Andri Suprayogi
Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Published : 133 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

KESESUAIAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) DENGAN PENGGUNAAN LAHAN KECAMATAN GAYAMSARI DAN KECAMATAN SEMARANG TIMUR Lubis, Suardi; Suprayogi, Andri; Hani'ah, Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.125 KB)

Abstract

Berdasarkan UU No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, masing-masing Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota telah menyusun Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan. mengingat kebutuhan yang semakin mendesak sejalan dengan tingkat perkembangan kota-kota di Indonesia terutama kota sedang, kota besar, dan metropolitan. Untuk dapat mengefektifkan pelaksanaannya, diperlukan suatu Aturan Pola Pemanfaatan Ruang. (Zoning Regulation) sebagai alat operasional rencana tata ruang. Berdasarkan kenyataan tersebut, untuk melaksanakan pembangunan kota yang lebih harmonis dan mampu mengantisipasi berbagai dampak yang timbul, terutama pada kota sedang, kota besar, dan kota metropolitan, maka Pemerintah Daerah telah menyusun Aturan Pola Pemanfaatan Ruang (Zoning Regulation) Kawasan Perkotaan. Untuk memaksimalkan kegiatan tersebut, tentu perlu diketahui sejauh mana Aturan Pola Pemanfaatan Ruang tersebut dapat mengontrol setiap pembangunan atau pemanfaatan lahan di wilayah yang bersangkutan. Seperti halnya dalam penelitian ini, untuk mengetahui hal tersebut pada wilayah Kecamatan Semarang Timur dan Kecamatan Gayamsari perlu dilakukan evaluasi dengan cara membandingkan Penggunaan Lahan tahun 2007 di daerah yang bersangkutan dengan Rencana Tata Ruang tahun 2000 - 2010 yang berlaku agar diketahui seberapa besar kesesuaiannya. Penggunaan Lahan tahun 2007 dalam penelitian ini diperoleh dari hasil digitasi citra satelit Ikonos tahun 2007, sedangkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2000 – 2010 diperoleh dari instansi terkait. Hasil yang diperoleh setelah melakukan pengolahan citra dan perbandingan data, besarnya kesesuaian antara Penggunaan Lahan tahun 2007 dengan RTRW tahun 2000 – 2007 di daerah penelitian lebih tinggi terdapat pada Kecamatan Semarang Timur dengan persentase kesesuaian 82,686%, Sedangkan pada Kecamatan Gayamsari sebesar 63,013%. Kata Kunci : Rencana Tatat Ruang Wilayah, citra satelit Ikonos, Kesesuaian Penggunaan Lahan, Kecamatan Semarang Timur, Kecamatan Gayamsari.
ANALISIS PERUBAHAN ZONA NILAI TANAH AKIBAT KEBERADAAN LOKASI WISATA TAHUN 2016-2019 DI KECAMATAN PEKALONGAN UTARA KOTA PEKALONGAN (STUDI KASUS : KECAMATAN PEKALONGAN UTARA) Muhammad, Rido; Suprayogi, Andri; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi Undip Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.688 KB)

Abstract

ABSTRAKKota Pekalongan merupakan salah satu kota yang berada di Provinsi Jawa Tengah yang mempunyai beberapa objek wisata yang beragam mulai dari objek wisata alam hingga objek wisata buatan. Salah satu objek wisatanya adalah Pantai Slamaran yang berada di Kecamatan Pekalongan Utara. Potensi wisata yang ada di Kecamatan Pekalongan Utara berpengaruh terhadap jumlah kebutuhan lahan untuk sarana penunjang objek wisata atau sarana jual beli untuk kebutuhan ekonomi di sekitar objek wisata. Hal itu membuat terjadinya pembangunan sarana penunjang objek wisata atau pembangunan sarana jual beli semakin pesat sehingga mengakibatkan kebutuhan lahan akan semakin meningkatDalam penelitian ini dibentuk peta ZNT berdasarkan nilai tanah dengan penilaian masal. Penelitian ini dilakukan dengan pembuatan zona untuk menentukan titik sampel yang akan dicari. Kemudian membuat peta zona nilai tanah berdasarkan metode  pendekatan yang digunakan pendekatan perbandingan penjualan  Kecamatan Pekalongan Utara. Perhitungan penilaian menggunakan Microsoft Excel 2016. Pembuatan Peta Zona Nilai Tanah menggunakan ArcGIS.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai zona tanah pada tahun 2019 dan analisa perubahan nilai zona tanah dari tahun 2016 hingga 2019 di Kecamatan Pekalongan Utara. Hasil penelitian mendapatkan 56 zona dengan 476 sampel pada zona nilai tanah 2019 serta penelitian ini juga menghasilkan dampak yang diberikan oleh wisata pada tahun 2019 dari hasil regresi menunjukkan nilai R²  sebesar 0,1722 yang menunjukkan bahwa model regresi ini antara variabel memiliki kecocokkan yang lemah karena mendekati nilai 0. Hasil tersebut akan menunjukkan analisa pada tahun 2020 pengunjung turun harga dan tanah akan tetap naik sebagaimana pada tahun 2019Kata kunci : Kota Pekalongan, Potensi Wisata, Zona Nilai Tanah (ZNT)ABSTRACTPekalongan city is one of the cities in Central Java Province which has several diverse tourist object ranging from natural attractions to artificial attractions. One ot the tourist object is Slamaran Beach , located in North Pekalongan District. The tourism potential in North Pekalongan District has an influence of the amount of land need for supporting tourism object or facilities for economic needs around tourist attraction. That makes the construction of support facilities or the development of the facilities increasingly rapid, resulting the need for land will increase.In this research a ZNT map was formed based on land values with mass assesments. This research was conducted by make a zone to determine the sample point to be searched. Then make a map of the land value zone based on the methed of approach usend in sale comparison approach of North Pekalongan District. Calculation using Microsoft Excel 2016 and making the map of  land value zone using ArcGIS.This study aims to determine the value of land zones in 2019 and analysis of changes in land zone values from 2016 to 2019 in the District of North Pekalongan. The results found 56 zones with 476 samples in the 2019 land value zone and regression results showing an R² value of 0.1722 which indicates that this regression model between variables has a weak match because it approaches the value of 0. These results will show an analysis in 2020 visitors go down in price and land will continue to rise as in 2019Keywords : Pekalongan City , Tourist Attraction Potential , Land Value Zone 
ANALISIS LOKASI RAWAN BENCANA KEKERINGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN BLORA TAHUN 2017 DONY AGIL PRASETYO; Andri Suprayogi; Hani'ah Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.21 KB)

Abstract

Kabupaten Blora merupakan satu  dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Terletak di ujung timur Jawa Tengah dan berbatasan dengan provinsi Jawa Timur. Kabupaten Blora berada pada ketinggian 96-280 mdpl dan dilewati gugusan pegunungan Kendeng Utara yang merupakan pegunungan kapur sehingga kondisi tanah gersang dan tandus. Oleh karena itu hampir setiap tahun pada musim kemarau sebagian besar wilayah Kabupaten Blora mengalami kekeringan. SIG (Sistem Informasi Geografis) merupakan metode yang tepat dalam menyajikan aspek spasial (keruangan). Sistem informasi geografis mempunyai manfaat yang dapat digunakan untuk mengetahui persebaran kekeringan dan tingkat kekeringan di Kabupaten Blora. Pada penelitian ini mempertimbangkan lima parameter untuk mendukung dalam analisis lokasi rawan bencana kekeringan, adapun kelima parameter tersebut antara lain penggunaan lahan, kemiringan lereng, jenis tanah, curah hujan, jarak terhadap sungai. Kemudian data tersebut dianalisis menggunakan AHP (Analytical Hierarchy Process) untuk menunjukan bobot masing-masing parameter dan dianalisis menggunakan software arcGIS untuk menghasilkan data dalam bentuk spasial sehingga menghasilkan sebuah  analisis lokasi rawan bencana kekeringan.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah peta persebaran kekeringan dan tingkat kekeringan di Kabupaten Blora. Tingkat kekeringan di Kabupaten Blora dibagi menjadi lima kelas, yaitu kekeringan sangat berat sebesar 25.50%, kekeringan berat sebesar 20.11%, kekeringan sedang sebesar 32.78%, kekeringan ringan sebesar 17.56% dan kekeringan sangat ringan sebesar 4.06%. Kecamatan yang memiliki wilayah kekeringan berat paling luas adalah Kecamatan Kunduran dengan luas 10266.299 ha, sedangkan Kecamatan yang memiliki wilayah kekeringan berat paling sempit adalah kecamatan Bogorejo dengan luas 615.474 ha. Tingkat resiko kekeringan di Kabupaten Blora cukup tinggi terjadi pada bulan April sampai dengan September pada tahun 2017.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB UNTUK PERSEBARAN KANTOR POS DI KOTA SEMARANG DENGAN GOOGLE MAPS API Paundra Ksatrio Wahyutomo; Andri Suprayogi; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.837 KB)

Abstract

ABSTRAK Kantorpos sebagai fasilitas umum layanan masyarakat yang berfungsi sebagai penyedia jasa layanan pengiriman dan juga lembaga keuangan non bank masih memiliki keterbatasan mengenai letak lokasi yang persebarannya tidak merata di Kota Semarang dan dikarenakan sebagian kantor pos cabang memiliki masa kontrak Hak Guna Bangunan dengan jangka waktu 3 sampai 5 tahun, Oleh sebab itu Penelitian ini juga mencangkup mengenai analisis penentuan lokasi baru kantorpos di Kota Semarang dengan memanfaatkan data spasial yang telah didapat baik dari survey lapangan melalui metode Buffering dan overlay dengan menggunakan perangkat lunak ArcGIS 9.3Internet merupakan media informasi yang tergolong cepat dan murah sehingga media tersebut sangat cocok untuk perkembangan SIG (Sistem Informasi Geografis). Sedangkan SIG yang dikembangkan berbasis Internet melalui media web dikenal sebagai webGIS.Adanya internet sebagai media teknologi informasi dan komunikasi yang mempengaruhi dalam kehidupan manusia saat ini memberikan banyak kemudahan, salah satunya memudahkan masyarakat dalam pencarian informasi tempat danpencarianlokasi.Dikarenakan kurangnya informasitentang kantorpos di kota Semarang. Disamping itu, Informasi yang disediakan selama ini hanyabersifat statis. Mengacu pada pemahaman tersebut maka penelitian ini mengkaji persebaran kantorpos kota Semarangdengan menciptakan aplikasiWebGIS  menggunakan Google Maps API. Dan sebagai alternatif dalam memberikan informasi yang cepat, tepat, dan up to date bahasa pemrograman menggunakan HTML dan PHP sebagai dasar dari halaman situs yang disajikan dan didukung oleh Database MySQL pada sistem operasi windows 7.Aplikasi Sistem Informasi Geografis persebaran kantorpos kota Semarang ini diharapkan dapat membantu bagi para pengguna dalam memperoleh informasi spasial dan juga non spasial mengenai kantorpos yang ada di kota Semarang, dengan mengakses melalui alamat situs www.semarang-pos.com yang berbasis desktop melalui perangkat komputer dengan media Internet. Kata Kunci: Analisis Penentuan LokasiBaru, Buffering,Lokasi Kantor Pos, WebGIS,  ABSTRACT The post office as a public facility which serves delivery service provider and nonbank financial institutions still has limitations because of the unequal location spreading in Semarang. Most of post offices branch have a contract period of 3 to 5 years. Therefore, this research aims to analysis a determining locations of new post offices in Semarang city by utilizing spatial data which have been obtained from field surveys through Buffering and overlay methods using ArcGIS 9.3.Internet is an information tool which is fast and cheap so that it is very suitable for the GIS (Geographic Information System) development. Besides, GIS is developed based on the Internet via web media known as WebGIS. The existence of the Internet as an information and communication technology that affect human life at this time provides a lot of convenience, one of which allows people to search for informations andlocations.Due to lack and staticinformation about the post offices in Semarang, this study examines the distribution of post office in Semarang by creating a Web GIS application using the Google Maps API. As an alternative to provide fast, accurate and up to date nformations, it uses the programming language HTML and PHP. And therefore the basis of the site pages presented and supported by a MySQL database on Windows 7 operating system. Post officedistribution in Semarangby using Geographic Information Systems Application is expected to help to the users for obtaining information on the spatial and non-spatial regarding the post office in Semarang. Which can be accessed through the website address www.semarang-pos.combased desktops through a computer device with Internet Keywords :Buffering, New Location defined Analysis, Post Office Location,WebGIS *) Penulis, Penanggungjawab
STUDI OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN DI KAMPUS UNIVERSITAS DIPONEGORO TEMBALANG BERDASARKAN ANALISIS CITRA MULTI TEMPORAL Ulifatus Sa'diyah; Yudo Prasetyo; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1242.107 KB)

Abstract

ABSTRAK Universitas Diponegoro (UNDIP) adalah salah satu universitas terbesar di Provinsi Jawa Tengah dengan luas kampus Tembalang sekitar 1.352.054 m2. Sejak menempati kampus Tembalang tahun 1996 sampai tahun 2015, penggunaan lahan di kawasan kampus dan daerah di sekitarnya banyak mengalami perubahan terutama lahan kosong menjadi lahan terbangun untuk kegiatan pendidikan. Jika dilihat saat ini masih terdapat lahan kosong yang tersebar di dalam kampus UNDIP dan belum difungsikan. Untuk itu perlu penelitian yang mengkaji perubahan pemanfaatan lahan secara multitemporal dan studi optimalisasi lahan kampus UNDIP.Penelitian ini menggunakan data Citra Quickbird tahun 2006 dan 2011, serta foto udara UAV Fx79 tahun 2015. Data-data tersebut diinterpretasi dan dijitasi sehingga dapat dianalisis pemanfaatan lahan UNDIP secara multitemporal. Penggunaan lahan kampus UNDIP diklasifikasikan menjadi lima kelas, yaitu: administrasi, fasilitas umum, kegiatan belajar mengajar, lahan kosong dan pusat kegiatan mahasiswa.Dari penggunaan lahan tiap tahun, dilakukan analisis perubahan penggunaan lahan dari segi luas, fungsi dan pola distribusi spasialnya. Dari tahun 2006-2011, 90,93% tidak terjadi perubahan fungsi lahan. lahan kosong berkurang 21,94%. Pertambahan pembangunan paling besar pada kelas administrasi, yakni sebesar 52,77%. Pola distribusi spasial penggunaan lahan tahun 2006-2011 adalah mengelompok. Sedangkan dari tahun 2011 ke tahun 2015, terjadi perubahan fungsi lahan 24,18%. Perubahan paling besar adalah dari lahan kosong menjadi fasilitas umum dengan pola distribusi spasial mengelompok.Studi optimalisasi lahan dengan data penggunaaan lahan tahun 2015 menggunakan parameter kesesuaian terhadap masterplan, kelayakan terhadap kebutuhan penggunaan lahan dan kapabilitas sebagai lahan kampus. Hasilnya 71,76% lahan di UNDIP dikategorikan sangat optimal, 11,66% optimal, 0,56 % kurang optimal dan hanya 16,02% luas lahan yang tidak optimal. Kata Kunci : Citra Resolusi Tinggi, Optimalisasi, Perubahan Tata Guna Lahan, Universitas Diponegoro ABSTRACT UNDIP is one of the biggest  university in Central Java Province. UNDIP has 1.352.054 m2  area located in Tembalang. Since 1996 Tembalang campus has been used, until 2015 land use in Tembalang campus and the surrounding area has many changes especially wasteland that become educational activities building. If we see today, Tembalang campus still has many wasteland spreaded inside the campus area and not yet functioned. Because of that, a research that studying land use changes multitemporally and studying optimalization of campus land is needed.This research use 2006 and 2011 Quickbird imagery data and 2015 UAV aerial photo. These data are interpreted and digitalized so land use in Tembalang campus multitemporally can be analized. Land use in Tembalang campus is classified into five classes: administration building, public facility, learning facility, wasteland and student activity center.From land use each year, its change from area, function and spatial distribution pattern is analized. On period 2006 – 2011, there is no change of land use as much as 90.93% and wasteland decreased 21.94%. The biggest development is in administration building class as much as 52.77%. Spatial distribution pattern on 2006 – 2011 period is clustered. While on 2011 – 2015, land use change is about 24.18%. The biggest change is from wasteland that become public facility with spatial distribution pattern is clustered.Land optimalization studies with 2015 land use data using masterplan compatibility parameter, appropriateness of land use need and capability as campus land. The result is 71.76% of Tembalang campus is categorized very optimal, 11.66% is optimal, 0.56 is less optimal, and 16.02% is not optimal. Keywords: Diponegoro University, High-Resolution Imagery, Land Use Change, Optimizing.*) Penulis , Penanggung jawab
ANALISIS TINGKAT KERAWANAN BANJIR DI KABUPATEN SAMPANG MENGGUNAKAN METODE OVERLAY DENGAN SCORING BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Kurnia Darmawan; Hani’ah Hani’ah; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1328.419 KB)

Abstract

ABSTRAK Sampang merupakan salah satu kabupaten di Pulau Madura yang menjadi langganan banjir ketika musim penghujan. Selain faktor curah hujan yang tinggi, beberapa faktor lain seperti kemiringan lereng dan ketinggian lahan, jenis tanah dan penggunaan lahan serta kerapatan sungai digunakan sebagai parameter pada penelitian tingkat kerawanan banjir.Penelitian ini menggunakan metode overlay dengan scoring antara parameter-parameter yang ada, dimana setiap parameter dilakukan proses scoring dengan pemberian bobot dan nilai yang sesuai dengan pengklasifikasiannya masing-masing yang kemudian dilakukan overlay menggunakan software ArcGIS 10.2.1. Penggunaan software ini memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dapat menjelaskan dan mempresentasikan objek daerah rawan banjir dalam bentuk digital.Hasil yang diperoleh berupa peta rawan banjir dimana lokasi yang sangat rawan tersebar di hampir seluruh bagian selatan dengan rincian 359.266 km2 (29.3%) berkategori sangat rawan, 803.250 km2 (65.52%) cukup rawan, dan 63.497 km2 (5.18%) tidak rawan. Sementara itu, kemiringan lereng menjadi faktor utama penyebab terjadinya banjir. Selain memiliki bobot yang besar, sebaran kemiringan 0-8% di hampir seluruh wilayah bagian selatan mempunyai kategori sangat rawan akan bencana banjir. Hal ini disebabkan oleh wilayah yang cenderung datar dan rendah sehingga berpotensi menjadi tampungan air ketika hujan yang mengakibatkan terjadi banjir. Kata Kunci : Banjir, Kabupaten Sampang, Overlay, Scoring, Sistem Informasi Geografis ABSTRACT Sampang is one of regency in Madura which always flood when rain. Beside the rainfall was too high, other factors likes slope and elevation of land, soil type and land use, and the last is density of river used as a parameter to study the vulnerability of flood.This research used overlay method with scoring between the existing parameters, each parameters is done by assigning weights scoring process and the value associated with each classification then be overlaid using ArcGIS software 10.2.1. This software use Geographic Information Systems (GIS) to explain and present the object of flood-prone areas in digital form.The results is a map of flood-prone areas that spread throughout the southern part with details of 359.266 km2 (29.3%) which very vulnerable category, 803.250 km2 (65.52%) was quite vulnerable, and 63.497 km2 (5.18%) was not vulnerable. Beside that, slope is the main factor causing flood. In addition to larger given weight, slope with 0-8% were spread in most part of southern region wich has extreme prone category to floods. This situation caused by region tend to be flat and low that it could potentially be a bin of water when it rains so that it can make flood. Keywords: Flood, Geographic Information System, Overlay, Sampang Regency, Scoring.
Analisis Cakupan Pelayanan Shelter Bus Trans Semarang Terhadap Kawasan CBD Menggunakan Network Analysis Tyas Arni Putri; Bambang Darmo Yuwono; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1803.823 KB)

Abstract

In this moment, Semarang has a transportation mode that expected to answer the needs of the community, that is Bus Trans Semarang. Bus Trans Semarang use transportation system that called Bus Rapid Transit (BRT). BRT apply One Stop Bus system, the system that can make a bus only stop in order to take passengers in one object that called shelter. This system has function to avoid a long bus-runtime that caused from undiscipline passengers and traffic jam. But, one stop bus system also has weakness in BRT transportation system because the position of shelter as bus stoppage become the most important thing. If the position of shelter cannot serve many significant areas like CBD (Central Business District), this system cannot work properly.In this research, GIS with its network analysis facility can be used to find out,”is Bus Trans Semarang shelter service could serve people in CBD areas?” There is one realization metodology cconsist of 4 phase, there are data collecting, preparation, processing (network analysis using software ArcGIS), and analysis.The result after doing analysis with network analysis method about all shelter in coridor I and coridor II is 119 shelter, and 11 shelter do not serve CBD. So the writer suggest to add 8 shelter. 3 shelter in coridor I and 5 shelter in coridor II. In coridor I exist 4 optimum shelter, there are Simpang 5 shelter, Bukopin shelter, Gramedia shelter, and Pandanaran shelter.While in coridor II only has 1 optimum shelter, that is BDP Johar shelter.Keywods: Bus Trans Semarang, Network Analyst, Central Business District
APLIKASI PETA PROPERTI KOTA BERBASIS MOBILE GIS YANG TERINTEGRASI PADA GOOGLE MAP PADA SMARTPHONE ANDROID Mutiaraning Pertiwi; Andri Suprayogi; Hani'ah .
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.893 KB)

Abstract

Bidang properti sektor perumahan merupakan salah satu bidang bisnis dan kebutuhan bertujuan untuk memenuhi salah satu kebutuhan pokok manusia. Seiring dengan perkembangan teknologi, integrasi teknologi mobile, GIS, dan GPS telah memungkinkan dikembangkan aplikasi mobile GIS yang interaktif. Dalam penelitian ini aplikasi peta properti berbasis Mobile GIS yang terintegrasi pada google Map pada Smartphone Android diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumen akan properti di sektor perumahan dengan berbagai kemudahan dan kecepatan pengguna dalam mencari dan mengidentifikasi properti yang diinginkan. Dengan bantuan Global Positioning System (GPS) yang berfungsi sebagai penunjuk lokasi, Location Based Service (LBS) yang menyediakan informasi berdasar letak geografis perangkat mobile, serta adanya fasilitas Google Map yang telah built in dalam handphone Android, maka aplikasi ini akan semakin mudah untuk digunakan. Aplikasi ini dibangun dengan FrameworkAndroidSDK, Java dan PHP sebagai bahasa pemrograman yang dikembangkan dengan software Eclipse, MySQL sebagai basis data,dan Google Map API. Hasil akhir dari penelitian ini adalah aplikasi mobile pada handphone Android yang menyajikan informasi informasi terkait properti dijual di beberapa lokasi di Semarang yang disertai dengan peta dan arah kemudi. Informasi disajikan dalam beberapa kategori, yaitu kategori harga, luas tanah, dan luas bangunan.
ANALISIS PENENTUAN ZONA KERENTANAN GERAKAN TANAH DENGAN METODE STORIE (STUDI KASUS KABUPATEN WONOGIRI) Wahyu Darmawan; Andri Suprayogi; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.948 KB)

Abstract

Kabupaten Wonogiri adalah salah satu daerah yang termasuk rawan terjadinya kejadian gerakan tanah di Jawa Tengah. Berdasarkan dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, pada tahun 2014 – 2017 terjadi banyak kejadian gerakan tanah. Kejadian yang paling banyak terjadi di tahun 2015 dan 2016 dengan 289 dan 240 kali kejadian gerakan tanah pada tahun tersebut. Analisa dan pengetahuan mengenai tingkat kerentanan gerakan tanah diperlukan untuk mendukung upaya mitigasi gerakan tanah di Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerentanan gerakan tanah dan persebarannya di daerah Kabupaten Wonogiri dengan mengggunakan metode Storie. Parameter karakteristik fisik wilayah yang berupa tataguna lahan, kelerengan, jenis tanah, curah hujan dan data geologi digunakan sebagai parameter masukan dalam perhitungan Indeks Storie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Wonogiri terdapat empat tingkat kerentanan gerakan tanah yakni rendah (110,615 Ha), sedang (136374,163 Ha), tinggi (47690,164 Ha), dan sangat tinggi (894,399 Ha). Berdasarkan hasil survei dan validasi di lapangan mengenai kejadian gerakan tanah yang dilakukan mulai tahun 2018, terdapat 50 lokasi kejadian gerakan tanah yang disurvei. Berdasarkan dari 50 lokasi yang telah disurvei, 41 lokasi termasuk dalam tingkat kerentanan gerakan tanah tinggi dan 9 lokasi termasuk dalam tingkat kerentanan gerakan tanah sedang. Kejadian yang paling banyak dari hasil survei adalah di Kecamatan Selogiri dan Kecamatan Karangtengah.
ANALISIS 3D MODELLING UNTUK DETEKSI OBSTACLE ZONA KKOP BANDARA ADI SOEMARMO Olivia Sinaga; Andri Suprayogi; Arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.914 KB)

Abstract

ABSTRAKTransportasi udara menjadi pilihan bagi banyak masyarakat Indonesia untuk melakukan perjalanan karena efisiensi waktu perjalanan dan beberapa maskapai yang saat ini sudah menyediakan harga yang terjangkau. Bandar udara atau bandara adalah salah satu dari beberapa faktor yang mempengaruhi keselamatan dalam aktivitas transportasi udara. Bandara Adi Soemarmo adalah satu dari banyak bandara yang mengalami pembangunan yang sangat pesat, selain itu wilayah Bandara Adi Soemarmo yang berada ditengah pemukiman menjadi alasan pentingnya memperhatikan peraturan tentang Kawasan Keselamatan Operasional Pernerbangan (KKOP). Kementrian Perhubungan mengatur peraturan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan dengan tujuan menjamin keselamatan penumpang dan juga masyarakat yang bermukim pada daerah sekitar bandara yang memiliki tingkat bahaya yang tinggi. Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan Bandara Adi Soemarmo dibuat dalam bentuk 3 dimensi sesuai dengan Keputusan Mentri Perhubungan No. 408 tahun 2017. Model 3D dibangun dengan menggunakan perangkat SketchUp. Obstacle atau halangan adalah bangunan yang memiliki ketinggian diatas ketinggian maksimal bangunan pada peraturan KKOP. Nilai ketinggian maksimal didapatkan dengan proses raster math antara model 3 dimensi zona KKOP dan model 3 dimensi DEM. Bangunan yang memiliki ketinggian diatas ambang batas maksimal dimodelkan menjadi 3 dimensi dengan menggunakan perangkat lunak SketchUp. Penelitian ini menghasilkan peta model 3 dimensi zona KKOP Bandara Adi Soemarmo dan obstacle. Zona dibangun dengan ketinggian yang didasarkan pada titik landasan 26. Zona KKOP mencakup 6 Kabupaten dan 1 Kota diantaranya Kabupaten Boyolali, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Klaten, Kabupaten Semarang, Kabupaten Sragen, Kabupaten Sukoharjo dan Kota Surakarta. Jumlah obstacle yang masuk dalam zona KKOP Bandara Adi Soemarmo berjumlah 51 obstacle.51 obstacle tersebut diantaranya SUTET, tower telekomunikasi dan cerobong. Kata Kunci : Bandara Adi Soemarmo, KKOP, Model 3D, Obstacle ABSTRACTAir transportation has become the choice for many Indonesians to travel because of the efficiency of travel time and several airlines that currently provide affordable prices. Airport is one of several factors that influence safety in air transportation activities. Adi Soemarmo Airport is one of the many airports that have experienced very rapid development, besides that the Adi Soemarmo Airport area, which is in the middle of settlements, is the reason for the importance of paying attention to regulations on the Aviation Operational Safety Area (KKOP). The Ministry of Transportation regulates Aviation Operational Safety Area regulations with the aim of ensuring the safety of passengers and also the people who live in areas around airports that have a high level of danger. The Adi Soemarmo Aviation Airport Operational Safety Area is made in 3 dimensions in accordance with Minister of Transportation Decree No. 408 in 2017. The 3D model was built using the SketchUp tool. Obstacle is a building that has a height above the maximum height of the building in KKOP regulations. The maximum height value is obtained by the raster math process between the 3 dimensional model of the KKOP zone and the 3 dimensional model of DEM. Buildings that have a height above the maximum threshold are modeled into 3 dimensions using SketchUp software. This study produced a 3-dimensional model map of the KKOP zone at Adi Soemarmo Airport and the obstacle. The zone was built with a height based on the runway 26. The KKOP Zone covers 6 Regencies and 1 City including Boyolali Regency, Karanganyar Regency, Klaten Regency, Semarang Regency, Sragen Regency, Sukoharjo Regency and Surakarta City. The number of obstacles included in the KKOP zone at Adi Soemarmo Airport is 51 obstacles. 51 of them are SUTET, telecommunication towers and chimneys.
Co-Authors ., Hani'ah Abdi Sukmono, Abdi Adinda Thana A. Pertiwi ADYVICTURA TINAMBUNAN Agung Setiawan Ahmad Syauqani Akhmad Didik Prastyo Albertus Indra Bagus Cahyadi Amran Nur Utomo Andreas Ardianto Prodjo Koesoemo Angga Sapto Aji, Angga Sapto Anggoro Wahyu Utomo Anisa Isna Yesiana Antoneta Yuanita Arief Laila Nugraha Arief Waskito Aji Arif Witoko Arizal Kawamuna, Arizal Arlina . Arwan Putra Wijaya Ary Nurhidayati Sugianto ATIKA MARWATI Aufan Niam Aulia Rizky Auliannisa Auliannisa Bagas Arif Widyagdo Bagas Setia Aji Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Septiana Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bodro Sisvinta hayu Briandana Januar Aji Gunadi Bunga Roliesta Sari Dafid Januar Damar Ismoyo Danang Budi Susetyo Daud Panji Permana David Beta Putra Demi Stevany Diah Ratna Setianingrum DONY AGIL PRASETYO Dwi Arini Edi Ikhsan Emeralda Amirul Ariefa Endang Purwati EVAN BRILLIANTO Fadhlan Hamdi Fadlila Ananingtyas, Fadlila Fahrunnisa Wulandari Adininggar Fajar Dwi Hernawan Fajar Rusdyanto Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Febrina Mutiara Rosita Pane Galuh Fitriarestu Santoso Gigih Pradana Gilang Andhika Surya J. Gilang Diva Pradana Giustia Puspa Geoda Grivina Yuliantika Gunita Mustika Hati Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Handaru Aryo Suni Hani'ah . Hani'ah . . Hani'ah Hani'ah Hani'ah, Hani'ah Haniah Haniah Hasan Basyri Henndry . Hot Parningotan Banjarnahor Ibrohim Shiddiq Ika Rahayu Wulansari Ikhlasul Amal Ahyani INNEKE ASTRID PITALOKA Johan Irawan Kemala Medika Putri Kurnia Darmawan Laode M Sabri Lea Kristi Agustina LM. Sabri Lukman Maulana Lydia Fadilla M Khoirul Baihaqi Maulvi Surya Gustavianto Mega Dwijayanti Meilina Fika Mayangsari Moehammad Awaluddin Moehammad Awwaluddin Moehammad Awwaluddin Muhamad Arif Debalano Muhamad Salahuddin Muhammad Alimsuardi Muhammad Annis Wichi Luthfina Muhammad Fitrianto Muhammad Hakqi Muhammad Iqbal Akhsin Muhammad Rifqi Andikasani Muhammad Ulya Muhammad, Rido Mutiaraning Pertiwi Narendra Sava Hanung Nasytha Nur Farah Nathania, Jessica Nia Rahmadhani Nurhadi Bashit Nurhadi Bashit Nyoman Winda Novitasari Olivia Sinaga Paundra Ksatrio Wahyutomo Pran Shiska, Pran Raden Putra Raihan Virgatama Ramadhan Susilo Utomo Randy Alihusni Wardana Ratih Kumala Dewi Rian Yudhi Prasetyo Ridwan Ageng Ashari Ridwan Aminullah Rifky Satrio Utomo Rifqi Najib Muzaka Rizal Adhi Pratama Rizki Putra Agrarian Rizqi Umi Rahmawati Rizqie Irfan Ryadi, Michael Vashni Immanuel Ryandana Adhiwuryan Bayuaji Saraswati, Galuh Febriana Sawitri Subiyanto Septian Dewi Cahyani SILALAHI, ERTHA Singgih Wahyu Nugroho Suardi Lubis Sulaiman Hakim Sinaga Sutomo Kahar Sutomo Kahar Taufik Eka Ramadhan, Taufik Eka TAUFIQ FITRIANSYAH ADI PRADANA Tri Afiebbawa Exactanaya Tsana’a Alifia Nauthika Tyas Arni Putri Ulifatus Sa'diyah Veri Pramesto Wahyu Darmawan Wahyu Nur Rohim Wicke Widyanti Santosa Wisnu Hanggoro Yonanda Simarsoit Yudo Prasetyo Yudo Prasetyo