Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : YUSTHIMA

SYARAT PEMBERIAN SANKSI REHABILITASI PENYALAHGUNAAN NARKOBA BAGI WARGA NEGARA ASING DI INDONESIA Subawa, Ida Bagus Gede; Sutrisni, Ni Komang; Aruan, Reytman
Jurnal Yusthima Vol. 3 No. 2 (2023): YUSTHIMA : Jurnal Prodi Magister Hukum FH Unmas Denpasar
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/yusthima.v3i2.8090

Abstract

Penyalahgunaan narkoba merupakan masalah serius yang dihadapi oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Indonesia memberikan sanksi rehabilitasi bagi pengguna narkoba, termasuk bagi warga negara asing yang tinggal di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis syarat-syarat pemberian sanksi rehabilitasi bagi pengguna narkoba, khususnya bagi warga negara asing di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya metode Self Management and Recovery Training (SMART) sebagai solusi efektif dalam rehabilitasi warga negara asing yang terjerat dalam penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitaif kritis yaitu penelitian yang sasarannya tidak saja menggali makna etik tetapi juga menciptakan makna etik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dimana informan dipilih secara purposive. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan secara deskriftif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan pemberian sanksi rehabilitasi bagi pengguna narkotika dilakukan oleh Tim Asesmen Terpadu yang terdiri dari tim dokter dan tim hukum. Tim Asesmen Terpadu bertugas melakukan asesmen dan analisis terhadap pengguna narkotika untuk menentukan apakah yang bersangkutan memenuhi syarat untuk direhabilitasi atau tidak dan metode SMART merupakan metode rehabilitasi yang efektif untuk warga negara asing karena program ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu, bahasa, dan budaya yang berbeda. Program ini juga menekankan pada tanggung jawab individu dalam proses pemulihan, sehingga dapat membantu individu untuk membangun rasa percaya diri dan kontrol diri yang lebih baik.
Implikasi Perang Israel dan Iran Terhadap Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir Ni Nyoman Manik Gita Asrita; I Made Hendra Wijaya; Ni Komang Sutrisni
Jurnal Yusthima Vol. 5 No. 02 (2025): YUSTHIMA : Jurnal Prodi Magister Hukum FH Unmas Denpasar
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/yusthima.v5i02.12710

Abstract

Pada bulan Juni 2025 yang lalu, Israel melakukan serangan militer yang disebut sebagai serangan preventif untuk menghancurkan instalasi nuklir Iran dan mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir, namun hingga saat ini masih belum ada bukti konkrit yang menyatakan bahwa Iran benar-benar membuat senjata nuklir tersebut. Dimana terdapat perjanjian Internasional yang mengatur terkait dasar tatanan program nuklir global yang bernama The Nuclear Non-Proliferation Treaty (NPT). Penelitian ini menggunakan metode socio-legal, dengan pendekatan kualitatif dan bersumber dari sumber kepustakaan, yang akan membahas bagaimana dinamika konflik antara Iran-Israel hingga implikasinya terhadap tatanan perjanjian NPT. Dapat disimpulkan, telah terjadinya asimetri kedaulatan nuklir antara Israel-Iran. Dimana kapabilitas nuklir milik Israel tidak dipertanyakan atau dipermasalahkan, serta, standar ganda telah terjadi dengan bebasnya negara-negara yang tidak menandatangani NPT, dimana Iran mendapat tekanan secara global akibat program nuklirnya. Hal demikian tentu saja akan menimbulkan efek domino proliferasi berupa erosi kepercayaan terhadap NPT. Sehingga negara-negara merasa tidak percaya lagi terhadap perjanjian nuklir tersebut, hingga berujung pada denunsiasi dan perpecahan rezim