Articles
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Tipe Kepribadian Myers Briggs Type Indicator (MBTI) Siswa Kelas IX
Aftina Rabbani;
Baidowi Baidowi;
Wahidaturrahmi Wahidaturrahmi;
Sripatmi Sripatmi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.815
Salah satu mata cabang ilmu pengetahuan adalah matematika dan salah satu aspek kemampuan yang penting dalam matematika adalah kemampuan pemecahan masalah. Siswa memiliki perbedaan kemampuan dalam memecahkan masalah, dan salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari tipe kepribadian Myers Briggs Type Indicator (MBTI) siswa kelas IX MTs Negeri 1 Mataram Tahun Ajaran 2022/2023. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik penentuan subjek penelitian yaitu purposive dan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner, tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek artisan hanya mampu melaksakan 2 dari 4 tahapan pemecahan masalah, yaitu tahapan memahami masalah dan melaksanakan rencana penyelesaian. Subjek idealist sudah mampu melewati 3 dari 4 tahapan pemecahan masalah, yaitu tahapan memahami masalah, melaksanakan rencana penyelesaian dan meninjau kembali. Subjek guardian hanya mampu melewati 1 dari 4 tahapan pemecahan masalah, yaitu tahapan memahami masalah. Subjek rational sudah mampu melewati 3 dari 4 tahapan pemecahan masalah, yaitu tahapan memahami masalah, melaksanakan rencana penyelesaian dan meninjau kembali. Jadi, disimpulkan bahwa subjek berkepribadian idealist dan rational memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dari subjek berkepribadian artisan dan guardian. Â Â
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Dalam Menyelesaikan Soal Cerita SPLTV Ditinjau Dari Self Efficacy
Riani Olivia;
Arjudin Arjudin;
Wahidaturrahmi Wahidaturrahmi;
Sri Subarinah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.847
Matematika merupakan ilmu dasar yang peranannya sangat penting dalam kehidupan manusia. Siswa dituntut menguasai beberapa kemampuan matematika salah satunya yaitu kemampuan komunikasi matematis. Selain itu, siswa juga harus memahami faktor psikis dirinya yang menunjang dalam memahami matematika salah satunya self efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan komunikasi matematis siswa dan mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa ditinjau dari self efficacy siswa kelas XI SMAN 1 Praya Timur Tahun Ajaran 2022/2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan kuantitatif, dengan teknik penentuan subjek penelitian yaitu purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik angket, tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat self efficacy tinggi siswa mampu menuliskan apa yang diketahui dan kesimpulan dengan tepat. Untuk indikator membaca siswa mampu menentukan permisalan variabel, dan untuk indikator eskpresi matematika siswa sudah mampu menyusun langkah penyelesaian. Sedangkan siswa dengan tingkat self efficacy rendah Untuk indikator menulis siswa mampu menuliskan apa yang diketahui. Selanjutnya untuk indikator membaca siswa belum mampu menntukan permisalan vaiabel dengan tepat, dan untuk indikator eskpresi matematika siswa sudah mampu menyusun langkah penyelesaian namun masih kurang lengkap.
Pengaruh Efikasi Diri Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Kelas X MA NW Putri Narmada Tahun Ajaran 2021/2022
Hilyana Zilfit;
Muhammad Turmuzi;
Wahidaturrahmi Wahidaturrahmi;
Baidowi Baidowi
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 3 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/griya.v3i1.198
This study aims to determine the effect of self-efficacy on problem-solving abilities. The benefits of research for researchers are as an exercise in carrying out scientific research and for teachers, it is to increase the self-efficacy of students in the classroom so that they can improve problem-solving abilities. This research was a type of quantitative research using simple linear regression analysis techniques. This research was carried out at MA NW Putri Narmada for the 2021/2022 academic year. With a population of all class X MA NW Putri Narmada and a sample of 61 students. The data collection instrument used questionnaires and tests. Questionnaires were used to obtain data about students' self-efficacy, while tests were used to obtain data about students' mathematical problem-solving abilities. The results showed that self-efficacy had an effect on the mathematical problem-solving ability of students of class X MA NW Putri Narmada with an effect of 30.3%, while the level of self-efficacy relationship with mathematical problem-solving skills was 0.55 with a moderate level of relationship. student learning, the more knowledge the student has and the better the mathematical problem-solving ability of the student, so students who have high self-efficacy will be more diligent and enthusiastic in learning.
Pengembangan Buku Ajar Komputer Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Mahasiswa Pendidikan Matematika
Syahrul Azmi;
Sripatmi Sripatmi;
Wahidaturrahmi Wahidaturrahmi
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v7i2.1925
Buku komputer matematika sangat dibutuhkan bagi mahasiswa pendidikan matematika untuk memperdalam pemahaman pemrograman bidang pendidikan yakni Matlab. Mengingat pentingnya penggunaan Matlab bagi calon guru, maka perlu ditunjang dengan kemampuan agar terjadi aktifitas penyampaian informasi, baik itu pesan, inspirasi atau gagasan dari satu pihak ke pihak lainnya yaitu kemampuan komunikasi matematis (KKM). Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui kelayakan buku ajar komputer matematika dalam meningkatkan KKM mahasiswa pendidikan matematika, 2) mengetahui pengaruh buku ajar komputer matematika terhadap KKM mahasiswa. Buku ajar dikatakan layak apabila hasil penilaian reviewer berkategori baik atau sangat baik serta mendapat respon positif dari mahasiswa. Subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan matematika semester V. Penelitian ini dibagi dalam empat tahap model pengembangan, yakni tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Adapun instrumen yang digunakan adalah lembar validasi ahli, angket respon mahasiswa dan tes KKM. Berdasarkan penilaian buku ajar dari validator, rata-rata persentase aspek kelayakan isi, kelayakan bahasa, penyajian dan kegrafikan termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil analisa dari angket respon mahasiswa adalah mahasiswa memberi respon positif terhadap pemanfaatan buku ajar komputer matematika dalam pembelajaran. Analisa dari tes KKM diperoleh hasil bahwa rata-rata nilai KKM mahasiswa kelas kontrol lebih kecil daripada rata-rata nilai KKM mahasiswa kelas eksperimen. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan buku ajar komputer matematika berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa pendidikan matematika.
Perbedaan Hasil Belajar Matematika Siswa dengan Model Problem Based Learning dan Discovery Learning
Pratiwi Adsa Ramdhani;
Nyoman Sridana;
Wahidaturrahmi;
Amrullah
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3319
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Matematika siswa kelas VII SMPN 3 Moyo Hilir menggunakan model problem based learning dan discovery Learning. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Teknik pengumpulan data berupa observasi, tes, dan dokumentasi. Nilai rata-rata hasil pretest dan posttest dengan menggunakan model Problem Based Learning yaitu 67,15 dan 85,25, sedangkan yang menggunakan model Discovery Learning 67,55 dan 79,85. Selain itu, hasil N-Gain menunjukan peningkatan hasil belajar Problem Based Learning berada pada kategori sedang dan yang menggunakan model Discovery Learning berada pada kategori sedang. Hasil dari uji hipotesis menggunakan uji ANACOVA menunjukkan hasil signifikansi/probabilitas 0,000 < 0,05, artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa dengan model problem based learning dan discovery Learning.
Pelatihan Membuat Alat Peraga Menentukan Luas Daerah Poligon Bagi Para Guru SD di Desa Lembuak Kecamatan Narmada
Ketut Sarjana;
Nurul Hikmah;
Nourma Pramestie Wulandari;
Ulfa Lu’Luilmaknun;
Wahidaturrahmi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 2 (2023): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jpmpi.v6i2.3995
Para guru SD di Desa Lembuak Kecamatan Narmada belum pernah merancang Alat peraga dalam membelajarkan siswa menentukan rumus luas daerah Poligon. Jadi masalah yang muncul adalah para guru Sekolah dasar di Desa Lembuak Kecamatan Narmada keterampilan membuat alat peraga untuk menentukan luas daerah polygon masih rendah. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan pengabdian ini adalah : 1) Meningkatkan kemampaun guru SD di Desa Lembuak Kecamatan Narmada tentang konsep dan prinsip luas daerah Poligon, 2) Meningkatkan kemampuan merancang alat peraga menentukan Formula atau prinsip luas daerah polygon. Permasalahan yang dialami oleh para guru terkait dengan merancang Alat Peraga, maka solusi yang ditawarkan dalam pengabdian ini :1) Memberikan pemahaman tentang merancanag alat peraga menentukan luas daerah bangun datar, 2) Simulasi dan praktek merancang pengembangan pembelajaran menggunakan alat peraga menentukan luas daerah dan 3) Diskusi dalam kelompok kerja dan presentasi tentang hasil kontruksi alat peraga dan langka-langkah pengembangannya. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat telah dilakukan melalui metode yang telah ditatapkan. Hasil dari kegiatan ini ternyata sangat efektif yakni terjadi perubahan kearah perbaikan yang signifikan hal ini ditunjukkan oleh skor rata-rata pre-tes = 4,12 lebih kecil dari skor rata-rata post-tes = 7,27. Dari hasil uji diperoleh = -2,0601 pada taraf signifikasi 0,05 atau dilihat dari Sig = 0,000 < α = 0,05. Jadi pelatihan membuat alat Peraga menentulan luas daerah Poligon bagi para Guru SD di Desa Lembuak Kecamatan Narmada meningkat secara meyakinkan. Dengan diperolehnya hasil dari kegiatan ini diharapkan pelatihan ini diperluas dalam rangka memperkuat pelaksanaan kurikulum 2013 dan para pemerhati pendidikan turut serta mengambil peran untuk mewujudkan kegiatan ini untuk mengantisipasi pembelajaran matematika abad 21
Pelatihan Pembuatan Google Form Sebagai Media Evaluasi Pembelajaran bagi Guru SD Gugus V Lingsar
Amrullah Amrullah;
Nani Kurniati;
Muhammad Turmuzi;
Ni Made Intan Kertiyani;
Wahidaturrahmi Wahidaturrahmi
Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/rengganis.v3i1.310
Observations and interviews conducted with elementary school teachers in cluster V Lingsar obtained the result that teachers were still evaluating manually using paper. Teachers need practical and effective evaluation media to save time on correcting answers. Reflecting on this need, community service activities are carried out to provide training on using the google form as a practical and effective evaluation medium. The activity participants consisted of 20 elementary school teachers in cluster V Lingsar. Activities consist of delivery of material and practice. All participants gave a positive response to the activities carried out because these activities were in accordance with the needs of the participants.
Scaffolding Berdasarkan Kesulitan Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Matematis Menggunakan Integral tak Tentu
Rizkia Pradani;
Laila Hayati;
Wahidaturrahmi;
Baidowi
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. SpecialIssue (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jcar.v5iSpecialIssue.4695
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui scaffolding berdasarkan kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah matematis menggunakan materi integral tak tentu kelas XI SMA. Kurangnya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika diakibatkan oleh kesulitan dalam memahami ide-ide yang menjadi material pembangun dari ide baru. untuk mereduksi kesulitan dengan teknik scaffolding, yang terdiri dari 5 langkah yakni: 1) menawarkan penjelasan (offering explanations), 2) meminta/merangsang partisipasi siswa (inviting student participation), 3) verifikasi dan klarifikasi pemahaman siswa (verifying and clarifying student understandings), 4) memodelkan perilaku yang diinginkan (modeling of desired behaviors), dan 5) meminta siswa untuk mengungkapkan petunjuk soal (inviting students to contribute clues). Reduksi kesulitan dengan scaffolding terhadap analisis tersebut diambil dari 6 orang siswa yang dianggap mewakili keseluruhan sampel, dan hasil scaffolding terhadap analisis kesulitan tersebut menyimpulkan bahwa scaffolding dapat membantu mereduksi kesulitan dalam menyelesaikan masalah matematis, membantu siswa dalam membangun pemahaman dan memperoleh pemahaman yang cukup dan benar sesuai dengan kebutuhan siswa.
Pelatihan Merancang Pedoman Pengembangan Media Manual Menentukan Luas Daerah Bidang Datar Bagi Para Guru Di Yayasan Al-Aziziah Desa Kapek Kecamatan Gunung Sari
Sarjana, Ketut;
Hikmah, Nurul;
Wulandari, Nourma Pramestie;
Wahidaturrahmi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jpmpi.v7i1.7813
Para guru Pendidikan dasar pengajar matematika di Yayasa Al-Aziziah belum pernah menggunakan alat peraga pembelajaran ketika mengajar geometri khususnya ketika menentukan rumus luas daerah bidang datar. Jadi masalah yang muncul adalah Para guru Pendidikan dasar pengajar matematika di Yayasa Al-Aziziah kemampuan mendisain pedoman Pengembanngan media manual untuk menentukan luas daerah bidang datar masih rendah. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan pengabdian ini adalah : 1) Mening- katkan kemampaun guru pendidkan dasar pengajar matematika di Yayasan Al-Aziziah tentang konsep dan prinsip luas daerah bidang datar, 2) Meningkatkan kemampuan merancang media manual dan pedoman pengembangannya untuk menentukan Formula atau prinsip luas daerah bidang datar. Permasalahan yang dialami oleh para guru terkait dengan merancang pedoman pengembangan media manual menetukan luas daerah bidang datar, maka solusi yang ditawarkan dalam pengabdian ini :1) Memberikan pemahaman tentang merancang media manual menentukan luas daerah bangun datar, 2) Simulasi dan praktek merancang pengembangan pembelajaran menggunakan media manual menentukan luas daerah dan 3) Diskusi dalam kelompok kerja dan presentasi tentang hasil kontruksi media manual dan langkah-langkah pengembangannya. Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat yang telah dilakukan ternyata sangat efektif yakni terjadi perubahan kearah perbaikan yang signifikan karena skor rata-rata pre-tes = 4,217 dan skor rata-rata post-tes = 7,304. Hasil uji statistic t diperoleh bahwa = -2,0601 pada tafar signifikasi 0,05 atau dapat juga dilihat dari Sig = 0,000 < α = 0,05. Jadi secara keseluruhan bahwa pengetahuan tentang luas daerah bangun datar dan keterampilan merancang pengebangan pembelajaran menggunakan alat peraga manual menentukan luas daerah bidang rata meningkat yang ditunjukkan oleh perubahan nilai rerata tersebut. Dengan diperolehnya hasil dari kegiatan ini diharapkan pelatihan ini diperluas dalam rangka memperkuat pelaksanaan kurikulum yang sedang berlaku saat ini dan para pemerhati pendidikan turut serta mengambil peran untuk mewujudkan kegiatan ini untuk mengantisipasi pembelajaran matematika abad 21
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Memanfaatkan Geogebra Sebagai Media Pembelajaran
Amrullah;
Nani Kurniati;
Intan Kertiyani, Ni Made;
Wahidaturrahmi
Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/rengganis.v4i2.453
Hasil wawancara yang dilakukan dengan guru-guru matematika SMP di Kota Mataram menununjukan bahwa guru memerlukan media pembelajaran untuk membantu visualisasi objek-objek dalam materi pelajaran seperti garis-garis yang berpotongan dan perpotongan garis dengan sumbu koordinat. Geogebra dalam hal ini dapat digunakan untuk memvisualisasikan objek-objek tersebut dengan baik. Untuk membantu meningkatkan kompetensi guru dalam menggunakan Geogebra, dilakukan kegiatan pelatihan bagi 40 guru matematika SMP di Kota Mataram. Kegiatan dilakukan dalam bentu pemaparan materi, demonstrasi, praktek terbimbing dan praktek mandiri. Hasil praktek mandiri menunjukan seluruh peserta mampu membuat applet Geogebra sederhana terkait materi yang diajarkan guru yang bersangkutan di kelas. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh peserta mendapatkan tambahan pengetahuan maupun keterampilan tentang pembuatan applet Geogebra.