Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Humaniora

Model Penelitian Cara Pemenuhan Diet Prasejarah (Paleonutrisi) Rusyad Adi Suriyanto
Humaniora Vol 16, No 2 (2004)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.207 KB) | DOI: 10.22146/jh.817

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan argumentasi bahwa etnografi dapat memberi keuntungan dan dukungan interpretasi prasejarah dengan lingkup dan batas yang memungkinkan ekstrapolasi tertentu . Penulis menganalisis bagaimana sejarah kehidupan manusia, khususnya dalam mencari sumber diet dan pemenuhan energi dalam usaha untuk bertahan hidup . Penulis juga menawarkan penggunaan sebuah model untuk menggambarkan bahwa interpretasi arkeologi dapat dicari dari model antropologi budaya. Model etnografi dapat memberi nuansa yang lebih luas dalam membicarakan manusia . Dengan demikian, kita dapat membuka pengkotakkotakan disiplin ilmu dan dapat melihat objek penelitian dari sudut pandang yang menyeluruh . Interpretasi arkeologi dari model atau analogi etnografi dibutuhkan untuk menguji berulang-ulang terhadap penemuan-penemuan yang bervariasi . Sebuah model atau analogi etnografi dalam penelitian prasejarah, khususnya paleonutrisi, hanya mungkin untuk menjangkau Mesolitikum atau sesuah periode itu, Neolitikum sampai sekarang . Di masa yang akan datang, arkeolog perlu mempertimbangkan catatan etnografi yang ditulis oleh antropolog, sebagai bahan bacaan atau dipakai sebagai referensi penelitian .
MENELUSURI JEJAK POPULASI MORFOLOGI PANGUR GIGI-GELIGI: KAJIAN PENDAHULUAN ATAS SAMPEL GIGI-GELIGI DARI BEBERAPA SITUS PURBAKALA DI JAWA, BALI, DAN NUSA TENGGARA TIMUR Toetik Koesbardiyati; Rusyad Adi Suriyanto
Humaniora Vol 19, No 1 (2007)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.683 KB) | DOI: 10.22146/jh.889

Abstract

Filing is a form of dental mutilation which is often practiced as an initiation rite function, that is symbolization that one has already entered and adult culturally; and symbolyzation to remind and to commemorate the family members which have already passed away. Filing was found in almost all ethnic population in Indonesia in the past time; however, nowadays, it is not much done anymore because of several factors. Nevertheless, some ethnic populations still continue this tradition. The patterns of dental filing on those populations relate to the peopling history in the region. The research materials include dentitions of the adult human skulls of Java, Bali and Nusa Tenggara Timur from some paleoanthropological-archaeological sites, as well as isolated permanent dental sample from modern Bali population. The methods used is visual comparative descriptive method. The variation of dental filing patterns include oclusal, labial and lingual grinding, extraction and the sharpening. This patterns relate to the cultural chronology continuity and the peopling of Australomelanesid and Mongolid populations in Indonesia region. This filing patterns may indicate the biological affinity.