Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

The Effect of Employee Engagement and Work Motivation on Performance with Learning Agility as an Intervening Variable at PT. Paiton Operation and Maintenance Indonesia Achmad Taufik; Sri Wahyu Lelly Hana Setyanti; Markus Apriyono; Rochman Hidayat
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 2 (2022): Budapest International Research and Critics Institute May
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i2.5584

Abstract

This study aims to examine and analyze the direct and indirect effects of employee engagement and work motivation on performance through learning agility on the performance of employees of PT. Paiton Operation and Maintenance Indonesia (PT. POMI). This research was conducted on employees of PT. POMI with the number of respondents in this study as many as 124 people. The sampling technique used is simple random sampling where the sample is taken at random from the entire population. Data analysis method using Partial least square using softwareSMART PLS 3. HasThe results showed that work motivation and learning agility directly had a positive and significant effect on performance, while employee engagement directly had a positive but not significant effect on performance. The work motivation and employee engagement indirectly have a positive and significant effect on performance.
PENINGKATAN KEAHLIAN PROSES PENGELASAN ANAK-ANAK PUTUS SEKOLAH KOTA MALANG Achmad Taufik; Aladin Eko Purkuncoro; Arif Kurniawan; Taufik Hidayar
Abdimas Galuh Vol 2, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.221 KB) | DOI: 10.25157/ag.v2i1.3312

Abstract

Keterampilan yang mandiri dapat dibina melalui pelatihan yang terus menerus secara periodik dengan pola pelaksanaan yang telah ditentukan oleh pemerintah berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat. Bagi industri kecil dan menengah di bidang permesinan dan konstruksi baja ringan, lingkup pekerjaannya tidak bisa lepas dari bahan logam (terutama baja). Hasil produk yang dihasilkan selalu berkaitan dengan penyambungan antar komponen logam, penyambungan antar komponen yang paling umum bisa dilakukan adalah dengan mur baut, keling maupun las. Dalam pengabdian masyarakat melalui pelatihan ini dapat memberikan informasi tentang tugas dan kewenangan pemeriksa pengelasan. Memberikan pemahaman tentang dasar perhitungan kekuatan sambungan las, yang kemudian dipusatkan pada pembacaan tabel. Memahami fenomena penyimpangan setelah proses pengelasan. Memberikan pemahaman tentang cara memperbaiki cacat pengelasan. Juga dalam pelatihan ini bisa mendapatkan proses pengelasan dengan menggunakan prosedur pengelasan, sehingga manajemen proses pengelasan bisa berjalan dengan baik.
Analisa Pengaruh Kinerja Karyawan terhadap Loyalitas Pelanggan pada Bengkel Mobil Mitra Sejahtera Taufik, Achmad; Hadining, Aulia Fashanah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3123

Abstract

Bengkel mobil Mitra Sejahtera merupakan sebuah usaha yang bergerak pada bidang jasa perbaikan kendaraan bermotor (Mobil). Perusahaan ini sudah memulai usahanya pada tahun 2009 yang berlokasi di Karawang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaiaman kinerja karyawan pada bengkel Mitra Sejahtera serta untuk mengetahui adakah hubungan antara kinerja karyawan dengan loyalitas pelanggan, jika ada seberapa erat hubungan kedua variabel tersebut. Objek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah karyawan dan pelanggan bengkel Mitra Sejahtera, sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden. Adapun teknik analisis data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif. Kemudian dalam mendapatkan data peneliti menggunakan metode wawancara, observasi serta skala likert. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil yang menunjukan ada hubungan antara kinerja karyawan dengan loyalitas pelanggan. Perhitungan dilakukan dengan software pendukung IBM SPSS 25 dan diperoleh nilai signifikansi < 0,05 yang menunjukan terdapat hubungan yang positif diantara keduanya. Kemudian untuk mengetahui seberapa erat hubungan antara kinerja karyawan dan loyalitas pelanggan diperoleh hasil nilai correlation pearson 0,836. Hal ini menunjukan bahwa kinerja karyawan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan bengkel Mitra Sejahtera.
Implikasi Hukum dan Sosial dari Kriminalisasi Cyberbullying: Tinjauan terhadap Perlindungan Korban dan Tersangka Bari, Abdul; Taufik, Achmad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.10587

Abstract

Penindasan online, sering dikenal sebagai cyberbullying, adalah kegiatan kekerasan yang perlu ditanggapi dengan sangat serius secara hukum di era digital. Ini adalah fenomena ketika orang menyerang, mengancam, atau merendahkan orang lain melalui teknologi digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyajikan gambaran menyeluruh tentang peraturan yang mengatur cyberbullying di berbagai negara dan untuk memeriksa hambatan dan keefektifan langkah-langkah perlindungan hak-hak korban dan tersangka. Tinjauan kemajuan saat ini dalam regulasi cyberbullying di berbagai yurisdiksi, studi kasus, dan analisis dokumen hukum adalah bagian dari proses penelitian. Temuan penelitian ini menjelaskan masalah hukum yang rumit seputar cyberbullying dan menyoroti betapa pentingnya memperbarui dan meningkatkan tindakan perlindungan secara teratur di era digital saat ini.
Kebebasan Berpendapat dan Hak Pilih: Perspektif Pemulihan bagi Mantan Narapidana Taufik, Achmad; Wardani, Win Yuli; Bari, Abdul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.10807

Abstract

Studi ini melihat hubungan antara hak suara, kebebasan berbicara, dan proses rehabilitasi bagi mantan narapidana. Bidang studi yang penting adalah bagaimana hak suara dan berbicara berdampak pada pemulihan dan reintegrasi individu yang sebelumnya dipenjara ke dalam masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemungutan suara penting bagi mantan narapidana karena mewakili kemampuan mereka untuk berintegrasi kembali ke dalam masyarakat dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokratis. Responden yang memahami politik dengan lebih baik biasanya lebih terlibat dalam proses politik. Selain itu, faktor penentu sosial, seperti jaringan sosial yang kuat, berdampak pada keterlibatan politik mantan pelanggar. Diskriminasi dan rasa malu sosial, bagaimanapun, terus menjadi hambatan utama untuk keterlibatan politik. Pemahaman menyeluruh tentang variabel-variabel ini memungkinkan untuk membuat rencana yang lebih sukses untuk mendorong mantan narapidana untuk terlibat dalam politik.
Model Osborn Parnes Creative Solving (CPS) Dalam Penanggulangan Konflik Agraria Antar Nelayan Di Kabupaten Pamekasan Hasbullah, Hasbullah; Taufik, Achmad; Anam, Syaiful; Aristin, Rini; Kasanova, Ria
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.13652

Abstract

Penelitian ini menyelidiki penggunaan Model Pemecahan Masalah Kreatif (CPS) Osborn Parnes untuk mengatasi sengketa agraria di kalangan nelayan di Kabupaten Pamekasan. Konflik agraria sering kali rumit dan sulit untuk diselesaikan karena melibatkan berbagai kepentingan yang saling bertentangan. Model CPS merupakan metode yang penting dalam konteks ini karena menyoroti pentingnya kreativitas, kolaborasi, dan organisasi dalam penyelesaian masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hambatan utama dalam menangani konflik agraria, menilai signifikansi Model CPS dalam situasi khusus ini, dan menganalisis efisiensi dan pengaruh penerapan Model CPS dalam menyelesaikan konflik agraria. Metodologi penelitian ini menggunakan teknik kualitatif, yaitu studi kasus konflik agraria di Kabupaten Pamekasan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa Model CPS merupakan alat yang sangat efektif untuk menyelesaikan konflik agraria. Hal ini dicapai dengan mengidentifikasi alasan-alasan yang mendasari secara akurat, menciptakan solusi yang inovatif, dan mendorong kolaborasi di antara para pihak yang terkait. Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan yang inovatif dan inklusif sangat penting dalam menangani sengketa agraria. Selain itu, kerja sama tim dan komitmen dari semua pemangku kepentingan yang relevan juga diperlukan. Saran-saran untuk implementasi Model CPS yang lebih luas mencakup pelatihan dan peningkatan kemampuan, membina kolaborasi antara lembaga penelitian dan lembaga pemerintah, merumuskan pedoman dan praktik-praktik yang patut dicontoh, serta melakukan pemantauan dan penilaian yang berkesinambungan.
KUALIFIKASI HUKUM KESAMAAN DALAM SUATU MEREK YANG DAPAT DIAJUKAN GUGATAN PERDATA KHUSUS (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR 167 PK/Pdt.Sus-HKI/2018) Aulia Sakti, Mohammad Nauval; pakendek, Adriana; Dwi C.A.S, Insana Melia; Taufik, Achmad
Jurnal Yustitia Vol 25, No 2 (2024): YUSTITIA
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/yustitia.v25i2.2525

Abstract

AbstrakPersaman Merek yang terjadi antara “Keen, Inc.” yang berasal dari Portland, Oregon, Amerika Serikat melawan “Keen” milik Arif yang berasal dari kota Tangerang. “Keen, Inc.” yang mengklaim dirinya sebagai Perusahaan yang sudah berdiri sejak tahun 2002 dan berkekuatan hukum sejak tahun 2003 merasa ada perusahaan lain memiliki nama serupa dan melakukan aktivitas dagang dengan produk serupa, yaitu Produk Fashion. Tujuan dari Penelitian ini adalah mengetahui bagaimana maksud dari dari persamaan merek dagang antara “Keen, Inc.” dengan “Keen” serta mengetahui bagaimana tindakan hukum menangani kasus Persamaan Merek yang terjadi pada Putusan ini. Metode Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Hukum Normatif dengan pendekatan Yuridis. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah data sekunder. Teknik pengumpulan bahan hukum melalui peraturan perundang undangan dan maupun dokumen yang akan diambil pengertian pokok atau kaidah hukumnya dari masing-masing isi pasalnya yang terkait dengan permasalahan, sementara untuk buku, makalah dan jurnal ilmiah akan diambil teori, maupun pernyataan yang terkait. Hasil Penelitian ini adalah, membuktikan bahwasannya “Keen, Inc.” merupakan satu-satunya perusahaan yang benar-benar otentik dan sudah dibuktikan mereka adalah perusahaan besar dan sudah berdiri lebih lama, ditambah pula aktivitas dagang dan investasinya sudah lebih baik dan berkembang daripada “Keen” milik Arif yang baru saja lahir. “Keen” milik Arif juga dengan mudah dikalahkan karena adanya tindakan “itikad tidak baik”. Kata kunci: persamaan merek, itikad tidak baik, merek
Peningkatan Kesadaran Hak Asasi Manusia Bagi Narapidana di Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan Sebagai Upaya Rehabilitasi Sosial Bari, Abdul; Taufik, Achmad; Anam, Syaiful; Syaiful, Syaiful; Yunanto, Fredy; Hasbullah, Hasbullah; Rudiyanto, Mohammad; Kasanova, Ria
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 6 No 1 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v6i1.2463

Abstract

Abstract: Pendidikan hak asasi manusia (HAM) bagi narapidana di Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan merupakan salah satu upaya rehabilitasi sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang hak-hak dasar dan kewajiban mereka sebagai warga negara. Program ini dirancang untuk memberi pemahaman yang lebih dalam kepada narapidana tentang hak asasi mereka, baik selama menjalani hukuman di lapas maupun setelah reintegrasi ke masyarakat. Program edukasi ini melibatkan penyampaian materi mengenai hak-hak dasar, kewajiban sebagai warga negara, serta perlindungan hukum yang seharusnya mereka terima, dengan pendekatan yang partisipatif dan interaktif. Pelaksanaan program dilaksanakan pada November hingga Desember 2024, dengan melibatkan 60 narapidana sebagai peserta. Metode yang digunakan mencakup seminar, diskusi kelompok, dan studi kasus, yang dirancang agar peserta dapat aktif berpartisipasi dan mengaitkan materi dengan pengalaman mereka sendiri. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kesadaran narapidana mengenai hak asasi mereka, serta perubahan sikap dan pandangan mereka terhadap kewajiban yang harus mereka jalani. Program ini juga menunjukkan pentingnya peran fasilitator dan keterlibatan masyarakat luar dalam mendukung keberhasilan pendidikan HAM di lapas. Meskipun demikian, beberapa tantangan seperti keterbatasan logistik dan waktu dihadapi selama pelaksanaan. Program ini memberikan kontribusi terhadap proses rehabilitasi sosial narapidana, dan memperkuat pendekatan humanistik dalam pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Dampaknya terlihat dari peningkatan partisipasi aktif narapidana dalam kegiatan pembinaan, terciptanya iklim interaksi yang lebih positif antara warga binaan dan petugas lapas, serta tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya penghormatan terhadap martabat manusia.
Strategy to Increase the Procurement Governance Index Value on E-Purchasing Indicators Taufik, Achmad; Karunia, Luki; Sutrisno, Edy
Ilomata International Journal of Management Vol. 6 No. 3 (2025): July 2025
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijjm.v6i3.1491

Abstract

This study aims to identify the causes of the Procurement Governance Index (ITKP) value, especially in the e-purchasing indicator, which is still 0 and how to develop a strategy to increase the ITKP value for the e-purchasing indicator within the Ministry of Health. The method used is a qualitative method by conducting interviews and also reviewing documents. The results of the study found that there are factors that cause the ITKP value for the e-purchasing indicator to be 0, including procedural factors that have not been carried out to completion, human resource factors that still have difficulty in dividing the time to complete administrative work on the system, method factors that circulars and socialization have been made ineffective, and external factors, namely bar/service providers who also have a hand in completing the e-purchasing package. The recommended strategy for problem solving is to provide socialization and technical guidance on the flow of the e-purchasing implementation process by a special work team, in addition, applications/monitoring tools can be created to help monitor the implementation of the e-purchasing package, recalculate the workload to ensure the quality of administrative completion work on the system, and conduct socialization to PPK/PP to add clauses to the contract related to the provider's obligation to complete administrative obligations on the electronic catalog system.
KEDUDUKAN MANTAN NARAPIDAN DALAM MENGIKUTI PILKADA PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 56/PUU-XVII/2019 Taufik, Achmad; Suhartono, Slamet; Budiarsih, Budiarsih
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 4 No. 5 (2019)
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan Kepala Daerah secara langsung yang dipilih oleh rakyat, Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sejatinya merupakan bagian penting kehidupan bernegara Indonesia di era Reformasi. Pilkada secara lansung juga diharapkan bisa menghasilkan kepala daerah yang memiliki akuntabilitas lebih tinggi kepada rakyat. Pilkada langsung adalah wujud nyata dari pembentukan demokrasi di daerah. Kepala daerah dan wakil kepala daerah dipilih dalam satu pasangan calon yang dilaksanakan secara demokratis berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. setiap hak warga negara dijamin oleh undang-undang sebagaimana di atur dalam UU No. 12 tahun 2005 tentang Pengesahan International Convenant on Civil and Political Rights, (Konvenan Hak-hak Sipil dan Politik. Salah satu pemenuhan syarat sebagia calon kepala daerah diantara tertuang dalam putusan nomor 56/PUU-XVII/2019, yaitu bagi calon kepala daerah yang telah selesai menjalani masa pidana diharuskan menunggu waktu selama 5 (lima) tahun untuk dapat mengajukan diri menjadi calon Kepala Daerah.