Andri Suprayogi
Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Published : 133 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN KETELITIAN PEMANFAATAN CITRA QUICKBIRD PADA GOOGLE EARTH UNTUK PEMETAAN BIDANG TANAH (STUDI KASUS KABUPATEN KARANGANYAR) Antoneta Yuanita; Andri Suprayogi; Hani'ah Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4560.448 KB)

Abstract

Citra yang diperoleh dari google earth memiliki beberapa keterbatasan diantaranya adalah tidak ada informasi metadata mengenai perolehan citra yang digunakan dan tidak diketahui seberapa besar akurasi citra yang diberikan. Citra yang ditampilkan dapat di download oleh pengguna pada tinggi pengamatan dan ukuran penyimpanan file yang bervariasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui akurasi citra yang diperoleh dari google earth dan pemanfaatannya pada kegiatan pemetaan bidang tanah. Citra penelitian diperoleh dari google earth. Citra dikoreksi dengan rektifikasi. Hasil digitasi luas bidang tanah pada citra terkoreksi disbandingkan dengan hasil pengukuran luas bidang tanah di lapangan sehingga dapat diketahui Root Mean Square Error (RMSe) citra quickbird yang diperoleh dari google earth untuk daerah relatif tinggi dan relatif rendah. Peta citra yang dihasilkan pada penelitian ini untuk nilai RMSe luas bidang tanah pada pemukiman di daerah relatif rendah pada gambar ukur dengan digitasi citra terkoreksi adalah 24.177 (m2), perbedaan luas terbesar adalah 3.176 (m2) dan yang terkecil adalah 1.097 (m2). Untuk nilai RMSe luas bidang tanah pada persawahan di daerah relatif rendah pada gambar ukur dengan digitasi citra terkoreksi adalah 24.339 (m2), perbedaan luas terbesar adalah 2.971 (m2) dan yang terkecil adalah 1.097 (m2). Sedangkan untuk nilai RMSe luas bidang tanah pada pemukiman di daerah yang relatif tinggi pada gambar ukur dengan digitasi citra terkoreksi 56.08 (m2), perbedaan luas terbesar adalah 6.978 (m2) dan yang terkecil adalah 3.527 (m2). Untuk nilai RMSe luas bidang tanah pada persawahan di daerah yang relatif tinggi pada gambar ukur dengan digitasi citra terkoreksi 62.346 (m2), perbedaan luas terbesar adalah 6.897 (m2) dan yang terkecil adalah 1.651 (m2). Kata Kunci : Akurasi, Citra Quickbird, Google Earth, Pemetaan Bidang Tanah
ANALISIS KESESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP RENCANA TATA RUANG WILAYAH TAHUN 2010-2030 MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KECAMATAN PATI Muhammad Annis Wichi Luthfina; Bambang Sudarsono; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.906 KB)

Abstract

Kecamatan Pati merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Pati. Kecamatan Pati merupakan kecamatan sekaligus menjadi pusat pemerintahan (ibukota) Kabupaten Pati. Pembangunan yang terjadi di Kecamatan Pati mengakibatkan perubahan penggunaan lahan yang ada. Pembangunan tersebut dapat menimbulkan masalah apabila tidak dapat dikendalikan dengan baik dan terjadi ketidaksesuaian penggunaan lahan dengan Rencana Tata Ruang/Wilayah (RTRW). Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Pati Tahun 2009 – 2017 dan kesesuaian antara penggunaan lahan yang ada di lapangan dengan rencana tata ruang/wilayah (RTRW). Proses dalam penelitian ini yaitu membuat peta penggunaan lahan Kecamatan Pati pada tahun 2009 dan 2017 dengan melakukan digitasi on-screen. Peta penggunaan lahan Kecamatan Pati tahun 2009 berdasarkan interpretasi dari Citra Quickbird yang sudah terkoreksi dan untuk tahun 2017 berdasarkan interpretasi Citra Sentinel 2A. Dari penggunaan lahan tersebut akan dilakukan analisis perubahan dan kesesuaiannya dengan RTRW. Perubahan penggunaan lahan yang diperoleh dari hasil penelitian ini yaitu berupa peningkatan atau penurunan luas penggunaan lahan Kecamatan Pati dari tahun 2009 hingga tahun 2017. Untuk peningkatan luas penggunaan lahan di Kecamatan Pati yaitu pada penggunaan lahan Permukiman Perkotaan 60,09 ha atau 1,33%, Permukiman Perdesaan sebesar 0,82 ha atau 0,02%, dan Industri sebesar 19,73 ha atau 0,44%. Penurunan luas penggunaan lahan yang terjadi di Kecamatan Pati terjadi pada penggunaan lahan Pertanian Lahan Basah sebesar 78,68 ha atau 1,74% dan Pertanian Hortikultura sebesar 1,96 ha atau 0,04%. Kesesuaian penggunaan lahan pada Kecamatan Pati tahun 2017 terhadap Rencana Tata Ruang/Wilayah (RTRW) Kabupaten Pati tahun 2010-2030 adalah sebesar 55,96% atau dengan luas 2.536,73 ha dari total luas Kecamatan Pati. Sedangkan untuk ketidaksesuaian penggunaan lahan pada Kecamatan Pati tahun 2017 terhadap Rencana Tata Ruang/Wilayah (RTRW) Kabupaten Pati tahun 2017 adalah sebesar 44,04% atau dengan luas 1.996,73 ha.
PEMETAAN JALUR EVAKUASI BENCANA LETUSAN GUNUNG RAUNG DENGAN METODE NETWORK ANALISIS Demi Stevany; Andri Suprayogi; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.222 KB)

Abstract

ABSTRAK Gunung Raung (puncak tertinggi: 3.344 meter dpl) adalah gunung berapi kerucut yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, Indonesia. Secara administratif, kawasan gunung ini termasuk dalam wilayah tiga kabupaten di wilayah Besuki, Jawa Timur, yaitu Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember. Kaldera Gunung Raung juga merupakan kaldera kering yang terbesar di Pulau Jawa dan terbesar kedua di Indonesia setelah Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat. Laporan mengenai peningkatan aktivitas diberikan sejak tanggal 21 Juni 2015. Satelit Landsat 8 NASA mendeteksi adanya dua lubang magma sehingga diperkirakan tidak akan terjadi letusan besar. Material pijar mulai menyembur pada tanggal 26 Juni 2015 dan rangkaian letusan terjadi sejak tanggal 4 Juli 2015. Dengan itu maka dibuat pemetaan jalur evakuasi bencana gunung raung melalui permodelan risiko bencana gunung raung guna mengurangi kerugian akibat bencana melalui peta.Pada pembuatan peta jalur evakuasi dibutuhkan terlebih dahulu pemetaan risiko Gunung Raung dengan tahapan permodelan peta ancaman, permodelan peta kerentanan, permodelan kapasitas, serta permodelan risiko. Permodelan ancaman terdiri dari ancaman lontaran dan ancaman aliran lava dan lahar Gunung Raung. Permodelan kapasitas mengandung unsur jumlah penduduk dan luas wilayah daerah kajian risiko bencana. Permodelan Kerentanan meliputi kerentana fisik, kerentanan sosial, dan kerentanan ekonomi. Sedangkan pada permodelan peta risiko diproses dengan menggunakan rumusan Peraturan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Alam (PERKA BNPB) No.2 tahun 2012. Setalah permodelan risiko didapatkan, maka permodelan ini digabungkan dengan dengan parameter lain pemetaan jalur evakuasi dan di analisis menggunkan metode Network Analysis.Kata Kunci : Bencana Gunung Api, Pemetaan Jalur Evakuasi, Pemetaan risiko, Network Analysis  ABSTRACT Raung Mountain (highest peak: 3.344 m above sea level) is a conical volcano that located on the eastern tip of Java Island, Indonesia.  Administratively, the area of the mountain was included in three districts in Besuki, East Java, there was Banyuwangi and Jember, Bondowoso,.  Caldera Raung is also the largest dry Caldera in Java and Indonesia's second-largest after mount Tambora in West Nusa Tenggara.  Report on the increase of activity is given from the date June 21, 2015.  The NASA satellite Landsat 8 detected two holes so that the magma is estimated not to be a big eruption began on June 26, 2015 and a series of eruptions since July 4, 2015.  The disastrous evacuation path mapping mountain through disaster risk modelling raung minimizing loss due to disasters through the map.Disaster evacuation map is needed mapping risk Raung with stages of representation, threat representation map of vulnerability, modelling capacity, as well as the maping of risk.  Threat representaion is composed of the threat of the burst of rock vulcanic and the threat of lava flows of Raung Mountain..  Representation of capacity are contain the elements of population and  area of the region in the case of the risk of Raung Mountain disaster.  Representation Vulnerability includes physical susceptibility , social vulnerability, and the vulnerability of the economy.  While in modeling risk map is processed by using a formulation of  natural disaster regulation relief Agency Heads (PERKA BNPB) No. 2 in 2012.  After mapping the risk, this model is combined with other parameters to build a disaster evacuation map using network analysis method.Keyword: Mapping, Mapping the Risk of Evacuation Paths, Network Analysis, Volcano Disaster*) Penulis, PenanggungJawab
APLIKASI SIG UNTUK PENENTUAN DAERAH QUICK COUNT PEMILIHAN KEPALA DAERAH (STUDI KASUS : PEMILIHAN WALIKOTA CIREBON 2013, JAWA BARAT) Raden Putra; Andri Suprayogi; Sutomo Kahar
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.452 KB)

Abstract

Pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah ( Pilkada ) adalah proses untuk memilih kepala daerah dan wakil kepala daerah . Pelaksanaan pilkada dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang bertugas hingga rekapitulasi suara diumumkan. Rekapitulasi suara akan diumumkan KPU dalam waktu 7-21 hari setelah pilkada dilaksanakan. Untuk mengetahui hasil pilkada sementara sebelum KPU mengumumkan hasil rekapitulasi suara, dilakukanlah Quick Count . Dalam proses quick count, penentuan sampel pengamatan merupakan faktor yang paling mempengaruhi keakuratan dan ketelitian hasil quick count.Sistem Informasi Geografis  (SIG ) adalah sistem berbasis komputer yang didesain untuk mengumpulkan, mengelola, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan informasi spasial. Dalam penelitian ini SIG akan menganalisis data spasial yang ada, untuk penentuan daerah sampel quick count dengan menggunakan metode analisys overlay dan scoring.Hasil yang diperoleh dari penentuan daerah sampel quick count berjumlah 8 Kelurahan dan 247 TPS, dari total populasi  22 Kelurahan dan 542 TPS. Sampel tersebut mampu mewakili populasi pada tingkat kepercayaan 95%, dengan kesalahan maksimum sebesar 2,81%.Kata kunci: quick count, sistem informasi geografis, analisys overlay dan scoring
KAJIAN PEMETAAN TINGKAT KERAWANAN BANJIR DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : DAS Beringin, Kota Semarang) Wicke Widyanti Santosa; Andri Suprayogi; Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.639 KB)

Abstract

ABSTRAKBanjir merupakan permasalahan yang umum yang terjadi di sebagian wilayah Indonesia.Sungai Beringin merupakan salah satu sungai di Semarang yang menyumbang bencana banjir tiap tahunnya.Seiring dengan berkembangnya teknologi, maka untuk mengetahui tingkat kerawanan banjir dilakukan penelitian dengan menggunakan dua metode yaitu metode pembobotan dan metode rasional. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi kerawanan banjir DAS Beringin secara umum termasuk dalam kondisi cukup rawan dengan luas sebesar 1795,003 ha (59,89%). Tingkat rawan banjir dengan kategori rawan dengan luas sebesar 875,441 ha (29,21%) dari total luas DAS. Tingkat agak rawan dan tidak rawan dengan luas sebesar 299,691 ha (40,13%) dan 22,566 ha (0,75%). Tingkat sangat rawan mempunyai persentase dengan luas sebesar 4,441 ha (0,1%) dari total luas kawasan DAS. Air larian yang terjadi pada kelurahan-kelurahan pada Sub–DAS 1 yang menghasilkan debit yang paling tinggi sebesar 357,766 m3/det (68,048%), Sub–DAS 2 debit maksimum sebesar 124,964 m3/det (23,769%), dan pada Sub –DAS 3 menghasilkan debit yang paling rendah yaitu 43,0227 m3/det (8,183%). Pengaruh debit maksimum terhadap tingkat kerawanan banjir adalah pada faktor lanjutan dari hasil penggunaan lahan dan curah hujan. Pada kecepatan air yang tinggi, berlangsung cepat dan jumlah air sedikit, mengakibatkan tingginya debit air yang mengalir sehingga alirannya sangat deras dan berdampak destruktif.Kata Kunci : DAS Beringin, Banjir, Debit Maksimum, Tingkat Kerawanan ABSTRACT Flood is a common problem that occurs in some parts of Indonesia. Beringin River is one of the rivers in Semarang that contributed floods every year. Along as the development technology, then to determine level of flood conducted research by using 2 method, the weighting method and rational method. The research result were showed that condition of flood DAS Beringin commonly included in condition vulnerable with an area of 1795.003 hectares (59.89%). Level of risk flood with risk category an area of 875.441 hectares (29.21%) of the total DAS area. The level rather risk having percentace an area of 299.691 hectares (40.13%) and 22.566 hectares (0.75%). the higher level risk have percentage of the area of 4,441 hectares (0.1%) of total DAS area. Water runoff that occurs in village  Sub -DAS 1 that generate highest discharge of 357.766 m3/sec (68.048%), Sub -DAS 2 maximum discharge of 124.964 m3/sec (23.769%), and the Sub -DAS 3 produces the lowest discharge is 43.0227 m3/sec (8.183%). Effect of the maximum discharge is the advanced factor of the result of land use and rainfall. At speed of high water occur fast and a little amount of water, resulting a high flow of water is flowing, so that the flow is very heavy and destructive impact. Keywords : DAS Beringin, Flood, Maximum Debit, Vulnerability
Identifikasi Pengaruh Pola Perubahan Lahan Terhadap Zona Nilai Tanah Di Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang Bodro Sisvinta hayu; Andri Suprayogi; Hani'ah . .
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.818 KB)

Abstract

Districts of West Unggaran is a district located in Semarang regency . This sub-district is a district that holds a lot of potential biological and human potential , create a heterogeneous society ungaran district west into areas rich in culture . West ungaran also known as water catchment areas and the lungs of the city of Semarang . Because of its natural beauty , West Unggaran also often uses as an object of natural and cultural tourism development . Such condition can lead to changes in land use that have an impact on changes in the value of land .This research was originally conducted as mapping zone land value Unggaran District West with Data Processing Application software ArcView 3.3 BPN version for 2006 and 2010, the next step is making land use map changes price ArcGIS 9.3 software . In the final stage overlay between  with a map of changes in land with  zone map land value , to find changes of  the land value  for 2006 and 2010 .Research results indicates that  the span of 2006 to 2010 changes occurred in the largest land prices for residential zone Rp.4.230.000 , -. Where buildings / grounds changes  into the building / grounds in the Village Bandarjo , while the smallest price change happened zone agricultural land amounting to Rp 13,000 , - ie a change rainfed rainfed Branjang Village . it can be concluded there are differences in the average increase in the market value of the land . For the spread pattern of land prices can be concluded on the market price is higher than the residential zone by zone fields . Keywords : Change of land and land values .
PEMETAAN MULTI HAZARDS BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN DEMAK JAWA TENGAH Nyoman Winda Novitasari; Arief Laila Nugraha; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.37 KB)

Abstract

ABSTRAKKabupaten Demak Jawa Tengah rentan dengan 2 bahaya alam yaitu bahaya banjir dan bahaya kekeringan. Penelitian mengenai pemetaan multihazards belum pernah dilakukan di Kabupaten Demak. Pemetaan Multi Hazards adalah pemetaan yang menggabungan berbagai peta bahaya bahaya menjadi suatu kesatuan.Pemetaan Multi Hazards bahaya banjir dan kekeringan berbasis Sistem Informasi Geografis dibuat dengan software ArcGIS. Metode yang digunakan adalah skoring dan pembobotan parameter-parameter penyusun bahaya bahaya yang selanjutnya ditumpang susunkan (overlay). Dari hasil penelitian didapatkan hasil kesesuain pada saat verifikasi lapangan untuk bahaya banjir sebesar 64,28% dan 64,28% hasil kesesuaian terhadap bahaya kekeringan. Dan hasil kesesuaian terhadap multi hazards sebesar 64,28%. Wilayah Kabupaten Demak yang memiliki tingkat bahaya tinggi sebesar 70,961% terhadap bahaya banjir dan kekeringan. Sebesar 24,637% wilayah Kabupaten Demak memiliki tingkat bahaya sedang untuk bahaya banjir dan kekeringan. Sebesar 4,400% dengan tingkat bahaya rendah terhadap bahaya banjir dan kekeringan di Kabupaten Demak. Software ArcGIS dapat digunakan sebagai media pembuatan peta multi hazards dengan metode bobot dan skoring.Kata kunci: Banjir, Kekeringan, Peta Multi Hazards, dan Sistem Informasi Geografis,ABSTRACTDemak regency in Central Java is vulnerable with 2 natural disasters i.e. flood and drought disasters. Research on the multi hazards mapping has never been done . Multi hazards mapping is a mapping activity which combine various geo hazards map into a unity.Multi Hazards Mapping of flood and drought-based on Geographic Information System created with ArcGIS software. The method used is scoring and weighting parameters further constituent disaster threats in overlay. From the results, obtained the results of suitability at the time of field verification to the threat of flooding amounted to 64.28% and 57.14% of suitability to drought. And the results of conformity to the multi hazards of 64.28%. Demak regency which has a high threat level of 70.961% against the threat of flooding and drought. 24,637% of Demak has a medium threat level for the threat of flooding and drought. While the of 4,400% with low threat level against the threat of flood and drought in Demak. ArcGIS software can be used as media of making map multi hazards by the method of weighting and skoring.Keywords : Drought, Flood,  Geographic Information Systems, and Multi Hazards Maps,  *) Penulis, PenanggungJawab
PEMBUATAN APLIKASI PETA WISATA DI SALATIGA BERBASIS MOBILEGIS MEMANFAATKAN SMARTPHONEANDROID Fajar Dwi Hernawan; Moehammad Awaluddin; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Salatiga adalah kota kecil di Provinsi Jawa Tengah yang mempunyai luas wilayah ± 56,78 km² dan berada di antara Kota Semarang dan Kota Solo. Di Kota Salatiga didirikan universitas swasta dimana banyak orang dari berbagai daerah di Indonesia menimba ilmu di Salatiga. Kota Salatiga memiliki berbagai objek wisata yang tersebar luas di beberapa tempat. Keberadaan objek wisata yang berada jauh dari pusat kota dan jalan utama, serta medan jalan menuju objek wisata yang berkelok dan memiliki banyak persimpangan jalan, jelas menyulitkan wisatawan yang baru pertama kali berkunjung di Kota Salatiga. Makasudah seharusnya Kota Salatiga memiliki fasilitas pendukung berupa panduan mengenai objek wisata, sehingga dapat memudahkan para wisatawan yang akan berkunjung.Dengan memanfaatkan teknologi Global Positioning System (GPS) danLocation Based Service (LBS) yang tertanam pada smartphone android serta dengan menggabungkannya dengan google maps, maka dapat menghasilkan sebuah aplikasi yang memberikan layanan informasi lokasi. Aplikasi ini dapat dibuat menggunakan software MIT App Inventor 2 yang menyediakan bahasa pemrograman visual block.Hasilpenelitian ini adalah sebuah aplikasi Wisata Salatiga berbasis mobile GIS memberikan informasi seputar wisata, hotel, kafe dan restoran yang tersebar di Salatiga dan sekitarnya. Beberapa fitur dalam penggunaannya diperlukan koneksi internet dimana jaringan WLAN merupakan jaringan tercepat saat uji coba aplikasi. Dengan kesalahan rata – rata jarak sekitar 23 m yang diperoleh dari perbandingan jarak antara menu near list dengan menu distance measurement tool pada google maps, aplikasi ini masih dapat memberikan petunjuk navigasi dengan baik. Kata Kunci:aplikasi, wisata, Kota Salatiga, mobile GIS, GPS, LBS, android ABSTRACT Salatiga is a small town in Central Java province which has an area of ± 56.78 km² and is located between Semarang City and Solo City. In Salatiga founded private universities, where many people from various regions in Indonesia studying at Salatiga. Salatiga city has a variety of attractions that are widespread in some places. The existence of attractions that are far away from the city center and the main roads, and the road to the attraction field winding and has many crossroads, obviously complicate the tourists who first visited in Salatiga. Therefore, it is necessary for Salatiga to have supporting facilities in forms of leisure destination guides as it makes travel to Salatiga easier.By utilizing the technology of Global Positioning System (GPS) and Location Based Service (LBS) that are embedded in a smartphoneandroid and combine it with google maps, it can produce an application that can provide location information services. This application can be created using the software MIT App Inventor 2 which uses programming language visual block.Results this research is an applicationbased mobile GIS Wisata Salatiga which provide information about tours, hotels, cafes and restaurants scattered in Salatiga and surroundings. Some features in which the internet connection is required to use the WLAN network is the fastest network while testing applications. With the average distanceerror of about 23 mwere obtained from comparison of the distance betweennear list menu with the distance measurement tool menu on google maps, the application is still able to provide navigation instructions properly. Keywords :aplication, tourism,Salatiga City, mobile GIS, GPS, LBS, android.  *) Penulis PenanggungJawab
ANALISIS PENGGUNAAN NDVI DAN BSI UNTUK IDENTIFIKASI TUTUPAN LAHAN PADA CITRA LANDSAT 8 (Studi Kasus : Wilayah Kota Semarang, Jawa Tengah) Dafid Januar; Andri Suprayogi; Yudo Prasetyo
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.802 KB)

Abstract

ABSTRAK Lahan merupakan salah satu sumber daya alam penting yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup baik hewan, tumbuhan dan manusia untuk berpijak,  sebagai tempat hidup dan melakukan kegiatan kehidupan serta untuk memenuhi kebutuhannya. Lahan dan manusia memiliki hubungan yang sangat kompleks dan erat antara satu dengan yang lain tidak dapat dipisahkan. Supaya manusia dapat memenuhi kebutuhannya seoptimal mungkin, maka  sumberdaya alam ini membutuhkan pengolahan, pelestarian, dan perlindungan.Pada penelitian ini, dilakukan pengidentifikasian tutupan lahan pada citra Landsat 8 akuisisi 29 Mei 2015 wilayah Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah analisis NDVI dan kombinasi NDVI BSI yang kemudian dibangun kelas tutupan lahan yang terdiri dari lima kelas diantaranya badan air, lahan terbuka, pemukiman, sawah dan vegetasi yang kemudian hasil klasifikasi dibandingkan dengan acuan klasifikasi Maximum Likelihood.Hasil dari penelitian ini didapat untuk tingkat ketelitian hasil klasifikasi NDVI adalah sebesar 49,43% dengan user’s accuracy untuk kelas badan air sebesar 76,15%, lahan terbuka 12,60%, pemukiman 85,37%, sawah 25,44% dan vegetasi 65,55%. Sedangkan untuk hasil klasifikasi kombinasi NDVI BSI didapat tingkat ketelitian sebesar 60,14% dengan user’s accuracy untuk kelas badan air sebesar 77,03%, lahan terbuka 8,07%, pemukiman 82,47%, sawah 39,48% dan vegetasi 65,88%. Kata Kunci : NDVI, BSI, Maximum Likelihood, Landsat 8, Tutupan Lahan ABSTRACT Land is one of the important natural resources that are needed by living things both animals, plants and humans to stand, as a place of life and activities of life as well as to meet their needs. Land and human beings have a very complex relationship and closely with each other which can not be separated. So that people can meet their needs as optimally as possible, the natural resources requires the processing, preservation and protection. In this study, carried out the identification of land cover in the Landsat 8 May 29, 2015 acquisition of the city of Semarang. The method used is the analysis of NDVI and combination of NDVI BSI which later developed land cover classes consist of five classes including water, barren, settlements, rice fields and vegetation classification results are then compared with reference Maximum Likelihood classification.Results from this study to the level of accuracy obtained NDVI classification results amounted to 49.43% with the user's accuracy for the class of water by 76.15%, barren by 12.60%, settlements by 85.37%, rice fields by 25.44% and vegetation by 65.55%. As for the combination of NDVI BSI classification results obtained by 60.14% accuracy level with the user's accuracy for the class of water by 77.03%, barren by 8.07%, settlements by 82.47%, rice fields by 39.48% and vegetation by 65, 88%. Keywords : NDVI, BSI, Maximum Likelihood, Landsat 8, Land Cover *) Penulis, Penanggungjawab
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK IDENTIFIKASI POTENSI LOKASI PAPAN IKLAN DI WILAYAH KOTA SEMARANG Lea Kristi Agustina; Bambang Sudarsono; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1657.102 KB)

Abstract

Advertising is designed objects for the purpose of introducing, encouraging, promoting, or to draw public attention to goods, services, persons, or entities who can be seen, read, heard, felt and / or enjoyed by the public. In simple billboard interpreted as promotion tool of goods and services such as a message or information delivered through the outdoor media. The situation is quite crowded roads in Semarang City, especially in Gajah Mada, Pandanaran  and Pemuda street’s which makes existence of billboard to be one competition for providers of goods or services in order to alluring consumers in order to use the goods and services offered by them. This research aim to know the potential of billboard locations and spread along the Gajah Mada, Pandanaran and Pemuda street’s. Final results from this research provides information that can be used as review and consideration in determining the location of billboards is quite potentially, this can be done by certain agencies of local government in Semarang City and other interested parties. This research conducted by qualitative research methods which will produce descriptive data were compiled in a geographic information system to obtain map of the layout point locations spread advertisement, then performed an analysis based on the provisions of the distance between advertisement and restrictions the placement of advertisement. Based on the observation and analysis, identification potential of new billboard point locations can be done according with the specified criteria. Research results show there were 11 point of potential new billboards for the large billboard type and there are 73 point of potential new billboards to billboard medium sized types, both located on the sidewalks / curb.
Co-Authors ., Hani'ah Abdi Sukmono, Abdi Adinda Thana A. Pertiwi ADYVICTURA TINAMBUNAN Agung Setiawan Ahmad Syauqani Akhmad Didik Prastyo Albertus Indra Bagus Cahyadi Amran Nur Utomo Andreas Ardianto Prodjo Koesoemo Angga Sapto Aji, Angga Sapto Anggoro Wahyu Utomo Anisa Isna Yesiana Antoneta Yuanita Arief Laila Nugraha Arief Waskito Aji Arif Witoko Arizal Kawamuna, Arizal Arlina . Arwan Putra Wijaya Ary Nurhidayati Sugianto ATIKA MARWATI Aufan Niam Aulia Rizky Auliannisa Auliannisa Bagas Arif Widyagdo Bagas Setia Aji Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Septiana Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bodro Sisvinta hayu Briandana Januar Aji Gunadi Bunga Roliesta Sari Dafid Januar Damar Ismoyo Danang Budi Susetyo Daud Panji Permana David Beta Putra Demi Stevany Diah Ratna Setianingrum DONY AGIL PRASETYO Dwi Arini Edi Ikhsan Emeralda Amirul Ariefa Endang Purwati EVAN BRILLIANTO Fadhlan Hamdi Fadlila Ananingtyas, Fadlila Fahrunnisa Wulandari Adininggar Fajar Dwi Hernawan Fajar Rusdyanto Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Febrina Mutiara Rosita Pane Galuh Fitriarestu Santoso Gigih Pradana Gilang Andhika Surya J. Gilang Diva Pradana Giustia Puspa Geoda Grivina Yuliantika Gunita Mustika Hati Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Handaru Aryo Suni Hani'ah . Hani'ah . . Hani'ah Hani'ah Hani'ah, Hani'ah Haniah Haniah Hasan Basyri Henndry . Hot Parningotan Banjarnahor Ibrohim Shiddiq Ika Rahayu Wulansari Ikhlasul Amal Ahyani INNEKE ASTRID PITALOKA Johan Irawan Kemala Medika Putri Kurnia Darmawan Laode M Sabri Lea Kristi Agustina LM. Sabri Lukman Maulana Lydia Fadilla M Khoirul Baihaqi Maulvi Surya Gustavianto Mega Dwijayanti Meilina Fika Mayangsari Moehammad Awaluddin Moehammad Awwaluddin Moehammad Awwaluddin Muhamad Arif Debalano Muhamad Salahuddin Muhammad Alimsuardi Muhammad Annis Wichi Luthfina Muhammad Fitrianto Muhammad Hakqi Muhammad Iqbal Akhsin Muhammad Rifqi Andikasani Muhammad Ulya Muhammad, Rido Mutiaraning Pertiwi Narendra Sava Hanung Nasytha Nur Farah Nathania, Jessica Nia Rahmadhani Nurhadi Bashit Nurhadi Bashit Nyoman Winda Novitasari Olivia Sinaga Paundra Ksatrio Wahyutomo Pran Shiska, Pran Raden Putra Raihan Virgatama Ramadhan Susilo Utomo Randy Alihusni Wardana Ratih Kumala Dewi Rian Yudhi Prasetyo Ridwan Ageng Ashari Ridwan Aminullah Rifky Satrio Utomo Rifqi Najib Muzaka Rizal Adhi Pratama Rizki Putra Agrarian Rizqi Umi Rahmawati Rizqie Irfan Ryadi, Michael Vashni Immanuel Ryandana Adhiwuryan Bayuaji Saraswati, Galuh Febriana Sawitri Subiyanto Septian Dewi Cahyani SILALAHI, ERTHA Singgih Wahyu Nugroho Suardi Lubis Sulaiman Hakim Sinaga Sutomo Kahar Sutomo Kahar Taufik Eka Ramadhan, Taufik Eka TAUFIQ FITRIANSYAH ADI PRADANA Tri Afiebbawa Exactanaya Tsana’a Alifia Nauthika Tyas Arni Putri Ulifatus Sa'diyah Veri Pramesto Wahyu Darmawan Wahyu Nur Rohim Wicke Widyanti Santosa Wisnu Hanggoro Yonanda Simarsoit Yudo Prasetyo Yudo Prasetyo