WELLY SURYANDOKO
Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Seni Drama, Tari Dan Musik - Fakultas Bahasa dan Seni UNESA

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI 2D MATERI RAGAM HIAS JAWA TIMUR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII  SMP.: DEVELOPMENT OF 2D ANIMATION LEARNING MEDIA OF EAST JAVA DECORATIVE MATERIAL TO IMPROVE LEARNING OUTCOMES OF STUDENTS IN GRADE VII SMP. Anisaluh, Anisaluh_1999; Sabri, Indar; Suryandoko, Welly; Djatiprambudi, Djuli
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/arty.v13i1.2250

Abstract

Media pembelajaran dalam penyajian materi berupa modul terutama menggambar ragam hias cenderung terbatas, siswa beranggapan kurang tertarik dan sulit memahami materi. Oleh karena itu materi menggambar ragam hias Jawa Timur di kembangkan video animasi 2D yang menampilkan prosedur menggambar ragam hias menggunakan animasi 2D. Tujuan penelitian untuk menghasilkan media pembelajaran berupa video animasi 2D yang menarik untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan respon siswa dalam pemahaman belajar menggunakan media animasi 2D. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan dengan metode yang telah dimodifikasi yaitu: 1) Studi Pendahuluan, 2) Merancang, 3) Hasil desain, 4) Validasi ahli, 5) Revisi desain, 6) Uji Lapangan. Pengambilan data menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengembangan video animasi 2D meliputi opening cover, materi, hingga penutup. Vidio animasi 2D memiliki efektivitas bagi pembelajaran di sekolah terutama siswa kelas VII SMP karena membantu memudahkan dalam pemahaman materi sehingga siswa tidak jenuh dan memudahkan dalam mengakses materi kembali melalui Youtube.
Pengembangan Kampung Seni Melalui Sanggar Seni Lintas Generasi Suryandoko, Welly; Suwahyono, Agus
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 12 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v12i1.2444

Abstract

Pada pelaksanaan KKN-PPM ini mengutamakan penerapan teori dan praktek seni teater berupa pelatihan-pelatihan berperan dan bermain Seni Teater Tradisional Ludruk secara utuh   di sekitar desa Canggu Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto wilayah yang dekat dengan  Ludruk  Karya  Budaya.  Selain  memberikan  pelatihan  ketrampilan  ludruk  untuk Sanggar Ludruk Karya Budaya, Sanggar Ludruk Remaja dan Sanggar Ludruk Anak. di  Desa Canggu.   Berawal   dari   pelatihan Seni Teater Tradisional Ludruk diharapkan warga Desa Canggu umumnya atau para peserta pelatihan tersebut dapat menjadi generasi penerus Ludruk baru yang dapat menunjang kekuatan wisata kampong seni di desa. Target dari kegiatan KKN adalah mengubah mitra atau khalayak sasaran yaitu Sanggar Ludruk Karya Budaya, Sanggar Ludruk Remaja dan Sanggar Ludruk Anak Desa Canggu Kecamatan Jetis, Mojokerto yang awalnya kurang produktif sacara ekonomi melalui pelatihan ketrampilan Seni Teater Tradisional Ludruk ini diharapkan dapat menjadi destinasi andalan Desa Canggu. Luaran (output) yang akan dihasilkan setelah kegiatan ini dilaksanakan yang utama terwujudnya Desa Wisata yang mewadai Ludruk lintas generasi andalan Desa Canggu. Senyampang mewujudkan Sanggar Seni Ludruk Lintas Generasi Tim PMM juga memberikan pelattihan untuk menghasilkan pengembangan destinasi desa wisata sebagai kampung Ludruk. Mendaftarkan Desa Canggu sebagai Kampung seni Ludruk Jawa Timur.
Bentuk Pertunjukan Seni Gemblak Dor di Lamongan Suryandoko, Welly
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 12 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v12i2.2596

Abstract

Masyarakat Lamongan umumnya hanya mengenal seni pertunjukan Sandur dan Tayub. Selain kedua seni pertunjukan tersebut, juga terdapat seni pertunjukan Gemblak Dor yang tidak kalah menariknya. Sebagian orang mengartikan bahwa Gemblak berasal dari Ponorogo yaitu istilah yang mengacu pada peliharaan seorang warok yang dulu sebagai pelaku penunggang kuda jathilan yang ada dalam kesenian reog Ponorogo. Sedangkan Gemblak Dor di desa Slaharwotan merupakan seni pertunjukan rakyat karena tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat. Istilah Gemblak Dor berasal dari kata “Mblak” yang berbunyi dari instrumen kendangnya dan “Dor” berasal dari isntrumen jidor, sehingga masyarakat desa Slaharwotan menyebutnya Gemblak Dor. Permasalah penelitian ini adalah, (1) bagaimana asal-usul pertunjukan Gemblak Dor di desa Slaharwotan? (2) bagaimana struktur pertunjukkan Gembak Dor? (3) Bagaimana fungsi seni pertunjukan Gemblak Dor di masyarakat sekitar? Tujuan penelitian, untuk mendeskripsikan asal mula munculnya seni pertunjukan Gemblak Dor di Desa Slaharwotan, bentuk pertunjukan, serta fungsi seni pertunjukan Gemblak Dor di dalam masyarakat sekitar.Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di desa Slaharwotan, kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah domain dan taksonomi. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan metode. Hasil dari penelitian ini :seni pertunjukan Gemblak Dor merupakan akulturasi budaya yang dibawa masuk ke Lamongan oleh sekelompok pengamen dari Nganjuk dan Jombang , berkembang di  desa Slaharwotan kecamatan Ngimbang kabupaten Lamongan. Seni  pertunjukan Gemblak Dor terdiri dari penari ayon-ayon, jaranan, jepaplokpentul dan tembem, dan genderuwo. Struktur pertunjukannya terdiri pembukaan, atraksi pertunjukan, dan penutup. Seni pertunjukan Gemblak Dor memiliki  fungsi primer yang terdiri dari  sarana ritual, hiburan, dan presentasi estetis. Sedangkan  fungsi sekunder terdiri dari  pengikat solidaritas kelompok masyarakat dan sarana komunikasi.Selain fungsi primer dan sekunder terdapat fungsi yaitu sebagai respon fisik yang dapat memberikan stimulus anggota jasmani. Kata kunci: Seni pertunjukan Gemblak Dor, struktur pertunjukan
Seni Mural Sebagai Media Pendidikan Seni Rupa: Mendorong Kreativitas dan Penyampaian Ekspresi Siswa. Fahmi, Khairul; Sabri, Indar; Suryandoko, Welly
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 15 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v15i2.5567

Abstract

ABSTRAKSeni mural telah menjadi elemen penting dalam pendidikan seni rupa, bukan hanya sebagai karya seni yang mempercantik ruang fisik, tetapi juga sebagai alat pendidikan yang berdaya. Penelitian ini menjelaskan mengapa seni mural memiliki peran vital dalam pendidikan seni rupa, menguraikan tujuan, manfaat, dan kerangka penelitian yang digunakan. Mural adalah bentuk seni rupa yang menggunakan dinding atau permukaan bangunan sebagai medianya, dan memiliki persyaratan khusus terkait dengan arsitektur, desain, usia, perawatan, dan kenyamanan.Seni mural memiliki sejarah panjang yang mencakup zaman prasejarah, dan eksistensinya masih berlanjut di Indonesia. Mural memiliki beragam tujuan, mulai dari ekspresi artistik hingga penyampaian pesan sosial, ideologi, atau branding produk. Penelitian ini memfokuskan pada peran seni mural dalam pendidikan dan bagaimana siswa terlibat dalam proses kreatif.Metode penelitian ini adalah kualitatif dan melibatkan siswa dari berbagai tingkatan pendidikan, guru seni rupa, dan seniman yang terlibat dalam proyek seni mural di sekolah. Data dikumpulkan melalui survei, wawancara, dan analisis karya seni mural siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni mural mempengaruhi positif siswa dalam mengembangkan kreativitas, ekspresi pribadi, pemahaman estetika, dan keterampilan sosial. Mural juga membantu siswa menyuarakan pesan sosial dan lingkungan serta memperkuat ikatan dengan sekolah.Penelitian ini mempertegas pentingnya seni mural dalam konteks pendidikan seni rupa, tidak hanya sebagai medium ekspresi visual, tetapi juga sebagai alat yang memperkaya pengalaman belajar siswa secara holistik. Seni mural berperan dalam memadukan estetika, ekspresi pribadi, dan pemahaman seni rupa dalam proses pendidikan. 
MATERI TARI GANDRUNG BANYUWANGI MENGGUNAKAN MULTIMEDIA BERBASIS WEB GOOGLE SITES Anggraini, Estu Candra; Sabri, Indar; Suryandoko, Welly
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 1 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v13i1.54915

Abstract

Penelitian ini merupakan sebuah pengembangan dan penerapan berupa sebuah produk multimedia berbasis web google sites yang bertujuan memberi dan menyebarluaskan pengetahuan tentang Tari Gandrung Banyuwangi ditinjau dari berbagai elemen. Multimedia ini juga bertujuan sebagai upaya kecil pelestarian tari tradisional Banyuwangi yang bersifat pengenalan dan penyebarluasan informasi. Metode penelitian yang digunakan dalam pengumpulan dan analisis data yaitu kualitatif deskriptif dengan pengembangan produk menggunakan model ADDIE. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara, sedangkan analisis data dilakukan dengan reduksi, penyajian data, dan penegasan simpulan. Model pengembangan produk yang digunakan yaitu analisis, desain, pengembangan, dan implementasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa produk ini dapat menambah pengetahuan pembelajar terkait berbagai elemen pendukung Tari Gandrung karena berisi materi secara kompleks,  yaitu : sejarah perkembangan, jenis tari, ragam gerak, alat musik, iringan gendhing, busana dan beragam video jenis Tari Gandrung Banyuwangi. Selain digunakan pada pendidikan nonformal, multimedia ini juga dapat digunakan secara fleksibel pada pendidikan formal sebagai pelengkap pembelajaran.
DESIGN ANDROID APPLICATION REMO PUTRI GAYA TAWI DANCE FOR VOCATIONAL STUDENTS Hayati, Ainin Nurul; Yanuartuti, Setyo; Suryandoko, Welly
PEDAGOGIK : JURNAL PENDIDIKAN Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Nurul Jadid University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/pjp.v10i2.5314

Abstract

The utilization of digital technology in the independent curriculum with a Project Based Learning model is considered highly beneficial in implementing learning in schools. One of the uses of technology is through the use of an Android application as a medium for learning the Tari Remo Putri Gaya Tawi dance. This research aims to develop Android application-based learning media in learning Remo Putri Gaya Tawi Dance at SMK. This research uses R&D (Research and Development) method with Thiagarajan 4D model (define, design, develop, and disseminate). This research produces a definition in the form of the needs of teachers, students and the learning environment with an android application to support learning in the classroom and independent learning activities outside of school. The android design of the application in remo dance learning places interactive learning knowledge and skills of Tawi style princess remo dance based on 4 kinds of Tawi style princess remo movements and collaborates with project based learning syntax fosters student activity, interest, creativity and understanding so that mastery of the material both in practice and theory becomes very good i.e. 4.5, 4.7, and 4.8. Development obtained the form and the results of the  trial on the  teacher's response got an  average aspect of  79.65% got good criteria  with the aspect that obtained the highest percentage score was the content of the material of 82.14% which got very good criteria.
DEVELOPMENT OF A PROJECT BASED ONLINE LEARNING MODEL TO IMPROVE THE SKILLS AND ABILITIES OF ACTORS FOR STUDENTS Suryandoko, Welly
PEDAGOGIK : JURNAL PENDIDIKAN Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Nurul Jadid University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/pjp.v10i1.5522

Abstract

This study describes the development process and feasibility of project-based online learning development to improve actorship abilities and skills for students of the Sendratasik Education Study Program, Faculty of Language and Arts, Surabaya State University. Using research methods, ADDIE development consists of 5 stages of implementation. The implementation stage of this research is only until development is carried out in the drama, dance, and music education study program with students consisting of one Sendratasik study program consisting of 3 traditional theater, actor, and educational theater courses. The research instruments are interview guidelines, expert validation instruments, questionnaires, and observation sheets. The improvement of abilities and skills developed has stages adjusted to the Project Based Online Learning model. There are six syntaxes of the Project Based Online Learning model: online product planning, designing online product planning, preparing online creation schedules, monitoring online project activity and development, testing work online, and evaluating online learning experiences. Based on the assessment of project-based online learning validators, the results of action on content suitability are high criteria, and aspects of construction and readability are very high. 
Tubuh yang Menjerit: Resistensi Aktor Non-Realistis terhadap Estetika Pencitraan Digital dalam Pementasan Zarathustra Qadar Basri, syaiful; Hariyanto , Moh.; Mujib Al Firdaus, Moh.; Suryandoko, Welly
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 8 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v8n2.p84-95

Abstract

This article examines the performance of Zarathustra by students of the UNESA Sendratasik Education Study Program as a form of resistance to the aesthetics of digital imagery through the practice of non-realistic role-playing art. This research aims to examine how actors' bodies are used as a medium of authentic expression and an arena of resistance to identity homogenization in the social media era. With a qualitative-descriptive approach and a case study design, data were obtained through participatory observation, visual documentation, and semi-structured interviews, and analyzed using a hermeneutic phenomenological approach. The results of the study show that the actor's body is positioned not just as a tool of dramatic representation, but as a performative entity that is alive, vulnerable, and existentially honest. The performance conceptually combines Friedrich Nietzsche's Übermensch theory and Jerzy Grotowski's principles of Poor Theater, which emphasizes the purification of expression and the spirituality of the body. These findings expand the discourse of contemporary performing arts by offering a model of creation that rejects the aesthetics of digital curation and emphasizes the presence of the authentic body. The implications of the research have an impact on the pedagogy of the role arts and performance creation strategies that are more reflective, critical, and contextual to contemporary cultural issues.