Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : INTEKNA

Bahan Bakar Gasohol (Premium-Bioetanol) Dari Tandan Kosong Kelapa Sawit Dengan Pretreatment Lignocellulotic Material Dan Fermentasi Suprianto, Teguh; Mujiarto, Sigit; Kasim, Muhammad
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan permintaan energi menyebabkan menipisnya sumber cadangan minyak dunia serta permasalahan emisi dari bahan bakar fosil memberikan tekanan pada setiap negara untuk segera memproduksi dan menggunakan energy terbarukan, salah satu energi terbarukan yang sedang dikembangkan adalah energi yang berasal dari biomassa yakni bioetanol. Konversi bahan lignoselulosa menjadi bioetanol mendapat perhatian penting karena bioetanol dapat digunakan sebagai bahan bakar. Salah satu kendala dalam konversi ke bioetanol adalah Lignoselulosa merupakan bahan yang amat rapat, sehingga pada kondisi biasa bersifat inert dan tak bisa ditembus air, bahkan enzim sehingga diperlukan suatu pretreatment untuk membuka struktur rapat dari bahan lignoselulosa agar air dan enzim selulosa dapat mencapai selulosa sehingga bioetanol yang dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi.Dalam penelitian ini dilakukan percobaan pretreatment. Salah satu pretreatment yakni dengan menggunakan larutan encer asam kuat (chemical pretreatment material), dalam hal ini H2SO4. Setelah itu dilakukan fermentasi selama 32, 41, 48, 55 dan 62 hari. Hasil fermentasi kemudian didestilasi untuk menghasilkan etanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama masa fermentasi maka akan semakin sedikit volume hasil destilasi yang dihasilkan. Hasil terbaik diperoleh pada fermentasi 41 hari. 
Karakteristik Gas Buang Dual Fuel Gasifier Downdraft Serbuk Kayu Dan Diesel Engine Generator Set 3 Kw Mujiarto, Sigit; Suliono, Suliono; Maolana, Imam; Murdjani, Murdjani
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 17 No 2 (2017): Jurnal INTEKNA, Volume 17, No. 2, November 2017: 79-147
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/intekna.v17i2.477

Abstract

Gas buang pada kendaraan berbahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan akan berdampak buruk terhadap lingkungannya. Pengembangan gas biomassa juga bisa dipakai untuk bahan bakar alternatif pada motor pembakaran dalam. Syngas hasil gasifikasi yang kandungan CO2, CO, NOx lebih rendah membantu mengurangi emisi gas buang. Pada reaktor gasifikasi untuk menghasilkan gas yang mudah terbakar didapatkan air fuel ratio 1,01; 1,13; 1,34; 1,52. Artinya campuran antara serbuk kayu dan udara dapat menghasilkan gas sebagai campuran bahan bakar pada mesin diesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kandungan gas buang pada single dan dual fuel. Dengan putaran pada mesin konstan yaitu 1500 rpm dengan pembebanan pada generator set mulai 200 watt sampai 2400 watt dengan interval 200 watt. Setelah dilakukan eksperimen, temperatur gas buang dengan adanya penambahan syngas akan semakin semakin naik hingga 249áµ’C. Untuk emisi gasi buang dengan penambahan syngas, karbon monoksida (CO) turun sampai 0,71%. Nitrogen okside (NOx) juga mengalami penurunan seiring panambahan syngas sebesar 100 ppm. Serta hidro karbon (HC) seiring penambahan syngas pada emisi gas buang turun hingga 64 ppm
Bahan Bakar Gasohol (Premium-Bioetanol) Dari Tandan Kosong Kelapa Sawit Dengan Pretreatment Lignocellulotic Material Dan Fermentasi Teguh Suprianto; Sigit Mujiarto; Muhammad Kasim
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan permintaan energi menyebabkan menipisnya sumber cadangan minyak dunia serta permasalahan emisi dari bahan bakar fosil memberikan tekanan pada setiap negara untuk segera memproduksi dan menggunakan energy terbarukan, salah satu energi terbarukan yang sedang dikembangkan adalah energi yang berasal dari biomassa yakni bioetanol. Konversi bahan lignoselulosa menjadi bioetanol mendapat perhatian penting karena bioetanol dapat digunakan sebagai bahan bakar. Salah satu kendala dalam konversi ke bioetanol adalah Lignoselulosa merupakan bahan yang amat rapat, sehingga pada kondisi biasa bersifat inert dan tak bisa ditembus air, bahkan enzim sehingga diperlukan suatu pretreatment untuk membuka struktur rapat dari bahan lignoselulosa agar air dan enzim selulosa dapat mencapai selulosa sehingga bioetanol yang dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi.Dalam penelitian ini dilakukan percobaan pretreatment. Salah satu pretreatment yakni dengan menggunakan larutan encer asam kuat (chemical pretreatment material), dalam hal ini H2SO4. Setelah itu dilakukan fermentasi selama 32, 41, 48, 55 dan 62 hari. Hasil fermentasi kemudian didestilasi untuk menghasilkan etanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama masa fermentasi maka akan semakin sedikit volume hasil destilasi yang dihasilkan. Hasil terbaik diperoleh pada fermentasi 41 hari. 
Karakteristik Gas Buang Dual Fuel Gasifier Downdraft Serbuk Kayu Dan Diesel Engine Generator Set 3 Kw Sigit Mujiarto; Suliono Suliono; Imam Maolana; Murdjani Murdjani
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 17 No 2 (2017): Jurnal INTEKNA, Volume 17, No. 2, November 2017: 79-147
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/intekna.v17i2.477

Abstract

Gas buang pada kendaraan berbahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan akan berdampak buruk terhadap lingkungannya. Pengembangan gas biomassa juga bisa dipakai untuk bahan bakar alternatif pada motor pembakaran dalam. Syngas hasil gasifikasi yang kandungan CO2, CO, NOx lebih rendah membantu mengurangi emisi gas buang. Pada reaktor gasifikasi untuk menghasilkan gas yang mudah terbakar didapatkan air fuel ratio 1,01; 1,13; 1,34; 1,52. Artinya campuran antara serbuk kayu dan udara dapat menghasilkan gas sebagai campuran bahan bakar pada mesin diesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kandungan gas buang pada single dan dual fuel. Dengan putaran pada mesin konstan yaitu 1500 rpm dengan pembebanan pada generator set mulai 200 watt sampai 2400 watt dengan interval 200 watt. Setelah dilakukan eksperimen, temperatur gas buang dengan adanya penambahan syngas akan semakin semakin naik hingga 249áµ’C. Untuk emisi gasi buang dengan penambahan syngas, karbon monoksida (CO) turun sampai 0,71%. Nitrogen okside (NOx) juga mengalami penurunan seiring panambahan syngas sebesar 100 ppm. Serta hidro karbon (HC) seiring penambahan syngas pada emisi gas buang turun hingga 64 ppm