Claim Missing Document
Check
Articles

Rabies in Animal Bite Victims: How to Handle in North Kolaka Regency Irma, Irma; Tina, Lymbran
Diversity: Disease Preventive of Research Integrity Volume 2, Issue 1, August 2021
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/diversity.v2i1.23190

Abstract

Rabies is one of the most important zoonoses in the world with a high impact on public health. Rabies disease in Indonesia is one of the public health problems with a high level of endemicity that has spread in 24 out of 34 provinces in Indonesia. In Indonesia, there are an average of 80,861 cases and 103 deaths per year from rabies transmitting animal bites (GHPR). From January to May 2019, there were 41 GHPR cases and 1 death case or 2.4% CFR in North Kolaka Regency. This research is descriptive with a qualitative approach. The population in this study is 42 cases of GHPR, all of which act as samples. The results showed that most cases of rabies were experienced by women (52.4%), the age of most people with rabies was the occupations of most of the sufferers (23.8%) were students and housewives, the ownership status of the animals was mostly wild animals (66.67%), and the bite history was mostly unprovoked (92.8%). This study recommends that joint efforts are needed to control rabies from the animal and human health sectors with a synergistic approach.
Penerapan Sanitasi dan Higiene dalam Produksi Ikan Asap: Implikasi terhadap Keamanan Pangan dan Kesehatan Masyarakat Tina, Lymbran; Sudarnika, Etih; Ridwan, Yusuf; Sudarwanto, Mirnawati B.; Pisestyani, Herwin
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.105214

Abstract

Keamanan pangan merupakan aspek krusial dalam kesehatan masyarakat, terutama pada produk pangan yang diproses secara tradisional seperti ikan asap. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan sanitasi dan higiene dalam produksi ikan asap di Kota Kendari serta mengkaji dampaknya terhadap keamanan pangan dan kesehatan masyarakat. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan pengambilan sampel secara purposive pada 13 unit produksi ikan asap selama Juli sampai Oktober 2024. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan checklist kepatuhan terhadap standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hasil penelitian menunjukkan kurang dari sebagian produsen (48,4%) yang memastikan peralatan produksi tetap bersih dan terawat secara menyeluruh. Seluruh produsen (100%) menggunakan air bersih selama produksi, namun tanpa fasilitas pembersihan bahan baku yang memadai. Toilet yang memenuhi standar kebersihan hanya ditemukan pada 69,2% lokasi produksi, sementara tidak ada satu pun tempat sampah tertutup (0%). Evaluasi praktik higiene pekerja, didaptkan sebanyak 76,9% pekerja mencuci tangan sebelum dan sesudah bekerja, namun tidak ada pekerja yang mamakai alat pelindung diri (0%). Selain itu, seluruh lokasi produksi tidak memiliki program pembersihan dan sanitasi berkala (0%), dan terdapat hewan peliharaan di sekitar area produksi, yang dapat meningkatkan risiko kontaminasi mikroorganisme patogen. Kondisi ini menunjukkan bahwa industri ikan asap tradisional di Kendari belum memenuhi stadar sanitasi dan higiene yang baik sehingga memerlukan intervensi berbasis kesehatan masyarakat. Diperlukan edukasi kepada produsen mengenai pentingnya sanitasi dan higiene, peningkatan infrastruktur sanitasi, serta pengawasan lebih ketat dari pihak berwenang guna memastikan kepatuhan terhadap standar keamanan pangan. Kata kunci: keamanan pangan, higiene, kesehatan masyarakat, sanitasi, ikan asap