Claim Missing Document
Check
Articles

Optimasi Konfigurasi Kolom Deep Soil Mixing terhadap Daya Dukung dan Penurunan Tanah Lempung Lunak: Studi Model Fisik dan Numerik Rafly, Naufal; As'ad Munawir; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi efektivitas metode Deep Soil Mixing (DSM) berbasis semen untuk meningkatkan perkuatan dan memitigasi risiko penurunan berlebih pada tanah lempung lunak. Evaluasi dilakukan secara komprehensif melalui pengujian sifat fisik-mekanik, uji beban pelat (plate load test) dengan variasi jumlah serta spasi kolom, dan validasi numerik menggunakan PLAXIS 3D. Hasil studi menunjukkan peningkatan performa tanah yang signifikan, dengan nilai Bearing Capacity Improvement (BCI) maksimum mencapai 195% dibandingkan kondisi tanah asli. Daya dukung tertinggi tercatat pada konfigurasi spasi 1,5D, yang menghasilkan nilai beban puncak 0,634 kg/cm² untuk pelat 6 cm dan 0,647 kg/cm² untuk pelat 10 cm. Analisis menyimpulkan bahwa konfigurasi optimum tercapai pada penggunaan empat kolom untuk pelat 6 cm dan enam kolom untuk pelat 10 cm berdasarkan parameter penurunan dan daya dukung.
Analisis Stabilitas Lereng Akibat Pengaruh Rapid Drawdown dan Infiltrasi Air Hujan (Studi Kasus : Hulu Bendungan Sengguruh Kabupaten Malang) Shofatul Uma, Atha Dhia; Eko Andi Suryo; Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kondisi topografi lereng dapat terjadi secara alami atau sengaja dibuat oleh manusia untuk tujuan tertentu. Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di lereng alam maupun buatan manusia. Bencana ini muncul karena pergerakan massa batuan, tanah atau puing – puing dari material lereng (campuran tanah dan batuan) menuruni lereng. Kondisi rapid drawdown pada sungai umumnya terjadi pada saat pemeliharaan bendungan atau tanggul dengan cara seperti pengelontoran sedimen (flushing).  Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan studi literatur. Data yang diambil merupakan data sekunder yaitu sumber data yang diperoleh melalui perantara atau tidak dilakukan sendiri oleh peneliti melainkan berasal dari data Laboratorium Mekanika Tanah dan Geologi Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Data sekunder ini berupa studi literatur, data topografi untuk melihat bentuk lereng sungai, data curah hujan, dan data tanah untuk mengetahui sifat fisis (kohesi dan sudut geser) yang digunakan dalam analisis stabilitas lereng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai FS sebesar 1,086, yang berarti lereng berada dalam kondisi tidak stabil karena kurang dari batas aman 1,25. Analisis pada kondisi rapid drawdown menunjukkan lereng tidak stabil, dengan nilai FS sebesar 0,935. Kondisi rapid drawdown yang disertai infiltrasi air hujan merupakan kondisi paling kritis, dengan nilai FS hanya 0,813. Sebaliknya kondisi slow drawdown, baik tanpa maupun dengan hujan, menunjukkan nilai FS di atas 1,25 yang berarti lereng dalam keadaan stabil.Perkuatan menggunakan sheet pile menghasilkan nilai FS sebesar 2,515 sedangkan perkuatan dengan dinding penahan tanah (DPT) menghasilkan nilai FS 2,055. Keduanya terbukti efektif meningkatkan stabilitas lereng. Kata Kunci : Eksisting, Rapid Drawdown, Flushing
Theoretical Enhancement of Point Resistance in Sandy Soils Using Bio-Inspired Cranial Asperity Ratios Candra, Agata Iwan; Munawir, As'ad; Zaika, Yulvi; Suryo, Eko Andi
Civil Engineering Journal Vol. 12 No. 1 (2026): January
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/CEJ-2026-012-01-011

Abstract

This study aims to enhance the bearing capacity of pile foundations in sandy soils through a bio-inspired approach by modifying Meyerhof’s empirical equation using a cranial correction factor. The adjustment considers the geometric influence of the asperity length–height ratio (L/H 20, 26.67, and 33.33) applied to different pile diameters. The analysis was carried out theoretically by calculating point resistance (Qp) using the modified equation, followed by validation through ANOVA and the nonparametric Mann–Whitney test. The results indicate that an L/H ratio of 20 provides the most significant improvement in Qp, ranging from 11.7% to 465.8% compared to the conventional Meyerhof model, particularly at lower D/B ratios where stress concentration can be optimally mobilized. Larger ratios such as 26.67 and 33.33 also improve capacity, though less effectively than L/H 20, yet still outperform unmodified foundations. The correction factors obtained, ranging from Cᵣ 1.07 to 5.66, demonstrate the substantial contribution of geometric modification to load transfer efficiency. The novelty of this research lies in integrating anisotropic interface properties into the classical Meyerhof model, thereby bridging the gap between isotropic predictions and anisotropic experimental evidence. Accordingly, the developed theoretical framework not only strengthens the basis for calculating pile bearing capacity but also opens new avenues for bio-inspired foundation design that is more efficient and sustainable.
Environmental Risk Management of Flyover Construction Using Fault Tree Analysis and 4T Mitigation Fahara, Adista; Rachmansyah, Arief; Eko Andi Suryo
Rekayasa Sipil Vol. 20 No. 2 (2026): Rekayasa Sipil Vol. 20 No. 2
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2026.020.02.9

Abstract

Flyover construction in urban areas can pose environmental risks, particularly air pollution and traffic congestion, that may adversely affect public health and vehicle operating costs. This study aims to analyze environmental risks arising during the construction phase of the Aloha Flyover Project and to formulate appropriate mitigation strategies. Data were collected through field surveys and structured interviews with 50 respondents at five locations with high traffic intensity. Risk probability and impact were assessed using the Severity Index and a probability-impact matrix. High-priority risks were further examined using Fault Tree Analysis (FTA) and Minimum Cut Set analysis to identify dominant root causes. Risk mitigation strategies were developed based on the 4T framework: Terminate, Treat, Transfer, and Tolerate. The results indicate that increased vehicle operating costs and respiratory health disturbances constitute the most significant risks. These risks are primarily influenced by stop-and-go traffic conditions, elevated engine temperatures, prolonged exposure to vehicle emissions, and construction-generated dust. The findings demonstrate that the combined application of the Treat and Terminate strategies is the most effective for reducing risk levels. In contrast, the Transfer and Tolerate strategies serve as complementary measures. This study confirms that integrating FTA with the 4T approach provides a systematic and practical framework for environmental risk management in urban flyover construction projects, supporting sustainable infrastructure development.
Studi Eksperimental Pengaruh Bakteri Sporosarcina Pasteurii terhadap Peningkatan Stabilitas Tanah Lanau Menggunakan Metode Microbially Induced Calcium Carbonate Precipitation (MICP) Yashinta, Farrah; As'ad Munawir; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lanau memiliki karakteristik geoteknik yang kurang baik, seperti daya dukung rendah, kompresibilitas tinggi, dan stabilitas yang rendah sehingga memerlukan perbaikan sebelum dimanfaatkan sebagai tanah dasar konstruksi. Metode stabilisasi konvensional menggunakan semen atau kapur yang dinilai efektif masih berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Alternatif yang lebih ramah lingkungan salah satunya adalah metode Microbially Induced Calcite Precipitation (MICP) yang memanfaatkan bakteri Sporosarcina pasteurii untuk mengendapkan kalsium karbonat (CaCO₃) sebagai pengikat antarpartikel tanah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemanfaatan bakteri Sporosarcina pasteurii terhadap peningkatan kekuatan tanah lanau melalui perubahan nilai kohesi dan sudut geser dalam. Penelitian dilakukan menggunakan sampel tanah berbentuk silinder berdiameter 6 cm dan tinggi 2 cm. Kultur bakteri diperoleh dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kemudian disubkultur di laboratorium. Variasi penelitian meliputi volume injeksi bakteri sebesar 2 ml, 4 ml, dan 6 ml dengan waktu pemeraman selama 3, 7, dan 14 hari. Pengujian dilakukan menggunakan uji direct shear untuk memperoleh nilai kohesi dan sudut geser dalam, serta analisis Scanning Electron Microscopy (SEM) dan X-Ray Diffraction (XRD) untuk mengidentifikasi pembentukan kristal kalsium karbonat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode MICP menggunakan bakteri Sporosarcina pasteurii mampu meningkatkan kualitas mekanis tanah lanau yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai kohesi dan sudut geser dalam dibandingkan kondisi awal. Hasil SEM memperlihatkan struktur tanah yang lebih padat akibat terbentuknya kristal, sedangkan hasil XRD mengonfirmasi adanya endapan kalsium karbonat (CaCO₃) pada sampel yang telah diberi perlakuan. Dengan demikian, metode MICP menggunakan bakteri Sporosarcina pasteurii berpotensi menjadi alternatif stabilisasi tanah yang efektif dan lebih ramah lingkungan
Kinerja Mekanis dan Fisik Campuran RCA Geobead–Fly Ash (40%) Berbasis Geopolimer terhadap Potensi Aplikasi pada Timbunan Jalan Ramah Lingkungan Nadhifah, Nisrina Muna; Zaika, Yulvi; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan limbah konstruksi dan pembangunan jalan pada tanah lunak mendorong pengembangan material timbunan yang ringan dan berkelanjutan. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan Recycled Concrete Aggregate (RCA) yang distabilisasi dengan geopolimer berbasis fly ash (FA) kelas C sebesar 40% dengan penambahan geobead. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh geobead terhadap sifat fisik dan mekanis campuran serta mengevaluasi deformasi timbunan menggunakan Finite Element Method (FEM). Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan variasi geobead 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%, Hasil menunjukkan bahwa penambahan geobead menurunkan berat isi campuran sehingga berpotensi mengurangi beban pada tanah dasar. Pada aspek mekanis, hanya variasi GB 0%, 10%, dan 20% yang memenuhi syarat kuat tekan Cement Treated Base (CTB). Analisis FEM menunjukkan variasi GB 0% dan GB 10% menghasilkan defleksi yang lebih rendah dibandingkan timbunan konvensional sehingga berpotensi diterapkan pada jalan arteri primer dan jalan tol, sedangkan variasi GB 20% terbatas digunakan pada jalan dengan kecepatan rencana di bawah 80 km/jam. Kata kunci: Recycled Concrete Aggregate (RCA), Geobead, Geopolimer, Timbunan Jalan, Metode Elemen Hingga.
Analisis Perbaikan Tanah Sistem Matras Cerucuk Bambu Kombinasi Geotextile dan PVD Menggunakan Finite Element Method pada Konstruksi Jalan Tol Terintegrasi Tanggul Laut Rahmawati, Rani; As’ad Munawir; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Perbaikan tanah system matras cerucuk bambu, geotextile, dan PVD pada konstruksi timbunan badan jalan tol. Kawasan pesisir utara Kota Semarang tergolong wilayah bertanah lunak dengan daya dukung rendah dan tingkat kompresibilitas tinggi, sehingga pembangunan konstruksi timbunan jalan tol pada area tersebut rentan mengalami penurunan besar serta membutuhkan waktu konsolidasi yang panjang. Kajian ini disusun untuk mengkaji perilaku timbunan pada ruas Jalan Tol Semarang–Demak dengan membandingkan tiga skenario, yaitu tanpa perbaikan tanah, perbaikan menggunakan matras cerucuk bambu yang dipadukan dengan geotextile, serta skenario tambahan berupa pemasangan prefabricated vertical drain (PVD). Simulasi numerik dilakukan dengan metode elemen hingga (finite element method) melalui software PLAXIS 2D pada penampang melintang timbunan Zona N STA 4+325. Hasil analisis numerik menunjukkan bahwa konfigurasi timbunan tanpa sistem perbaikan tanah tidak mampu memenuhi kriteria stabilitas terhadap beban rencana.Kondisi tersebut ditunjukkan oleh terjadinya kegagalan mekanis pada tanah dasar. Penerapan matras cerucuk bambu bersama geotextile terbukti mampu menaikkan kestabilan sehingga timbunan dapat dibangun hingga mencapai elevasi rencana dengan kondisi yang memenuhi aspek keamanan. Penambahan PVD tidak banyak mengubah besaran penurunan akhir, yakni 6,584 m tanpa PVD berbanding 6,270 m dengan PVD, namun berkontribusi besar dalam mempercepat waktu pencapaian derajat konsolidasi 90% (t90) dari 5.039 hari menjadi 1.640 hari, atau menghasilkan percepatan waktu konsolidasi sebesar 67,45%. Proses disipasi tekanan air pori berlebih (excess pore water pressure) pada tanah juga berlangsung lebih efektif dengan adanya sistem drainase vertikal, sehingga peningkatan kuat geser tanah (soil strength gain) akibat proses konsolidasi dapat tercapai dalam periode yang lebih singkat. Validasi hasil pemodelan terhadap data pengamatan lapangan menggunakan settlement plate menunjukkan tingkat korelasi yang baik antara hasil analisis numerik dan perilaku aktual di lapangan, dengan diperoleh nilai rata-rata error sebesar  3,68%. Berdasarkan hasil tersebut, sistem kombinasi matras cerucuk bambu, geotekstil, dan Prefabricated Vertical Drain (PVD) dapat dipertimbangkan sebagai alternatif metode perbaikan tanah lunak yang efektif untuk meningkatkan stabilitas timbunan serta mempercepat proses konsolidasi pada pembangunan infrastruktur jalan di wilayah pesisir.  Kata Kunci: Tanah Lunak, Matras Cerucuk Bambu, Geotextile, Prefabricated Vertical Drain, Konsolidasi, PLAXIS 2D, Metode Elemen Hingga. 
Pengaruh Waktu Curing terhadap Sifat Fisik dan Mekanis Campuran RCA Geopolimer Fly Ash (30% dan 40%) untuk Aplikasi Timbunan Jalan Ekatama, Muhammad Ihsan; Yulvi Zaika; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia menghadapi tantangan berupa tingginya kebutuhan agregat lapis fondasi di satu sisi, serta meningkatnya volume limbah bongkaran beton (Recycled Concrete Aggregate/RCA) dan fly ash dari industri pembangkit listrik yang belum dimanfaatkan secara optimal di sisi lain. Stabilisasi RCA melalui geopolimer berbasis fly ash dinilai sebagai solusi berkelanjutan tanpa semen, namun pengaruh durasi waktu curing terhadap perkembangan sifat fisik dan mekanis campuran tersebut pada kadar fly ash 30% dan 40% masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi waktu curing (3, 7, 14, dan 28 hari) terhadap sifat fisik dan mekanis campuran RCA-geopolimer dengan fly ash 30% (RF30) dan 40% (RF40), menentukan waktu curing terbaik, serta mengevaluasi kelayakannya sebagai material timbunan lapis fondasi jalan melalui pengujian laboratorium dan analisis metode elemen hingga (Finite Element Method/FEM). Pengujian laboratorium meliputi abrasi Los Angeles, kuat tekan bebas (UCS), kuat tarik belah, dan kuat lentur pada komposisi tetap RF30 (NaOH:Na₂SiO₃ = 1:2; AC/FA = 0,8) dan RF40 (NaOH:Na₂SiO₃ = 1:2; AC/FA = 0,6). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu curing berpengaruh signifikan terhadap seluruh sifat fisik dan mekanis kedua campuran, dengan kuat tekan puncak dicapai pada rentang hari ke-7 hingga ke-14 sebesar 18,081 MPa (RF30) dan 18,882 MPa (RF40), keduanya telah memenuhi persyaratan Cement Treated Base menurut Spesifikasi Umum Bina Marga, MDP 2024, maupun FHWA-HIF-16-005 sejak hari ke-3. Nilai keausan Los Angeles kedua campuran konsisten di bawah batas maksimum 50% sepanjang waktu curing, mencapai 37,2% (RF30) dan 34,4% (RF40) pada hari ke-28, sedangkan kuat lentur mencapai 2,814 MPa (RF30) dan 2,599 MPa (RF40) pada hari ke-28. Analisis elemen hingga menunjukkan bahwa substitusi lapis pondasi konvensional MDP 2024 setebal 60 cm dengan lapisan geopolimer tunggal mampu menurunkan defleksi hingga 42,00% (RF30) dan 27,15% (RF40) pada beban 700 kPa, sementara optimasi ketebalan berbasis prinsip layer equivalency menghasilkan lapisan RF30 setebal 20 cm dan RF40 setebal 25 cm dengan defleksi yang hampir identik terhadap struktur acuan (deviasi 3,46% dan 0,43%). Hasil ini membuktikan bahwa material RCA-geopolimer berbasis fly ash layak digunakan sebagai alternatif material timbunan lapis fondasi jalan yang lebih tipis, efisien, dan berkelanjutan. Kata kunci: Recycled Concrete Aggregate, fly ash, geopolimer, waktu curing, kuat tekan, metode elemen hingga
Analisa Stabilitas Lereng dengan Metode Keseimbangan Batas dalam Penanggulangan Longsor pada Lereng Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Batu mukti, wisnu; Zaika, Yulvi; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu merupakan salah satu wilayah yang memiliki kondisi topografi berbukit sehingga berpotensi mengalami longsor, terutama pada lereng dengan kemiringan yang curam. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat mengancam keselamatan masyarakat serta mengganggu rencana pengembangan kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat stabilitas lereng menggunakan metode keseimbangan batas (Limit Equilibrium Method) dengan metode Bishop Simplified guna memperoleh nilai faktor keamanan (Factor of Safety/FoS) sebagai indikator kestabilan lereng. Data yang digunakan meliputi geometri lereng, parameter geoteknik tanah berupa berat isi tanah, kohesi, dan sudut geser dalam yang diperoleh dari hasil pengujian tanah. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak geoteknik untuk menentukan bidang longsor kritis dan nilai faktor keamanan lereng. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai faktor keamanan dapat digunakan untuk mengevaluasi tingkat kestabilan lereng dan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan tindakan mitigasi apabila nilai faktor keamanan berada di bawah batas yang dipersyaratkan. Metode keseimbangan batas mampu memberikan hasil analisis yang efektif dalam mengidentifikasi potensi kelongsoran sehingga dapat digunakan sebagai dasar perencanaan penanggulangan longsor pada lereng di Desa Dadaprejo.
Pengaruh Flight Height terhadap Filtered Unmanned Aerial Vehicle Terrain Models untuk Slope-Stability Screening: Perbandingan pada Satu Lokasi Nugroho, Dhimas Alif; Suryo, Eko Andi; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geometri permukaan merupakan masukan orde pertama (first-order input) dalam analisis stabilitas lereng, tetapi pemodelan Digital Terrain Model (DTM) berbasis fotogrametri Unmanned Aerial Vehicle (UAV) pada lereng bervegetasi dipengaruhi oleh ketinggian terbang (flight height) dan efektivitas ekstraksi permukaan tanah. Penelitian ini mengevaluasi akurasi geometri dan perambatan galat terhadap nilai Faktor Keamanan (Safety Factor/SF) dari tiga variasi planned flight height UAV (50 m, 60 m, dan 70 m) terhadap acuan terestris Total Station (TS) di lereng eksisting bervegetasi koridor Jalan Ilik-Ilik, Kabupaten Blitar, Indonesia. Jaringan kontrol geospasial dibangun menggunakan 10 Ground Control Points (GCP) dan 4 Independent Check Points (ICP). Evaluasi geometri dilakukan pada 17 irisan penampang melintang (cross-sections, C0–C80) berjarak 5 m melalui vertical root-mean-square error (RMSEz), deviasi sudut kemiringan lereng (β), serta pemodelan stabilitas 2D Limit Equilibrium Method (LEM) dan diagnostik 3D LEM.Hasil evaluasi menunjukkan nilai rerata RMSEz sebesar 0,510 m (50 m), 0,364 m (60 m), dan 0,360 m (70 m). Rerata sudut kemiringan lereng acuan TS adalah 14,046°, sedangkan model UAV menghasilkan 13,944° (50 m), 14,023° (60 m), dan 14,064° (70 m). Uji paired t-test menunjukkan DTM 50 m memiliki bias kemiringan sistematis sebesar 0,102° yang signifikan secara statistik (p = 0,0001; dz = 1,24), sementara variasi 60 m (p = 0,1343) dan 70 m (p = 0,3500) tidak berbeda signifikan dari TS. Pada analisis stabilitas 2D LEM, seluruh DTM UAV maupun TS mengonfirmasi kondisi lereng aman (SF > 1,30). Meskipun SF hasil UAV berbeda signifikan secara berpasangan terhadap TS (p < 0,05) dan cenderung kurang konservatif (lebih tinggi 12%–15%), uji One-Way ANOVA antar-ketinggian terbang UAV menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan (F = 0,028; p = 0,972), yang diperkuat oleh uji post-hoc Tukey HSD. Hasil ini menegaskan pemisahan penting antara signifikansi statistik dan signifikansi praktis rekayasa: DTM UAV menunjukkan deviasi dari TS, namun variasi tinggi terbang 50–70 m ekuivalen secara praktis dan sangat andal untuk pemindaian awal (slope-stability screening). Ketinggian terbang 70 m direkomendasikan sebagai konfigurasi optimum karena menghasilkan RMSEz terendah dan efisiensi akuisisi data tertinggi (191 citra).
Co-Authors ., Imanuddin ., Lestari Adi Susilo Agata Iwan Candra Agriansyah, Eza Agung, P. A. Maha Agus Suharyanto Akbar, Muhammad Al Islami, Auliya Nusyura Ali Abdullah, Ali Alif, Faisal Abda Allo, Angeline Grace Alwafi Pujiraharjo Aqim, Angga Qinwanul Arief Rachmansyah Arief Rachmansyah Arthayoga Bendesa, Dimas Januar Arviananda, Ovy Ellen As'ad Munawir As’ad Munawir Bayu Tri Hardianto Berliana Ganesha Restuputri Christon, Hosea Adyo Cintya, Febrina Sagita Dieng Permana, Mochamad Amin Dwi Krisna, Septiyan Candra Dwi Edhi Wahyuni Setyowati Ekatama, Muhammad Ihsan Ella Candrawati Eva Arifi F, T Fadh, Ghulam Aghnia Fahara, Adista Fakhrozy, Rizky Faradillah Sheni Putri Amalia Farandy, Fairuz Ikbar Fauzi Rizky, Adi Widia Nur Firdaus, Adelina Maulidya Firdaus, Reza Novianda Gabrielle Satriyo Bayu Adinugroho H, Fadel Fadel Muhammad Hadiatma, Agvin Hanif Akbar Rabbany Harimurti Harimurti . Harimurti Harimurti Hasyim Alhadar Ibnu Tsauri Pradana Idmi, Mohammad Habibiy Indradi Wijatmiko Isadur Rofiq Iswara Elsam, Kevin Raditya Karimah, Maslin Akhlaqul KARTIKA PUSPA NEGARA Kartika Puspa Negara Kusumawati, Nafisah Octa Laras, Ario Widio M. Hamzah Hasyim M. Hamzah Hasyim M. Ruslin Anwar Ma’azza, Muhammad Ainun Maharani, Kharisma Tria Mahendra Wiyono, Yusry Anas Mahendra, Anfasa Tifani Minata, Afria Nurizky Mohammad Ichsanul Fikar Muhammad Akbar Tafzila Janika Muhammad Fathur Rouf Hasan Muhammad Hamzah Hasyim mukti, wisnu Mulyadi, Faqih Syahputra Munawir, As'ad Munawir, As’ad Musta, Baba Nadhifah, Nisrina Muna Natalia, Karisa Ratih Nindia Rizky Ismawan Nugroho, Cendana Putri Nugroho, Dhimas Alif Nur Arifin, Hadi Mizan Nur Fadli, Aji Gigih Pramesthi, Shifa Ardhelia Pramudiyanto, Andi Pratama Yohanes, Raphael Eldy Pratama, Dicky Rosian Prihatama, Wirawan Yuda Purwowaskito, Danu Putra, Muhamad Darmawan Putranto, Arif Rahman Rafly, Naufal Rani Rahmawati Rizkishoiful Kodri Rohmatillah, Siti Saidah, Heni Dewi Saifoe El Unas Shafira, Nisa Shofatul Uma, Atha Dhia Shofy Azizah Sirait, Solapida Glenesya Solikah, Vika Badius Stanislasia Pratiwi Bayu Ningtyas Andreani Suhartono, Gerrie Sulistyo, Herlambang Bagus Suroso . Suryono, Devi Sutan Haji, Alexander T. Tejokusumo, Radius Suryajaya Thiya Fianti Tiantara, Salma Fidela Tri Kurniawati, Tri Wahyu Nugraha, Aviantara Wibisono, Gunawan Widagdo, Yanuar Eko Wijaya, Theo Mahendra Yashinta, Farrah Yulvi Zaika Yulvi Zaika Zain, M. Nuhkhalid Zubaedah, Endah