Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Efektifitas Senam Otak sebagai Upaya Preventif Pengendalian Dimensia pada Lansia di Posyandu Lansia Sari Suyamto, Suyamto; Aprilia, Eva Nurlina
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 4 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i4.2428

Abstract

Senam otak (brain gym): serangkaian gerak sederhana yang menyenangkan, digunakan untuk meningkatkan kemampuan belajar dengan menggunakan keseluruhan otak. (Yulisetyaningruma, Dewi Hartinahb & Rahmawatic, 2023). Tujuannya sebagai upaya preventif Pengendalian Dimensia, senam otak membuat otak bekerja aktif, otak seseorang yang aktif lebih sehat secara keseluruhan dari orang yang tidak atau jarang menggunakan otaknya, senam otak sangat praktis. Porsi latihan 10-15 menit, sebanyak 2-3 kali dalam sehari. Latihan senam otak ini adalah inti Educational Kinesiology yang artinya ilmu tentang gerakan tubuh manusia (Yanuarita, 2013). Metode ini untuk mengendalikan dimensia pada lansia yaitu dengan penkes dan simulasi senam otak. Berikut kegiatannya :1. Persiapan diawali kontrak dengan kader posyandu, membuat media, SAP, serta persiapan lainnya seperti administrasi dan surat menyurat. 2.Pelaksanaan Penkes dan simulasi senam otak yaitu : dilakukan tanggal 18 Juli 2023 pukul 15.25 -17.45 wib. Didampingi ketua kader: pembukaan, penkes senam otak, simulasi dan praktek. 3.Evaluasi ini berjalan dengan baik dan lancar, lansia mengerti senam otak, manfaatya, dan melakukan senam otak serta pentingnya senam otak. 4. RTL dibentuk program rutin senam otak sebelum posyandu dimulai selama 15 menit. Hasil: dilakukannya secara teratur dalam 1 minggu 2 x, latihan 10-15 menit mampu mengendalikan dimensia pada lansia.
Deteksi Dini GDS dan Asam Urat melalui Prolanis pada Lansia Posbindu Sehati, Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta Suyamto, Suyamto; Aprilia, Eva Nurlina
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i1.3102

Abstract

Deteksi dini merupakan upaya preventif dalam peningkatan derajat kesehatan untuk mencegah terjadinya beberapa masalah kesehatan pada lansia. Deteksi dini merupakan cara mengetahui beberapa masalah kesehatan di masyarakat. Dari beberpa jenis deteksi dini, diantaranya yang dilakukan adalah melakukan skrining pemeriksaan GDS dan Aasam Urat. Dua hal tersebut tersebut sangat sering mucul pada lansia di kalangan masyarakat kususnya lansia, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan secara rutin pada lansia, tetapi bisa dilakukan pula pada pre lansia, dewasa maupun pada remaja. Tujuan: meningkatkan derajat kesehatan pada lansia dan meningkatan kesadaran tentang deteksi dini Gula Darah Sewaktu dan Asam Urat pada lansia di posbindu SEHATI Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta. Metode: PKM dilaksanakan dengan dengan cara pemeriksaan GDS dan Asam Urat dengan alat easy Touch. Hasil: Terdapat lansia yang dilakukan pemeriksaan sebanyaka 46 lansia yang terdiri 32 lansia perempuan dan lansai laki laki 14. Terdapat GDS tertinggi 276 mmHg dan terendah 90 mmHg. Adapun untuk pemeriksaan Asam Urat tertinggi 9 mg/dl dan terendah 5 mg/dl. Pembahasan: Diketahui lansia dengan kadar GDS dan Asam Urat dari nilai normal sampai dengan hasil pemeriksaannya tinggi, kegiatan dilakukan evaluasi dengan melihat hasil pemeriksaan kadar GDS dan Asam Urat serta jumlah peserta dalam kegiatan dengan mengikuti proses pemeriksaan dengan baik, selanjutnya dilaporkan hasil kegiatan ke Puskesmas. Kesimpulan terdapat GDS tertinggi 276 mmHg, Asam Urat tertinggi 9mm/dl. Saran diharapkan dengan hal tersebut lansia menyadari mengenai pentingnya dalam menjaga dan memperbaiki pola hidup agar lebih sehat.
Efektifitas Senam Bugar Lansia sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan Fisik dalam Mendukung Lansia Tangguh Suyamto, Suyamto; Aprilia, Eva Nurlina
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4667

Abstract

Senam bugar atau olah raga akan membawa pengaruh pada sistem kardiovaskuler untuk memperbaiki system kerja jantung kemampuannya. Terdapat banyak pembuluh darah yang dibentuk dalam jaringan yang aktif supaya mampu memperbaiki penyediaan makanan serta oksigen, gerak badan akan membakar lemak berlebihan didalam system serta menghambat kandungan lemak di dalam pembuluh darah, dengan demikan mampu mengurangi terjadinya thrombosis Tujuan dari senam ini adalah meningkatkan kesehatan fisik pada lansia. Adapun untuk latihan 15-20 menit, sebanyak 1 minggu sekali latihan senam bugar ini dilakukan. Metode ini dilakukan pada lansia untuk meningkatkan derajat kesehatan pada lansia yaitu dengan Pendidikan kesehatan dilanjutkan untuk senam bugar lansia Kegiatan ini dilakukan :1. Persiapan pembuatan proposal, 2. Pengajuan ijin PKM melalui dinas kesehatan, 3. Melakukan kontrak dengan posyandu lansia, 4. Pelaksanaan kegiatan penkes dan simulasi senam bugar lansia yaitu: dilakukan tanggal 14 Oktober 2024 pukul 09.00-12.30 wib. Didampingi ketua kader, bidan desa, penggerak pkk simulasi dan praktek. 5.Evaluasi ini berjalan dengan baik dan lancar, lansia mengikuti penjelasan dan senam bugar lansia, manfaatya, dan melakukan senam bugar lansia dan pentingnya senam bugar lansia. 6.RTL dalam kegiatan ini adalah dibentuknhya program rutin senam bugar lansia dalam posyandu. Hasil: dilakukannya secara teratur dalam kurun waktu 1x dalam satu minggu, latihan 15-20 akan meningkatkan derajat kesehatan lansia.
Peran Parenting dan Grand Parenting sebagai Upaya Penerapan Tugas Perkembangan Keluarga dalam Menurunkan Kejadian Stunting pada Balita Suyamto, Suyamto; Aprilia, Eva Nurlina
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i2.5997

Abstract

Salah satu indikator Kesehatan yang dinilai keberhasilan pencapaiannya dalam SDG’s (Sustainable Development Goals) adalah status gizi anak balita. Masa anak balita merupakan kelompok yang rentan mengalami kurang gizi salah satunya adalah Stunting. Stunting merupakan kondisi tinggi badan seseorang yang kurang dari normal berdasarkan usia dan jenis kelamin. Tinggi badan merupakan salah satu jenis pemeriksaan antropometri dan menunjukkan status gizi seseorang. Adanya stunting menunjukkan status gizi yang kurang (malnutrisi) dalam jangka waktu yang lama (kronis). Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak balita dibawah 5 (lima) tahun yang disebabkan karena kekurangan gizi sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kegiatan ini dilakukan pada orangtua yang memiliki balita dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan orangtua melalui peran parenting dan grand parenting sebagai upaya dalam menurunkan kejadian stunting pada balita. Kegiatan ini dilakukan :1. Persiapan pembuatan proposal, 2. Pengajuan ijin PKM melalui dinas kesehatan, 3. Melakukan kontrak dengan posyandu Lansia, 4. Pelaksanaan pre test, 5. Pelaksanaan kegiatan penkes dan 6. Pelaksaan post test, yaitu : dilaksanakan tanggal 14 Oktober 2024 pukul 09.00-12.30 WIB. Didampingi ketua kader, bidan desa, penggerak PKK. Evaluasi kegiatan berjalan dengan baik dan lancar serta terjadi peningkatan pengetahuan peran parenting dan grand parenting sebesar 26,6%.
Digital Transformation in the Hospitality Industry: Improving Efficiency and Guest Experience Amirulloh Anwar, Fahmi; Deliana, Dian; Suyamto, Suyamto
International Journal of Management Science and Information Technology Vol. 4 No. 2 (2024): July - December 2024
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijmsit.v4i2.3201

Abstract

Digital transformation in the hospitality industry has become critical in improving operational efficiency and guest experience. This study aims to analyze the impact of implementing digital technologies, such as Artificial Intelligence (AI), the Internet of Things (IoT), and big data analytics, on operational performance and guest satisfaction in star-rated hotels in Indonesia. Using a qualitative descriptive approach, this study was conducted through in-depth interviews with operational and IT managers from five-star-rated hotels in Jakarta and Bali, which have adopted digital technologies in their operational activities. The results showed that implementing a cloud-based property management system can increase operational efficiency by up to 30%. In comparison, using AI, such as chatbots, can reduce staff workload by up to 70%. The use of big data analytics also allows hotels to provide more personalized services, increasing guest satisfaction by up to 15%. The study also found that contactless digital technologies, which have become increasingly important during the COVID-19 pandemic, improve guests’ perceptions of safety and comfort. However, system integration, staff training, and initial investment costs are the main challenges faced. The study concluded that digital transformation significantly improves hotel efficiency, guest satisfaction, and competitiveness in an increasingly competitive market. Continuous adoption of digital technologies is highly recommended to maintain the relevance of the hospitality industry in the future.
Building Sustainable Branding in the Hospitality & Tourism Industry: Integrating Corporate Identity, Social Responsibility, and Reputation Suyamto, Suyamto; Deliana, Dian; Sujatmiko, Sujatmiko
International Journal of Management Science and Information Technology Vol. 5 No. 2 (2025): July - December 2025
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijmsit.v5i2.4609

Abstract

This study explores the association of corporate identity, social responsibility, and reputation in the development of successful sustainable branding in the hospitality and tourism sector of Indonesia. We used mixed methods applying quantitative analysis and collect the data in a systematic arrangement from various big cities considering the tourists. A 1,219-panel sample of small to medium-sized businesses were surveyed. Our conclusions are that many companies have successfully created an organizational identity internally through the alignment of communicated values and management's daily actions. Social and environmental obligations are demonstrated in supporting local communities, energy conservation and preservation of the culture. There are still a few that are not officially documented, but everybody knows these to be part of the company’s overarching strategy. Corporate image, from a job evaluation standpoint, is supported by open communication, listening to feedback and a digital presence. The results of the path analysis support the effect of corporate identity on social action and reputational perception. And the connection between social responsibility and reputation is robust. Relationships between variables remain constant, while regional comparisons reveal diverse trends. Bali is the most advanced when it comes to identity and reputation, with Lombok and Labuan Bajo concentrating more on community engagement. Interviews and focus groups reveal that involvement of the staff in social activities also contributes to sense of ownership and pride in the workplace. The fusion of values, participation and regular behavior author the maintenance of public trust in an industry so based on perception.
Edukasi Terapi Brain Gym, Monitoring Tekanan Darah dan Glukosa Darah pada Kelompok Lansia Prolanis di Kelurahan Bener Widyarani, Linda; Kustanti, Cecilya; Haryono, Rudi; Priliana, Wiwi Kustio; Suyamto, Suyamto; Wulandari, Eny Septi; Pujiastutik, Yanik; Wahyu, Franciska; Kumara, Maria Sasa; Susilowati, Rini; Fahmi, Septia
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/kkj43s25

Abstract

Bertambahnya usia, menyebabkan lansia mempunyai risiko mengalami penurunan daya ingat. Kondisi tersebut dapat dicegah dengan terapi brain gym yang dilakukan secara rutin. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang pengertian, tujuan dan manfaat terapi brain gym, dan juga teknik gerakan pada terapi brain gym, serta monitoring tekanan darah dan kadar glukosa darah pada lansia. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah ceramah dan simulasi, melalui media audio visual berbentuk video, dengan instrument berupa kuesioner. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa 76% mitra mempunyai pengetahuan dengan kategori baik, setelah diberikan edukasi dan pendidikan kesehatan. Kegiatan ini juga menunjukkan secara signifikan terdapat perbedaan pengetahuan mitra sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan p-value 0,000. Selain itu, juga terdapat perbedaan tekanan darah, antara sebelum dan sesudah intervensi dengan p-value 0,000. Terapi brain gym dapat dijadikan sebagai alternatif terapi non farmakologis dalam mencegah penurunan daya ingat, dan juga manajemen hipertensi serta diabetes mellitus tipe 2 pada lansia.   
Building Sustainable Branding in the Hospitality & Tourism Industry: Integrating Corporate Identity, Social Responsibility, and Reputation Suyamto, Suyamto; Deliana, Dian; Sujatmiko, Sujatmiko
International Journal of Management Science and Information Technology Vol. 5 No. 2 (2025): July - December 2025
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijmsit.v5i2.4609

Abstract

This study explores the association of corporate identity, social responsibility, and reputation in the development of successful sustainable branding in the hospitality and tourism sector of Indonesia. We used mixed methods applying quantitative analysis and collect the data in a systematic arrangement from various big cities considering the tourists. A 1,219-panel sample of small to medium-sized businesses were surveyed. Our conclusions are that many companies have successfully created an organizational identity internally through the alignment of communicated values and management's daily actions. Social and environmental obligations are demonstrated in supporting local communities, energy conservation and preservation of the culture. There are still a few that are not officially documented, but everybody knows these to be part of the company’s overarching strategy. Corporate image, from a job evaluation standpoint, is supported by open communication, listening to feedback and a digital presence. The results of the path analysis support the effect of corporate identity on social action and reputational perception. And the connection between social responsibility and reputation is robust. Relationships between variables remain constant, while regional comparisons reveal diverse trends. Bali is the most advanced when it comes to identity and reputation, with Lombok and Labuan Bajo concentrating more on community engagement. Interviews and focus groups reveal that involvement of the staff in social activities also contributes to sense of ownership and pride in the workplace. The fusion of values, participation and regular behavior author the maintenance of public trust in an industry so based on perception.
GALUR KEDELAI HITAM PROSPEKTIF UNTUK AGROEKOSISTEM INDONESIA Adie, M. M.; Suyamto, Suyamto; Krisnawati, Ayda
Agrin Vol 12, No 2 (2008): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2008.12.2.93

Abstract

Kedelai hitam penting untuk bahan baku kecap dan dalam dekade terakhir permintaannya meningkat.Prospek lima galur harapan kedelai hitam (9837/K-D-8-185, 9837/K-D-3-185-195, W/9837-D-6-220, 9837/K-D-3-185-82 dan 9837/W-D-5-211) dikaji di 18 sentra produksi kedelai di Jabar, DIY, Jatim, Bali dan NTB padamusim kemarau. Varietas Cikuray, Wilis dan Burangrang digunakan sebagai pembanding. Penelitian dilakukantahun 2004 – 2006, menggunakan rancangan acak kelompok dengan empat ulangan. Ukuran petak 2,0 m x 4,5m, jarak tanam 40 cm x 15 cm, dua tanaman per rumpun. Pemupukan dengan 50 kg Urea, 100 kg SP36 dan 75kg KCl per ha diberikan secara sebar merata sebelum tanam. Pengendalian gulma, hama dan penyakit dilakukanintensif. Ragam 18 agroekosistem dan potensi genetik delapan galur berlainan dan menyebabkan terjadinyainteraksi genotipe x lingkungan (G x L). Rata-rata hasil biji dari 18 lokasi berkisar dari 2,09 hingga 2,92 t/ha(rata-rata 2,36 t/ha) dan rentang hasil dari delapan galur beragam dari 2,03 hingga 2,51 t/ha. Varietas Cikurayberdaya hasil 2,03 t/ha; dan lima galur kedelai hitam memiliki daya hasil 18% lebih tinggi dibandingkanCikuray, bahkan kelima galur kedelai hitam juga mampu berproduksi lebih tinggi dibandingkan varietas kedelaipopuler saat ini yaitu Wilis (2,36 t/ha) maupun varietas kedelai berbiji besar Burangrang (2,20 t/ha).Agroekosistem budidaya kedelai di Indonesia sangat beragam, sehingga diperlukan galur yang mampu berdayahasil relatif stabil pada lingkungan tersebut. Galur 9837/W-D-5-211 (2,46 t/ha) memiliki fluktuasi hasil di 18lokasi relatif kecil, karenanya dinilai paling prospektif untuk agroekosistem Indonesia.Kata kunci : kedelai hitam, potensi hasil ABSTRACTBlack soybean is an important raw material for soy-sauce industries, which its demand is increasing at thelast decade. Five prospective of black soybean lines (9837/K-D-8-185, 9837/K-D-3-185-195, W/9837-D-6-220,9837/K-D-3-185-82 dan 9837/W-D-5-211) were tested at 18 locations of soybean production areas in WestJava, Yogyakarta, East Java, Bali and West Nusa Tenggara. Cikuray, Wilis and Burangrang were used as checkvarieties. The experiment was done during dry season 2004-2006, by using randomized block design with fourreplicates. The plot size was 2,0 m x 4,5 m, 40 cm x 15 cm plant distance, two plants/hill, and fertilized by 50 kgUrea, 100 kg SP36 and 75 kg KCl per ha. The results showed that the soybean agroecosystems were vary among18 locations, caused significantly interaction between genotype x environments (G x E). The seed yield averagefrom 18 locations was 2,09-2,92 t/ha (average 2,36 t/ha) and seed yield of eight genotypes was from 2,03 until2,51 t/ha. The Cikuray seed yield was 2,03 t/ha. Five black soybean lines have 18% higher yield than Cikuray,also higher comparing with the yield of populer variety of Wilis (2,36 t/ha) and large seed variety of Burangrang(2,20 t/ha). The high yield and stable promising lines were needed for soybean cultivation in Indonesianagroecosystem. Genotype of 9837/W-D-5-211 (2,46 t/ha) was identify as a relatively stable and prospective linefor Indonesian agroecosystem.Key words: black soybean, yield potential 
Analysis of Credential Methods with the Value of Ongoing Practice Professionalism Evaluation in A Private Hospital in Surakarta Sujiyanti, Sujiyanti; Suyamto, Suyamto
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 3 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i3.3203

Abstract

Nurses as professionals have a very important clinical role in realizing quality services oriented towards patient safety. To improve their performance, nurses are required to continuously improve their professionalism. Nurse performance is assessed using the Ongoing Professional Practice Evaluation (OPPE) assessment. Credentials are an effort to maintain the professionalism of nurses, but their implementation still varies. The credential method is carried out through several methods, namely viewing portfolios, interviews, written exams and practical exams. This study aims to determine differences in OPPE scores for nurses in the three groups of credentialing methods used. This research is a comparative descriptive study that compares OPPE in three groups of respondents who used the credential method, namely the group that used portfolios and interviews, portfolios, interviews and written tests; as well as portfolios, interviews, written exams and practical exams. The results of research on 60 respondents showed that the majority were aged 26 – 30 years (56.06%), female (66.7%), had a D3 education in Nursing (71.1%). The majority of OPPE scores are Good (66.67%) and the longer the nurse works, the better the performance score. There are differences in OPPE values for respondents who were credentialed using method 1, method 2 and method 3. The more credential methods used, the better the OPPE value obtained.