Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH TINGKAT ASUPAN ZAT BESI, VITAMIN B12 DAN ASAM FOLAT TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ABELI KOTA KENDARI TAHUN 2017 Desriani, Peggy; Tina, Lymbran
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 4 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.715 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i4.6240

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat secara global yang mempengaruhi Negara berkembang dengan konsekuensi terbesar terhadap kesehatan manusia serta perkembangan sosial dan ekonomi.Wanita usia subur atau usia prakonsepsi mempunyai risiko lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan remajaputra. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan tingkat asupan zat besi, vitamin B12, dan asamfolat dengan kejadian anemia pada wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Abeli Kota Kendari tahun 2017.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Observasional Analitik dengan pendekatan Cross Sectional study.Jumlah sampel 67 responden. Dengan melihat bagaimana pengaruh tingkat asupan zat besi, vitamin B12 dan asamfolat terhadap kejadian anemia pada wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Abeli Kota Kendari tahun 2017.Dari hasil penelitian di temukan adanya pengaruh yang signifikan antara tingkat asupan zat besi (Fe) terhadapkejadian anemia dan tidak terdapat pengaruh antara tingkat asupan vitamin B12, tingkat asupan asam folatterhadap kejadian anemia pada wanita usia subur diwilayah kerja Puskesmas Abeli pada tahun 2017. Diharapkankepada wanita usia subur atau prakonsepsi agar lebih memperhatikan dan memperbanyak konsumsi zat gizi yangtermaksud didalamnya terdapat beragam mikronutrien yang diperlukan oleh tubuh untuk sintesis heme, kemudianmenghindari makanan dan minuman yang dapat menghambat penyerapan zat gizi khususnya zat besi sehinggabisa mengurangi risiko terkena anemia pada wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Abeli Kota Kendaritahun 2017.Kata Kunci: Anemia, Zat Besi, Vitamin B12, Asam Folat, Wanita Usia Subur di Kelurahan Abeli.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN BRONKHITIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEKAR TAHUN 2016 Tina, Lymbran; Dasriani, Yuli; Munandar, Sabril
Preventif Journal Vol 2, No 1 (2017): Preventif Journal
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1163.277 KB) | DOI: 10.37887/epj.v2i1.7534

Abstract

Bronchitis odalah suatu peradangan pada cabang tenggorok bronchus {saluran udsra ke psru-paru).  Broncritis rnerupakan penyakit ir,fek;l salursn pernapasan.  Peoyakit bronch1tls lnl dapat disebabkan otcn berbagai faktor seperf  infeksi virus, bakteri,  ;lsap  rokok,  kepadatan  hunian, kebiasa,;m merokok  dan alergl,  Puskesrnas  Mekar merepakan salah  satu  unit  pelayanan keseh•l•11  lin8k•l pertama  di wilayah  Kota  Kendarl.  Berdasarkan data f'uskesmas t-.1ekar 3 tahun te.rakhir terjadi f!uktuasi y,1ng cukup llqGgi lerkait kesus bronch1tls lnL Penelh1an [nl bcrtujuan untus  mel!get;Jhui  faktor  risiko  dari  kepadatan  human,  kcbt�saan  merokok,  dan  alergi deagan kcjJdian  periyakit bronchitis  di wil.ayah  kerja  Puskesrnas  tvlekar  tahun  2016.  Pen¢1iti('lr,  il'1i  rn�nggunakan rancangon   cpiccmiologi analltik   observaslonal  dengan  desain   panelitian   case  control   dengan  proscdur matching. Adapun populosi dalam pcnclltlan inl 117 dengan [urnlah sampel sebanyak 48 kasus dan 48 kontrol. Pengambilan sampel  dalam  penelitlan   ini  mcnggunal(an teknlk  simpel  random  sampling.   I lasil  penelltlanmenunjukkan kepadatan hunian (OR= 1,3;  95%CJ = 0,567 - 2,979;   p,value = 0,678) bukan  merupakan faktorrisiko kejodlan bronkhitis,  sedangkan keblasaan rnerokok {OR e 12;  95%0 = 2,416 -59,453;   P-value , 0,003)dan alergi (OR= 12:  95%CI = 2,416 - 59,453;  P-value = 0,003)  merupakan faktor risiko kcjcdian bronchitis. Kata kunci: bronkhitis, kepadatan hunlan,  keblasaan merokok, alergi
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN UMUM TAHUN 2018 Tina, Lymbran; Lestika, Mimin; Yusran, Sartiah
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.438 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v4i2.7598

Abstract

Diabetes mellitus (DM) sebagai penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolute atau relatif darikerja dan atau sekresi insulin. Data dari International Diabetes Federation (IDF) yang menunjukkan bahwa jumlahpenderita DM di dunia pada tahun 2015 telah mencapai 415 juta orang dengan proporsi kejadian DM Tipe 2 adalah 98%dari populasi dunia yang menderita DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor risiko aktivitas fisik, polamakan, dan riwayat keluarga terhadap kejadian diabetes mellitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Buton Tahun 2018.Penelitian ini menggunakan rancangan case control study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yangmemeriksakan kesehatannya dibagian internaRumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buton yang berjumlah 250 orang.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 sampel yakni 20 kasus dan 40 kontrol, pengambilan sampel menggunakanteknik total sampling. Hasil penelitian pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan faktor risiko kejadian diabetesmellitus tipe 2 yakni riwayat keluarga diperoleh nilai P-value= 0,004 serta nilai OR = 15,545 dengan Luwer limit = 1,894dan Upper limit = 127,60, sedangkan yang bukan faktor risiko diabetes mellitus tipe 2 yakni pola makan diperoleh nilaip-value = 0,180 serta nilai OR=0,375 dengan Upper limit=0,115 dan Upper limit= 1,225 dan aktivitas fisik tidak bisadianalisis karena ada sel yang tidak mempunyai nilai atau nol sehingga p value, OR, Luwer limit dan Uooer limit tidakbisa diketahui. Petugas kesehatan harus berperan aktif dalam pencegahan diabetes mellitus tipe 2 dengan melakukanpenyuluhan-penyuluhan di masyarakat.Kata kunci : Aktivitas fisik, Pola makan, dan Riwayat keluarga
PEMBUANGAN SAMPAH DAN DAMPAKNYA TERHADAP MASYARAKAT DI KOTA BAU-BAU PROVINSI SULAWESI TENGGARA Jumakil, Jumakil; Sabilu, Yusuf; Tina, Lymbran; Yuslina, Yuslina; Majid, Ruslan; Zainuddin, Asnia
Preventif Journal Vol 4, No 1 (2019): Preventif Journal
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.782 KB) | DOI: 10.37887/epj.v4i1.9430

Abstract

AbstrakKota Bau-Bau menghasilkan sampah mencapai 80-100 ton per hari, setiap tahunnya mengalami peningkatan.Timbulan sampah yang terus mengalami peningkatan akan mmenimbulkan kerusakan lingkungan. Selainlingkungan dampak yang ditimbulkan sampah dapat dirasakan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui cara pembuangan sampah di Kota Bau-Bau dan dampaknya terhadap masyarakat. Jenis penelitian iniadalah observational study dengan jumlah sampel 2.630 yang diambil dengan teknik propotional randomsampling, responden adalah ibu rumah tangga umur 25-65 tahun. Hasil penelitian menunjukkan 53,8% sampahdibuan ke TPS, 32,9% dibakar 5,9% dibuang ke sungai, 5,2% dibuang ke halaman, 0,8% dibuang ke lubang tanahtidak ditutup, 0,7% dikumnpulkan kolektor pendaur ulang, 0,5% dibuang ke lubang tanah dan ditutup, 0,2%dibiarkan membusuk. Dampak yang ditimbulkan 44,1% sampah berserakan, 22,1% banyak lalat berada di , 21,9%banyak tiku, 20,9% banyak nyamuk, 10,7% anjing dan kucing mencari makan, 3,8% merasakan bau busuk yangmenyengat, dan 4,1% terjadi penyumbatan saluran air/drainase. Kesimpulan Sebagian besar masyarakat KotaBau-Bau membuang sampah pada Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS), namun masih ada yangmembakar, membuang di sekitar halaman rumah, sungai, membiarkannya sampai membusuk. Dampak yangditimbulkan dari pembuangan sampah di Kota Bau-bau adalah sampah yang berserahkan, keberadaan vektorpembawa penyakit, bau busuk yang mengganggu serta terjadi penyumbatan drainase.Kata kunci:dampak sampah; pembuangan sampah, sampah rumah tangga 
ANALISIS FAKTOR RISIKO TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA PELAJAR DI SMPS FRATER KENDARI TAHUN 2018 Saputra, Idul; Sabilu, Yusuf; Tina, Lymbran
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 4 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v4i4.11365

Abstract

Obesitas merupakan kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan jaringan lemak dalam tubuhsecara berlebihan yang dapat merusak kesehatan. Jumlah anak-anak dan remaja mengalami kegemukan (usia5-19 tahun) di seluruh dunia telah meningkat sepuluh kali lipat dalam empat dekade terakhir. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis faktor risiko riwayat pemberian ASI eksklusif, riwayat BBLR, durasi tidur, asupanmakan dan aktivitas fisik terhadap kejadian obesitas di SMP Frater Kendari Tahun 2018. Penelitian inimenggunakan rancangan case control study. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah seluruh siswa-siswiSMP Frater Kendari dari kelas VII-IX. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 66 yang terdiri dari 33 kasus dan 33kontrol, pengambilan sampel menggunakan teknik porposive sampling dan dilakukan matching terhadap umurdan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan riwayat pemberian ASI eksklusif diperoleh nilai OR= 3,320 (CI ;1,163-9,477), riwayat BBLR dengan nilai OR=2,065 (CI ; 0,178-23,942), durasi tidur diperoleh nilai OR yaitu3,121 (CI ; 1,133-8,603), asupan makan dengan nilai OR= 3,619 (CI ; 1,290-10,150) serta aktivitas fisik dengannilai OR= 4,025 (CI; 1,442-11,238). Dari 66 sampel penelitian yang digunakan dapat disimpulkan bahwa variabelriwayat pemberian ASI eksklusif, durasi tidur, asupan makan dan aktivitas fisik merupakan faktor risikoterhadap kejadian obesitas di SMP Frater Kendari tahun 2018 sedangkan variabel riwayat BBLR bukanmerupakan faktor risiko terhadap kejadian Obesitas. Kata Kunci : Obesitas, ASI eksklusif, BBLR, durasi tidur, asupan makan, aktivitas fisik 
ANALISIS FAKTOR RISIKO TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA PELAJAR DI SMPS FRATER KENDARI TAHUN 2018 Saputra, Idul; Sety, La Ode Muhamad; Tina, Lymbran
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 4 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v4i4.11083

Abstract

Obesitas merupakan kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan jaringan lemak dalam tubuhsecara berlebihan yang dapat merusak kesehatan. Jumlah anak-anak dan remaja mengalami kegemukan (usia5-19 tahun) di seluruh dunia telah meningkat sepuluh kali lipat dalam empat dekade terakhir. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis faktor risiko riwayat pemberian ASI eksklusif, riwayat BBLR, durasi tidur, asupanmakan dan aktivitas fisik terhadap kejadian obesitas di SMP Frater Kendari Tahun 2018. Penelitian inimenggunakan rancangan case control study. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah seluruh siswa-siswiSMP Frater Kendari dari kelas VII-IX. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 66 yang terdiri dari 33 kasus dan 33kontrol, pengambilan sampel menggunakan teknik porposive sampling dan dilakukan matching terhadap umurdan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan riwayat pemberian ASI eksklusif diperoleh nilai OR= 3,320 (CI ;1,163-9,477), riwayat BBLR dengan nilai OR=2,065 (CI ; 0,178-23,942), durasi tidur diperoleh nilai OR yaitu3,121 (CI ; 1,133-8,603), asupan makan dengan nilai OR= 3,619 (CI ; 1,290-10,150) serta aktivitas fisik dengannilai OR= 4,025 (CI; 1,442-11,238). Dari 66 sampel penelitian yang digunakan dapat disimpulkan bahwa variabelriwayat pemberian ASI eksklusif, durasi tidur, asupan makan dan aktivitas fisik merupakan faktor risikoterhadap kejadian obesitas di SMP Frater Kendari tahun 2018 sedangkan variabel riwayat BBLR bukanmerupakan faktor risiko terhadap kejadian Obesitas. Kata Kunci : Obesitas, ASI eksklusif, BBLR, durasi tidur, asupan makan, aktivitas fisik 
SKRINING PARASIT MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUMI WONOREJO NABIRE-PAPUA TAHUN 2018 Tina, Lymbran; Bagubau, Fergiana; Nirmala, Fifi
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 1 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v5i1.10615

Abstract

Abstrak Malaria adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit yang dapat menyebabkankematian pada manusia. Penyakit infeksi ini disebabkan oleh parasit Plasmodium yang hidup dan berkembangbiak dalam sel darah merah manusia dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Ada lima spesiesPlasmodium yang menyerang manusia yaitu : Plasmodium vivax, Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae,Plasmodium ovale dan Plasmodium knowlesi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif denganrancangan penelitian crossectional atau potong lintang. penelitian ini dilakukan pemeriksaan skrining denganmaksud untuk melihat positif atau negatif parasit malaria di dalam sampel darah mengunakan mikroskop.Skrining malaria merupakan suatu usaha untuk mencari dan menemukan penderita penyakit malaria yangtampak gejala klinis melalui suatu tes atau pemeriksaan, yang secara singkat dan sederhana sehingga dapatmemisahkan mereka yang sehat dari mereka yang kemungkinan besar menderita penyakit malaria, yangselanjutnya diproses melalui diagnosis dan pengobatan. Penelitian ini dilakukan di laboratorium puskesmas BumiWonorejo kabupaten Nabire provinsi Papua tahun 2018. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 orang. Yaitu orang dengan gejala klinis seperti demam periodik, nyeri pada persendian, mual dan tinggal di wilayah kerjapuskesmas Bumi Wonorejo Nabire-Papua serta subjek bersedia di ambil sampel darah. Berdasarkan gambaran hasil pemeriksaan mikroskopis di Puskesmas Bumi Wonorejo Nabire-Papua tahun 2018 pada sediaan darahsubjek penelitian di peroleh positif malaria sebanyak 19 orang ( 63,3%) dan negatif malaria yaitu 11 0rang(36,3%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa kasus positif malaria di wilayah kerja Puskesmas Bumi WonorejoNabirePapuatahun2018masihtinggi. Katakunci:skrining,mikroskopis,malari  
UJI PERBANDINGAN EFEKTIVITAS LARUTAN BAWANG MERAH (Allium cepa) DAN LARUTAN BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP KEMATIAN LARVA NYAMUK AEDES AGEPTY Hardiyanti, Puput; Tina, Lymbran; Jumakil, Jumakil
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 3 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v4i3.11088

Abstract

Abstrak Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demamberdarah. Banyaknya masalah yang dapat di timbulkan oleh insektisida menjadi dasar pemikiran tentang caraapa yang lebih aman untuk membasmi nyamuk dalam hal ini bentuk larva. Insektisida alami larutan bawangmerah (Allium cepa) memiliki potensi sebagai larvasida karena mengandung Senyawa Aniline, Alisin, Minyakatsiri begitu pun dengan larutan bawang putih (Allium sativum) memiliki potensi sebagai larvasida karenamengandung Alisin, Garlic oil, Flavonoid, Minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandinganefektivitas larutan bawang merah (Allium cepa) dan larutan bawang putih (Allium sativum) sebagai larvasidaterhadap kematian larva nyamuk Aedes aegypti. Metode penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium.Jenis penelitian yang di gunakan pada penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desaian post test onlycontrol group design. Sampel dalam penelitian ini adalah larva nyamuk Aedes aegypti instar III/IV sebanyak 25ekor pada masing-masing 4 perlakuan dan 2 kontrol yaitu[ LC50 dan LC90 larutan bawang merah yaitu 3,431%dan 7,464% sedangkan nilai LC50 dan LC90 larutan bawang putih yaitu 1,821% dan 3,040% Sehingga dapat disimpulkan bahwa larutan bawang putih (Allium sativum) lebih efektif mematikan larva uji (nyamuk Aedesaegypti) di bandingan dengan larutan bawang merah (Allium cepa)Kata Kunci :Aedes aegypti, Larvasida, Bawang merah (Allium cepa), Bawang putih (Allium sativum),LethalConsentration (LC)50 dan Lethal Consentration (LC)90. 
PENGARUH PEMBERIAN PISANG AMBON (Musa accuminata Colla) TERHADAP TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI ATAS 45 TAHUN DI PUSKESMAS WAWOTOBI TAHUN 2017 Tina, Lymbran; Ulfianti, Risma; Yunawati, Irma
Majalah Kesehatan FKUB Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.063 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.006.02.4

Abstract

Hipertensi adalah salah satu penyakit pembuluh darah yang banyak menyerang lansia yang dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menimbulkan gejala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pemberian buah pisang ambon (Musa accuminata Colla) terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Wawotobi tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan desain pretest-posttest with control group. Jumlah subjek penelitian 30 penderita hipertensi yang memiliki tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan diastolik  ≥90 mmHg. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan dosis ±280 g buah pisang ambon selama 7 hari. Hasil uji statistik menunjukkan ada perbedaan nilai tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah perlakuan pemberian buah pisang ambon selama 7 hari pada kelompok perlakuan (p = 0,000; α = 0,05) dengan selisih penurunan tekanan darah sistolik sebesar 8,53 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 7,06 mmHg. Pada kelompok kontrol menunjukkan ada perbedaan nilai tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah perlakuan (p = 0,000; α = 0,05) dengan selisih penurunan tekanan darah sistolik sebesar 5,46 mmHg dan tekanan darah diastolik 2,13 mmHg. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian buah pisang ambon terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik penderita hipertensi. Konsumsi buah pisang khususnya pada lansia menjadi alternatif untuk pencegahan penyakit hipertensi.  
ANALISIS SPASIAL TB PARU BTA POSITIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WUNA TAHUN 2015 - 2017 Jumakil; Tina, Lymbran; Mahendra, Eke
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 8 No 2 (2019): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.682 KB) | DOI: 10.30989/mik.v8i2.292

Abstract

Background: One area with high rates of positive sputum in West Muna district, high TB patients is in the Wuna Community Health Center work area. Positive smear pulmonary TB sufferers in 2015 recorded 25 positive cases, in 2016 as many as 41 positive cases, whereas in 2017 there was an increase from the previous year which was 45 positive cases. Objective: To find out the distribution of cases tuberculosis with positive sputum from 2015 to 2017, then to be related to population density. Methods: This type of research is observational with spatio temporal modeling, based on geographic information systems. Results: There has been a shift in the pattern of positive pulmonary tuberculosis pulmonary TB sufferers from 2015 to 2017. TB cases in Maperaha, Nihi, Bungkolo villages have been concentrated in the same area for three years, as well as Waulai Village during 2016 and 2017. In Wuna Village. In 2015 and 2016 cases of tuberculosis were still concentrated around the same area, but differed in 2017, the concentration of cases shifted to the west. Conclusion: Cases of tuberculosis with positive sputum in the working area of Wuna Health Center from 2015-2017 have increased.