Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

STATUS LAKI - LAKI DAN PEWARISAN DALAM PERKAWINAN NYENTANA Udytama, I Wayan Wahyu Wira
Jurnal Advokasi Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Advokasi
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.588 KB)

Abstract

Perkawinan merupakan hak dasar yang dilindungi oleh HAM, dimana setiap orang boleh melaksanakanya, dengan ketentuan dan persyaratan yang dianggap patut oleh masyarakat. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana status laki laki yang melaksanakan perkawinan nyentana, serta, mengetahui hak waris dalam perkawinan nyentana. Hasil penulisan ini adalah. Status laki laki dalam sistem perkawinan nyentana di Bali adalah sebagai penerus keturunan pada keluarga istri, yang pada dasarnya berstatus sebagai “predana” pada keluarga istri tapi dalam perkembanganya memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki laki pada umumnya pada keluarga tersebut. Hak dan kewajiban tersebut sebagaimana layaknya Kepala Keluarga pada umumnya. Hak waris dalam perkawinan Nyentana dapat dikatakan hapus hak waris dari keluarga lakin laki, karena laki laki yang melakukan perkawinan nyentana memiliki hak dan kewajiban sebagai penerus keturunan pada keluarga istri.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP EKSISTENSI LAYANG -LAYANG TRADISIONAL BALI SEBAGAI PENGUATAN PARIWISATA BUDAYA Udytama, I Wayan Wahyu Wira
Jurnal Advokasi Vol 6 No 1 (2016): Jurnal Advokasi
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.588 KB)

Abstract

The soul of Bali tourism is cultural tourism, where one aspect of culture that became a tourist attraction in Bali is a traditional Balinese Kite. This research aims to find out how the protection of traditional Balinese kites as strengthening the Bali culture associated with cultural tourism.The author takes the method in writing in the form of the empirical method, which method to use facts as a major analysis by linking the law who live in the community and using descriptive analytical approach.The results of this paper is the existence of the protection of traditional Balinese kites only to the extent of organizing events conducted between local government and traditional Balinese kites Sekehe, Pakraman own sheltered by giving space to young people to work in traditional Balinese kites.
REKONSTRUKSI SEKEHE TERUNA DI KUTAUNTUK PERLINDUNGAN BUDAYA BALI Udytama, I Wayan Wahyu Wira; Saraswati, Putu Sekarwangi
Jurnal Bakti Saraswati (JBS): Media Publikasi Penelitian dan Penerapan Ipteks Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Bakti Saraswati (JBS) : Media Publikasi Penelitian dan Penerapan Ipteks
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan (Institute for Research and Community Empowerment) Universitas Mahasaraswati Denpasar Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.416 KB)

Abstract

The Ajeg Bali Movement leads to an increase in the strength of the Balinese youth so as not to fall in the conquest of global culture. The role of Balinese youth in the Kuta area in maintaining Balinese culture through youth organizations such as sekehe teruna is very important for the development of Balinese culture does not shift the culture of Bali, especially the youth culture in organizational life sekehe teruna, so that the reconstruction of the organization sekehe teruna needed to maintain Balinese culture.The role of Balinese youth in the Kuta area in maintaining Balinese culture through youth organizations such as sekehe teruna is very important for the development of Balinese culture does not shift the culture of Bali, especially the youth culture in organizational life sekehe teruna, so that the reconstruction of the organization sekehe teruna needed to maintain Balinese culture. Develop mechanisms and assess the findings, analyze the strengths, weaknesses, opportunities and challenges in the effort to control the conversion of rice fields and the strengthening of Balinese customary law. Provide input and scientific study in determining the policy in accordance with the expectations, and the state of rural communities in Bali both in the long term and in the short term. Assessing the extent to which the traditional villages of Kuta and sekehe teruna understand and explore the benefits of Balinese cultural reconstruction. Data were collected through in-depth interview, observation, focus group discussion, and RRA data were analyzed descriptively-qualitative. Score data (Likert Scale) is used to determine the strategy of determining the duration of reconstruction for the young people in protecting Balinese culture. Followed by SWOT analysis on system components of mindset, social system, and physical system. SWOT analysis result, will be made strategy of preserving Balinese culture and exploiting reconstruction sekehe teruna in protecting Bali culture well in accordance with the circumstances of indigenous villages of Kuta.
REKONSTRUKSI SEKEHE TERUNA DI KUTAUNTUK PERLINDUNGAN BUDAYA BALI I Wayan Wahyu Wira Udytama; Putu Sekarwangi Saraswati
Jurnal Bakti Saraswati (JBS): Media Publikasi Penelitian dan Penerapan Ipteks Vol. 7 No. 1 (2018): Jurnal Bakti Saraswati (JBS) : Media Publikasi Penelitian dan Penerapan Ipteks
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan (Institute for Research and Community Empowerment) Universitas Mahasaraswati Denpasar Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Ajeg Bali Movement leads to an increase in the strength of the Balinese youth so as not to fall in the conquest of global culture. The role of Balinese youth in the Kuta area in maintaining Balinese culture through youth organizations such as sekehe teruna is very important for the development of Balinese culture does not shift the culture of Bali, especially the youth culture in organizational life sekehe teruna, so that the reconstruction of the organization sekehe teruna needed to maintain Balinese culture.The role of Balinese youth in the Kuta area in maintaining Balinese culture through youth organizations such as sekehe teruna is very important for the development of Balinese culture does not shift the culture of Bali, especially the youth culture in organizational life sekehe teruna, so that the reconstruction of the organization sekehe teruna needed to maintain Balinese culture. Develop mechanisms and assess the findings, analyze the strengths, weaknesses, opportunities and challenges in the effort to control the conversion of rice fields and the strengthening of Balinese customary law. Provide input and scientific study in determining the policy in accordance with the expectations, and the state of rural communities in Bali both in the long term and in the short term. Assessing the extent to which the traditional villages of Kuta and sekehe teruna understand and explore the benefits of Balinese cultural reconstruction. Data were collected through in-depth interview, observation, focus group discussion, and RRA data were analyzed descriptively-qualitative. Score data (Likert Scale) is used to determine the strategy of determining the duration of reconstruction for the young people in protecting Balinese culture. Followed by SWOT analysis on system components of mindset, social system, and physical system. SWOT analysis result, will be made strategy of preserving Balinese culture and exploiting reconstruction sekehe teruna in protecting Bali culture well in accordance with the circumstances of indigenous villages of Kuta.
PERLINDUNGAN HUKUM HAK KESEJAHTERAAN PEMANGKU KAYANGAN TIGA BERBASIS DESA ADAT DI BALI I Wayan Wahyu Wira Udytama; I Wayan Eka Artama
Jurnal Hukum Saraswati (JHS) Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Hukum Saraswati
Publisher : Faculty of Law, Mahasaraswati University, Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jhshs.v4i1.4672

Abstract

Indonesia merupakan Negara Hukum, yang artinya segala kegiatanNegara diatur dala hukum, hukum di Indonesia bukan semata mata hanya yangtertulis, tapi ada pula hukum yang tidak tertulis, namun memiliki ranah mengikatyang berbeda, terkait dengan perlindungan hak kesejahteraan warga negaratentunya telah diatur dalam Undang Undang Dasar Negara Kesatuan RepublikIndonesia 1945 sebagai dasar pelaksanaan pemberian hak kesejahteraan bagiwarga negaranya, terkait dengan hal tersebut diatas maka diartikan segenap warganegara berhak untuk mendapatkan kesejahteraan begitu pula pemangku yangmemeiliki tugas melayani masyarakat dibidang keagamaan khususnya agamahindu baik di Indonesia pada umumnya dan Bali pada khususnya perhatian daripemerintah daerah sangat diperlukan dalam rangka pemenuhan hak kesejahteraandari pemangku di Bali agar pemangku dapat melaksanakan fungsi pelayananmasyarakat dengan tenang tidak ada kecemasan akan pemenuhan kesejahteraandan kesehatannya.
EFEKTIFITAS UNDANG-UNDANG NOMOR 52 TAHUN 2009 TENTANG PERKEMBANGAN PENDUDUK DAN PEMBANGUNAN KELUARGA TERHADAP KELUARGA BERENCANA (STUDI KASUS DI DESA MEDEWI, KECAMATAN PEKUTATAN KABUPATEN JEMBRANA) I Nyoman Teguh Dharma Jaya I Wayan Wahyu Wira Udytama
Jurnal Hukum Mahasiswa Vol. 1 No. 1 (2021): Edisi April: JURNAL HUKUM MAHASISWA
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.356 KB) | DOI: 10.36733/jhm.v1i1.2592

Abstract

Undang - Undang No 52 Tahun 2009 Pasal 54 ayat (1) menyebutkan dalam rangka pengendalian penduduk dan keluarga berencana di daerah, pemerintah daerah membentuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Mengingat besarnya kontribusi program KB dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, namun memiliki permasalahan kelembagaan seperti lemahnya komitmen pemerintah pusat dan daerah serta anggaran APBD di kabupaten/kota belum mencukupi atau masih sangat kecil dibandingkan prioritas pembangunan lain. Metode penelitian ini adalah empiris, yang diambil dari perilaku masyarakat, baik perilaku verbal yang didapat dari wawancara maupun perilaku nyata yang dilakukan melalui pengamatan langsung. Hasil penelitian ini menunjukan efektifitas dan tanggung jawab pemerintah Desa Medewi sudah sesuai dengan Undang - Undang No 52 Tahun 2009, sebab (1) peran masyarakat terutama PUS (Pasangan Usia Subur) sangat baik, (2) tersedianya tempat pelayanan dan tenaga pemberi pelayanan yang cukup, (3) peran baik tenaga penyuluh dalam mengger akkan kader IMP dengan kader pokta, (4) adanya peran tokoh masyarakat baik formal maupun informal dalam membangun kesadaran masyarakat untuk ber-KB, serta (5) adanya dukungan dari pemerintah desa, baik dalam pendanaan, penyediaan fasilitas sarana prasarana, maupun dalam peningkatan kapasitas kader desa.
TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA PENJUALAN BARANG ELEKTRONIK YANG TIDAK MENYEDIAKAN KARTU JAMINAN / GARANSI DI KABUPATEN BADUNG Ni Luh Made Ari Gita Kirana Dangin; I Wayan Wahyu Wira Udytama
Jurnal Hukum Mahasiswa Vol. 1 No. 2 (2021): EDISI OKTOBER
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.666 KB)

Abstract

Perkembangan masa sekarang ini perdagangan makin meluas dan banyaknya para pelaku usaha dalam melakukan transaksi jual beli suatu barang dan/atau jasa salah satunya yaitu produk elektronik. Istilah jual beli dalam hukum perjanjian Indonesia diadopsi dari istilah koop en verkoop dalam bahasa Belanda. Hukum Belanda juga mengikuti konsep emptio vendito yang berasal dari hukum Romawi. Dalam hukum Romawi istilah jual beli adalah emptio vendito. Emptio bermakna membeli, kemudian venditio bermakna sebagai menjual. Dari istilah tersebut terlihat hubungan yang bersifat timbal balik antara dua pihak yang melakukan perbuatan hukum yang berbeda, pihak yang satu melakukan tindakan hukum untuk menjual, dan pihak yang lain melakukan tindakan untuk membeli.
EFEKTIVITAS PENCANTUMAN LABEL BERBAHASA INDONESIA PADA PRODUK KOSMETIK IMPOR TERHADAP KEAMANAN DAN KENYAMANAN KONSUMEN DALAM PENGGUAAN PRODUK IMPOR DI DONBOSCO PUTRA Kadek Jessica Widyastuti; I Wayan Wahyu Wira Udytama
Jurnal Hukum Mahasiswa Vol. 2 No. 1 (2022): EDISI APRIL
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.123 KB)

Abstract

Kosmetik sangat dibutuhkan oleh masyarakat terutama kaum wanita yang ingin berpenampilan cantik dan menarik.dijaman sekarang sangat banyak jenis Produk kosmetik dari dalam negeri maupun produk luar negeri, Banyaknya minat konsumen dengan produk kosmetik impor Hal ini dimanfaatkan oleh pelaku usaha dengan memproduksi dan/atau memperjual belikan produk kosmetik impor tidak jarang juga banyak produk kosmetik yang tidak memenuhi persyaratan, salah satunya adalah persyaratan penandaan label bahasa indonesia pada produk kosmetik impor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum yuridis empiris. Adapun sumber data dalam penelitian yaitu data primer yang berasal dan/atau diperoleh secara langsung dari penelitian lapangan sedangkan data sekunder berasal dari penelitian pustaka. Dari hasil penelitian di toko kosmetik Donbosco Putra di Denpasar, dapat disimpulkan bahwa ada 1 pelanggaran penandaan kosmetik yaitu tidak mencantumkan Bahasa Indonesia pada produk tersebut. Upaya yang dilakukan pemilik toko Donbosco Putra adalah memberikan pemahaman Kepada pembeli tentang kegunaan produk kosmetik tersebut sebelum konsumen membelinya supaya tidak ada penyalahgunaan dalam pemakain produk tersebut.
Transformation of Investment Model Implementation in Tourism Industrialization Based on Local Wisdom in Badung Regency Lis Julianti; Anak Agung Putu Wiwik Sugiantari; Ni Putu Noni Suharyanti; I Wayan Wahyu Wira Udytama
International Journal of Social Science and Business Vol. 7 No. 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijssb.v7i1.44866

Abstract

Tourism undergoes a cycle of change that affects the culture-based Balinese tourism model by strengthening local wisdom. Tourism can run optimally if it has guarantees and cultural resilience. In addition to functioning as a tourist attraction, tourism is considered a medium to reap large profits, so tourism activities often shift cultural values and change people's lifestyles. For this reason, to control the influence of globalization on industrialization investment in tourism which has begun to follow the changes in the civilization of the industrial revolution 4.0, Badung Regency has become the rule model for the transformation of the implementation of culture-based tourism investment. This research study is descriptive-analytical, a type of research that does not stop at mere descriptions but also comes to an effort to study the characteristics of solving cases of tourism investment problems using qualitative research methods. The results of this study indicate that the people of Badung Regency's understanding of the importance of local wisdom in applying a culture-based investment model is very high. So investment activities in the tourism sector emphasize aspects of the national economy and preserve local wisdom. In addition, applying a culture-based investment model with strengthening local wisdom requires good synergy between the Government, Indigenous Village communities, tourism businesses, and investors to truly develop the concept of sustainable cultural tourism in Bali.
Pengaturan Penyelesaian Kredit Macet Di Lembaga Perkreditan Desa Adat Selat Kecamatan Abiansemal Badung Bali Ni Putu Adi Ayu Lasti Dewi Satya Ningsih; I Wayan Wahyu Wira Udytama
Jurnal Hukum Mahasiswa Vol. 2 No. 02 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memenuhi kebutuhan ekonomi menjadi salah satu hal yang wajib dilakukan oleh setiap orang. Untuk dapat memenuhi kebutuhan perekonomian tersebut tak jarang orang-orang akan melakukan suatu pinjaman kredit terhadap suatu lembaga keuangan, baik bank maupun non bank. Di Bali terdapat lembaga keuangan non bank yang berdiri di tiap-tiap desa adat yang ada di Bali yang dikenal dengan sebutan Lembaga Perkreditan Desa. Sama seperti lembaga keuangan lainnya, Lembaga Perkreditan Desa juga mengalami permasalahan dalam perjanjian kredit. Salah satu permasalahan perjanjian kredit yang dialami yaitu kredit macet