Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Expressing Emotions in Activity Write a Poetry: an Investigation of Literacy Abilities (Ekspresi Emosi pada Aktivitas Menulis Puisi: Sebuah Investigasi Kemampuan Literasi) Turahmat Turahmat; Mohammad Afandi; Atikah Syamsi
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i1.13631

Abstract

Penelitian ini berupaya menawarkan dan menyajikan pembelajaran bahasa Indonesia yang menarik melalui pengungkapan emosi dalam kegiatan menulis puisi sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi berdasarkan pengalaman belajar bahasa siswa sekolah dasar di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimental). Penelitian ini mengambil sampel sekolah dasar di Jakarta, Bekasi dan Cirebon dengan jumlah sampel sebanyak 107 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, tes, dan observasi. Hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen sebesar 68,52 dan kelas kontrol sebesar 53,70. Hal ini menunjukkan bahwa pembiasaan literasi melalui ekspresi emosi membaca puisi cocok untuk meningkatkan kemampuan literasi bahasa siswa, sehingga pembiasaan literasi dapat menjadi alternatif bagi guru untuk meningkatkan kemampuan literasi bahasa siswa.This research seeks to offer and present interesting Indonesian language learning through conveying emotions in writing poetry activities as an effort to improve literacy skills based on the language learning experiences of elementary school students in Indonesia. This type of research is quasi-experimental (Quasi Experimental). This research took samples from elementary schools in Jakarta, Bekasi and Cirebon with a total sample of 107 respondents. The data collection techniques used in this research were questionnaires, tests and observations. The research results showed that the average learning outcome for experimental class students was 68.52 and that of the control class was 53.70. This shows that literacy habituation through the emotional expression of reading poetry is suitable for improving students' language literacy skills, so that literacy habituation can be an alternative for teachers to improve students' language literacy skills.
ACCELERATED LEARNING UNTUK ANAK SUPERNORMAL SERTA IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN DASAR Atikah Syamsi
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 2 No. 2 (2015)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v2i2.100

Abstract

Pelayanan pendidikan yang berdiferensiasi dengan menggunakan kurikulum yang berdiversifikasi dapat diimplementasikan melalui penyelenggaraan sistem percepatan kelas (akselerasi). Dengan sistem percepatan kelas, siswa yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa diberi peluang untuk dapat menyelesaikan studi di SD kurang dari 6 tahun (misalnya 5 tahun atau 4 tahun), di SLTP dan SMU masing-masing kurang dari 3 tahun (misalnya 2 tahun), dengan menyelesaikan semua target kurikulum tanpa meloncat kelas. Dari aspek kurikulum, pendidikan untuk anak cerdas istimewa membutuhkan diferensiasi kurikulum yaitu memberikan tugas dan kegiatan belajar yang berbeda dari rata-rata anak seusianya sesuai dengan kebutuhan belajarnya. Diferensiasi kurikulum bagi peserta didik cerdas istimewa dapat dilakukan melalui tiga jalur: enrichment (pengayaan) yaitu kegiatan belajar yang memungkinkan perluasan materi kurikulum, extension (pendalaman) yaitu kegiatan belajar yang memungkinkan investigasi bidang studi secara lebih mendalam, dan acceleration (percepatan) yaitu kegiatan belajar yang memungkinkan untuk menyelesaikan materi belajar dalam waktu yang lebih singkat.
OPTIMALISASI PEMBELAJARAN TEMATIK BERBASIS EXPERIENTIAL LEARNING UNTUK MADRASAH IBTIDAIYAH Atikah Syamsi
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v1i1.339

Abstract

ABSTRACTAmong alternative learning can be used to answer one of the problems in education related to the learning experience is to use the model of experiential learning that is almost similar to a scientific approach in thematic learning . Where thematic learning is more emphasis on the application of the concept of learning by doing something ( learning by doing ) . Therefore , teachers need to package or design a learning experience that would affect the significance of student learning. Learning experiences that demonstrate this relationship conceptual elements make the learning process more effective. Conceptual connection between subjects studied and will form the scheme , so that students will acquire knowledge of the unity and unanimity . Additionally , with the implementation of thematic learning in elementary school will help students , because according to the stage of development of students who still see everything as a whole (holistic).This research is a field (field research) is research by going directly to research places to observe and engage directly with the object of research . Type of research is qualitative research with inductive logic thinking . Sources of data in the study is the subject of where the data was obtained , the determination of the data is obtained by applying the population , meaning that the entire party in the role of research as a research target . Given in this study used a qualitative approach , the data analysis starts from the ground by using descriptive analytic method that is compiled by describing , interpreting data and analyzing all the things that are the focus of this researchKeywords : Experiential Learning, Thematic Learning,  Elementary School
STUDI LITERATUR PENDEKATAN QUR’ANIC TENTANG KARAKTER KETELADANAN BAGI GURU MI Atikah Syamsi
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v3i1.575

Abstract

ABSTRAKSemakin maraknya dunia pendidikan saat ini mengharuskan adanya peningkatan dalam alat-alat pendidikan baik itu bagi pengajar juga dalam fasilitas dan materinya. Selain peserta didik harus mempunyai persyaratan yang telah disebutkan, pendidik pun harus mempunyai SDM yang berkualitas, metode pengajaran yang tepat juga pendekatan yang sesuai dan kondisional disamping fasilitas yang memadai dan menunjang, semua hal ini merupakan penunjang dalam keberhasilan proses belajar mengajar bagi siswa.Adapun tafsir tematik yang diusung pada satu ayat al-Ahzab ini adalah membahas satu judul tertentu secara mendalam dan tuntas, sehingga tujuan dari tafsir tematik ini tercapai, adapun tujuannya ialah untuk menyelesaikan permasalahan yang diangkat secara tuntas sehingga diperoleh suatu kesimpulan yang dapat dijadikan pegangan, baik bagi mufassir sendiri maupun kalangan awam. Dalam kajian surat al-ahzab ayat 2 ini terdapat salah satu bentuk metode pendekatan yang dibutuhkan oleh peserta didik yang harus dilakukan oleh pendidik yakni terkait dengan karakter keteladanan yang harus dicontohkan dan ditampilkan oleh seorang pendidik agar proses belajar dapat tercapai dengan optimal. Sebab pendidikan Islam dalam pelaksanaannya membutuhkan metode yang tepat untuk menghantarkan kegiatan pendidikannya kearah tujuan yang dicita-citakan, bagaimanapun baik dan sempurnanya suatu konsep pendidikan , ia tidak akan berarti apapun manakala tidak mempunyai metode atau cara yang tepat dalam mentransformasikannya kepada peserta didik. Keyword : Tafsir Tematik, Karakter, Keteladanan
The Antecedents and Consequences of Using Online Learning in Elementary School During a Pandemic: A Systematic Literature Review Atikah Syamsi; Patimah Patimah; Heru Mudiyanto
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 9 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.11037

Abstract

AbstractThis study aims to trace and examine the antecedent perspectives and the consequences of online learning portraits in elementary schools during the pandemic by reviewing research articles published in reputable journals. Due to educators' efforts to reduce learning loss, it is hoped that it will be able to become an analytical force concerning driving causes and influencing factors. This research used a systematic literature review approach which uses published resources in the form of books, journals, and other scientific works. Analytical techniques are carried out through descriptive analysis techniques from online literature searches. In addition to using traceability, researchers also use biometric techniques with the VosViewer Visualization application. The goal is to biometrically map variables that are closely related to antecedents and consequences. After searching on Google Scholar, Ebsco, and Crossref using the keywords “Online Learning” AND “Pandemic Covid” AND “Learning Loss, researchers found 100 reputable journal articles (indexed by Scopus) that were relevant to the keyword. Of the 100 journal articles found, 22 journal articles were screened, while 22 journal articles were excluded because there were no full-text articles. As a result of the feasibility or compatibility examination of 78 full-text journals, 68 articles were found to be unfit due to duplications and/or failure to match the criteria, leaving 10 full-text journal articles that could be examined. The result obtained from the data analysis is that the factors of using online learning are the replacement of learning spaces in the classroom becoming classless and limitless. Besides that, the readiness in adapting online learning is also an important part of the expected changes because teachers are expected to also be able to accompany students in online learning. However, what is still found in some articles is the speed and ability of the school internet network which is also a driver for optimizing the use of online learning. The consequence is that emergency online learning during the Covid-19 Pandemic makes teachers have to practice special skills in adapting to technological developments, so teachers at the elementary level also need special training, either in program preparation or in continuous professional development, to create online course content that can be used by all students.Keywords: online learning, learning loss, elementary school, antecedents, consequences.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menelusuri dan mengkaji dari perspektif anteseden dan konsekuensi potret pembelajaran online di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) selama pandemi dengan strategi penelusuran terhadap artikel penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal bereputasi. Sehingga diharapkan mampu menjadi daya analisa terkait faktor pendorong (anteseden) dan faktor pengaruh sebagai konsekuensi dari upaya pendidik dalam meminimalisir learning loss. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Sistematik Literatur Reviu dengan menggunakan kajian terhadap sumber, baik berupa buku ataupun jurnal serta karya ilmiah lainnya. Teknik analisis yang dilakukan melalui teknik analisa deskriptif dari penelusuran literatur secara online menggunakan traceability dan juga menggunakan teknik biometrik dengan aplikasi VosViewer Visualization. Tujuannya adalah untuk memetakan secara biometrik variabel yang terkait erat dengan anteseden dan konsekuensi. Adapun hasilnya berdasarkan hasil pencarian di Google Schoolar, Ebsco dan Crossref menggunakan kata kunci “Online Learning” AND “Pandemic Covid” AND “Learning Loss, peneliti mendapatkan 100 artikel jurnal bereputasi (terindeks scopus) yang relevan dengan kata kunci. Dari 100 artikel jurnal yang ditemukan selanjutnya dilakukan screening, sedangkan 22 artikel jurnal dilakukan eksklusi karena tidak terdapat artikel full text. Dari hasil penilaian kelayakan atau kecocokan terhadap 78 jurnal full text, ada 68 artikel yang dinyatakan tidak layak karena ada duplikasi dan juga tidak sesuai dengan kriteria, sehingga diperoleh 10 artikel jurnal full text yang selanjutnya dapat direview. Hasilnya diperoleh anteseden (pendorong) pemanfaatan pembelajaran online yaitu adanya pengganti ruang belajar dalam kelas menjadi tanpa kelas dan tanpa batas, selain itu faktor kesiapan dalam melakukan adaptasi juga menjadi bagian penting dari perubahan yang diharapkan, karena guru sebagai pendamping siswa diharapkan juga mampu mendampingi siswa dalam pembelajaran online. Namun yang masih banyak ditemukan dalam sejumlah artikel ialah kecepatan dan kemampuan jaringan internet sekolah yang juga menjadi pendorong adanya optimalisasi pemanfaatan belajar online ini. Adapun konsekuensinya ialah pembelajaran online darurat selama pandemic Covid-19 membuat guru harus berlatih keterampilan khusus dalam melakukan adaptasi dengan perkembangan teknologi. Sehingga guru di tingkat SD/MI juga membutuhkan pelatihan khusus, baik dalam persiapan program atau dalam pengembangan profesional keberkelanjutan untuk menciptakan konten kursus online yang dapat digunakan oleh semua siswa.Kata kunci: online learning, learning loss, elementary school, antecedents, consequences.
PEMANFAATAN MEDIA AKTUAL LINGKUNGAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK LOWER CLASS DI MI/SD (Sebuah Inovasi Pembelajaran Matematika Berbasis Alat Peraga Sederhana) atikah Syamsi
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v3i1.4

Abstract

AbstrakMengapa siswa perlu belajar matematika dapat dijawab dengan penjelasan bahwa matematika merupakan pelajaran yang penting. Matematika merupakan bagian tak terpisahkan dari pendidikan secara umum. Jelas untuk memahami dunia kita dan kualitas keterlibatan kita dalam masyarakat diperlukan pemahaman matematika secara baik. Matematika merupakan suatu ilmu yang berhubungan dengan penelaahan bentuk –bentuk suatu struktur yang abstrak dan hubungan antara bentuk tersebut. Untuk dapat memahaminya, diperlukan pemahaman tentang konsep-konsep yang terdapat dalam Matematika. Karena sifatnya yang abstrak, maka dalam pembelajaran matematika masih diperlukan benda -benda yang menjadi perantara atau alat peraga yang berfungsi untuk mengkonkritkan sehingga fakta -faktanya lebih jelas dan lebih mudah diterima oleh siswa. Karenanya pula menjadi wajar jika anak-anak usia Dasar tidak mudah dalam memahami matematika. Pilihan media yang tepat bisa menjadi jembatan terhadap kesulitan siswa sekolah dasar dalam memahami pelajaran ini. maka dalam kegiatan pembelajaran hendaknya dapat memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Siswa aktif melakukan eksplorasi, percobaan, pengujian, diskusi atau kegiatan lain yang menekankan siswa aktif dalam belajar dengan memanfaatkan lingkungan sekitar.Keywords : Media, aktual, lingkungan, eksplorasi, pembelajaran matematika