Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

The Effect of Ethanol Extract of Jicama (Pachyrhizus erosus) on Apoptosis Index and Endometrial Thickness in White Rats (Rattus norvegicus) Ovariectomy Model Meirna Eka Fitriasnani; Mayasari Putri Ardela; Clara Anabel Galla; Ayu Tiska Arlik Insiati
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v14i2.1286

Abstract

Menopause is the permanent cessation of menstruation due to the loss of ovarian follicular activity, which marks the end of a woman's reproductive function. During menopause, estrogen levels decrease, triggering oxidative stress, leading to cell death (apoptosis) and a decrease in endometrial thickness, which can lead to symptoms such as hot flushes, sleep disturbances, decreased sexual desire, and changes in the menstrual cycle. Menopause-related symptoms are considered natural and are often ignored because they are related to a woman's menstrual cycle. Menopause-related problems increase morbidity and mortality due to inadequate treatment, so interventions are needed to reduce morbidity by alleviating symptoms during menopause.
HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT STATUS GIZI IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITAK MEIRNA EKA FITRIASNANI; Fithri Rif'atul Himmah; Mayasari Putri Ardela; Rahma Kusuma Dewi
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7467

Abstract

Abstrak Stunting   adalah   masalah   tumbuh   kembang   anak   yang  ditandai   dengan tinggi badan anak yang tidak bertambah  signifikan sesuai dengan usianya. Menurut   data   survey   Status   Gizi   Balita   Indonesia    (SSGBI)   di   tahun   2021 prevalensi  stunting  di Kabupaten  Tuban  masih  berada  pada  angka  25,1 % . (Dinkes  Kabupaten  Tuban,  2021). Tujuan: Menganalisis Hubungan Riwayat Status   Gizi   lbu    Hamil dengan  Kejadian  Stunting pada Balita  di Wilayah  Kerja  Puskesmas Bancar. Metode: Penelititan      ini     menggunakan      metode      analitik      retrospektif     yang menggunakan   data  primer  dan  sekunder.   Populasi  dalam  penelitian   ini  adalah semua  balita  di  wilayah  kerja  Puskesmas   Bancar  dengan  jumlah   sampel  yang digunakan  sebesar   149  responden.  Dengan  tekhnik  pengambilan   sampel  secara simple random sampling.  Variable  yang diukur adalh riwayat  status gizi ibu hamil dengan kejadian  stunting pada balita dengan menggunakan uji analitik  chi square. Hasil: Hasil  uji statistic  chi square nilai kemaknaan  p  :     0,000  dengan  taraf signifikan  p = < α  (α =0,005)  dapat  disimpulkan  bahwa  hasil penelitian  tersebut  menunjukkan terdapat hubungan  antara riwayat  status gizi ibu hamil dengan kejadian  stunting pada balita di wilayah kerja Puskesms  Bancar  Kabupaten  Tuban Tahun 2022. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara riwayat  status gizi ibu hamil dengan kejadian  stunting pada balita di wilayah kerja Puskesms  Bancar  Kabupaten  Tuban. Kata kunci : Stunting ; Status Gizi Ibu Hamil ; Balita
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI JASMINE TERHADAP INTENSITAS NYERI HAID REMAJA PUTRI Khofidhotur Rofiah; Betanuari Sabda Nirwana; Erike Yunicha Viridula; Mayasari Putri Ardela; Ida Tri Wahyuni
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7542

Abstract

Abstrak Nyeri haid atau dismenorea yang terjadi pada remaja dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Tujuan dalam penelitian mengetahui efektifitas pemberian aromaterapi jasmine pada intensitas nyeri haid Remaja Putri di Wilayah Kerja Puskesmas Campurejo Kota Kediri Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian quasi-eksperimen dengan rancangan the one group pre-post test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan menerapkan kriteria sebanyak 32 responden. Pengumpulan data dengan pengumpulan data primer menggunakan kuesioner. Analisis data dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji analisis sebagian besar responden mengalami nyeri ringan sebanyak 20 responden (62,5%) dan sebagian besar responden tidak mengalami nyeri sebanyak 22 responden (68,75%). Hasil uji Wilcoxon diperoleh sebagian besar responden mengalami nyeri ringan sebanyak 20 responden (62,5%) sebelum pemberian aromaterapi jasmine dan sebagian besar responden tidak mengalami nyeri sebanyak 22 responden (68,75%) setelah pemberian aromaterapi jasmine. Negative rank menunjukkan bahwa dari 32 responden, 30 responden mengalami penurunan tingkat nyeri haid, ties menunjukkan 2 responden tidak mengalami penurunan tingkat nyeri haid setelah pemberian aromaterapi jasmine. Hasil uji Wilcoxon diperoleh hasil p-value = 0.000 < 0.05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan aromaterapi jasmine efektif untuk menurunkan intensitas nyeri haid Remaja Putri di Wilayah Kerja Puskesmas Campurejo Kota Kediri Tahun 2026.   Kata Kunci: Aromaterapi Jasmine, Disminorea, Remaja Putri
Community–Family Based Nutrition Education in Adolescent Nutritional and Reproductive Readiness as a Foundation for Adolescent Growth and Development Mayasari Putri Ardela; Nara Lintan Mega Puspita; Meirna Eka Fitriasnani; Sutrisni
Journal of Global Research in Public Health Vol. 11 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jgrph.v11i1.617

Abstract

Adolescence is a critical phase that determines future maternal and child health. Nutritional status and reproductive readiness during adolescence contribute to pregnancy outcomes and child growth and development. This study aimed to analyze the effect of Community–Family-Based Nutrition Education on adolescents’ nutritional and reproductive readiness. A pre-experimental one-group pretest–posttest design was conducted among 40 adolescents aged 15–19 years selected using total sampling in the working area of Balowerti Community Health Center, Kediri City. The intervention involved structured nutrition and reproductive health education with family and community participation. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using paired t-tests. The results showed significant improvements in nutritional readiness (64.2 ± 7.4 to 76.3 ± 6.1; p = 0.001) and reproductive readiness (67.8 ± 8.4 to 79.6 ± 7.2; p = 0.001). Community–Family-Based Nutrition Education effectively improves adolescents’ nutritional and reproductive readiness and may serve as a promotive and preventive strategy to support optimal child growth and development.
Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Upaya Mencegah Terjadinya Stunting di Kelurahan Tempurejo Kecamatan Ngletih Kota Kediri Rahma Kusuma Dewi; Lindha Sri Kusumawati; Dhita Kris Prasetyanti; Mayasari Putri Ardela; Siti Aminah; Pria Sabila Putri; Siti Khotimah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.20829

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan anak dan menjadi prioritas pembangunan nasional karena prevalensinya tinggi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Pemberdayaan kader posyandu melalui peningkatan pengetahuan dan motivasi menjadi langkah strategis dalam upaya pencegahan stunting, khususnya pada periode 1000 hari pertama kehidupan. Untuk mengetahui efektivitas intervensi pendidikan kesehatan melalui media booklet dalam meningkatkan pengetahuan dan motivasi kader posyandu terkait gizi dan pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-testpada 45 kader posyandu di Kelurahan Tempurejo, Kota Kediri. Intervensi berupa penyuluhan menggunakan media booklet dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi kader terkait gizi dan pencegahan stunting, dengan evaluasi sebelum dan sesudah intervensi menggunakan uji Paired Sample t-test. Peningkatan signifikan pada pengetahuan gizi (p = 0,000) dan motivasi kader dalam pencegahan stunting (p = 0,000) setelah intervensi menggunakan media booklet. Namun, peningkatan pengetahuan tentang stunting tidak signifikan secara statistik (p = 0,154), sehingga diperlukan penguatan strategi edukasi pada aspek tersebut. Intervensi menggunakan media bookletefektif meningkatkan pengetahuan gizi dan motivasi kader, namun belum optimal pada pemahaman stunting. Diperlukan strategi edukatif yang lebih interaktif dan aplikatif, seperti video, infografis, dan simulasi. Pelatihan berkala, partisipasi kader dalam penyusunan materi, serta evaluasi rutin penting untuk menjaga efektivitas dan keberlanjutan program. Kata Kunci: Pemberdayaan, Kader Posyandu, Pengetahuan, Motivasi, Stunting.  ABSTRACT Stunting is a chronic nutritional problem that adversely affects child growth and remains a national development priority due to its high prevalence in developing countries, including Indonesia. Empowering community health cadres by enhancing their knowledge and motivation is a strategic effort to prevent stunting, particularly during the first 1,000 days of life. This study aimed to assess the effectiveness of health education intervention using booklet media in improving the knowledge and motivation of posyandu cadres regarding nutrition and stunting prevention. A quasi-experimental design with a pre-test and post-test approach was employed, involving 45 posyandu cadres in Tempurejo Subdistrict, Kediri City. The intervention consisted of structured health education sessions using booklet media, focusing on nutrition and stunting prevention. Data were collected before and after the intervention and analyzed using the Paired Sample t-test. There was a statistically significant improvement in cadres’ nutritional knowledge (p = 0.000) and motivation for stunting prevention (p = 0.000) following the booklet-based intervention. However, the increase in stunting-related knowledge was not statistically significant (p = 0.154), indicating the need for enhanced educational strategies targeting this aspect. The booklet-based intervention effectively improved cadres' nutritional knowledge and motivation but was less effective in enhancing their understanding of stunting. More interactive and practical educational strategies—such as videos, infographics, and field simulations—are recommended. Periodic training, active involvement of cadres in material development, and routine evaluation are essential to ensure the sustainability and impact of the program. Keywords: Empowerment, Posyandu Cadres, Knowledge, Motivation, Stunting.
Peningkatan Kesadaran Hidup Sehat untuk Pencegahan Covid -19 melalui Cuci Tangan dan memakai Masker Rahma Kusuma Dewi; Nara Lintan Mega Puspita; Mayasari Putri Ardela; Huda Rohmawati; Siti Aminah; Meirna Eka Fitriasnani; Fauzia Laili; Weni Tri Purnani; Lindha Kusumawati; Harnida Harnida; Nurul Istikvarini
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.242

Abstract

Peningkatan kesadaran hidup sehat merupakan langkah untuk mencapai derajat kesehatan yang baik bagi setiap orang. Masyarakat di RT 16 RW 04 Desa Gogorante Kabupaten Kediri merupakan tempat yang masyarakatnya masih kurang pengetahuan dan informasi sehingga masalah kesehatan masyarakat masih menjadi masalah yang cukup besar. Selain itu akhir-akhir ini sedang terjadi pandemi virus korona yang berbahaya bagi tubuh. Sehingga sangat dibutuhkan edukasi mengenai peningkatkan kesadaran hidup sehat sebagai pencegahan covid-19 salah satunya dengan melalui cuci tangan dan memakai masker yang benar. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat serta meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan adalah memberikan penyuluhan kepada 20 responden dengan tetap jaga jarak. Penyuluhan disampaikan dengan tema peningkatan kesadaran hidup sehat melalui cara cuci tangan yang benar, dan cara memakai masker yang benar. Selain itu dilakukan pembagian masker dan handsanitizer kepada warga. Hasil penyuluhan menunjukkan terdapat peningkatan yang signifikan pemahaman masyarakat tentang masalah tersebut dari 38,15% menjadi 97,35%. Berdasarkan hasil ini diharapkan masyarakat dapat menerapkan pengetahuan tersebut dengan benar demi mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.