Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Sungai Sario Di Titik Jembatan Kanaan Ranotana Weru, Kecamatan Wanea, Kota Manado Pangemanan, Axel R.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.59110

Abstract

Sungai Sario merupakan merupakan salah satu sungai yang ada di kota Manado, yang melintasi kelurahan Ranotana Weru dan bagian hilir yang berakhirnya aliran sungai tersebut di Teluk Manado. Sungai tersebut merupakan sungai yang rawan akan terjadinya bencana alam seperti banjir, dengan intensitas hujan yang sangat tinggi sungai pernah menyebabkan banjir akibat luapan air sungai tersebut di titik jembatan Kanaan Ranotana Weru. Analisis debit banjir curah hujan rencana mengunakan metode Log Pearson III dengan data hujan harian maksimum dengan periode pencatatan dari tahun 2013 s/d 2022 data tersebut berasal dari pos Tikala-Sawangan dan Tinoor. Mengingat perkembangan teknologi yang semakin maju sehingga penelitian ini menggunakan program komputer HEC-HMS untuk analisis hidrologi dengan metode HSS Soil Convservation Services serta baseflow menggunakan metode recession. Pada program ini akan mengkalibrasi parameter – parameter seperti Cuve Number, initial discharge, ratio to peak, lag time dan recession constant untuk mendapatkan debit puncak yang sama atau mendekati dengan data debit puncak sungai kontrol sebesar 1,4 m3/s. Debit puncak dari hasil simulasi HEC-HMS adalah 1,3 m3/detik kemudian dilakukan simulasi kala ulang untuk 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun yang akan dimasukkan pada program komputer HEC-RAS untuk analisis hidraulika. Lalu dilakukan simulasi elevasi tinggi muka air dengan penampang sungai yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukan tidak terjadi luapan pada kala ulang 5 tahun sampai dengan 100 tahun di STA 0+200, lalu di STA 0+175 dan 0+100 terjadi luapan pada kala ulang 50 tahun dan 100 tahun, kemudian di STA 0+125 hanya mampu menampung debit banjir kala ulang 5 tahun, pada STA 0+175 terjadi luapan pada kala ulang 25 tahun sampai dengan 100 tahun, pada STA 0+50 terjadi luapan di semua debit kala ulang,serta untuk 0+25 hanya mampu menampung debit kala ulang 5 tahun. Kata kunci: Sungai Sario, debit banjir rencana, tinggi muka air, HEC-HMS, HEC-RAS
Analisis Debit Banjir dan Tinggi Muka Air Sungai Ongkaw Di Desa Ongkaw Dua Kabupaten Minahasa Selatan Manoppo, Marcelina R. T.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.59270

Abstract

Sungai Ongkaw terletak di Desa Ongkaw Dua, Kecamatan Sinonsayang, Kabupaten Minahasa Selatan. Sungai Ongkaw pernah meluap, oleh sebab itu dibutuhkan perhitungan debit banjir dan elevasi tinggi muka air yang dapat terjadi. Analisis debit banjir dan elevasi tinggi muka air dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan menggunakan metode Log Pearson III. Digunakan data hujan dari pos hujan Klimatologi Nonapan-Wineru. Data yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum selama 10 tahun, yaitu dari tahun 2008 s/d 2021. Pemodelan hujan aliran dengan program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk baseflow akan menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan uji debit puncak. Dalam kalibrasi ini, parameter yang akan dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Untuk batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Hasil uji uji debit puncak menunjukan nilai 3,0 m3/det. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Analisis Hidraulika untuk prediksi elevasi tinggi muka air menggunakan program HEC-RAS. Hasil simulasi menunjukkan penampang melintang Sungai Ongkaw pada STA 0+175 dan STA 0+200 yang ditinjau tidak dapat menampung debit banjir untuk kala ulang 25 tahun, 50 tahun, dan 100 tahun. Kata kunci: Sungai Ongkaw, debit banjir, HEC-HMS, HEC-RAS
Pengembangan Sistem Jaringan Air Bersih Di Kelurahan Kakaskasen Satu Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon Tamboto, Yonathan; Hendratta, Liany A.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60249

Abstract

Kelurahan Kakaskasen 1 memiliki mata air Pinawelaan yang terletak ± 1 km dari pemukiman. Air bersih tersebut belum tersalurkan secara menyeluruh dan merata. Untuk itu perlu adanya pengembangan sistem jaringan air bersih di Kelurahan Kakaskasen 1. Sistem jaringan air bersih yang direncanakan dapat memenuhi kebutuhan air bersih Kelurahan Kakaskasen 1 sampai tahun 2033. Kebutuhan air bersih dihitung berdasarkan proyeksi jumlah penduduk menggunakan analisis regresi linear, regresi logaritma dan regresi eksponensial. Untuk merencanakan sistem perpipaan jaringan air bersih menggunakan rumus persamaan Hazen-Williams dan program Epanet 2.2. Hasil perhitungan dengan menggunakan analisis regresi linear diperoleh jumlah penduduk Kelurahan Kakaskasen 1 sampai tahun 2033 berjumlah 3.175 jiwa dan kebutuhan air bersih mencapai 2,663 liter/detik. Dalam pengembangan sistem jaringan air bersih ini mata air yang dimanfaatkan adalah mata air Pinawelaan karena debit sebesar 15 liter/detik mampu mencukupi kebutuhan air bersih Kelurahan Kakaskasen 1 sampai tahun 2033. Pengembangan sistem jaringan air bersih ini menggunakan program Epanet 2.2 dan menggunakan pipa transmisi berdiameter 63 ,75 , 110 dan 140 mm. Kata kunci: Jaringan Air Bersih, Epanet 2.2, Kelurahan Kakaskasen 1
Kajian Pengendalian Banjir Sungai Bailang Di Titik Puskesmas Bengkol Kota Manado Titirlolobi, Josephat D.; Supit, Cindy J.; Sumarauw, Jeffry S. F.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60315

Abstract

Bailang merupakan sungai yang mengalir dari Minahasa Utara melewati Kelurahan Bengkol , pada saat intensitas hujan yang cukup tinggi, sungai ini meluap dan membanjiri beberapa rumah di Kelurahan Bengkol. Usaha warga telah dilakukan untuk mengatasi banjir tersebut namun usaha tersebut masih kurang berhasil dikarenakan tidak dilandasi ilmu yang tepat, oleh karena itu dibutuhkan data mengenai besar debit banjir dan tinggi muka air yang mungkin dapat terjadi sehingga bisa mengetahui apa yang bisa dibuat untuk menanangani bencana tersebut. Analisis dimulai dengan mencari frekuensi hujan mengunakan metode Log Pearson III. Data hujan yang digunakan berasal dari pos hujan Bailang-Kayuwatu dan data hujan yang akan digunakan adalah data hujan harian maksimum dari tahun 2008 s/d 2021. Mengingat kemajuan teknologi yang semakin maju sehingga penelitian ini menggunakan program komputer HEC-HMS untuk analisis hidrologi dengan metode HSS Soil Convservation Services serta baseflow menggunakan metode recession. Kemudian pada program ini akan mengkalibrasi parameter – parameter seperti Cuve Number, initial discharge, ratio to peak, lag time dan recession constant untuk mendapatkan debit puncak yang sama atau mendekati dengan data debit puncak sungai kontrol sebesar 138 m3/s. Debit puncak dari hasil simulasi HEC-HMS adalah 410,8 m3/detik kemudian dilakukan simulasi kala ulang untuk 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun yang akan dimasukkan pada program komputer HEC-RAS untuk analisis hidraulika. Lalu dilakukan simulasi tinggi muka air dengan penampang sungai yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan adanya luapan air yang terjadi pada STA 0+25, STA 0+50, STA 0+100, STA 0+125, STA 0+150, STA 0+175 sedangkan pada STA 0+75 dan STA 0+200 dapat menampung semua debit kala ulang. Kata kunci : Sungai Bailang, hujan rencana, debit banjir, HEC-HMS, HEC-RAS
Perencanaan Sistem Drainase Perumahan Sawangan Permai Klaster Rosewood Desa Sawangan Kabupaten Minahasa Liuw, Petra M. J.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60918

Abstract

Perumahan Sawangan Permai Klaster Rosewood adalah salah satu kawasan perumahan yang berada di Desa Sawangan, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Karena kawasan perumahan ini belum dibuat perencanaan sistem drainase , maka dari itu perlu dirancang sistem drainase untuk mengalirkan air hujan ke tempat pembuangan. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dimensi sistem drainase yang sesuai dan efisien sehingga tidak menimbulkan genangan air pada kawasan perumahan tersebut. Proses penelitian dimulai dengan mengumpulkan data, dimana data tersebut terdiri dari data primer yang didapatkan melalui survei lokasi atau lapangan, data sekunder yang berupa peta perencanaan tapak, topografi, dan data curah hujan. Perencanaan dimulai dengan perencanaan sistem drainase dan dilanjutkan dengan analisis data yang berupa analisis hidrologi dan analisis hidraulika. Berdasarkan hasil analisis, perumahan ini menghasilkan 2 sub sistem, dimana pada sub sistem 1 terdiri atas 11 saluran drainase dan 3 gorong-gorong, dan pada sub sistem 2 terdiri atas 12 saluran drainase dan 3 gorong-gorong. Volume debit puncak (Q10) pada sub sistem 1 adalah 0,701 m3/detik dan pada sub sistem 2 adalah 1,171 m3/detik. Kata kunci: perumahan, saluran drainase, debit
Pengaruh Kebisingan Terhadap Status Pendengaran Pekerja Di PT. Pertamina Geothermal Energy Tbk. Area Lahendong Purukan, Yesika; Mangangka, Isri R.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60998

Abstract

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Area Lahendong terletak di Jl. Raya Tomohon, Kolongan Satu. Kec Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Salah satu potensi bahaya dari faktor fisik di lingkungan kerja kemungkinan terjadi akibat adanya proses produksi dan alat kerja pada industri adalah Kebisingan. Kebisingan merupakan semua bunyi yang tidak dikehendaki bersumber dari alat proses produksi dan/atau alat kerja pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran (PERMENAKER No. 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja cenderung mengalami gangguan pendengaran, terutama yang terpapar di area kebisingan dalam jangka waktu yang lama dan dengan intensitas melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) yang direkomendasikan. Kata kunci: kebisingan, gangguan pendengaran, PT. Pertamina Geothermal Energy Tbk Area Lahendong
Review Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Sungai Sario Di Titik Jembatan Kluster Brentwood Citraland Kabupaten Minahasa Moomin, Gavrila S. R.; Supit, Cindy J.; Sumarauw, Jeffry S. F.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.61169

Abstract

Sungai Sario merupakan salah satu sungai yang ada di Provinsi Sulawesi Utara. Di sungai Sario di titik kluster brentwood Citraland pernah terjadi banjir besar yang terjadi pada 15 Januari 2014. Terjadinya banjir di sungai sungai karena aliran air berlebihan merendam daratan yang disebabkan oleh intensitas air hujan yang sangat tinggi sehingga melebihi kapasitas debit air pada penampang sungai yang tersedia. Analisis dimulai dengan analisis frekuensi hujan mengunakan metode Log Pearson III dengan data hujan harian maksimum dari tahun 2014 s/d 2024 yang berasal dari stasiun Tikala/Sawangan dan Tinoor . Mengingat perkembangan teknologi yang semakin maju sehingga penelitian ini menggunakan program komputer HEC-HMS untuk analisis hidrologi dengan metode HSS Soil Convservation Services serta baseflow menggunakan metode recession. Pada program ini akan mengkalibrasi parameter – parameter seperti Cuve Number, initial discharge, ratio to peak, lag time dan recession constant untuk mendapatkan debit puncak yang sama atau mendekati dengan data debit puncak sungai kontrol sebesar 1,9 m3/s. Debit puncak dari hasil simulasi HEC-HMS adalah 1,7 m3/detik kemudian dilakukan simulasi kala ulang untuk 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun yang akan dimasukkan pada program komputer HEC- RAS untuk analisis hidraulika. Lalu dilakukan simulasi elevasi tinggi muka air dengan penampang sungai yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan adanya luapan air yang terjadi di STA 0+25, STA 0+50, STA 0+100, STA 0+125, dan STA 0+150 pada semua debit banjir kala ulang. Kemudian untuk STA 0+75, STA 0+175 dan STA 0+200 hanya mampu menampung debit kala ulang 5 tahun, lalu meluap pada kala ulang 25 tahun, kala ulang 50 tahun dan kala ulang 100 tahun. Kata kunci: Sungai Sario, banjir, hidraulika, HEC-HMS, HEC-RAS
Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Sungai Maketah Di Desa Mokupa Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa Wantania, Joel Y. F.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.61173

Abstract

Sungai Maketah adalah sungai yang terletak di Desa Mokupa, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Sungai Maketah juga merupakan sungai yang memberi dampak yang cukup besar pada banjir 21 Februari 2006. Penyebab utama terjadinya banjir adalah curah hujan yang tinggi dalam kurun waktu yang cukup Panjang sehingga mengakibatkan kerugian bagi masyarakat sekitar bantaran sungai Maketah lebih khusus para pengendara yang melewati Jembatan Mokupa II. Maka diperlukan upaya pengendalian banjir. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengetahui besarnya debit banjir dan tinggi muka air Sungai Maketah. Analisis debit banjir dan tinggi muka air dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan menggunakan metode Log Pearson III. Data curah hujan yang digunakan berasal dari pos hujan Ranowangko Tara-tara. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum selama 10 tahun, yaitu tahun 2012 s/d 2021. Setelah didapat besaran hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Convertation Services, dan untuk kehilangana air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan mengkalibrasi debit puncak. Dalam kalibrasi ini, parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Untuk Batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter yang terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semua penampang Sungai Maketah yang ditinjau sudah tidak bisa menampung debit banjir untuk kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun. Kata kunci: Sungai Maketah, debit banjir rencana, tinggi muka air, HEC-HMS, HEC-RAS
Kajian Efektifitas Jaringan Irigasi Terhadap Lingkungan Untu, Meylita; Thambas, Arthur H.; Supit, Cindy J.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.1897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas jaringan irigasi serta hubungannya dengan kondisi lingkungan, khususnya di Kelurahan Kakaskasen, Kota Tomohon. Metode yang digunakan meliputi pengukuran debit masuk dan keluar untuk menghitung efisiensi saluran, serta pengumpulan data primer melalui kuesioner skala Likert untuk menilai dampak positif dan negatif terhadap lingkungan. Hasil menunjukkan bahwa saluran irigasi di Kalutay dan Pasiwuren memiliki efisiensi rata-rata sebesar 83,3%, yang memenuhi standar KP-03 (1986) untuk saluran tersier (≥80%). Sementara itu, efektivitas jaringan irigasi yang diukur menggunakan indeks luas areal (IA) menunjukkan nilai rata-rata 90%, tergolong kategori efektif. Skor indeks persepsi masyarakat terhadap dampak irigasi terhadap kelembapan tanah, vegetasi, dan kekeringan menunjukkan interpretasi "sangat setuju", dengan rata-rata indeks 78,6%. Studi ini juga menemukan bahwa kemiringan saluran mempengaruhi kecepatan aliran dan dapat berdampak pada lingkungan melalui erosi dan sedimentasi. Oleh karena itu, perencanaan saluran dengan mempertimbangkan kondisi topografi sangat penting untuk mencapai keberlanjutan irigasi.