Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Intervensi Health Education Tentang Diet Casein Free Gluten Free Sugar Free (CFGFSF) Terhadap Ketaatan Diet Pada Anak Autism Spectrum Disorder (ASD) Di Kabupaten Dan Kota Kediri Neny Triana; Maria Suryani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan gangguan perkembangan, ditandai dengan dua gejala yaitu, hambatan komunikasi/interaksi sosial dan perilaku restrictive (terbatas)/ repetitive (berulang-ulang). Salah satu penanganan ASD dengan Complementary and Alternative Medicine (CAM) biologis diet casein free, gluten free, sugar free (CFGFSF). Tujuan penelitian ini adalah melakukan intervensi health education tentang diet casein free gluten free sugar free (CFGFSF) terhadap ketaatan diet pada anak ASD di Kabupaten dan Kota Kediri. Design penelitian quasi eksperiment one grup pretest-post test. Teknik pengambilan sampel total sampling berjumlah 71 responden Ibu yang mempunyai anak ASD. Data diperoleh dari instrument quesioner. Data dianalisis dengan Uji Marginal Homogenity dan Uji Fisher Exact test. Hasil penelitian p<0.001 artinya terdapat pengaruh health education diet CSGFSF terhadap tingkat pengetahuan. Hasil analisis uji Fisher Exact test p=0,213 artinya tidak ada hubungan peningkatan pengetahuan diet dengan ketaatan menjalankan diet CFGFSF. Faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan ketaaatan orang tua tentang diet CFGFSF usia, tingkat pendidikan. Pekerjaan.
Barriers to Nurses’participation in Research Suryani, Maria; Sugiarto, Yogi Dedy; Baskoro, Supri Fajar; Mulyanti, Ucik; Kristiana, Eny; Dominica, Maria; Hadjiman, Hadjiman
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 2 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i2.2764

Abstract

The lack nurses participation in research remains a global challenge. The existence of barriers within individual nurses and systems in the workplace can hinder nurses' participation in conducting research. So far there has been no research regarding barriers to nurse involvement in research at the Sint Elisabeth hospital in Semarang. Objective: This study aimed to evaluate barriers to nurse participation in research at Sint Elisabeth hospital Semarang. Method: A descriptive study was conducted involving 384 nurses at Elisabeth hospital Semarang and were selected by convenience sampling. Data was collected using a questionnaire on barriers to nurses' participation in research. Descriptive analysis was carried out in this study. Results: The mean barriers for research participation related to resources and perceived personal relevance of nurses were 3.31 and 2.51 (possible range 1-5), respectively. The highest barrier related to resources is the lack of incentive support or rewards for nurses who conduct research and the lack of financial or other resources to facilitate research activities. The highest barrier regarding perceived personal relevance is the absence of a topic or research idea. Conclusions: Barriers in nurses participation in research related to resources in the hospital were more felt by nurses than barrier related personal relevance.
PENGENALAN ANGGOTA TUBUH DENGAN “ METODE ACTIVE LEARNING ( MAL ) ” Andri Kenti Gayatina; Maria Suryani; Ririn Marwaningsih; Maria Agustina Ermi Tri Sulistiyowati; Medina Sianturi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.49511

Abstract

Salah satu program yang perlu dilaksanakan pada anak usia dini adalah pentingnya menjaga diri / tubuh dan kesehatanya. Anak-anak harus sehat dan aman agar bisa berkembang secara maksimal. Informasi kesehatan mengenai kekerasan seksual yang terjadi pada anak-anak di bawah usia menjadi sangat penting. Kondisi saat ini memprihatinkan bahkan dapat dikatakan dalam kondisi yang kritis dan darurat. Studi pendahuluan di SD Antonius 2 Banyumanik ditemukan sebagian besar anak membutuhkan informasi kesehatan mengenai kekerasan seksual yang terjadi pada anak-anak di bawah usia, sehingga sangat meresahkan dan butuh penanganan khusus agar kondisi tersebut segera ditangani dan diantisipasi.Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah salah satu tindakan pencegahan yang diharapkan efektif. Anak diajarkan untuk aktif, responsive dan berdaya terhadap dirinya / tubuhnya sesuai dengan tingkat usia / pemahaman anak. Metode kegiatan PKM yang dilaksanakan antara lain pemberian ceramah dan pendidikan kesehatan “Pengenalan Anggota Tubuh Dengan “Metode Active Learning (MAL)”. Kegiatan PKM disambut baik oleh Kepala Sekolah dan anak-anak SD, terlihat antusias guru wali kelas dan murid yang terlibat langsung dalam kegiatan pendidikan kesehatan. Selain itu, murid didampingi oleh guru wali kelasnya. juga terlihat antusias dalam mengisi kuisioner sebelum dan sesudah mengikuti edukas.
MENCEGAH GANGGUAN MATA DENGAN CERDAS MENGGUNAKAN GADGET PADA SISWA SEKOLAH DASAR Maria Agustina Ermi Tri Sulistiyowati; Maria Suryani; Medina Sianturi; Ririn Marwaningsih
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.56632

Abstract

Penggunaan perangkat digital, khususnya gadget pada anak sekolah dasar telah mengalami peningkatan yang signifikan dalam satu dekade terakhir. Paparan gadget secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama berpotensi menimbulkan kerusakan pada mata. Perilaku penggunaan gadget yang tidak sehat pada anak sekolah sering kali disebabkan oleh kurangnya literasi kesehatan mata. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengabdian masyarakat untuk mengedukasi siswa mengenai mencegah gangguan mata dengan cerdas menggunakan gadget.Edukasi ini penting agar siswa memiliki kesadaran preventif dalam mengatur jarak pandang, durasi, dan ergonomi saat menggunakan gadget, sehingga potensi gangguan mata permanen dapat diminimalisir. Kegiatan pengabdian masysrakat dilaksanakan di sekolah dasar Antonius 02 Semarang. Edukasi dilakukan dengan cara ceramah, diskusi dan simulasi. Edukasi yang diberikan meliputi pengertian gadget, manfaat gadget, cara penggunaan gadget dan resiko gangguan kesehatan mata akibat penggunaan gadget yang berlebihan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan ketrampilan  siswa mengenai cara menggunakan gadget dan risiko gangguan kesehatan mata akibat penggunaan gadget yang berlebihaan
Hubungan Jenjang Karir Perawat dengan Kemampuan Melakukan Triase di Instalasi Gawat Darurat Lia Setyowati; Maria Agustina Ermi Tri Sulistiyowati; Maria Suryani
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Juli 2025
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/dej5ra80

Abstract

Kemampuan melakukan triase adalah kecakapan dalam menentukan  pasien berdasarkan tingkat kegawatan dengan cepat  dan tepat untuk dapat menurunkan terjadinya morbiditas dan mortalitas pada pasien. Kemampuan melakukan triase harus dimiliki oleh semua perawat IGD di semua jenjang karir . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenjang karir perawat dengan kemampuan melakukan triase di IGD. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan tehnik  total sampling. Alat ukur penelitian  menggunakan kuesioner karakteristik responden dan lembar observasi untuk mengukur kemampuan perawat melakukan triase. Analisis data menggunakan uji Kruskal wallis. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas  perawat memiliki jenjang karir PK 3 sebanyak 24 reponden (67,5%) dan median kemampuan  melakukan trise 5 dengan  rentang kemungkian skor 0-5. Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan antara jenjnag karir perawat dengan kemampuan melakukan triase dengan (p=0,644).
Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi Maria Agustina Ermi Tri Sulistiyowati; Yohanes Tri Anugrahanto; Maria Suryani
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Desember 2025
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/8pcfba83

Abstract

Non-adherence to medication is an important problem in the management of hypertension. Thos problem was founded in patient with various education level. However, the study about relationship between level of education and medication adherence is still inconclusive. This study aims to determine the relationship between level of education and medication adherence in hypertensive patients.The research design used was cross sectional. Ninety hypertensive patients at Mijen community health center was taken using convenience sampling technique. Data were obtained using the respondent's character questionnaire and the ProMAS (Probabilistic Medication Adherence Scale) questionnaire.The majority of respondents' education level is elementary school, as many as 26 respondents (28.9%). The majority of respondents' medication adherence level was moderate-high, as many as 45 respondents (50%). Spearman test results obtained r=0.236 and p-value= 0.025.There is a significant positive relationship between the level of education and the level of compliance with taking medication in hypertensive patients.
Lycopene Improves the Metformin Effects on Blood Glucose and Neutrophil Counts in Type 2 Diabetic Rats Sianturi, Medina; Susilaningsih, Neni; Nugroho, Heri; Suryani, Maria
JURNAL INDONESIA DARI ILMU LABORATORIUM MEDIS DAN TEKNOLOGI Vol 5 No 1 (2023): Step up to strengthen the laboratory system and prepare for patients care
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/ijmlst.v5i1.3865

Abstract

In patients with type 2 diabetes mellitus (T2DM), both innate and acquired immunity are weakened by hyperglycemia. Lycopene is one of the hydrocarbon carotenoids that has been widely studied for its powerful antioxidant and anti-inflammatory properties, furthermore act as hypoglycemic and immunomodulator. Herein, we investigated the effect of lycopene and metformin combination on fasting blood glucose (FBG) and neutrophil counts. The rats were divided randomly into six groups, each containing five rats. Group 1 consisted of normal rats (N) and group 2, T2DM (DM) rats, which were administered 0.5 mL of coconut oil; group 3 T2DM rats were administered 250 mg/kg of metformin in 0.5 mL of coconut oil; groups  4,5 and 6 rats were administered a combination of metformin 250 mg/kg with 10 mg/kg (DML-10), 20 mg/kg (DML-20) and 40 mg/kg (DML-40) of lycopene in 0.5 mL of coconut oil, respectively. Treatment was administered every day for 28 days. A model of T2DM rats was induced by a high-fat diet for two weeks combined with streptozotocin–nicotinamide. Data were analyzed with a one-way ANOVA test followed by the least significant difference (LSD) test. There were significant differences in FBG levels and the number of neutrophils in all groups. Lycopene combined with metformin had lower FBG concentrations and higher neutrophil counts compared to metformin monotherapy (p<0.001), and these observations were dose-dependent. Lycopene combined with metformin can improve blood glucose and neutrophil counts in rats with diabetes. The highest effect was observed in combination with lycopene at a dose of 40 mg/kg and metformin at a dose of 250 mg/kg.