Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Studi Kelayakan Pengembangan Model Pembelajaran TLPIE berbasis Drawing-Coloring Art untuk Menstimulasi Kemampuan Berpikir Kreatif Anak Afnida, Mutia; Suparno, Suparno; Pujiriyanto, Pujiriyanto; Pamadhi, Hajar; Mandira, Gracia
JURNAL BUNGA RAMPAI USIA EMAS Vol 9, No 2: Oktober 2023 Special Edition
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbrue.v9i2.52463

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu aspek kemampuan yang sangat diperhatikan pada zaman kini, termasuk sejak usia dini. Stimulasi kemampuan berpikir kreatif anak dapat dilakukan dengan merancang model pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan anak. Maka dari itu, tujuan dilakukan penelitian ini salah satunya adalah untuk mengetahui aspek materi atau tahapan pelaksanaan kegiatan dari model pembelajaran TLPIE berbasis Drawing-Coloring Art dan menganalisis hasil uji kelayakan produk. Penelitian ini menggunakan desain penelitian dan pengembangan yaitu ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate). Produk divalidasi oleh dua kelompok expert judgement dan guru PAUD. Dari hasil yang diperoleh, tahapan kegiatan model pembelajaran TLPIE terdiri dari lima tahapan yaitu Thinking Routines, Orientation, Planning Activities, Implementation, dan Evaluation. Desain ini dapat digunakan dengan basis kegiatan lainnya dan ragam pengembangan aspek kemampuan anak.
PENGEMBANGAN MEDIA PSIKOEDUKASI PSYCHOSOCIAL ENVELOPE SEBAGAI TERAPI KOGNITIF PERILAKU BAGI MAHASISWA AKTIF USIA REMAJA AKHIR Hidayat, Taufik; Pujiriyanto, Pujiriyanto
Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan Vol 11, No 2 (2023): Kwangsan
Publisher : Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31800/jtp.kw.v11n2.p681--699

Abstract

Anxiety that occurs in students can cause feelings of unbearable stress, becoming a factor that increases the risk of suicidal ideation. One of the efforts to reduce student anxiety is by using psychosocial envelope psychoeducational media. This research aims to develop and analyze the feasibility level of using psychosocial envelope psychoeducational media as cognitive behavioral therapy to reduce the anxiety of active students at Yogyakarta State University with this type of Research and Development (R&D). The development of psychosocial envelope refers to the Borg & Gall research procedure which is simplified into 7 steps, namely: 1) Potential and problem; 2) Data collection; 3) Product design; 4) Design validation; 5) Design revision; 6) Product trial; and 7) Product revision. The research took place at Yogyakarta State University with 3 research subjects in the small group trial and 9 research subjects in the large group trial. Data collection techniques used are scales, questionnaires, and interviews using instruments in the form of scale sheets, questionnaire sheets, and interview sheets. The data were then analyzed using quantitative and qualitative data analysis techniques. The results of the development are in the form of psychosocial envelope, which consists of 4 envelopes, 21 cards, 1 sticker table, 21 stickers, 1 guide, and 1 package in blue and red base colors. The feasibility level of psychosocial envelope based on the assessment of media expert and material expert obtained an average percentage of 91.86% so it is concluded that it is very feasible to reduce anxiety of active students at Yogyakarta State University.AbstrakAnsietas yang terjadi pada mahasiswa dapat menyebabkan perasaan stres tak tertahankan, hingga menjadi faktor yang memperbesar risiko ide bunuh diri. Salah satu upaya untuk menurunkan ansietas mahasiswa adalah dengan penggunaan media psikoedukasi psychosocial envelope. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis tingkat kelayakan penggunaan media psikoedukasi psychosocial envelope sebagai terapi kognitif perilaku untuk menurunkan ansietas pada mahasiswa aktif Universitas Negeri Yogyakarta dengan jenis penelitian Research and Development (R&D). Pengembangan psychosocial envelope mengacu pada prosedur penelitian Borg & Gall yang disederhanakan menjadi 7 langkah yaitu: 1) Potensi dan masalah; 2) Pengumpulan data; 3) Desain produk; 4) Validasi desain; 5) Revisi desain; 6) Uji coba produk; dan 7) Revisi produk. Penelitian bertempat di Universitas Negeri Yogyakarta dengan 3 subjek penelitian pada uji coba kelompok kecil dan 9 subjek penelitian pada uji coba kelompok besar. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu skala, angket, dan wawancara dengan menggunakan instrumen berupa lembar skala, lembar angket, dan lembar wawancara. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil pengembangan berupa psychosocial envelope yang terdiri dari 4 amplop, 21 kartu, 1 tabel stiker, 21 stiker, 1 panduan, dan 1 kemasan berwarna dasar biru dan merah. Tingkat kelayakan psychosocial envelope berdasarkan penilaian dari ahli media dan ahli materi mendapatkan rata-rata persentase 91,86% sehingga disimpulkan sangat layak untuk menurunkan ansietas pada mahasiswa aktif Universitas Negeri Yogyakarta.
Standardization in Digital Teaching and Learning in Higher Education: Indonesia Evidence Kristanto, Andi; Aisyah, Siti; Febrianti, Farida; Dewi, Utari; Pujiriyanto; Hidayati, Abna; Budi, UL; Susarno, Lamijan Hadi
Journal of Education Technology Vol. 8 No. 2 (2024): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jet.v8i2.70548

Abstract

This research is motivated by the existence of new learning trends in the form of digital learning such as blended learning, online learning, MOOC, e-learning and various new learning trends that emerged in the era of the industrial revolution, but more effective digital learning standards have not yet been established. So this research aims to produce digital learning standards that are appropriate to the Indonesian context with diverse demographic and geographical conditions so that it is hoped that they can become guidelines for implementing digital learning in Indonesia, especially at the higher education level. This article specifically carries out the needs analysis process. This type of research is R & D using the 4D development method (define, design, development and dissemination) with research subjects of 50 students taken from 3 universities. The instruments used were questionnaires, observation and interview guidelines and were processed using a mixed method (a mix of qualitative and quantitative). Based on the results of the needs analysis, it is known that technological developments have been utilized by various levels of education to facilitate learning and overcome learning gaps evenly. There are also many case studies that prove that the presence of technology in learning makes learning much more optimal. However, there are no specific standards set to make the digital learning process more effective. Therefore, innovation is needed to produce digital learning standards.
Efektifitas multimedia pembelajaran interaktif PKK dalam meningkatkan kreativitas berwirausaha siswa SMK Handaru, Calista Devi; Pujiriyanto, Pujiriyanto
Epistema Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v2i1.40354

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan multimedia pembelajaran interaktif dalam meningkatkan kreativitas berwirausaha siswa SMK. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Experimental Design dengan model One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa Klaten kelas XI Program Keahlian Bisnis Daring dan Manajemen Jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) dengan sampel sebanyak 30 siswa dengan jumlah perwakilan perkelas sebanyak 10 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes. Tes berisi soal yang mengukur kreativitas berwirausaha siswa melalui lima aspek; 1) keaslian (originality), 2) kelancaran (fluency), 3) keluwesan (fleksibility), 4) Penguraian (elaboration), dan 5) Perumusan kembali (redefinition). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa multimedia pembelajaran interaktif PKK memiliki efektivitas yang tinggi dalam meningkatkan kreativitas berwirausaha siswa yang dibuktikan dengan adanya peningkatan rerata skor pada posttest di setiap aspek kreativitas berwirausaha dan hasil uji wilcoxon memperoleh nilai Asymp.Sig. (2-tailed) < 0,05 di semua aspek kreativitas berwirausaha. Hal ini berarti multimedia pembelajaran interaktif PKK dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran mata pelajaran PKK dalam meningkatkan kreativitas berwirausaha siswa SMK. Kata Kunci: multimedia pembelajaran interaktif, PKK, kreativitas berwirausaha
Pembelajaran menyenangkan sebagai upaya menanggulangi pandemi Covid-19 Pujiriyanto, Pujiriyanto
Epistema Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v2i1.40129

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan konsep dan prosedur praktis model pembelajaran joyful learning dalam rangka pelatihan guru di Gantiwarno Klaten yang dilakukan oleh Tim PPM dari Departemen Kurikulum dan Teknologi Pendidikan. Pembelajaran yang menyenangkan di dalamnya terdapat hubungan yang kuat antara pendidik dan siswa, tanpa merasa terpaksa atau merasa tertekan. Relasi antara guru dan siswa nampak perlu dirubah dalam posisi egaliter. Perkembangan teknologi informasi memungkinkan siswa mendapatkan informasi lebih cepat dan beragam. Pola pembelajaran daring Joyful learning merupakan suasana belajar-mengajar yang menyenangkan agar siswa memfokuskan perhatiannya penuh pada pembelajaran sehingga waktu untuk memfokuskan perhatiannya tinggi. Waktu yang tinggi untuk memusatkan perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidak cukup jika proses pembelajaran tidak efektif yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, karena pembelajaran mempunyai sejumlah tujuan pembelajaran yang harus tercapai. Oleh karena itu, penting bagi para guru untuk memahami pentingnya menerapkan pembelajaran yang menyenangkan dalam proses belajar mengajar sehari-hari dan untuk konteks saat ini lebih penting lagi karena selama pandemi COVID-19 siswa dibombardir dengan tugas yang banyak dan juga materi yang bertubi-tubi selama masa belajar School From Home (SFH). Masa belajar selama pandemi tidak bisa dilihat sebagai pembelajaran yang menyenangkan lagi. Untuk itu, Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan hadir untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang pembelajaran yang menyenangkan, bagaimana konsep dikonstruksi dan juga praktik pembelajaran yang menyenangkan mulai dari penyusunan rencana pelajaran (RPP) hingga simulasi model pembelajaran yang menyenangkan dalam bentuk. acara PPM guru di Gantiwarno, Klaten.Kata kunci: Pembelajaran menyenangkan, guru, RPPThe purpose of this paper is to explain the concept and practical procedures of joyful learning model in the context of teachers' training in Gantiwarno Klaten, done by PPM Team from the Department of Curriculum and Educational Technology. Joyful learning is a learning process in which there is a strong relationship between educators and students, without feeling forced or depressed (not under pressure). The teacher positions himself as a facilitator and student learning partner. This is possible because of the rapid development of information technology that allows students to get information faster from the teacher. Fun learning is a fun teaching-learning atmosphere so that students focus their full attention on learning so that the time to focus their attention is high. The high time to focus attention has been shown to improve learning outcomes. An active and pleasant state is not enough if the learning process is ineffective, that is, it does not produce what students have to master after the learning process takes place, because learning has a number of learning objectives that are achieved. Therefore, it is significant for teachers to understand the important of applying joyfull learning in their daily teaching and learning process more importantly during the pandemic COVID-19 as students are bombarding with a full pack of assignments and also materials that lead to the learning during the pandemic can not be seen as a joyful learning anymore. Thus, the Department of Curriculum and Educational Technology are presence to provide a comprehensive understanding of joyful learning, how the concept is constructed and also the practice of joyful learning starting from the preparation of lesson plans (RPP) to simulating joyful learning models in the form of PPM event for teachers in Gantiwarno, Klaten.Keywords: Joyful learning, teachers, lesson plans.  
Pengelolaan pembelajaran akidah akhlak di Madrasah Aliyah Negeri Kota Magelang Ramadhan, Hilmawan Nur; Pujiriyanto, Pujiriyanto
Epistema Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v1i1.32324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan pengelolaan pembelajaran akidah akhlak dan faktor-faktor yang pendukung menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, jenis deskriptif. Sumber data penelitian yaitu kepala sekolah, 3 guru mata pelajaran akidah akhlak kelas X dan XI, siswa kelas X dan XI. Metode pengambilan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri sebagai human instrument. Keabsahan data diperoleh melalui triangulas sumber dan teknik.  Hasil penelitian menunjukkan kegiatan pengelolaan pembelajaran yang dilakukan terbagi menjadi 3 yaitu perencanaan dengan aktivitas menyusun RPP, bahan ajar, dan media pembelajaran, Pelaksanaan meliputi  kegiatan pendahuluan, inti dan penutup. Kegiatan pendahuluan meliputi apersepsi, pre-test, menyampaikan tujuan pembelajaran, memberi nasihat. Kegiatan inti sesuai denganmodel yang diterapkan didominasi oleh problem based learning, CTL, dan model kooperatif. Metode bervariasi didominasi ceramah, diskusi, presentasi dan tanya jawab dengan menerapkan strategi bervariasi dengan dukungan media berbasis visual. Penutup berisi kegiatan menyimpulkan secara lisan dan tertulis, dan memberikan feedback kepada siswa. Evaluasi sayangnya masih berbasis ujian tertulis dan lisan, dengan evaluasi formatif yang dilakukan secara terjadwal. Hambatan yang terjadi yaitu adanya kekurang fasilitas media pembelajaran yang kurang tersedia, sementara faktor pendukung adanya motivasi dari pada guru untuk berinovasi.This study aims to describe the activities of the lerning management of moral learning and the factors that were support and hinder on its implementation. Research used a qualitative approach. Sources of research data were the principal, 3 teachers of moral subjects of class X and XI,and the students were in  class X and XI. The collected by interview, observation, and documentation. The research instrument was the researcher himself as a human instrument. Credibility of data was achieved tgrough triangulation sources and tecniques The results showed that the learning management activities carried out were divided into 3 namely planning with the activities of preparing lesson plans, teaching materials, and learning media. Implementation included preliminary, core and closing activities. Preliminary activities include apperception, pre-test, conveying learning objectives, giving advice. The core activities in accordance with the applied model are dominated by problem based learning, CTL, and cooperative models. The varied methods are dominated by lectures, discussions, presentations and questions and answers by implementing varied strategies with the support of visual based media. Closing contains concluding activities verbally and in writing, and giving feedback to students. The evaluation is unfortunately still based on written and oral examinations, with formative evaluations conducted on a scheduled basis. Barriers that occur are the lack of learning media facilities that are not available, while supporting factors are the motivation of the teacher to innovate.
Mapping the scientific footprint: a bibliometric study of self-regulated learning in music education using network analysis Syafitri, Andini Isti; Rahmadonna, Sisca; Pujiriyanto, Pujiriyanto
International Journal of Visual and Performing Arts Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : ASSOCIATION FOR SCIENTIFIC COMPUTING ELECTRICAL AND ENGINEERING (ASCEE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31763/viperarts.v6i2.1733

Abstract

This study aims to analyze bibliometric trends and thematic relationships in studies on self-regulated learning and self-directed learning in music. Data collected from Scopus include 145 documents published between 2002 and 2024 and analyzed using Biblioshiny and VosViewer tools with the PRISMA approach. The results reveal six main thematic clusters that show a variety of research focuses. The first cluster highlights students' experiences and ease of use of learning technologies. The second cluster focuses on motivation, self-directed learning, and the integration of technologies such as artificial intelligence. The third cluster reviews the role of social robots in supporting self-directed learning. The fourth cluster discusses music teaching and education systems. The fifth cluster connects medical and psychological research with educational contexts, while the sixth cluster, the largest cluster, highlights humans as the main subject, focusing on music, psychology, and learning. This study contributes to understanding global trends, collaboration patterns, and main themes in the literature, as well as opening up opportunities for the development of self-directed learning strategies in music education.
The Need Analysis for AI-Based Applications to Support Teacher Performance Raihan Primasta Putra; Pujiriyanto Pujiriyanto
Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jiecr.v6i1.2100

Abstract

In the digital transformation era, teachers play a pivotal role in shaping educational outcomes while facing challenges posed by modern curricula, including Indonesia's Merdeka Curriculum. This study investigates teachers' specific needs for AI-based applications, focusing on lesson planning, administrative tasks, and personalized teaching approaches. Employing a cross-sectional survey, data were collected from 300 teachers across Java and Bali, spanning early childhood to vocational education. The findings highlight significant difficulties in aligning lessons with student-centered principles and diverse learner needs despite considerable enthusiasm for AI's potential to reduce workloads and enhance efficiency. Nonetheless, ethical concerns and limited training remain issues. Critical factors for successful AI adoption include time efficiency, ease of use, curriculum alignment, and cost. These insights guide developers and policymakers in creating localized, user-friendly, and accessible AI solutions. In conclusion, effectively designed AI-based tools, coupled with sufficient professional development, can improve teacher readiness and performance, offering a pathway to more effective implementation of the Merdeka Curriculum and advancing Indonesia's educational landscape.
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran Mandiri: Studi Fenomenologis Pengalaman Mahasiswa Magister di UNY Rabuandika, Andi; Pujiriyanto
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 (2025): Volume 10, Nomor 1, April 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v10n1.p1-13

Abstract

The rapid integration of Artificial Intelligence (AI) in education has reshaped self-directed learning (SDL), yet empirical insights into students’ experiences remain underexplored. This qualitative phenomenological study investigates master’s students’ experiences, awareness, and perceived meanings of AI-driven SDL at Yogyakarta State University. Data from in-depth interviews with nine participants revealed three core themes: (1) AI-enhanced efficiency and personalized learning, (2) awareness of AI’s benefits (e.g., accessibility) and limitations (e.g., accuracy, dependency risks), and (3) the dual impact of AI on critical thinking and ethical concerns. While students leveraged AI for task management and information access, they emphasized the necessity of cross-verifying AI-generated content and maintaining academic autonomy. Challenges included reduced deep engagement and potential over-reliance on technology. The study highlights the imperative for balanced AI integration in higher education, advocating for ethical guidelines, educator training, and adaptive curricula that harmonize technological innovation with critical literacy development. These findings inform strategies to optimize AI’s educational potential while safeguarding academic rigor and student agency, offering a framework for institutions navigating the digital transformation of learning.
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran Mandiri: Studi Fenomenologis Pengalaman Mahasiswa Magister di UNY Rabuandika, Andi; Pujiriyanto
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 (2025): Volume 10, Nomor 1, April 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v10n1.p1-13

Abstract

The rapid integration of Artificial Intelligence (AI) in education has reshaped self-directed learning (SDL), yet empirical insights into students’ experiences remain underexplored. This qualitative phenomenological study investigates master’s students’ experiences, awareness, and perceived meanings of AI-driven SDL at Yogyakarta State University. Data from in-depth interviews with nine participants revealed three core themes: (1) AI-enhanced efficiency and personalized learning, (2) awareness of AI’s benefits (e.g., accessibility) and limitations (e.g., accuracy, dependency risks), and (3) the dual impact of AI on critical thinking and ethical concerns. While students leveraged AI for task management and information access, they emphasized the necessity of cross-verifying AI-generated content and maintaining academic autonomy. Challenges included reduced deep engagement and potential over-reliance on technology. The study highlights the imperative for balanced AI integration in higher education, advocating for ethical guidelines, educator training, and adaptive curricula that harmonize technological innovation with critical literacy development. These findings inform strategies to optimize AI’s educational potential while safeguarding academic rigor and student agency, offering a framework for institutions navigating the digital transformation of learning.