Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Product Design

DESAIN ALAT BANTU MOBILITAS PENGGUNA LANJUT USIA UNTUK BERAKTIVITAS DI TEMPAT UMUM Simanjuntak, Paulina Angelita; Syarief, Achmad
Product Design Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Product Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

AbstrakManusia berusia lanjut memiliki daya tahan tubuh yang semakin melemah dan disertai menurunya kemampuan produksi antibodi (zat untuk melawan racun bakteri) sehingga mereka sangat rentan terhadap penyakit. Oleh karenanya orang lansia mudah terserang penyakit dan cenderung memiliki penurunan kemampuan tubuh untuk beraktivitas. Salah satu aktivitas yang paling terpengaruh adalah berjalan, hal tersebut dapat terjadi karena penyakit dan penurunan kualitas ketahanan tulang yang berakibat pada kecenderungan resiko patah tulang. Selain permasalahan yang menyangkut kesehatan dan daya tahan tubuh orang lansia, kondisi lingkungan dimana orang lansia beraktivitas juga menjadi permasalahan yang kerap ditemui karena masih sedikitnya ketersediaan fasilitas umum yang menunjang lansia untuk dapat beraktivitas dan beristirahat sejenak di tempat umum. Tempat duduk sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang memiliki permasalahan pada kaki, khususnya lansia, namun tempat umum seperti tempat berbelanja, mall, pasar dan tepi jalan seringkali belum dan tidak menyediakan tempat duduk atau berehat. Akibatnya aktivitas lansia menjadi terhambat karena aktivitas menerus tanpa istirahat yang memadai mengakibatkannya mudah merasa lelah dan mengalami pegal otot. Oleh sebab itu, dibutuhkan sebuah produk untuk membantu mobilitas para lansia saat beraktivitas di tempat umum dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Produk tersebut diharapkan dapat membantu lansia untuk dapat tetap melakukan perjalanan sehari-hari, baik di dalam maupun di luar ruangan dengan jarak tempuh yang tidak terlalu jauh (di bawah 10 km).Kata Kunci : alat bantu mobilitas, lanjut usia AbstractMany elderly people have weakened immune system due to deterioration in the production of antibodies that goes along with their ages. As results, elderly people have very susceptible to illness and easily loosen their ability to do active life including inability to walk and other independent activities. Aside of their health problems, elderly people need supportive environment to carry on their independent life which unfortunately cannot be accommodated well in Indonesia. Most public areas, such as shopping malls, markets, and pedestrians are built without proper support for elderly people to have temporary rests either to sit or relax. This lack of supportive facilities prove as negligence for those who are in need the most, as many elderly people have common leg problems which require periodical rests during activities. Based on this issue, the research was sought to develop a product that may support the independent mobility of elderly people, especially within public areas. The proposed design is expected to provide proper assistance for elderly people to enjoy and to carry on their daily active life in the public environment albeit within limited distances (under 10 km).
DESAIN SARANA BERKEBUN DAN BERMAIN UNTUK ANAK USIA 4 – 6 TAHUN DI TAMAN KANAK-KANAK Herdianing, Muninggar; Syarief, Achmad
Product Design Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Product Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Berkebun sebagai salah satu aktivitas yang membantu meningkatkan kecerdasan naturalis anak. Berkebun dapat melatih kesabaran, memupuk tanggung jawab, membangun emosi dan empati. Melalui pemahaman proses tumbuh tanaman, anak dapat memacu pembelajaran aspek kognitif terkait fenomena alam dan berjalannya siklus mahluk hidup. Kecerdasan naturalis atau kecerdasan alam sendiri menurut Howard Gardner merupakan kemampuan untuk mengenali dan mengelompokkan serta menggambarkan berbagai macam keistimewaan yang ada di lingkungannya. Anak-anak, terutama pada usia 4 hingga 6 tahun, membutuhkan stimulasi yang tepat untuk meningkatkan aspek perkembangan kemampuan ini. Dengan demikian muncullah peluang untuk mengembangkan perlengkapan berkebun yang menyenangkan dan dapat digunakan sebagai sarana untuk menstimulasi pembelajaran dan perkembangan anak.
SARANA AKTIVITAS GERAK UNTUK ANAK AUTISME MENGGUNAKAN STIMULI CAHAYA DENGAN WIRELESS REMOTE CONTROL Surya, Made Widyadhita; Syarief, Achmad
Product Design Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Product Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Autisme merupakan kondisi yang mengakibatkan penderitanya kesulitan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi. Kondisi ini dapat mempengaruhi kondisi tubuh penderita karena mereka cenderung untuk menarik diri dari kehidupan sosial dan memiliki resiko lebih besar menjadi kelebihan berat badan atau obesitas. Hal ini terjadi terutama pada kasus anak autisme. Untuk mengintervensi masalah kesehatan ini, banyak terapis yang memberikan pelatihan gerak tubuh sebagai cara untuk latihan. Namun, jarang sekali ditemukan adanya fasilitas yang memadai untuk memberikan latihan untuk anak-anak dengan kasus autisme. Berdasarkan kebutuhan ini, proyek ini mengembangkan sebuah fasilitas untuk aktivitas fisik sederhana yang menggabungkan dengan rangsangan cahaya yang interaktif. Diharapkan bahwa produk yang didesain dapat membantu terapis untuk memberikan latihan bagi anak-anak autisme dengan tujuan mengurangi resiko mereka memiliki kelebihan berat badan.
RANCANGAN PRODUK INTERAKTIF SEBAGAI MEDIUM PENINGKATAN AKTIVITAS SOSIALISASI UNTUK MEREDAM STRES DI LINGKUNGAN KERJA Kusumawardhani, Sabila; Syarief, Achmad
Product Design Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Product Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Perkembangan ekonomi Indonesia yang cukup pesat, mendorong semakin ekstensifnya kualitas dan kuantitas kerja. Hal tesebut dapat memicu peningkatan stres di ruang kerja, sehingga lambat laun dapat berpengaruh terhadap kondisi fisik dan mental seseorang. Oleh karena itu, upaya meredakan stres melalui pengalihan rutinitas kerja dalam bentuk realaksasi, olahraga ringan, dan bersosialisasi dengan orang lain menjadi sesuatu yang sangat penting, tidak hanya bagi individu pekerja namun juga bagi kelompok, keluarga, dan masyarakat dimana individu tersebut berada. Berdasarkan premis bahwa upaya meredakan stres dapat berjalan bersamaan dengan dorongan individu untuk bersosialisasi dan berkomunikasi dalam lingkungan ruang kerja, dalam proyek Tugas Akhir Desain Produk ini direncanakan dan dirancang alat pereda stres yang sekaligus berfungsi sebagai medium sosialisasi antar individu. Produk dirancang untuk memicu kegiatan sosialisasi melalui fungsi permainan cahaya sehingga diharapkan dapat menciptakan kondisi lingkungan kerja yang lebih ramah, menyenangkan, serta meningkatkan peran sosialisasi sebagai bentuk pengalih rutinitas kerja. Dengan meningkatnya iklim komunikasi antar pekerja dan terciptanya kondisi lingkungan kerja yang lebih nyaman, maka kondisi stres akibat kerja diharapkan dapat diminimalisir.// //
PENGEMBANGAN DESAIN ALAT BERMAIN UNTUK ANAK TK BERBENTUK MODULAR MENGGUNAKAN KONSEP BIOMIMICRY BERDASARKAN LOKOMOSI ULAT MANDUCA SEXTA Haslina, Rossy; Syarief, Achmad
Product Design Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Product Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Masa usia dini adalah masa keemasan dalam proses tumbuh kembang anak karena pada masa inilah anak dapat mengambil manfaat dari aktivitasbermain yang turut membekalinya dengan kemampuan dasar dalam proses tumbuh kembang dirinya. Periode usia dini dapat dianalogikan denganperiode ulat yang mencari nutrisi sebagai bekal untuk bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Dalam proyek Tugas Akhir, penulis mengkaji aktivitasbermain anak TK untuk mengembangkan rancangan alat bermain untuk anak TK dengan menggunakan konsep biomimicry berdasarkan lokomosi ulattanduk tembakau (Manduca sexta). Tujuan pengembangan alat bermain ini adalah untuk menghasilkan produk alat bermain baru yang dapatdipergunakan dalam melatih kemampuan motorik kasar anak pada periode usia dini perkembangan dirinya.
PERSEPSI IMEJ LUCU DALAM PRODUK MUG (STUDI KASUS : MAHASISWA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG) Sabrina, Novita Astari; Syarief, Achmad
Product Design Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Product Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Cuteness merupakan imej relatif karena bergantung pada pemahaman akar kata dan budaya. Perbedaan yang diakibatkan pemahaman akar kata dan budaya mengakibatkan makna yang dihasilkan berbeda pula. Di Indonesia, imej cute diartikan „lucu‟ yang berakar dari pemahaman makna jenaka. Penelitian ini mengkaji persepsi orang Indonesia terhadap imeh „cute‟ („lucu‟) pada produk mug sebagai obyek studi, dengan menggunakan metode rating semantic differensial dan PrEmo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konteks imej „lucu‟ pada produk lebih mendekati makna atraktif dibandingkan dengan „cute‟.