Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Identifikasi Potensi Pohon Induk Pada Tegakan Tinggal Taman Hutan Raya Orang Kayo Hitam Pasca Kebakaran Hutan Tamin, Rike Puspitasari; Ulfa, Maria; Saleh, Zuhratus
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 3 No. 1 (2019): Volume 3, Nomor 1 Juni 2019
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.012 KB) | DOI: 10.22437/jiituj.v3i1.7337

Abstract

Restorasi hutan rawa gambut merupakan suatu proses yang tidak mudah. Permasalahan restorasi adalah seringkali jenis yang ditanam dalam rangka restorasi bukanlah jenis yang berasal dari habitat sekitar sebelum terjadi degradasi. Benih dan pohon induk yang berasal dari lokasi yang paling dekat dengan lokasi yang akan direstorasi merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh dalam mempercepat dan mempermudah proses restorasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan data dan informasi mengenai beberapa jenis pohon yang berpotensi sebagai pohon induk penghasil benih dalam rangka restorasi lahan gambut di Tahura Orang Kayo Hitam pasca kebakaran hutan. Penelitian ini akan dilaksanakan selama 6 bulan dari Bulan Maret sampai dengan September 2018 dengan lokasi di Tahura Orang Kayo Hitam Provinsi Jambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis vegetasi dengan jumlah 15 plot dan 3 jalur serta melakukan skoring pada setiap individu pohon yang ditemukan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 25 spesies tumbuhan pada tingkatan pohon dengan jumlah individu sebanyak 52 individu. Jenis Pauh menjadi jenis dengan INP tertinggi sebesar 38,06 %. Proses skoring pada seluruh individu yang ditemukan. Hasilnya terpilih satu individu dari masing-masing spesies yang didapatkan untuk dijadikan calon pohon induk potensial karena hasil skoring menunjukkan nilai tertinggi dan memenuhi ambang batas dalam penetapan pohon induk.
Efektifitas Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Bibit Malapari (Pongamia Pinnata (L.) Pierre) Pada Tanah Ultisol Tamin, Rike Puspitasari; Puri, Suci Ratna
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 4 No. 1 (2020): Volume 4, Nomor 1, Juni 2020
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.455 KB) | DOI: 10.22437/jiituj.v4i1.9800

Abstract

Penggunaan energi bahan bakar minyak bumi terus meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk. Bahan bakar yang digunakan saat ini masih tergantung pada bahan bakar fosil. Maka dari itu perlu ada upaya untuk mencari sumber energi pengganti yang dapat diperbaharui (renewable). Salah satu tumbuhan yang berpotensi besar dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif/biodiesel yang ramah lingkungan adalah tanaman Malapari (Pongamia pinnata (L.) Pierre). Penggunaan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) dan Pupuk NPK pada pembuatan bibit malapari diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari interaksi antara FMA dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan malapari serta untuk mendapatkan dosis inokulum FMA dan dosis NPK terbaik untuk pertumbuhan malapari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri atas dua perlakuan yaitu dosis FMA dan dosis pupuk dengan tiga ulangan. Pemberian pupuk NPK memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun dan berat kering tajuk. Pemberian mikoriza tidak memberikan pengaruh yang nyata pada semua variabel pengamatan dan Pemberian dosis pupuk NPK 1 g/tanaman menunjukkan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan tanaman Malapari.
Efektivitas Fungi Mikoriza Arbuskula Dan Arang Tempurung Kelapa Terhadap Pertumbuhan Bibit Aren Pada Tanah Ultisol Tamin, Rike Puspitasari; Puri, Suci Ratna
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 4 No. 2 (2020): Volume 4, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.437 KB) | DOI: 10.22437/jiituj.v4i2.11599

Abstract

Tanaman aren (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) dikenal sangat luas yang memiliki manfaat yang multiguna yaitu sebagai pemenuhan kebutuhan pangan dan berpotensi besar dimanfaatkan sebagai energi alternatif yang dapat diperbaharukan yang ramah lingkungan. Peningkatan ini mengakibatkan eksploitasi aren semakin tinggi, sehingga dikawatirkan akan menyebabkan ketersediaan aren semakin menurun apabila tidak diimbangi dengan adanya budidaya dari aren . Penggunaan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) dan arang tempurung kelapa pada pembuatan bibit aren diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari interaksi antara FMA dan arang tempurung kelapa pada tanah ultisol terhadap pertumbuhan bibit aren serta untuk mendapatkan dosis inokulum FMA dan komposisi media terbaik untuk pertumbuhan aren. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri atas dua perlakuan yaitu dosis FMA dan komposisi media (ultisol dan arang tempurung kelapa) dengan tiga ulangan. Hasil Penelitian menunjukkan pemberian dosis arang tempurung kelapa memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap pertambahan jumlah daun, Pemberian mikoriza memberika pengaruh yang sangat nyata pada variabel persen infeksi akar serta Pemberian dosis arang tempurung kelapa 10 % dan dosis mikoriza 10 g menunjukkan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan tanaman Aren.
Evaluasi Kesehatan Vegetasi di Arboretom KPHP Kerinci Unit I Tamin, Rike Puspitasari; Puri, Suci Ratna; Afrillia, Ciara
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 6 No. 2 (2022): Volume 6, Nomor 2, Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.403 KB) | DOI: 10.22437/jiituj.v6i2.19246

Abstract

Kesehatan hutan telah menjadi salah satu kriteria pencapaian dalam manajemen pengelolaan hutan yang lestari. Identifikasi kondisi kesehatan vegetasi merupakan salah satu upaya penting dalam pengelolaan tanaman, sesuai kaidah silvikultur untuk menjaga kesehatan vegetasi hutan. Arboretum merupakan tempat berbagai jenis vegetasi ditanam dan dikembangbiakkan untuk tujuan penelitian atau pendidikan, keperluan koleksi dan konservasi ex-situ (di luar habitat). Pentingnya mengetahui kesehatan vegetasi di Arboretum merupakan salah satu teknik silvikultur di dalam mempertahankan keberadaan spesies lokal dan spesies unggulan. Penelitian ini dilaksanakan di Arboretum KPHP Kerinci Unit I. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode sampling. Metode sampling digunakan untuk menilai kesehatan vegetasi yang berada didalam klaster plot. Identifikasi status kesehatan dilakukan dengan metode pemantau kesehatan hutan atau Forest Health Monitoring (FHM) yaitu metode penilaian kesehatan pohon dengan mengelompokkan jenis dan tingkat kerusakan per individu tanaman. Hasil pengamatan melalui metode Forest Health Monitoring diperoleh hasil bahwa kondisi vegetasi di Arboretum KPHP Kerinci Unit 1 masih tergolong sehat dengan Nilai Indeks Kerusakan (NIK) sebesar 2,08 (skala 21), dengan persentase vegetasi sehat (74,81%), tingkat kerusakan ringan (23,42%), dan tingkat kerusakan sedang (1,78%).
Peningkatan Kesejahteraan dan Kesadaran Masyarakat Desa Jujun melalui Ekowisata Jeruk Berkelanjutan Irawan, Bambang; Achmad, Eva; Tamin, Rike Puspitasari; Napitupulu, Richard RP; Mora, Andita Minda
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Januari 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i1.631

Abstract

Pengabdian masyarakat di Desa Jujun bertujuan mengembangkan ekowisata jeruk berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Penelitian dilakukan melalui Participatory Action Research dengan pendekatan Siklus Deming (PDCA) selama enam bulan. Metode melibatkan pemetaan potensi, pengembangan kapasitas, implementasi sistem ekowisata terintegrasi, monitoring, dan penguatan jaringan. Hasil menunjukkan potensi signifikan pengembangan ekowisata berbasis pertanian jeruk dengan melibatkan masyarakat lokal. Kegiatan berhasil mentransformasi pendekatan pertanian tradisional menuju model pemberdayaan ekonomi berkelanjutan yang ramah lingkungan.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN EKSPLORASI BOTANI HUTAN DALAM UPAYA KOSERVASI HUTAN Tamin, Rike Puspitasari; Anggraini, Riana; Ulfa, Maria
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.936 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v1i2.4290

Abstract

Untuk menjaga kelestarian hutan, salah satu kegiatannya adalah melakukan kegiatan konservasi jenis melalui kegiatan eksplorasi botani dan pembuatan herbarium. Upaya ini diantaranya dilakukan melalui program kegiatan pengabdian bagi masyarakat dari Fakultas Kehutanan Universitas Jambi, yang bertujuan untuk mengatasi masalah pada masyarakat. Kegiatan pengabdian ini diharapkan akan memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada mitra yaitu SMK 5 Kota Jambi dalam melakukan teknik ekplorasi botani hutan dan pembuatan herbarium serta dapat meningkatkan kesadaran mitra dalam pelestarian jenis-jenis pohon langka di lingkungan sekitar dan hutan. Kegiatan pengabdian ini diharapkan juga dapat melestarikan jenis-jenis pohon langka dengan cara pembuatan herbarium sehingga dapat menunjang kegiatan konservasi hutan. Selain itu, kegiatan pengabdian ini juga dapat memberikan pengetahuan kepada mitra tentang pengenalan jenis-jenis pohon hutan yang ada di lingkungan sekitar sekolah mitra.Untuk mencapai tujuan kegiatan, dilakukan melalui dua kegiatan yaitu kegiatan penyuluhan dan kegiatan praktek. Kegiatan penyuluhan berisi materi tentang pentingnya pembuatan herbarium dan cara membuat herbarium, sedangkan kegiatan praktek berisi ekplorasi jenis di lapangan, pengepresan dan pennggrangan, pengovenan, serta mounting. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini berupa pemahaman mitra dalam melakukan ekplorasi serta membuat herbarium yang dibuktikan dengan terciptanya beberapa koleksi herbarium baru.
PPM Desa Tungkal I Dalam Pengembangan Produk Berbasis Kelapa Pada Kawasan Lindung Hutan Mangrove Irawan, Bambang; Tamin, Rike Puspitasari; Paiman, Asrizal; Achmad, Eva; Marwoto, Marwoto
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.507 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v3i2.8480

Abstract

Kabupaten Tanjung Jabung Barat memiliki tanaman kelapa dengan luasan 38.546 Ha dengan produktivitas sebesar 50.494 ton dan produktivitas perhektarnya sebesar 1,2ton/ha (Statistik Perkebunan, 2013 dalam Kemala, 2015). Salah satu sentra penghasil kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah di Kecamatan Tungkal Ilir Desa Tungkal I Dusun Bahagia. Di Desa Tungkal I khususnya di Dusun Bahagia. Buah kelapa selama ini hanya diproduksi menjadi kopra dan tempurung dijadikan arang. Sejak tahun 2016, tim pengabdian Fakultas Kehutanan Universitas Jambi telah membina anggota kelompok tani Dusun Bahagia dalam pengelolaan kelapa mulai dari buah kelapa dijadikan Virgin Coconut Oil (VCO), sabut kelapa dijadikan cocopeat dan tempurung kelapa dijadikan briket arang. Tim pengabdian masih melihat ada potensi limbah kelapa yang belum termanfaatkan dengan baik yaitu air kelapa. Air kelapa selama ini hanya dibuang begitu saja tanpa diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Untuk itu tim pengabdian berinisiatif di 2018 untuk memecahkan masalah mitra tersebut yaitu pengolahan air kelapa menjadi asam cuka dan nata de coco. Dari hasil kegiatan penyuluhan dan demonstrasi pengolahan air kelapa menjadi asam cuka, didapatkan hasil bahwa kelompok tani bakau lestari dan kelompok tani wanita RT.08 Dusun Bahagia Desa Tungkal I sangat antusias terhadap materi pengabdian yang diberikan yaitu pengolahan air kelapa menjadi asam cuka karena selama ini air kelapa di Dusun Bahagia yang melimpah selalu dibuang. Anggota kelompok tani telah memahami dan merasa yakin bahwa mereka dapat mempraktekkan sendiri cara pengolahan air kelapa menjadi asam cuka.
PPM Budidaya Lebah Madu Pada Wilayah KPHP Unit XIII Kabupaten Muaro Jambi Tamin, Rike Puspitasari; Fazriyas, Fazriyas; Hamzah, Hamzah; Albayudi, Albayudi; Anggraini, Riana
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.926 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v4i1.9834

Abstract

Hasil hutan bukan kayu (HHBK) adalah sumberdaya hutan yang memiliki keunggulan komparatif dan paling bersinggungan langsung dengan masyarakat sekitar hutan. Beberapa jenis HHBK mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, antara lain: rotan, madu, kemiri, gaharu, sutera alam, gondorukem, buah-buahan tropis dan lain-lain. Potensi HHBK yang ada dalam suatu kawasan hutan merupakan peluang usaha bagi masyarakat dalam pengelolaan hutannya, selain pemanfaatan kayu. Kawasan KPHP Unit XIII Muara Jambi memiliki potensi yang cukup besar untuk mengembangkan hasil hutan bukan kayu salah satunya madu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Fakultas Kehutanan melibatkan mitra yaitu KPHP Unit XIII Kabupaten Muara Jambi, dimana lokasi kegiatan di Desa Danau Lamo Kecamatan Muara Sebo Kabupaten Muara Jambi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mitra dalam teknik budidaya lebah madu sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitara kawasan hutan KPHP Unit XIII Muara Jambi. Tahapan kegiatan ini meliputi : pengurusan izin ke pihak KPHP Unit XIII Muara Jambi, Kepala Desa Dusun Lamo Kecamatan Muara Sebo Kabupaten Muara Jambi dan Kelompok Tani Madu Sejahtera; kegiatan penyuluhan dengan materi berjudul “Pelatihan Peningkatan Kemampuan Masyarakat Dalam Budidaya Lebah Madu”; pembuatan demplot budidaya lebah madu; dan evaluasi diakhir kegiatan. Hasil dari kegiatan ini yaitu mitra telah memiliki peningkatan ketrampilan dalam budidaya lebah madu.
Pemanfaatan Limbah Organik Untuk Kompos Pada Wilayah KPHP Unit XIII Kabupaten Muara Jambi Tamin, Rike Puspitasari; Fazriyas, Fazriyas; Hamzah, Hamzah; Albayudi, Albayudi
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2020): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1326.56 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v4i3.11586

Abstract

Berdasarkan data Balai Pemantapan Kawasan Hutan Pangkal Pinang Tahun 2017 bahwa sebagian besar masyarakat yang bertempat tinggal di dalam kawasan KPHP Unit XIII adalah sebagai petani (65,08%), dimana 83% masyarakat tersebut memiliki luas lahan di dalam kawasan hutan seluas 0-2 hektar dan 17% sebesar 2,1-4 Ha. Lahan masyarakat tersebut sebagian besar ditanami kelapa sawit (41%), cokelat (18%), padi (11%), dan sisanya merupakan jenis tanaman pertanian lainnya. Besarnya potensi limbah organik yang dihasilkan dari kegiatan bertani dan berkebun yang dilakukan oleh masyarakat maupun perusahaan (kelapa sawit dan HTI) merupakan satu hal yang dapat dimanfaatkan oleh petani/masyarakat untuk dijadikan pupuk hayati yaitu pupuk kompos. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Fakultas Kehutanan melibatkan mitra yaitu KPHP Unit XIII Kabupaten Muara Jambi yang berada di Desa Sungai Gelam. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mitra dalam pembuatan kompos sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan hutan KPHP Unit XIII Muara Jambi. Tahapan kegiatan ini meliputi : pengurusan izin; kegiatan penyuluhan dengan materi berjudul “Pelatihan Pembuatan Kompos”; pembuatan demplot pembuatan kompos; dan evaluasi diakhir kegiatan. Hasil dari kegiatan ini yaitu mitra telah memiliki peningkatan ketrampilan dalam pembuatan kompos.
Identifikasi Pohon Induk Dan Pembangunan Pembibitan Spesies Unggulan Lokal Di Tahura Sultan Thaha Syaifuddin Tamin, Rike Puspitasari; Irawan, Bambang; Hamzah, Hamzah; Anggraini, Riana
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2021): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.202 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v5i3.16226

Abstract

Taman Hutan Raya (Tahura) merupakan salah satu bentuk Kawasan Perlindungan Alam (KPA) yang bertujuan sebagai tempat mengkoleksi tumbuhan dan atau hewan yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi. Provinsi Jambi mempunya lima Taman Hutan, salah satunya adalah Taman Hutan Raya Sultan Thaha Syaifuddin. Kayu Bulian (Eusideroxylon zwageri Teijsm & Binn.) merupakan salah satu tumbuhan endemik yang berada di dalam kawasan Tahura Sultan Thaha Syaifuddin yang menjadi ciri khas dari keberadaan Tahura Sultan Thaha Syaifuddin. Keberadaan kayu bulian ini sudah mulai langka karena beberapa faktor salah satunya adalah terjadinya kebakaran hutan. Perlu upaya menyelamatkan spesies lokal unggulan bulian dari ancaman berkurangnya pohon indukan bahkan kepunahan serta penyediaan bahan tanaman berupa bibit bulian untuk kegiatan rehabilitasi. Untuk mengatasi hal tersebut sangat diperlukan upaya identifikasi terhadap pohon induk dan pembangunan pembibitan spesies unggulan lokal bulian sebagai upaya penyelamatan keberadaan bulian yang tersisa. Dampak kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mitra telah memiliki peningkatan pengetahuan dan pemahaman terkait menjaga keberadaan Tahura Sultan Thaha Syaifuddin dalam menjaga kelestarian ekosistem, teknik identifikasi jenis-jenis lokal unggulan dan pembuatan bibit jenis-jenis lokal unggulan terutama bulian yang menjadi jenis spesifik yang terdapat di Tahura Sultan Thaha Syaifuddin.