Retna Hanani
Public Administration Department, Faculty Of Social And Political Science, Universitas Diponegoro

Published : 86 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN INTERVENSI GIZI SPESIFIK MELALUI PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) DALAM UPAYA PENURUNAN STUNTING DI KELURAHAN BANDARHAJO, KECAMATAN SEMARANG UTARA Askandary, Adia Indy; Rahman, Amni Zarkasyi; Hanani, Retna
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 2: April 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i2.43546

Abstract

Stunting merupakan kondisi terhambatnya pertumbuhan fisik anak pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) akibat kekurangan gizi kronik dalam jangka waktu yang panjang. Di Kelurahan Bandarhajo penyebab tingginya angka stunting karena kurangnya asupan nutrisi yang diterima anak dan minimnya pengetahuan orang tua mengenai kebutuhan gizi anak. Upaya penurunan stunting di Kota Semarang, Pemerintah mengeluarkan regulasi melalui Peraturan Walikota No. 27 Tahun 2022 tentang Percepatan Penurunan Stunting di Kota Semarang dan menjadi pedoman dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini menganalisis proses implementasi kebijakan dan faktor pendorong serta penghambat pelaksanaan program PMT di Kelurahan Bandarhajo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif – kualitatif dengan pengumpulan data melalui kegiatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan untuk menjabarkan faktor pendorong dan penghambat pelaksanaan kebijakan dengan menggunakan teori implementasi kebijakan melalui pendekatan top-down. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PMT berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi penurunan angka stunting di Kelurahan Bandarhajo. Hal tersebut didukung dari banyak stakeholder baik instansi maupun LSM yang berkontribusi melalui PMT sejak tahun 2021. Penurunan angka stunting semula 104 anak pada tahun 2021 menjadi 44 anak pada tahun 2023 dilihat dari data operasi timbangnya. Keberhasilan pelaksanaan kebijakan ini didukung faktor pendukung yang meliputi ketersediaan dan kualitas tenaga pelaksana yang kompeten, tersedianya anggaran dana dari Pemerintah untuk program PMT, komunikasi yang baik antar pelaksana, dan adanya disposisi implementor yang baik. Akan tetapi, peneliti menemukan beberapa faktor penghambat, di antaranya terbatasnya kuantitas tenaga pelaksana yang menjadi kader stunting dan pengasuh di Rumah Pelita, adanya tumpang tindih tugas dan peran antar kader stunting dengan anggota TPPS, tidak tersedianya dana insentif untuk kader serta beberapa sikap dari kelompok penerima sasaran menunjukkan penolakan.
IMPLEMENTASI PROGRAM KAMPUNG TEMATIK HOME INDUSTRY DI KELURAHAN KARANGANYAR GUNUNG KECAMATAN CANDISARI KOTA SEMARANG Wulandari, Destrinanda; Hanani, Retna; Zarkasyi Rahman, Amni
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 3: Juli 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i3.45577

Abstract

The thematic village program is a program to address community problems in Kota Semarang. Thematic villages are implemented based on unique characteristics that each thematic village has. One of the thematic villages that needs to be researched is the home industry in Karanganyar Gunung Village, Candisari District, Semarang City. The aim of this research is to determine the implementation of the home industry thematic village program and to identify the driving factors and inhibiting factors in the implementation of the home industry thematic village program. Researcher used descriptive qualitative research methods using interview, observation and documentation techniques. The research results show that the home industry thematic village program process is being implemented based on the Mayor's Regulations regarding Guidelines for Implementing Thematic Villages. Starting with the stages of planning procedures, including financing to monitoring and evaluation (monev) which are carried out in accordance with established guidelines. However, its implementation has not yet optimal. This can be seen through the socialization and implementation process which still face several obstacles. Recommendations that can be given are that government needs to be more in-depth in providing information to MSME administrators and actors, the Chair of RW conducts more regular meetings, so that MSME actors increase their self-awareness of technology.
PROSES COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM KEBIJAKAN KABUPATEN LAYAK ANAK (KLA) PADA KLASTER V PERLINDUNGAN KHUSUS DI KABUPATEN PEMALANG Adelia Nuriawati, Sekar; Hanani, Retna; Zarkasyi Rahman, Amni
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 2: April 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i2.43784

Abstract

The implementation of the KLA policy in Cluster V special protection in Pemalang Regency lacks optimization, necessitating collaborative efforts for maximal effectiveness. This study aims to analyze Collaborative Governance processes and identify success factors in KLA policy implementation. The research employs qualitative methods, utilizing Ansell and Gash's Collaborative Governance theory and DeSeve's theory to indentify the successes factor. Data collection includes observations, interviews, and document analysis. Findings reveal face-toface dialogues by Tim Gugus Tugas KLA, fostering trust, positive policy image construction, and stakeholder engagement. Commitment to children's rights persists despite varying actor roles. While mutual understanding dissemination remains incomplete, it's addressed through socialization endeavors. Preliminary results indicate Pemalang Regency's in a Nindya predicates. The driving factors of Collaborative Governance include collaborative, transparent and participatory discussions, well-defined procedures, clear distribution of responsibility, stakeholder interdependence, and diverse communication channels. Inhibiting factors include resource limitations (human and budget’s resources), stakeholder inconsistency, complexity of stakeholder’s role and indicators, also the evolutionary of policy information. Recommendations include enhancing implementer quality trough involving child psychology experts, optimizing information dissemination, and expanding collaboration networks with private sector can be maximized
ANALISIS PENERIMAAN MASYARAKAT TERHADAP APLIKASI MAGELANG CERDAS PEMERINTAH KOTA MAGELANG DENGAN MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) Redha Fadhilah, Muthia; Hanani, Retna; Zarkasyi Rahman, Amni
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 3: Juli 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i3.45026

Abstract

Magelang Cerdas application is an application owned by the Magelang City government. Even though it has won several awards, only a few people have downloaded the application. This research aims to determine the influence of perceived usefulness, perceived ease of use on user acceptance of the Magelang Cerdas application. The data collection technique was carried out by filling out a questionnaire by 100 respondents, where the respondents were residents of Magelang City who had never used the Magelang Cerdas application. The analysis techniques used are validity tests, reliability tests, and regression tests. Based on the research results, the following conclusions can be drawn: 1) There is an influence between perceived usefulness on user acceptance of the Magelang cerdas application (2) There is an influence between perceived ease of use on user acceptance of the Magelang cerdas application (3) There is an influence between perceived ease and perceived usefulness on acceptance Magelang cerdas application users. Efforts made by the Magelang City Government include increasing responses to reports, completing tourism information, increasing the simplicity of instructions, continuing to make updates so that the public can be more accepting of the Smart Magelang application.
IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBATASAN KUNJUNGAN RUTAN SEBAGAI PENCEGAHAN COVID-19 DI JEPARA (Studi Kasus di Rumah Tahanan Kelas IIB Jepara) ERVANI SETIAWAN, GABRIELLA; Rostyaningsih, Dewi; Hanani, Retna
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 3: Juli 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i3.45322

Abstract

The overcrowded conditions of correctional institutions and detention centers have made it challenging to enforce social distancing rules and are highly susceptible to the transmission and spread of the Covid-19 virus. In response, a new policy program to limit visits to detention centers as a prevention of Covid-19 in Jepara has been implemented. This qualitative research describes and analyzes the visit restriction program at the Class IIB Detention Center in Jepara as a strategic measure to prevent the spread of the Covid-19 virus. The program includes face-to-face visits, safekeeping of goods and food, and mechanisms for receiving complaints. The analysis shows that the policy's implementation is running well, with proper infrastructure and adequate support. However, challenges such as expensive telephone kiosks and non-transparent packaging for goods and food have been identified. The research suggests continued compliance with basic rules to control the pandemic and making adjustments to address the identified challenges.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN PASAR TRADISIONAL DI PASAR TAVIP KOTA BINJAI SUMATERA UTARA Lestari Erta Br Ginting, Regina; Hanani, Retna; suwitri, sri
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 3: Juli, Administrasi Pubik Rembang 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i3.45101

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan pengelolaan pasar tradisional di Pasar Tavip Kota Binjai Sumatera Utara, dan untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat implementasi kebijakan pengelolaan pasar tradisional di Pasar Tavip Kota Binjai Sumatera Utara. Faktor pendukung dan penghambat implementasi kebijakan disampaikan dengan membandingan empat teori menurut Van Horn dan Van Metter, Edward III, Charles O. Jones dan Marilee Girdle. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Peraturan Wali Kota Binjai Nomor 35 Tahun 2016 belum terlaksana dengan baik dikarenakan masih ditemukan permasalahan dalam memberikan arahan kepada para pedagang agar menjaga penggunaan fasilitas yang ada sesuai ketentuan yang ditetapkan belum optimal hal ini disebabkan para pengelola Pasar Tavip Kota Binjai belum melakukan sosialisasi kepada para pedagang dan belum tersedianya lokasi parkir kendaraan untuk para pedagang dan pengunjung serta fasilitas yang kurang memadai. Faktor pendukung dan penghambat implementasi kebijakan yang meliputi sumber daya manusia yang masih terbatas. Rekomendasi peneliti adalah Dinas Ketenagakerjaan, Prindustrian Dan Perdagangan Kota Binjai perlunya menyediakan lokasi khusus parkir kendaraan untuk para pengunjung pasar, perlu adanya penambahan jumlah tempat sampah serta penempatan tempat sampah yang strategis, melakukan sosialisasi kepada para pedagang dan perlunya penambahan jumlah sumber daya manusia
Capacity Building pada POKDARWIS Manggar dalam Pengembangan Desa Wisata Wonolopo Kecamatan Mijen Kota Semarang Dyah Hutami, Aprilia; Hanani, Retna; Zarkasyi Rahman, Amni
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 3: Juli 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i3.45207

Abstract

The Tourism Awareness Group (POKDARWIS) is the driving force of tourism at the village level. POKDARWIS Manggar is the manager of Wonolopo Tourism Village, Mijen District, Semarang City. POKDARWIS Manggar as the manager of the Tourism Village has several problems such as the lack of human resources, the lack of participation for the surrounding community, and the uneven knowledge of tourism villages among POKDARWIS members. The purpose of this research is to find out the capacity development of POKDARWIS Manggar in the development of Wonolopo Tourism Village along with the driving and inhibiting factors. This research method is descriptive qualitative. The data collection techniques used were interviews, observation, documentation, and literature study. Capacity development was studied using the theory proposed by Grindle which includes three dimensions of capacity development, namely human resource development, organizational strengthening, and institutional reform. The results showed that POKDARWIS Manggar has conducted capacity development in its organization, but experienced several obstacles in its implementation. The driving factors are shared commitment, leadership, innovation, internal participation, networks, and information. The inhibiting factors for capacity building at POKDARWIS Manggar are regulation and community participation.
ANALISIS PERAN KADER DALAM PROGRAM SAN-PIISAN DI KOTA SEMARANG Purnomo, Alisya Ihsani; Hanani, Retna; Rahman, Amni Zarkasyi
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 2: April 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i2.43549

Abstract

The high maternal mortality rate (MMR) cases in Semarang City in 2015, totaling 35 cases of MMR, has become a health issue that requires an appropriate health solution. Therefore, the Semarang City government established the SAN-PIISAN Program, which focuses on addressing MMR, child mortality (AKB), and stunting. The SAN-PIISAN Program is a health program that involves collaboration between the government, private sector, and civil society. In implementing the program, there is involvement of cadre roles as part of the civil society. However, there are issues with the cadre roles, the lack of awareness among cadres to fulfill their roles and the shortage of cadre workforce, resulting in dual roles. The aim of this research is to understand the role of cadres in the SAN-PIISAN Program in Semarang City and to identify the supporting and hindering factors for cadres in fulfilling their roles. The research method used is descriptive qualitative. The data collection techniques include observation, interviews, documentation, and literature review. The theory used is the role theory according to Jim Ife and Frank Tesoriero, which includes facilitative, educational, representative, and technical roles. The result of the research indicate that cadres have been fulfilling their roles, but they have some lack initiative in technical roles such as data collection and reporting. The supporting factor for cadre roles in fulfilling their duties is role behavior or a responsibility they had, while the hindering factors include the occurrence of dual roles among cadres and excessive job demands
PROSES COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN WISATA PANTAI TANJUNG KAIT DI KECAMATAN MAUK KABUPATEN TANGERANG Nursofa, Silvia; Zarkasyi Rahman, Amni; Hanani, Retna
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 2: April 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i2.43798

Abstract

Berdasarkan RENSTRA Disporabudpar Kabupaten Tangerang Tahun 2019-2023, Pantai Tanjung Kait adalah salah satu pantai yang sangat berpotensi karena tidak hanya memiliki objek wisata pantai, sehingga pantai ini sangat diminati oleh masyarakat. Namun, belakangan ini Pantai Tanjung Kait mengalami sepi pengunjung yang disebabkan oleh banyak faktor. Banyaknya permasalahan di Pantai Tanjung Kait tentu tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja mengingat adanya keterbatasan sumber daya yang dimiliki, sehingga Pemkab Tangerang berupaya dengan melakukan kerja sama dengan berbagai pihak atau yang disebut collaborative governance. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses collaborative governance dalam pengelolaan wisata Pantai Tanjung Kait serta faktor yang mendorong atau menghambatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses collaborative governance dalam pengelolaan Pantai Tanjung Kait sudah berjalan, tetapi masih belum optimal. Hal ini karena masih terdapat aktor yang belum menunjukkan komitmen yang kuat dalam kegiatan forum koordinasi, seperti kurang berpartisipasi secara aktif. Dalam upaya membangun kepercayaan juga masih terdapat aktor yang bersikap kurang terbuka yakni belum menyampaikan informasi secara menyeluruh. Faktor pendorong kolaborasi ini yaitu adanya kondisi awal yang baik karena para aktor memiliki kesadaran untuk berkolaborasi yang didorong oleh adanya keterbatasan sumber daya dari masing-masing aktor serta keberadaan pemimpin yang telah melakukan berbagai upaya dalam pemberdayaan aktor yaitu melalui pelatihan, pembinaan serta monitoring. Sedangkan, faktor penghambatnya adalah faktor desain institusional yaitu mencakup aturan dasar dalam proses kolaborasi dimana keterbukaan antar beberapa aktor dalam kolaborasi ini masih kurang.
MANAJEMEN PELAYANAN ASPIRASI DAN PENGADUAN MASYARAKAT PADA SEKRETARIAT JENDERAL DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA Arum Jagaddhita, Meylani; Hanani, Retna; Yuniningsih, Tri
Journal of Public Policy and Management Review Vol 13, No 3: Juli, Administrasi Pubik Rembang 2024
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jppmr.v13i3.45031

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelayanan pengaduan masyarakat yang masih belum, berjalan dengan baik karena masih banyak jumlah surat pengaduan yang belum di proses dan setiap tahun jumlah surat yang dapat dilanjutkan ke Alat Kelengkapan Dewan jumlahnya tidak sesuai dengan jumlah surat yang masuk, hal ini di karena kan jumlah pegawai yang mengelola pengaduan masih kurang sehingga waktu penyelesaian pengaduan belum sesuai dengan SOP dan mengalami keterlambatan dalam penanganan pengaduan dan masyarakat masih kesulitan dalam mengirimkan pengaduan ke DPR padahal salah satu fungsi DPR adalah memberikan pengawasan terhadap program-program pelayanan yang berikan kepada masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis manajemen pelayanan dan faktor penghambat dan pendukung layanan aspirasi dan pengaduan masyarakat yang dilakukan oleh Bagian Pengaduan Masyarakat Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengelolaan Layanan Aspirasi Dan Pengaduan Masyarakat Pada Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dapat dikatakan sudah optimal dilihat dari keberhasilan 3 dari 4 dimensi yang ada yaitu regulasi layanan (service regulation), fasilitas layanan (service fasilities), peranan tim pengarah (advisory team). Dan dimensi yang belum optimal adalah prinsip pelayanan (service principle). Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Rahmayanty (2013) tentang manajemen pelayanan publik menyatakan terdapat 4 indikator yaitu regulasi layanan (service regulation), fasilitas layanan (service fasilities), peranan tim pengarah (advisory team), dan prinsip pelayanan (service principle).
Co-Authors , Amni Zakarsyi Rahman , Kismartini , Kismartini -, Kismartini - Adelia Nuriawati, Sekar Alice Meizahra Amni Zakarsyi R. Amni Zarkasyi Rahman, Amni Zarkasyi Anggie Ayuni Nurfakhirah Anggraini, Dini Dwi Anindita Meutiasari, Ni Ketut Annisa Syafaatul Azmi Ari Subowo Arum Jagaddhita, Meylani Askandary, Adia Indy Atha Fajaryanto, Farhan Aufarul Marom Aulia Sofyan, Hairunisa Aurel Lisa, Chetrin AZRA ZAHIDAH, EIDEL AZRA ZAHIDAH Bellastuti, Damaris Bernike Caroline Wynne Rahmanto Charine Charine Charine, Charine Chi Chi Gita Paramita Choliq Ilcham Ramadhan Dewi Rostyaningsih Diah Farah Fauziah Diastuti, Juning Dinda Farras Haniya Diva Mahendra, Caesar Dyah Hutami, Aprilia ERVANI SETIAWAN, GABRIELLA Fajar Azis Pramudya Fatimatuz Zahro Fierza Ainda Prawesti Galih Adyatma Alaufa Gelora Kasih, Johnsen Hezron Gisti Raisy Ismiartha Hafiza Islami, Hasna Herdiyanti, Primastyaning Alifia Hermadianti, Sajida Hesti Agustini Inayah, Destyana Kharismatul Indah Dwi Mawarni Indri Puspita Sari Irma Dwi Damayanti Kesani, Fairuz Ardiaz Kismartini Kismartini Kristiawan, Daffa Aulya Latifazzahra, Aisya Lestari Erta Br Ginting, Regina Maesaroh Maesaroh Maida Sihombing, Lastiur Maria Sri Hariyati, Ana Maulina Erza Safitri Muhammad Fakhri Rizqyanto Muhammad Farrel Radiand Mirza Muhammad Farrel Ronan Muhammad Mustam Naro Sesa, Saytio Noviana Rachma Nur Afifah, Milla Nursofa, Silvia Pramudita, Anindita Ghina Prayoga, Arf Purnomo, Alisya Ihsani Putri Cahyaningrum, Alfina Putri, Shinta Noor Aini Qamaril Huda, Sabila R Slame Santoso R Slamet Santoso R. Slamet Sanstoso R. Slamet Santoso Ragil Septiana Winastuti RAHMATIKA, IZZA Redha Fadhilah, Muthia Retno Sunu Astuti Rizka Utami Indra Rizky Meviano, Azriel Rizqiya, Yusriana Saira Robertus Robet Rosilawati, Risky Shinta Rossilawati, Risky Shinta Sanmutiane, Adela Sekti Aji Wibowo Shania Scheilla Sherina Siti Adiyani Ayu Prasetyowati Slamet Santoso Slamet Santoso Sri Mahardika, Sofia Sri Suwitri Suci Rejeki Sukma Indah Fitri Susi Sulandari Suyanto Suyanto Tavida Priskila Tri Yuniningsih Triana Prasaja Usman Alfarez, Rifky Widya Pramanti, Ririh Widyasari, Heni Wulandari, Destrinanda Yovi Hayuning Nitria Yuliana Kristanto Yunus, Dedi Zaenal Hidayat