Andri Suprayogi
Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Published : 133 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ESTIMASI NILAI ASET GEDUNG DAN TANAH KAMPUS UNIVERSITAS DIPONEGORO TEMBALANG DENGAN MEMANFAATKAN DATA FOTO UDARA TAHUN 2015 ADYVICTURA TINAMBUNAN; Yudo Prasetyo; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1190.911 KB)

Abstract

Sejak ditetapkan Universitas Diponegoro sebagai Universitas Negeri pada tanggal 15 Oktober 1960, Universitas Diponegoro terus mengalami perkembangan yang pesat khususnya di sektor aset gedung dan tanah. Jika dilihat saat ini pembangunan infrastruktur penunjang perkuliahan di kampus Universitas Diponegoro Tembalang terus mengalami peningkatan. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk menghitung total nilai aset gedung dan tanah di kampus Universitas Diponegoro Tembalang.Penelitian ini menggunakan data foto udara UAV akuisisi tahun 2015yang sudah dilakukan proses orthorektifikasi dengan resolusi spasial 0,1 meter. Data tersebut didigitasi sehingga dapat dianalisis aset gedung dan tanah kampus Universitas Diponegoro Tembalang. Estimasi nilai aset gedung dan tanah dilakukan dengan perhitungan matematis menggunakan data harga perolehan aset kampus Universitas Diponegoro dan data harga transaksi tanah di Kecamatan Tembalang tahun 2015.Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah aset gedung yang mempunyai data harga perolehan aset sebanyak 141 aset dari total 171 aset gedung Kampus Universitas Diponegoro Tembalang. Total harga perolehan aset yaitu sebesar Rp.876,251 Miliar. Pertumbuhan aset gedung tertinggi terjadi pada tahun 2013 sebesar 19 aset, kemudian tahun 1995 sebesar 18 aset. Dari hasil estimasi nilai aset gedung, total nilai aset gedung kampus Universitas Diponegoro Tembalang per tahun 2015 sebesar Rp.1,360 Triliun. Luas aset tanah kampus Universitas Diponegoro Tembalang sebesar 150,536 hektar. Estimasi nilai aset tanah menggunakan 7 (tujuh) sampel zona tanah yang berada di luar kampus Universitas Diponegoro Tembalang dengan Nilai Indeks Rata-rata (NIR) sebesar Rp.3.912.700,- dan standar deviasi sebesar 28%. Hasil estimasi nilai aset tanah kampus Universitas Diponegoro Tembalang per tahun 2015 sebesar Rp.5,89 Triliun.
PEMBUATAN PETA ZONA NILAI TANAH UNTUK MENENTUKAN NILAI OBJEK PAJAK BERDASARKAN HARGA PASAR MENGGUNAKAN APLIKASI SIG (Studi Kasus : Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga) Galuh Fitriarestu Santoso; Andri Suprayogi; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.398 KB)

Abstract

ABSTRAK Zona Nilai Tanah (ZNT) merupakan kumpulan area yang terdiri dari beberapa bidang tanah dengan nilai tanah yang relatif sama dan batasannya bersifat imajiner atau nyata sesuai penggunaan tanahnya. Setiap area ZNT mempunyai nilai yang berbeda berdasarkan analisis perbandingan harga pasar dan biaya. Mengingat ZNT berbasis nilai pasar, ZNT dapat dimanfaatkan untuk penentuan tarif dalam pelayanan pertanahan, referensi masyarakat dalam transaksi, penentuan ganti rugi, inventarisasi nilai aset publik maupun aset masyarakat, memonitor nilai tanah dan pasar tanah, dan referensi penetapan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), agar lebih adil dan transparan. Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Salatiga Nomor 2 Tahun 2013 tentang PBB, NJOP merupakan acuan penarikan PBB yang merupakan salah satu pendapatan daerah yang sangat penting untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, perlu diwujudkan informasi nilai tanah untuk mewujudkan fungsi tanah. Salah satu perwujudannya adalah Peta ZNT.Dalam penelitian ini dibentuk peta ZNT dibentuk berdasarkan nilai tanah dengan penilaian masal (tidak memperhatikan properti dan karakteristik khusus dari objek pajak tersebut) dan menggunakan pendekatan perbandingan penjualan (sales comparative), dimana objek pajak yang akan dinilai dibandingkan dengan objek pajak lain sejenis yang sudah  diketahui nilai jualnya. Hasil penelitian ini berupa Peta ZNT yang terdiri dari 40 zona dari data NJOP dan data survei transaksi harga tanah. Perubahan selisih harga tanah transaksi dengan NJOP terendah sebesar 138,46% dengan selisih harga Rp 270.000 sedangkan tertinggi sadalah 2780,00% dengan selisih harga Rp 554.000.
APLIKASI PERSEBARAN LOKASI PENELITIAN MAHASISWA TEKNIK GEODESI UNDIP BERBASIS WEBGIS Ramadhan Susilo Utomo; Arief Laila Nugraha; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.717 KB)

Abstract

ABSTRAK Setiap mahasiswa yang ingin melaksanakan tugas akhir sehingga mencari sumber-sumber, studi literatur yang ingin dikaji mempunyai peranan penting dalam upaya memberikan informasi mengenai penelitian. Penyediaan informasi mengenai persebaran penelitian dan sistem jurnal penelitian kepada mahasiswa sangat dibutuhkan maka dibuatlah sebuah aplikasi yang dapat mempermudah dalam mencari referensi-referensi penelitian dan mengetahui persebaran lokasi penelitian tersebut. Aplikasi Persebaran Lokasi Penelitian Teknik Geodesi Universitas Diponegoro (selanjutnya akan disebut LPTG yang dapat diakses pada www.lptg.xyz) diharapkan dapat memenuhi semua kebutuhan tersebut. Aplikasi ini dibuat menggunakan framework Laravel, database menggunakan MySQL dan peta dasar CartoDB. Hasil akhir penelitian berupa aplikasi persebaran lokasi penelitian mahasiswa Teknik Geodesi Universitas Diponegoro dan sistem jurnal Geodesi berbasis WebGIS. Persebaran penelitian sebanyak 580 lokasi terdiri dari lingkup ruang lingkup kabupaten persebaran penelitian sebanyak 78 lokasi dengan 251 jumlah penelitian, pada kota persebaran penelitian sebanyak 20 lokasi dengan 288 jumlah penelitian, pada perairan persebaran penelitian sebanyak 11 lokasi dengan 16 jumlah penelitian, kedua ruang lingkup provinsi persebaran penelitian sebanyak 8 lokasi dengan 15 jumlah penelitian, ketiga ruang lingkup pulau persebaran penelitian sebanyak 4 lokasi dengan 6 jumlah penelitian dan keempat ruang lingkup nasional terdapat 4 jumlah penelitian. Hasil uji usability didapatkan dengan hasil penilaian efektivitas sebesar 88,40% dan efisiensi sebesar 88,57% dan hasil uji sistem bahwa aplikasi dapat diakses pada Google Chrome, Mozilla Firefox dan Internet Explorer. Kata Kunci : Tugas Akhir, Jurnal, Lokasi penelitian, WebGIS, CartoDB, LPTG, Uji Usability. ABSTRACT Every college student who wants to carry out the final project looking for sources, the study of literature to be studied has an important role in efforts to provide information about research. Providing information about the distribution of research and the research journal system to college students is needed so an application made that can facilitate the search for research references and find out the distribution of the research location. Application distribution of research location Diponegoro University Geodetic Engineering (hereinafter referred to as LPTG which can be accessed at www.lptg.xyz) is expected to meet all these needs. This application was created using the Laravel framework, a database using MySQL and CartoDB base maps. The final result of the research is the application distribution of research locations Diponegoro University Geodesy Engineering students and the Geodesy journal system based WebGIS. The distribution of research as many as 580 locations, consist from  scope of the Regency distribution of research as many as 78 locations with 251 number of studies, in the City of the research distribution as many as 20 locations with 288 number of studies, in the waters of the research distribution as many as 11 locations with 16 number of studies, secondly the scope Province of the research distribution as many as 8 locations with 15 the number of studies, third the scope Island of the research distribution as many as 4 locations with 6 the number of studies and fourth National scope there are 4 the number of studies. Usability test obtained with result  88.40% effectiveness, 88.57% efficiency and system test results that applications can be accessed on Google Chrome, Mozilla Firefox and Internet Explorer.
VISUALISASI HASIL IDENTIFIKASI DAERAH RAWAN KECELAKAAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DENGAN TAMPILAN FLASH (STUDI KASUS KOTA SEMARANG) Muhammad Ulya; Sawitri Subiyanto; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.275 KB)

Abstract

Kecelakaan adalah suatu rentetan kejadian yang biasanya mengkibatkan kematian, luka atau kerusakan harta benda yang tidak disengaja dan terjadi di jalan atau tempat terbuka untuk umum dan digunakan untuk lalu lintas kendaraan. Kecelakaan lalulintas adalah suatu kejadian yang disebabkan oleh banyak faktor, yang  pada dasarnya disebabkan oleh gabungan dari faktor-faktor utama, yaitu : pemakai jalan (manusia), kendaraan, jalan, dan lingkungan. Kriteria Daerah Rawan Kecelakaan ini di ambil dari Dinas Perhubungan, dan Pekerjaan Umum , yaitu : berdasarkan jumlah korban manusia, jumlah pelaku kecelakaan, dan tingkat kecelakaan yang terjadi. Pemilihan Peta Flash karena jaman yang semakin modern, maka kebutuhan peta digital meningkat, pemilihan flash yang berbentuk virtual membuat tampilan menarik dan mudah dipakai penggunanya. Dari hasil perhitungan diketahui ada 4 jalan yang berstatus sangat rawan yaitu : Jalan Brigjen Sudiarto, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Kaligawe, dan Jalan Yos Sudarso. Sedangkan dari perbandingan dengan faktor penyebab,  ada 4 jalan rawan yang mempunyai potensi kecelakaan dari faktor penyebabnya yaitu : Jalan Brigjend Sudiarto, Dr Setiabudi, Perintis Kemerdekaan dan Siliwangi. Aplikasi peta daerah rawan kecelakaan Kota Semarang berbentuk Flash dapat di publish dalam format *.swf (perlu flash player plugin) untuk web browser dan  android. Sedangkan format *.exe (stand alone) hanya untuk windows Kata kunci : Kecelakaan, Lalulintas, Flash, Semarang
ANALISIS PENGARUH TOTAL SUSPENDED SOLID DALAM PENENTUAN KEDALAMAN LAUT DANGKAL DENGAN METODE ALGORITMA VAN HENGEL DAN SPITZER Lukman Maulana; Andri Suprayogi; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.842 KB)

Abstract

ABSTRAKTeknologi penginderaan jauh dapat memberikan informasi kedalaman dengan efektif dan efisien, terutama untuk daerah yang memiliki morfologi dasar laut yang sering berubah-ubah. Namun untuk mengekstraksi data kedalaman tersebut banyak faktor yang akan menyebabkan kesalahan dalam penentuan nilai kedalaman.Pada penelitian ini digunakan metode penentuan kedalaman laut dangkal citra satelit Landsat dengan menggunakan metode Van Hengel dan Spitzer yang pernah digunakan oleh Wahyuningrum et.al, 2008 untuk mengetahui kemampuan citra digital Landsat 7 ETM+ dalam memetakan kedalaman perairan dangkal di  Pulau  Pari. Dan Lestari, 2009 menggunakan metode penentuan konsentrasi TSS untuk melihat kecenderungan perubahan TSS dan transparansi perairan Teluk Jakarta. Sedangkan dalam penelitian ini kedua metode tersebut digunakan untuk mengkaji pengaruh TSS terhadap penentuan kedalaman laut dangkal dengan metode VHS di perairan Marina Kota Semarang menggunakan citra satelit Landsat 8 OLI tahun 2013.Hasil dari pengolahan citra Landsat dengan menggunakan metode VHS diperoleh nilai kedalaman antara 3 – 13 m dengan R2 (koefisien determinasi) 0,7127 dan RMS error 1,2929. Sedangkan untuk penentuan konsentrasi TSS diperoleh konsentrasi TSS antara 1 – 181 mg/l dengan nilai R2 (koefisien determinasi) 0,8669 dan RMS error 14,1668. Pada kedalaman < 3 m diperoleh simpangan kedalaman antara lapangan dengan citra yang besar yaitu 11,013 m hal ini dipengaruhi oleh konsentrasi TSS yang cukup tinggi karena dekat dengan pesisir pantai. Dan pada kedalaman lebih dari 13 m simpangan kedalaman meningkat kembali yaitu 24,090 m dengan semakin dalamnya permukaan dasar laut. Kata Kunci :    Landsat 8 OLI, Kedalaman Laut Dangkal, Total Suspended Solid (TSS), Algoritma Van Hengel dan Spitzer (VHS). ABSTRACTRemote sensing technology can provide depth information effectively and efficiently, especially for areas that have seabed morphology are often fickle. But to extract depth data there are some factors that will cause an error in the determination of the depth value.In this study used a method of determining the depth of the shallow sea with Landsat images using the Van Hengel and Spitzer which is ever used by Wahyuningrum et.al, 2008, to determine the ability of the digital image of Landsat 7 ETM + to map shallow water depth at Pari Island. And Lestari, 2009 using the method of determining the concentration of TSS to see the trend change and transparency TSS in Jakarta Bay waters. While in this study both methods are used to assess the effect of TSS to determine the depth of the shallow marine waters of Marina using VHS method in Semarang with Landsat satellite imagery 8 OLI in 2013.The Results of Landsat image processing using VHS method obtained depth values between 3-13 m with R2 (coefficient of determination) 0,7127 and RMS error 1,2929. whereas for determining the TSS concentration obtained TSS concentrations between 1-181 mg/l with value of R2 (coefficient of determination) 0,8669 and RMS error 14,1668. At a depth of < 3 m between the depths of field with a large image obtained difference 11,013 m. it is influenced by high TSS concentrations as it is close to the coast. And at a depth of more than 13 m, the difference in the depth increased again 24,090 m with the deepening of the sea floor. Keywords :            Landsat 8 OLI, Depth Shallow Seas, Total Suspended Solid (TSS), Algorithm Van Hengel and Spitzer (VHS).
PENGGUNAAN POSTGRESQL DAN OPENSTREETMAP DALAM PEMBANGUNAN WEBGIS TENTANG PERSEBARAN LAPANGAN FUTSAL DAN LAPANGAN SEPAK BOLA KOTA SEMARANG Muhamad Arif Debalano; Andri Suprayogi; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.768 KB)

Abstract

ABSTRAK Kota Semarang sebagai ibukota Jawa Tengah yang berkembang pesat memiliki masyarakat yang mempunyai apresiasi yang tinggi terhadap perkembangan dunia olahraga. Olahraga sudah menempati posisi yang penting dalam kehidupan sehari – hari masyarakat di Kota Semarang bahkan meningkatnya minat masyarakat ditunjukkan dengan semakin bertambahnya klub–klub atau kelompok–kelompok dari berbagai cabang olahraga di Kota Semarang (Ramadani, 2008). Tak terkecuali bagi olahraga ini, futsal dan sepak bola.Peningkatan minat dan antusias masyarakat terhadap olahraga tersebut, hendaknya diimbangi dengan perkembangan sistem informasi geografis yang baik tentang persebaran lapangan futsal dan lapangan sepak bola Kota Semarang. WebGIS merupakan solusi yang tepat sebagai media persebaran informasi karena fungsi dan kegunaannya yang dapat diakses dengan cepat dan mudah.Dilatar belakangi oleh pemanfaatan aplikasi-aplikasi Opensource, sehingga untuk proses perancangan aplikasi pada penelitian kali, WebGIS ini dalam perancangannya memanfaatkan basis data dari PostgreSQL yang diolah dengan beberapa aplikasi Opensource seperti QGIS, PgAdminIII, PhpPgAdmin, WappStack dan PostGIS. Dan pada bagian webmap memanfaatkan OpenStreetMap sebagai basemapnya.Hasil akhir pada penelitian kali ini berupa aplikasi SIG berbasis Web utnuk persebaran Lapangan Futsal dan Lapangan Bola Kota Semarang. Yang diharapkan dapat bermanfaat bagi tersedia sistem informasi yang memadai bagi pengguna lapangan futsal ataupun lapangan sepak bola yang ada di Kota Semarang. Kata Kunci : Kota Semarang, lapangan bola, lapangan futsal, PostgreSQL dan OpenStreetMap  ABSTRACTSemarang city as the capital of central Java that is rapidly developed has high-aspirated communities on sport development. Sport has already become necessary thing in the daily life of Semarang communities. Moreover, the increasing of communities’ interest towards sport is shown by the increasing numbers of subsidiaries sport clubs in Semarang (Ramadani, 2008) includes futsal and soccer.                 The increasing of communities’ interest and enthusiasm towards futsal and soccer should counterbalanced with the increasing of a good geography information system of futsal and soccer fields distribution in Semarang. WebGIS is a right solution as media of distribution information due to the function and the use that can be accessed rapidly and easily.                 This research is supported by the utilization of Opensource applications. Moreover, in the designing process of this WebGIS, the writer utilizes the data base of PostgreSQL processed by several Opensource applications as QGIS, PgAdminIII, PhpPgAdmin, WappStack and PostGIS. Furthermore, for the webmap, the writer utilizes OpenStreetMap as the basemap.                   The final result of this research is an application of GIS based on Web for the distribution of futsal and soccer fields in Semarang. The information given in this application is expected to be useful for futsal and soccer users in Semarang.  Key words: Semarang, futsal field, soccer field, PostgreSQL, OpenStreetMap      *) Penulis PenanggungJawab
APLIKASI PEMETAAN MULTI RISIKO BENCANA DI KABUPATEN BANYUMAS MENGGUNAKAN OPEN SOURCE SOFTWARE GIS Briandana Januar Aji Gunadi; Arief Laila Nugraha; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.186 KB)

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Banyumas merupakan salah satu daerah di wilayah provinsi Jawa Tengah yang masuk dalam kategori rawan bencana, terutama bencana banjir dan tanah longsor.Dengan adanya kondisi tersebut maka dibutuhkan penelitian yang difokuskan pada skala lokal untuk melakukan pemetaan multi risiko bencana banjir dan tanah longsor sebagai upaya mitigasi bencana di Kabupaten Banyumas. Pembuatan peta multi risiko bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Banyumas berbasis sistem informasi geografis (SIG) menggunakan perangkat lunak terbuka Quantum GIS. Metode yang digunakan adalah skoring dan pembobotan, serta tumpang susun (overlay) antar parameter penyusunnya.Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode perkalian matriks VCA diperoleh  nilai kesesuaian sebesar 66,667 % untuk risiko bencana banjir, 77,778 % untuk bencana tanah longsor dan 61,111 % untuk multi risiko bencana banjir dan tanah longsor. Hasil pemodelan multi risiko bencana didapatkan nilai sebesar 51,785 % wilayah Kabupaten Banyumas termasuk kedalam risiko tinggi, 18,960% termasuk kedalam risiko sedang dan 29,255% termasuk kedalam risko rendah terhadap bencana banjir dan tanah longsor. Quantum GIS dapat dijadikan sebagai perangkat alternatif untuk pengolahan SIGwalaupun masih terdapat kekurangan dalam analisis data dengan format vektor yaitu tidak dapat melakukan penggabungan (union) lebih dari dua shape file. Kata kunci: banjir, peta multi risiko bencana,tanah longsor, Quantum GIS,SIG,  ABSTRACT Banyumas regency is one of regions in Central Java province that is categorized as prone disaster, especially floods and landslides. With these sort of conditions, research is needed that focuses on local scale to conduct multi risk mapping of flood and landslide disasters as an effort to mitigate the disaster in Banyumas regency. Multi risk map of flood and landslide disasters in Banyumas regency made based on Geographical Information System (GIS) using open source software called Quantum GIS. The method used are scoring and weighting, along with overlays between the constituent parameters. From a research using the VCA matrix multiplication, congruity value as much as 66,667% risk of flood, 77,778% risk of landslide and 61,111% against multi risk disasters of flood and landslide. The modeling results of multi risk disasters obtained 51,785% of the area in Banyumas regency is highly at risk disasters, 18,960% is moderately at risk and 29,255% is low at risk of flood and landslide disasters. Quantum GIS can be used as an alternative device to process GIS although there may still be some deficiency may occur in data analysis with vector format which could not perform the union of three shape files or more. Keywords: flood, GIS,  landslide , multi map disaster risk,Quantum GIS *) Penulis, Penanggungjawab
PEMETAAN SEBARAN TERUMBU KARANG DENGAN METODE ALGORITMA LYZENGA SECARA TEMPORAL MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 5 7 DAN 8 (Studi Kasus : Pulau Karimunjawa) Johan Irawan; Bandi Sasmito; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.829 KB)

Abstract

ABSTRAK                 Karimunjawa adalah salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Karimunjawa merupakan taman nasional yang ada di Indonesia. Karimunjawa juga terkenal dengan wisata air atau lautnya, terutama terumbu karang. Terumbu karang menjadi alasan nomor satu para wisatawan berkunjung ke karimunjawa, namun kurangnya  Informasi ilmiah terkait perubahan habitat terumbu karang di kepulauan karimunjawa membuat proses monitoring keadaan terumbu karang karimunjawa mengalami kesulitan.                Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan luasan terumbu karang menggunakan Citra Landsat 5 tahun 1996, Citra Landsat 7 tahun 2002 dan Citra Landsat 8 tahun 2016 Kepulauan Karimunjawa dan Peta RBI Skala 1:25000. Metodologi  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini adalah  pemanfaatan penginderaan  jauh  guna menentukan  seberapa  banyak  terumbu karang yang berkurang atau bertambah secara temporal dengan algoritma lyzenga menggunakan citra satelit landsat dan validasi lapangan.Dari penelitian ini didapatkan Luasan Terumbu karang mengalami penurunan sejak tahun 1996, 2002 dan 2016 sebesar 15,94% atau 1,128,000 m2 dari 7.0748.00 m2 atau. Sedangkan kelas lainya bertambah seperti pada tahun 1996, 2002, 2016, yaitu kelas pasir bertambah 6,009,000 m2, kelas substrat bertambah 1,755,600 m2, kelas air bertambah 859,600 m2. Kata Kunci : Algoritma Lyzenga, Citra Landsat, Karimunjawa, Terumbu Karang   ABSTRACT                 karimunjawa is a sub district located in the Jepara District, Central Java. Karimunjawa is a national park in Indonesia. Publications also famous for sea travel, especially coral reefs. Reefs may be the number one reason tourists visit karimunjawa, but the lack of scientific information related to changes in coral reef habitats in the archipelago karimunjawa make the process of monitoring the state of coral reefs karimunjawa experiencing difficulties.                The purpose of this study was to determine differences in coral reef area, using Landsat 5 in 1996, Landsat 7 in 2002 and 2016 Landsat 8 Karimun Islands and RBI Map Scale 1: 25000. The methodology used in this study is the use of remote sensing to determine how many coral reefs that decreases or increases lyzenga temporal algorithm using Landsat satellite imagery and field validation.                The extent of this study found coral reefs has decreased since 1996, 2002 and 2016 amounted to 15.94% or 1,128,000 m2 of 7.0748.00 m2. While other classes increases as in 1996, 2002, 2016, the class of sand increased 6,009,000 m2, grade substrates increases 1,755,600 m2, grade water becomes 859.600 m2. Keywords: Coral Reef,  Karimunjawa, Lyzenga algorithm, Landsat images. 
ANALISIS KORELASI PERUBAHAN POLA KAWASAN TERBANGUN TERHADAP PENURUNAN MUKA TANAH MENGGUNAKAN METODE INDEX-BASED BUILT-UP INDEX (IBI) DAN DINSAR (STUDI KASUS : KOTA JAKARTA UTARA) Emeralda Amirul Ariefa; Yudo Prasetyo; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.527 KB)

Abstract

ABSTRAK Kota Jakarta Utara merupakan bagian dari propinsi DKI Jakarta memiliki permasalahan berkaitan dengan penurunan muka tanah. Permasalahan tersebut disebabkan oleh banyaknya pembangunan yang berakibat semakin padatnya jumlah bangunan menjadi beban terhadap daya dukung tanah pada lingkungan di Jakarta yang mana sebagian besar jenis tanah wilayahnya adalah alluvial. Dikutip dari BPS Kota Jakarta Utara realisasi perizinan IMB mencatatkan dari tahun 2016 hingga 2018 berjumlah 5.862 bangunan, jumlah tersebut hanya bangunan non tempat tinggal. Penelitian ini menggunakan citra Sentinel 1 pada tahun 2016 hingga 2019 dengan metode Differential Interferometric Synthetic Aperture Radar (DInSAR). Kemudian, untuk mengetahui perubahan kawasan terbangun digunakan citra Sentinel 2 melalui proses klasifikasi bangunan dengan algoritma Index-based Built-up Index (IBI). Algoritma IBI merupakan kombinasi dari 3 algoritma yaitu, Normalized Difference Built-up Index (NDBI), Soil Adjusted Vegetation Index (SAVI) dan Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI).  Hasil dari penelitian ini berupa peta perubahan kawasan terbangun, peta penurunan muka tanah dan korelasi keduanya pada tahun 2016 hingga 2019. Hasil metode DInSAR didapati penurunan muka tanah yang terjadi di Kota Jakarta Utara memiliki rata-rata sebesar -11 cm/tahun, sementara penurunan muka tanah terbesar -15,6 cm/tahun dan terkecil pada nilai -4,6 cm/tahun. Kemudian, hasil dari metode IBI perubahan lahan terbangun dengan total seluas 228 hektar/tahun, sementara perubahan kelurahan terluas di Marunda seluas 57 hektar/tahun dan terkecil di Kelurahan Pekoja seluas 0,01 hektar/tahun, korelasi keduanya menunjukkan berkorelasi kuat 32%, 44% berkorelasi sedang dan 24 % diantara keduanya berkorelasi lemah. Pemanfaatan penelitian ini dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam rencana pembangunan di Kota Jakarta Utara juga sebagai mitigasi penurunan muka tanah. Kata Kunci : DInSAR, IBI, Jakarta Utara, MNDWI, NDBI, dan SAVI. ABSTRACT North Jakarta City is a part of DKI Jakarta province which has problems related to land subsidence. This problem is caused by the large number of buildings developments that results in the increasing density of buildings being a burden on the carrying capacity of land in the environment in Jakarta, where most of the area is alluvial type of soil. Quoted from BPS North Jakarta City, the realization of IMB licensing recorded from 2016 to 2018 amounted to 5.862 buildings, the number was only non-residential buildings.The research of deformation measurements in an area using Sentinel 1 imagery in 2016 to 2019 using Differential Interferometric Synthetic Aperture Radar (DInSAR). Then, to find out the change in the built area,  with Sentinel 2 goes through the building classification process with the Index-based Built-up Index (IBI) algorithm. IBI algorithm is a combination of 3 algorithms such as, Normalized Difference Built-up Index (NDBI), Soil Adjusted Vegetation Index (SAVI) and Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI). The results of this study are in the form of a map of changes in the built area, a map of land subsidence and the correlation of both in 2016 to 2019. The results of the DInSAR method found that land subsidence in North Jakarta has an average of -11 cm/year, while. The largest subsidence -15,6 cm/year, smallest subsidence -4,6 cm/year. Then, the results of the IBI method of changing land were built with a total area of 228 hectares/year, while the most change in smallest district state is Marunda was changed 57 hectares/year and the smallest in Pekoja was 0,01 hectares/year, both of DInSAR and IBI result which showed a strong correlation of 32%, 44% were medium correlated and 24% between the two are weak correlated. Utilization of this research can be used as a consideration in development plans in the City of North Jakarta as well as mitigating subsidence. Keywords : DInSAR, IBI, North Jakarta, MNDWI, NDBI, and SAVI.
IDENTIFIKASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK RELOKASI PERMUKIMAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus: Kabupaten Banjarnegara) Daud Panji Permana; Andri Suprayogi; Yudo Prasetyo
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.459 KB)

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Banjarnegara terletak antara 7o12’–7 o 31’ Lintang Selatan dan 109 o 29’- 109 o 45’50” Bujur Timur. Berada pada jalur pegunungan di bagian tengah Provinsi Jawa Tengah sebelah barat yang membujur dari arah barat ke timur. Banjarnegara adalah kabupaten yang memiliki kawasan pegunungan dengan kerawanan tanah bergerak maupun longsor cukup tinggi. Salah satu bencana yang ada adalah tanah begerak. Tanah bergerak yang terjadi di Kabupaten Banjarnegara menyebabkan lumpuhnya perekonomian, kerusakan bangunan, korban jiwa serta kehilangan harta benda. Oleh karena itu, diperlukan diperlukan upaya-upaya yang  komprehensif untuk mengurangi risiko bencana alam, antara lain yaitu dengan melakukan kegiatan mitigasi berupa relokasi.Permukiman yang akan direlokasi adalah permukiman yang terletak pada daerah sangat rentan tanah bergerak dan memiliki daerah yang luas serta tingkat kepadatan yang tinggi. Sedangkan penentuan posisi relokasi yang tepat melibatkan enam parameter kesesuaian lahan permukiman yaitu kerawanan longsor, kelerengan, jenis tanah, penggunaan lahan, hidrogeologi dan aksesibilitas. Penelitian ini menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process dalam penentuan nilai bobot tiap parameter yang kemudian dilakukan klasifikasi nilai kesesuaian lahan dengan interval 0-30 sebagai lahan tidak sesuai, 30-70 sebagai lahan kurang sesuai dan >70 adalah lahan sesuai untuk relokasi. Permukiman terdampak bencana tanah bergerak teridentifikasi sejumlah 88 titik dengan total luas sebesar 196 Ha atau 0,114 % dari total luas permukiman di Kabupaten Banjarnegara yang tersebar di bagian utara wilayah Kabupaten Banjarnegara. Sedangkan hasil pengolahan kesesuaian lahan permukiman didapatkan luas lahan dari tiap klasifikasi yaitu tidak sesuai relokasi 8,72% atau 10.019,274 Ha, kurang sesuai relokasi 59,26% atau 68.123,307 Ha dan lahan sesuai relokasi 32,03 % atau 36.816,024 Ha. Lahan pada kelas sesuai merupakan daerah yang akan dijadikan lahan relokasi.Pemilihan posisi relokasi terhadap permukiman terdampak bencana tanah bergerak yaitu dengan melakukan analisis kedekatan antar keduanya yang menghasilkan jarak rata rata perpindahan adalah 1,5 KM, dengan jarak terpendek yaitu 92 meter yang terdapat pada Kecamatan Kalibening dan jarak perpindahan terpanjang adalah titik di Kecamatan Pandanarum dengan sebesar 6,21 KM.
Co-Authors ., Hani'ah Abdi Sukmono, Abdi Adinda Thana A. Pertiwi ADYVICTURA TINAMBUNAN Agung Setiawan Ahmad Syauqani Akhmad Didik Prastyo Albertus Indra Bagus Cahyadi Amran Nur Utomo Andreas Ardianto Prodjo Koesoemo Angga Sapto Aji, Angga Sapto Anggoro Wahyu Utomo Anisa Isna Yesiana Antoneta Yuanita Arief Laila Nugraha Arief Waskito Aji Arif Witoko Arizal Kawamuna, Arizal Arlina . Arwan Putra Wijaya Ary Nurhidayati Sugianto ATIKA MARWATI Aufan Niam Aulia Rizky Auliannisa Auliannisa Bagas Arif Widyagdo Bagas Setia Aji Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Septiana Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bodro Sisvinta hayu Briandana Januar Aji Gunadi Bunga Roliesta Sari Dafid Januar Damar Ismoyo Danang Budi Susetyo Daud Panji Permana David Beta Putra Demi Stevany Diah Ratna Setianingrum DONY AGIL PRASETYO Dwi Arini Edi Ikhsan Emeralda Amirul Ariefa Endang Purwati EVAN BRILLIANTO Fadhlan Hamdi Fadlila Ananingtyas, Fadlila Fahrunnisa Wulandari Adininggar Fajar Dwi Hernawan Fajar Rusdyanto Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Febrina Mutiara Rosita Pane Galuh Fitriarestu Santoso Gigih Pradana Gilang Andhika Surya J. Gilang Diva Pradana Giustia Puspa Geoda Grivina Yuliantika Gunita Mustika Hati Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Handaru Aryo Suni Hani&#039;ah . Hani&#039;ah . . Hani&#039;ah Hani&#039;ah Hani'ah, Hani'ah Haniah Haniah Hasan Basyri Henndry . Hot Parningotan Banjarnahor Ibrohim Shiddiq Ika Rahayu Wulansari Ikhlasul Amal Ahyani INNEKE ASTRID PITALOKA Johan Irawan Kemala Medika Putri Kurnia Darmawan Laode M Sabri Lea Kristi Agustina LM. Sabri Lukman Maulana Lydia Fadilla M Khoirul Baihaqi Maulvi Surya Gustavianto Mega Dwijayanti Meilina Fika Mayangsari Moehammad Awaluddin Moehammad Awwaluddin Moehammad Awwaluddin Muhamad Arif Debalano Muhamad Salahuddin Muhammad Alimsuardi Muhammad Annis Wichi Luthfina Muhammad Fitrianto Muhammad Hakqi Muhammad Iqbal Akhsin Muhammad Rifqi Andikasani Muhammad Ulya Muhammad, Rido Mutiaraning Pertiwi Narendra Sava Hanung Nasytha Nur Farah Nathania, Jessica Nia Rahmadhani Nurhadi Bashit Nurhadi Bashit Nyoman Winda Novitasari Olivia Sinaga Paundra Ksatrio Wahyutomo Pran Shiska, Pran Raden Putra Raihan Virgatama Ramadhan Susilo Utomo Randy Alihusni Wardana Ratih Kumala Dewi Rian Yudhi Prasetyo Ridwan Ageng Ashari Ridwan Aminullah Rifky Satrio Utomo Rifqi Najib Muzaka Rizal Adhi Pratama Rizki Putra Agrarian Rizqi Umi Rahmawati Rizqie Irfan Ryadi, Michael Vashni Immanuel Ryandana Adhiwuryan Bayuaji Saraswati, Galuh Febriana Sawitri Subiyanto Septian Dewi Cahyani SILALAHI, ERTHA Singgih Wahyu Nugroho Suardi Lubis Sulaiman Hakim Sinaga Sutomo Kahar Sutomo Kahar Taufik Eka Ramadhan, Taufik Eka TAUFIQ FITRIANSYAH ADI PRADANA Tri Afiebbawa Exactanaya Tsana’a Alifia Nauthika Tyas Arni Putri Ulifatus Sa&#039;diyah Veri Pramesto Wahyu Darmawan Wahyu Nur Rohim Wicke Widyanti Santosa Wisnu Hanggoro Yonanda Simarsoit Yudo Prasetyo Yudo Prasetyo