Claim Missing Document
Check
Articles

Pembuatan filter air menggunakan arang aktif di TPS 3R terpadu Mugirejo Samarinda Pramaningsih, Vita; Isworo, Yannie; Ratnasari, Devi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26960

Abstract

Abstrak Air merupakan kebutuhan dasar manusia yang vital untuk kehidupan sehari-hari. Kualitas air yang baik sangat penting untuk kesehatan. TPS 3R Terpadu Samarinda, menggunakan air sumur bor untuk keperluan operasional sehari hari tetapi kualitas airnya tidak memenuhi syarat, dimana air berwarna kuning. Penggunaan filter air berbasis arang aktif menjadi solusi yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan untuk meningkatkan kualitas air. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat di yang dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2024 adalah untuk mengukur tingkat pemahaman pegawai TPS 3R tentang manfaat filter. Metode pengabdian ini menggunakan ceramah dan praktik demonstrasi pembuatan dan pengoperasian filter. Kegiatan ini melibatkan 15 orang yaitu pengelola TPS 3R lokasi tempat pembuatan filter. Hasil kegiatan yang telah dilaksanakan, pengolahan air di TPS 3R Terpadu berhasil memberikan pemahaman tentang manfaat filter air kepada pegawai lapangan TPS 3R. Mayoritas responden > 50% memiliki pemahaman yang baik terhadap manfaat, ketersediaan bahan, dan cara pemeliharaan filter. Filter air yang dibuat dengan menggunakan arang aktif mampu meningkatkan kualitas air. Kata kunci: arang aktif;  filter; teknologi sederhana. Abstract Water is a vital basic need for humans in daily life. Good water quality is essential for health. However, water quality is often contaminated due to poor waste management. Therefore, the use of activated charcoal-based water filters becomes an effective, economical, and environmentally friendly solution to improve water quality. The community service activity at the Samarinda Integrated 3R TPS aims to improve the quality of bore well water, support sustainable environmental management, and serve as an example of the implementation of simple water management technology. This program involves TPS workers in the process of making and maintaining water filters through training and outreach. As a result of this activity, water treatment at the Integrated 3R TPS successfully provided field workers with understanding and knowledge about the benefits of water filters. Water filters made using activated charcoal were able to improve water quality. Keywords: filter; active carbon; simple technology.
Assistance in Compost and POC Production at SD Muhammadiyah 4, Samarinda, East Kalimantan Aulia, Najwa; Pramaningsih, Vita; Agustina, Fitriyati; Saputra, Harun; Atoillah, Nizar; Kurniawan, Deny
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v9i1.9243

Abstract

The waste problem is a global challenge that is faced daily, including in Indonesia. Organic waste that is not appropriately managed can hurt the environment. One effective solution is to process organic waste into compost and liquid organic fertilizer (POC). This activity aims to practice organic waste processing methods through training for students and teachers at SD Muhammadiyah 4, Samarinda, East Kalimantan. The methods used are Project-Based Learning (PBL), which includes socialization to increase environmental awareness and training in practical composting and POC. The parameters measured include temperature and pH to monitor the composting and fermentation processes. The results of the activity showed that the participants were able to process organic waste into fertilizer well. Compost has an acidic pH (4-6) because lime is not added during the composting process. POC has a pH of 4, indicating effective fermentation activity. The temperature at POC ranged from 26°C to 28°C, with the highest temperature on day 12 indicating maximum degradation. This service activity increases participants' understanding and skills regarding organic waste processing. This activity also encourages schools to actively manage waste independently, creating a cleaner and more sustainable environment.
Kondisi Perilaku Personal Hygiene Dan Sanitasi Perumahan Pada Penderita Skabies Rahayu, Mellysa; Pramaningsih, Vita; Yuliawati, Ratna
Buletin Keslingmas Vol 44, No 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i1.11843

Abstract

Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau “Sarcoptes Scabiei Var Homonis” yang dapat menyerang individu dari segala usia, ras dan latar belakang sosial. Perilaku personal hygiene dan sanitasi perumahan merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam penyakit skabies. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang dilakukan dengan tujuan membuat gambaran atau deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 32 responden diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data diolah secara manual dan disajikan dalam bentuk tabulasi nilai dan presentase Hasil penelitian perilaku personal hygiene yang dilakukan pada rumah yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Samarinda ditemukan bahwa hasil dari perilaku responden yang memenuhi kriteria baik 8 responden (25%), kriteria cukup 10 responden (31,25%) dan kriteria kurang 14 responden (43,75%). Hasil dari Penilaian Rumah Sehat yang memenuhi kriteria rumah sehat ada 12 rumah (37,5%) dan kriteria rumah tidak sehat ditemukan sebanyak 20 rumah (62,5%). Berdasarkan hasil penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Samarinda, dapat disimpulkan bahwa masih banyak responden yang memiliki perilaku personal hygiene yang kurang baik dan pada sanitasi perumahan mayoritas rumah responden tidak memenuhi syarat pada pencahayaan, Sarana Pembuangan Air Limbah, Sarana Pembuangan Tempat Sampah, serta jarang membuka jendela kamar, sehingga memungkinkan terjadinya penularan skabies.
Hubungan Pengetahuan Pengelolaan Sampah Terhadap Kejadian Diare Di Wilayah Puskesmas Air Putih Kota Samarinda Saputra, Muhammad Rizky; Kurniawan, Deny; Pramaningsih, Vita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.7 No.1 (2025) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v7i1.16649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan pengetahuan pengelolaan sampah dan kejadian diare di Puskesmas Air Putih. Metode yang digunakan adalah metode Kuantitatif dengan pendekatan Cross-sectional, melibatkan 82 responden yang diambil secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan pengelolaan sampah dan catatan medis mengenai kejadian diare. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan pengelolaan sampah dan kejadian diare, Dimana responden dengan pengetahuan baik tetap terkena penyakit diare. Temuan ini menekankan pentingnya edukasi mengenai pengelolaan sampah sebagai langkah pencegah penyakit diare, sehingga diharapkan dapat meningkatkan Kesehatan Masyarakat di wilayah tersebut.
HUBUNGAN SANITASI KONDISI SANITASI KAPAL DENGAN RESIKO PENYAKIT DI PELABUHAN BONTANG Husaini, Adli; Pramaningsih, Vita; Rusdi, Rusdi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48496

Abstract

Pelabuhan menjadi sentral aktivitas perpindahan orang dan barang antar pulau, termasuk Pelabuhan Bontang yang berada di wilayah kerja Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Samarinda. Kondisi sanitasi kapal yang buruk dapat menjadi faktor risiko terjadinya penularan penyakit di kapal. Hal tersebut menjadi dasar pentingnya untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi sanitasi dan risiko penyakit di kapal. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan hasil evaluasi sanitasi dengan risiko penyakit kapal di Pelabuhan Bontang. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh kapal yang bersandar di Pelabuhan Bontang selama periode penelitian yang berjumlah 38 kapal. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan taraf signifikansi 0,05 (5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 38 kapal ditemukan 33 (86,8%) kapal memenuhi syarat sanitasi dan 5 (13,2%) kapal tidak memenuhi syarat. Data risiko penyakit kapal menunjukkan 26 kapal (68,4%) dengan risiko penyakit rendah, 9 kapal sedang (23,7%) dan 5 kapal (7,9%) tinggi. Analisis statistik menunjukkan ada hubungan antara sanitasi dengan risiko penyakit kapal (p value = 0,002). Tingginya persentase kapal yang memenuhi syarat sanitasi dan memiliki risiko penyakit rendah dapat mencerminkan adanya kesadaran dan kepatuhan terhadap standar sanitasi yang berlaku. Peningkatan sanitasi kapal merupakan bagian penting dari strategi Kesehatan di wilayah pelabuhan dan perairan.
WASTEWATER QUALITY AND POLLUTION LOAD OF EACH STAGE IN TEMPEH PRODUCTION Pramaningsih, Vita; Hansen, Hansen; Praveena, Sarva Mangala; Styana, Ucik Ika Fenti
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY VOLUME 5, NUMBER 3, OCTOBER 2022
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v5i3.12838

Abstract

Aim: This study is purpose to understand the chemical and physical characteristics and pollution load in each step of tempeh wastewater: washing, boiling, soaking and mixing. Tempeh is traditional food from soybean fermentation. Tempeh has a lot of healthy contents as protein and vitamin. However, wastewater from tempeh production is discharge to river directly which considered as environmentally damaging. However, the characteristics of wastewater from tempeh production and its level of environmental impacts to environment are limitedly studied. Methodology and Results: Tempeh wastewater was analyzed in chemical and physical parameters. Chemical characteristics analyzed are pH, Biological Oxygen Demand (BOD) and Chemical Oxygen Demand (COD). pH was measured using pH meter, BOD using SNI 6989.72:2009 method and COD using SNI 6989.2:2019 method. The physical parameter analyzed is Total Suspended Solid (TSS) and analyzed using SNI 6989.3: 2019 method. Pollution load calculated by deviation maximum pollution load and pollution load existing. Result of this study findings indicated that the highest BOD 299.40 mg/L and COD 540.66 mg/L was found in soaking step compared to other steps in tempeh production. Highest TSS 655.20 mg/L was found in boiling step. The pH values in all steps were acidic 4 and 5. Allocation Pollution load of: TSS overall exceeded the capacity, BOD and COD overall exceeded the capacity except in washing step (BOD 304.39 kg/day and COD 857.78 kg/day). Conclusion, significance and impact of study: The Highest TSS of tempeh wastewater processes was in boiling step while the highest organic matter was detected in soaking. Further for whole pH were acidic and exceeded the standard. Allocation of pollution load for TSS, BOD and COD exceed the standard except for BOD and COD in washing waste. Overall tempeh wastewater needs treatment to prevent river pollution.
Kondisi Perilaku Personal Hygiene Dan Sanitasi Perumahan Pada Penderita Skabies Rahayu, Mellysa; Pramaningsih, Vita; Yuliawati, Ratna
Buletin Keslingmas Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i1.11843

Abstract

Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau “Sarcoptes Scabiei Var Homonis” yang dapat menyerang individu dari segala usia, ras dan latar belakang sosial. Perilaku personal hygiene dan sanitasi perumahan merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam penyakit skabies. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang dilakukan dengan tujuan membuat gambaran atau deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 32 responden diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data diolah secara manual dan disajikan dalam bentuk tabulasi nilai dan presentase Hasil penelitian perilaku personal hygiene yang dilakukan pada rumah yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Samarinda ditemukan bahwa hasil dari perilaku responden yang memenuhi kriteria baik 8 responden (25%), kriteria cukup 10 responden (31,25%) dan kriteria kurang 14 responden (43,75%). Hasil dari Penilaian Rumah Sehat yang memenuhi kriteria rumah sehat ada 12 rumah (37,5%) dan kriteria rumah tidak sehat ditemukan sebanyak 20 rumah (62,5%). Berdasarkan hasil penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Samarinda, dapat disimpulkan bahwa masih banyak responden yang memiliki perilaku personal hygiene yang kurang baik dan pada sanitasi perumahan mayoritas rumah responden tidak memenuhi syarat pada pencahayaan, Sarana Pembuangan Air Limbah, Sarana Pembuangan Tempat Sampah, serta jarang membuka jendela kamar, sehingga memungkinkan terjadinya penularan skabies.
SOCIALIZATION AND INSPECTION OF REFILL DRINKING WATER DEPOTS IN THE WORK AREA OF THE RAPAK MAHANG HEALTH CENTER Kurniawan, Deny; Melinda, Lia; Pramaningsih, Vita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 1 No 04 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v1i04.203

Abstract

Water is a chemical compound that is very important for the life of living things on this earth. The function of water for life cannot be replaced by other compounds. The main use of water and very vital for life is as drinking water. This is to meet the needs of water in the body. The refill drinking water depot is an example of processing water into drinking water and selling it directly to buyers. The existence of refill drinking water depots continues to increase in line with the dynamics of the community's need for quality and safe drinking water for consumption. Even though it is cheaper, not all this depots are guaranteed the safety of their products. This happens because of the weak supervision of the relevant agencies. Based on this, it is necessary to conduct socialization and inspections related to the Depot, especially in Tenggarong District within the working area of ??the Rapak Mahang Health Center. This activity was carried out with the aim of ensuring the quality of drinking water safety and increasing the knowledge of water depot refills owners regarding the hygiene sanitation of the refill drinking water depot in accordance with the established quality standards. This activity was carried out in several stages, ranging from interviews, the examinations, to the socialization stage. The process of this activity went quite well, as evidenced by the willingness of the owner during the socialization and inspection.
Edukasi bahaya sampah plastik, mikroplastik, dan pengelolaannya bagi siswa SMK Istiqomah Muhammadiyah 4, Samarinda Pramaningsih, Vita; Rusdi, Rusdi; Farehah, Riska Nur; Kumalasari, Virda Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30195

Abstract

Abstrak Permasalahan sampah plastik dan mikroplastik menjadi isu lingkungan yang signifikan, terutama di daerah perkotaan. Sekolah berupaya mengintegrasikan konsep kewirausahaan ke dalam kurikulum, terutama di mata pelajaran (1) Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKWU) dan (2) Prakarya dan Kewirausahaan. Namun, penerapan kewirausahaan masih berfokus pada bisnis konvensional, belum menyentuh aspek ekonomi sirkular dan pengelolaan lingkungan yang sedang menjadi perhatian global. Maka dari itu, siswa sekolah menengah perlu mendapatkan edukasi yang memadai mengenai bahaya sampah plastik dan strategi pengelolaannya, seperti daur ulang sampah plastik menjadi kerajinan yang bernilai jual. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMK Istiqomah Muhammadiyah 4, Samarinda tentang dampak negatif sampah plastik, mikroplastik, serta pengelolaan sampah melalui pendekatan edukatif dan praktik kreatif. Metode yang digunakan dalam program ini adalah penyuluhan, diskusi interaktif, serta praktik pengolahan sampah plastik menjadi produk kerajinan, seperti tas, tempat tisu, bunga dari botol plastik, dan meja dari botol plastik. Kegiatan diikuti oleh 20 siswa dan 1 guru pendamping. Evaluasi efektivitas edukasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil peningkatan pengetahuan tentang bahaya sampah plastik dan mikroplastik mengalami peningkatan dari 73% menjadi 93% setelah dilakukan kegiatan. Sedangkan tingkat pengetahuan tentang pengolahan sampah plastik juga mengalami peningkatan dari 57% menjadi 86% setelah kegiatan pendampingan dan sosialisasi. Pemahaman yang masih rendah yaitu tentang mikroplastik masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan dan minuman (pre test= 42,85%, post test= 100%), pengetahun tentang sampah plastik dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif (pre test= 33,33%, post test= 61,90%), serta bank sampah sebagai cara mengolah sampah plastik secara ekonomis (pre test= 33,33%, post test= 80,95%). Setelah diberikan edukasi dan praktik, terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan. Selama praktik pengolahan sampah plastik menjadi kerajinan, siswa sangat kooperatif dan saling membantu dalam proses pembuatan produk. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis sekolah yang dikombinasikan dengan praktik langsung dapat meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswa dalam pengelolaan sampah plastik secara kreatif dan berkelanjutan. Kata kunci: sampah plastik; mikroplastik; edukasi lingkungan; pengelolaan sampah; kerajinan daur ulang Abstract The problem of plastic waste and microplastics has become a significant environmental issue, especially in urban areas. Schools are trying to integrate the concept of entrepreneurship into the curriculum, especially in the subjects (1) Creative Products and Entrepreneurship and (2) Crafts and Entrepreneurship. However, the application of entrepreneurship is still focused on conventional businesses, not touching on the aspects of the circular economy and environmental management that are currently of global concern. Therefore, high school students need to get adequate education about the dangers of plastic waste and strategies for managing it, such as recycling plastic waste into crafts that have a selling value. This community service program aims to increase the knowledge of students of SMK Istiqomah Muhammadiyah 4, Samarinda about the negative impacts of plastic waste, microplastics, and waste management through an educational approach and creative practices. The methods used in this program are counseling, interactive discussions, and practices of processing plastic waste into craft products, such as bags, tissue holders, flowers from plastic bottles, and tables from plastic bottles. The activity was attended by 20 students and 1 accompanying teacher. Evaluation of the effectiveness of education was carried out through pre-tests and post-tests. The results of increasing knowledge about the dangers of plastic waste and microplastics increased from 73% to 93% after the activities. Meanwhile, the level of knowledge about plastic waste processing also increased from 57% to 86% after mentoring and socialization activities. The understanding that is still low is about microplastics entering the human body through food and drinks (pre-test = 42.85%, post-test = 100%), knowledge about plastic waste can be processed into alternative fuels (pre-test = 33.33%, post-test = 61.90%), and waste banks as a way to process plastic waste economically (pre-test = 33.33%, post-test = 80.95%). After being given education and practice, there was a significant increase in understanding. During the practice of processing plastic waste into crafts, students were very cooperative and helped each other in the product making process. This activity shows that school-based education combined with direct practice can increase students' awareness and skills in managing plastic waste creatively and sustainably Keywords: environmental education; microplastics; plastic waste; recycled crafts; waste management
Pemberdayaan masyarakat dasawisma melalui edukasi pengelolaan sampah dan pemasaran produk berbasis daur ulang plastik Pramaningsih, Vita; Rusdi, Rusdi; Fauziah, Fenty; Muti’Ah, Siti; Norjannah, Amalia Putri; Kumalasari, Virda Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35962

Abstract

Abstrak Permasalahan sampah plastik di lingkungan permukiman masih menjadi isu yang mendesak karena volumenya terus meningkat dan proses penguraiannya membutuhkan waktu yang sangat lama. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan dan pengolahan sampah menjadi faktor utama yang memperparah kondisi tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu Dasawisma Anggrek, RT 22, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir, dalam mengelola sampah rumah tangga serta memahami dasar pemasaran dan branding produk hasil daur ulang. Sehingga kegiatan ini belum sampai ke praktik daur ulang sampah plastik. Kegiatan dilaksanakan melalui metode penyuluhan, pelatihan serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Evaluasi dilakukan terhadap dua variabel, yaitu pengetahuan pengelolaan dan pengolahan sampah serta pengetahuan tentang pemasaran dan branding produk. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta. Rata-rata peningkatan pengetahuan pengelolaan dan pengolahan sampah mencapai 22%, dari 52% menjadi 74%, sedangkan peningkatan pengetahuan pemasaran dan branding produk mencapai 18%, dari 28% menjadi 46%. Peningkatan paling signifikan terjadi pada aspek pemilahan sampah dan kesadaran akan pentingnya pengurangan penggunaan plastik. Kegiatan ini juga mendorong munculnya ide-ide kreatif peserta dalam menghasilkan produk ramah lingkungan bernilai jual, seperti lampu lampion, tas dan tempat pensil. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi lingkungan dan membuka peluang ekonomi sirkular berbasis rumah tangga di komunitas Dasawisma. Kata kunci: limbah plastik; pengelolaan sampah; pemasaran produk; edukasi lingkungan; dasawisma. Abstract The issue of plastic waste in residential areas remains an urgent problem due to its ever-increasing volume and the fact that it takes a very long time to decompose. The lack of public knowledge about waste management and processing is a major factor exacerbating this situation. This community service activity aims to increase the knowledge of the women of Dasawisma Anggrek, RT 22, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir, in managing household waste and understanding the basics of marketing and branding recycled products. Therefore, this activity has not yet reached the stage of plastic waste recycling. The activity was carried out through counseling, training, and evaluation using pre-tests and post-tests. The evaluation was conducted on two variables, namely knowledge of waste management and processing, and knowledge of product marketing and branding. The results of the pre-test and post-test showed an increase in participants' knowledge. The average increase in knowledge of waste management and processing reached 22%, from 52% to 74%, while the increase in knowledge of product marketing and branding reached 18%, from 28% to 46%. The most significant improvement occurred in the aspects of waste sorting and awareness of the importance of reducing plastic use. This activity also encouraged participants to come up with creative ideas for producing marketable environmentally friendly products, such as lanterns, bags, and pencil cases. Thus, this activity succeeded in increasing environmental literacy and opening up opportunities for household-based circular economy in the Dasawisma community. Keywords: plastic waste; waste management; product marketing; environmental education; dasawisma.