Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

HUBUNGAN MOTIVASI IBU HIPERTENSI DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE MASA PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN Hj. Fahridha; Hj Ruslinawati; Darmayanti Wulandatika
CNJ: Caring Nursing Journal Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN MOTIVASI IBU HIPERTENSI DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE MASA PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN The Relationship of Hypertension Mother's Motivation with Antenatal Care Visits During the Covid-19 Pandemic in the Work Area of ​​Pekauman Health Center Banjarmasin Hj. Fahridha*, Hj. Ruslinawati**, Darmayanti W*** Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Program Studi S.1 Keperawatan Email : hj.fahridha@gmail.com Abstrak Antenatal care merupakan pemeriksaan kehamilan untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil. Dalam situasi covid-19 banyak ibu hamil menjadi enggan ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya karena takut tertular. Faktor motivasi sangat berperan penting terhadap kepatuhan ibu melakukan kunjungan antenatal care masa pandemi covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi ibu hipertensi dengan kunjungan antenatal care masa pandemi covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Desain penelitian menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectonal yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin pada bulan April-Mei 2021. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 32 ibu hamil yang mengalami hipertensi, jumlah sampel 30 orang dan teknik yang digunakan yaitu purposive sampling. Analisa menggunakan uji spearman rank pada batas bermakna 0,05. Instrument penelitian ini kuesioner motivasi dan kunjungan antenatal care. Di dapatkan (73,3%) ibu hipertensi memiliki motivasi kuat, (76,6%) ibu hipertensi melakukan kunjungan antenatal care masa pandemi covid-19 secara patuh dan terdapat hubungan motivasi ibu hipertensi dengan kunjungan antenatal care masa pandemi covid-19 dengan nilai ρ-value = 0,000. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan antara motivasi ibu hamil hipertensi dengan kunjungan antenatal care masa pandemi covid-19. Hendaknya perawat yang bertugas di Puskesmas Pekauman memberikan motivasi pada ibu hipertensi agar mau melakukan kunjungan antenatal care masa pandemi covid19. Kata kunci : motivasi, kunjungan antenatal care masa pandemi covid-19 Daftar Rujukan: 32 (2009-2020)
Determinant for Implementation of Early Breasting In PMB of Banjarmasin City In 2019 Darmayanti wulandatika; Bening Prawita Sari; Pratiwi Puji Lestari
Health Media Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : UrbanGreen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55756/hm.v1i1.5

Abstract

Early Breastfeeding Initiation (IMD) is a process of allowing babies with their own instincts to breastfeed as soon as in the first hour after birth, together with contact between baby's skin and mother's skin (MOH RI, 2008). This study is an analytical study with a cross-sectional approach. Both the independent variable and the dependent variable according to circumstances or status at the time of observation. The researcher looks for the relationship between the independent variable and the dependent variable by taking a quick measurement. The results of this study were that respondents with good IMD implementation amounted to 61.7% and those who did poorly amounted to 38.3%. These results indicate that statistically there is no relationship between maternal education with actions in implementing IMD, and there is a relationship between knowledge and attitudes of mothers with the implementation of IMD
Knowledge about the danger signs of pregnancy with pregnancy care behavior in PMB Banjarbaru city Darmayanti Wulandatika
Health Media Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : UrbanGreen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55756/hm.v3i1.78

Abstract

Pregnancy care can be used to engage the patient early in pregnancy and provide risk assessment and psychosocial, cultural, and educational support with the ultimate goal of improving pregnancy outcomes. Every woman needs to be aware of the danger signs that occur during pregnancy, because complications from these danger signs are difficult to predict. These danger signs usually indicate the occurrence of obstetric complications that arise during pregnancy, childbirth, or postpartum. Knowledge of these signs and dangers will help you make the right decisions and get the right health services. To prevent more dangerous risks for pregnant women and their fetuses, mothers' knowledge of the signs of pregnancy needs to be increased. This study used an observational, correlational and analytical research design with a cross sectional approach. The results of this study found that there was a relationship between knowledge of danger signs and behavior in pregnancy care, 65 respondents had poor knowledge and behaved poorly towards pregnancy care as many as 19 people (70.4%), had moderate knowledge and behaved well as many as 12 people (54.5%). The result of p-value is 0.034, which means that there is a relationship between knowledge of danger signs and pregnancy care behavior.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN METODE AUDIO VISUAL AIDS (AVA) DENGAN METODE DISKUSI TERHADAP PENGETAHUAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DI SMK BINA BANUA BANJARMASIN Ruslinawati Ruslinawati; Darmayanti Wulandatika
Journal of Nursing Invention Vol 1 No 1 (2020): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.26 KB)

Abstract

Breast Self-examination (BSE) attempts to determine the normal condition of the breast that can be done alone as an early detection attempt to determine the rapid changes in the breasts. But unfortunately many women do not know what BSE is. Where increasing knowledge can be done by conducting health education where the methods that can be used in health education include lecture methods, group discussions, brainstorming, panels, role-playing, demonstrations. This study uses group discussion methods with Video which aims to determine the Effectiveness of Health Education Discussion Video Methods and Discussion Methods Against Knowledge About BSE in SMK Bina Banua Banjarmasin. This type of quantitative research is Quasi-experimental with the design of Equivalent Control Group Pre Test-Post Test Design with 359 female students using the proportional Sampling technique with 42 respondents using 18 questionnaires. The test used is paired t-test and independent t-test. The results of the analysis before and after the intervention group p-value = 0, 000 and before and after the control group P Value = 0,000. The results of data analysis of the level of knowledge after the health education of two groups obtained the value of p-value = 0,000. which can be concluded there are differences in the level of knowledge in each group. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) upaya mengetahui kondisi normal payudara yang bisa dilakukan sendiri sebagai upaya deteksi dini mengetahui adanya perubahan pada payudara secara cepat. Namun sangat disayangkan banyak wanita yang tidak mengetahui apa itu SADARI. Dimana menambah pengetahuan dapat dilakukan dengan melakukan pendidikan kesehatan dimana metode yang dapat digunakan dalam melakukan pendidikan kesehatan antara lain metode ceramah, diskusi kelompok, curah pendapat, panel, bermain peran, demonstrasi. Penelitian ini menggunakan metode diskusi kelompok dengan media Video yang bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Pendidikan Kesehatan Metode Diskusi Media Video Dan Metode Diskusi Terhadap Pengetahuan Tentang SADARI Di SMK Bina Banua Banjarmasin. Jenis penelitian kuantitatif Quasi exsperimental dengan rancangan Equivalen Control Group Pre Test-Post Test Design dengan pupulasi 359 siswi dengan menggunakan teknik Proporsional Sampling dengan jumlah responden sebanyak 42 responden menggunakan kuisioner sebanyak 18 pernyataan. Uji yang digunakan paired t test dan uji independen t test. Hasil analisa sebelum dan sesudah kelompok intervensi P Value = 0,000 dan sebelum dan sesudah kelompok kontrol P Value=0,000. Hasil analisa data tingkat pengetahuan setelah pendidikan kesehatan dua kelompok diperoleh nilai P Value = 0.000. yang dapat disimpulkan terdapat perbedaan tingkat pengetahuan pada masing masing kelompok.
THE STUDENTS’ COMPREHENSION ON THE PHILOSOPHY OF MATERNITY CARE “WOMEN CENTERED CARE” BASED ON THE REPORT OF CONTINUITY OF CARE (COC) Rr Sri Nuriaty Masdiputri; Darmayanti Wulandatika
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.973 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v2i2.459

Abstract

Background: The mortality rate of maternal woman in Indonesia has significantly increased reaching 359 per 100.000 live births. One solution to decrease the number of mortality rate of maternal woman is through high quality maternity care. The qualified midwifes come from a standard of education based on the philosophy of maternity care. Continuity care (COC)maternal clinic model of learning is proven in giving wide chances for the student to learn the philosophy. Objectives: reveals the level and form of students’ comprehension toward the maternity care “woman centered care”philosophy, the application of PKK-CoC, and the quality of maternity careCoC in STIKES Estu Utomo Boyolali. Method: this study is carried under mixed method and sequential explanatory strategy. The quatitative parts are fulfilled by the use of analitic descriptive design, while the quantitative side is carried under case study design. The population and sample of this study is 55 students of STIKES Estu Utomo Boyolali who have taken PKK-CoC. The sample for qualitative design is taken using mixed purposive sampling which are criterion and intensity sampling. Result: qualitatively, students overall comprehension is good. However, the documentation of maternity carein partnership care is still ineffective. Quantitatively, students overall comprehension on personalized care, holistic care, collaborative care, and evidence based care is also good. Partnership care is the only aspect considered in effective. Conclusion: the maternitycare continuity of care shows that client and family are in good heatlth, all the caregiven shows zero mortality rate, client fells safe and comfortable, and client has correct and fast care. It is also found that students’ confidence, skills, and comprehension are increased. It is suggested that the stakeholder can include the PKK-CoC model into curriculum of midwife education
ANALISIS DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI OLEH AKSEPTOR KB DI PMB TUTI GAMBUT KABUPATEN BANJARKALIMANTAN SELATAN Mirawati Mirawati; Rr. Sri Nuriaty Masdi Putri; Darmayanti Wulandatika
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.756 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v2i1.321

Abstract

Jumlah akseptor kontrasepsi MKJP lebih rendah dibandingkan non MKJP. Rendahnya angka pengguna MKJP ini dinilai menimbulkan beberapa permasalahan seperti tingginya angka kegagalan penundaan atau penjarangan memiliki anak.Pemilihan metode kontrasepsi ini tentunya dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor.Tujuan penelitian ini adalah menentukan determinan yang berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi pada akseptor KB di PMB Tuti Gambut Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan desain penelitian analitik.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor KB di PMB Tuti Gambut. Penelitian ini menggunakan tehnik simple random sampling dan didapatkan sampel yang diambil adalah sejumlah 75 orang.Tehnik pengambilan data menggunakan data sekunder, analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi square.Hasil penelitian ini yaitu dari segi usia akseptor KB yang ada di PMB Tuti terbanyak adalah pada usia tidak berisiko (usia reproduktif) yaitu usia 20 sampai 35 tahun. Akseptor dengan paritas yang tidak berisiko lebih banyak dari pada akseptor yang memiliki paritas yang berisiko (paritas lebih dari 3), sedangkan akseptor yang berpendidikan tinggi lebih sedikit dari pada akseptor yang memiliki pendidikan rendah.Akseptor yang menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang lebih sedikit dibandingkan dengan akseptor yang menggunakan kontrasepsi non MKJP. Faktor determinan yang berhubungan dalam pemilihan kontrasepsi MKJP adalah usia, sedangkan faktor paritas dan pendidikan tidak berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi MKJP.
PERILAKU PERAWATAN PAYUDARA PADA IBU POSTPARTUM DI BPM IDI ISTIADI BANJARBARU Darmayanti Wulandatika
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.276 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v1i1.95

Abstract

Latar belakang: Beberapa permasalahan yang timbul pada ibu hamil yang tidak melakukan perawatan payudara selama kehamilan tersebut, dapat mengakibatkan bayi tidak mau menyusu atau tidak mendapatkan ASI yang maksimal dari ibunya. Keadaan ini akan mengakibatkan kebutuhan gizi bayi tidak akan terpenuhi secara baik dan bayi akan mudah terkena penyakit, bahkan mengalami kematian (Saryono dan Pramitasari, 2009). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga Juli tahun 2017 di BPM Idi Istiadi Banjarbaru. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu nifas yang melakukan kunjungan pada bulan Januari-Juli 2017 sebanyak 71 orang. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 59 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Perilaku perawatan payudara pada ibu postpartum di BPM Istiadi Banjarbaru berhubungan dengan pengetahuan, pendidikan, paritas dan pekerjaan dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05. Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini diharapkan agar dapat melakukan upaya untuk meningkatkan perilaku perawatan payudara khususnya pada ibu postpartum di wilayah setempat agar permasalahan menyusui dapat di atasi.
EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN METODE DEMONSTRASI DAN MEDIA VIDEO TERHADAP PRAKTIK SADARI DI PONDOK PESANTREN DARUL HIJRAH PUTRI MARTAPURA Ruslinawati Ruslinawati; Darmayanti Wulandatika; Nisrina Nadya Wahda
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/jmr.v3i2.510

Abstract

Early detection of breast cancer with BSE can be done alone to recognize abnormalities in the breast, carried out periodically every month, on the 7th to 10th day after menstruation, the actions include: position, inspection, palpation and patterns. However, there are still many who do not know about BSE and the high number of breast cancer cases in 2018 reaching 542 cases in Indonesia. To reduce the high cases of breast cancer, health education about BSE needs to be done. Analyze the effectiveness of health education demonstration methods and video media on BSE practices. The Quasy Experimental research design, the Posttest Only Control Group Design, the total population of class XI is 216 students were taken by the Proportional Stratified Random Sampling Method with 68 people divided into demonstration with video groups and video groups, the statistical test results using the Mann Whitney test. There is a significant difference in effectiveness between health education demonstration methods with video media and video media only, where the p value is 0.033 <0.05. Demonstration health education with video media is more effective against BSE practices than health education with video media only.
DETERMINAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI RSUD M. ANSARI SALEH BANJARMASIN Darmayanti Wulandatika; Bening Prawitasari; Pratiwi Puji Lestari
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.507 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v2i1.319

Abstract

Latar Belakang: Menurut laporan World Health Organization (WHO) tahun 2014 beberapa negara memiliki AKI cukup tinggi seperti Afrika Sub-Saharan 179.000 jiwa, Asia Selatan 69.000 jiwa, dan Asia Tenggara 16.000 jiwa (WHO, 2015). Indikator ini tidak hanya mampu menilai program kesehatan ibu, terlebih lagi mampu menilai derajat kesehatan masyarakat, karena sensitifitasnya terhadap perbaikan pelayanan kesehatan, baik dari sisi aksesibilitas maupun kualitas. AKI di Indonesia menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup meningkat dibandingkan hasil SDKI tahun 2007 yaitu 228 per 100.000 kelahiran hidup (Kemenkes RI, 2015). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional . Baik variabel bebas maupun variabel terikat diukur menurut keadaan atau statusnya pada waktu diobservasi. Penelitian cross-sectional ini merupakan salah satu studi observasional, dimana peneliti mencari hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat dengan melakukan pengukuran sesaat. Hasil: Kejadian Ketuban Pecah Dini di RSUD M. Ansari Saleh terbanyak adalah kejadian ketuban pecah dini pada usia kehamilan aterm. Dan kejadiannya mayoritas terjadi pada ibu hamil aterm dengan penyulit lain. Faktor kejadian Ketuban Pecah Dini di RSUD M. Ansari Saleh yang paling tinggi kekuatan hubungannya adalah komplikasi KPD dengan penyulit lain. Kesimpulan: Pelayanan kesehatan dapat mengupayakan upaya preventif kejadian KPD dengan deteksi dini komplikasi kehamilan di pelayanan primer. Bagi penanggung jawab RSUD M. Ansari Saleh diharapkan dapat meningkatkan upaya penanganan komplikasi khususnya KPD. Bagi institusi pendidikan di harapkan terus melakukan penelitian terkait untuk pengembangan upaya pencegahan komplikasi maternal. Kata kunci : Ketuban, Pecah, Dini
PERBEDAAN RERATA PENGETAHUAN TENTANG TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA PADA WANITA MENIKAH USIA DINI DENGAN MENIKAH USIA MATANG DI KECAMATAN BANJARMASIN BARAT Syahrida Agustina; Ruslinawati Ruslinawati; Darmayanti Wulandatika
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.371 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v2i1.324

Abstract

Remaja yang melakukan pernikahan dini secara perkembangan reproduksi dan psikologis belum matang karena masih mengalami masa transisi dari anak-anak menjadi pubertas. pernikahan dini dalam perspektif kesehatan reproduksi menemukan bahwa perempuan memiliki pengetahuan yang minim dan pemahaman yang kurang tentang dampak keputusan yang diambil untuk melakukan pernikahan dini. Semakin muda usia pernikahan maka akan semakin rendah pula jenjang pendidikan yang didapat, sehingga pengetahuan yang diperoleh juga akan semakin sedikit. Kecamatan Banjarmasin Barat mempunyai angka pernikahan dini tertinggi dari 5 Kecamatan yang ada di Kota Banjarmasin pada tahun 2017. Tujuan penelitian ini mengetahui perbedaan rerata pengetahuan tentang tugas perkembangan remaja pada wanita menikah usia dini dengan menikah usia matang di Banjarmasin Barat. Metode penelitian komparatif dengan pendekatan Cross Sectional menggunakan kuesioner dan uji statistik Independent t-test. Populasi berjumlah 172 wanita dengan sampel 63 responden terdiri dari 31 wanita menikah usia dini dan 32 wanita menikah usia matang yang menggunakan Cluster Random Sampling. Pada wanita menikah usia dini umur 15-20 tahun rerata pengetahuan didapatkan skor 52,58 sedangkan wanita menikah usia matang umur 21-25 tahun dapat rerata skor 69,31. Terdapat perbedaan rerata pengetahuan tentang tugas perkembangan remaja 16,73 (ρ = 0,000 < α = 0,05)