Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

ADVANCING CROP PRODUCTION SYSTEMS: INTEGRATING SUPERIOR VARIETIES AND PRECISION AGRICULTURE FOR SUSTAINABLE YIELD ENHANCEMENT Pramono Hadi; Marco Ferrari; Lucia Romano
Techno Agriculturae Studium of Research Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/agriculturae.v3i2.3563

Abstract

Global food demand continues to rise due to population growth, climate variability, and changing consumption patterns, placing increasing pressure on agricultural production systems. Conventional farming practices often struggle to achieve sustainable yield improvement while maintaining resource efficiency and environmental integrity. The integration of superior crop varieties with precision agriculture technologies has emerged as a promising strategy to enhance productivity, optimize input use, and promote sustainable agricultural development. This study aims to evaluate the effectiveness of integrating high-performing crop varieties with precision agriculture approaches in improving crop yield, resource efficiency, and production sustainability. The research focuses on identifying synergistic effects between genetic improvement and site-specific management practices in modern crop production systems. A mixed-methods approach was employed, combining field experiments, secondary agronomic data analysis, and precision farming measurements. Superior crop varieties were assessed under precision-managed conditions using variable-rate fertilization, sensor-based monitoring, and data-driven decision support systems. Yield performance, input efficiency, and environmental indicators were analyzed using descriptive statistics and comparative analysis. Results demonstrate that the combined application of superior varieties and precision agriculture significantly increased crop yields while reducing fertilizer and water inputs. Improved nutrient-use efficiency and yield stability were observed across different growing conditions. The study concludes that integrating genetic advancement with precision agriculture offers a viable pathway for sustainable yield enhancement. This approach supports resilient, efficient, and environmentally responsible crop production systems.
Pemanfaatan Internet of Things (IoT) dalam Pengembangan Pertanian Cerdas: Studi Komparatif Beberapa Negara Pramono Hadi; Basiroh Basiroh; Abdul Jalil
Jurnal Penelitian IPTEKS Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENELITIAN IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/penelitianipteks.v11i1.1559

Abstract

Internet of Things (IoT) telah menjadi salah satu teknologi kunci dalam transformasi pertanian modern melalui konsep smart farming. Teknologi ini memungkinkan pemantauan dan pengelolaan pertanian secara real-time berbasis data, sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan input, produktivitas, dan keberlanjutan sistem pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan IoT dalam sektor pertanian di beberapa negara serta mengidentifikasi tantangan dan faktor kunci keberhasilan implementasinya, khususnya dalam konteks negara berkembang. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional, dokumen kebijakan, serta laporan resmi yang dipublikasikan pada periode 2018–2025. Negara yang dikaji meliputi Belanda, Amerika Serikat, Jepang, India, dan Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa IoT berperan penting dalam pemantauan lahan dan tanaman, manajemen irigasi cerdas, deteksi dini hama dan penyakit, pengelolaan ternak, serta pengambilan keputusan berbasis data. Namun, implementasi IoT pertanian masih menghadapi tantangan utama berupa keterbatasan infrastruktur, biaya investasi tinggi, isu interoperabilitas dan tata kelola data, keamanan siber, serta rendahnya kapasitas sumber daya manusia. Di Indonesia, meskipun adopsi IoT masih terbatas, penerapan smart farming pada hidroponik, greenhouse, irigasi tetes, dan perikanan menunjukkan potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan IoT pertanian memerlukan pendekatan yang kontekstual, inklusif, dan didukung oleh kebijakan serta penguatan kapasitas kelembagaan.
Optimasi Konsentrasi POC Ampas Tahu dan AB Mix Untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Selada Hijau (Lactuca sativa L.) pada Sistem Hidroponik Wick Shifa Nur Fadillah; Pramono Hadi; Libria Widiastuti
Jurnal Penelitian IPTEKS Vol. 11 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/penelitianipteks.v11i2.5833

Abstract

Selada hijau (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan secara hidroponik karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan. Penggunaan nutrisi AB Mix secara terus-menerus dapat meningkatkan biaya produksi sehingga diperlukan alternatif sumber nutrisi yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Salah satu alternatif yang berpotensi dimanfaatkan adalah pupuk organik cair (POC) ampas tahu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi POC ampas tahu, konsentrasi AB Mix, serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada hijau pada sistem hidroponik wick. Penelitian dilaksanakan pada Januari 2026 di AA818_Hydroponic, Surakarta menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi POC ampas tahu (100, 150, dan 200 mL/L), sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi AB Mix (2, 3, dan 5 mL/L). Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 27 satuan percobaan dengan total 81 tanaman. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5% apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC ampas tahu berpengaruh sangat nyata terhadap panjang akar dan berat segar, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat konsumsi. Konsentrasi AB Mix tidak memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Interaksi antara POC ampas tahu dan AB Mix berpengaruh nyata terhadap panjang akar, berat segar, dan berat konsumsi. Kombinasi perlakuan K1A1 menghasilkan panjang akar terbaik sebesar 32,00 cm, sedangkan berat segar tertinggi diperoleh pada perlakuan K1A3 dan K2A2 sebesar 70,67 g, serta berat konsumsi tertinggi pada perlakuan K1A3 sebesar 68,00 g. Dengan demikian, POC ampas tahu berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi alternatif yang dapat dikombinasikan dengan AB Mix dalam budidaya selada hijau secara hidroponik sistem wick
Optimasi Kombinasi Media Tanam dan Konsentrasi POC Urine Kelinci untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Sawi Kailan (Brassica oleracea L.) pada Hidroponik Rakit Apung Alwin Diah Ambarwati; Pramono Hadi; Libria Widiastuti
Jurnal Penelitian IPTEKS Vol. 11 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/penelitianipteks.v11i2.5834

Abstract

Media tanam dan pupuk organik cair (POC) urine kelinci berpotensi meningkatkan pertumbuhan sawi kailan pada hidroponik rakit apung.  Menganalisis pengaruh media tanam, konsentrasi POC urine kelinci, dan interaksinya terhadap pertumbuhan serta hasil sawi kailan (Brassica oleracea L.). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan tiga jenis media tanam dan tiga konsentrasi POC urine kelinci. Data dianalisis menggunakan analisis ragam. Media tanam berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter, sedangkan interaksi media tanam dan POC berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman. Kombinasi rockwool dan POC urine kelinci 20 ml/liter menghasilkan pertumbuhan dan hasil terbaik. Temuan ini menunjukkan potensi pemanfaatan POC urine kelinci sebagai pupuk organik pada hidroponik. Kombinasi rockwool dan POC urine kelinci 20 ml/liter direkomendasikan untuk meningkatkan produktivitas sawi kailan.
Co-Authors Abdul Hakim Abdul Jalil Adi Prasetyo Adimas Duta Pamungkas Agni Astungkara Agung Mugi Prabowo Agung Mugi Widodo Alfina Arum Rahmadhani Alwin Diah Ambarwati Ambarwati Amir Junaidi Amir Santoso Ananda Sabil Hussein Anita Wijayanti Anita Wijayanti Arifa Isti Suwardi Arkan Ghazy Javier Qais Ary Astuti Asiah Jamil Bagus Andika Fitroh Basiroh Basiroh Burhanudin AY Dicky Wahyudi Ditho Bagus Kurniawan Diyah Eka Puji Astuti Dodi Suyanto Dony Dwi Prasetyo Dwi Prasetyo Dwi Sulilarto Eko Susilo Fatiha Danu Ega Femi Sulaswaty Firstnandiar Glica Aini Suniaprily Hafid Zakaria Ibnu Suryo Ibnu Suryo Ihsan Ihsan Fatkhurrozie Irma Wardani Ismiyanto Ismiyanto Istiatin Istiatin Istiatin Istiqomah Istiqomah Istiqomah Istiqomah Joko Kristianto Kartika Hendra Titisari Kartika Hendra Titisari Libria Widiastuti Libria Widiastuti Lucia Romano M Ihsan M. Ihsan Marco Ferrari Moh Masnur Moh. Masnur Muhammad Munib Khusni Malik Muhammad Risky Suwardi Muhammad Yusuf Furqony Ni Made Darmadi Partini Dwi Astuti Priyono Priyono Priyono Priyono Priyono Priyono Putri Awaliya Dughita Raditha Hapsari Ratna Damayanti Riana Rachmawati Dewi Rismawati Rismawati Rohmad Purwanto Rudatyo Sarsono Sarsono Setiyanto Setiyanto Shalahudin Mukti Prabowo Shifa Nur Fadillah Siti Mariam Siti Nurlela Siti Nurlela Sri Hartono Sri Julie Rahmawatie Srie Juli Rachmawatie Srie Juli Rachmawatie Srie Juli Rachmawatie Srie Juli Rachmawatie Srie Juli Rachmawatie Suharno Suharno Suharno Suharno Suharno Suharno Suharno Suparwi Suparwi Suwardi Suwardi Suwardi suwarto suwarto Tri Pamuji Asih Tri Pamuji Asih Tri Rahayu Tria Rosana Dewi Untung Subagyo Vidi Mercyana Yulianto Yulianto