yang terbaik.. Kata kunci : perubahan karakteristik hidrologi, perubahan penggunaan lahan, mitigasi banjir
PERENCANAAN SISTEM JARINGAN PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK DI KELURAHAN BANJER LING.V KECAMATAN TIKALA Dimara, Chrisye F. Y.; Supit, Cindy J.; Jasin, M. I.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 3 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Banjer Linkungan V belum memiliki sistem jaringan air limbah dan Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL). Air limbah domestik di Kelurahan ini langsung dibuang ke saluran drainase, sungai, bahkan mengalir di pekarangan dan jalan. Kondisi ini sangat merusak estetika, gangguan terhadap kehidupan biotik, dan media penyebaran penyakit yang berakibat pada menurunnya tingkat kesehatan penduduk. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dibuat perencanaan sistem pengolahan air limbah domestik agar dapat mengatasi permasalahan lingkungan.Perencanaan ini dilakukan melalui pengumpulan data primer dan sekunder. Dari peta topografi dan layout eksisting didapatkan arah-arah aliran sesuai dengan kontur. Selanjutnya, data jumlah rumah dan sektor lainnya digunakan untuk menghitung pemakaian air dan debit air limbah yang akan melewati setiap saluran untuk mendapatkan diameter saluran dan kemiringan. Perhitungan debit puncak dilakukan untuk menentukan dimensi bak pengolahan air limbah.Dari hasil perencanaan didapatkan metode yang dipakai dalam SPAL ini adalah sistem terpusat (Off Site System) yang dialirkan secara gravitasi. Sistem ini melayani 3974 orang atau 575  bangunan. Jenis saluran yang digunakan adalah saluran bulat lingkaran dengan berbagai variasi ukuran penampang yang mengalirkan air limbah sebesar 476,880 liter/hari. Proses pengolahan air limbah menggunakan proses Biofilter Anaerob-Aerob. Ukuran bak Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) 18 m x 5,4 m. Kata kunci: Kelurahan Banjer Linkungan V, air limbah domestik, dan SPAL
ANALISIS PENGARUH BACKWATER DI MUARA SUNGAI TALAWAAN-BAJO KABUPATEN MINAHASA UTARA La'la, Monica; Hendratta, Liany A.; Supit, Cindy J.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 10, No 2 (2020): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Talawaan-Bajo di Kabupaten Minahasa Utara pada musim penghujan pernah meluap di muara pantai Talawaan-Bajo. Luapan air ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi serta pengaruh pasang surut di sungai Talawaan-Bajo. Analisis pengaruh pasang surut dan backwater yang terjadi di sungai tersebut perlu dilakukan untuk mengantisipasi banjir yang kemungkinan akan terjadi kelak.Analisis frekuensi hujan menggunakan Metode Log Pearson III dengan bantuan Program HEC-HMS dengan metode HSS SCS. Debit banjir dianalisis dengan program HEC-HMS menggunakan parameter terkalibrasi. Debit puncak hasil simulasi untuk setiap kala ulang digunakan untuk mensimulasi tinggi muka air pada penampang menggunakan program HEC-RAS. Simulasi dibuat dengan kondisi pasang surut terendah dan debit terkecil, pasang surut terendah dan debit terbesar, pasang surut tertinggi dan debit terkecil, dan pasang surut tertinggi dan debit terbesar. Metode Tahapan Langsung dan Metode Tahapan Standart akan digunakan untuk melihat profil muka air banjir sungai Talawaan-Bajo.Penelitian menunjukkan besarnya debit puncak pada kala ulang 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun adalah 68,8 m3/det, 102,6 m3/det, 154,6 m3/det, 204,9 m3/det, dan 263,8 m3/det. Analisis HEC-RAS pada kondisi tanpa pasang surut untuk kala ulang 5 tahun, penampang sungai sudah tidak mampu menampung debit banjir sejak STA 0+45. Pada kala ulang 100 tahun sudah tidak mampu menampung debit banjir sejak STA 0+25. Kondisi dengan pengaruh pasang surut untuk kala ulang 5 dan 100 tahun seluruh tinggi muka air sudah melampaui tinggi penampang sungai dengan nilai antara 0,08-1,47 meter. Luapan cenderung terjadi ke arah bantaran kanan sungai.Analisis tinggi muka air dengan metode tahapan langsung mendapatkan selisih pengaruh backwater pada kondisi pasang surut terendah dan pasang surut tertinggi untuk debit terkecil antara 1,47–2,48 m, sedangkan untuk debit terbesar antara 0,7–1,49 m. Analisis yang sama dilakukan dengan metode tahapan standart mendapatkan hasil 0,63–1,2 m dan 0,07–0,35 m. Kedua metode ini menunjukkan pengaruh backwater lebih besar terjadi pada kondisi debit terkecil dibandingkan dengan debit terbesar. Fenomena ini terjadi karena debit yang kecil memungkinkan masuknya sejumlah aliran balik menuju sungai. Hasil analisis metode tahapan standart menunjukkan perbedaan yang kecil dengan HEC-RAS sehingga dapat direkomendasikan sebagai alternatif penggunaan program HEC-RAS dalam menganalisis profil muka air. Kata kunci:  Backwater, HEC-HMS, HEC-RAS, Profil Muka Air, Metode Tahapan Langsung, Metode Tahapan Standart