Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH MENEGAH PERTAMA Rosmawaty Rosmawaty; Muh Yahya; Andi Syukriani; Elpisah Elpisah
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v6i1.8670

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif, yang bertujuan untuk mengetahui: 1) kepemimpinan kepala sekolah , 2) tingkat motivasi guru, 3) tingkat kinerja guru. Populasi penelitian seluruh guru SMPN 14 Tanralili Maros sebanyak 23 orang. Pengambilan sampel mengunakan metode (sampling jenuh), maka sempel berjumlah 23 orang. Pengumpulan data melalui penyebaran angket, dokumentasi. Analisis data mengunak analisis deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif secara signifikan terhadap kinerja guru, dimana nilai t hitung >t tabel (6.292 > 2.086), 2) motivasi guru berpengaruhan positif secara signifikan terhadap kinerja guru, dimana nilai t hitung >t tabel (7.236 > 2.086), 3) kepemimpinan kepala sekolah motivasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru SMPN 14 Tanralili Maros, kontribusinya sebesar 89.4 %. Disimpulkan bahwa kepemipinan kepala sekolah motivasi guru berpengaruh positif secara signifikan terhadap peningkatan kinerja guru SMPN 14 Tanralili Maros.
Pelatihan Karya Ilmiah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Bagi Guru SMAN 3 Takalar Alfiah Nurfadhilah AM. Hindi; Andi Syukriani; Elpisah; Inayanti Fatwa
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku472

Abstract

Penelitian tindakan kelas menjadi salah satu indikator penting untuk meningkatkan profesionalisme guru. Dengan melakukan PTK, guru-guru diharapkan dapat menemukan sesuatu yang dapat digunakan dalam peningkatan kualitas proses belajar dan mengajar, yang pada akhirnya membantu meningkatkan kulaitas pendidikan secara nasional. Untuk itu, kegiatan ini akan memberikan pelatihan penulisan karya ilmiah penelitian tindakan kelas (PTK) bagi guru. Adapun luaran kegiatan ini mengacu pada tujuan yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah: (1) Guru Mampu memahami dan terampil dalam menyusun PTK dan (2) Guru mampu melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas. kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta pelatihan dalam membuat karya ilmiah penelitian tindakan kelas (PTK) khususnya dalam pembuatan proposal peneltiian tindakan kelas. Selain itu, para peserta mampu menyusun tulisan penelitian tindakan kelas (PTK) sesuai dengan prosedur yang telah disampaikan pada pelatihan.
Pelatihan Penggunaan Alat Peraga IPA Matematika Bagi Guru-Guru di Kabupaten Pangkep Andi Syukriani; Nur Aslindawati; Rusdianto; Isma Muthahharah
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku621

Abstract

Penggunaan alat peraga IPA matematika yang sederhana ini bertujuan untuk mengarahkan dan membantu guru-guru SD dan SMP di Kabupaten Pangkep SulSel memahami konsep materi yang diberikan. Hasil dari kegiatan ini yaitu menunjukkan antusiasme para guru untuk menanggapi materi penggunaan alat peraga IPA matematika yang disajikan, hal ini di tandai dengan adanya guru yang mengajukan pertanyaan, saran dan kritik. Terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman guru tentang konsep IPA matematika serta manfaat alat peraga dalam pembelajaran matematika SD dan SMP. Adanya respon positif dari para peserta yang ditandai dengan pengisian instrumen berdasarkan aspek dan indikator yang diberikan.
Model Struktural dalam Menilai Antar-Hubungan antara Faktor Internal dan Faktor Eksternal terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas X SMA Negeri di Kota Makassar Andi Syukriani
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 1 (2013): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat217502013

Abstract

DOWNLOAD PDFMasalah  utama  yang  diperhatikan  dalam  penelitian  ini,  adalah  bagaimana  antar-hubungan faktor  internal  (konsep  diri  matematika  dan  minat  belajar  matematika)  dan faktor  eksternal  (pola  asuh  orang  tua  dan  fasilitas  belajar)  terhadap  prestasi  belajar matematika siswa  kelas  X  SMA  Negeri  di  kota  Makassar. Populasi  dalam  penelitian  ini adalah semua siswa kelas X SMA Negeri di kota Makassar. Data dikumpulkan melalui 348 sampel  yang  terpilih  dengan  teknik  sampling  rambang  berstrata  (Stratified  random sampling), dengan  menggunakan  skala  penilaian  pola  asuh  demokratis,  fasilitas  belajar, konsep diri matematika, dan minat belajar matematika serta tes prestasi belajar matematika yang  terstruktur  sebagai  instrumen  penelitian.  Prosedur  analisis  data  dimulai  dengan  uji validasi  dan  reliabilitas  instrumen  melalui  analisis  faktor  konfirmatori,  diikuti  dengan verifikasi model untuk memperoleh model struktural tahap final. Terakhir, analisis mediasi variabel  intervening  dilakukan  terhadap  model  struktural  tahap  final.Hasil  penelitian memberikan gambaran bahwa konsep diri matematika siswa kelas X SMA Negeri di Kota Makassar  berada  pada  kategori  sedang  dengan  rata-rata  26,17  sedangkan  minat  belajar matematika  siswa  kelas  X  SMA  Negeri  di  Kota  Makassar  berada  pada  kategori  tinggi dengan  rata-rata  47,34.  Kemudian  pola  asuh  demokratis  siswa  kelas  X  SMA  Negeri  di Kota Makassar berada pada kategori baik dengan rata-rata 53,58 sedangkan fasilitas belajar siswa kelas X SMA Negeri di Kota Makassar berada pada kategori sangat lengkap. Prestasi belajar  matematika  siswa  kelas  X  SMA  Negeri  di  Kota  Makassar  berada  pada  kategori kurang dengan rata-rata 3,98. Hasil penelitian juga memberikan dukungan terhadap usulan model  aplikatif  yang  menggambarkan  antar-hubungan  faktor  internal  dan  eksternal  dalam menjelaskan prestasi belajar matematika siswa.Kata kunci:   Minat belajar, konsep diri, prestasi belajar matematika
PENANAMAN NILAI NILAI KEWIRAUSAHAAN MELALUI PROGRAM BISNIS PADA JURUSAN KRIYA KERAMIK DI SMK NEGERI 3 GOWA Andi Muhammad Ilham Baso; Husain AS; Andi Syukriani
Jurnal Ilmiah Pena: Sains dan Ilmu Pendidikan Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Pena Volume 12 Nomor 2 November 2021
Publisher : STKIP Pembangunan Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54776/jip.v13i2.289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanaman nilai-nilai kewirausahaan kepada siswa melalui program bisnis di SMK Negeri 3 Gowa serta hambatan-hambatan yang dihadapi selama proses penanaman nilai-nilai kewirausahaan melalui program bisnis di SMK Negeri 3 Gowa dan penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 3 Gowa yang terletak di Jalan Mesjid Raya No.46 Kelurahan Sungguminasa Kabupaten Gowa selama 2 bulan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang dimana jenis penelitian kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan naturalistik yang lebih mengarah pada studi kasus (case study). Berdasarkan hasil penelitian mengenai Penanaman Nilai-nilai Kewirausahaan Melalui Program Bisnis Pada Siswa/Siswi Jurusan Desain Produksi Kriya Kreatif Keramik di SMK Negeri 3 Gowa diperoleh kesimpulan bahwa Guru Kewirausahaan sebagai subjek penelitian memiliki kemampuan dalam hal melakukan pembelajaran dan memberikan pemahaman tentang mata pelajaran program bisnis kepada siswa/siswi jurusan kriya kreatif keramik meskipun kurang signifikan baik dalam segi materi dan sebagainya. Walaupun dalam ilmu dan pemahaman yang terbatas guru kewirausahaan selaku subjek penelitian dapat membantu siswa/siswi jurusan desain produksi kriya kreatif keramik selaku objek untuk dapat memahami sedikit tentang isi dari mata pelajaran program bisnis tersebut. Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan adalah dengan adanya penanaman nilai-nilai kewirausahaan melalui program bisnis dapat membantu siswa/siswi dalam menemukan jati dirinya untuk menjadi seorang wirausahawan (enterpreneurship). Kata Kunci      : Penanaman Nilai-Nilai Kewirausahaan, Program Bisnis
Strategic Competencies of Prospective Teacher Students Based on Cognitive Style and Gender Andi Syukriani
AlphaMath : Journal of Mathematics Education Alphamath: Vol. 9, No. 1, May 2023
Publisher : Department of Mathematics Education, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/alphamath.v9i1.17202

Abstract

This study aims to describe the strategic competencies of prospective teacher students based on cognitive style and gender in formulating, representing and solving problems. This type of research was descriptive qualitative. The supporting instruments were the GEFT (Group Embedded Figure Test) and the task of mathematical non routine problem contained several mathematical concepts, namely circles, trigonometry, and triangles. The research subjects consisted of 2 males Field Independent (FI) and 2 females Field Independent (FI), 6 females Field Dependent (FD) and 4 males Field Dependent (FD). Data was collected through documentation of solving mathematical problem and interview results. The data validity method used method triangulation and referencial adequacy checks. Research datas were analyzed by reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results showed that  FI females and males  were more analytical than FD females and males. FI males and FI females both understood problem situations by drawing, but FI males recognized the circle concept more quickly and confidently than FI females. FI females were more analytical in the process of transferring problem situations into pictures than FI males. FI males and FI females both represented problem situations in pictures and symbols but FI females tended to have more logical pictures and symbols than FI males. FD females tended to understand problem situations by drawing more than FD males, therefore FD females were said to be more analytical in transferring problem situations into pictures compared to FD males. The four types of subjects did not arrive at a correct final solution.
Peningkatan Pemahaman Konsep Matematika dan IPA melalui Penggunaan Alat Peraga Bagi Guru SMP di Kabupaten Maros Provinsi Sulawasi Selatan Rasjid, Yusniar; Andi Syukriani; Nova Dwi Pratiwi Sulastri; Andi Dewi Rizka Ainulia; Israwati Akib
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2022): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v1i1.1965

Abstract

If students can present concepts in the multiple representations form (verbals, symbols, pictures and concrete objects) and know the structural, students are said to have understood the concept. Props are media that contain concepts in it. Maximizing the use of prop can be related to the characteristics possessed by students. There are different characteristics in students during the process of processing information to generate ideas, especially characteristics in the form of gender (male and female) and cognitive style (Field Independent (FI) and Field Dependent (FD)). The results of the integration of the use of props and the characteristics contained in students to produce a series of activities to maximize the use of props in learning are: (1) Adjusting and understanding the concepts in the props in two other forms (multi-representation), for example with verbal forms and symbols. or in the form of pictures and symbols; (2) Get used to girls to re-explain or justify the three forms of representation of the concept; (3) Ensuring girls can draw pictures of concepts being constructed; (4) Ensure that boys are aware of and reflect on their knowledge and experiences; (5) Ensure that male students get an image of the concept that is being constructed. The results of this training were responded well by the participants and increased the interest and motivation of teachers in creating simple teaching props and using them optimally.
PKM Pelatihan dan Pendampingan Karya Tulis Ilmiah bagi Guru-Guru di SMP Negeri 3 Majene Hamzah Upu; Muhammad Darwis; Agusalim Juhari; Muhammad Yusran Basri; Andi Syukriani
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Volume 03 Nomor 02 (Oktober 2024)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jhp2m.v3i2.5866

Abstract

. Implementasi penelitian dalam kegiatan mengajar telah menjadi kebutuhan penting bagi guru. Melalui penerapan penelitian sambil mengajar, guru tidak hanya mengajarkan materi, tetapi juga memperoleh wawasan terkait aspek-aspek pembelajaran yang perlu diperbaiki. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini berfokus pada SMPN 3 Majene, Kabupaten Majene, yang menghadapi beberapa masalah, antara lain: (1) rendahnya penulisan karya ilmiah, sehingga pembelajaran jarang dievaluasi melalui riset, (2) kurangnya pengetahuan dan minat guru dalam menulis karya ilmiah, dan (3) minimnya pendampingan dalam membuat karya tulis ilmiah yang baik dan benar. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi pelatihan dan pembimbingan guru dalam menulis proposal, mengembangkan instrumen penelitian, mengumpulkan dan menganalisis data, serta menyusun laporan hasil penelitian. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa: (1) guru memahami konsep dasar karya tulis ilmiah dan penelitian, (2) guru mampu menyusun perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian, (3) keterampilan mengumpulkan dan menganalisis data hasil penelitian, serta (4) keterampilan menyusun laporan penelitian. Secara keseluruhan, 90% guru yang mengikuti pelatihan memahami cara melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) dan penelitian kuantitatif di kelas mereka
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS BERDASARKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA PADA MATERI PROGRAM LINEAR Syukriani, Andi; Juhari, Agusalim; Beoang, Irene Noni
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2024): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v9i2.4964

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari kemampuan komunikasi matematis berdasarkan kemampuan matematika pada materi program linear. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Calon subjek berasal dari salah satu Sekolah Menengah Atas Swasta tingkat XI di pinggiran kota Makassar. Subjek dipilih yang komunikatif dan berdasarkan kemampuan matematikanya dengan mengacu pada rentang nilai KKM di sekolah tersebut. peneliti sebagai instrumen utama menggunakan instrumen pendukung berupa pedoman wawancara yang divalidasi oleh dua validator. Teknik analisis meliputi mereduksi data, menyajikan data, serta penarikan kesimpulan (verifikasi). Penelitian ini menggunakan teknik keabsahan data triangulasi waktu dan kelengkapan referensi. Hasil penelitian adalah subjek berkemampuan matematika tinggi memiliki kemampuan komunikasi terkait konsep dan fakta yang benar tetapi tidak sistematis, memberikan contoh benar, menjelaskan ide matematika terkait prosedur yang benar tetapi tidak detail. Subjek berkemampuan sedang memiliki kemampuan komunikasi terkait konsep dan fakta yang tidak tepat karena menggunakan kalimat prosedur penyelesaian soal, tidak memberikan contoh yang tepat tetapi menggunakan ciri umum dan kalimat instruksi penyelesaian soal sebagai contoh, menjelaskan ide matematika terkait prosedur penyelesaian soal dengan tidak benar karena lebih menggunakan kalimat strategi penyelesaian soal. Subjek berkemampuan rendah memiliki kemampuan komunikasi matematis atas konsep dan fakta yang sangat minim dan penuh keragu-raguan serta menggunakan sedikit ciri umum prosedur penyelesaian soal.
Strategic Competencies of Prospective Teacher Students Based on Cognitive Style and Gender Syukriani, Andi
AlphaMath : Journal of Mathematics Education Alphamath: Vol. 9, No. 1, May 2023
Publisher : Department of Mathematics Education, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/alphamath.v9i1.17202

Abstract

This study aims to describe the strategic competencies of prospective teacher students based on cognitive style and gender in formulating, representing and solving problems. This type of research was descriptive qualitative. The supporting instruments were the GEFT (Group Embedded Figure Test) and the task of mathematical non routine problem contained several mathematical concepts, namely circles, trigonometry, and triangles. The research subjects consisted of 2 males Field Independent (FI) and 2 females Field Independent (FI), 6 females Field Dependent (FD) and 4 males Field Dependent (FD). Data was collected through documentation of solving mathematical problem and interview results. The data validity method used method triangulation and referencial adequacy checks. Research datas were analyzed by reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results showed that  FI females and males  were more analytical than FD females and males. FI males and FI females both understood problem situations by drawing, but FI males recognized the circle concept more quickly and confidently than FI females. FI females were more analytical in the process of transferring problem situations into pictures than FI males. FI males and FI females both represented problem situations in pictures and symbols but FI females tended to have more logical pictures and symbols than FI males. FD females tended to understand problem situations by drawing more than FD males, therefore FD females were said to be more analytical in transferring problem situations into pictures compared to FD males. The four types of subjects did not arrive at a correct final solution.