Claim Missing Document
Check
Articles

Feasibility Classification of Free Nutritious Meal Kitchen Partners Using C4.5 for Food Safety Abdul Kholiq; Rizaldi Rizaldi; Dewi Anggraeni
SISTEMASI Vol 15, No 7 (2026): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/stmsi.v15i7.6598

Abstract

The Free Nutritious Meal Program requires a rigorous selection process for kitchen partners because kitchen quality, sanitation, clean water availability, human resources, production capacity, and food distribution are directly associated with food safety assurance. This study aims to develop a C4.5-based classification model to replicate the operational feasibility assessment rules used for evaluating kitchen partners in the Free Nutritious Meal Program based on field survey data. The dataset comprised 200 kitchen partners, including micro, small, and medium enterprises (MSMEs) and catering providers, located in Asahan Regency, North Sumatra, Indonesia, and was collected through structured field observations. Each partner was evaluated using ten assessment criteria: legal compliance, location, facilities and infrastructure, sanitation, clean water availability, human resources, production capacity, food safety, distribution, and risk history. Individual criterion scores were converted into a weighted composite score, after which feasibility labels were assigned according to an operational decision rule based on a minimum threshold score of 80 and the presence of critical failure criteria, defined as mandatory indicators that automatically disqualify a partner regardless of whether the minimum score threshold is achieved. Consequently, the class labels were not derived from independent expert audits or official institutional decisions but were generated from policy-based operational rules and used as the ground truth for model training. The dataset was divided into training and testing sets using an 80:20 ratio, resulting in 160 training instances and 40 testing instances. The results showed that 48 partners were classified as Feasible, while 152 were classified as Not Feasible. The C4.5 model achieved an accuracy of 95.00%, with 90.00% precision, 90.00% recall, and a 90.00% F1-score. The most influential predictor was the number of critical failure criteria (92.97%), followed by the clean water score (7.03%). These findings demonstrate that the C4.5 algorithm can effectively extract and replicate operational feasibility assessment rules, providing a transparent, consistent, and interpretable decision-support tool for selecting kitchen partners while supporting food safety assurance.
Pelatihan Microsoft Excel Siswa LKP ARVI COM Dewi Anggraeni; Guntur Maha Putra; Ariddha Zikra Syah; Ahmad Arif
Journal Of Indonesian Social Society (JISS) Vol. 1 No. 1 (2023): JISS - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.657 KB) | DOI: 10.59435/jiss.v1i1.23

Abstract

Peranan Teknologi pada zaman saat ini begitu sangat pesat. Dimana penguasaan teknologi menjadi syarat utama dalam penerimanaan tenaga kerja. Lembaga Pelatihan Komputer LKP ARVI Com adalah salah satu lembaga pelatihan pada bidang computer. Pelatihan computer menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk mempermudah dalam mendapatkan pekerjaan. Pengabdian masyarakat mengambil topic tentang Micsosoft Excel, karena aplikasi perkantoran ini yang digunakan untuk menghitung, mengolah, dan menampilkan data. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru kepada siswa dan siswa mengenai Microsoft excel.
Sosialisasi Platform Kampus Merdeka Sebagai Wadah Berkarya Guru Dewi Anggraeni; Rizaldi Rizaldi
Journal Of Indonesian Social Society (JISS) Vol. 1 No. 2 (2023): JISS - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jiss.v1i2.119

Abstract

Platform merdeka mengajar adalah suatu aplikasi yang digunakan untuk membantu guru untuk mendapatkan referensi, inspirasi dan pemahaman untuk menerapkan kurikulum merdeka. SDN 015905 Binjai Serbangan Kecamatan air joman adalah salah satu sekolah sasaran yang menjadi fokus utama dalam peningkatan kualitas pendidikan. Isi platform merdeka mengajar antara lain adalah edukasi menjadi penggerak untuk guru dalam mewujudkan pelajar pancasila. Menyediakan referensi bagi guru untuk mengembangkan praktik mengajar sesuai kurikulum merdeka, serta mendorong guru untuk terus berkarya dan menyediakan wadah berbagi paktek yang baik. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini merupakan memberikan pengetahuan dan pengenalan mengenai aplikasi platform kampus merdeka sebagai wadah berkarya guru.
Pemanfaatan Artificial intelligence dalam Pembuatan Presentasi bagi Guru-Guru Brainfor Islamic School Kisaran Dewi Maharani; Dewi Anggraeni; Rika Nofitri
Journal Of Indonesian Social Society (JISS) Vol. 2 No. 1 (2024): JISS - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jiss.v2i1.219

Abstract

Pengabdian Masyarakat berjudul "Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Pembuatan SlidePresentasi bagi Guru-Guru” ini merupakan upaya mendukung inovasi dalam dunia pendidikankhususnya di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di SekolahBrainfor Islamic School Kisaran. Permasalahan yang dihadapi guru-guru pada tingkat ini adalahkendala dalam menyusun materi presentasi yang cepat, serta menarik perhatian orangtua siswamaupun siswanya dan mampu efektif dalam menyampaikan informasi. Dalam menyikapipermasalahan ini, kami mengusulkan solusi melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) denganfokus pada penggunaan ChatGPT yang dapat memberikan panduan desain, layout, dan kontenpresentasi secara otomatis, sesuai dengan tujuan yang ingin di sampaikan Narasumber atau Guru.Penggunaan ChatGPT ini bertujuan membantu guru-guru Brainfor dalam menyusun slidepresentasi yang sesuai alur ataupun prosedur serta relevan dengan kurikulum yang berlaku.ChatGPT ini akan dapat diakses melalui platform online atau aplikasi, memudahkan akses danpenggunaan oleh para guru. Dalam upaya mendukung pemahaman dan penerapan teknologi ini,proposal ini juga mencakup pelatihan intensif bagi guru-guru mengenai penggunaan alat AIdalam menyusun materi presentasi yang berkualitas.Selain itu, sebagai langkah inovatif tambahan, narasumber melibatkan penggunaan platformdesain grafis Canva dalam pembuatan slide presentasi. Canva adalah alat yang user-friendly danpopuler dalam pembuatan desain grafis, termasuk pembuatan slide presentasi. Para guru akandiajarkan cara mengintegrasikan output dari Chat GPT yang dikembangkan dengan Canva,sehingga para guru-guru dapat menghasilkan presentasi yang lebih kreatif dan sesuai dengangaya masing-masing. Langkah ini diambil untuk memberikan variasi dan fleksibilitas lebihkepada guru dalam menciptakan materi yang menarik perhatian siswa atau objek lainnya.Rencana kegiatan diawali dengan identifikasi kebutuhan guru-guru melalui survei dan dialoguntuk memastikan bahwa AI yang digunakan dapat menjawab kebutuhan yang sebenarnya.Setelah itu, dilanjutkan dengan penggunaan Canva dalam desain grafis. Pelatihan ini tidak hanyamencakup aspek teknis, tetapi juga penerapan praktis dalam kegiatan pengetahuan danpembelajaran sehari-hari.Setelah fase pelatihan, guru-guru akan diberikan kesempatan untuk mengimplementasikanpengetahuan yang diperoleh mereka dalam pembelajaran di kelas. Selama periode ini, merekajuga akan mendapatkan dukungan dan pemantauan penggunaan ChatGPT AI dan Canva untukmemberikan dampak positif atau hasil pembelajaran.Dengan menyatukan kecerdasan buatan, platform desain grafis, dan pelatihan guru, proyek inibertujuan menciptakan solusi holistik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat SDdan PAUD. Melalui pendekatan ini, diharapkan para guru dapat dengan lebih kreatif dan efektifmenyampaikan materi kepada siswa, maupun objek lainnya serta menghasilkan dampak positifpada proses pembelajaran dan pemahaman mereka. 
Pelatihan Media Pembelajaran Menggunakan Microsoft PowerPoint 2010 untuk Guru Taman Kanak-Kanak Dewi Anggraeni; Rizaldi Rizaldi; Muthia Dewi
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v1i1.606

Abstract

Abstract: Information technology-based learning as a basis for introduction to kindergarten teachers so that teachers can develop learning models in the information technology era which has begun to be implemented in the world of education. In this community service, teachers are given a basic introduction to the benefits of the role of technology in the learning process. As a result of this community service, it is hoped that ABA XI Kindergarten teachers will be able to apply one of the technology applications that have great potential to be used as learning media, namely using the Microsoft PowerPoint application. Microsoft PowerPoint is an application program part of Microsoft Office. Microsoft powerpoint is used to help create materials for presentations.            Keywords: Information Technologi;Microsoft Office;Microsoft PowerPoint;Kindergarten  Abstrak: Pembelajaran berbasis teknologi informasi sebagai dasar pengenalan pada guru taman kanak-kanak agar guru bisa mengembangkan model pembelajaran di era teknologi informasi yang mulai diimplementasikan pada dunia pendidikan. Dalam pengabdian kepada masyarakat ini guru-guru diberikan pengenalan dasar tentang manfaat peranan teknologi didalam proses pembelajaran. Hasil dari pengabdian masyarakat ini, diharapkan guru-guru TK ABA XI sudah bisa menerapkan salah satu penerapan teknologi yang memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai media pembelajaran yaitu menggunakan aplikasi microsoft powerpoint. Microsoft powerpoint adalah program aplikasi bagian dari microsoft office. Microsoft powerpoint digunakan untuk membantu pembuatan bahan untuk persentasi. Kata kunci: Teknologi Informasi;Microsoft Office;Microsoft PowerPoint
Teknik Forward Chaining Dalam Sistem Pakar Mendeteksi Penyakit Gangguan Kesehatan Mental Nurul Fadila Putri; Dewi Anggraeni; Pristiyanilicia Putri
Decode: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol. 4 No. 2: JULI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Infromasi UMK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/decode.v4i2.493

Abstract

Gangguan kesehatan mental mempengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku individu dengan rentang dari ringan hingga parah, sehingga memerlukan diagnosis dan perawatan yang tepat. Gangguan kecemasan dan skizofrenia sering terabaikan atau tidak terdiagnosis dengan benar. RSUD Haji Abdul Manan Simatupang kurang memiliki sumber daya dan infrastruktur untuk menangani gangguan kesehatan mental, menyebabkan pasien tidak mendapat perawatan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, efisiensi, dan responsivitas dalam menangani gangguan kesehatan mental serta memberikan intervensi awal yang penting dalam pencegahan perkembangan kondisi yang lebih serius. Teknik forward chaining dapat digunakan untuk deteksi dini gangguan kesehatan mental yang meningkatkan efisiensi dalam penanganan yang semakin kompleks. Sistem pakar diimplementasikan untuk membantu identifikasi gejala dan deteksi dini yang akurat, memungkinkan intervensi awal dalam pencegahan kondisi yang lebih serius. Hasilnya, sistem memberikan informasi tentang jenis gangguan kesehatan mental yang mungkin di derita pasien dan solusi penanganannya, beroperasi dengan basis pengetahuan yang komprehensif untuk menghasilkan keputusan berdasarkan pengetahuan pakar.
KLASTERISASI RISIKO BURNOUT AKADEMIK DAN KEAGAMAAN SISWA MTSN MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS BERDASARKAN NILAI AKADEMIK DAN AKTIVITAS BELAJAR Sapriani Lubis; Dewi Anggraeni; Sudarmin
Jurnal Sistem Informasi dan Informatika (Simika) Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Sistem Informasi dan Informatika (Simika)
Publisher : Program Studi Sistem Informasi, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/simika.v9i2.4598

Abstract

Academic burnout is a condition of physical, emotional, and mental exhaustion experienced by students due to continuous academic pressure. In addition to academic burnout, students may also experience religious burnout, which can reduce their participation in religious activities at school. At MTsN Tanjungbalai, the identification of student burnout risk is still conducted manually by counseling teachers, making the process subjective and less effective. This study aims to classify students based on the risk level of academic and religious burnout using the K-Means clustering algorithm. The research method applies a data mining approach with clustering techniques using student academic scores, religious scores, and learning activity data as variables. The system is designed and implemented as a web-based application to support the clustering process. The results show that the K-Means method is able to group students into several clusters representing different burnout risk levels. The developed system assists teachers in identifying students who require early attention and provides data-based information to support decision-making in student guidance and monitoring.