Claim Missing Document
Check
Articles

SKRINING DAN STUDI EPIDEMIOLOGI PENGGUNAAN BORAKS PADA TAHU PUTIH YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL SE-KOTA KENDARI TAHUN 2016 Arfa, Evi Rahmawati; Karimuna, Siti Rabbani; Tina, Lymbran
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.698 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1251

Abstract

Boraks merupakan zat pengawet yang tidak diizinkan oleh pemerintah digunakan sebagai bahantambahan makanan, namun bahan berbahaya tersebut masih digunakan secara luas di masyarakat padaberbagai produk bahan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan boraks padatahu putih yang dijual di pasar tradisional se-Kota Kendari tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitiandeskriptif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 44 pedagang tahu. Hasil penelitian diperoleh, pengetahuanpedagang tentang boraks berada pada kategori baik yaitu sebanyak 54,5%, sedangakan yang berada padakategori kurang baik sebanyak45,5%, sikap pedagang berada pada kategori baik yaitu sebanyak 75%,sedangkan yang berada pada kategori kurang baik sebanyak 25%, 75% pedagang menyatakan tidak tersediabahan pengenyal,sedangkan 25% menyatakan tersedia bahan pengenyal boraks di pasaran, 70,5% pedagangmenyatakan sulit dalam mengakses bahan pengenyal, sedangkan 29,5% menyatakan mudah dalam mengaksesbahan pengenyal,  pengawasan petugas kesehatan berada pada kategori kurang baik yaitu sebesar 59,1%,sedangkan 40,9% berada pada kategori baik, 95,5% pedagang menyatakan tidak terpengaruh oleh lingkungan,sedangkan 4,5% menyatakan terpengaruh. Hasil penelitian uji laboratorium menunjukkan bahwa terdapat 17sampel tahu yang positif mengandung boraks dengan kadar masing-masing 12,5 ppm, 7,7 ppm, 8,7 ppm, 7,9ppm, 10,7 ppm, 8,2 ppm, 13,5 ppm, 6,23 ppm, 8,20 ppm, 7,90 ppm, 9,5 ppm, 8,8 ppm,9,07 ppm, 6,48 ppm,12,43 ppm, 7,67 ppm dan 7.20 ppm.Kata kunci : Boraks, Tahu, Pengetahuan, Sikap, Ketersediaan Bahan, Kemudahan Mengakses, PengawasanPetugas Kesehatan, Lingkungan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA UMUR 6-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS POASIA TAHUN 2016 Sukardi, Sukardi; Yusran, Sartiah; Tina, Lymbran
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.298 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1361

Abstract

Hingga saat ini, diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan di dunia terutama di negara-negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara konsumsi air minum, riwayatpemberian ASI eksklusif, kebiasaan mencuci tangan dan penggunaan botol susu dengan kejadian diare padabalita umur 6-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia. Penelitian ini adalah penelitian analitikobservasional dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 3084 balitadengan besar sampel 34 balita. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan ujistatistic chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara konsumsi air minumdengan kejadian diare pada balita (p value (0,422) > α), terdapat hubungan yang bermakna antara riwayatpemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada balita (p value (0,024) < α), terdapat hubungan yanglemah antara kebiasaan mencuci tangan dengan kejadian diare pada balita (p value (0,066) < α), terdapathubungan yang bermakna antara penggunaan botol susu dengan kejadian diare pada balita (p value (0,041) <α). Kesimpulan yang di dapatkan yaitu terdapat hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif, kebiasaanmencuci tangan dan penggunaan botol susu dengan kejadian diare pada balita yang dipengaruhi oleh tidakdiberikannya ASI eksklusif pada balita sejak umur 0-6 bulan, kebiasaan mencuci tangan yang buruk danpenggunaan botol susu yang tidak steril. Untuk itu rekomendasi dari penelitian ini kepada ibu yaitu selalumemperhatikan zat gizi anak agar imunitas anak selalu baik, selalu membiasakan mencuci tangan dengan bai kdan benar  dan selalu memperhatikan kesterilan botol susu anak guna menghindari anak dari resiko kejadiandiare. Kepada tenaga kesehatan, perlu memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnyapencegahan diare pada balita.Kata kunci :air minum, asi eksklusif, cuci tangan, botol susu, diare pada balita
HUBUNGAN ANTARA KESEPIAN, KONTROL DIRI, DAN KEMUDAHAN AKSES INTERNET DENGAN TINGKAT KECANDUAN INTERNET PADA SISWA KELAS XII IPA DI SMAN 4 KENDARI DAN SMAN 7 KENDARI TAHUN 2018 Dwiyanti, Fitriana; Lestari, Hariati; Tina, Lymbran
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.058 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v4i1.5782

Abstract

Kecanduan internet diartikan sebagai sebuah sindrom yang ditandai dengan menghabiskan sejumlah waktu yang sangat banyakdalam menggunakan internet dan tidak mampu mengontrol penggunaannya saat online1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian, kontrol diri dan kemudahan akses internet dengan tingkat kecanduan internet pada siswakelas XII IPA di SMAN 4 Kendari dan SMAN 7 Kendari Tahun 2018. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif denganpendekatan cross sectional study. Penelitian ini menggunakan teknik penarikan sampel probability sampling dengan teknikstratified random sampling. Populasi pada penelitian ini berjumlah 512 orang dan sampel pada penelitian ini berjumlah 220 orang.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara kesepian dengan tingkat kecanduan internet (p value= 0,858 > 0,05), ada hubungan bermakna antara kontrol diri dengan tingkat kecanduan internet (p value = 0,007 < 0,05) serta adahubungan bermakna antara kemudahan akses internet dengan tingkat kecanduan internet (p value = 0,047 < 0,05). Siswa-siswidiharapkan dapat menggunakan internet secara bijak agar dampak negatif dari penggunaan internet secara berlebihan dapatterhindarkan.Kata kunci: kesepian, kontrol diri, kemudahan akses internet, tingkat kecanduan internet
STUDI KOMPARATIF DETERMINAN KEJADIAN DIARE DI WILAYAH PESISIR (PUSKESMAS ABELI) DAN PERKOTAAN (PUSKESMAS LEPO-LEPO) TAHUN 2016 Fauziah, Ardillah; Ahmad, La Ode Ali Imran; Tina, Lymbran
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.535 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1089

Abstract

Puskesmas Abeli dan Puskesmas Lepo-lepo adalah salah satu Puskesmas di Kota Kendari dengan dengankasus diare yang berfluktuasi dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Pada Wilayah Pesisir (Puskesmas Abeli) tahun2012 dari 23.719 penduduk terdapat 293 kasus. Tahun 2013 dari 24.307 penduduk meningkat sebanyak 1.188kasus tahun 2014 dari 24.532 penduduk  terdapat 967  kasus. Pada tahun 2015 penderita diare dari bulan Januarisampai dengan Desember sebanyak 508 kasus. Sedangkan pada wilayah perkotaan (Puskesmas Lepo-lepo) tahun2012 dari 21.295 penduduk terdapat 1.301 kasus. Tahun 2013 dari 20.981 penduduk terdapat 1.159 kasus, Tahun2014 dari 24.087 penduduk  terdapat 338  kasus. Dan pada tahun 2015 penderita diare dari bulan Januari sampaidengan Desember sebanyak 603 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan determinankejadian diare pada kedua wilayah tersebut meliputi : penyediaan air bersih, jamban keluarga, pengolahansampah, sarana pembuangan air limbah dan personal hygiene. Penelitian iniadalah penelitian analitikobservasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalahseluruh masyarakat yang diambil dari data registrasi pasien periode Oktober-Desember 2015 yang didiagnosismenderita penyakit diare pada Puskesmas Abeli dan Puskesmas Lepo-lepo. Sampel pada penelitian ini sebanyak62 responden, 31 responden pada Puskesmas Abeli dan 31 responden pada Puskesmas Lepo-lepo denganmenggunakan simple random sampling. Responden pada penelitian ini adalah penderita diare. Hasil penelitianmenunjukan bahwa ada perbedaan secara statistik (ρ < 0,05) penyediaan air bersih (ρ = 0,022), jamban keluarga(ρ = 0,000), pengolahan sampah (ρ = 0,022). Sebaliknya, tidak terdapat perbedaan bermakna secara statistik (ρ >0,05) sarana pembuangan air limbah (ρ = 0,668), personal hygiene (ρ = 0,300) di wilayah Puskesmas Abeli danPuskesmas Lepo-lepo.Kata Kunci: Komparatif, Determinan, Diare, Pesisir, Perkotaan
HUBUNGAN KADAR MERKURI (Hg) DALAM TUBUH TERHADAP PENURUNAN FUNGSI KONGNITIF PADA PEKERJA TAMBANG EMAS DESA WUMBUBANGKA KEC. RAROWATU UTARA KAB. BOMBANA TAHUN 2016 Erdanang, Eva; Ahmad, La Ode Ali Imran; Tina, Lymbran
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1877.29 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1213

Abstract

Merkuri (Hg) adalah satu-satunya logam yang berwujud cair pada suhuruang tertentu. Merkuri baik logam maupun metil merkuri (CH), biasanyamasuk tubuh manusia lewat pencernaan. Namun bila dalam bentuk logam,biasanya sebagian besar bisa dieksresikan. Sisanya akan menumpuk di ginjal dansistem saraf, yang suatu saat akan mengganggu bila akumulasinya makinbanyak.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar merkuri (Hg)dalam tubuh dengan penuruan fungsi kongnitif pada pekerja tambang emas DesaWumbumbangka, Kec. Rarowatu Utara Kab. Bombana Tahun 2016 Metodepenelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional study.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan 22 Februari – 23 SMaret tahun 2016, dandilaksanakan di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara KabupatenBombana. Pemeriksaan Sampel dilaksanakan di Laboratorium Forensik FMIPAUniversitas Halu Oleo. Adapun sampel dalam penelitian Exhaustive samplingpekerja tambang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubunganantara kadar merkuri (Hg) dalam tubuh dengan fungsi bahasa, terdapat hubunganantara kadar merkuri (Hg) dalam tubuh dengan fungsi memori, dan terdapathubungan antara kadar merkuri (Hg) dalam tubuh dengan fungsi visuospasial.Kata kunci: Merkuri (Hg), Fungsi Bahasa, Fungsi Memori, FungsiVisuospasial, Penambang Emas.3Hg+
STUDI KOMPARATIF PERILAKU SEKSUAL PADA SISWA SMAN 1 KENDARI DAN SISWA SMAN 4 KENDARI TAHUN 2018 Syaputri, Fatjrina; Sabilu, Yusuf; Tina, Lymbran
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.407 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v4i1.5754

Abstract

ABSTRAK Perilaku seksual adalah perilaku yang timbul karena adanya dorongan seksual atau kegiatan untuk mendapatkankesenangan organ seksual melalui berbagai perilaku seperti berfantasi, pegangan tangan, berciuman, berpelukansampai dengan melakukan hubungan seksual. Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat perilaku sekspranikah yang tinggi khususnya di Provinsi Sulawesi Tenggara yang menjadi salah satu daerah dengan persentaseremaja tertinggi yang melakukan perilaku seks pranikah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaanperilaku seksual pada siswa SMAN 1 Kendari dan SMAN 4. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa siswikelas XI dan XII SMAN 1 Kendari dan SMAN 4 Kendari dengan sampel sebanyak 176 orang dengan teknikpengambilan sampel menggunakan Proportional Stratified random sampling. Metode penelitian menggunakandesain penelitian cross sectional dengan rancangan komparatif menggunakan uji Mann- Whitney. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pengetahuan mengenai perilaku seksual (p=0,761), pengetahuanmengenai agama (p=0,548), sumber informasi (p=0,296), peran keluarga (p=0,398), peran sekolah (p=0,067) antarasiswa SMAN 1 Kendari dan siswa SMAN 4 Kendari. Penelitian ini memerlukan studi lanjutan dengan menggunakanvariabel lainnya dengan menggunakan pendekatan kualitatif.Kata Kunci : Perilaku Seksual, SMAN 1 Kendari dan SMAN 4 Kendari.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) PADA PASIEN RSUD BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2017 Tina, Lymbran; Kholifah, Nur; Junaid, Junaid
Preventif Journal Vol 3, No 1 (2018): PREVENTIF JOURNAL
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.613 KB) | DOI: 10.37887/epj.v3i1.6242

Abstract

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan angkamortalitas dan morbiditas yang cukup tinggi. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) saat ini berisiko untuk semuakalangan, terutama usia dewasa dan lansia. Beberapa faktor yang dapat mengakibatkan PPOK yakni genetik,riwayat penyakit infeksi pernapasan, jenis kelamin, usia, gizi, asap rokok, polusi udara dalam dan luar ruangan,serta gaya hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa besar faktor risiko paparan asap rokok,paparan asap obat nyamuk bakar dan konsumsi minuman ringan terhadap kejadian penyakit paru obstruktifkronik (PPOK) pada pasien Poli Paru RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2017. Jenis penelitianyang digunakan adalah analitik observasional menggunakan rancangan case control study dengan pendekatanfixed disease. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien Poli Paru RSUD Bahteramas sejak bulan januarisampai dengan oktober tahun 2017, sampel dalam penelitian ini berjumlah 105 sampel yakni 35 kasus dan 70kontrol, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian pada tingkat kepercayaan95% menunjukkan faktor risiko tinggi kejadian PPOK yakni paparan asap rokok diperoleh nilai OR = 3,188 denganLower limit = 1,273 dan Upper limit = 7,980; dan paparan asap obat nyamuk bakar diperoleh nilai OR = 2,411dengan Lower limit = 1,039 dan Upper limit = 5,599, sedangkan yang bukan merupakan faktor risiko PPOK yaknikonsumsi minuman ringan diperoleh nilai OR = 2,016 dengan Lower limit = 0,278 dan Upper limit = 15,281. Bagimasyarakat diharapkan agar selalu menjaga kesehatan dengan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, sertamenghindari paparan asap rokok dan asap obat nyamuk bakar, dan menjaga pola makan dengan menerapkan giziseimbang. Kata kunci : Penyakit paru obstruktif kronik, asap rokok, asap obat nyamuk bakar, konsumsi minuman ringan.
HUBUNGAN STRES, KETERATURAN MAKAN, JENIS MAKANAN DENGAN KEJADIAN GASTRITIS PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN UMMUSABRI KOTA KENDARI TAHUN 2017 Tina, Lymbran; Takdir, Rifqah Khaerunnisa; Sety, La Ode Muahamad
Preventif Journal Vol 3, No 2 (2019): Preventif Journal
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.152 KB) | DOI: 10.37887/epj.v3i2.6246

Abstract

ABSTRAKPenyakit gastritis dapat menyerang seluruh lapisan masyarakat dari semua tingkat usia maupun jenis kelamin. Kejadian gastritis masih menjadi masalah penyakit terbesar di Kota Kendari, dari data 5 tahun terakhiryang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Kendari yang tidak menentu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatifdengan menggunakan pendekatan cross-sectional study. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubunganstress, keteraturan makan, jenis makanan pada santri di Pondok Pesantren Ummusabri. Populasi dalam penelitianini adalah seluruh siswa-siswi Madrasah Tasanawiyah & Madrasah Aliyah yang mukim di Pondok PesantrenUmmusabri sebanyak 228 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 orang dan teknik pengambilan sampelmenggunakan proportional stratified random sampling. Analisis statisitik menggunakan uji chi-square pada tingkatkepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa stress (p value = 0,000), keteraturan makan (pvalue = 0,001), jenis makanan berisiko (p value = 0,000), terdapat hubungan dengan kejadian gastritis pada santridi Pondok Pesantren Ummusabri Kota Kendari Tahun 2017.Kata Kunci: gastritis, stress, keteraturan makan, jenis makanan, siswa
PERKEMBANGAN KASUS PNEUMONIA PADA BALITA DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2017 Jumakil, Jumakil; Tina, Lymbran
Preventif Journal Vol 3, No 2 (2019): Preventif Journal
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.295 KB) | DOI: 10.37887/epj.v3i2.6063

Abstract

Pneumonia merupakan penyebab utama kematian balita di dunia. Penyakit ini menyumbang 16% dari seluruh kematian anak di bawah lima tahun, yang menyebabkan kematian pada 920.136 balita, atau lebih dari 2.500 per hari, atau diperkirakan dua anak Balita meninggal setiap menit pada tahun 2015. Salah satuupaya untuk menekan penyakit ini adalah dengan meningkatkan penemuan pneumonia pada balita. Perkiraankasus pneumonia pada balita di suatu wilayah sebesar 10% dari jumlah balita di wilayah tersebut. Perkiraan balitapenderita pneumonia di Sulawesi Tenggara sebesar 26.272 balita, sementara balita penderita pneumonia yangditemukan dan ditangani baru mencapai 3.051 kasus atau sekitar 11,61% dari perkiraan penderita. Angka inimasih jauh di bawah target nasional sebesar 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kasuspneumonia Bulan Januari sampai dengan Desember Tahun 2018 dan untuk mengetahui daerah risiko kejadianpneumonia di Provinsi Sulawesi Tenggara. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan melakukan studi literaturedan menggunakan pemodelan spatio temporal. Kejadian pneumonia pada balita di Provinsi Sulawesi Tenggaraakan dipetakan berdasarkan jumlah penderita per kabupaten/kota, selanjutnya dipetakan berdasarkan bulankejadian selama tahun 2017. Hasil Penelitian menunjukkan kejadian pneumonia di Provinsi Sulawesi TenggaraTahun 2017 berdasarkan bulan kejadian cenderung fluktuatif, kasus meningkat drastis pada Bulan September.Kabupaten yang sangat berisiko terjadi kasus pneumonia adalah Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Muna, berisikosedang Kabupaten Konawe, Konawe Selatan dan Kota Kendari. Kabupaten yang kurang berisiko adalah KabupatenKonawe Utara, Kolaka Timur, Bombaba, Buton, Buton Selatan dan Kota Bau-Bau, sedangkan kabupaten yang tidakberisiko adalah Kabupaten Kolaka Utara, Konawe Kepulauan, Muna Barat, dan Wakatobi.Kata kunci : Pneumonia, balita, spatio temporal.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KECACINGAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 02 MAWASANGKA KABUPATEN BUTON TENGAH TAHUN 2017 Saif, Zakia; Tina, Lymbran
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 4 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.365 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i4.6239

Abstract

Infeksi kecacingan digolongkan sebagai neglected diseases oleh World Health Organization (WHO) yaitu suatupenyakit infeksi yang kurang diperhatikan, bersifat kronis tanpa gejala klinis yang jelas, dan dampaknya baru terlihatdalam jangka panjang seperti kurang gizi dan gangguan tumbuh kembang serta kognitif pada anak. Penelitian inibertujan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecacingan pada siswa Sekolah DasarNegeri 02 Mawasangka Kabupaten Buton Tengah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalahobservasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini anak kelas 1 sampaidengan kelas V sebanyak 224 dengan jumlah sampel sebanyak 67 responden, pengambilan sampel menggunakansimple random sampling. Data diperoleh dari kuisioner, hasil observasi dan pemeriksaan faces siswa dilaboratorium. Berdasarkan data hasil observasi dan kuisioner ditemukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikanantara pengetahuan ibu dengan kejadian kecacingan (p=0,725), ada hubungan yang signifikan antara personalhygiene dengan kejadian kecacingan (p= 0,032), tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis lantai rumah dengakejadian kecacingan (p=0,110), tidak ada hubungan yang signifikan antara kepemilikan jamban keluarga dengankejadian kecacingan (p=1,0), dan tidak ada hubungan yang signifikan antara ketersediaan air bersih (p=0,394).Diharapkan Bagi siswa, perlu meningkatkan pengetahuan, memperbaiki personal hygiene tindakan pencegahankecacingan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan pribadi. Kata Kunci: Kecacingan, Pengetahuan Ibu, Personal Hygiene,