Claim Missing Document
Check
Articles

Education About Anemia And Nutrition In Adolescent Girls Pratiwi Puji Lestari; Bening Prawita Sari; Darmayanti Wulandatika
Comment: an International Journal of Community Development Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Perkumpulan Peneliti Ilmu Lingkungan - Green Visioneers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increase in nutritional needs in adolescence is related to the acceleration of growth, where the nutrients that enter the body are used to increase body weight and height accompanied by an increase in the number and size of body cell tissues. in daily food consumption. Young women generally experience deficiencies of iron, calcium, and vitamin A. In addition, there are also deficiencies of vitamin B6, zinc, folic acid, iodine, vitamin D, and magnesium. One of the four nutritional problems being faced by developing countries, including Indonesia, is the problem of iron nutrition anemia. Teenage girls are among the vulnerable to suffer from anemia because young women are in their infancy and have menstruation every month which causes iron loss.The method of implementing this community service activity includes socialization to the Chairperson of the Foundation at the Puteri 'Aisyah Muhammadiyah Orphanage, Banjarmasin City for the implementation of community service activities regarding anemia prevention education in adolescents. Implementation of community service takes place according to the plan that has been made. The material was delivered and the discussion process took place during the education provision. Teens can understand the prevention of anemia in adolescents.
EDUKASI TENTANG TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU NIFAS DI DESA SUNGAI TABUK, KABUPATEN BANJAR Siti Maria Ulfa; Suryati; Darmayanti Wulandatika
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 2: Februari 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.464 KB)

Abstract

teknik menyusui merupakan keterampilan seorang ibu yang meliputi posisi, perlekatan dan hisapan dalam memberikan ASI kepada bayinya. Keterampilan ini berkaitan dengan efektifitas pemenuhan kebutuhan nutrisi pada bayi. Edukasi teknik menyusui merupakan salah satu langkah untuk membantu keberhasilan menyusui dalam upaya peningkatan pemberian ASI Eksklusif yang belum tercapai. Tujuan: peningkatan pengetahuan ibu nifas tentang teknik menyusui yang benar pasca persalinan di Desa Sungai Tabuk. Metode Pelaksanaan: Kegiatan ini menggunakan metode Penyuluhan yang dikemas dengan media informasi seperti leaflet dan demonstrasi serta evaluasi hasil dari kegiatan yang dilakukan. Hasil: Setelah dilakukan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini, didapatkan peningkatan pengetahuan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu nifas tentang pelaksanaan teknik menyusui sehingga ibu dapat menerapkan teknik menyusui yang benar untuk mensukseskan program ASI eksklusif
E EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN METODE AUDIO VISUAL AIDS (AVA) DENGAN METODE DISKUSI TERHADAP PENGETAHUAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DI SMK BINA BANUA BANJARMASIN Ruslinawati Ruslinawati; Darmayanti Wulandatika
Journal of Nursing Invention Vol. 1 No. 1 (2020): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jni.v1i1.13

Abstract

Background: Breast self-examination (SADARI) is an effort to find out the normal condition of the breast that can be done by yourself as an early detection effort to find out any changes in the breast quickly. But unfortunately, many women do not know what SADARI is. Where increasing knowledge can be done by conducting health education where methods that can be used in conducting health education include lecture methods, group discussions, brainstorming, panels, role playing, demonstrations. Objective: to determine the Effectiveness of Health Education Video Media Discussion MethodMethods: This study used group discussion methods with video media and discussion methods on knowledge about SADARI at Bina Banua Banjarmasin Vocational School. Quasi-experimental quantitative research type with Equivalent Control Group Pre Test-Post Test Design with a population of 359 female students using proportional sampling technique with 42 respondents using a questionnaire of 18 statements. The test used paired t test and independent t test. Results: The results of the analysis before and after the intervention group P Value = 0.000 and before and after the control group P Value = 0.000. The results of data analysis of the level of knowledge after health education in two groups obtained a value of P Value = 0.000. Conclusion: there is a difference in the level of knowledge in each group.
Pendekatan Budaya melalui Program Pengelolaan Anak Stunting dan Pemberian Makanan Tambahan dengan Pendekatan Penta Helix di Kabupaten Banjar Angga Irawan; Alit Suwandewi; Darmayanti Wulandatika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i1.8081

Abstract

ABSTRAK Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas merupakan syarat untuk membawa Indonesia Maju pada tahun 2045, dalam mepersiapkan SDM unggul masih menghadapi tantangan bernama "stunting". Penyebab stunting umumnya tidak berdiri sendiri, tetapi kombinasi dari beberapa penyebab stunting. Sebuah konsep yang dapat di implementasi dalam pencegahan penangganan stunting yaitu program pengabdian masyarakat dengan pendekatan penta helix yang diharapkan saling berkolaborasi dan bersinegris dalam kegiatan masyarakat dalam program pencegahan stunting. Tujuan kegiatan ini adalah implementasi peran penta helix dalam upaya penanggulangan stunting peningkatan pengetahuan dan sikap dari para peserta kegiatan pengabdian sebelum dan sesudah dilakukan implementasi program. Pengabdian masyarakat dilakukan mulai pada tanggal 16 Juni sampai dengan tanggal 03 September 2022 di Kabupaten Banjar. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui penyuluhan secara langsung dengan pendekatan penta helix dengan melibatkan 5 unsur yaitu: Pemegang Kebijakan, Tokoh Masyarakat, Media, Institusi Pendidikan dan Masyarakat dengan metode Fokus Group Discussion (FGD). Hasil ketercapaian kehadiran peserta mencapai 100%, Ketercapaian tujuan kegiatan FGD secara umum sudah baik, Pemeriksaan pada balita tercapai dengan baik menggunakan alat bantu KKA, tingkat pengetahuan dan sikap ibu yang memiliki balita mengenai stunting dapat dievaluasi, Penyampaian materi berlangsung baik dan dihadiri oleh total 95% dari jumlah yang menjadi sasaran dalam program, Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan dengan lancar setelah kegiatan pemeriksaan dan promosi gizi dilaksanakan. Masyarakat ikut berperan penting, karena kesadaran dan pemahaman masyarakat merupakan kunci utama dalam upaya mencegah dan mengatasi stunting, dan upaya deteksi dini anak dengan stunting penting untuk dilakukan selain pemberian stimulasi tumbuh kembang yang tepat bagi anak. Kata Kunci: Anak Stunting, Pemberian Makanan Tambahan, Penta Helix  ABSTRACT Superior and quality Human Resources is a requirement to bring Indonesia Forward in 2045, in preparing superior human resources they still face a challenge called "stunting". The causes of stunting generally do not stand alone, but are a combination of several causes of stunting. A concept that can be implemented in preventing stunting is a community service program with a penta helix approach which is expected to collaborate and synergize in community activities in stunting prevention programs. The purpose of this activity is to implement the role of the penta helix in stunting prevention efforts to increase the knowledge and attitudes of the participants in community service activities before and after implementing the program. Community service is carried out starting on June 16 to September 3, 2022 in Banjar Regency. Service activities are carried out through direct counseling with a penta helix approach involving 5 elements, namely: Policy Holders, Community Leaders, Media, Educational Institutions and the Community with the Focus Group Discussion (FGD) method. The results of the achievement of participant attendance reached 100%, The achievement of the objectives of the FGD activities in general was good, the examination of toddlers was well achieved using KKA aids, the level of knowledge and attitudes of mothers who had toddlers about stunting could be evaluated, Material delivery went well and was attended by a total of 95 % of the number targeted in the program. Monitoring and evaluation activities are carried out smoothly after the nutritional inspection and promotion activities are carried out. The community plays an important role, because public awareness and understanding is the main key in efforts to prevent and overcome stunting, and early detection of children with stunting is important in addition to providing proper growth and development stimulation for children.                                                                                          Keywords: Stunting Children, Supplementary Feeding, Penta Helix
Pendampingan Ibu Hamil Dalam Pencegahan Anemia Defisiensi Besi (ADB) Dan KEK Di Kelas Prenatal Suryati; Siti Maria Ulfa; Darmayanti Wulandatika
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 07 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya AKI terjadi salah satunya karena anemia dalam kehamilan. Ibu hamil dan balita merupakan kelompok rawan terhadap masalah kesehatan dan kekurangan gizi. Masalah itu antara lain Anemia Defisiensi Besi (ADB) dan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Anemia dan KEK pada ibu hamil meningkatkan risiko terjadinya Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), kelahiran prematur, kematian ibu dan bayi dan stunting (anak pendek). Berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka penanggulangan Anemia dan KEK dalam kehamilan, namun prevalensi kejadiannya masih tinggi. Salah satu dugaan yang menyebabkan kegagalan pemberian tablet besi pada ibu hamil adalah ketersediaan cadangan besi tubuh. Pemberian makanan tambahan pada ibu hamil dengan KEK dan pemberian suplementasi besi folat selama kehamilan menjadi upaya dalam penurunan permasalahan gizi dalam kehamilan di Indonesia. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai skrining anemia dan kurang energi kronis (KEK) serta prevalensi anemia dan KEK pada ibu hamil dan mencegah terjadinya anemia defisiensi besi dengan suplementasi besi dan folat. Kegiatan ini menggunakan metode seminar dan Tanya jawab tentang pencegahan terjadinya anemia defisiensi besi dengan suplementasi besi dan folat. Setelah dilakukan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini, simpulan yang dapat diambil adalah ibu hasil resiko tinggi mengetahui upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi anemia defisiensi besar dan KEK. Ibu hamil berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi hal tersebut. Harapannya adalah agar ibu hamil risiko tinggi dapat melakukan pengobatan dan pencegahan anemia defisiensi besar dan KEK selama kehamilan.
OPTIMALISASI UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN FISIK DAN MENTAL IBU HAMIL SERTA KESEHATAN JANIN DENGAN PENERAPAN PELATIHAN PRENATAL YOGA Darmayanti Wulandatika; Rizki Amalia; Nurkhalifatul Zanah; Ramadhana Alya Nuur Afifah; Gisna Saufita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15784

Abstract

Abstrak: Pada kegiatan kelas ibu hamil, edukasi tentang prenatal yoga jarang atau bahkan tidak diinformasikan, sehingga banyak ibu hamil yang belum mengetahui tentang prenatal yoga serta manfaatnya. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah 12 ibu hamil di Kelurahan Gambut dapat memahami dan mengimplementasikan kegiatan prenatal yoga secara mandiri. Metode yang dilakukan yaitu advokasi dan persiapan; pelaksanaan kegiatan pelatihan prenatal yoga yang terdiri dari pemberian soal pre-test dan post-test, materi dan demonstrasi prenatal yoga; dan evaluasi kegiatan yaitu meskipun ada hambatan tetapi semua peserta dapat hadir dan antusias saat kegiatan berlangsung. Ada peningkatan nilai rerata pre-test 81,57 menjadi 91,76 pada nilai post-test, serta semua peserta mengikuti demonstrasi prenatal yoga dengan baik.Abstract: In classes for pregnant women, education about prenatal yoga is rarely or even not informed, therefore many pregnant women do not know about prenatal yoga and its benefits. The purpose of this community service is that pregnant women can understand and implement prenatal yoga activities independently. The methods used are advocacy and preparation; implementation of prenatal yoga training activities consisting of giving pre-test and post-test questions, education and prenatal yoga demonstrations; and evaluation of activities, that is, even though there were obstacles, all participants were able to attend and were enthusiastic when the activity took place. There was an increase in the pre-test average score from 81.57 to 91.76 in the post-test score, and all participants took part in the prenatal yoga demonstration well.
Pemberdayaan Ibu Hamil dalam Persiapan Menyusui melalui Pelatihan Teknik Menyusui yang Benar Menggunakan Video Edukasi Sebagai Media Komunikasi Efektif di Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar Siti Fatimah; Darmayanti Wulandatika; Mahfuzhah Deswita Putri; Rr. Sri Nuriaty Masdiputri; Noor Anisa; Nelly Mariati
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Juli : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v4i2.4103

Abstract

Breast milk is an excellent source of nutrition for infants, providing a balanced composition that meets their growth needs. In several regions of South Kalimantan, the coverage of exclusive breastfeeding remains low. In Banjar Regency, the coverage of exclusive breastfeeding reached 82.1% in 2020. Failure to provide exclusive breastfeeding can potentially lead to nutrient deficiencies in infants. This community service aims to enhance knowledge about proper breastfeeding techniques to raise awareness and prepare mothers for breastfeeding before childbirth. Implementation Method: This activity employs training, Q&A sessions, and group viewing of educational videos on proper breastfeeding techniques. Results and Conclusions: The activity led to an increase in knowledge and skills regarding proper breastfeeding techniques. The participants consisted of 15 pregnant women. Among all respondents, the pre-test results showed that the understanding and skills in proper breastfeeding techniques were at 54%. After the post-test, the respondents' understanding increased to 72%, reflecting an 18% improvement. It is hoped that this community service will be beneficial and help in realizing a healthy and intelligent generation through optimal breastfeeding.
THE FREQUENCY OF VISITS PROVIDES A KNOWLEDGE EFFECT ON DANGER SIGNS OF PREGNANCY Deswita Puteri, Mahfuzhah; Wulandatika, Darmayanti
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 4 (2023): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Antenatal care is an effort so that the mother until the end of pregnancy is as healthy or healthier than before pregnancy and any pregnancy complications can be prevented or detected early and given adequate management. The purpose of this study was to determine the relationship between ANC frequency and pregnant women's knowledge of the danger signs of pregnancy at PMB Banjarmasin. Methods: This type of research is analytic correlation with a cross sectional approach. The research population is pregnant women as many as 68 mothers. A sample of 34 mothers with purposive sampling technique. The independent variable in this study was the frequency of ANC, while the dependent variable was the knowledge of pregnant women about the danger signs of pregnancy. Data analysis using chi-square Results: the frequency of ANC according to the minimum standard of the ANC program was 70.6% had high knowledge about danger signs of pregnancy and those who performed ANC that did not meet the standard of 64.7% had less knowledge about danger signs of pregnancy. Conclusions: There is a relationship between the frequency of ANC and the knowledge of pregnant women about danger signs of pregnancy. The p value was 0.039.
Effectiveness of video versus leaflet education on anemia prevention knowledge among young women: A comparative study Rosyad, Shelly Rodliah; Wulandatika, Darmayanti; Fatimah, Siti
Journal of Health Technology Assessment in Midwifery Vol. 7 No. 1 (2024): May
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jhtam.3561

Abstract

Iron deficiency Anemia is a national health problem that is associated with nutritional problems. Knowledge of anemia in adolescents is very necessary as a way of habituation to the consumption of FE tablets with one's own awareness. Through attractive Health Promotion media will increase health awareness by adolescents. Researchers want to aim to determine the difference in the effectiveness of education through video and leaflet media on the level of knowledge of young women about the Prevention of anemia in the city of banjarmasin. This study uses the type of quantitative research with quasi experiment design with pretest posttest approach non-equivalent control group design with pretest and posttest. Sampling technique is done by total sampling. The instruments in this study used questionnaires and statistical analysis using paired t-test to determine the level of knowledge of adolescent girls about anemia and independent t-test to determine the difference in the effectiveness of education through video and leaflet media on adolescent girls ' knowledge about anemia. The provision of education with video and leaflet media on young women's knowledge about anemia Prevention showed no significant difference. The results of this study indicate that the provision of education through leaflet media is slightly more effective than the provision of education through video media
OPTIMALISASI PERTUMBUHAN BAYI 1.000 HPK MELALUI PEMANFAATAN MODUL KELAS PERSIAPAN MENYUSUI Wulandatika, Darmayanti; Fatimah, Siti; Afifah, Ramadhana Alya Nuur; Azkiya, Nadila
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i3.1865

Abstract

1000 Hari pertama kehidupan (HPK) berperan penting dalam kesiapan generasi sehat. Adanya kebijakan program gizi untuk meningkatkan kesehatan ibu dilakukan salah satunya melalui pemberian ASI yang mengandung protein dan zat besi yang tinggi. Adanya persiapan kelas menyusui dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan ibu hamil dalam mempersiapkan proses menyusui dan meningkatkan keberhasilan menyusui. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya persiapan menyusui melalui edukasi dan pelatihan cara menyusui yang benar, dan perawatan payudara bagi ibu hamil sebagai upaya dalam optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan bayi sejak 1.000 hari pertama kehidupan melalui pemanfaatan modul kelas persiapan menyusui bagi ibu hamil. Metode yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode ceramah, tanya jawab dan juga demontrasi. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya perbedaan antara pre-test dan post-test pada kuesioner yang diberikan pada peserta yaitu sebelum diberikan materi yang mempunyai pengetahuan cukup sebanyak 9 orang (81,82%), pengetahuan kurang sebanyak 2 orang (18,18%), sedangkan peserta sesudah diberikan materi edukasi yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 10 orang (90,91%), pengetahuan cukup sebanyak 1 orang (9,09%). Kesimpulan dari pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah adanya peningkatan pengetahuan peserta pelatihan terkait persiapan menyusui.
Co-Authors Afifah, Ramadhana Alya Nuur Afkarina, Ashfa Alit Suwandewi Angga Irawan Anjani, Amellia Dewi Assyfa, Mutia Aura Nazwa Astuti, Elsi Aulia Safitri Azhari, Fahrin Azidin, Yustan Azizah Azizah Azkiya, Nadila Bardiati Ulfah Bardiati Ulfah Bening Prawita Sari Bening Prawita Sari Cahaya Indah Lestari Devy Purnama Diah Retno Wulan Dyta Setiawati Hariyono efendi, Aprilianti mayang Evy Noorhasanah Gisna Saufita Hijrawati, Nani Hj Ruslinawati Hj. Fahridha Mahfuzhah Deswita Puteri Mahfuzhah Deswita Putri Mahfuzhah Deswita Putri Mariani, Hj. Mathuridy, Roly Marwan Mirawati Mirawati Nadila Azkiya Nadila Azkiya Nelly Mariati Nelly Mariati Nelly Mariati Nelly Mariati Nisrina Nadya Wahda Noor Anisa Noor Anisa Nurkhalifatul Zanah Olfah, Ria Pratiwi Puji Lestari Puteri, Mahfuzhah Deswita Ramadhana Alya Nur Hafifah Ramadhana Alya Nuur Afifah Ramadhana Alya Nuur Afifah Ramadhana Alya Nuur Afifah Ramadhana Alya Nuur Afifah Ra’uf, Muhammad Ria Olfah Rizki Amalia Rr Sri Nuriaty Masdiputri Rr. Sri Nuriaty Masdi Putri Rr. Sri Nuriaty Masdiputri Rr. Sri Nuriaty Masdiputri Ruslinawati Ruslinawati Sari , Yenny Okvita Sari, Delima Indah Permata Sari, Dwi Kartika Sari, Gita Wulanda sari, yenny okvita Shelly Rodliah Rosyad Shelly Rodliah Rosyad Siti Fatimah SITI FATIMAH Siti Fatimah Siti Fatimah Siti Maria Ulfa Siti Maria Ulfa Siti Maria Ulfa Siti Maria Ulfa Siti Maria Ulfa Sundari, Sri Suryati Suryati Suryati Suryati Syahrida Agustina Ulfah, Bardiyati Vitria Yaolanda Rizqi Agustina Yenny Okvitasari Yenny Okvitasari, Yenny