Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Majamecha

Potensi Penggunaan Limbah Kendaraan Bekas Melalui Teknologi Anodizing Mulyaningsih, Nani; Mujiarto, Sigit; Listyanda, Faiz; Rahayu, Yunita; Salim, M. Faiz
Majamecha Vol. 6 No. 2 (2024): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v6i2.3520

Abstract

Proses anodizing merupakan teknik yang efektif dalam meningkatkan ketahanan korosi aluminium melalui pembentukan lapisan oksida pelindung. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses anodizing pada footrest aluminium bekas untuk meningkatkan daya tahannya terhadap korosi, sehingga dapat dimanfaatkan kembali sebagai produk dengan umur pakai yang lebih panjang. Menggunakan variasi waktu  (7, 14, 23, 32, 42 menit), arus 2,5A dan tegangan 18 Volt. Uji ketahanan korosi dilakukan dengan metode potensiodinamik untuk mengevaluasi performa footrest setelah anodizing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi proses anodizing dapat secara signifikan meningkatkan  ketahanan korosi footrest bekas sebesar 0,0234491mmpy. Proses ini memungkinkan pemanfaatan kembali footrest aluminium bekas sebagai produk yang lebih tahan terhadap kerusakan lingkungan, serta mendukung pengurangan limbah logam.
Pengaruh Perbedaan Tinggi Lift dan Durasi Camshaft Terhadap Performa Mesin 230 cc Armansyah, David Ari; Mujiarto, Sigit; Purnomo, Sigit Joko
Majamecha Vol. 7 No. 1 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i1.3693

Abstract

Salah satu cara meningkatkan performa mesin yang paling mudah adalah melakukan penggantian pada camshaft. Camshaft berfungsi mengatur buka tutup katup. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen dengan memodifikasi camshaft terutama pada lift dan durasi. Untuk pengujian dilakukan diatas mesin dynotest yang dilakukan di bengkel 12Racing dan modifikasi camshaft dilakukan di bengkel KT Project. Untuk variasi, terdapat 3 variasi, antara lain camshaft awal yang terpasang, camshaft A, dan camshaft B. Untuk camshaft awal, menghasilkan daya sebesar 20,5 hp pada putaran 7400 rpm dan torsi maksimal sebesar 21,1 Nm pada putaran 6300 rpm. Fuel consumption camshaft ini untuk putaran 1000 rpm menghasilkan data 400 ml/jam, untuk putaran 1500 rpm menghasilkan data 440 ml/jam, dan hasil konsumsi 33,8 km/liter. Untuk camshaft B menghasilkan daya maksimal 24,3 hp pada putaran 8300 rpm dan torsi 21,4 Nm pada putaran 7900 rpm. Fuel consumption putaran 1000 rpm 400 ml/jam, putaran 1500 rpm 450 ml/jam, dan konsumsi 32,2 km/liter. Untuk camshaft B, menghasilkan daya maksimal 24,8 hp pada putaran 8302 rpm dan torsi maksimal sebesar 23,13 Nm pada putaran 6908 rpm. Fuel consumption camshaft B putaran 1000 rpm 350 ml/jam, putaran 1500 rpm 470 ml/jam serta konsumsi 31,7 km/liter. Dari data yang diambil, daya terbesar ada pada camshaft B yang mencapai 24,8 hp pada putaran 8302 rpm dan torsi 23,13 Nm pada putaran 6908 rpm.
Pengaruh Variasi Lama Waktu Pengadukan Proses Pemurnian Terhadap Kualitas Oli Bekas Metode Acid Clay Treatment Fadlan, Mokhamad Roif; Mujiarto, Sigit; Purnomo, Sigit Joko
Majamecha Vol. 7 No. 1 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i1.3735

Abstract

Minyak oli masuk limbah dari bahan berbahaya dan beracun (B3) memerlukan penanganan khusus karena dapat membahayakan lingkungan jika tidak didaur ulang. Salah satu metode yang digunakan dalam pemurnian Residu minyak oli adalah metode acid and clay. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik oli bekas setelah dimurnikan menggunakan metode tersebut, yang melibatkan penggunaan asam kuat sebagai pelarut dan clay sebagai adsorben. Penelitian ini merupakan eksperimen dengan menggunakan oli bekas Meditran SX SAE 15W-40 sebagai objek utama. Adsorben yang digunakan adalah bentonit, sementara asam kuat yang digunakan adalah asam sulfat (H?SO?). Variasi dalam penelitian ini meliputi waktu pengadukan bentonit selama (3,5; 4,5; 5,5; 6,5; dan 7,5 jam) dengan kecepatan 1000 rpm pada suhu adsorpsi 70ºC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan viskositas kinematik kinematik tertinggi pada suhu 40°C terjadi pada waktu pengadukan 5,5 jam dengan kecepatan 1000 rpm, yaitu sebesar 110,8 cSt. Sementara itu, pada suhu 100°C, viskositas kinematik tertinggi tercapai pada waktu pengadukan 3,5 jam dengan kecepatan yang sama, yaitu 12,61 cSt. Flash Point optimal diperoleh pada waktu pengadukan 6,5 jam dengan kecepatan 1000 rpm, mencapai 215°C. Sedangkan Density optimal tercapai pada waktu pengadukan 3,5 jam dengan kecepatan 1000 rpm, menghasilkan nilai sebesar 0,8631.
Pengaruh Refrigerant R-32, R-290, dan R-410a Terhadap Kinerja AC Split 1 PK Akbar, Alvin Nurfaiz; Mujiarto, Sigit; Mujiarto, Trisma Jaya
Majamecha Vol. 7 No. 1 (2025): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v7i1.3782

Abstract

Kota Magelang merupakan saah satu daerah yang memiliki suhu yang cukup tinggi debgab suhu udara berkisar diangka 23-33?. Kondisi suhu yang cukup tinggi ini mewajarkan jika penggunan serangkaian mekanisme pengkondisian udara (AC) untuk memperoleh udara yang sejuk dan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi Refrigerant dan juga mengetahui jenis terbaik yang dapat digunakan pada ac split 1 pk dengan 2 unit pengujian. Peneliti menggunakan variasi jenis Refrigerant R-32, R-290, dan R-410a dengan Batasan unit AC 1 pk pada ruang gedung Fakultas Teknik Universitas Tidar. Unjuk kerja yang diteliti meliputi kerja kompesor, panas buang kondensor, efek refrigerasi, laju aliran massa, (COP)actual, (COP)ideal, dan efisiensi mesin pendingin. Hasil dari penelitian diperoleh jenis Refrigerant terbaik yang dapat digunakan pada AC split 1 pk di ruang Gedung fakultas Teknik universitas tidar ialah Refrigerant R-32 pada 2 unit yang diuji dengan nilai kerja kompresor paling rendah sebesar 29,056 kJ/kg pada unit a dan 29,796 kJ/kg ada unit b, panas buang kondensor tertinggi dengan 15,762 kJ/kg ada unit a dan 15,103 kJ/kg pada unit b, efek refrigerasi tertinggi dengan 7,956 kJ/kh pada unit a dan 6,054 kJ/kg pada unit b laju aliran massa terbesar dengan 0,0372 kJ/s pada unit a dan 0,0319 kJ/s pada unit b, (COP)actual tertinggi dengan 0,273 kJ/kg pada unit a dan 0,243 kJ/kg pada unit b, (COP)ideal tertinggi dengan 2,6 pada unit a dan 2 pada unit b dan terakhir efisiensi tertinggi dengan 9,5 pada unit a dan 8,2 pada unit b.